Monday, March 23, 2026

BENNY G RAHARDJA, LUKA KENA TOMBAK


BENNY G RAHARDJA, LUKA KENA TOMBAK, (berita lawas). Lama Benny G Rahardja mengilang dari dunia film, kemudian muncul kembali lewat film Tutur Tinular. Film kedua setelah tiga tahun menjadibisnisman inilah malapetaka terjadi. Seorang figuan  film Jago menombaknya, sehingga tangannya berlumur darah dan diapun meringis kesakitan. Suting jadi break. Semua kru ikut panik. Tapi dia cepat di selamatkan kerumah sakit.

"Lukanya tidak seberapa, tapi tiga jahitan juga. Namun saya tidak bisa langsung suting," kata artis kelahiran Ujung Pandang ini. Apa pasal kecelakaan terjadi? "Salah kontrol saja. itulah resikonya menjadi pemain film action. Meleng sedikit saja cidera," ujarnya menyesali. Karena Benny juga seorang guru silat soal luka tidak menjadi masalah. Bayangkan besoknya dia dapat berlakon kembali. Apakah karena lokasi suting cukup angker? Beberapa artis ada yang kesambet, bahkan seorang darinya kesurupan?"Ah tidak, " tangkisnya. 

Lalu apa yang membuatnya kembali ke film? Sebenarnya dia ingin meninggalkan dunia film. Karena ditawarkan untuk  berlakon dalam film Tutur Tinular hal ini sulit ditolaknya. Salah satunya adalah instrukturnya orang HOngkong. Sebab dari beliau-beliau itu kita bisa memetik pengalaman, tanpa harus ke Hongkong. Kalau kita kesana berapa harus mengeluarkan biaya. Begitu juga dengan yang lainnya, katanya terus terang. 

Karena dia tersentuh film lagi, mau tidak mau diapun menerima dalam film Jago. "Inilah yang sulit, badan saya panas kembali kalau melihat kamera. Padahal tugas-tugasnya masih banyak sebagai seroang bisnisman. Namun yang jelas dia takkan surut dari dunia film walau cedera bagaimanapun. Sebab dia telah tertempa oleh ilmu bela diri yang memadai.~MF 110/78 Tahun VI, 15-28 sept 1990

Sunday, March 22, 2026

FILM LANGKAH LANGKAH PASTI, WANITA BUAT UMPAN


 FILM LANGKAH LANGKAH PASTI, WANITA BUAT UMPAN. Langkah Langkah Pasti merupakan karya ke 7 sutradara Acok Rahman, Produksi ke II PT. Metro Vistaria Film . Pendukung film ini cukup bisa diandalkan. Menggunakan artis besar yagn sebagian remaja seperty Hengky Tornando, Sally Marcellina, Vivian Boyoh, Simon Cader, Johny Indo, Rudy Salam dll. Sementara tokoh old crack Muni Cader yang biasa dapat peran antagonis, dalam film ini diberi peran sebagai orang baik yagn selalu jadi tumpuan nasihat dan harapan anak-anak muda. 

Film laga ini oleh Acok Rahman sengaja tidak di visualikan untuk lebih banyak meletuskan senjata api. Yang dominan justru fight menggunakan tangan kosong. 

"Saya ingin menonjolkan Indonesianya di film ini. Jika dengan senjata modern seperti aetion modern Barat atau HOngkong, saya rasa kuran sreg. Ada adegan mobil nyebur, atau menembus pertokoan atau lewat etalase kaca. "Saya perlu menampilkannya, mengingat cerita itu sendiri, kata sutradara Acok Rahman, yang sudah menangani 7 film, sejak film pertamanya "Mandi Madu" pada tahun 1984.~MF 095/63/Tahun VI, 17 Feb - 2 Mar 1990


SYAIFUL NAZAR, DARI STUNTMAN KE PERAN UTAMA


 SYAIFUL NAZAR, DARI STUNTMAN KE PERAN UTAMA, Stuntman adalah satu istilah dalam dunia film yang ditujukan pada orang yang tugasnya menggantikan bintang melakukan adegan berbahaya. Sudah barang tentu seorang stuntman harus punya kemahiran dan keberanian istimewa. Seperti halnya Syaiful Nazar yang berasal dari Salido, Pesisir Selatan Sumatera Barat ini. 

