Saturday, June 27, 2026

FILM "JANGAN BILANG SIAPA SIAPA", KECEMBURUAN JADI BIANG KEKALUTAN


FILM "JANGAN BILANG SIAPA SIAPA", KECEMBURUAN JADI BIANG KEKALUTAN (berita lawas). Bagaimana menyuguhkan sebuah film komedi yang utuh cerita dan leluconnya, bukan cuma penggalan dagelan sudah menjadi obsesi insan film sejak lama. Hal ini coba diwujudkan lewat film gess PT. Parkit Film yang trio produsernya Raam-Dhamoo-Gobind Punjabi kian lihai meracik ide-ide lucu. Apalagi ditangani Chaerul Umam yang punya Sense of Humor Tinggi. 

Dengan barisan pemain langganan Parkit, Ray Sahetapi, Lydia Kandou, Deddy Mizwar, Nurul Arifin, Zaenal Abidin, Baby Zelvia, Ida kusumah, Kadir, Doyok plus Pak Tile, maka bom tawa dipasang pada setiap adegan sampai meledak dalam huru hara klimaksnya. 

Cerita berporos pada pengantin baru Rio-Anita yang tinggal di Gedung mewah mertua. Sejak mengantar keberangkatan ayahnya ke bandara, sudah terjadi kesalahpahaman gara-gara Rio dikecup cewek yang salah kira. 

Kecemburuan Anita berkembang saat  Rio tak pulang dari rapat di Puncak. Padahal ia diajak atasannya menghadiri ultah rekanan. Untuk melunakkan isteri ngambek, Rio cari akal bulus. Advis Kadir untuk mengajak teman fiktif bernama unik, Hamid Hamad bin Himad Hamid, disambar bulat-bulat. Sobat lama Oskar Hutajunjung, yang diminta menyamar langsung akur. 

Padahal orang bernama Hamid Hamad bin Himad Hamid itu benar ada. bahkan Anita datang kerumahnya untuk mengundang makan. Maka semuanya tumplek bleg datang, termasuk Om Bowo, Tante Emma, Nyonya Hamid, bahkan Nyonya Oskar, semua rahasia terbongkar!. Ditengah kekacauan tinggal Kadir yang bernafsu melahap hidangan lezat. Tak terduga selop Tante Emma melayang ke mulutnya. 

Kalau dalam film-film terdahulu biasanya Anita diperankan Ida Iasha, sekarang digantikan Lydia Kandou yang ternyata bermain lebih matang sebagai isteri pencemburu. Begitu pula Nurul kebagian peran jadi istri muda Doyok yang galak dengan suara melengking-lengking. 

Deddy sebagai anak lelaki Batak yang sok tinggal di hotel mewah, padahal masih menganggur dan cuma mengandalkan isteri yang bekerja, tinggal juga di losmen murahan, bagai mengulang peran Eddy Pasaribu dalam "Kanan Kiri Oke". Begitu pula halnya dengan Ray, Zaenal dan Idakusumah, tetap dengan stereo-type peran mereka biasanya.

Adalah Kadir, yang diberi porsi lebih. Kendati begitu, tokoh batur (pelayan) sok pintar yang sering diminta advisna oleh majikan jelas di comot dari pakem "Srimulat". Bedanya, pengarahan Mamang membuat segala gimmick dan jogetan Kadir lebih kocak. Dan sekali urat syaraf geli penonton sudah tergelitik, sekedar bunyi-bunyian bel atau  telepon yang unik saja bisa jadi letusan gerrr!. Iseng-iseng cobalah hitung berapa kali pesan "Jangan Bilang Siapa Siapa!" diucapkan sepanjang film.   ~sumber MF No. 104/72 tahun VI, 23 Juni - 6 Juli 1990

NENO WARISMAN


 NENO WARISMAN (berita lawas). Selepas berlakon di film Cipluk Semua Sayang Kamu (1989) karya sutradara Ida Farida, Neno Warisman tak pernah muncul lagi di kancah produksi film. Seakan tenggelam "dilautan" arus artis muda. Untung saja ia dapat bermain bagus dalam sinetron Sayekti dan Hanafi, garapan almarhum Irwinsyah, yang kembali mengorbitkan namanya dalam seni peran. 

