Monday, July 20, 2026

REYNALDI, "MASA KANAK-KANAK SAYA PENUH PENDERITAAN"

 


REYNALDI, "MASA KANAK-KANAK SAYA PENUH PENDERITAAN" (Wawancara lawas dengan Reynaldi). Nama Reynaldi tiba-tiba mencuat ke permukaan sebagai idola baru. Wajahnya tampan keindoan, tubuhnya atletis, penampilannya selalu modis dan yang lebih penting ia ramah dan arif menghadapi publik yang kini mengelu-elukannya. Tidaklah aneh, dalam waktu yang teramat singkat, model iklan pembersih rambut berdarah Sukabumi dan besar di Belanda ini, mampu menancapkan taringnya di jajaran artis atas. 

Kini, setiap langkahnya selalu jadi perhatian cewek-cewek yang mencoba mencuri perhatiannya. Tidak itu saja, menurut pengakuan model iklan minyak ramut yang mencuat nama setelah memerankan tokoh Lorenzo di sinetron Di Bawah Matahari Bali ini, bahwa wajah kerennya juga membuat para tante pencari daun muda belingsatan. Diantaranya terjadi ketika Reynaldi tengah enjoy di salah satu diskotek di Bandung. Tiba-tiba ada seorang wanita muda yang mendekatinya dan arah pembicaraannya aneh serta menjurus ke ajakan kencan. 

"Saya kurang suka sama orang yang bertele-tele, makanya ketika ada seorang wanita yang muter-muter dulu, langsung saya tembak, "Maunya apa sih?" Baru dianya blingsatan. Saya tidak mudah untuk mengumbar seks kepada setiap wanita. Apalagi sekarang saya sudah punya istri, saya sudah nggak bebas lagi, " papar putra aktor film Boy Ishak ini dengan bahasa Indonesia terpatah-patah. 

Ketika wartawan dari MF jalan bareng dengan suami artis Alba Fuad (sekarang sudah bercerai) ini ke Ebony Diskotek, Jakarta, banyak cewek cantik salah tingkah melihat kehadirannya. Salah seorang artis penyanyi terkenal tanpa malu-malu merajuk ke Reynaldi dan memberinya kartu nama. "Telpon, telpon gue, ya di" kata penyanyi tadi manja. 

Itulah gambaran betapa diidolakannya seorang Reynaldi sebagai bintang baru. Pengagum Presley ini juga membuat produser film ikut memanfaatkan popularitasnya. Tawaran datang berhamburan, Tapi belum satupun yang diterimanya, kenapa?

"Saya nggak suka perannya, kebanyakan film-film ang ditawarkan, yang menonjolkan seksualitas, kalau perannya bagus dan menantang pasti saya mau, "tandasnya. 

Kini Reynaldi sedang mencoba menekuni dunia lamanya, musik. Sebagai pengagum penyanyi legendaris, Elvis Presley, aktor yang baru saja membintangi sinetron serial Body Kuat yang tayang di RCTI , telah membentuk kelompok musik yang berirama Rock N Roll dan diberinama "Memphis Band" dan sudah sering tampil di berbagai cafe di seputar Jakrta. 

Berikut petikan wawancara dengan Reynaldi yang dimuat di MF No. 193/159/TH X , 20 Nov - 3 Des 1993. 

T : Tanya

J : Jawab

T : Apakah yang kamu sesali setelah menjadi orang terkenal seperti sekarang ini?

J : NGgak ada tuh, malah saya ingin menekuni dunia akting lebih serius lagi, sampai saya nggak laku. 

T : Dalam penampilan seperti sekarang, apa yang membuat kamu merasa kurang sempurna?

J : Banyak. Masih banyak kekurangan saya, apa yang saya peroleh sekarang masih permukaannya. Dan lagian mana ada sih, manusia yang sempurna. 

T : Kalau kamu sedang bercermin, bagian tubuh mana yang kamu rasa menjengkelkan?

J : Nggak ada yang menjengkelkan, karena saya mensyukuri betul apa yang diberikan Allah swt, buktinya apa yang ada dalam diri saya aku dijual untuk model iklan. 

T : Eksentrikitas apa yang kamu sadari dan miliki ?

J : Saya berusaha untuk tidak tampil eksentrik karena sebagai seorang model saya harus tampil rapi dan modis. 

T : Bakat apa yang kamu sadari sejak kecil ?

J : Business serta berkesenian. Kalau kesenian turunan dari ayah saya yang aktor film. 

T : Dalam kesempatan apa kamu berbohong?

J : Saya akan berbohong, kalau memang untuk kebaikan ,  atau kedamaian orang lain. Contohnya, kalau saya ngomong sejujurnya akan ada orang yang celaka, saya mending bohong. 

T : Apa yang paling kamu cintai dalam hidup ini?

J : Ibu saya

T : Apa yang ditakuti dalam hidup ini ?

J : Ditinggalin anak saya

T : Hal-hal apa yang membuat kamu gampang menangis?

J : Kalau mengingat masa kanak-kanak saya yang penuh penderitaan

T : Kapan terakhir kali kamu menangis?

J : Tahun 1990

T : Kenapa ?

