Wednesday, May 6, 2026

COK SIMBARA, BERAT PERAN BENCONG

 


COK SIMBARA, BERAT PERAN BENCONG (berita lawas). Untuk jadi demonstran, rupanya tidak sesulit menjadi bencong. Setidaknya itulah yang dialami Ucok Hasyim Batubara alias Cok Simbara, lelaki kelahiran Penyabungan tahun 1953 ini. "Waktu diminta main sebagai demonstran dalam "Gema Kampus 66" dan Djakarta 1966 terus terang saya tidak terlalu repot. Soalnya saya pernah jadi mahasiswa kan? ujarnya. 

Tapi ketika diminta main sebagai bencong dalam film "Terang Bulan Di Tengah Hari", saya benar-benar repot. Terus terang peran Hadi yang bencong dalam film itu berat bagi saya," tambah aktor yang ngakunya tembak langsung dari Penyabungan ke Jakarta tanpa lewat Medan ini. 

Biar berat, Cok mengaku senang dengan peran bencong tersebut. "Saya suka karena banyak tantangannya. Terutama yang datang ari luar diri saya sendiri, " ujarnya. "Memang beban buat saya memainkan peran bencong tersebut. Soalnya selama ini sayakan dikenal sebagai lelaki yang terus kebagian peran gagah, " tambah aktor temuan Wim Umboh yang main film pertama kali tahun 1976 sebagai pemeran utama dalam "Kugapai Cintamu" tersebut.

Karena suka, Cok akhirnya menerima dan membutuhkan waktu sampai tiga minggu untuk beradaptasi. "Saya latihan sendiri dan observasi pada dunia model. Melihat contoh-contoh orang yang bisa saya jadikan sampel, " ujar nomine pemeran pria terbaik FFI 1987 ini yang lalu punya imej peragawan Doddy Haickel untuk tokoh Hadi. "Selain itu saya suka dengan peran ini karena saya memperoleh warna dalam film saya, " tambah Cok yang juga baru pulang dari Philipina bersama teater kecilnya Arifin C Noer. "Ikut main dalam drama "Sumur Tanpa Dasar" di Festival Seni Asia, " jelasnya. 

Cok yang memang berasal dari dunia panggung ini, memang memulai karir filmnya bersama Teater Kecil. Kemudian gabung dengan Derry Sirna dan Rudolf Puspa di teater keliling dan pernah manggung sampai ke Australia. Di film sendiri, Cok katanya sudah ikut membintangi 20an judul film sampai tahun 1988. "Saya tidak ingat lagi apa saja judulnya. Tapi untuk tahun ini saja ada empat film yang ikut saya bintangi. Empat film tersebut adalah "Akibat Kanker Payudara, Gema Kampus 66, Terang Bulan di Siang Hari, dan Jakarta 66. ~sumber MF 61/29 tahun V, 20 Oktober - 11 November 1988

Tuesday, May 5, 2026

FIRDHA RAZAK, SUTING LUPUS II SAAT HAMIL


 FIRDHA RAZAK, SUTING LUPUS II SAAT HAMIL, (Berita Lawas). Seorang pembaca Majalah Film melayangkan sepucuk kartu pos ke ruang Uneg Uneg. Benarkah bintang film Firdha Razak hamil ketika main film "Lupus II Makhluk Manis Dalam Bis?".

Diingat-ingat sembari di pelototi film itu lagi, benar juga. Firdha memang benar lagi hamil 7 bulan. Saking takut perutnya yang jendul itu kelihatan, maka berkali-kali ia menutup dengan tas dan baju kompryangnya. Tapi perut biasanya tak bisa diumpetin. Saat di bonceng sepeda motor oleh tokoh Boim (Agyl Syahriar) maka lewat kamera yang setengah close up nampak perut Firdha yang hamil menjelang tua. 

