Tuesday, April 21, 2026

HADISYAM TAHAX, ANTIGONE DARI MEDAN

 


HADISYAM TAHAX, ANTIGONE DARI MEDAN, Idham Sjamsuddin bin Taha ini lebih terkenal dengan Hadisyam Tahax, "profesi film' kan selalu menuntut yang praktiks dan khas, " begitu kilahnya. Lahir di Tanjung Balai , 15 Agustus 1927, menyelesaikan pendidikannya di Anglo Indonesia School, Medan, sampai kelas VII. 

Mengenal dunia film, juga ditanah kelahirannya 1955, ketika dibuat film berjudul, " Peristiwa Danau Toba". Sebagai pemain juga "Sungai Ular" (1961). 

Hijrah ke Jakarta, pusat kegiatan perfilman nasional, Tahax makin memantapkan nama. 1965 dia tampil sebagai pemeran utama dalam "Luka 3 kali", wajahnya yang khas, membuat namanya cepat terserap oleh ingatan masyarakat. Apalagi, dalam kebanyakan filmnya yang puluhan judul, Tahax sering kali tampil sebagai lawan main pemegang peran utama. Peran-peran antagonis, yang umumnya berkarakter jahat. Tahax sempat mendapat julukan "The bad boy on teh screen," Si Buruk di layar putih. 

Peran-peran demikian, ruanya tetap menjadi "langganan"nya sampai dasawarsa 1980an, dia tetap kebagian peran-peran sebagai antigone. "Itulah rejeki abang" tanggapnya. Menekur, mengingat sekian banyak mulut dalam keluarganya yang mesti dibela dan diperjuangkannya lewat kesempatan-kesempatan main film itu. 

Dalam umurnya yang semakin menua, peran-peran yang dipercayakan sutradara maupun produser kepadanya, memang semakin kurang. Tetapi bagi Tahax, kepercayaan itu cukuplah seabgai tanda bahwa orang masih mengingat diri dan prestasinya. Demikian, tak terkirakan senang dan bangganya, ketika "Musang Berjanggut" mencantumkan namanya sebagai salah seorang pemain. Senang dan bangga, karena kesempatan dalam tahun ke 28 karir filmnya, justru dari daerah kelahirannya sendiri. Produser dari Medan dan film itu dibuat justru untuk menghadapi festival film Indonesia di Medan. Diapun bangga, merasakan tanah kelahirannya mampu menjadi tuan rumah, sebuah peristiwa kebudayaan yang besar dalam catatan sejarah negaranya. 

Kebanggaan yang tersisa, setelah aktivitas dalam sandiwara dipentas maupun televisi, berlangsung surut. ~buku ffi 83

BUDIYANTO, HIDUPKAN KUNTILANAK


BUDIYANTO, HIDUPKAN KUNTILANAK, (Berita lawas), Nama Budiyanto sudah dikenal di dunia model dan perfilman. Dari tangan lelaki inilah lahir nama-nama artis yang sekarang jadi populer seperti Harry Capri, Lela Anggraeni, Hengky Tornando, Ayu Lestari dan banyak nama lagi. Tapi ketika nama tersebut diingatkan pada suami artis Lina Budiarti ini, dia mengelak, "ah jangan ngungkit-ngungkit itu lagi. Nanti disangka saya cari perhatian, " ucap Budiyanto dilokasi suting sinetron Gadis Kuntilanak di Cibubur. 

Apa saja kerja Budiyanto setelah sekian lama tak terdengar kiprahnya? "Saya masih tetap sibuk seperti dulu. Memang banyak orang mengira saya vakum. Tapi tengok saja rumah saya, masih tetap sibuk menerima calon-calon model, ' tutur Budiyanto. 