J : Karena waktu itu saya belum tahu bagaimana masa depan aya, terus terang kehidupan saya waktu masih labil. Belum seperti sekarang. 

T : Bagaimana cara kamu bersantai ?

J : Dengerin musik Rock N Roll bernyanyi dan bercanda dengan anak saya

T : Apa yang kamu lakukan bila bangun di tengah malam?

J : Saya nggak pernah bangun ditengah malam, karena kehidupan saya dua puluh empat jam. Dan saya seringnya tidur hampir subuh dan bangun siang hari. 

T : Apa yang terlewat dari masa kanak-kanak kamu?

J : Banyak, karena masa kanak-kanak saya penuh penderiaan. 

T : Keberhasilan dalam meraih apa yang selalu kamu kenang?

J : Belum ada prestasi pantas untuk dikenang. Kalau sedikit kebanggaan ada. Waktu memerankan Lorenzo di sinetron Di bawah Matahari Bali karena disitulah nama saya mulai dikenal masyarakat luas. 

T : Bagaimana cara kamu menjadi orang yang matang?

J : Saya banyak belajar dari kakek, pengalaman dan kesalahan orang lain, disamping juga belajar dari kesalahan sendiri. 

T : Terakhir kali kapan kamu mengalami puncak kebahagiaan?

J : Waktu istri melahirkan anak pertama kami. 

T : Apa yang kamu anggap jahat dalam hidup ini?

J : Kalau ada orang tua yang kasar dan jahat terhadap anaknya. 


Sunday, July 19, 2026

MENGENANG RICHIE RICARDO

 


MENGENANG RICHIE RICARDO, (berita lawas). Biduan muda berwajah tampan manis yang paling lincah menyanyi sambil menari diatas panggung itu kini telah tiada. Harus diakui, Richie Ricardo memang berkiblat pada gaya artis-artis Mandarin seperti Alan Tam yang begitu enerjik saat beraksi di panggung hingga mampu menggoyang ribuan penontonnya. 

Kepergiannya dalam usia ang masih begitu muda, 31 tahun, sungguh merupakan satu kehilangan besar bagi blantika musik pop Indonesia. Mungkin suaranya yang bernada kemanja-manjaan belum mencapai topnya, namun gay apanggungnya harus diacungi jempol. Saat Richie mewakili Indonesia dalam eksibisi musik yang digelar di Thailan tahun 1992 lalu, iapun berhasil meraih penghargaan. 

Prestasi sebelumnya antara lain, Golden Records 1986 untuk album "Hujan dan Cinta", Puspen Hankam ABRI menganugerahi Golden Awards sebagai Penyanyi Pria Favorit 1986-1987 dan HDX Award untuk album "Nona Manis".

Nama Richie bahkan kondang sampai ke Singapura dan Filipina. Sempat juga beberapa kali tampil dalam acara teve di berbagai negara Asia. 

Sepanjang kariernya, Richie sempat merampungkan 19 album , sedangkan sebagai bintang film, yang dimulai sejak tahun 1982, iapun bermain dalam 15 judul film. 

Diantara pasangan mainnya adalah artis-artis populer seperti Meriam Bellina, Chintami Atmanegara, Dian Nitami, Enny Beatrice, Firdha Razak, Bella Esperance Lee dan paling sering dengan Rani Soraya. Bahkan sempat juga berpasangan dengan Aktris Terbaik Malaysia, Fauziah Ahmad Daud dan Bomseks Cindy Lee yang pernah jadi model majalah erotis Playboy. 

Sekira enam bulan lalu, Richie masih sempat merencanakan album baru, termasuk album lagu-lagu Rohani untuk menyambut Natal 1993. 

"Seingat saya, baru selesai empat lagu, lalu tertunda kelanjutannya karena Richie sakit, "ungkap Judhi Kristianto, produser JK Records, "Nanti saya periksa lagi. Kalau bisa akan saya terbitkan sebagai memori untuk Richie Ricardo."

Hal lain yang disesalkan Judhi adalah saat ia memproduksi CD (Compact Disc) untuk lagu-lagu tophitnya Dian Piesesha dan Meriam Bellina. Kebetulan RIchie melihat dan sempat meminta "Bikin buat saya juga dong, buat kenang-kenangan", ujarnya ditirukan Judhi "Waktu itu saya cuma sekedar mengiyakan, tak memandang serius. Siapa sangka kalau Richie bakal pergi secepat ini. 

Berita meninggalnya Richie cepat disebarluaskan oleh Wiwiek Setiawan dan Judhi yang memang selain sebagai pembimbing juga sudah dipandang sebagai abang-abang sendiri oleh Richie. 

Meriam Bellina yang di telepon Judhi, langsung menjerit tak percaya. Sedangkan Chintami berulangkali menyesali, "Kenapa waktu Richie sakit saya tak pernah diberi tahu hingga saya tak sempat menengoknya?".

Titiek Puspa pun tak hentinya menepas airmatanya, "Saya merasa lemas sekali. Richie anak yang baik. Pernah minta diajari nyanyi, terus menirukan suara saya begitu persis. Saysampai geli dan bilang, jangan meniru suara saya, pakai suara aslimu sendiri . Belum lama ini Richie juga menelpon, memberitahu ia sakit, hingga tak bisa show dan minta saya menggantikannya. 