Tidak dengan film itu saja perut Firdha nampak membesar. Dalam film "Kecil-kecil jadi pengantin" Firdha juga tengah mengandung putranya yang kedua. Agak beruntung dalam film ini dikisahkan Firdha yang dari anak muda lalu menjadi istri muda (maksudnya seorang wanita muda yang baru menjadi istri).

Saat adegan Firdha main sepakbola jelas sekali perutnya tak bisa disembunyiin. Celakanya lagi ia diharuskan memakai jelana pendek, jadi repot menyembunyikan perutnya. Maka saat diadakan pemutaran awal film Lupus di Jakarta oleh Majalah Film, banyak yang berkomentar setelah nonotn film itu, "Wah repot, Adik Lupus, Lulu diam-diam sudah hamil. Jangan-jangan yang menghamili si Boim atau Lupus sendiri. "Tapi tentu saja komentar ini perlu diberi peringatan, Husshhh!. Artinya, setidaknya pengamatan da kejelian penonton film telah mulai tajam. Bukti bahwa untuk bikin film baik harus lebih hati-hati dan teliti. 

Orang tentu tak akan menyangka bahwa Firdha yang masih kelihatan gres ini sudah bersuami. Waktu suting Lupus I di Jl. HOS Cokroaminoto saja, Lulu eh Firdha serign diantar jemput oleh suaminya. Namun sejauh itu Firdha tak mau buka suara. 

Betapapun bintang muda satu ini memang pantas di perhitungkan kehadirannya diantara segerombolan bintang baru dan ia nampak lain lewat bakatnya. 

Tampang Firdha baru dikenal lewat film Pesona Natalia, baru sebagai taraf figuran. Seorang sutradara muda Eddi SS tertarik lalu memasangnya dalam film "Cinta Cuma Sepenggal Dusta" yang memperoleh tolehan dari banyak wartawan film. Klimaknya adalah ketika ia menokohkan peran Lulu, Adik Lupus dalam film Lupus I dan II meski tidak nongol banyak. Kemudian di film Kecil-kecil jadi Pengantin mendampingi Richie Ricardo. 

Sosok Firdha sekaligus bukti kecil tak benar artis yang sudah berkeluarga dijauhi penontonnya. ~sumber MF 51/19/Tahun ke IV, 11-24 Juni 1988

MISTERI DI MALAM PENGANTIN, SUTING 18 HARI, REKOR TERCEPAT FILM HOROR


 MISTERI DI MALAM PENGANTIN, SUTING 18 HARI, REKOR TERCEPAT FILM HOROR (Berita Lawas). Lewat tangan Manisnya, Atok Suharto telah membuktikan sinetron RCTI Si Manis Jembatan Ancol menjadi tayangan baru dalam tema horor. Beigtu mengudara, pemirsa TV langsung tak beranjak. Sinetron karya sutradara jebolan Fak. Sinematoraphy IKJ ini telah menemukan resepnya. Namun, tidak begitu dengan film. Meski Atok Suharto telah beberapa kali menggarap film tema horor, Atok belum menemukan resep yang mujarab. 

"Secara penuh sih belum, tapi saya mencoba tetap mencari bentuk baru dalam tema horor," kata sutradara yang telah menggarap berbagai tema film ini. 

Lewat film garapan terbarunya, Misteri di Malam Pengantin produksi PT. Soraya Intercine Film, Atok Suharto mencari alternatif baru dalam tema horor. 

Begitu kontrak dua film, Atok langsung membikin gebrakan baru, memproduksi film horor dengan 18 hari suting. Angka yang menakjubkan. Dalam sejarah membikin tema horor, Atok memecahkan rekor tercepat menggarap film horor. Arizal saja yang dikenal sebagai sutradara komedi supercepat bila menggarap film Warkop DKI paling cepat membutuhkan waktu sebulan. 

Ketika Atok menggarap Si Manis Jembatan Ancol ia membikinnya seperti menggarap sebuah film. Hanya saja alatnya yang beda, katanya. Barangkali dari sinetron itu ia menemukan kiat baru. "Bisa juga, tapi yang jelas dengan kru saya sudah kerjasama yang cukup lama. Jadi keinginan saya tidak sulit diterjemahkan semua kru. Sebab semua kru meruakan kelompok saya."