Banyak yang merasa kehilangan jejak Budiyanto yang dikenal bertangan dingin dalam mengorbitkan model ini. Dari kawasan Tomang di Jakarta barat, Budiyanto belakangan menghuni rumah di Graha Indah, Jati Mekar Pondok Gede Jakarta Timur. Disini pula Budiyanto tetap menulis cerita komik yang diantaranya pernah difilmkan seperti Angkara Murka, Angling Darma, Ibuku seorang Pelacur serta Tante dan Sex. 

Gadis Kuntilanak adalah komik karya terakhirnya yang sedang digarap kedalam sinetron. Dibintangi oleh Gitty Srinita, Fitri Handayani, Abe Fauzi dan Lina Budiarti, cerita horor ini dikemas dengan gaya modern. 

 ~Mf 275/241/XIII/28 Des 96 - 10 Jan 1997

JALAN MAKIN MEMBARA II, MENGURANGI UNSUR EKSYEN


 JALAN MAKIN MEMBARA II, MENGURANGI UNSUR EKSYEN, Jalan Makin Membara II sebanyak 14 episode, Dede Yusuf tidak lagi tampil ganas seperti dalam tahap sebelumnya. Bahkan unsur laga hanya sekitar tiga puluh persen dan karakter Handoko berangsur-angsur berubah menjadi manusia biasa. 

Yang lebih menarik, setelah Dede dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap beberapa artis pemula, (sempat beredar berita tersebut) dia justru menangkat berbagai problema dari banyak kalangan wanita. Kata H. Rahayu Effendy, produser Jalan Makin Membara, mengangkat kehidupan berbagai kalangan wanita, merupakan kepedulian mereka anak hak-hak wanita. "ini tidak ada kaitannya dengan kasus Dede, atau kepura-puraan kami. Kami mengambil tema wanita semata-mata berdasarkan untuk membuat karya yang lebih baik dan memasyarakat, karena memang masalah wanita selalu universal dengan keadaan bagaimanapun. Ini juga yang membuat kami mengajak salah seorang penduduk Bantul yagn semasa mudanya pernah main film untuk kembali main sinetron, " kata Rahayu Effendy sambil menunjuk seorang wanita tua. 

Kehadiran Arswendo menjadi sangat dominan dengan menampilkan adegan-adegan lucu diwarnai eksyen ala film Jackie Chan, "Justru unsur komedinya yagn saya perbanyak, " ujar Dede Yusuf. Untuk mendukung unsur komedi itu, Dede merekrut pelawak Taufik Savalas. "Selebihnya saya banyak pakai pemain wanita, sesuai dengan ceritanya, " lanjut Dede. 

Dede menampilkan tokoh Handoko berpetualang menyelami permasalahan berbagai status wanita, yang pada akhirnya Handoko datang sebagai dewa penyelamat. "Di sini saya menekankan unsur drama ceritanya. Sementara adegan perkelahiannya sebagai akhir permasalahan, " ujar Dede lagi. 

Jalan Makin Membara II juga banyak menampilkan bintang-bintang muda yang gress seperti Anne Junita Coto. Sementara pemain sebelumnya yang masih dipakai Dede adalah Henry Hendarto. 

Pihak SCTV mengaku jauh-jauh hari memang meminta pada pihak Sepro Karya Pratama untuk meneruskan sinetron Jalan Makin Membara I. "Masalah pengurangan unsur eksyen itu adalah hak Sepro. Kita lihat saja, apakah dengan pengurangan unsur eksyen itu akan membuat sinetron ini tetap sukses atau tidak," kata RM Soenarto. "Kami masih menganggap ini sinetron laga yang kental dengan unsur komedi, ' lanjut Soenarto. 

Jalan Makin Membara II ditayangkan mulai pertengahan Desember 1996 setiap Sabtu pukul 19.30 Wib selama satu jam di SCTV. ~Mf 275/241/XIII/28 Des 96 - 10 Jan 1997

Saturday, April 18, 2026

AMRIN MEMBOLOS, DEMI AMANAT PAK KASUR


 AMRIN MEMBOLOS, DEMI AMANAT PAK KASUR, 

Amrin Membolos, kata Bu Guru, Jangan membolos, Menyusahkan Ibu....