Tersiar desas desus kalau Richie meninggal karena penyakit gawat yang belum ada obatnya itu. Kontan dibantah oleh pihak keluarganya. Adiknya, Adrian Kurniawan mengungkapkan, "Yang benar Richie sakit kanker otak hingga dirawat selama tiga bulan di General Hospital, Singapura. "

Tantenya memperlihatkan bekas operasi di kepala Richie. Jika rambutnya yang lebat di dekat ubun-ubun disingkap, terlihat sebaris bekas jahitan kecil. "Tim dokter ahli otak Singapura melakukan operasi disini, " jelasnya untuk menyanggah gosip yang menyakitkan tersebut. 

Menilik kondisi Richi memang jauh dari gejala penyakit mengerikan itu. Rambutnya masih tetap lebat, tidak rontok. Perawakan tubuhnya pun tak mengurus banyak. "Sampai sehari sebelum menghembuskan nafas terakhir nafsu makannya masih baik." ujar pihak keluarga yang menjaganya di rumah barunya di Taman Modern Cakung. "Richie masih doyan ayam rebus. Itu sebabnya kami semua yakin, ia bisa cepat sehat kembali."

Rumah baru tersebut baru sempat empat minggu ditinggali Richie. Semangat menggebu RIchie juga dibuktikan dengan menyiapkan kostum-kostum baru. Memang ada rencana bikin show merayakan Natal 1993 di Green Apple, Puncak , lalu menyambut tahun Baru 1994 di Semarang.

Sayang semua itu tak mungkin dilaksanakannya. Upacara perabuan jenazahnya, sesuai amanat terakhirnya, berlangsung di krematorium Cilincing pada tanggal 30 Oktober 1993. Siang hari Minggu itu juga abunya dibawa keluarganya ke Bandung untuk disemayamkan di ruang khusus Paroki Gereja St. Laurentius. Disanalah biduan yang pernah jadi pujaan ribuan gadis remaja itu bersemayam. sumber ~MF 193/159/Th. X, 20 Nov - 3 Des 1993

FILMOGRAPHY RICHIE RICARDO

1. Permainan Cinta - 1982

2. Gadis Telepon - 1983

3. Rumput-rumput yang bergoyang - 1983

4. Penakluk Srigala - 1983

5. Rambut Keriting - 1983

6. Bercinta Dalam Badai - 1984

7. Gairah pertama - 1984

8. Bercinta - 1985

9. Jejaka-Jejaka - 1985

10. Ranjang Setan - 1986

11. Dewi Cinta - 1986

12. Devil Sorcery - (1987) prod Malaysia

13. Kecil-Kecil Jadi Pengantin - 1987

14. Melody - 1991

15. Nuansa Gadis Suci - 1992


 

Saturday, July 18, 2026

YURIKE PRASTICA, PERAIH PIALA VIDIA DARI SINETRON FATIMA

 


YURIKE PRASTICA, PERAIH PIALA VIDIA DARI SINETRON FATIMA (berita lawas). Siapa artis yang paling beruntung selama penyelenggaraan Festival Sinetron Indonesia? Yurike Prastica, jawabnya. bagaimana tidak, dua kali meraih Piala Vidia dari judul sinetron dan peran yang sama. Ketika namanya disebut sebagai Pemean Pembantu Wanita terbaik, Yurike Prastica malah berada di Batam, duduk di cafe bersama teman-temannya dalam rangka promosi produk kosmetika. 

Akan tetapi apa yang diraih Yurike Prastica hanyalah pengulangan semata-mata. meski ada rasa bangga, namun terselip juga ketidakpuasan. Semestinya ia telah meraih prestasi pada lain peran dan dilain judul sinetron, katanya. 

"Saya kaget bukan main. Saya merasa tidak mungkin tahun ini bisa meraih Piala Vidia. Tapi saya senang sekali,"reaksi artis yang tahun 1997 lalu meraih Piala Vidia sebagai Pemeran Pembantu Wanita lewat peran Kokom dalam sinetron Fatima.

Artis yang di kenal sebagai bintang panas di akhir tahun 80an ini ternyata memperkuat peran antagonisnya. Sebab lakon yang diterimanya selalu saja berkarakter kurang baik dimata masyarakat, kalau tidak jahat, pastilah judes. 

Putu Wijaya sendiri akan menjadikan Yurike Prastica sebagai gadis tomboy yang berprofesi sebagai wartawati dalam sinetron Nona Nona, produksi Persari Film. "Kalu tomboy, berarti saya melakoni diri sendiri. Jadi saya tidak perlu mencari-cari karakter, Sebab apa yang diinginkan Mas Putu, ada dalam diri saya. Mulai sekarang saya bersikap tomboy dalam kehidupan sehari-hari, supaya ketika suting peran Shinta, langsung masuk kedalam diri saya,  kata artis yang tidak membeda-bedakan peran kecil maupun peran besar. 

