SUTING AJIAN RATU LAUT KIDUL, Hujan deras berganti gerimis, angin sepoi membawa uap air, bumi Jakarta pun kian dingin. Sementara dibalik malam yang dingin itu kru film terseok seok, penat dan letih membaur jadi satu. Ya, orang film harus bisa bekerja segala cuaca.
"Ok! Kamera go (action) pekik Sisworo Gautama Putra selaku sutradara. Seorang pemeran pembantu bertubuh kekar bergerak, sementara Suzanna menatap dengan sorotan tajam. Ternyata Sisworo tahu persis meramu tema film horor. Penempatan kamera yang dipegang Partogi Simatupang begitu pas dengan seleranya. Suting pun berjalan mulus dengan target 26 hari harus selesai.
Sekali ini Sisworo dihadapkan pada tantangan untuk mampu menghasilkan karya baik dengan waktu yang singkat serta anggaran standar. Soal akal-akalan set, misalnya sebuah bangunan mewah yang belum rampung bisa disulap jadi set angker sebagai markas para bandit.
Meski malam telah larut, penata artistik masih bekerja, menyiapkan boneka-bonekaan dan perangkat efek lainnya. Skedul suting tidak rapi. Berantakan karena para pemainnya sebagian suting di tempat lain. Tak jarang suting break gara-gara pemain.
"kita sudah membuat dua ribu tigak kali glass shot, masak kalian tidak bisa. Ayo cepat dong, " teriak Sisworo memlihat persiapan adegan glass shot, dimana Suzanna masuk ke dalam jasad orang lain. Ia ngomel karena siraman tata lampu tidak tepat membuat pengambilan gambar terganggu. Satu jam untuk persiapan glass shot, membuat Suzanna letih. Berkali-kali latihan dan istirahat . Pada saat-saat tertentu Sisworo galak di lokasi suting. Tekadang omelannya mujarab juga untuk kerja cepat dengan hasil maksimal.
Malam itu pengambilan gambar dengan glass shot termasuk cepat. "Bukan kita takut dengan omelannya, sehingga kerja jadi cepat. Temperamennya memang begitu, tapi terkadang ada gangguan teknis yang menghambat suting, " ujar seorang penata lampu.
Paling seru selama suting berlangsung adalah adegan pembotakan rambut pemeran pembantu. Suasana ketika itu agak ramai, sebab adegan pembotakan itu dilakukan masyarakat di lingkungan suting berlangsung. Ada yagn tertawa, prihatin dan kagum kepada seorang ibu rumah tangga yang mau kepalanya di botaki! Tapi bagi Sri Rahayu Agustin yagn menjadi korban merupakan kebanggaan. "Sebab cukup lama saya ingin mendapat peran besar tapi baru sekali ini saya dapati, " katanya.
Film Ajian Ratu Laut Kidul yang di produksi PT. Libra Inter Delta Film dibintangi oleh Suzanna, Clift Sangra, Tino Karo, Ratu Dhenok, Saigian Sugaja, Yornania, Johny Indo, Rita Sheba, Erfan Yudha dan Sri Rahayu Agustin Film horor ini dipenuhi balas dendam dari wanita yagn sakit hati kepada orang yang menjerumuskannya sehingga wajahnya cepat dan jabatanya sebagii Lurah di comot.
Karena tak tahan, eks lurah ini pergi meninggalkan desanya sampai suatu ketika berjumpa dengan lelaki tua jelek yang monolongnya, dengan syarat mau dipersunting. Apa salahnya menerima lamaran itu . Tiba-tiba wajahnya menjadi cantik seperti Ratu laut Kidul.
MF 143/110/TH VIII, 21 Des 1991 - 3 Jan 1992

.png)