Itulah bait awal lagu anak-anak Amrin Membolos karya Pak Kasur yang pernah populer pada 1960an. Seperti diketahui guru Taman Kanak Kanak paling terkenal di Indonesia itu, juga menciptakan banyak lagu anak-anak, dua diantaranya yang merupakan karya abadi adalah Naik Delman dan Naik Becak. 

Kembali pada lagu Amrin Membolos, kemudian juga dijadkan theme-song dan judul film anak-anak yang dibuat sendiri oleh Pak Kasur pada tahun 1961. Saat itu film Indonesia masih hitam putih. Murid-murid Sekolah Dasar pun digiring guru-guru mereka beramai-ramai menonton film tersebut ke bioskop. Perlu diketahui, bahwa Pak Kasur juga sempat berkiprah di dunia film. Antara lain karya filmnya adalah Siulan Rahasia dan Harmonikaku (dibuat ulang dua kali). 

Setelah 35 tahun kemudian, Amrin Membolos pun di remake (dibuat ulang) , tentu saja dengan versi baru yang di sesuaikan dengan zaman. Bertindak selaku produser adalah Bu Kasur yang bertekad mewujudkan amanat almarhum suaminya. 

"Semasa hidupnya, Pak Kasur punya dua obsesi yang sering di cetuskanny apada saya, " tutur Bu Kasur. "begini katanya", Mbok ya aa film anak-anak Indonesia Lalu yang kedua, kapan ya ada lagu anak-anak Inodnesia yang digelar dengan simphoni orkestra lengkap'. Sekarang, sudah seribu hari terlampaui dari wafatnya Bapak, namun belakangan ini justru amanatnya itu terngiang terus di benak saya".

Gagasan untuk membuat film anak-anak yang menjadi idaman Bu Kaur ini mendapat sambutan dari Agus Setiawan, direktur Sea World, Ancol. Modal pembuatan sebuah film Indonesia masa kini yang minimal 200 juta, bisa di sediakan oleh Agus. Berlanjut dengan dihubunginya Sjamsuddin, Kamerawan kawakan yang punya perusahaan film Sjam Studio . 

Maka Yayasan Setia Balita Pak Kasur memprokamirkan pembuatan film anak-anak Indonesia yang sudah sangat langka dibuat untuk masa kini (terakhir tercatat cuma Si Badung 1989 karya Imam Tantowi). 

Di dapuk sebagai dalangnya Yonky Souhoka, sutradara muda yang biasanya engarahkan film-filmnya Sally Marcellina. 

Sebagai kamerawannya tentu saja Sjam sendiri. Sedangkan ide cerita asli dari Bu Kasur di tulis skenario barunya oleh Rizky Prasetya. 

Bagaimana dengan Amrin Membolos versi 1996)

Tampil seorang bocah berambut rada gondrong yang bernama keren Don Bogard. Tapi jangan salah paham dia bukan bule atau blasteran, karena memang anak kandung Sjamsuddin sendiri. 

"Saya sudah duduk di kelas 6 SD 07 Pagi," seru Don ketika memperkenalkan dirinya. Dipilihnya Don memerankan Amrin, karena ia punya ketrampilan main sepatu roda in-line. Hobinya ini dikembangkan saat bergabung dengan Kelompok Sepatu Roda Monas Group asuhan Dr Pohan. 

"Ceritanya, Amrin membolos karena tergila-gila main sepatu roda. Lalu secara kebetulan melihat kawanan penjahat sedang merampok sebuah rumah. Akibatnya ia dikejar-kejar penjahat. Tapi dengan kelincahannya bermain sepatu roda, Amrin selalu bisa lolos malah penjahatnya jatuh bangun sendiri, " tutur Bu Kasur. 

