SALAH SATU LOKASI SUTING FILM "SI BADUNG". Serombongan anak-anak berseragam merah ptih SD meluncur dengan sepeda mereka dari puncak jalan menurun. Ramai berceloteh merundingkan apa yang dihadiahkan untuk ulang tahun guru mereka. Segalanya berjalan cukup lancar, tapi mendadak Imam Tantowi yang berdiri di tepi jalan berteriak, "Cut! Cut".
Dengan cepat Kamerawan Tjutju Sutedja menghentikan kerja kameranya. Apa pasal? Ternyata salah seorang anak itu ada yang melirik kearah kamera. Kesal Tantowi mengomel, "Sudah berapa kali saya bilang, jangan memandang ke arah kamera. Ya wajar saja, Ayo ulangi lagi!.
Begitulah adegan anak-anak bersepeda di jalanan desa Cibadak itu harus diulangi sampai tiga kali. Menyusul adegan berikutnya, anak-anak badung bermain di pematang sawah. Dasar anak-anak, senang saja main belepotan lumpur. !
"Memang ada kesalnya, tapi ada pula lucunya, mernyutradarai anak-anak ini", aku Tantowi. "Kebanyakan mereka memang bandel bande. dan baru kenal disini, tapi cepat sekali menjadi akrab. Wah, waktu malam pertama, kami hampir tak bisa tidur, karena mereka ramai bermain terus. Malah ada yang lompat-lompatan di tempat tidur segala.
Semua pemain anak-anak ini memang di boyong dari Jakarta. Ditempatkan di Wisma Haji, Jl. A Yani 37 Sukabumi. Saking ramainya kemudian diambil inisiatif, rombongan anak-anak dibagi dua. Sebagian di Wisma PGRI yang letaknya tak berjauhan. Sebagian anak-anak memagn disertai oleh ibu mereka, terutama anak-anak perempuan. Namun para ibu yang ngumpul sendiri, membebaskan anak-anak mereka bermain diluar suting.
"Si Badung" yang semula rencananya berjudul "Si Badung Naik Kelas" ini memang dibintangi oleh belasan anak. Sebagian diantaranya adalah anak-anak bintang populer. Seperti misalnya Toma alias Torro Margens Jr. (Anak Torro Margens) dan Rini yang puterinya Elly Ermawatie. Kawanan yang menyebut dirinya "Kelompok Lima" dimainkan oleh Renno, Viona, Reymon, Rini dan Adam Sandi. Dua bocah badung diperankan oleh Nelson dan Rully. Ikut mendukung Shereen Regina Dau, Jaka dan Adi.
Peran Kepala Sekolah Pak Jarir di mainkan oleh Drs Purnomo alias Mang Udel. Istrinya oleh Mien Brodjo. Guru baru oleh Nurhuda, Pak Kebon oleh Belqiz Rachman. Masih ada lagi Eva Putri, Arbain, Tarsan, Syamsuri Kaempuan dan lain-lainnya.
Lokasi sengaja di pilih di sebuah SD Negeri Cibadak diluar kota Sukabumi, karena ceritanya memang dikisahkan terjadi di sebuah kota kecil diluar Jakarta. Keseluruhan suting berakhir tanggal 12 Agustus 1989. Giliran Embie C Noer untuk mengisi ilustrasi musiknya, disamping ada enam lagu anak-anak agn khusus disiapkan olehnya .








