Friday, May 8, 2026

NICKY ASTRIA AKHIRNYA TERJUN KE FILM


 NICKY ASTRIA AKHIRNYA TERJUN KE FILM (berita lawas). Nicky Astria, rocker cantik dari Bandung akhirnya tak kuasa menolak tawaran main film. Atas bujukan Eddy D Iskandar yang datang bersama Tomi Indra produser "Tiga Sinar Mutiara Film" akhirnya Nicky bersedia menandatangani kontrak main dalam film "Biarkan Aku Cemburu". Kenapa sampai Nicky akhirnya tergrak mau main film, mungkin karena pendekatan yang dilalukan oleh Eddy D Iskandar sang penulis cerita  dan skenarionya. Padahal selama ini sudah banyak juga tawaran main tapi semuanya ditolak oleh Nicky. 

Peran yang dipercayakanoleh Christ Helweldery yang bertindak sebagai sutradara "Biarkan AKu Cemburu" sebagai Komala, mahasiswi sinematografi. Usianya baru 19 tahun, dalam penampilan sehari-hari Komala nampak lincah, agresif, dinamis dan panjang akal. 

Sewaktu akan mendandatangani kontrak, Nicky wanti-wanti kepada produser dan sutradaranya agar dia tidak melakukan adegan ciuman apalagi buka-bukaan. Pokoknya Nicky tidak mau sampai ada imej yang negatif dan bisa merusak citra dia sebagai penyanyi kondang. Berapa honor Nicky? "Wah sorry deh, itu mah rahasia, " kata penyanyi rock yang bulan September (1988) lalu menerima penghargaan BASF Award berkat alunan nadanya dalam album "Gersang".

Penghargaan itu ditandai pula dengan melancong cuma-cuma ke negeri kanguru selama 15 hari.

Tiga tahun sebelum Nicky juga memperoleh penghargaan yang sama berkat album "Jarum Neraka" kemudian sempat melancong ke Jerman sekaligus melongok pabrik BASF. Tahun kemarin dia sempat mengunjungi beberapa negara Eropa antara lain Paris, Swiss, Jerman dan lain-lain. Juga hadiah dari BASF karena album "Tangan Tangan Setan" meledak di pasaran. 

Sukses yang di peroleh Nicky dalam bidang vokal ini terutama berkat dorongan dari pihak keluarganya sendiri, disamping pihak yang tak bisa disebutkan satu persatu. Diantara sekian banyak yang ikut memoles Nicky terdapat tangan dingin Denny Sabri dan kakaknya sendiri Boeky Wikagoe. Juga sukaety Hidayat dan Pandji Tisna Sendjaja. 

Mojang geulis ini sudah memperlihatkan bakatnya sejak usia kanak-kanak. Pada 1971 dia sudah keluar sebagai juara I festival Penyanyi Cilik se Kodya Bandung. Selama empat tahun sejak 1972 Nicky hijrah ke Malaysia ikut kedua orangtuanya. Disana dia sempat diasah vokal oleh Suhaemi Nasution, orang Indonesia yang berdinas di sana. Pulang ke tanah air Nicky yang tomboy ini sempat mencetak berbagai prestasi bidang tarik suara. Dia seperti langganan menerima penghargaan atas berbagai juara yagn sempat disandangnya pada Festival Lagu Tingkat Jawa Barat.  ~MF 61/29 Tahun V 29 Okt - 11 Nov 1988

HERRY TOPAN INTERCINE & PRODUCTION, MEMBIDIK YANG BETAH DI DEPAN TV


 HERRY TOPAN INTERCINE & PRODUCTION, MEMBIDIK YANG BETAH DI DEPAN TV, (berita lawas). Setelah lama menghilang, tiba-tiba Herry Topan muncul dengan membawa ledakan dasyat untuk broadcast swasta RCTI. Menggaet mitra kerja pelawak kondang, Kasino melempar sinetron 'sensasional' Si Manis Jembatan Ancol, sinetron inilah yang memberi keyakinan para pengasuh program lokal stasiun televisi, bahwa sinetron anak negeri juga bisa digemari masyarakat, yang waktu itu TV swasta kita tengah di jejali sinetron dan film produk Amerika. 

Sejak sukses dengan sinetron yang dibintangi dan sekaligus mempopulerkan bintang-bintangnya, Diah Permatasari dan Ozy Syahputra, nama Herry Topan ikut populer. RCTI pun menjadi ketagihan dengan produk-produk yang dihasilkan Herry Topan Intercine & Production (HTI). Padahal ketika produk pertama HTI sebelumnya, yang berbentuk Variety Show dengan mata acara Bugar Bersama Dr. Sadoso dan Sinetron Sebening Air Matanya, RCTI setengah hati dalam menayangkannya. 