Sjam merancang adegan seru, seperti Don melayang bagai terbang dengan sepatu rodanya melompati atap mobil. Sebagai penolong Amrin pada klimaksnya adalah pamannya sendiri yang diperani bintang karateka ADVENT BANGUN. Sedangkan ayah ibunya dimainkan oleh NIZAR ZULMI dan DEBBY CYNTHIA DEWI. 

"Tak lupa kami berterima kasih sekali pada Rano Karno yang telah meminjamkan bintang-bintang sinetron serial Si Doel seperti Mandra, Suti Karno dan Pak Tile untuk ikut bermain di film ini. "

Diramaikan lagi oleh nenek rocker Laela Sari, kawanan penjahat dimainkan oleh wajah-wajah kriminil, Herman Bule, Firmansyah, Satrio dan Amir Koto. Gadis pra remaja Putri Ayu bermain sebagai kakak Amrin dan si cilik Imbow sebagai adik Amrin. Banyak murid-murid Yayasan Setia Balita disertakan juga rombongan Cheerleader Tuti Girl dengan ilustrasi musik tatanan Sudharnoto. 

Suting di Jakarta dan sekitarnya yang dimulai pada 11 Maret 1996 dengan di kebut karena direncanakan filmnya bisa ditayangkan pada 26 Juli bertepatan dengan ultah Pak Kasur (tercatat kelahiran Serayu, Banyumas, 26 Juli 1914). ~sumber MF 256/222/XII/6-19 April 1996

Ada yang sudah nonton filmnya?


Friday, April 17, 2026

GAIRAH MALAM III, 60% SUTING DI GUDANG

 


GAIRAH MALAM III, 60% SUTING DI GUDANG, Kesuksesan sebuah film nasional acap dipengaruhi judulnya. Demikian mitos yang terdapat di perfilman nasional. Simak saja judul film nasional belakangan ini begitu bombastis dan penuh dengan adegan yang menggiurkan  hawa nafsu, meskipun terkadang materi cerita tidak sesuai dengan judul filmnya. Dengan judul film yang "luar biasa" itu diniatkan memancing minat penonton untuk melirik perfilman nasional. 

Film Gairah Malam III diproduksi PT. Elang Perkasa Film ini, ceritanya tidak ada kaitan dengan Film Gairah Malam  I dan Gairah Malam II. Hanya artis sexy Malvin Shayna pemain tetap film Gairah Malam I,II dan III. Diakui para booker film daerah, artis panas ini masih punya nilai jual yang cukup tinggi. Teruji dari sekian banyak film yang dibintanginya menghasilkan rupiah yang cukup lumayan ke kocek produsernya. Akibatnya sering akhir-akhir ini Malvin Shayna tampil di layar perak sampai melahirkan anekdot, Malvin Shayna penyelamat film nasional. Karena dengan tubuh mulusnya menggairahkan penonton untuk datang ke bioskop. Gairah Malam III juga yang dibintangi Eddy Chaniago, Sonny Dewantara, Diaz Astuty, Malvin Shayna, Hengky Sonny RB, Thea Novita, dan Shinta DS ini. 

Ketiga serial film, Gairah Malam ceritanya secuilpun tidak memiliki continuity atau kesinambungan. Dipakainya judul Gairah Malam III hanyalah kiat produser mencuri perhatian. 

"Judul film Gairah Malam semacam ada 'garansi' dalam meraih keuntungan," komentar sutradara Prawoto Soeboer Rahardjo.

Adanya 'garansi' dari judul Gairah Malam bukan membuat sutradara jebolan IKJ ini berlaha. Dalam pengadeganan dan pembuatan trik-trik effect ia mencoba menampilkan gagasan baru. Antara alam mistik dan alam nyata. Dari materi skenario yang ditulis Prawoto, film ini 'bermain-main' dalam alam imaginasi. Rumusan seks dan kekerasan yang menjadi handalan tetap dipelihara. 

Materi cerita tentang perebutan pusaka. Mirip seperti kisah nyata Brandon Lee ketika suting film The Crow. Hanya saja alur ceritanya dilencengkan kealam mistik. 