Isyu terakhir yang tersiar mengatakan, bahwa perempuan bernama lengkap Titi Widoretno Warisman ini, akan menanggalkan baju kerartisannya untuk mendalami Islam. Ternyata itsyu itu hanya berita burung. Sampai saat ini Neno Warisan merasa tetap eksis menggeluti seni. Lalu, bagaimana dengan isyu tidak akan melepaskan jilbab?

"Itu baru berita benar", katanya tanpa komentar panjang lagi. 

Bukankah jilbab akan membatasi kegiatan dalam berkesenian? "Saya kira tidak, tergantung materi yang disodorkan," kilahnya. Tekadnya untuk tidak membuka jilbab sudah "membatu". Meski dibayar mahal, ini tantangan lain yang harus diwaspadainya. 

Disaat artis lagi mau-maunya buka-bukaan, mengapa kamu menutup diri, jeng?

"Itu prinsip hidup," katanya singkat. karena alasan itu pula Neno Warisman bersedia menjadi pelayan masyarakat yang berangkat menunaikan Haji. Kalau tahun lalu ia ke Mekkah menjadi tamu Allah tok, "tapi sekali ini saya harus bisa melayani jemaah haji sebaik-baiknya. Ini tugas yang berat juga."

Untuk membuktikan keberadaanya bergelut akrab dalam napas Islam, Neno mencoba tetap eksis dalam jalur musik dakwah. Kenyataan itu erat kaitannya dengan meledaknya album "Mutiara Hikmah, produksi Rintop Record yang dirilis awal tahun 1992 ini. Sepulang dari Mekah Neno akan membuat gebrakan baru lagi, yaitu satu ini adalah kesinambungan album sebelumnya, Senandung Mutiara, demikian nama album itu. 

"Dengan adanya "Senandung Mutiara" ini adalah salah satu kiat berdakwah lewat jalur musik, " katanya singkat. Alasan itu sudah menggambarkan maksudnya. lalu bagaimana dengan seni peran? "Saya masih pikir-pikir, " lanjutnya. ~MF No. 156/123/TH.VIII/27 Jun-10 Jul 1992


LUCY DAHLIA, MENANGIS DIJULUKI PEREK


 LUCY DAHLIA, MENANGIS DIJULUKI PEREK (berita lawas).  Lucy Dahlia namanya, Lela Monica Kakaknya. Pemain film plus sinetron keduanya dirangkul. Dan Lucy putri bungsu dari Lies dan Suhendar ayah ibunya. Dara berbintang Taurus ini, kian naik daun setelah melakonkan Nyi Iteung dalam serial sinetron Si Kabayan dan Orang Beken produksi TPI. 

Lucy alias Uci yang memulai debut di film Ricky Nakalnya Anak Muda, pernah menyesali diri terjun ke dunia glamour ini. Gara-gara memainkan "Rini" perek dalam Bunga-Bunga Kusam di pekan sinetron TVRI sehingga dimanapun Lucy berada, sering mendapat kecaman dan lirikan sinis, plus telepon gelap yang isinya mengajak berbuat tidak senonoh. "Dikiranya saya diluar film punya watak dan kelakuan sebagai perek. Seolah-olah saya cewek gampangan, " cerita Lucy Ketus. 

Sampai pernah ia menangis terguguk-guguk, ketika pada suatu kesempatan berjalan ditemani Lela Monica di Alun-alun Bandung. Beberapa remaja yang ada disitu, tak hentinya meneriaki Lucy. "Daag perek, main yuk, godain kita dong! Semalam , berapa tarifmu?" walau bergurau tapi tentu menyakitkan kalbu Lucy. 

