Thursday, August 13, 2026

ADAM JORDAN NYARIS PUTUS ASA

 


ADAM JORDAN NYARIS PUTUS ASA, (berita lawas). Saya selalu berusaha untuk hidup dengan wajar dan benar-benar tidak ngoyo. Itulah sebabnya saya tidak begitu merasakan sulitnya untuk menjadi artis, apalagi semua yang saya raih hanyalah suatu usaha yang sangat kebetulan. 

Kebetulan saya diajak teman sekampus main sinetron, kebetulan juga saya didaftarkan mengikuti pemilihan Abnon '94 dan kebetulan saya punya pikiran diterima syukur alhamdulillah tapi kalau gagal tak jadi masalah. 

Namun Tuhan rupanya menghendaki saya terjun ke bidang ini diberinya saya kesempatan. Apapun resikonya saya harus berusaha semaksimal mungkin. Pernah saya nyaris putus asa menjalani serangkaian suting untuk iklan sebuah bank, dari kampus saya langsung start ke daerah Glodok tiba disana jam 7 malam dan selesai jam tujuh pagi, bayangkan hari itu saya ada ujian di kampus sementara malam harinya saya harus kembali lagi ke lokasi. Mana yang harus saya pilih, karir atau studi?

Saya pilih keduanya, bukan karena saya berambisi menjadi terkenal, bukan tapi lebih disebabkan karena pada dasarnya saya suka kesibukan. Sibuk dalam porsi yang wajar. Jadi saya percaya kalau kita hidup wajar, cari makan sewajarnya, bergaul sewajarnya, tiak akan menimbulkan gosip murahan. Tapi andaikata kena gosip juga, tenang saja, Selama berada di jalan yang benar, kita tidak akan merasa gosip itu suatu masalah. ~~MF No. 243/209/XII/7-20 Oktober 1995

TABAH PENEMUAN

 


TABAH PENEMUAN (berita lawas) Aktor sinetron, putra penyair dan pengarang Mansyur Samin ini mengaku pernah terlibat cinta kilat dengan Almh Nike Ardilla tapi percintaan seumur jagung itu putus karena menyadari telah saling mengkhianati pasangan masing-masing sebelumya. 

"Saya bukan bintang. Saya Aktor! itulah warisan sepotong kalimat yang diucapkan almarhum aktor besar Soekarno M Noor. Ucapan itu ternyata begitu melekat dihati bintang  yang lagi naik daun, Tabah Penemuan. 

Mengapa begitu? Karena dari warisan kata-kata itu ternyata membuat Tabah tidak menjadi orang yagn mudah besar kepala. Meski namanya belakangan ini lagi naik ke permukaan, pemuda ganteng kelahiran Jakarta, 2 Februari 1991 ini tetap tampil sederhana, rendah hati, bahkan kadang terkesan cuek. 

Belakangan pemeran di sinetron Warisan, mengaku kini lebih sedikit sepi. Maklum ia lagi asli sendirian, dengan kata lain tak ada pacar. Wanita yang bagaimana yang menjadi idamannya?Mengapa baru kini ia mengaku sempat terlibat cinta lokasi dengan Nike Ardilla? berikut petikan wawancara yang dimuat di MF No. 243/209/XII/7-20 Oktober 1995

T : Ada Pengaruh dalam kehidupan sehari-hari dengan semakin populernya nama kamu belakangan ini?

J  : Ya belakangan ini saya sering menerima telepon gelap, entah itu dari tante-tante atau dari gay yang ingin mengajak kencan. Tapi semua itu tidak saya layani. 

T : Mengapa?

J : Untuk apa melayani orang macam itu?

T : Nyesel nggak jadi orang terkenal?

J : nggak! Popularitas itu kan hanya dampak dari profesi saya. 

T : Kenapa sih kamu masih suka nongkrong di TIM (Taman Ismail Marzuki) ini?