Soal peralatan Soraya Film tak diragukan, mereka memiliki seabrek perangkat yang cukup canggih di negeri ini. Dengan kamera Afifflex III terbaru, plus lampu-lampu gress, soal mutu gambar boleh dijamin. 

Sedianya film Misteri Di malam Pengantin akan digarap oleh Sisworo Gautama Putra , karena keburu di panggil Sang Pencipta, tongkat diserahkan kepada Atok. Skenario Misteri Di Malam Pengantin merupakan peninggalan terakhir dari Sisworo Gautama Putra, ketika menulis dengan nama samaran S. Gatra. 

Dana yang cukup tidak membuat Atok langsung cepat puas ketika mengambil gambar. Ia ingin menunjukkan keberadaannya sebagai sutradara horor. Contohnya ketika memunculkan adegan suspence, tidak hadir dengan sekonyong-konyon. Melainkan di bina dari awal. Ia tidak menghadirkan secara tiba-tiba. "Dari Scene-scene sebelumnya saya sudah bina rasa takut penonton, " katanya. 

Dalam film ini, Atok leih banyak bermain dengan Glas Shot. Bukan menghindari trik. Trik tetap ada hanya sebatas apa yang ada di skenario. "Saya tidak takaburmembikin film horor ini begitu cepat. Cerita maupun lokasi suting sangat mendukung sekali cepatnya suting 70% lokasi suting mengamil set di Puncak, Jawa Barat. 

Handalan lain yang memiliki nilai jual adalah kehadiran Kiki Fatmala sebagai bintang utama. Sebab selama ini ia hanya berlakon sebatas tema drama an komedi. Bentuk  tubuhnya nan sensual dengan kostum transparan lewat siraman tata lampu yang apik menjadikan gambar manis di pandang. 

"Saya kaget mendapat tawaran main film tema horor, belum pernah sih.?. Untung MasAtok banyak memberikan pengarahan kepada saya. Sebab, main lakon horor muka harus bisa berekspresi dingin namun punya dendam. Karakternya adalah dendam yang diperkosa, " kata artis yang sibuk suting sinetron Ada Ada Saja ini. 

Max J Pakasi, selaku kameraman tidak mau tinggal diam. Usaha untuk membikin adegan artistik merupakan tantangan yang tidak diabaikan begitu saja dalam mensut film Misteri Di Malam Pengantin ini.

Untuk pengadegan Love Scene, Max menghadirkan shot lain dari biasa dalam tema horor. Sebab tak jarang sineas negeri ini  mengabaikan begitu saja pengadegan love scene sehingga terkesan vulgar. 

Para bintang yang bercokol dalam film ini diantaranya Kiki Fatmala (Kinanti), Ibra Azhari (Boy), Christine Terry (Fluorent), Ervan Yudha (Dolof), Andi Jurpi (Jaky), Vira Suzanna (Cici), Linda Flexiana (Yuke) dan Yohana (Omi). 

Di bagian Kru , Atok Suharto (Sutradara), Max J Pakasi (Kamerawan), Affandi SN (Penata Artistik), Muryadi (Editor), Chossy Pratama (Penata Musik), Agusti Tanjung (Asisten Sutradara) dan CJ Beslah (Pimpinan Produksi). 

Sinopsis : 

Segerombol anak-anak muda kaya dalam keadaan mabuk memper kosa gadis SMP bernama Kinanti, di sebuah Vila. Saat di per kosa Kinanti berusaha menyelamatkan diri. Tapi secara sadis Kinanti di gilir sampai akhirnya mati dalam kecelakaan. 

Begitu mengetahui Kinanti mati, Boy, Joky dan Garmin kemudian menguburkannya. Lima tahun kemudian, tatkala gerombolan anak muda itu telah berada di bangku kuliah, Kinanti datang untuk membalas dendam. 