Setengah berlari, Lucy alias Rini, alias Nyi Iteung langsung saja masuk taksi dan disana ia menangis meraung-raung. betapa ibanya hati Lela Monica. Sebagai kakak dengan bijaksana. Lela memberi pengertian, bahwa itulah risiko artis. 

Kini, jangan harap Lucy berani keluyuran sembarangan, apalagi ketempat-tempat keramaian untuk menghindari sakit hati. Ikhwal sakit hati ada kaitan dengan 4 kali putus cinta. "Setiap ketemu pacar, bentrok melulu. Kemanapun pergi dicurigai. Ngobrol dengan pemain pria yang keren atau penggemar dicemburui, jengkel juga kan?" sergah Lucy. 

Kuliah di STBA Bandung, Jurusan Bahasa Inggris, terpaksa Lucy cutikan saat semester tiga. Karena repot mengatur waktu, dengan kesibukan sebagai pemain film dan sinetron. 

"Nggak apa-apa. Nanti suatu saat kuliah akan saya tekuni lagi.~MF No. 156/123/TH.VIII/27 Jun-10 Jul 1992


KANG IBING


PENGALAMAN KANG IBING (berita lawas). Silakan terka, seorang laki-laki dnegan raut muka blo'on dan wajah tanpa dosa yang populer sebagai pemain film, pelawak, MC dan mubaligh. Tiada lain dialah Kang Ibing, yang film terakhirnya Babi Ngepet/Nyegik/Warisan Terlarang berpasangan dengan Yati Octavia. 

Sebagai pelawak, tentunya banyak pengalaman unik, lucu atau mengenaskan pernah di alaminya. Ketika di temui di sela-sela suting sinetron SI Kabayan dan Orang Beken, di studio TPI Jakarta, Kang Ibing yang punya nama Ibing Kusmayatna bernostalgia. 

Suatu saat dia diminta tampil melawak secara solo oleh sebuah Panitia dari instansi Angkatan Udara. Ketika pengundang datang kerumahnya, kebetulan, Kang Ibing yang waktu itu masih menjadi penyiar Radio Mara, Bandung sedang berhalo-halo di studio. Permintaan mengisi acara diterima oleh istrinya tanpa bisa memutuskan ya atau tidak, tapi berjanji jawaban segera disampaikan lewat telepon, apalagi rencana acara tinggal 3 hari lagi. 

Sore sesampai dirumah, tanpa tanya lebih jauh lagi, Kang Ibing mengangkat telepon dan langsung setuju mengisi acara tersebut. 

Acara berlangsung dan Kang Ibing sudah tahu yang akan hadir dari lingkungan Angkatan Udara. Kang Ibing seperti lazimnya melucu selalu menyelipkan bahasa Sunda, apalagi acara ini diselenggarakan di Bandung, maka banyolan-banyolannya lebih banyak menggunakan bahasa daerah. 

Anehnya, sudah hampir 1 jam, Kang Ibing melontarkan berbagai kocokan tentang kedirgantaraan, tapi tak satupun penonton tersenyum, apalagi sampai tertawa terbahak-bahak. Sedang menurutnya dimanapun melawak, penonton 99,9% pasti gerr....

Sudah memeras otak, menguras seluruh simpanan lawakannya, belum juga menimbulkan ledakan tawa, sampai-sampai keluar keringat dingin. Mimik penonton dilihatnya kaku dan mulut seolah-olah terkunci. Akhirnya kang Ibing menyudahi penampilannya dengan kecewa berat. "Seumur hidup, baru saya alami kejadian seperti ini, sumpah."

Selanjutnya, paa saat pamit sambil ..(biasa ambil honor), Ketua Penyelenggara seraya mengucapkan terima kasih juga menjelaskan, bahwa penonton yang hadir malam itu adalah para lulusan Taruna AU yang usai dilantik dan seluruhnya berasal dari Jawa Timur. 