J : Karena dari sinilah saya banyak belajar dan berproses dalam banyak hal. Makanya saya sulit meninggalkan tempat ini. 

T : Apa yang kamu sukai dalam hidup ini?

J : Saya paling menyukai kejujuran

T : Dan yang tidak disukai?

J : Kemunafikan

T : Kabarnya dengan almarhumah Nike Ardilla, kamu sempat dekat?

J : Ya, kami memang sempat pacaran kilat. Tapi akhirnya kita bubaran secara baik-baik. Tepatnya , kita putus 4 bulan sebelum Nike meninggal. 

T : Kenapa?

J : Karena saya pribadi menyadari telah mengkhianati cinta saya pada seseorang. Dan Nikepun waktu itu juga menyadari bahwa merebut kekasih orang itu tidak baik. Bahkan, karena rasa berdosa saya kian mendalam. Akhirnya tak cuma dengan Nike Saya bubar, dengan anak seorang artispun saya pilih putus saja. 

T : Kalau lagi sendiri seperti ini dan begitu melihat orang sedang pacaran persasaan kamu bagaimana?

J : Jelas cemburu dong!. 

T : Kelihatannya kamu termasuk cowok playboy , ya

J: Itu menurut Anda. Tapi yang tepat adalah saya seorang pengabdi cinta. 

T : Sesungguhnya wanita semacam apa yang menjadi idaman kamu?

J : Pertama, yang seiman, kemudian yang penuh pengertian, penuh perhatian, enak diajak komunikasi, nggak ngebosenin, sabar dan sayang sama saya tentunya. 

T : Produksi sinetron belakangan ini terus membanjir, Tai kamu tetap menahan diri untuk tampil selektif, mengapa?

J : Saya akui tawaran terus mengalir tanpa henti untuk saya, Namun saya tidak mau memakai aji mumpung. Karena saya ingin tetap menjaga kualitas penampilan saya. 

T : Selain suka nongkrong di TIM, dimana lagi kamu suka nongkrong?

J : Saya suka nongkrong di pasar. karena disitu segala ekspresi ada dan muncul tanpa kemunafikan. Nah, dari situ pula saya banyak belajar tentang pola tingkah manusia yang saya mainkan di sinetron. 

T : Hal Apa yang selalu kamu ingat dalam hidup ini?

J : Tidak boleh lupa diri dan selalu ingat tanah.

T : Dalam pembentukan pribadi siapa yang paling mempengaruhi?

J : Kedua orangtua saya, tentunya. Mereka adalah orang-orang yang begitu besar jasanya dalam pembentukan pribadi saya seperti ini. 

T : Kembali ke soal Nike, bagaimana mulanya kamu bisa jatuh cinta padanya?

J : Mulanya, kita sering bertemu di lokasi suting Warisan, di mana kami berdua adalah pemeran utamanya. Nah, dari situ Nike sering bertukar pikiran dan minta pendapat dan nasehat dari saya. Dan dari situ pula tumbuh cinta kasih kami yang seumur jagung itu. 

T : Ngomong-ngomong setelah Nike meninggal  kamu sering mimpi nggak dengan dia?

J : Waktu dia baru meninggal saya akui masih sering bermimpi dengan dia. Tapi, belakangan ini sudah jarang. Namun begitu almarhumah adalah sosok wanita yang punya kenangan khusus dengan saya pribadi

*)selain di sinetron Warisan, Tabah Penemuan juga pernah berpasangan dengan Nike Ardilla disinetron Jalur Putih. Ada yang mengikuti? kayaknya nggak sampai selesai ya sinetronnya dulu mimin mengikuti. 