Dalam suting sebuah film tiba-tiba pemeran utamanya tanpa di sengaja kena tembak dan mati. Kemudian dibawa kerumah sakit. Akan tetapi begitu Jodi sadar ia sudah berada disebuah alam gaib, alam antara hidup dan mati. Dalam alam itu ia bertemu dengan teman-temannya yang telah lama mati. ANehnya semua jadi mayat hidup. Hanya Jodi yang masih bernafas. Kiranya pembunuhan Jodi disengaja oleh Bu Darmi, seorang wanita yang memiliki ilmu tinggi. 

Bu Darmi dendam melihat Jodi anak musuh bebuyutannya sukses sebagai bintang film. Apa lagi musuh yang sekaligus kakak seperguruannya, Darman belum dapat dikalahkan. Sakit hati Darmi bermula karena merasa Darman mengabaikan anaknya yang dititipkan untuk menuntut ilmu. Akibat keteledoran itu anak Bu Darmi yang dititipkan kepada Darman sejak kecil menjadi gila. 

75% dari film ini penuh dengan adegan laga sedang sisa 25% untuk love scene. Sutradara muda ini mencoba memadukan unsur penuturan Amerika dan Mandarin dengan peralatan yagn ada di perfilman nasional. Para awak film yang terilbat dalam film ini adalah Prawoto Soeboer Rahardjo (Sutradara), Heru Susanto (Kamerawan), R.A Maktal (Penata Artistik), Chris (Penata Kelahi) dan Andy Burnama (unit Manager) ~sumber MF 256/222/XII/6-19 April 1996

MIEKE WIJAYA


 MIEKE WIJAYA, Seorang aktor atau aktris harus senantiasa peka terhadap manusia dan lingkungannya, sebab dengan banyak mengamati kehidupan sehari-hari berbagai macam karakter dapat dihidupkan kembali bila ia dituntut berperan seperti tokoh yang pernah dilihatnya, begitu kata Mieke Wijaya pada suatu kesempatan. Mieke Wijaya istri dari aktor Dicky Zulkarnaen ini memperoleh Piala CITRA sebagai Pemeran Wanita Terbaik dalam Festival Film Inodnesia 1981 di Surabaya untuk filmnya "Kembang Semusim" dimana ia bermain sebagai ibu yang dihayatinya dengan baik. "Bagi saya itu, adalah prestasi tertinggi yang saya peroleh selama hampir dua puluh tujuh tahun lamanya berkecimpung di dunia film, " ucap Mieke Wijaya. 

Sebelum Mieke Wijaya mengenal dunia film, ia dulu lebih banyak dikenal sebagai seorang penyanyi di Radio Republik Indonesia Stasiun Palembang, yang waktu itu  bergabung dengan group band "Empat Sekawan" tahun 50an. Setelah menyelesaikan pendidikan SMAnya Mieke yang bernama asli Mieke Maris itu hijrah ke Jakarta dan melanjutkan pendidikannya di Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI) 1956-1957. 

Mieke yang di lahirkan di Kota Kembang Bandung 17 Maret 1940 waktu masuk ke Akademi Teater masih sangat muda "Usia saya waktu itu baru enam belas tahun,", ucapnya. Maka tak mengherankan tentu ia terbilang 'kembang' yang sedang mekar-mekarnya dikelilingi kumbang-kumbang yang berebut mengisap madu. 

Dia masih ingat dengan jelas kapan ia pertama kali mendapat kesempatan main film yakni tanggal 30 Oktober 1955 dalam film "Gagal" dimana dalam film itu Mieke mendapat kesempatan main sebagai peran Pembantu. Sejak itulah namanya mulai banyak disebut-sebut orang film, sebagai aktris yang memiliki prospek masa depan yang cerah. Berturut-turut kemudian ia ditawari oleh beberapa produser untuk ikut mendukung film yang akan dibuatnya diantaranya film "Tiga Dara" yang dibuat tahun 1956 kemudian dalam film "Piso Surit" (1960), "Toha Pahlawan Bandung Selatan", (1962), film "Liburan Seniman" (1965), "Malam Jahanam" (1969), "Badai Pasti Berlalu" (1977), "Akibat Godaan" (1978) , "Cengkraman Garuda" (1978) dan banyak lagi lainya. Antara tahun 1977/1978 saja ia telah main dalam 55 film. 