Lazimnya perusahaan patungan yang meraih sukses, ujung-ujungnya pasti bertikai dan bubar. Begitupun dengan Herry Topan dan Kasino. Keduanya jalan sendiri-sendiri dan Herry Topan kemudian mengibarkan bendera Herry Topan Inercine. 

"Begitu sukses denan Si Manis, RCTI makin memberi kesempatan kami untuk berkarya berikutnya. Syukurlah produk kami berikutnya yang berjudul Si Buta Dari Gua Hantu dan Wiro Sableng mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat, "  papar Herry Topan ketika diwawancara oleh wartawan MF di mobil terbarunya, Blazer warna biru metalik menuju ke lokasi suting sinetron Wiro Sableng di Purwakarta, Jawa Barat. 

Walau tidak sesukses Si Manis Jembatan Ancol, Si Buta Dari Gua Hantu karya besar Ganes TH mendapat tempat dihati masyarakat pecinta action klasik. Sebenarnya, menurut sumber MF, Si Buta secara bisnis rugi dan membuat RCTI kebakaran jenggot, karena mulanya RCTI berkeyakinan kalau Si Buta akan meraup iklan banyak dan meraih rating tinggi. Tapi ternyata pemasang iklan pada enggan pamer iklan produk-produknya disitu. 

Jeblok di Si Buta, tidak membuat RCTI jera. Kali ini cerita karya besar Bastian Tito, Wiro Sableng yang bukunya hingga kini masih laris, lagi-lagi jadi andalan RCTI untuk tayangan Minggu Siang. Kali ini RCTI cukup berhasil. Wiro berhasil meraup iklan dan penonton serta melambungkan nama aktor pendatang , Ken Ken sebagai pemeran Wiro Sableng. 

Entah siapa yang harus disalahkan. Tapi yang jelas suksesnya Wiro Sableng memancing kekisruhan untuk kedua kalinya di tubuh Herry Topan Intercine. Kali ini tidak lagi sesama rekan bisnisnya tapi dengan ken Ken sebagai pemeran Wiro Sableng. Pertikaian diantara produser dan pemain utama ini tidak menghalangi kerja Herry Topan bersama kru. Lagi-lagi Herry berprinsip the show must go on. Apapun yang terjadi produksi harus jalan terus. Karenanya, walaupun prtikaian antara dirinya dan Ken Ken terus berlangsung tapi produksi sinetron Wiro Sableng harus jalan terus. Maka, jalan keluarnya mengganti Ken Ken dengan pemain baru. Jadi tak heran bila Wiro Sableng ganti wajah baru mulai episode 53. 

Judul yang sedang dikerjakan oleh HTI yakni Wiro Sableng dan Misteri Penunggu Makam. Rencananya akan ditayangkan di Indosiar.  Apa sih resep HTI sehingga broadcast tetap percaya dengan produksinya? "Gampang saja, dalam melihat pasar, saya mencoba membidik orang yang punya kesempatan nonton TV. Lalu pertanyaannya  Siapa sih punya banyak waktu untuk menonton TV? Menurut hemat saya wania dan anak-anak. Kalau sudah begitu, kita tinggal mencari produksi apa yang paling disukai wanita dan anak-anak, " papar Herry Topan. 

Kata Herry lagi, tontonan yang disukai wanita dan anak-anak adalah cerita action dan misteri. Dicontohkannya, kenapa Si Buta bisa meraih sukses, karena jam tayangnya siang, dimana anak-anak ada di rumah dan ibu-ibu selesai masak. Begitupun dengan Si Manis Jembatan Ancol dan Misteri Delima dan cerita misteri lain.

Pada dasarnya cewek itu takut melihat film atau sinetron horor, tapi anehnya mereka paling suka kalau nonton sinetron horor. Kerenanya, dalam berproduksi saya mencoba memilik market anak-anak dan wanita, " ujarnya. 

Agar produksinya tidak keteter dan terkejar jam tayang, seperti yagn banyak dialami ph-ph larin , maka Herry topan mencoba melengkapi peralatan pendukungnya seperti Kamera 5 buah, editing 2 set, 5 diesel, dink dolly, lighting lengkap untuk 5 produksi, komputer grafis dan animasi. 