Wednesday, August 12, 2026

KILAS BALIK, PENGUMUMAN NOMINASI FESTIVAL SINETRON INDONESIA 1994


 KILAS BALIK, PENGUMUMAN NOMINASI FESTIVAL SINETRON INDONESIA 1994 (berita lawas). Artis-artis Indonesia seperti ikan yagn terjun kembali ke kolam dalam acara pengumuman Nominasi Festival Sinetron Indonesia 1994. Seolah menyembuhkan kerinduan mereka pada forum FFI saat mana mereka apat tampil penuh gebyar dan habis-habisan demikianlah yang tampak pada pemandangan mereka di Hailai Executive Clum di Ancol, Jakarta , awal Desember 1994. 

Dengan hasil pengumuman yang mengejutkan banyak pihak terutama pengamat sinetron, Festival Sinetron Indonesia yang pertama kali diselenggarakan oleh panitia tetap ini memang memerlukan pengkajian ulang untuk sejumlah peraturan dasar dan kriteria-kriteria-an penyertaannya. 

"Sehingga juri-juri baik di Komite Seleksi maupun di Juri Utama tak menjadi sasaran kecaman, karena mereka bekerja berdasarkan aturan yang sudah keliru dan kontroversial, "kata seorang kritikus wartawan dari harian terkemuka. 

Meski begitu banyak kelemahan dan kekurangan dalam berbagai segi, juga acaranya toh forum seperti ini nampaknya tetap menjadi tumpahan para selebriti kita, dimana mereka memang memerlukan adanya panggung untuk tampil habis-habisan, ketika dalam peran mereka di sinetron-sinetron yang mereka bintangi tak begitu penting, atau film layar lebar yang mereka harapkan, malah makin terkapar pingsan. 

Hailai Executive Club Ancol menyiratkan kesaksian akan banyak hal. Wajah-wajah yang ceria yang terekspos dan ternominasi atau murung dan kecewa karena namanya tak tersebut dalam daftar harapan pemenang, juga kekesalan oleh acara yang bertele-tele  oleh penyelenggaaan yang kacau balau. Tanyakanlah pada Debby Sahertian, Titi Dwi jayati, Dede Yusuf, Wieke Widowati, Ully Artha, Rina Hassim, drg Fadli, Ita Mustafa, Nike Ardilla, Shanaz Haque, AB Three, grup Asia Bagus, Dona Harun, Wiwied, Hilda Arifin dan peragawati serta artis lainnya, tentulah mereka mensyukuri adanya acara ini karena disanalah mereka bisa bertemu kembali dan menegaskan kehadiran dan keberadaan mereka di panggung selebriti Indonesia. ~MF 222/188/TH XI, 17 - 30 Desember 1994

Tuesday, August 11, 2026

NIA LAVENIA


NIA LAVENIA, KARAKTER YANG TIDAK BERUBAH (berita lawas). Dalam sinetron Jerat-jerat Cnta, garapan H. Alfadin, yang ditayangkan RCTI, peran Nia Lavenia tak banyak berubah dari porsi lama, 'nelangsa!. Padahal tema sinetron 12 episode tersebut mengangkat problematika kalangan jet set. Tapi Nia masih tampil sebagai gadis lugu, jujur dan menganut sistem budaya "arus bawah".

"Rambut saya yang mendukung karakter itu. Dari dulu saya memang suka rambut panjang. Segini terus, paling potong dikit tiga bulan sekali. Belum ada niat berambut pendek, "kata Nia. 

Dua judul sinetron agi sedang diperani artis yang sempat mengisi rubrik Wajah di RCTI ini adalah "Mahkota Wilwatikta (26 Episode) sinetron klasik garapan Abnar Romli untuk RCTI. Satu lagi Nurlela, dipersiapkan untuk SCTV. "Karakter saya nggak berubah. jadi gadis baik yang sederhana,"lanjut Nia. 

Di sisi lain karir nyanyi dan model iklan Nia terus menanjak. Sosoknya tak pernah sepi dari layar televisi. Di samping sibuk suting dua sinetron, Nia siap merampungkan video klipnya untuk album terbaru Melodi Memori. Padahal kontrak acara Zimfoni SCTV yang dipandunya belum habis. Masih sekitar 6 bulan lagi. Tiap hari Kamis dan Jumat, Nia harus suting paket musik tersebut. 