"Saya lebih senang jika disodori peran tidak itu ke itu saja yang bisa membuat kita jemu", katanya. Dan seorang aktris lanjut bagi Mieke harus bisa dan mampu mewujudkan segala macam karakter yang dituntut oleh cerita dan jangan lupa membaca skenario berulang-ulang, dengan cara itu sering timbul ide-ide baru, baik dalam penggunaan dialog maupun nuansa akting. 

Hingga tahun 1983 banyak sudah penghargaan yang ia terima di berbagai event Festival Film, Sebagai The Best Actress 1963 pilihan para Wartawan di Jawa Timur untuk permainannya yagn cantik dalam film "Toha Pahlawan Bandung Selatan",. Disamping itu mendapat penghargaan sebagai Pemain utama pada Pekan Apresiasi Film (1967) dalam film "Gadis Kerudung Putih". Disamping itu MIeke pernah pula meraih sebuah Penghargaan lain dalam pemilihan Best Actor & Actress PWI-Jaya (1971) untuk permainannya dalam film "Malam Jahanam". Penghargaan sebagai Pemain Harapan Wanita kembali direbutnya pada pemilihan Best Actor & Actress PWI-Jaya (1972) untuk perannya dalam film "Akhir Cinta Diatas Bukit". Pada Festival Film Indonesia tahun 1975 yang dilangsungkan di Medan, Mieke pemperoleh penghargaan sebagai Pemeran Pendukung Terbaik dalam film "Ranjang Pengantin" yang dibuat tahun 1974.


PERTEMPURAN SEGITIGA MENGANDALKAN CINDY ROTHROCK

 


PERTEMPURAN SEGITIGA MENGANDALKAN CINDY ROTHROCK, (Berita Lawas). Mengimpor bintang bule bagi Rapi Film bukan lagi hal baru. Sudah terlalu sering, Christ Mitchum sudah beberapa kali dikontrak untuk membintangi film-film produksinya. 

Gope T Samtani produser Rapi Film, mengimpor bintang bule cewek yang sudah punya penggemar di kawasan Asia. Cindy Rothrock ratu karateka tingkat dunia itu yang dikontraknya. Film yang dibintangi di beri judul "Pertempuran Segitiga" yang sudah mulai beredar  sejak 9 Mei 1991 di bioskop  superhall di Jakarta. 

Di beberapa daerah, Medan, Jambi telah beredar lebih dulu saat umat Islam merayakan Lebaran. Hasil peredarannya, kata Gope sangat memuaskan. Ia kemudian mengharapkan di Jakarta juga mendapat sambutan masyarakat. 

Tentang ema film perdana Cindy ini, jelas film action (laga). Sesuai judulnya, Pertempuran Segitiga yagn melibatkan Roy Marten, Minati Atmanegara, Zaenal Abidin dan lain-lain. 

Ceritanya dibuka dari kegilaan memiliki komputer canggih yang bergerak di bidang komputer. TCI nama perusahaan itu. Perusahaan ini memproduksi komputer yang sangat canggih dan sangat berguna untuk segala macam pekerjaan. Dan pengumpulan data sampai mengerahkan penembakan senjata nuklir. Begitu hebatnya berita tentang komputer tersebut membuat banyak orang ingin memilikinya. 

Nancy Bolan, salah seorang pimpinan TCI yang ahli komputer mendapat tugas untuk membawa komputer itu ke Indonesia dan menyerahkannya ke anak perusahaan TCY di Indonesia yang di pimpin oleh David. 