"Saya sudah pernah menggantikan Barry Prima (Dalam Bergola Ijo) , Advent Bangun (Dalam Si Buta dan Jaka Sembung), Georgy Rudy (Jaka Gledek) dan Willy Dozan (Pendekar Liar), khususnya untuk adegan salto dan jumpalitan," katanya bangga. 

Lulusan FPOK (Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan) ini memang sudah berhak menyandang gelar Drs. Prestasinya dalam bidang olahraga seabreg. Untuk meyebutkan beberapa diantaranya, juara Gulat Remaja 76, Juara Senam PON IX (77), Juara Senam Seagames 79, Juara Senam Pelajar Asean 80, sekaligus merebut 4 medali emas dalam PON X (81) serta Sea Games 2 di Manila. 

"Tahun 85, saat mengikuti Sea Games di Bangkok, saya mengalami cedera tulang punggung, kendati begitu masih bisa menyabet medali perak,"kenangnya. 

Perkara main film memang sudah jadi cita-citanya sejak kecil. Sayang, karena tingginya kurang, cuma 1,59 meter, maka paling cuma dipasang sebagai pemeran pembantu saja. Mulai main film diajak sutradara Dasri Yacob lewat "Pendekar Liar" sebagai guru Willy Dozan. Perannya yang mengesankan sebagai si Kupra pendekar bego pendamping Barry Prima dalam "Mandala dari Sungai Ular", lalu jadi petinju panter Willy dalam Rio Sang Juara. 

"Bekal saya memang pencak silat dan senam, " aku Syaiful. tapi kemudian saya mencangkok jurus-jurus taekwondo dari Barry, karate dari Advent dan Kungfu dari Willy."

Memasuki tahun 1990, nampakna bintang Syaiful mulai mencorong. Dipercaya untuk berperan lebih dalam film silat seperti  "Pendekar Tapak Sakti", "Misteri Lembah Naga" dan "Jago" yang paling membanggakan adalah ketika dipilih sebagai pemeran utama dalam produksi PT. Garuda Film yaitu "Pendekar Cabe Rawit" berpasangan dengan Uci Bing Slamet dan bertarung melawan WD Mochtar dan Johan Saimima. 

Syaiful Nazar beristrikan Meliani mahasiswi teladan IKIP, dan memiliki putri Melisa Fitri. Harapannya bisa mempopulerkan silat tradisional lewat film laga nasional. ~MF 110/78 Tahun VI, 15-28 sept 1990


TIEN ISTRI BZ KADARYONO

 


TIEN ISTRI BZ KADARYONO, (berita lawas). BZ Kadaryono salah satu nama sutradara yang terkadang jadi bulan-bulanan pemain orbitannya, tentu saja yang dimaksud pemain cewek. Berbagai tudingan pun mampir bertubi-tubi bahwa sutradara bertubuh jangkung ini cenderung memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Seperti memacari si pemain atau mengintiminya dengan maksud-maksud tertentu. Benar atau tidak kabar burung ini hanya yang bersangkutan yang lebih tahu. 

Tapi istrinya, Tien Kadaryono malah membenarnkan, meski tidak seratus persen,. "Omongan oran gluar itu pernah saya buktikan kok. Cuma saja kita orang-orang tua berpikir panjang kalau sampai persoalan ini menjadi malapetaka dalam keluarga. Ya sudahlah selama ia masih memperhatikan kebutuhan anak-anak dan saya, macam gituan saya redam saja, " tukas Tien maklum. 

Karena Tien juga sebagai pemain sering mendapat godaan dari sutradara atau sesama pemain. Di lokasi itu segalanya bisa saja terjadi, namun Tien bilang kompensasi itu perlu asal tidak melahirkan ekses. Nah, bagi Tien soal pergi ke disko misalnya, tetap masih suka. penah suatu saat Tien juga dikait-kaitkan dengan Hengky Tornando. "Ya saya sering jalan bareng dengannya, namun tuduhan itu nggak mutlak, karena disamping Hengky saya ditemani Lina Budiarti,  papar Tien. 