Dendam Pertama kepada Boy, Kinanti datang tatkala Boy sedang menikmati bulan madunya dengan Flourent. Cara membunuh Boy, Kinati berwujud seperti Flourent. Tanpa diketahui Boy, ia berkencan dengan Kinanti. Pada saat bulan madu itulah Boy mati mendadak. Hal ini membuat gempar gerombolannya. 

Satu persatu Kinanti datang menteror gerombolan yang pernah memperkosanya. Semua panik dan ketakutan. Namun ada yang tak percaya. Setelah membuktikan Kinanti akan membalas dendam semuanya jadi panik. Dalam kondisi dihantui ketakutan, semuanya mencari jalan selamat. Tapi rupanya Kinanti tetap saja buas menjangkau manusia yang pernah memperkosanya, kemanapun mereka pergi. ~sumber MF177/144/THIX, 17- 30 April 1993

Monday, May 4, 2026

BETHARIA SONATA, MAU TIDAK MAU HONOR SAYA HARUS 25 JUTA!

 


BETHARIA SONATA, MAU TIDAK MAU HONOR SAYA HARUS 25 JUTA! (berita lawas). Para penyabet Piala Citra boleh bangga karena setelah itu honornya bisa sedikit naik. Bintang film terlaris sekali pun boleh bangga honornya sekali main bisa mencapai Rp. 20 juta. Tapi Betharia Sonata, yang lagi main film sebijipun, bisa berbangga diri bahwa honornya sekali main film 25 juta rupiah. 

Betha memang orang baru di film. Ia barusan merampungkan film "Kamus Cinta Sang Primadona" yang digarap cukup norak. Dalam film ini Betha cuma dibayar Rp. 2,5 juta dengan perhitungan kalau soundtrack lagu film ini laris akan dapat royalti khusus. 

Malah, ketika Sophan Sophian akan menggaet Betha untuk menjadi peran utama dalam film "Ayu dan Ayu" yang sudah ditandatangani, kemudian batal karena kesibukan Betha, cuma dibayar 5 juta rupiah. 

Kini semua bintang boleh iri, Betha mampu menaikkan honor di filmnya menjadi Rp. 25 juta. Satu hal yang barangkali belum ada sejarahnya dalam film nasional menggaet bintang gress dengan bayaran segitu.

Ini memang honor kaget Betha untuk film keduanya berjudul "Biarkan Dia Cemburu" yang disutradarai oleh Chris Heldewery yang pernah  menggarap "Telaga Air Mata".

"Biarkan AKu Cemburu" berdasar novel Eddy D Iskandar yang sekaligus menuliskan skenarionya . Produsernya adalah Tommy Indra, yang pernah menggarap film "Gita Cinta Dari SMA", "Puspa Indah Taman Hati", "Gadis Marathon" serta "Gepeng Bayar Kontan", selain 8 film lainnya. 

Film ini berkisah tentang romantika anak-anak IKJ (Institut Kesedian Jakarta) jurusan Tari. Tapi lupakan dulu soal ceritanya. 

Honor yang cukup selangit ini sendiri membuat banyak produser protes. "Ini bisa merusakkan harga" ujar beberapa produser. Tapi Tommy yang kegiatannya sebagai petani tambak di Lampung tenang-tenang saja. "Ya saya kira kalau Betha minta segitu dan saya anggap pantas ya bayar saja, ujar Tommy yang pernah diisukan bangkrut dari kegiatan film. Ya ini sekaligus membuktikan saya tidak bangkrut. Biar orang lain tahu saya bisa bayar artis dengan harga pantas," kilah Tommy yang membayar Betha dengan cash sesuai permintaannya. 

Beberapa orang film menyangsikan bahwa Betha yagn sering tour show nyanyi, bisa mentaati jadwalnya. "Pokoknya saya janji bisa taat jadwal suting, ujar Betha yang ditirukan Tommy. Betha sendiri pernah ingkar janji, ketika pembuatan "Ayu dan Ayu" sehingga ketika Sophan Sophian jengkel, Betha dibatalkan dan diganti Dewi Yull. 