"Kalau saya berlakon sebagai orang baik-baik barangkali saya akan main jelek. Sebab, saya kepingin sekali mendapat peran baik-baik, tapi sampai sekarang belum pernah dapat, " papar Ibu kelahiran bandung, 25 Januari 1969.

Meski nama Yurike Prastica telah melambung di kancah perfilman dan persinetronan nasional, namun ia tidak lupa dengan masa lalunya sebagai artis Inem Film. Ketika Yurike Prastica masih belum apa-apa, sutradara Dasri Yacoblah yang mengorbitkannya sebagai seorang artis dalam film Kelelawar Hijau (Lowo Ijo), atau ada Sesuatu di balik itu?

"Tidak ada! Dari tangan Bang Dasri saya menjadi bintang film. Sejak saya tidak lagi menjadi artis Inem Film, sejak itu saya tidak pernah bertemu dengan Bang Dasri Yacob. Kalau mau jujur, saya dan Chairil JM adalah hasil karyanya sampai kami bisa sukses seperti sekarang ini, "katanya berterus terang. 

Thursday, July 16, 2026

INDRO WARKOP, BENCI MALING TERIAK MALING

 


INDRO WARKOP, BENCI MALING TERIAK MALING, (berita lawas) dari Indro Warkop. Sebagai sebuah grup lawak, nama Warkop masih berkibar sebagai kelompok lucu paling disegani di republik ini. Eksistensinya di dunia humor sempat mematri kesan sebagai penghibur papan atas. Entah materi lawaknya, yagn kerap nyerempet-nyerempet problem sosial, atau latar belakang pendidikannya yagn semuanya menyandang gelar sarjana, kesan sehbagai tukang banol ekslusif senantiasa melekat pada dirinya. Mungkin ini yang membedakan mereka dengan grup lawak lain, dengan tak asal sabet order atau pakai aji mumpung selagi masih populer. Ini termasuk kehadirannya di lahan film yang telah menginjak angka ke 14 tahun, masih tetap eksis sebagai pemain film. Bahkan langkah sukses ini dikukuhkan dengan penghargaan Moedjiman Award, sebagai pencetak rekor penonton terbanyak selama lima tahun terakhir, dalam Mubes GPBSI di Yogya bulan Juli . 

Dalam kaitan ini tak berlebihan kiranya, jika pada kesempatan ini kita tampilkan salah satu personil Warkop yang bernama Indro. Seorang figur yagn mudah dikenali karena sosoknya yang tinggi besar dengan kumis baplang, dan rambu yang kuncir. Kalau dilihat perawakannya, mungkin orang tak langsung percaya jika dibilang dirinya seorang peawak, karena sosoknya lebih meyakinkan sebagai seorang jagoan daripada insan yang gemar melucu. Tapi kalau kita kenal lebih dekat dengan pria ini yang beristrikan Nita Oktobijanty dengan dua anak Andika Indriyanti Putri dan Satya Paramita Hada Dininta ini, baru kita yakin dengan keandalan humornya yang mampu menggelitik saraf lucu kita . 

Berikut petikan wawancara dari MF no 190/156/THX, 9 - 22 Oktober 1993

T : Tanya 

J : Jawab

T : Apa yang Anda sesali setelah menjadi orang terkenal seperti sekarang ini?

J : Menjadi perhatian orang yang berlebihan, jadi privacy saya terganggu. 

T : Dalam penampilan seperti sekarang ini, apa yang membuat Anda merasa kurang sempurna?

J : Perut yang menggendut

T : Kalau Anda sedang bercermin, Anda merasa bagian tubuh sebelah mana yang menjengkelkan? 

J : Perut

T : Hal-hal apa yang gampang membuat Anda senang? 

J : Berhasilnya jerih payah usaha yang saya perbuat. 

T : Hal-hal apa yang gampang membuat Anda marah?

J : Hal-hal yang tidak wajar, seperti pelanggaran dan penyelewengan. 

T : Saat-saat sekarang hal apa yang Anda takuti?

J : Berhasil atau tidaknya tanggungjawab saya sebagai orang tua dalam mendidik anak-anak. Maklum anak-anak saya cewek-cewek semua. 

T : Benda Apa Yang selalu Anda bawa kemanapun pergi? 

J : Asesoris Harley yang selalu saya pakai, entah itu topi, kaos, gesper, dompet, sampai ke celana dalam. 

T : Perlakuan apa yang Anda harapkan dari orang yagn Anda sayangi?

J : Perhatiannya terhadap saya, dan tentunya menyayangi saya kembali. 

T : Ditempat mana dan dalam kesempatan apa, Anda selalu merasa bahagia?

J : Di kamar mandi setelah selesai membuang hajat.

T : Perlakuan macam apa yang tidak Anda sukai dari orang lain?

J : Sifat Menjilat

T : Bagaimana mengatasi rasa bosan?

J : Menyibukkan diri mengutak atik motor

T : Bagaimana mengisi kesiengan 

J : Ya ngisi TTS, atau main game watch. 

T : Apa bacaan Favorit Anda ?

J : Majalah harley Davidson

T : Akhir-akhir ini peristiwa apa yang membuat Anda terbaru?

J : Terakhir kali saat Susi Susanti berhasil menyabet medali Emas badminton di Olympiade Barcelona dulu. 