Ulah suaminya yang sering dipanggi Mas Yon, Tien bilang wajar-wajar saja. Yang namanya manusia, ada yang tahan atau tidak menepis godaan. Mungkin, kata Tien suaminya puya maksud baik dalam pendekatannya kepada pemain, tinggal tergantung pemain itu sendiri menentukan sikap. "Karena pernah suatu hari saya kedatangan cewek yang juga pemain film. Gara-gara berita dimajalah, bahwa Mas YOn makin intim dengannya. Saya tenang saja dan ia minta maaf. Justru dengan maaf itu saya tambah bingung. Masalahnya jika orang itu minta maaf berarti punya salah kan?, "Sikap mas Yon sendiri, ya gitulah namanya aja laki-laki, ' gumamnya seperti ada sesuatu yang mengganjal. 

Tien berterus terang segala macam kabar buruk tentang suaminya diluar itu tanggungjawabnya. "Tugas saya menetralisir keburukan itu kepada anak-anak. Abis mau gimana. Mas Yon kan manusia bukan hewan, masa sih mau kita paksa untuk takluk pada pendirian kita. Mana mungkin?, serganya. "Dirumah ia suami saya dan diluar milik publik. Saya pasrah saja dengan takdir. Jika memang kabar burung itu menjadi kenyataan, " tandasnya agak klise. ~MF 110/78 Tahun VI, 15-28 sept 1990


MAAF DARI KELUARGA VAN DANOE, EPS SPESIAL LEBARAN


 MAAF DARI KELUARGA VAN DANOE, EPS SPESIAL LEBARAN, (Berita lawas). Serial Keluarga Van Danoe memang berbeda dengan lenong Rumpi. Kalau dalam serialnya Boim dan kawan-kawan itu, tokoh dan profesinya terus berganti-ganti setiap minggu, maka sekarang karakter setiap tokoh sudah paten. Robby Tumewu sebagi si kepala keluarga konglomerat Karel Van Danoe Wiryo, Ferina (Isterinya, Ceu Kokom), Debby Sahertian (Adiknya, Zus Zeba Van Santen), Ari Wibowo sebagai anak sulunya, Jansen, Dina Laenia (Si Bungsu Leince), Merry Hakim (Si Pembantu Madonnah). Hengky Solaeman selain mengarahkan juga berperan sebagai Oom Piet, si penasehat yang di sebelin dan sesekali tampil Bob Sadino (Oom Koes, sesepuh keluarga).

Sudah pernah ditampilkan bintang-bintang tamu dari si pesulap Frans Harrary sampai Rano Karno, Chintami Atmanegara dan lain-lainnya. 

Untuk menyambut Idul Fitri (1413 H) bertepatan dengan tahun 1993 Masehi, disiapkan episode spesial bertajuk Maaf, Maaf, Maaf. Seluruh keluarga main semua, plus bintang-bintang tamu Anna Shirley, Chintami Atmanegara dan Merdy Salim. Durasinya dilipat duakan menjadi satu jam penayangan. 

Ceritanya keluarga Van Danoe merencanakan bet-long-week-end ke Los Angeles. Belum apa apa, Kokom dan Koba sudah ribut sendiri menentukan tujuan mereka, sedang Karel memilih menginap di Santa Monica, lokasi suting serial Bay Watch dimana banyak cewek seksi berbikini berseeliweran. 

Si Sopir Ono dan si babu Onah diajak juga. Tugas Oom Piet untuk menyiapkan paspor mereka. Eh, Oom Piet sendiri jebul tak diajak, "Jij jaga rumah saya ya, kan lebaran banyak tamu yang datang, cuma jij Piet yagn ike percaya, " ujar karel. 

Karual Oom Piet kecewa berat. Kebetulan Oom Koes datang. Langsung  Oom Piet menghasutnya. berhasil. Oom Koes memarahi seluruh keluarga Karel. "Kalian sok kaya ya, sudah melupakan adat timur Lebaran kok malah jalan-jalan ke LA bukan di rumah!".