Rencana Suting Biarkan Aku Cemburu adal November 1988 di Lampung dan Jakarta. Film ini didukung oleh Dede Yusuf, Nicky Astria, Uci Bing Slamet dan Dolly Marten. ~sumber MF 61/29 Tahun V , 29 Okt - 11 Nov 1988

Sunday, May 3, 2026

SEPASANG MATA MAUT, TEROR GENTAYANGAN


 SEPASANG MATA MAUT, TEROR GENTAYANGAN. Gara-gara manipulasi di perusahaannya bekerja terbongkar, Supandi di pecat. Terpaksa ia pulang kampung dengan membawa isterinya. Amalia. Saat menggali sumur, Pandi menemukan satu kepala manusia yang sepasang matanya memancarkan sinar. Pandi diperbudak oleh kepala manusia berhawa jahat ini. 

Di ungkapkan kisah puluhan tahun lalu. Tarjo difitnah oleh saudara seperguruannya sendiri, Parman. Kekbalan tubuh Tarjo di punahkan oleh Parman dengan cara mengolesi goloknya memakai darah perawan Ijah, adik kandung Tarjo sendiri. Tarjo dipenggal. Kepalanya menggelinding jatuh ke jurang yang kemudian tertimbun oleh tanah longsor. Kepala Tarjo yang masih tetap utuh inilh yang sekarang menuntut balas dengan memperalat Pandi. 

Musuh-musuh Tarjo yang masih hidup satu persatu menemui kematian mengerikan, bahkan juga keluarganya. Juragan Parman yang kaya raya menuduh Mak Ijah, gelandangan tua, sebagai si pembunuh. Untung ada Ustadz Jayusman, guru silat yang membela Mak Ijah. 

Keganasan Tarjo semakin menjadi karena ia selalu haus darah. Tak puas cuma kepalanya yang bergentayangan, ia ingin bersatu lagi dengan tubuhnya. Pandi harus menggali kuburnya. Tepat pada saat itulah menyerbu Parman. Datang pula Amalia, Mak Ijah dan Jayusman yang bertekan mengakhiri teror horor kepala Tarjo. 

Film Produksi PT. Kanta Indah Film ini diangkat dari novel Abdullah Harahap yang memang sudah banyak menulis cerita seram. Di dukung oleh bintang-bintang campuran Indonesia-Malaysia, Hengky Tornando, Raja Ema, Sutrisno Wijaya, Wenny Rosaline, Ferry Irawan dan M. Rojali. 

Tak ketinggalan Torro Margens yang selain menyutradarai juga ikut berperan sebagai sang ustadz. Lewat mulutnya berucap "Kepala Tarjo yang kita lihat hanyalah wujud pinjaman setan. Menjelang akhir hidupnya ia menyerah pada kemauan setan. Dan setelah itulah yang kini berkeliaran melakukan pembantaian di sana sini sebagai imbalan penyerahan Tarjo. Jadi masalahnya berpulang pada manusia sendiri. Kekuatan mana yang ingin diraihnya dalam hidup ini. Iman kepada Tuhan atau menyerah pada kemauan Setan?.

Pada penutup film dibacakan surat Al Hijr ayat 39 yang artinya "Setan takkan pernah menyerah. Dia akan datang lagi setiap saat untuk menyesatkan manusia dari jalan Tuhan. Dan dia pantang menyerah, kecuali oleh orang-orang yang beriman!".