T : Peristiwa Apa yang terakhir ini membuat Anda frustasi ?

J : Nggak ada , tuh!

T : Terakhir kali kapan Anda mengalami kesedihan ?

J : Tahun 1987, waktu ibu saya meninggal

T : Dengan cara apa Anda menjadi orang yang matang?

J : Mengikuti proses hidup dan kehidupan di jagad raya ini. 

T : Apa yang Anda dapat dari pengalaman bersekolah?

J : Cara berpikir dan wawasan yagn banyak gunanya memberi bobot materi lawak. 

T : Bagaimana Anda mengatasi pertengkaran?

J : Hajar Saja

T : Bakat apa yang Anda sadari sejak belia ?

J : Bakat ngocol 

T : Apa yang Anda lakukan di hari libur?

J : Ya berlibur dong, masak kerja? Nggak, ini becanda saja. Biasanya sih, saya naik motor sama anak isteri keluar kota. 

T : Keberhasilan saat meraih prestasi apa yagn selalu Anda kenang?

J : Saat jadi "Pramuka Terpuji" sepulang dari Jambore Asia Pasifik I tahun 1974

T : Apa yang terlewat dari masa kanak-kanak Anda ?

J : Tak sempat melihat Disney Land. Baru sempat malah setelah tua. 

T : Apa gagasan Anda untuk mencapai kebahagiaan sempurna?

J : Susah amat pertanyaannya, saya sih, hidup easy-easy saja. 

T : Orang macam apa yang Anda anggap sebagai sahabat ?

J : Orang yang bisa memahami saya, tapi sekaligus berani nglawan juga. Untuk memberi masukan pemecahan masalah. 

T : Apa yang Anda Anggap paling jahat dalam hidup ini ?

J : Jenis orang "Maling" teriak maling

T : Erakhir kali kapan anda mengalami puncak kebahagiaan?

J : Sewaktu saya jadi beli motor HD Heritage 1400 cc

T : Apa yagn biasa Anda lakukan kalau bangun di tengah malam?

J : Tidurnya aja baru menjelang pagi, jadi kalau tengah malam mata masih melek. 

T : Siapa bintang yang anda sukai ?

J : Kalau Bung Karno termasuk yagn di sebut bintang , ya dialah yang saya sukai.

T : Apa yang gampang buat Anda menangis?

J : Nggak ada, karena tangisan tak menyelesaikan masalah

T : Dengan cara apa Anda ingin mati?

J : Nanyanya serem amat! Belum sempat terpikir kearah itu. 

T : Kalau telah meninggal Anda ingin dikenang sebagai apa?

J : Sebagai orang tua yang berhasil membesarkan anak-anaknya dan sukses. 



Wednesday, July 15, 2026

CERITA FILM : TERTEMBAKNYA SEORANG RESIDIVIS BAG SEPULUH

 


CERITA FILM : TERTEMBAKNYA SEORANG RESIDIVIS BAG SEPULUH (Film Lawas). Rumah tinggal Wawan dan Suci adalah sebuah rumah tembok sederhana. Memang tidak mewah tapi ditata cukup serasi. Di pojokan, dalam cahaya temaram, Wwan sedang menenggak minumannya. Wajahnya sangat muram. Matanya merah sayu. Sudah setengah teler tapi masih belum mau berhenti minum. 

Suci keluar dari ruang dalam. Memperhatikan keadaan Wawan, ia merasa sangat iba, mendekat untuk menghibur tapi Wawan sama sekali tak mengacuhkannya. 

"Apa sesudah minum sampai mabuk segala keruwetan Mas Wawan bisa hilang?" tanya Suci hati-hati. 

Wawan menyandarkan kepalanya yang terasa sangat berat ke sandaran kursi. "Jangan ganggu gua!" cetusnya ketus. 

"Apa tidak lebih baik kita sama-sama pecahkan, kalau memang keruwetan itu sangat membebani mas Wawan?" saran Suci. 

Malah kena bentak Wawan, "Gua bilang jangan Ganggu!".

"Mas?" tegur Suci. 

Wawan meluap murka menyambitkan gelas ditangannya sampai pecah berderai mengenai tembok. Suci terbeliak.  Wawan menceracau, "Semua orang mendesak gua, semua orang sok mau kasih nasihat sama gua! Enggak ada yang mau mengerti gua! Biar setan demit juga kagak bakal bisa! Ini urusan gua! lalu mendelik kearah Suci yang mulai ketakutan. "Apalagi perepuan, ada yang bisa dia pikir kecuali airmata? Sok mau kasih nasihat, anjing semuanya! Bangsat semuanya! Mampus lu ambulans tengik, biar nabrak pohon lu!".

Dengan perasaan kacau Wawan menyapu semua botol minuman dan gelas yang ada diatas meja sampai berantakan di lantai. Wawan tersengguk-sengguk sambil menangkupkan wajah ke tembok. 

Suci menitikkan airmatanya, hati-hati mendekat dan mengelus rambut Wawan. Tapi Wawan menyentakkan tangan Suci dengan kasar, lalu mengangkat tangannya ingin menampar. 