Untuk biaya produksi Herry tidak bisa memastikannya. Tapi katanya antara 50-60juta. Tapi untuk sinetron action seperti Wiro Sableng dan Si Buta bisa lebih dari itu. Tergantung situasinya lah, katanya. ~MF284/250/XIII/3-16 Mei 1997

Thursday, May 7, 2026

BUKAN PEREMPUAN BIASA, SINETRON PERDANA CHRISTINE HAKIM


BUKAN PEREMPUAN BIASA, SINETRON PERDANA CHRISTINE HAKIM, (Kisah Lawas). Christine Hakim main sinetron, ini sudah jadi pemberitaan. Raam Punjabi, produser Multivision Plus, berhasil menarik aktris nomor satu dalam perfilman nasional itu, untuk memperkuat kubunya. Adalah Jajang C Noer yang berhasil membujuk Christine Hakim untuk bermain dalam karya penyutradaraannya yang pertama ini. 

BUKAN PEREMPUAN BIASA memang menjanjikan sebagai miniseri (terdiri dari 10 episode) yang berbobot lebih dari produksi Multi sebelumnya. Bukan cuma karena pemeran utamanya Christine dan suradaranya Jajang, tapi juga karena cerita-skenarionya merupaka warisan dari almarhum Arifin C Noer, yang bagian klimaksnya ditambal sulam oleh Arswendo Atmowiloto (karena skenario asli tulisan Arifin baru mencapai tujuh episode). Disamping itu sinetron inipun di dukung oleh pemain yang sudah tidak asing lagi seperti : Desy Ratnasari, Donny Damara, El Manik, Pangki Suwito, Remy Silado, Eeng Saptahadi, Anwar Fuady, Arswendi Nasution, serta bintang muda Ari Sihasale, Hans Wanaghi dan Marini Zumarnis. 

Sutingnya hampir keseluruhannya berlokasi di desa diluar kota Solo, Jawa Tengah. Editor Karsono Hadi menyuntingnya, sinetron ini ditayangkan di RCTI pada medio bulan Mei 1997.

Ceritanya sebagai berikut. 

Menul (Christine Hakim) perempuan desa yang menolak kehendak ayahnya untuk menikah dengan seorang lelaki tua, minggat dari rumahnya. Malang, ia diperkosa oleh lima pemuda mabuk. Akibatnya berkepanjangan, karena ia hamil tanpa jelas siapa yang menghamilinya. 

Dua puluh lima tahun kemudian, Menul telah menjadi perempuan paro baya yang berprofesi sebagai tukang pijat tradisional. Ia cuma hidup bersama putrinya, Sri (Desy Ratnasari) yang baru menamatkan kuliahnya di Fakultas Hukum. 

Mendadak Menul yang tinggal dirumah sederhana dipinggiran kota Solo dikirimi kulkas dan teve baru. Menul menolak menerimanya karena tak pernah merasa memesan. Sebaliknya si pengirim, usahawan sukses Pak Bachtiar (El Manik) tak habis mengerti mengapa maksud baiknya ditolak. 

Bachtiar sendiri menemui Menul. Bahkan secara mengejutkan mengajukan lamaran. Tapi menul tak menanggapi , karena kekecewaan hidupnya dimasa silam. 

Dalam pada itu, kegembiraan Sri yang baru di wisuda, pupus demi pcarnya , Soni (Donny Damara), memutuskan hubungan. Pasalnya orangtua Soni mengangap latar belakang Sri sangat tidak jelas. Sri menjadi penasara, ingin mengetaui siapa ayahnya sebenarnya. Demi mmebongkar kamar bunya, Sri menemukan ratusan wesel yagn tak pernah diuangkan, kiriman dari Hamdan (Pangky Suwito). 

Sri ingin mencari Hamdan di Jakarta. Menul mencegahnya, sampai tak tahan menampar wajah Sri. Demi menenangkan Sri yang histeris, Menul mengungkap masa lalunya. 

Gara-gara ayahnya suka berjudi, keluarga Menul dililit hutang pada renternir Sunardi. Untuk melunasi hutangnya, asah Menul (TB Maulana Husni) setuju menikahkan putrinya dengan si lintah darat. Tapi Menul memilih minggat. Ia mencari sahabatnya , Wiwik (Clara Sinta) yang bekerja di kompleks rumah peristirahatan 

Ketika Menul bekerja sebagai pelayan di kompleks inilah, ia di perkosa oleh lima pemuda yang tengahberpesta minuman keras. Dengan menahan sengsara, Menul pulang kerumah oranguanya.Terpaksa menyetujui dinikahkan dengan Sunardi. Namun Sunardi yang kecewa karena Menul sudah tak perawan lagi, segera menceraikannya. 