Saturday, May 2, 2026

SENTUHAN KASIH

 


SENTUHAN KASIH

Tema : Drama

Produksi : PT. Inem Film

Produser : Ny. Leonita Sutipo dan Sonny Effendy

Skenario/Sutradara : Willy Wilianto

Sinefotografi : Bambang Trimakno

Penyunting : Mulyadi

Pemain : Dian Ariesta, Minati Atmanegara, Zulferdi Amos, WD Mochtar, Wolly Sutinah, Pietrajaya Burnama, Pong Harjatmo, Hadisyam Tahax


Cerita : 

Arie (Dian Ariestya) hidup berdua dengan ibu kandungnya, Susi (Minati Atmanegara). Mereka menolong seorang lelaki tua, Darma (Hadisyam Tahax) yang numpang tidur di rumah. Dan kemudian Darma dijadikan pembantu rumah tangga sementara. 

Pada suatu hari nafsu jahat Darma timbul. Ia memperkosa Arie! dan ketika coba mengganggu Susi, Darma ditikam mati oleh Arie. Demi untuk menolong anaknya, Susi cepat merebut pisau berdarah itu, agar dikira polisi bahwa dialah pembunuhnya. 

Susi ditangkap dan ditahan polisi, akan diajukan ke pengadilan.  Sementara itu Arie mencari pekerjaan, untuk mendapatkan uang guna membiayai pengacara. 

Pertama-tama Arie kerja di rumah Tuan Herman (A Hamid Arif) seorang duda tua. Tuan Herman jatuh cinta dengan Arie. Dan diterima karena dia janji akan menolong Susi. Mulai saat itu Tuan Herman banyak makan obat kuat, padahal ia mengidap penyakit jantung. Akhirnya ketika birahinya bergejolak terhadap Arie, Tuan herman meninggal karena overdosis makan obat kuat. 

Arie ganti kerja pada Benny (WD Mochtar), seorang dukun modern. Benny juga jatuh cinta pada Arie. Juga diterima dengan baik, karena janji mau menolong Susi. Tapi Benny ternyata mengecewakan Arie, karena ia sering berbuat yang tidak-tidak kepada para pasien wanitanya. Pada akhirnya Benny ditangkap polisi karena mengganggu pasiennya seorang wanita yang masih bersuami. 

Arie cari pekerjaan lain. Dalam pengembaraannya ia ketemu dengan Teddy (Pong Harjatmo) seorang mahasiswa putra pengacara terkenal Gani Sembada SH (Pietrajaya Burnama).  Teddy jatuh cinta pada Arie. Ayah Teddy menolong Arie, mengurus perkara Susi. Tapi ternyata sewaktu mereka akan besuk Susi, wanita yang malang itu telah di bebaskan dari penjara!. 

Gani Sembada SH yang akhirnya mengenali Susi mengatakan bahwa Susi dibebaskan karena Darma yang dibunuh ternyata seorang buronan polisi. Seorang Residivis yang berbahaya. Arie dan Ibunya sangat merasa bahagia. 


Ada yang pernah menontonnya?


LAURA SI TARZAN, LAWAN AMASON DI RIMBA


 LAURA SI TARZAN, LAWAN AMASON DI RIMBA, Ada pesawat jatuh ke rimba belantara. Satu-satunya yang hidup cuma Laura, si gadis cilik. Tahu-tahu dia sudah tumbuh dewasa dan bergelayutan dari pohon ke pohon sebagai Tarzanita. 

Datang rombongan ekspedisi dipimpin Profesor Kribo. Mereka terjebak suku Amazon yang terdiri dari wanita-wanita buas. Ada yang diperkosa rame-rame, ada pula yang di bantai untuk pesta. 

Johny , anak profesor, mengajak pemuda-pemuda kawannya untuk menyusul. Menerobos rimba dengan dua jeep. Juga tertawan oleh suku Amazon. Kecuali Johny yang keburu diselamatkan Laura. Rupanya si Tarzanita jatuh hati pada pemuda yang tubuhnya penuh tatoo ini. 

Sisa rombongan ekspedisi kudu ditolong. Namun suku Amazon tak membiarkan mereka kabur begitu saja. Terjadi pengejaran ditengah malam gelap gulita. baku bunuh ngawur-ngawuran. Satu persatu roboh termasuk si professor dan semua pemuda. Begitu pula halnya dengan suku Amazon, punah habis. Sekarang cuma tinggal Laura dan Johny yang menghuni rimba itu. 

