S.Y.S NS, (Berita Lawas) Bisa diamati cowok kelahiran Semarang, 18 Juli 1956 ini paling suka bersibuk diri setiap harinya. Sys seorang penyiar radio juga komandan grup lawak Sersan Prambors. Selain sibuk ngurus-ngurus pagelaran, Sys juga bintang film. Sys NS pun mengakui, jadwal kegiatan film yang mengontraknya harus mengikuti jadwal kegiatannya. Itu memang prinsipnya.
"Ya, dulu pernah ketika ikut film "Damai Kami Sepanjang Hari", yang di sutradarai Chairul Umam, yang mengambil suting di Yogyakarta, saya sudah ngebela-belain bolak balik Jogya-Jakarta, satu hari harus break mendadak lantaran satu pemainnya, Gina Adriana harus main di film Wim Umboh. Terus saya tanya, tuh bintang siapa duluan yang ngontrak. Setelah tahu permasalahannya dan saya ada di pihak yang benar. Hari itu juga, baru datang dari Jakarta saya tinggalin dan kembali ke Jakarta. Waktu film "Terang Bulang Di Tengah Hari, " pun waktu itu bentrok dengan film yang di produksi TVRI "Pondokan". Untung jarak lokasinya tidak begitu jauh, Yang satu di Puncak dan yang lain di Jakarta. Udah gitu kita kan di Indonesia, sesuatu bisa selesai dengan musyawarah. Saya pun damai, pihak TVRI lebih baik, " kata Sys NS yang memerankan Sonny sebagai suami Sora (Zoraya Perucha) dalam film "Terang Bulan di Tengah Hari" ini.
Sys NS, (Nama sebenarnya) dulu punya cita-cita jadi sutradara. Untuk itu ia sempat mempelajari dulu ilmu itu di LPKJ. Sekarang Institute Kesenian Jakarta. Anak ke 3 dari 11 bersaudara ini mengawali karernya lewat film "Kecupan Pertama(1070an) lalu film-film lainnya seperti "Kabut Sutra Ungu", "Seindah Rembulan", "Anunya Kamu" dan "Sama-sama Enak". Dan sampai kini (1988) Sys NS bersama Sersan Prambors masih dikontrak untuk 3 film lagi dari PT Bola Dunia Film.
"Sebenarnya saya tuh sudah malas untuk main film. Terkecuali film itu ceritanya hebat, digarap oleh orang-orang hebat, sutradaranya hebat. Ya nggak apa-apa filmnya jelek juga asal duitnya hebat saja he..he..he. Seperti tahuin ini sebenarnya kontrak dari Bola Dunia Film tahun ini bisa hangus lho?. Habis tiap disodori skenario ceritanya nggak berkenan di hati, jadi saya tolak, " katanya.
Kok mau main film bersama Zoraya Perucha?
"Itu lain, dulu memang almarhum Sumanjaya sudah mempersiapkan cerita itu buat saya dan Perucha itu. Sumanjaya sendiri adalah sahabat saya sekaligus bapak saya. Belum lagi sutradara yang menangani dan semua kru film itu teman-teman dekat saya. Jadi sayapun suka untuk pegang peranan di film itu, " katanya.
Katanya, dulu kepengin jadi sutradara, kok malas bergelut di dunia film lagi?
"Wah, payah. Sekarang dunia film banyak ditangani oleh senior-senior, mungkin 'hepengnya' takut kerebut. Coba saja birokrasi film bertele-tele, jadi sutradara harus lewat jadi asisten sutradara dulu lima kali, terus belum tentu bisa jadi sutradara langsung. Padahal kan yang nentuin tuh film bukan mereka, tapi penonton. Jadi sutradara langsung, asal yahut kan masyarakan bisa menilai," kata pelawak muda ini sambil membereskan berkas-berkas di meja kerjanya. Lagi ngapain tuh?
"Biasa, mau nemenin Mick Jagger," kata Sys, yang memang lagi sibuk ngurus kedatangan vokalis dari The Rolling Stones yagn akan konser di Jakarta akhir Oktober (1988). ~sumber MF 61/29 tahun V, 20 Oktober - 11 November 1988
Sys NS meninggal pada 23 Januari 2018