"Pukul! kalau itu memang bisa memuaskan amarah Mas Wawan,  tantang Suci. "Asal sesudah itu Mas Wawan bisa tenang".

Tangan Wawan bagai membeku ditengah udara. Matanya yang merah masih tetap nyalang. Tapi perlahan tangannya turun, kemudian berganti memeluk Suci dan mulai menangis seperti anak mengadu kepada ibunya, "Gua nggak sengaja bunuh orang."

Suci terperangah, tapi tangannya mengelus kepala Wawan dengan penuh pengertian. 

Demi Tuhan, gadis itu mau lari, sirene ambulans sialan, "tutur Wawan. "Gua selalu diburu rasa salah. Gua pengin tobat tapi agama mana yang mau terima maaf bajingan macam gua?".

"Yang mengampuni tobat bukan agama, Mas, yang mengampuni dosa cuma Tuhan, "

"Dosa yang lain mungkin bisa, tapi tidak bagi pembunuh macam gua">

"Waktu anak-anak saya pernah mengaji, guru agama itu bilang, bahwa Gusti Allah akan mengampuni dosa-dosa umatNya kalau dia benar-benar tobat biar dosa itu selebar jagad seluas langit, "desah Suci. 

Pelan Wawan melepaskan pelukannya. Matanya menatap wajah Suci yang memberikan harapan dengan senyum penuh kasih.

******Bersambung


CERITA FILM : TERTEMBAKNYA SEORANG RESIDIVIS BAG SEMBILAN

 


CERITA FILM : TERTEMBAKNYA SEORANG RESIDIVIS BAG SEMBILAN(Film Lawas). Upacara pemakaman Mariana berjalan khidmat, Seluruh Keluarga dan kerabat hadir dalam kedukaan. Terlebih-lebih sang Ibu, berkali-kali meraung dan jatuh pingsan. 

Tapi kedukaan yang paling mendalam justru pada seorang pemuda bertubuh tinggi besar dan berkulit hitam. Daniel. Ya, dialah yang paling berduka, karena Mariana adalah tunangannya, bahkan beberapa hari lagi sudah akan melangsungkan pernikahan. 

Dengan tabah Daniel memapah calon mertuanya menyiramkan kembang ke pusara sang kekasih tercinta. 

Jauh diujung kerumunan para pelayat terlihat seorang pemuda berwajah hitam sendirian menekuri sebuah makam lain. Wawan! Ia berpura-pura saja sedang berziarah, padahal memang sengaja datang untuk menghadiri upacara pemakaman Mariana gadis korbannya. 

Wajah kuyu, penuh penyesalan. Tangannya memegang seikat bunga yang terangkai cantik.  Lambat laun para pelayat berjalan meninggalkan makam Mariana. 

Setelah ayah, ibu almarhumah berlalu, tinggallah Daniel yang dengan hati berat membelai nisan baru bertuliskan : 

MARIANA

Lahir 14 Juni 1963 

Wafat 21 Mei 1985

Daniel terpekur. Mulutnya komat kamit membacakan doa. Setelah selesai baru bangkit dan berjalan menyusul calon mertuanya. 

Wawan pura-pura sedang khusuk, menunduk terus, ketika rombongan pelayat melewatinya. 

"Kasihan Daniel, " keluh ibu Mariana. "Tuhan, sebulan lagi mereka akan menikah, kenapa Kau panggil si Ana?".

"Jangan meratap terus ma, " bujuk suaminya. "Semua sudah takdir.

"Ana dibunuh bajingan, pa!".

"Ya, itu takdir, Tuhan takdirkan kematian seperti itu, mungkin untuk peringatan buat kita,  tawakal si ayah. 

Wawan semakin menunduk mendengar percakapan mereka, diam-diam matanya melirik kearah kubur Mariana. 

Terlihat Daniel bangkit berdiri, menyeka matanya dengan punggung tangan, lalu berjalan melintasi Wawan yang masih tetap jongkok.

Setelah suasana sekelilingnya benar-benar sepi, Wawan bangkit. Langkah kakinya berat sekali mendekati timbunan tanah merah penuh karangan bunga itu. 

Matanya sudh memerah ketika berjongkok. Ikatan bunganya diletakkan di depan nisan dengan hati-hati. "Demi Tuhan, gua minta maaf, gua nggak bermaksud membunuh, gua bukan pembunuh, tapi kenapa kamu lari waktu itu?" desahnya. "Gua panik, sumpah!Terkutuk kalau bohong. 

Dekat gerbang taman pemakaman, diantara mobil yang diparkir, berdiri Usin Tato, Adul, Rudi, Koming dan lain-lainnya lagi. Mereka mengawasi apa yang dilakukan Wawan dari kejauhan. 

"Udah gila kali dia," gumam Usin Tato kesal. "Pakai ngelayat lagi! Monyong! Nah gua yang empot-empotan!".

Rudi berdesah," Dia benar-benar nyesal, Bang, dari semalam, Mas Wwan uring-uringan terus."

"Ah, cengeng!" cela Usin Tato, Kalau mau jadi kyai, kyai sekalian! Sok nggak mau membunuh! Kita kan bajingan, masalahnya kalau nggak membunuh ya dibunuh, itu risiko!."