MENGUMBAR NAFSU. Inilah film arahan pertama Willy Willianto setelah menyelesaikan masa skorsingnya. Masih sama  seperti film-filmnya di Inem dulu, untuk produk Budiana inipun, ia tetap mengumbar nafsu vulgar. Sebarisan cewek figuran yang bermain sebagai suku Amazon harus bergumul dengan busana sekedar rumbai-rumbai daun kering belaka. Dan astaga, ternyata suku Amazon yang antah berantah ini dipimpin oleh ... Ully Artha!.

Laura diperankan oleh Wieke WIdowati yagn sebagai Tarzanita tak punya pasukan binatang. Dalam rimba Pangandaran dan Pelabuhan Ratu memang tak ada gajah dan macan. Jadi kerja Laura cuma bergelayutan dan mengintai kegiatan suku Amazon saja, belakangan ditambah dengan pacaran dengan Johny Indo, pemeran anak profesor. Sang profesor sendiri dibawakan langsung oleh Willy Wilianto yang rambut aslinya memang keriting kribo. 

Untuk ngeramein ikutan main pula bintang-bintang langganan Budiana seperti George Rudy, Baron Hermanto, Emmy Husein, Sherly Sarita, Herman Permana, Hengky Naro, plus belasan cewek figuran yagn bermodalkan keberanian pamer tubuh! . ~sumber MF 109/77 Tahun VI, 1 -14 September 1990

Friday, May 1, 2026

SAMSUL GONDHO , PEMERAN BASIR DALAM MISTERI GUNUNG MERAPI


 SAMSUL GONDHO , PEMERAN BASIR DALAM MISTERI GUNUNG MERAPI, (Berita Lawas), Dalam sinetron Misteri Gunung Merapi, Samsul Gondho berperan sebagai Basir, tokoh yang selalu menemani Sembara . Perannya sebagai tokoh Basir itu, kerap mengundang perasaan gemas para pemirsa khususnya yang setia megikuti sinetron Misteri Gunung Merapi ini. Peran mereka dalam sinetron itu terlihat kompak. Namun, menurutnya, dulu, Samsul Gondho pernah merasa was-was ketika tahu lawan mainnya adalah Marcellino. 

"Sebelumnya saya memang sudah tau siapa Marcellino, dia itu seorang model dan pemain sinetron. Tapi saya kenal di abaru di sinetron Misteri Gunung Merapi ini. Jujur saja awalnya saya cukp merasa was-was juga begitu tahu kalau teman main saya dalam sinetron ini adalah Marcel," cerita Samsul Gondho. 

"Waktu itu saya berpikir, kira-kira enak nggak ya, Marcel diajak kerjasamanya," kata Samsul yang mengenyam pendidikan seni peran di IKJ ini. 

"Saya kuatir, kalau tidak ada kekompakan diantara kami, wah,... bisa berabe, " tutur pemuda kelahiran Jepara, November 1973 ini. 

Untuk menangkal semua itu, Samsul yang pernah membintangi iklan Komix dan Wendy's ini, berusaha mendekati dan mencoba akrab dengan calon mitranya itu. "Ternyata, Marcel itu seorang yang lumayan asik buat diajak ngobrol. Bukan cuma itu, ternyata ia juga punya rasa sosial cukup tinggi, " aku pria bertubuh besar yang gemar berolahraga bulutangkis ini. 

Menurut Samsul Gondho pula, bak kata pepatah, " Tak kenal maka tak sayang. "Sebelum kita mengenal seseorang, biasanya belum ada rasa sayang dalam diri kita terhadap orang tersebut. Tapi kalau kita sudah kenal dan tau siapa dia, otomatis kita akan memliki rasa sayang terhadapnya, Tentunya sayang sebatas teman lho, " ujar pemuda yang bercita-cita berbisnis di binag meubel ini. ~Majalah Kartini