Batallah rencana muluk-muluk mereka. Tibanya Hari Raya disambut dengan acara sungkem seluruh keluarga. Tamu berdatangan bagai tak putusnya,sampai Karel kelelaha. Eh mendadak datang juga biduanita kece, Chintami Atmanegara. Tergugah semangan Karel mengajaknya ke ruang privae. Kokom yang sudah bangun tidur jadi cemburu banget. 

Keluarga Van Danoe tayang di saluran RCTI. ~ Mf 175/142/Th. IX 20 Maret - 3 Apr 1993

PEDANG NAGA PASA, BANYAK ADEGAN TERBANG YANG MENDEBARKAN!

 


PEDANG NAGA PASA, BANYAK ADEGAN TERBANG YANG MENDEBARKAN! (Cerita Lawas). Menurut data produksi dari sekretariat PPFI (Persatuan Perusahaan Film Indonesia), sebenarnya masih cukup banyak film tema action yang di produksi para produser kita. Namn semua itu seakan tenggelam oleh sukses besar Saur Sepuh yang telah beberapa serial di produksi. 

Kecuali PT. Inem Film yang tetap produktif dengan tema action untuk penonton bioskop kelas menengah kebawah. Beberapa perusahaan lain tak mau ketinggalan. Mercu Alam Abadi menggiring H. Rhoma Irama untuk tidak selalu berda'wah lewat Jaka Swara, Raja dangdut yang kini mulai memudar pamornya, diorbitkan sebagai bintang action baru. Ini adalah film full action Rhoma Irama yang pertama. 

Masih dari perusahaan yang sama, Liliek Sudjio  yang memang sejak dulu telah dikenal sebagai sutradara trampil dalam menggarap film-film action, menangani Misteri dari Gunung Merapi. Cerita tersebut juga diangkat dari cerita sandiwara radio yang telah populer dikalangan masyarakat. Ternyata Misteri dari Gunung Merapi sukses besar. Alhasil dilanjutkan dengan film keduanya.

Lalu, Rapi Film perusahaan yang cukup produktif tahun 90 ini memproduksi sekitar 12 judul, dimana dalam berproduksi cukup bervariasi, tak mau pula ketinggalan untuk menampilknan tema action. Pedang Naga Pasa judul film yang beredar serentak di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa timur dan Sumatera Utara 24 September 1990.

Film yang dibintangi oleh Advent bangun, WD Mochtar, Erick Soemadinata, Baron Hermanto, Devi Ivone, Anneke Putri, Alba Fuad, dan ratusan pemain lain, termasuk puluhan pemain yang menguasai ilmu bela diri pencak silat dan karate. Jumlah tersebut masih ditambah lagi dengan keterlibatan sekitar 100 ekor kuda, sehingga benar-benar nampak sangat kolosal. 

Memang tidak ada burung raksasanya yang terbang gagah diangkasa. Tapi soal adegan adegan terbang yagn sangat mendebarkan. Dalam pedang Naga Pasa yang cerita dan skenarionya ditulis oleh Baron Achmadi dan disutradarai Slamet Riyadi, tidak kalah dengan Saur Sepuh. 

Walau mengaku telah berpengalaman untuk adegan terbang, ternyata Pedang naga Pasa, Devi Ivone yang sudah bermain dalam 20 film, dimana 15 diantaranya film action. Terpaksa harus sering menahan kesakitan. "Tangan saya sempat nyaris patah tulang!" kenang Devi yang juga menambah profesi jadi penyanyi. 

"Soal di gantung-gantung (sling) sudah biasa. Tapi yang satu ini memang benar-benar berat!" tukas Alba menimpali. Pendatang baru yang mengawali karirnya di film Permainan Di Balik Tirai, juga produksi Rapi film, memang tidak sempat menderita separah Devi. "Lecet-lecet kecil, biasa. Namanya juga film beranteman!" tukas putri Fuad Hasan drummer God Bless (Alm) yang mendapat kecelakaan lalulintas itu. 

"Kala saja tidak di dukung bintang-bintang action saya pasti akan banyak mengalami kesulitan. Beruntung pemain yang terlibat tidak saja mempunyai ilmu bela diri yang tangguh. Mereka selama ini telah dikenal sebagai aktor laga!" tukas Slamet Riyadi sang sutradara.