Si Raja Kunci campur bicara, " Tapi selama ini memang dia tidak pernah melakukannya, Boss, melukai orangpun ibarat kata nggak pernah. Dan harus kita akui, bahwa operasi dia selalu sukses,"

Usin Tato mengakui, "Memang sih, tapi  yang dia lakukan kemarin kan karena terpaksa."

Wawan tak mendengarkan pembicaraan mereka, terlalu khusuk berdoa di depan nisan gadis korbannya, Tuhan masukkan dia dalam sorga, biar semua dosa-dosa dia punya, saya yang tanggung, Tuhan kabulkan doa saya, "

******Bersambung


CERITA FILM : TERTEMBAKNYA SEORANG RESIDIVIS BAGIAN DELAPAN

 


CERITA FILM : TERTEMBAKNYA SEORANG RESIDIVIS BAGIAN DELAPAN (film lawas). Antara petang dan malam menjelang waktu isya, berhentilah sebuah mobil di depan sebuah gedung mewah. Si Raja Kunci turun dari mobil itu. Menjinjing tasnya. berjalan ke pintu pagar dan memijat tombol bel. 

Seorang pembantu rumah muncul dari pintu samping bergegas menyambut, "Ada perlu apa?".

"Mau setor emas," sahut si Raja kunci tenang. 

"Besok pagi saja, biasanya kalau malam Nyonya nggak mau terima tamu, " tolak si pembantu. 

Si Raja Kunci berdecak meyakinkan, "Bilang saja Dul Manan, saya kenalan baik beliau. "

Si Pembantu meragu sesaat, tapi kemudian masuk juga kedalam rumah. 

Si Raja Kunci senyum kecil. Tangannya bergerak cepat, cukup dengan sebatang peniti, ia berhasil membuka gembok pagar, Wawan, Adul dan Rudi menyelinap masuk hampir tanpa suara. 

Di ruang makan, Tuan dan Nyonya Rumah sedang bersantap bersama sepasang anak mereka yang sudah menjadi perjaka dan gadis. 

Pembantu melaporkan,"Ada tamu, Bu katanya mau setor emas."

Nyonya Rumah menoleh dan dengan logat Padangnya menyalahkan, "Hei, kan aku sudah bilang, kalau malam tidak terima tamu urusan bisnis."

"Katanya dia sudah kenal baik sama Ibu, namanya Dul Manan, "tambah si pembantu. 

Nyonya Rumah mengomel. "Ah , si Manan itu bagaimana, kan sudah kubilang setornya besok saja di pasar, brengsek dia!.

Mau tak mau terpaksa ia bangkit meninggalkan meja makan. 

Tuan Rumah tak banyak bicara melanjutkan makannya, sedangkan gadisnya yang sudah selesai makan, beranjak bangkit untuk masuk ke kamarnya. 

Di beranda, si Raja Kunci sudah berhasil membuka kunci pintu depan dengan mudah. 

Nyonya Rumah sampai keruang depan bertepatan dengan terbukanya pintu, dan masuklah Wawan sambil menodongkan pistol, "Jangan bersuara!", desissnya, "Cepat masuk!".

Pucat pasi wajah si Nyonya, tapi ia menurut saja digiring masuk kedalam lagi. 

Adul, RUdi dan Raja Kunci dengan cekatan telah menguasai ruang tengah. Pistol yang ditodongkan membuat tuan rumah dan anak lelakinya, juga si pembantu sama sekali tak berkutik. Mereka pasrah saja diikat dan disumpal mulutnya. 

Si gadis, Mariana yang sedang berhias dalam kamar tidurnya terkesiap mendengar kegaduhan diruang tengah. Curiga ia mengitip lewat lubang kunci. Astaga, ada lelaki-lelaki bersenjata yang menawan ayah ibu dan saudaranya. 

Wawan mendorong, Nyonya RUmah masuk ke kamar tidur utama. Membuka lemari dan membongkar isinya, "Cepat tunjukkan brankas! Gua akan perlakukan Nyonya baik-baik kalau menurut!".

"Bajingan!", umpat si Nyonya dengan emosi bagai hendak meledak. 

"Plak!"tampar Wawan tepat mengenai pipi si Nyonya gemuk. 

Si Nyonya sudah membuka mulut ingin menjerit minta tolong, tapi Wawan menodongkan pistolnya. "Jangan macem-macem, gua udah biasa mampusin orang yang pake macem-macem! Cepat tunjukkin brankas, gua jamin selamat lu!".

Ketakutan Si Nyonya memalingkan wajah kearah bawah lemari pakaian. Wawan memijat tombol yang ada disitu, maka terbukalah sebuah pintu rahasia tempat penyimpanan brankas. 

"Buka, Cepat! perintah Wawan. 

Si Nyonya menggeleng keras. 

Wawan tak sabaran menamparnya sekali lagi sampai roboh menggelepar. 

"Peyot! Buka nih!", panggil Wawan. 

Si Raya Kunci bergegas masuk. Membuka tasnya, mengeluarkan alat-alat untuk membongkar brankas. 