"Pantas saja mereka tak tergelitik dengan lawakan saya yang dikuras habis-habisan. Rupanya akibat banyolan yagn saya sodorkan pakai bahasa urang (sunda), gerutu Kang Ibing sambil berlalu dari gedung pertunjukkan. ~MF No. 156/123/TH.VIII/27 Jun-10 Jul 1992


Thursday, June 25, 2026

BELLA ESPERANCE, FIGUR CEWEK "AUSTRALIA"


BELLA ESPERANCE (berita lawas). Empat judul film sudah disabetnya, tapi belum mampu menggedor pecandu film nasional. Terakhir Edwar Pesta Sirait memasangnya di film Getar-Getar Melodi mendampingi Onky Alexander. Sayang, film ini tertunda lama dalam peredaran. Sedikitnya ini merupakan pukulan berat bagi Bella Esperance. bagaimana tidak, film ini pula yang mengangkatnya sebagai pemegang rol utama. 

Film-film Bella sebelumnya Catatan Si Boy III dan Perasaan Perempuan, ia mejeng selaku pemeran pembantu saja, tapi bukan lantaran itu, kemudian Bella cari kompensasi main di sinetron HALIMUN produksi RCTI . "Susah ya, kalau udah ngebet di film. Terkadang saya menyesal kenapa dulu mau diajak Cabo III, " Ujar Bella, entah apa maksud dari omongannya ini.

Berlakon sebagai Poppy pada Halimun, terasa pas. Poppy adalah lambang wanita materialistis. Sampai memilih tunangan saja, harus orang kaya, "Saya bilang pas, Poppy dalam kesehariannya senang pesta, Itu saja!.  Sedangkan mengukur segalanya dari uang, wah najis bagi saya. Bagaimana mungkin kebahagiaan hidup bisa tercipta? Uang itu sebetulnya membahayakan manakala kita mengabdi padanya, " papar Bella saat dihubungi di suting Halimun di Sukamindi, jabar. 

Dengan istilah lain, peran Poppy menurut Bella adalah cewek asusila. Waktu di Cabo III, ia juga sebagai wanita lesbi. Justru yagn punya ciri lain ya dalam film Getar-Getar Melodi itu. Konon oleh PT. Mega Artha Film yang mengeluarkan film tersebut, Bella di bayar cukup mahal, setelah proses tawar menawar harga sampai satu bulan. Kenapa sih kamu minta dibayar mahal dari film sebelumnya?

"Lumrah, tapi saya juga tidak menuntut. Tanpa gebrakan begitu, selamanya pemain pendatang baru dianggap murahan. Saya  kan mencoba membela yang lain, " cetusnya. 

Dalam menentukan honor, Bella boleh selangit, tapi kesehariannya Bella sederhana, bahkan ada kesan sangat ekonomis dalam pengeluaran uang. Buktinya makan yang dilahap setiap pagi cukup merebus mie. 

"Sekarang lagi paceklik, main sinetron, berapa sih honornya? Ketimbang gue ngecerin diri kan lebih adil ngirit. Tul nggak?ha..ha...ha, Bella mengumbartawa, tawa persembahan Poppy yang khas sebagaimana terlihat di sinetron Halimun. ~sumber mf No. 142/109/TH VIII, 7 - 20 Des 1991


Tuesday, June 23, 2026

NUNU DATAU DISERUDUK BANDOT

 


NUNU DATAU DISERUDUK BANDOT (berita lawas). Nunu Datau yang adik kandung mantan artis Mutia Datau ini, boleh diharapkan sebagai bintang remaja potensial. Pengalaman main film memang sudah dikenalnya sejak usia anak-anak, antaranya di tahun 1985, pernah memerankan adik Iwan Fals dalam "Damai Kami Sepanjang Hari"nya Sophan Sophiaan. 

Kini, memasuki usia remaja, Nunu pun sering ikut mendukung film-film bertemakan keremajaan. Sebutlah misalnya serial "Lupus" yang mempertemukannya dengan sang gacoan Ryan Hidayat. Namun memang hampir selalu Nunu cuma kebagian peran pembantu saja, masih belum mendapatkan kesempatan untuk memainkan peran utama. 