Terlunta-lunta Menul ang diusir ayahnya, mengembara sendirian. Bekerja sebagai pelayan di restoran kecil, sampai bertemu Wiwik yang mengajaknya menjadi wanita penghibur. Namun Menul tak bisa memaksakan diri berkencan. Menul memilih bunur diri, beruntung muncul pemuda Joko (Arswendi Nasution) yang menolong dan menampungnya di rumah kostnya. Bahkan Joko inilah yang mengurus Menul sampai melahirkan Sri. 

Cerita panjang Menul, menyadarkan Sri betawa menderitanya sang Ibu. Sri mengajak ibunya menyelidiki siapa senenarnya Hamdan. Tiba di stasiun Gambir, mereka disambut Hamdan dan putranya. Burhan (Ari Sihasale). Dirumah ada pula Hanny (Marini Zumarnis) adik Burhan. 

Dalam sebuah kamar, Menu melihat banyak lukisan wajah. Mungkinkah Hamdan salah seorang pemuda yang dulu memperkosanya? Hamdan mengakui, saat peristiwa itu terjadi, memang ia berada disana, tapi ia tak ikut memperkosa. Atas inisiatif Burhan dan Hanny, Hamdan bersama Menul dan Sri merancang rekontruksi untuk membuktikan siapa sebenarnya ayah Sri. 

Lima lelaki diundang untuk reuni ditempat dulu mereka memperkosa Menul. Kelimanya asyik bernostalgia sampai mendadak muncul Sri yang didandani persis Menul dulu. Kelimanya terkesiap dan mulai saling tuduh dengan versi masing-masing. Ada yang berargumentasi kalau dirinya impoten, hingga tak mungkin memperkosa, ada yang berdalih batal melakukannya karena ketakutan melihat Menul sudah pingsan. Lalu siapakah sebenarnya ayah kandung Sri?

Diam-diam Menul sudah menyiapkan sebilah pisau dalam tasnya untuk membalas dendam pada laki-laki yang telah menghancurkan hidupnya dua puluh lima tahun yang lalu. 

Gaya bertuur Jajang yang disesuaikan dengan skenarionya Arifin, terasa tidak biasa dilakukan dalam Sinetron Indonesia. Cenderung mengngatkan pada karya besar Sutradara Empu dari Jepang, Akira Kurosawa , Rashomon (Pemenang PIala Oscar untuk film Asing Terbaik 1950) di mana tokoh-tokoh yang terlibat dalam suatu kasus perampokan pembunuhan, pemerkosaan secara kilas balik mengungkap apa yang terjadi menurut versi masing-masing. 

BUKAN PEREMPUAN BIASA membuktikan Christine Hakim bukan aktris Biasa. Dengan kekuatan aktingnya yang telah jauh lebih matang daripada saat bermain di film Ponirah Terpidana produksi 1983 dengan peran nyaris serupa, ia bisa membuat pemirsa berminat untuk terus menontonnya dari episode perdana sampai tuntas. Lalu mungkin kelak ada Bukan Perempuan Biasa, kedua  atau sinetron lain yang dilakoni Christine Hakim. ~MF284/250/XIII/3-16 Mei 1997

Produksi PT Multivision Plus

Produser : Raam Punjabi

Sutradara : Jajang C Noer, 

Cerita/Skenario : Arifin C Noer

Kamerawan : Winaldha Melalatoa

Penata Artistik : Berty Ibrahim

Editor : Karsono Hadi

Pemain ; Christin Hakim, Desy Ratnasari, Donny Damara, El Manik, Pangky Suwito, Remy Silado, Eeng Saptahadi, Ari Sihasale, Marini Zumarnis, Clara Sintya

Wednesday, May 6, 2026

COK SIMBARA, BERAT PERAN BENCONG

 


COK SIMBARA, BERAT PERAN BENCONG (berita lawas). Untuk jadi demonstran, rupanya tidak sesulit menjadi bencong. Setidaknya itulah yang dialami Ucok Hasyim Batubara alias Cok Simbara, lelaki kelahiran Penyabungan tahun 1953 ini. "Waktu diminta main sebagai demonstran dalam "Gema Kampus 66" dan Djakarta 1966 terus terang saya tidak terlalu repot. Soalnya saya pernah jadi mahasiswa kan? ujarnya. 

Tapi ketika diminta main sebagai bencong dalam film "Terang Bulan Di Tengah Hari", saya benar-benar repot. Terus terang peran Hadi yang bencong dalam film itu berat bagi saya," tambah aktor yang ngakunya tembak langsung dari Penyabungan ke Jakarta tanpa lewat Medan ini. 