"Apalagi sekarang mulai ada perombakan karena banyak pemirsa yang mengatakan bahwa teknis penyajian Zimfoni terasa agak monoton. Proses sutingnya tetnatu akan memakan waktu lagi. Tapi saya suka, karena sedikit banyak menambah apresiasi pengetahuan musik, "kata Nia yang sempat hits dari tembang dangdut Cinta Lahir Batin. 

Popularitas Nia juga berkat iklan yang dibintanginya. Paling sedikit ada 12 produk . Nia tampil seksi ketika pakai bajur renang , salah satu produk pembalut wanita. Nggak risih mengingat kamu tampil pose pose sensual?

"Iya sih! Tapi masih untung karena ngambilnya dari depan dan itu hanya sekilas saja. Saat saya muncul ke permukaan kolam renang, kesannya kan nggak nakal" kilah Nia kendati demikian, Nia tak luput dari protes penggemar. 

"Kalau show di pentas-pentas musik dangdut saya pakai kostum biasa-biasa saja tanpa harus goyang seronok. Begitu jug afoto-foto saya di majalah. Rasanya sih sopan semua. Mungkin mereka kaget, kok saya tampil pakai baju renang? imej fans saya mungkin juga sudah terbentuk..ha...ha.."kata artis berlesung pipit ini sambil tertawa. 

~MF 222/188/TH XI, 17 - 30 Desember 1994

LIKA LIKU USAHA LAYAR TANCAP, NGGAK ADA UANG DIBAYAR KAMBINGPUN JADI

 


LIKA LIKU USAHA LAYAR TANCAP, NGGAK ADA UANG DIBAYAR KAMBINGPUN JADI (berita lawas) Usaha layar tancap, masih tergolong baru (saat berita ini diturunkan), Ayong Suteja mungkin, orang pertama yang membuka usaha jawa hiburan untuk masyarakat pedesaan itu. Ia memulai usahanya sekitar tahun 60an, ketika film Indonesia masih hitam putih. 

Mantan tukang 'babi' di daerah Glodok, Jakarta barat itu semla hanya memiliki 1 unit film keliling. Berkat ketekunannya, usahanya berkembang baik. Di akhir tahun 80an ia memiliki sekitar 30 unit film keliling dengan sekitar 250 copy film yang masih layak diputar. 

Ia mengaku karena anaknya sudah jadi sarjana semua, juga dibiayai dari usaha layar tancapnya. Maka sebagian peralatnya di jualin, "sekarang ini hanya untuk kesibukan saja. Nggak kayak dulu lagi, "kilahnya. 

Setelah Ayong, bermunculan pengusaha lain, ada H. Somad salah seorang karyawan NV Perfini yang pernah menjadi anak emasnya Usmar Ismail, H Naban, Rachmad Saleh, M. Zachri Rachman, Muntalib Syah, Tito dan masih banyak lagi. (Nama terakhir pasti tahu lah ya, Tito Film dimana-mana )

Mereka itu tergolong sukses. Unit film yang dimiliki sekitar 20 unit, dan film yang dikuasaipun lebih dari 200 copy film. Bahkan H. Naban, kabarnya mempunyai lebih dari 1000 copy film dan sekitar 100 unit film, Luar Biasa!.

Teori Pengembangan usaha H. Somad hingga begitu berhasil, karena ia memberikan pelayanan purna terhadap orang yang menyewa film-filmnya. Untuk orang hajatan, misalnya, H. Somad menyewakan film dalam bentuk paket, dengan perlengkapan pesta lainnya. Tenda, dan semua perlengkapan pesta, disediakan. harga sewanya relatif murah, hanya sekitar Rp. 400.000 saja.Padahal untuk tanggapan filmnya saja, 5 film sudah sekitar Rp. 200.000, itupun dengan film-film yang tergolong baru. (angka tersebut ditahun 1989). 