Benny, kekasih Nancy yang sudah lama menghilang, tiba-tiba muncul lagi. Kali ini dalam kancah perebutan komputer canggih itu, tapi juga untuk melindungi Nancy. 

Bill Stewart, tokoh teroris internasional juga keluar dari tempat persembunyiannya untuk merebut komputer tersebut. Ternyata, barang canggih itu dikririm dalam beberapa cara dalam waktu yang berlainan, tapi komputer yang asli hanya satu. 

Pertempuran antara mereka yang saling menginginkan komputer itu menjadi sangat seru karena masing-masing tidak tahu mana sebenarnya yang asli. Dan bahaya selalu mengancam Nancy, karena memang hanya gadis itu yagn tahu komputer mana yang asli dan hanya dia pula yang bisa mengaktifkannya. 

Pertempuran itu tidak hanya terbatas pada aksi tembak menembak di udara yagn menggunakan lima pesawat  helikopter , tapi juga seru bertempur di laut mengunakan kapal boat. 


Thursday, April 16, 2026

FILM LEGENDA BERBAHASA JAWA, BALADA CINTA ANGLINGDARMA

 


FILM LEGENDA BERBAHASA JAWA, BALADA CINTA ANGLINGDARMA, Sebuah terobosan baru di lakukan sutradara Torro Margens lewat film ini, menggunakan dialog bahasa Jawa. Cerita rakyat yang sudah melegenda ini sudar tersohor sejak 1950an lewat panggung ketoprak. Denga sendirinya memang teasa lebih pas bila para pemainnya berbahasa Jawa. Namun kemudian PT Kanta Indah Film memproduksi dua versi sekaligus, untuk peredaran di Jatim dan Jateng, khusus yang berbahasa Jawa, sedangkan di lain daerah dalam versi bahasa Indonesia. 

Di dukung oleh pemain-pemain : Baron Hermanto, Fitria Anwar, Okky Irwina Savitri, Atin Martino, Basuki, dan Prof. Dr. RM Wisnoe Wardhana sebagai Prabu Bojonegoro, merangka penasihat bahasa Jawa. 

Ketika Berburu, Prabu Anglingdarma memergoki keserongan Nagagini dengan seekor ular sanca. Untuk menutupi keserongannya, Nagagini menghasut suaminya, Nagaraja. Maka Nagarajapun menyatroni keraton Malawapati. Justru Anglingdarma sedang bercerita pada permaisurinya, Setyowati. 

Merasa malu, Nagaraja kemudian mewariskan Aji Gineng yang membuat Anglingdarma memahami bahasa hewan. 

Gara-gara ilmu inilah, Setyowati ngambek menyangka sang Prabu menertawakannya. Padahal Anglingdarma geli mendengar rayuan cicak jantan. Tak mungkin ia mewariskan Aji Gineng pada Setyowati, karena bisa membawa kematian. 

Sang permaisuri nekad pati obong. Anglingdarma tersadar demi mendengar kecaman seekor kambing. Untuk menebus rasa dukanya, ia ingin mengembara urusan kerajaan diserahkan pada Patih Batik Madrim. 

Ditengah rimba, Anglingdarma bertemu tiga wanita siluman yang merayunya, karena identitas mereka terbongkar, Anglingdarma ditenung menjadi belibis. 

Sang belibis terbang ke BOjonegoro. Dipikat si Klungsur dan dipersembahkan pada Dewi Anggorowati, putri Prabu Bojonegoro. Kasih sayang sang puteri memulihkan Anglingdarma. 

Namun Prabu Bojonegoro membuka sayembara, barang siapa bisa membekuk maling dalam keputrennya, akan diangkat menjadi menantu. Justru Batik Madrim  yang menantang 'maling' yang bukan lain daripada rajanya sendiri itu. 

Legena yang menarik ini selain menampilkan para bintang juga sejumlah binatang seperti ular, cicak, kambing, gagak dan belibis, harus berakting juga.