Wawan mengawasi sejenak, lalu menyeret Nyonya Rumah kembali keruang tengah untuk dikumpulkan dengan keluarganya. Adul dan Rudi cepat mengikat tangan si Nyonya dan menyumpal mulutnya. 

Dalam kamar tidur, Mariana menggigil menyaksikan semua yang terjadi. 

Wawan balik mengawasi si Raja Kunci yang masih belum juga berhasil membuka brankas itu. 

Adul saking tegangnya sampai gemetaran lututnya. 

Dengan tekun si Raja Kunci mengutak atik lubang kunci. Rudi sudah ampir tak tahan. 

Wawan gelisah, "Cepat, peyot, dua menit lagi, gua udah nggak tahan nih!".

Raja Kunci senyum-senyum kecil, ia yakin sesaat lagi pasti berhasil membuka brankas ini. 

Wawan merasa sangat tak enak. PIstol ditangannya agak menggigil. 

Tepat pada saat itu mendadak terdengar lengkingan sirene dari kejauhan. Semua menjadi panik. 

Dalam kamar, Mariana memutuskan untuk nekad lari keluar rumah dan mencegat mobil polisi yang akan lewat itu. Tak berpikir dua kali, ia membuka pintu kamarnya dan menghambur lari. 

Wawan kaget sekali, secara reflek menembak, "Dor"! tepat kena! Si Gadis tersungkur jatuh sebelum berhasil mencapai pintu depan!. 

Wawan ternganga melihat tubuh yang sudah tak bergerak lagi itu. 

Di jalan yang mulai gelap melintas kencang sebuah mobil ambulans dengan sirene meraung-raung. 

Wawan lunglai menyadari bukan mobil polisi yang lewat. Rudi terperangah. 

Tuan dan Nyonya Rumah ingin meronta melihat pembunuhan putri sulung mereka. 

Raja Kunci baru saja berhasil membuka brankas dan menguras seluruh isinya. Gepokan-gepokan uang kertas dan perhiasan-perhiasan yang tak ternilai jumlahnya, semuanya dimasukkan kedalam sebuah sarung bantal. 

Tuan dan Nyonya Rumah yang terikat tangan dan kakinya berusaha merangkak menuju ke tempat tubuh Mariana tergolek. 

Dalam paniknya Wawan masih sempat menyerukan kawan-kawannya agar secepatnya kabur. 

Kali ini Rudi yang menyetir. 

Wawan duduk terpaku, penuh penyesalan. Adul mendampinginya tanpa bersuara. 

Paling belakang, Raja Kunci sedang menghitung tumpukan duit dan perhiasan, "Gila!" Enggak keitung. Semilyar ada kali. 

*******Bersambung


ELLY ERMAWATIE, MENATA KARIER

 


ELLY ERMAWATIE(berita lawas) . Elly Ermawatie tertidur lelap di gubung setting, menunggu giliran sut Baron Hermanto dan kawan-kawan dalam film "Lima Harimau Nusantara" arahan Pietrajaya Burnama, yang sepenuhnya dipercayakan pada Setiadi Rimba sebagai Asstrada. 

Ia terjaga ari tidurnya ketika Sang Sutradara memanggil giliran sut, menjelang subuh di komplek Balong Dalem Kuningan, Jawa Barat. Itulah resiko sebagai artis film, kita sudah siap tempur menunggunya lama sekali bahkan terkadang tidak  jadi suting gara-gara cuaca tidak mendukung, tapi itu bukan kemauan kita kan, kilah Elly

Sang tokoh 'Mantili' ini mengaku baru enam kali berlaga di dunia film antaranya Saur Sepuh I sd III, Tutur Tinular, Djago, dan juga Lima Harimau Nusantara

Ia terjun ke film berawal dari Sandiwara Radio "Saur Sepuh" atas permintaan PT. Kanta Film. "Sungguh saya banyak belajar dari pengalaman dan banyak mengenal karakter insan-insan film, mereka kerja kolektif, satu sama lain saling menopang dan kekeluargaan, "tutur anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Siswoyo dan Sulistiah. 

"Main film ternyata enggak gampang kok, saya punya pengalaman pahit dan menjadi kenangan tersendiri. Pengalaman itu ketika suting "Saur Sepuh III", saya jatuh dari ketinggian empat meter. Tapi saya tidak jera, itu sudah risiko pemain dan ketika melihat hasilnya, ternyata tidak sia-sia dan kata orang cukup bagus, " ujar jebolan "Extension" ASMI yang terlahir 19 Desember silam tapi tahunnya dirahasiakan. 

Elly Ermawatie yang berangkat dari Sanggar Prativi ini  selalu berusaha main sebaik mungkin di film apapun tak ada bedanya agar penonton merasa puas terhadap penampilan kita, tuturnya. 

Sebagai pemain bukan hanya sekedar main toh, tapi harus punya tanggungjawab dan rasa memiliki dan saya sendiri selain hobby, film ini sudah jadi profesi dan elama masih dibutuhkan saya siap, ujar aktris yang selalu sibuk diluar suting antaranya sebagai MC, rekaman lagu, sandiwara radio dan sesekali renang dan senam. ~sumber MF 126/92/ThVII 27 Apr - 10 Mei 1991