Biar berat, Cok mengaku senang dengan peran bencong tersebut. "Saya suka karena banyak tantangannya. Terutama yang datang ari luar diri saya sendiri, " ujarnya. "Memang beban buat saya memainkan peran bencong tersebut. Soalnya selama ini sayakan dikenal sebagai lelaki yang terus kebagian peran gagah, " tambah aktor temuan Wim Umboh yang main film pertama kali tahun 1976 sebagai pemeran utama dalam "Kugapai Cintamu" tersebut.

Karena suka, Cok akhirnya menerima dan membutuhkan waktu sampai tiga minggu untuk beradaptasi. "Saya latihan sendiri dan observasi pada dunia model. Melihat contoh-contoh orang yang bisa saya jadikan sampel, " ujar nomine pemeran pria terbaik FFI 1987 ini yang lalu punya imej peragawan Doddy Haickel untuk tokoh Hadi. "Selain itu saya suka dengan peran ini karena saya memperoleh warna dalam film saya, " tambah Cok yang juga baru pulang dari Philipina bersama teater kecilnya Arifin C Noer. "Ikut main dalam drama "Sumur Tanpa Dasar" di Festival Seni Asia, " jelasnya. 

Cok yang memang berasal dari dunia panggung ini, memang memulai karir filmnya bersama Teater Kecil. Kemudian gabung dengan Derry Sirna dan Rudolf Puspa di teater keliling dan pernah manggung sampai ke Australia. Di film sendiri, Cok katanya sudah ikut membintangi 20an judul film sampai tahun 1988. "Saya tidak ingat lagi apa saja judulnya. Tapi untuk tahun ini saja ada empat film yang ikut saya bintangi. Empat film tersebut adalah "Akibat Kanker Payudara, Gema Kampus 66, Terang Bulan di Siang Hari, dan Jakarta 66. ~sumber MF 61/29 tahun V, 20 Oktober - 11 November 1988

Tuesday, May 5, 2026

FIRDHA RAZAK, SUTING LUPUS II SAAT HAMIL


 FIRDHA RAZAK, SUTING LUPUS II SAAT HAMIL, (Berita Lawas). Seorang pembaca Majalah Film melayangkan sepucuk kartu pos ke ruang Uneg Uneg. Benarkah bintang film Firdha Razak hamil ketika main film "Lupus II Makhluk Manis Dalam Bis?".

Diingat-ingat sembari di pelototi film itu lagi, benar juga. Firdha memang benar lagi hamil 7 bulan. Saking takut perutnya yang jendul itu kelihatan, maka berkali-kali ia menutup dengan tas dan baju kompryangnya. Tapi perut biasanya tak bisa diumpetin. Saat di bonceng sepeda motor oleh tokoh Boim (Agyl Syahriar) maka lewat kamera yang setengah close up nampak perut Firdha yang hamil menjelang tua. 

Tidak dengan film itu saja perut Firdha nampak membesar. Dalam film "Kecil-kecil jadi pengantin" Firdha juga tengah mengandung putranya yang kedua. Agak beruntung dalam film ini dikisahkan Firdha yang dari anak muda lalu menjadi istri muda (maksudnya seorang wanita muda yang baru menjadi istri).

Saat adegan Firdha main sepakbola jelas sekali perutnya tak bisa disembunyiin. Celakanya lagi ia diharuskan memakai jelana pendek, jadi repot menyembunyikan perutnya. Maka saat diadakan pemutaran awal film Lupus di Jakarta oleh Majalah Film, banyak yang berkomentar setelah nonotn film itu, "Wah repot, Adik Lupus, Lulu diam-diam sudah hamil. Jangan-jangan yang menghamili si Boim atau Lupus sendiri. "Tapi tentu saja komentar ini perlu diberi peringatan, Husshhh!. Artinya, setidaknya pengamatan da kejelian penonton film telah mulai tajam. Bukti bahwa untuk bikin film baik harus lebih hati-hati dan teliti. 

Orang tentu tak akan menyangka bahwa Firdha yang masih kelihatan gres ini sudah bersuami. Waktu suting Lupus I di Jl. HOS Cokroaminoto saja, Lulu eh Firdha serign diantar jemput oleh suaminya. Namun sejauh itu Firdha tak mau buka suara. 

Betapapun bintang muda satu ini memang pantas di perhitungkan kehadirannya diantara segerombolan bintang baru dan ia nampak lain lewat bakatnya. 

