VERA PRIZELIA, PASANGAN SI BUTA DARI GUA HANTU (berita lawas). Namanya Vera Prizelia sebuah nama berbau barat. Ya, memang gadis yang baru berusia 19 tahun ini darahnya sedikit campuran Barat dari pihak ibu, ayahnya asli Sunda. "Saya tulen orang Indonesia, "katanya. Gadis kelahiran Bandung, 29 November 1971 ini baru tahun kemarin menamatkan SMAnya.
Semula Vera artis tak tahu diri. Datang ke lokasi suting seenaknya. Pernah kru film break suting gara-gara menunggunya muncul di lokasi suting. Ini terjadi ketka suting film Si Buta dari Gua Hantu episode Lembah maut, sutradara H. Ratno Timoer, dia mendapat kepercayaan berlakon menjadi Ranggi, peran utama wanita. Begitu tiba di lokasi suting, kontan H Ratno Timoer marah marah. Jantung Vera tentu saja berdetak kencang. Nyaris dia menangis sejadi-jadinya kalau tidak sadar bahwa dirinya seorang artis tentu dia akan ngambek. "Syukur, saya diomelin Pak Ratno. Karena itu saya jadi tahu diri", katanya menyesali setengah mati. Sejak itu Vera mulai disiplin. "Semua orang kan belajar dari kesalahan, "sambungnya. Sejak saat itu rasa manjanya mulai memudar. Dan dia baru mengetahui bahwa modal seorang artis tidak saja kemampuan akting, atau kerupawanan, tapi juga disiplin.
Gadis ini sebenarnya tidak begitu suka berlakon dalam film bertema aksi. Tapi apa hendak dikata, tawaran yang datang selalu action, seperti film-film yang pernah dilakoninya, Jurus Dewa Naga sebagai peran pembantu di film Barry Prima ini, kemudian pertarungan di Gua Siluman, Pancasona Mat Ireng (peran utama) dan pernah pula berlakon di layar gelas milik pemerintah dalam sinetron Topeng Pak Tepong, sutradara Oscar Anwar. Peran untuk film drama rupanya belum bergayut kepadanya. baginya tak menjadi soal. Sebab menjadi artis film sudah menjadi cita-cita sejak masih bocah ingusan. "toh kesempatan itu akan datang, "kilah gadis berbintang Scorpio ini.
Dalam film Si Buta Dari Gua Hantu, Vera tidak menjadi artis yang jago laga. Tak satu scene pun Vera bertarung. "Saya lebih banyak bermain karakter, "katanya. "Mudah-mudahan pada kesempatan lain apa yang saya harapkan apat terkabul. "meski masih anak ingusan dalam dunia film yang Vera telah memiliki ambisi menjadi artis yang diperhitungkan tentu saja Citra. (Piala) "Citra merupakan kebanggaan insan film".
Anak kedua dari lima bersaudara pasangan Drs. H. Rachmat Saleh dan Mintari Agustin ini tak berani tinggal di Jakarta sendiri. Dia lebih banyak bermukim di rumah orangtuanya di kota Kuningan, Jawa Barat. Padahal Jakarta pusatnya orang film. Walau dia telah pula mengontrak rumah di kawasan Kemanggisan Jakarta Barat, dia jarang berada dirumahnya yang di Jakarta.
"Rumah itu lebih banyak kosong dari ditempati, "katanya. Lho kenapa ih? "Saya takut tinggal sendiri di Jakarta. Walau ada pembantu masih takut juga. Saya belum bisa jauh dari orangtua . Saya suka rindu,"ujarnya. ~MF No. 112/80 Tahun VII, 13 Okt - 26 Okt 1990