Untuk film yang agak lama, di Jakarta bisa Rp. 150.000 saja, jelas Zachri. Usaya layar tancap ini, sambung H. Somad banyak unsur sosialnya. Maksudnya, sering dimintai sumbangan. Misalnya, kalau lagi Agustusan, yang diminta sumbangan film ini mulai dari kecamatan sampai tingkat RT. belum lagi dari instansi pemerintah. 

"Tapi mau bilang apa, Kalau nggak mau sosial, ya nggak punya teman. Padahal teman itu penting!"tukas H. Somad. 

Ibarat petani, lanjutnya, usaha layar tancap juga ada musim panen dan pacekliknya. Dalam setahun, musim panen itu hanya sekitar 3 bulan saja. Bulan Syawal, Besar dan bulan haji. (btw bulan besar sama bulan haji bukan sama ya, hehe). Biasanya bulan-bulan tersebut banyak yang hajatan. Mantu, khitanan atau hajatan lainnya. "Pada musim panen, unit yang keluar hampir semua. Kadang-kadang sampai cari pinjaman ke teman lain segala, " tukas M. Zachri. 

Tapi kalau lagi paceklik, biasanya musim hujan, dua panggung saja sulit. Kadang, sambung H. Somad, kosong sama sekali. Selama 22 tahun bisnis layar tancap, cukup banyak suka dukanya. Dan pengalaman yang paling menarik, beberapa tahun lalu, ia pernah menerima bayaran sewa film dengan dua ekor kambing. 

"Kasihan, sih! Tapi, saya kan juga harus bayar karyawan yang putar film, "jelas Somad seraya melanjutkan kisah lucunya itu. Beberapa tahun silam, ada orang hajatan nanggap filmnya. 

Waktu itu musim hujan. Persiapan tuan rumah tidak matang, hanya mengharapkan sumbangan dari undangan. Karena sejak sore hujan turun lebat, undangan yang hadir tak banyak . 

Karena uang tak cukup untuk membayar sewa film, tuan rumah bilang, "Silahkan ambil kambing itu dua ekor. Pilih ang dianggap cukup untuk bayar sewa film,".

"Kasihan, kambing itu, ternata kambingnya anak yang dikhitan. Dia yagn sebenarnya harus bahagia, sunat ditanggapkan film, pagi-pagi kambingnya yang buat bayar, "jelas Somad. Kelihatannya, dia mau nangis. Tak sanggup melihat anak itu lanjutnya, segera saja pamitan pulang. ~~MF 085/53/TahunVI, 30 Sept - 13 Okt 1989


Monday, August 10, 2026

MENDIANG KIKI FATMALA


 MENDIANG KIKI FATMALA (berita lawas). Kecantikan, kemolekan, keberanian dan usia muda adalah bagian dari jalan meraih kesempatan yang menjanjikan. Itu motto Kiki Fatmala, wanita yang mengawali karir di film sejak 1988 yaitu sejak di film "Permainan Di Balik Tirai", Pembalasan Setan Karang Bolong, Kisah Cinta Nyi Blorong, Pengantin Rimba Hitam dan Disini Mau Di Sana Mau. Peran menantang yang diartikan tentu saja berani buka-bukaan, asal tak semua di copot oke-oke saja. Dan kini ia bisa menempati rumah di kawasan elit Pondok Indah, Jakarta Selatan bersama perabotan plus sedan Honda Civic LX, serta tabungan rupiah yang tak mau di sebut angka nolnya. 

Dulu, gadis kalem tapi type penggoda ini menganggap main film sebagai pelarian. "Karena nganggur, nggak kuliah, ya saya anggap aja ini juga kerjaan. "Kan menghasilkan duit. Tentu dong, saya pun senang, "Kata Kiki yang genap berusia 20 tahun pada 20 Oktober 1989. 