Tampang Firdha baru dikenal lewat film Pesona Natalia, baru sebagai taraf figuran. Seorang sutradara muda Eddi SS tertarik lalu memasangnya dalam film "Cinta Cuma Sepenggal Dusta" yang memperoleh tolehan dari banyak wartawan film. Klimaknya adalah ketika ia menokohkan peran Lulu, Adik Lupus dalam film Lupus I dan II meski tidak nongol banyak. Kemudian di film Kecil-kecil jadi Pengantin mendampingi Richie Ricardo. 

Sosok Firdha sekaligus bukti kecil tak benar artis yang sudah berkeluarga dijauhi penontonnya. ~sumber MF 51/19/Tahun ke IV, 11-24 Juni 1988

MISTERI DI MALAM PENGANTIN, SUTING 18 HARI, REKOR TERCEPAT FILM HOROR


 MISTERI DI MALAM PENGANTIN, SUTING 18 HARI, REKOR TERCEPAT FILM HOROR (Berita Lawas). Lewat tangan Manisnya, Atok Suharto telah membuktikan sinetron RCTI Si Manis Jembatan Ancol menjadi tayangan baru dalam tema horor. Beigtu mengudara, pemirsa TV langsung tak beranjak. Sinetron karya sutradara jebolan Fak. Sinematoraphy IKJ ini telah menemukan resepnya. Namun, tidak begitu dengan film. Meski Atok Suharto telah beberapa kali menggarap film tema horor, Atok belum menemukan resep yang mujarab. 

"Secara penuh sih belum, tapi saya mencoba tetap mencari bentuk baru dalam tema horor," kata sutradara yang telah menggarap berbagai tema film ini. 

Lewat film garapan terbarunya, Misteri di Malam Pengantin produksi PT. Soraya Intercine Film, Atok Suharto mencari alternatif baru dalam tema horor. 

Begitu kontrak dua film, Atok langsung membikin gebrakan baru, memproduksi film horor dengan 18 hari suting. Angka yang menakjubkan. Dalam sejarah membikin tema horor, Atok memecahkan rekor tercepat menggarap film horor. Arizal saja yang dikenal sebagai sutradara komedi supercepat bila menggarap film Warkop DKI paling cepat membutuhkan waktu sebulan. 

Ketika Atok menggarap Si Manis Jembatan Ancol ia membikinnya seperti menggarap sebuah film. Hanya saja alatnya yang beda, katanya. Barangkali dari sinetron itu ia menemukan kiat baru. "Bisa juga, tapi yang jelas dengan kru saya sudah kerjasama yang cukup lama. Jadi keinginan saya tidak sulit diterjemahkan semua kru. Sebab semua kru meruakan kelompok saya."

Soal peralatan Soraya Film tak diragukan, mereka memiliki seabrek perangkat yang cukup canggih di negeri ini. Dengan kamera Afifflex III terbaru, plus lampu-lampu gress, soal mutu gambar boleh dijamin. 

Sedianya film Misteri Di malam Pengantin akan digarap oleh Sisworo Gautama Putra , karena keburu di panggil Sang Pencipta, tongkat diserahkan kepada Atok. Skenario Misteri Di Malam Pengantin merupakan peninggalan terakhir dari Sisworo Gautama Putra, ketika menulis dengan nama samaran S. Gatra. 

Dana yang cukup tidak membuat Atok langsung cepat puas ketika mengambil gambar. Ia ingin menunjukkan keberadaannya sebagai sutradara horor. Contohnya ketika memunculkan adegan suspence, tidak hadir dengan sekonyong-konyon. Melainkan di bina dari awal. Ia tidak menghadirkan secara tiba-tiba. "Dari Scene-scene sebelumnya saya sudah bina rasa takut penonton, " katanya. 

Dalam film ini, Atok leih banyak bermain dengan Glas Shot. Bukan menghindari trik. Trik tetap ada hanya sebatas apa yang ada di skenario. "Saya tidak takaburmembikin film horor ini begitu cepat. Cerita maupun lokasi suting sangat mendukung sekali cepatnya suting 70% lokasi suting mengamil set di Puncak, Jawa Barat. 

Handalan lain yang memiliki nilai jual adalah kehadiran Kiki Fatmala sebagai bintang utama. Sebab selama ini ia hanya berlakon sebatas tema drama an komedi. Bentuk  tubuhnya nan sensual dengan kostum transparan lewat siraman tata lampu yang apik menjadikan gambar manis di pandang. 

"Saya kaget mendapat tawaran main film tema horor, belum pernah sih.?. Untung MasAtok banyak memberikan pengarahan kepada saya. Sebab, main lakon horor muka harus bisa berekspresi dingin namun punya dendam. Karakternya adalah dendam yang diperkosa, " kata artis yang sibuk suting sinetron Ada Ada Saja ini. 