Meski proses ke luar negeri ini bukan pelanggaran. Sebab peraturannya masih memungkinkan sebuah film yang bagian-bagiannya belum bisa dikerjakan di dalam negeri, masih bisa diberikan izin untuk prosesing keluar negeri. Dan Pedang Naga Pasa keluar negeri seizin pemerintah. 

"Film action sukmanya pada spesial efek. Kalau spesial efeknya kurang sempurna, pasti kurang menarik. karena itu kami tak segan ke luar negeri, meski dengan biaya yang relatif lebih mahal, " tukas Gope T Samtani sang produser. Mudah-mudahan masyarakat tidak kecewa dengan film ini, tambah Gpe lagi. MF 110/78 Tahun VI 15-28 September 1990

Wednesday, March 18, 2026

RITA ZAHARA

 


RITA ZAHARA, Mengejar Sutradara Mati Hidup di Film (Cerita Lawas). Ada orang yang senang mem bunuh? Dengan menghunus rencong di tangan kanan, dan tanpa ragu-ragu ia hunjam senjata khas daerah Aceh itu ke tubuh wanita di hadapannya. Bles. Darahpun bersimbah di sekujur tubuh fatimah. Wanita itu mengerang dan roboh disaksikan banyak orang. 

Mengapa itu dilakukan, tanya pemimpinnya. Maafkan saya, jawab wanita yang memegang senjata rencong itu. 

"Diantara semua adegan, cuma adegan diatas yang paling saya senangi," ujar Rita Zahara yang berperan sebagai Nya' Bantu dalam film "Tjoet Nja' Dhien". Meski jawaban Nya' Bantu singkat, menurut Rita, mempunyai arti yang sangat dalam. "Karena adegan tersebut dapat dikatakan titik puncak kemarahan Tjoet Nja Dhien kepada pengkhianat, yang dapat dirasakan, lalu di terjemahkan oleh Nya' Bantu. Bagi pengkhianat hukumannya kan jelas mati. Maka secara spontan saya, eh maksudnya Nya' Bantu, harus membunuhnya, ' tutur Rita di kediamannya di bilangan Kebon Kacang, Jakarta Pusat. 

"Film ini memang banyak memeras tenaga, waktu dan biaya. Tapi hasilnya dong, luar biasa sekali, cetus Rita Zahara sambil menggeleng-gelengkan kepala kagum. Dan ia sendiri salut pada keberanian Eros yang memvisualkan wanita Aceh itu. Dikatakannya bahwa Eros tekun dan teliti. Tak pelak, Rita pun dituntut untuk menghayati peran, yang meurutnya boleh dikatakan agak berat juga.  Karena itu Rita melakukan observasi secara langsung hidup dan bergaul dengan masyarakat terutama di Sigli. Maka ia mengerti dan memahami bahasa setempat, yang bicaranya tidak lemah lembut, cara berjalan yang gagah berani. Pokoknya saya tidur dan bergaul dengan mereka, sehingga tahu cara hidup mereka, kata Rita. 

Ria Zahara, Ibu 7 anak dan lahir di Singapura pada 5 Desember 1942, sedang magang sebagai asisten sutradara dalam film "Pacar Ketinggalan Kereta" garapan Teguh Karya. Lulusan ATNI tahun 1964 ini berniat mengisi profesi sutradara wanita yang masih langka di negeri ini. Sebelumnya, ia pun telah menjajal kemampuannya sebagai pembuat skenario sekaligus pengatur laku dalam sandiwara "Rona Rona" di TVRI. Juga ia telah merampungkan beberapa skenario film dan teve, yang ia beri judul "Darah Hitam", "Tangismu Milikku", "Keramat Batu Lebur" serta "Usia dan Cinta".

"Saya sangat mencintai dunia film ini. Saya tidak akan menyeleweng dari dunia seni. Kalau film lagi sepi, maka saya berusaha nyanyi, main drama atau menulis skenario. Saya hidup sekaligus membesarkan anak-anak dari hasil dunia ini. Saya nggak punya bakat bisnis, misalnya," tutur istri Piet Pagau yang juga pemain film. "Dan mudah-mudahan cita-cita sutradara itu tercapai. Namun saya beranjakdari tidak punya duit, yang saya andalkan adalah kemampuan dan pengalaman serta dorongan sutradara Teguh Karya, Wahyu Sihombing, Asrul Sani, " ungkap Rita sungguh sungguh. 