Justru, tuturnya kemudian, main film bikin ia sibuk. Dengan begitu Kiki dapat melupakan kepedihan hati. "Dulu saya iri pada teman-teman. Mereka bisa bercanda dengan ayahnya atau ada ayah yang mencium pipi teman jika pulang atau pergi dari suatu tempat. Tapi, saya dirumah tak ada ayah. Terasa ada yang kurang pada perasaan saya, ungkapnya dengan nada getir. Ayahnya, Haryono (Sunda) harus bercerai dengan ibunya, Farida (Pakistan) ketika ia muda belia pada usia 2 tahun. Ayahnya kawin lagi, dan kiki pun bertambah adiknya, 5 orang.. 

"Saya pernah bertemu dengan istri ayah yang itu, Kita baik kan kok, " katanya. Perasaanmu nggak sebel melihat mukanya? jawabannya cuma senyum tipis sembari buru-buru menyulut rokok yang kelima. 

Perokok berat yagn sehari menghabiskan dua bungkus rokok, bahkan 4 bungkus kalau lagi suting ini mengaku jika sedang pikiran kalut atau sedih, ia malah mengurung diri dikamar. Habis-habisan deh menangis, "ujarnya. Namun ia beruntung, ia tak bisa mabuk yang biasanya untuk melupakan dunia, lantaran ia nggak doyan dunia, lantaran ia nggak doyan minuman keras yang rasanya pahit itu. ~MF 085/53/TahunVI, 30 Sept - 13 Okt 1989


TEGUH JULIANTO, MAIN LAGA

 


TEGUH JULIANTO, MAIN LAGA (berita lawas). Tak selamanya bintang itu gemerlap. Tak selamanya pula Teguh Julianto melambung. Sejak film tema "esek-esek' terkikis , banyak artis yang terjungkal. 

Sejak film perdananya Kembalinya Si Janda Kembang (1993) sampai tiga belas film yang telah dibintanginya, Teguh masih bertahta. Dan hampir semua bintang seks pernah "dikeloni"nya dalam adegan film. Tapi kini, film nasional ibarat kran air di gurun pasir, menetes satu satu. Tetesan itupun diperebutkan banyak mulut. 

"Siapa yang bernasib baik dia menang, "kata pria kelahiran Surabaya ini berkiasan. Teguh pernah bekerja di perusahaan asuransi, namun sejak total berkiprah di film kerjaan itupun ditinggalkan. Sebab film 'esek-esek' lagi naik daun dan peluang untung ngetop masih terbuka. Lihat film-filmnya Skandal Iblis, Gaun Merah, Misteri Malam Pengantin, Misteri Perkawinan Terlarang, Kenikmatan Tabu, Pergaulan Metropolis, Hangatnya Malam dan Si Manis Jembatan Ancol, Semuanya cukup laris di pasaran. 

"Saya banting stir, caranya dengan membuka toko grosir di Mangga Dua, karena saya harus bekerja. kalau bertahan di film dapur bisa tak ngebul, katanya berterus terang. "Saya pilih buka toko, karena bisnis ini yang saya kuasai, "paparnya singkat. 

Untung, dikala ia 'terkantuk-kantuk' ada tawaran main sinetron Singgasana Brama Kumbara menjadi Lingga anak raja Kuntala. "Saya sih tak pandai berlaga, karena kondisi mau tak mau saya harus bisa. Kalau datang kerumah saya jangan kaget, kala dindingnya pada kotor karena saya terjang.,"ujarnya. Tubuhnya memang tidak kekar, tubuhnya sudah terjaga untuk main film tema drama, horor dan 'esek-esek'. "Saya sekarang kerja keras untuk jadi artis laga untuk itu latihan khusus. Tapi yang paling dipikirkan bagaimana bisnis pakaian cewek bisa mapan, "katanya. ~MF No. 218/184/Th.XI, 22 Okt - 4 Nov 1994


