Showing posts with label Netty Herawati. Show all posts
Showing posts with label Netty Herawati. Show all posts

Wednesday, April 1, 2026

SELAMAT JALAN IBU NETTY HERAWATI


SELAMAT JALAN IBU NETTY HERAWATI (Kabar Lawas). Tak Seorangpun diantara pengurus Parfi muncul disaat pemakaman artis tiga jaman Netty Herawati, Selasa siang 7 Februari 1989. Namun sejumlah artis tua dan muda turut mengantarnya sampai ke liang lahat. Pemakaman Karet yang menjadi saksi bisu pada upacara pemakaman bintang film layar putih dan TV itu dipenuhi oleh sejumlah masyarakat pecinta film Nasional, para kerabat baik kalangan artis tua maupun muda. Bahkan superstar Persari di jaman tahun 50an, Rd. Mochtar yang menetap di Cimahi Bandung menyempatkan diri memberikan penghormatan terakhir kepada bekas lawan mainnya pada jaman jaya-jayanya dulu. 

"Heran ya, kok pada saat-saat begini tidak satupun pengurus harian Parfi yang hadir, " kata salah seorang artis muda yang tak mau disebutkan namanya. "Kalau terhadap seorang Netty Herawati yang demikian besar jasanya terhadap perfilman kita, mereka para pengurus Parfi maksutnya seolah olah tidak mau tahu apalagi terhadap kami yang masih belum apa-apa," katanya lebih lanjut. Salah seorang menimpali, apakah ini krisis kewibawaanpengurus Parfi itu terhadap anggotanya. Sepantasnya untuk hal-hal seperti ini merek amemerlukan datang sebagai tanda ikut berbelasungkawa, lanjutnya. 

Dalam hal-hal seperti ini sepertinya para pengurus Parfi itu memang acuh tak acuh. COntohnya ketika pemakaman aktor tiga jaman A.N. Alcaf, Sulastri atau bahkan mantan Ketua Umum Parfi , Sudewo beberapa waktu lalu. Para pengurus organisasi artis film itu sepertinya tidak tahu menahu terhadap anggotanya yang telah pergi untuk selama-lamanya. Malah orang-orang seperti Dicky Zulkarnaen bersama istrinya Mieke Wijaya, Basuki Zaelany, Rachmat Kartolo, Misbach Yusa Biran, Sumardjono dan sejumlah nama lainnya selalu memerlukan datang melayat dan menghantarkannya ke pemakaman. 

Sejak berangkat dari rumah duka di Jl. Otista Jakarta Timur, solidaritas justru lebih tercermin dari kalangan angkatan tua seperti janda mendiang Djamaludin Malik, Rahayu Effendi, Wahyu Sihombing dan masih banyak lagi para artis tua dan muda serta insan insan TVRI. 

Dicky Zulkarnaen sempat mengusahakan pasukan bermotor Polantas yang memandu iring-iringan jenazah Netty Herawati hingga ke pemakaman Karet. Dalam hal beginian, Dicky Zulkarnaen, Rachmat Kartolo memang selalu tampil didepan. Mereka tak segan-segan menyingsingkan lengan bajunya untuk sekedar meringankan para keluarga yang sedang berduka cita. 

Sehari sesudah pemakamanya, Rabu 8 Februari 1989 , TVRI menayangkan sinetron "Jangan Ganti Namaku" yang direncanakan terdiri tiga episode. Episode berikutnya ditayangkan 15 dan 22 Februari 1989. Drama keluarga arahan Darto Joned ini antara lain dibintangi oleh Netty Herawati dan Drs. Usman Effendi. Sesudah itu mungkin masih akan muncul cerita sinetron lainnya yang dibintangi oleh artis kelahiran Surabaya, 4 April 1930 ini karena beliau aktif sekali bermain dilayar kaca TVRI stasiun Pusat Jakarta. Seperti diketahui bersama suaminya, Darussalam, almarhumah mendirikan grup Senyum Jakarta yang selama beberapa tahun hingga akhir 70an manggung di TVRI. 

Kecuali sering tampil dalam drama TV, fragmen dan sebagainya, Netty Herawati masih sering main di film. Setelah meyelesaikan pendidikannya pada R.K. Zuzter School, almarhumah sempat malang melintang di panggung pertunjukan. Pernah ikutan dengan grup sandiwara Irama Mas, Tri Murti, Bintang Surabaya dan Bintang Timur. 

Karirnya di film dimulai tahun 1949 langsung jadi bintang utama dalam film "Sapu Tangan" tapi namanya kemudian melonjak lewat "Jembatan Merah", "Lewat Djam Malam", "Calon Duta". Dia kemudian dikontrak Persari dan menjadi bintang andalannya. 

Dikalangan artis tua, dia dikenal sebagai seorang kolega yang baik, ramah dan rendah hati. Sementara dikalangan artis-artis muda diapun dikenal sebagai seorang ibu, guru dan sekaligus sahabat yang suka memberi dan membimbing. Keteladanannya sebagai pasangan suami istri Darusalam dan Netty Herawati tetap konsisten dalam dunianya. Dan lebih dari itu baik Netty Herawati almarhumah maupun suaminya adalah insan film yang selalu setia pada profesinya dan dicintai jutaan penggemarnya. Innalillahi wainna ilaihi roji'un. ~MF 069/37/Tahun-V/18 Feb - 3 Maret 1989