Rita Zahara pertama kali terjun ke layar putih lewat film "Gaya Remaja" (1960) Film-film selanjutna seperti "Teror Di Sulawesi Selatan", Macan Kemayoran", "Fajar Di Tengah Kabut", "Senja Di Jakarta", "Honey Money & Jakarta Fair", Misteri Di Borobudur, "Panji Tengkorak", "Manusia terakhir", "Kemasukan Setan", "Pembalasan Si Pitung" serta ikut pula dalam Jakarta 66" dan Noesa Penida".

Rita menceritakan bahwa kehidupan keluarganya yang berdarah seni itu telah di tularkan pada anak-anaknya. Ketujun anaknya, bahkan cucunya telah mencicipi dunia seni, entah di film, teve maupun nyanyi. Pokoknya saya menganjurkan pada mereka menggeluti dunia seni. Kan seni tak begitu banyak memerlukan pendidikan dan biaya, " katanya. "Apalagi sekarang betapa sulitnya cari kerjaan", tambahnya, Rita yang pernah terkenal sebagai penjaga gawang sepakbola pertama di Indonesia selain menikah 3 kali. sumber MF 062/30/Tahun V, 12-25 November 1988


LISA PATSY, TENTANG CIUMAN BIBIR


 LISA PATSY, TENTANG CIUMAN BIBIR (Berita Lawas). Tantangan bintang Indo tampaknya lebih banyak. Mereka umumnya menjadi sasaran dagang bagi produser dan sutradara. Ini dirasakan sekali oleh Lisa Patsy, cewek yagn di besarkan di negeri Paman Sam sana. Ia mengungkapkan ogah bradegan berbuka ria dan ciuman bibir. Waktu itu bertepatan dengan shooting film "Godain Kita Dong" bersama Warkop DKI. Rupanya sikapnya ini goyah juga, dan tak mampu berkutik pada sutradara Arizal. Dalang komersil ii menyuruhnya mengenakan pakaian seksi dan merangsang dalam film "Membakar Lingkaran Api". Bahkan ada satu adegan pemer kosaan dimana sebagian tubuhnya tersingkap bebas. "Biarin deh, asal tidak berkesan jorok. Kang nggak semua adegan buka-buka menimbulkan kejorokan. Lagian disitu kan saya di per kosa masa sih mesti tertutup rapat kayak mayat, " tandas Lisa yang mulai lancar bahasa Indonesia. 

Sebetulnya, kata Lisa soal pakaian seksi atau adegan buka-bukaan baginya secara pribadi tidak keberatan. Yag menjadi persoalan menjaga nama baiknya di sekolah dan lingkungan di mana ia tinggal. "Bohong kalau saya bilang nggak pernah main "begituan" contohnya ciuman atau main raba. Saya kan udah punya pacar, jadi logis saja bercinta di barengi usap-usap," akunya polos. Tapi yang satu ini Lisa pesan jangan ditiru cewek ingusan yang lain. Ia sendiri memang baru menginjak usia 15. Soal sudah matang dalam bercinta, mungkin lingkungan negara tempat membesarkannya menghendaki begitu. 

Cewek bernama asli Priscilia Lisa Maria ini masih sangat polos, hal ini disadarinya betul. Cuma yang paling sulit baginya untuk melawan perasaan dan kemauan orang lain. Nah, sekarang lIsa teguh tidak main buka-bukaan yang vulgar, tapi ia sendiri nggak tahu untuk esok. "Saya berani bilang begitu, karena hidup ini lewat proses. Sikap oran gbisa berubah dengan sendirinya seusai tuntutan perasaan tadi. Pokoknya untuk film saya nggak bisa obral janji dulu baik yang menyangkut batasan peran atau segalanya, nanti takut dibilang munafik, " begitu prinsip Lisa. ~MF 110/78 Tahun VI, 15-28 sept 1990