Max J Pakasi, selaku kameraman tidak mau tinggal diam. Usaha untuk membikin adegan artistik merupakan tantangan yang tidak diabaikan begitu saja dalam mensut film Misteri Di Malam Pengantin ini.

Untuk pengadegan Love Scene, Max menghadirkan shot lain dari biasa dalam tema horor. Sebab tak jarang sineas negeri ini  mengabaikan begitu saja pengadegan love scene sehingga terkesan vulgar. 

Para bintang yang bercokol dalam film ini diantaranya Kiki Fatmala (Kinanti), Ibra Azhari (Boy), Christine Terry (Fluorent), Ervan Yudha (Dolof), Andi Jurpi (Jaky), Vira Suzanna (Cici), Linda Flexiana (Yuke) dan Yohana (Omi). 

Di bagian Kru , Atok Suharto (Sutradara), Max J Pakasi (Kamerawan), Affandi SN (Penata Artistik), Muryadi (Editor), Chossy Pratama (Penata Musik), Agusti Tanjung (Asisten Sutradara) dan CJ Beslah (Pimpinan Produksi). 

Sinopsis : 

Segerombol anak-anak muda kaya dalam keadaan mabuk memper kosa gadis SMP bernama Kinanti, di sebuah Vila. Saat di per kosa Kinanti berusaha menyelamatkan diri. Tapi secara sadis Kinanti di gilir sampai akhirnya mati dalam kecelakaan. 

Begitu mengetahui Kinanti mati, Boy, Joky dan Garmin kemudian menguburkannya. Lima tahun kemudian, tatkala gerombolan anak muda itu telah berada di bangku kuliah, Kinanti datang untuk membalas dendam. 

Dendam Pertama kepada Boy, Kinanti datang tatkala Boy sedang menikmati bulan madunya dengan Flourent. Cara membunuh Boy, Kinati berwujud seperti Flourent. Tanpa diketahui Boy, ia berkencan dengan Kinanti. Pada saat bulan madu itulah Boy mati mendadak. Hal ini membuat gempar gerombolannya. 

Satu persatu Kinanti datang menteror gerombolan yang pernah memperkosanya. Semua panik dan ketakutan. Namun ada yang tak percaya. Setelah membuktikan Kinanti akan membalas dendam semuanya jadi panik. Dalam kondisi dihantui ketakutan, semuanya mencari jalan selamat. Tapi rupanya Kinanti tetap saja buas menjangkau manusia yang pernah memperkosanya, kemanapun mereka pergi. ~sumber MF177/144/THIX, 17- 30 April 1993

Monday, May 4, 2026

BETHARIA SONATA, MAU TIDAK MAU HONOR SAYA HARUS 25 JUTA!

 


BETHARIA SONATA, MAU TIDAK MAU HONOR SAYA HARUS 25 JUTA! (berita lawas). Para penyabet Piala Citra boleh bangga karena setelah itu honornya bisa sedikit naik. Bintang film terlaris sekali pun boleh bangga honornya sekali main bisa mencapai Rp. 20 juta. Tapi Betharia Sonata, yang lagi main film sebijipun, bisa berbangga diri bahwa honornya sekali main film 25 juta rupiah. 

Betha memang orang baru di film. Ia barusan merampungkan film "Kamus Cinta Sang Primadona" yang digarap cukup norak. Dalam film ini Betha cuma dibayar Rp. 2,5 juta dengan perhitungan kalau soundtrack lagu film ini laris akan dapat royalti khusus. 

Malah, ketika Sophan Sophian akan menggaet Betha untuk menjadi peran utama dalam film "Ayu dan Ayu" yang sudah ditandatangani, kemudian batal karena kesibukan Betha, cuma dibayar 5 juta rupiah. 

Kini semua bintang boleh iri, Betha mampu menaikkan honor di filmnya menjadi Rp. 25 juta. Satu hal yang barangkali belum ada sejarahnya dalam film nasional menggaet bintang gress dengan bayaran segitu.

Ini memang honor kaget Betha untuk film keduanya berjudul "Biarkan Dia Cemburu" yang disutradarai oleh Chris Heldewery yang pernah  menggarap "Telaga Air Mata".

"Biarkan AKu Cemburu" berdasar novel Eddy D Iskandar yang sekaligus menuliskan skenarionya . Produsernya adalah Tommy Indra, yang pernah menggarap film "Gita Cinta Dari SMA", "Puspa Indah Taman Hati", "Gadis Marathon" serta "Gepeng Bayar Kontan", selain 8 film lainnya. 