Begitu juga dalam filmnya yang beredar medio Januari 1992 ini, "Pesta" arahan Eduard Pesta Sirait. Disini ia berperan sebagai teman sebangku si tokoh utama Desy Ratnasari di sebuah SMA. Walau tetap jadi pemeran pembantu, namun penampilannya yang manis ceria bisa mencuri perhatian penonton. 

Menyusul untuk pembuatan "Rini Tomboy" menjelang akhir tahun 1991, Nunu pun ikutan ke Pantai Kukup di selatan Yogya. Terjadi suati peristiwa yang sangat menggelikan menjelang suting. Untuk menghidupkan suasana alam pedesaan, sutradara Noto Bagaskoro meminta Yadi dari Bagian Unit untuk menyiapkan beberapa ekor kambing yang disewa dari penduduk setempat. 

Ternyata seekor kambing jantan besar yang lazimnya disebut bandot, sangat nakal. Yadi yagn membawanya dengan tali pengikat leher sempat diseruduk sampai tunggang langgang. 

Eh, di pantai kebetulan Nunu sedang membungkuk sampai nungging, untuk membetulkan tali sepatunya. Si Bandot langsung nafsu melihat pinggul Nunu yang membulat didepannya. Mungkin disangkanya Nunu sengaja menantangnya dengan menunggung begitu. Tanpa bisa di cegah lagi, si bandot langsung menerjang, "Brasss?!)

Nunu tersungkur ke pasir sambil menjerit.

Noto, Yadi, Adjie, Jujur Prananto dan lain-lainnya buru-buru menolong Nunu dan mengamankan si bandot galak. Bagi Nunu, mungkin sakitnya sih tak seberapa, tapi kagetnya itu lho! Untungnya, tak sampai terluka, tapi beritanya cepat tersiar malah di bumbu-bumbui menjadi "Nunu Diseruduk bandot birahi!~sumber mf No. 145/112/Th. VIII, 18 - 31 Jan 1992.


Monday, June 22, 2026

MENINJAU SUTING RINI TOMBOY DI PANTAI KUKUP, RINI BERSEPEDA 'JANTAN'

 


MENINJAU SUTING RINI TOMBOY DI PANTAI KUKUP, RINI BERSEPEDA 'JANTAN' (berita lawas). Suting film "Rini Tomboy" nyaris terhenti pada saat sudah mencapai 75 persen. Produser Handi Muljono dari PT. Kanta Indah Film, bagai kehabisan nafas karena beberapa film produksinya berbujet besar sebutlah seperti "Saur Sepuh 4", "Tutur Tinular 2" dan "Balada Cinta Anglingdarma" kurang begitu berhasil dalam peredarannya. Akibatnya modal sekitar 3 milyar rupiah, sulit kembali. 

Maka, kelanjutan penyelesaian tiga film produksi terakhirnya pun menjadi tersendat-sendat. Tiga film tersebut adalah "Badai Laut Selatan", "Kamandaka" dan "Rini Tomboy" ini. 

Untunglah kemudian dicapai kesepakatan dengan pihak Subentra Bank yang bersedia mendukung dana untuk merampungkan film-film diatas. 

Di pimpin Megawati Santoso yagn melanjutkan kerjanya sebagai Produser Pelaksana, sutradara, pemain dan kru Rini Tomboy berangkat ke Yogya. Seperti di ketahui, pemeran Rini adalah pendatang baru Cornelia Agatha Dachlia, didukung oleh bintang-bintang muda seperti : Adjie Massaid, Titi Dwi Jayati, Nunu Datau serta dua remaja gres lainnya, Ninette Maritya dan Hendri Hendarto. 

Mereka berenam nampak kompak bersepeda berkeliling desa di Pantai Kukup, sekitar 60 kilometer di selatan Yogya. Dalam foto diatas terlihat Titi memboncengkan Nunu, dan Adjie memboncengkan Hendri masing-masing dengan sepeda perempuan. Tapi lihatlah Lia yang  memboncengkan Ninette, sengaja tampil beda dengan sepeda jantan.!