Sunday, August 9, 2026

NOVIA KOLOPAKING

 


NOVIA KOLOPAKING (berita lawas). Novia Kolopaking artis yagn sering manggung untuk menyanyikan lagu-lagu baik pada acara show maupun undangan sebagai bintang tamu. Via , panggilan sehari-hari , perempuan imut-imut yang lincah dan ramah terhadap siapapun baik dengan cowok maupun cewek, ia menganggap sebagai keluarga sendiri. "Konsep ini yang saya terapkan. Saya senang bergaul pada semua orang, dan saya berusaha untuk menyenangkan, untuk diri saya mungkin sudah menjadi milik masyarakat, "celoteh Via saat ditemui pada acara Parade Artis Taman Impian Jaya Ancol. 

Kesibukan Via akhir-akhir ini mengisi acara musik, hampir seminggu 2 kali ia manggung bersama artis-artis yang ada di ibukota. Sejak kecil Via sudah berani pentas untuk menyanyikan lagu anak-anak. Berkat suaranya yang enak di dengar serta didukung kemampuan dalam membawakan setiap lagu, Via  sering dibutuhkan oleh masyarakat untuk menghibur. Dalam kesempatan di Parade Artis Taman Impian, Via sempat menyanyikan lagu dangdut, untuk meramaikan suasana Via langsung punya inisiatif gaet cowok untuk mendampingi sebagai pacar sementara untuk berjoget diatas panggung. 

"Saya mencoba memberanikan diri untuk ajak cowok yang sedang nonton. Sebetulnya saya agak ragu, tapi karena tidak punya maksud apa-apa jadi ya langsung say apegang tangannya agar kelihatan mesra. Ini nggak lama kok, hanya lima menit,"ujar Via menegaskan. Via memang sering mengisi acara di Ancol, ia mengaku bahwa semangatnya untuk meniti karir berawal dari Ancol, yang mana Via sering ngobrol dengan seniman-seniman yang ada didaerah Pasar Seni. 

Keinginan untuk sukses sebagai seorang artis, Via banyak belajar pada seniman yang ada di Pasar Seni. Berkat keberaniannya Via pernah dicoba untuk menyanyi diArena Panggung terbuka Pasar Seni Ancol. Yah , Via bersyukur bahwa kehadirannya pada saat itu diambut dengan tepuk tangan dari penonton yang berjubel-jubel untuk melihat secara dekat dengan artis yang lincah ini. 

Walau sudah banyak dikenal masyarakat, Via tidak pernah melupakan sumber mata air yang pernah membawa dirinya untuk mencapai sukses sebagai seorang penyanyi. Disamping menyanyi ia akting mengisi sandiwara radio "Saur Sepuh" sebagai "Dewi Anjani". Tokoh ii yang membuatnya semakin terkenal, pada akhirnya mendapat tawaran untuk main drama TVRI, diantaranya, Marina, Kutub-kutub Nyanyian untuk Dini, juga melakoni drama serial TVRI berjudul Jendela Rumah Kita sebagai tokoh Anna dan inipun telah dikaloni sebagai tokoh yang tetap. Via tetap melaju dengan banyak pengalaman di bidang tarik suara maupun drama TV. 

Pada saatnya pula, Via telah merampungkan filmnya berjudul Brahmana Manggala sebagai tokoh Antini. Banyak sekali tawaran main film namun artis ini memang selektif sekali. Jika skenarionya ada adegan yang tak senonoh, ia menolak secara langsung, via bukan fanatik, tetapi bagi Via ia tidak pantas untuk membawakannya. Pada saat ini ia masih harus menyelesaikan sinetron berjudul "Siti Nurbaya".

 ~MF 114/82 Tahun VII, 10 - 23 Nov 1990