Film ini berkisah tentang romantika anak-anak IKJ (Institut Kesedian Jakarta) jurusan Tari. Tapi lupakan dulu soal ceritanya. 

Honor yang cukup selangit ini sendiri membuat banyak produser protes. "Ini bisa merusakkan harga" ujar beberapa produser. Tapi Tommy yang kegiatannya sebagai petani tambak di Lampung tenang-tenang saja. "Ya saya kira kalau Betha minta segitu dan saya anggap pantas ya bayar saja, ujar Tommy yang pernah diisukan bangkrut dari kegiatan film. Ya ini sekaligus membuktikan saya tidak bangkrut. Biar orang lain tahu saya bisa bayar artis dengan harga pantas," kilah Tommy yang membayar Betha dengan cash sesuai permintaannya. 

Beberapa orang film menyangsikan bahwa Betha yagn sering tour show nyanyi, bisa mentaati jadwalnya. "Pokoknya saya janji bisa taat jadwal suting, ujar Betha yang ditirukan Tommy. Betha sendiri pernah ingkar janji, ketika pembuatan "Ayu dan Ayu" sehingga ketika Sophan Sophian jengkel, Betha dibatalkan dan diganti Dewi Yull. 

Rencana Suting Biarkan Aku Cemburu adal November 1988 di Lampung dan Jakarta. Film ini didukung oleh Dede Yusuf, Nicky Astria, Uci Bing Slamet dan Dolly Marten. ~sumber MF 61/29 Tahun V , 29 Okt - 11 Nov 1988

Sunday, May 3, 2026

SEPASANG MATA MAUT, TEROR GENTAYANGAN


 SEPASANG MATA MAUT, TEROR GENTAYANGAN. Gara-gara manipulasi di perusahaannya bekerja terbongkar, Supandi di pecat. Terpaksa ia pulang kampung dengan membawa isterinya. Amalia. Saat menggali sumur, Pandi menemukan satu kepala manusia yang sepasang matanya memancarkan sinar. Pandi diperbudak oleh kepala manusia berhawa jahat ini. 

Di ungkapkan kisah puluhan tahun lalu. Tarjo difitnah oleh saudara seperguruannya sendiri, Parman. Kekbalan tubuh Tarjo di punahkan oleh Parman dengan cara mengolesi goloknya memakai darah perawan Ijah, adik kandung Tarjo sendiri. Tarjo dipenggal. Kepalanya menggelinding jatuh ke jurang yang kemudian tertimbun oleh tanah longsor. Kepala Tarjo yang masih tetap utuh inilh yang sekarang menuntut balas dengan memperalat Pandi. 

Musuh-musuh Tarjo yang masih hidup satu persatu menemui kematian mengerikan, bahkan juga keluarganya. Juragan Parman yang kaya raya menuduh Mak Ijah, gelandangan tua, sebagai si pembunuh. Untung ada Ustadz Jayusman, guru silat yang membela Mak Ijah. 

Keganasan Tarjo semakin menjadi karena ia selalu haus darah. Tak puas cuma kepalanya yang bergentayangan, ia ingin bersatu lagi dengan tubuhnya. Pandi harus menggali kuburnya. Tepat pada saat itulah menyerbu Parman. Datang pula Amalia, Mak Ijah dan Jayusman yang bertekan mengakhiri teror horor kepala Tarjo. 

Film Produksi PT. Kanta Indah Film ini diangkat dari novel Abdullah Harahap yang memang sudah banyak menulis cerita seram. Di dukung oleh bintang-bintang campuran Indonesia-Malaysia, Hengky Tornando, Raja Ema, Sutrisno Wijaya, Wenny Rosaline, Ferry Irawan dan M. Rojali. 

Tak ketinggalan Torro Margens yang selain menyutradarai juga ikut berperan sebagai sang ustadz. Lewat mulutnya berucap "Kepala Tarjo yang kita lihat hanyalah wujud pinjaman setan. Menjelang akhir hidupnya ia menyerah pada kemauan setan. Dan setelah itulah yang kini berkeliaran melakukan pembantaian di sana sini sebagai imbalan penyerahan Tarjo. Jadi masalahnya berpulang pada manusia sendiri. Kekuatan mana yang ingin diraihnya dalam hidup ini. Iman kepada Tuhan atau menyerah pada kemauan Setan?.

Pada penutup film dibacakan surat Al Hijr ayat 39 yang artinya "Setan takkan pernah menyerah. Dia akan datang lagi setiap saat untuk menyesatkan manusia dari jalan Tuhan. Dan dia pantang menyerah, kecuali oleh orang-orang yang beriman!".