"Ho..ho..hoo, itu memang disengaja, " tawa sutradara Noto Bagaskoro yang setambun Samo Hung, " itu ciri khas untuk menunjukkan watak tomboy Rini yang selalu ingin tampil sportif dan boyish, kendati begitu ia masih tetap nampak manis kan?.~sumber mf No. 145/112/Th. VIII, 18 - 31 Jan 1992.

Sunday, June 21, 2026

ARIFIN C NOER, TAK ADA KEINGINAN ULUR-ULUR WAKTU


ARIFIN C NOER, TAK ADA KEINGINAN ULUR-ULUR WAKTU (berita lawas). Ada semacam rasa ketakutan dari para produser film bekerjasama dengan sutradara yang biasa kerja berlambat-lambat, sekalipun dengan alasan untuk menghasilkan film yang kualitasnya lebih baik. Logikanya memang, bekerja dengan waktu yang cukup, tidak terburu-buru akan menghasilkan sesuatu yang lebih baik. 

Namun bukan jaminan. Semua tergantung dari orang yang mengerjakan dan tergantung dari kebutuhannya. Arifin C Noer, sutradara kenamaan itu memberikan contoh dari film yang dikerjakannya. Ketika membuat film G 30 S/PKI, waktu yang dibutuhkan cukup lama. Sebab film yang menggambarkan salah satu perjuangan bangsa itu harus di dukung oleh data sejarah yang lengkap dan penanganan yang teliti. Demikian pula untuk film lanjutannya, Super Semar. 

Waktu menggarap G. 30.S / PKI, mulai dari persiapan sampai edar, memakan waktu hampir dua tahun. Sedangkan Super Semar, lebih lama lagi. Bila kualitas kedua film tersebut diukur melalui Festival Film Indonesia (FFI), kualitasnya masih di bawah Taksi, yang digarapnya. Karena kedua film diatas tidak terpilih seabgai film terbaik, sedangkan Taksi terpilih sebagai film terbaik FFI 1990. Dengan contoh tersebut, memperkuat argumentasinya, bahwa bukan waktu yang menentukan baik buruknya hasil pekerjaan. 

"Saya kira, memang tidak ada satu orangpun yang mempunyai suatu keinginan mengulur-ulur waktu, kalau memang kebutuhannya tidak banyak. Mengulur waktu, tidak saja akan merugikan produser seabgai partner, tapi juga merugikan diri sendiri!" Tegas Arifin C Noer yang oleh sementara produser di klasifikasikan sebagai sutradara yang suka mengulur ulur waktu. Walaupun ia sudah membuktikan bisa bekerja cepat dengan kualitas terbaik dan punya nilai ekonomi tinggi. 

Sekarang ini, katanya, untuk menyelesaikan Bibir Mer, iapun akan berusaha bekerja maksimal, cepat dan tentu cermat. Alasannya masuk akal, karena katanya ia harus segera bersiap-siap mementas lagi dengan Teater Kecil yang dipimpinnya. "Setelah sukses di Singapura dengan Ozon, datang tawaran lagi untuk tampil disana , dilanjutkan ke Hongkong dan Tokyo. "Kami sudah menerima tawaran itu lewat faksimili, tapi kami belum memberi jawaban. Kami pikir, memang perlu diterima tawaran tersebut agar kita juga di kenal lebih luas di luar negeri. Kesempatan-kesempatan semacam ini, akan memberikan pengalaman yang berharga.,"katanya seraya menjelaskan pementasannya di luar negeri menggunakan dialog bahasa Inggris. Karena dialognya dalam bahasa Inggris, mau tidak mau kita berlatih lebih serius. Hal demikian dapat mematangkan diri kita sendiri. 

Mengomentari tentang pemain film Indonesia, Arifin bilang "Pada dasarnya pemain Indonesia itu berbakat, cuma katanya, penempatan untuk mematangkan kemampuan pemain tersebut diperlukan keseriusan dari para sutradara. ~sumber mf No. 145/112/Th. VIII, 18 - 31 Jan 1992.