Saturday, September 19, 2026

Drs. WAHYU SARDONO, RASANYA SAYA SEMPURNA SAJA

 


Drs. WAHYU SARDONO, RASANYA SAYA SEMPURNA SAJA (berita lawas).  Jutaan rakyat Indonesia mengenalnya sebagai sosok lucu yang slealu menghibur tak hanya di panggung, di layar lebar, namun juga di layar TV. Anak-anak, remaja hingga dewasa segera gatal menerikakan namanya setiap kali melihat wajahnya yang khas. 

Itulah Dono Warkop. Terlahir atas nama Wahyu Sardono, bersama grupnya Warkop DKI, Ia menjadi figur fenomenal yang menimbulkan pro-kontra. Grup ini beranggotakan para Sarjana Intelektual, dari universitas terkemuka di republik ini Universitas Indonesia (UI), tapi dilayar perak, mereka hanya menjadi komedian-komedian korban plesetan. 

Dalam keseharian, Dono tidak begitu lucu. Berkesan serius, dan formil, malah bila dalam setiap pembicaraan terselip kata-kata lucu, memang 'kecelakaan'.

Dono adalah seniman komplit. Dengan bekal kecerdasan sebagai sarjana Sospol, dan kejeliannya sebagai artis, ia juga merambah dunia karang mengarang, menulis novel (Cemara-Cemara Kampus dan Bila Satpam bercinta), menjadi wartawan majalah Vista, memotret, mengelola studio (PT. Adam Intercine), menyutradarai sinetron (Opera Tiga Jaman dan Gado-gado RCTI), menjadi produser film layar lebar (Peluk Daku dan Lepaskan) dan mendirikan biro iklan kecil-kecilan. Tapi menjadi pelawak di layar perak memang darah dagingnya. Orang-orang tetap mengenalnya dari situ. 

Selama 14 tahun menekuni seni peran dan naik turun panggung, bermain di 28 film adalah perjalanan panjang, menjadikannya seniman yang kenyang dengan segala macam kritik, pujian, sanjungan dan makan. Dan ia tetap populer. 

Ia menikahi Titi Kusumawardhani, teman sekampusnya di UI dan kini menjasi ayah yang serius dan berbahagia dari 3 anaknya yang kesemuanya jejaka, Aryo, Damar dan Satrio. 

Berikut adalah petikan Wawancara dengan Dono yang di muat di majalah film nomor : 203/169/TH.X, 9-22 Aril 1994

T : Apa yang anda sesali setelah menjadi orang terkenal seperti sekarang ini?

J : Sering bertemu dengan wartawan yang mengajak wawancara. Sialnya, terkadang setengah memaksa dengan alasan di kejar deadline. Padahal saya tak selalu siap buat diwawancara karena lagi ada kerjaan atau lagi nggak mood. 

T : Dalam penampilan seperti sekarang ini, apa yang embuat anda merasa kurang sempurna?

J : Nggak ada. Rasanya saya sempurna-sempurna saja seperti layaknya orang lain. Sebab di jagad ini memang tak ada yang benar-benar sempurna. Jadi kalau kita selalu takut tak sempurna, kita tak akan pernah berbuat apa-apa. 

T : Kalau anda sedang bercermin, anda merasa bagian tubuh sebelah mana yang menjengkelkan?

J : Tahi lalat ang ada di punggung saya. Soalnya, saya harus ngaca dengan dua cermin. 

T : Hal-hal apa yang gampang membuat anda senang?

J : Jika orang senang dengan tingkah laku saya, sikap saya, hasil kerja saya. Pokoknya apa saja yang orisinil berasal dari saya. 

T : Hal-hal apa yang gampang membuat anda marah?

J : Kalau tersentuh per amarah saya. Misalnya, pas saya lagi sakit gigi, mendadak ada yang belajar jadi penyanyi. Sudah lagunya jelek, suaranya parau lagi. Disini amarah saya jadi terangsang. 

T : Saat-saat sekarang hal apa yang ada takuti?

J : Berurusan dengan petugas keamanan, atau orang-orang yang sok berlagak mengamankan. Padahal keadaan sebenarnya aman-aman saja. 

T : Benda apa yang selalu anda bwa kemanapun pergi?

J : Dompet, sedikit uang, dan kartu telepon. Tapi celakanya barang-baran gitu kerap ketinggalan lantaran kelupaan

T : Perlakuan apa yang anda harapkan dari orang yang anda sayangi?

J : Ready for used setiap saat. Sedikit sadis, tapi memuaskan kedua belah pihak. 

T : Ditempat mana dan dalam kesempatan apa anda selalu merasa bahagia?

J : Berada di dekat anak-anak saya. bermain, bercanda dengan mereka. Wah bukan main lucunya. 

T : Perlakuan macam apa yang tidak anda sukai dari orang lain?

J : Kalau dipaksa. Apalagi melakukan pekerjaan yang sebenarnya tak saya sukai. 

T : Bagaimana mengatasi rasa bosen?

J : Dengan cara tidak melakukan apa-apa. Jika bosan ngeseks saya nggak ngeseks. Kalau bosan makan bakso, saya nggak ngebaso, sederhana saja masalahnya. 

T : Bagaimana mengisi keisengan?

J : Saya nggak pernah iseng seperti yang ada lakukan saat ini. Baca majalah ini bukan karena iseng-iseng saja kan? Soalnya kalau sekedar iseng kita tak akan pernah beroleh apa-apa. 

T : Apa bacaan favoritmu?

J : Bacaan apa saja yang tercetak bagus. Sebab kalau cetakannya jelek, mama bisa tertarik. Apalagi yang cetakannya belepotan, bisa makin nambah minus saja kacamata kita. 

T : Akhir-akhir ini peristiwa aaapa yang membuat anda terharu?

J : Ketika bertemu wartawan yang sama, dengan mengajukan pertanyaan yangsama pula. itu-tu melulu. Sepertinya tak ada soal lain, sampai bosa saya menjawabnya. 

T : Peristiwa apa yang terakhir ini membuat anda frustasi?

J : Belum pernah mengalami dan semoga jangan pernah terjadi. Sebab frustasi tak memcahkan masalah, malah makin memperumit, Dengan pendekatan humor, masalah pelik akan lumer juga. 

T : Terakhir kali kapan anda mengalami kesedihan?

J : Sekarang ini saat menjawab wawancara ini. Pertanyaannya kok banyak sekali dan bermacam-macam lagi. Ini buat saya harus berpikir keras untuk menjawabnya. Sedihnya, tak bisa nyontek lagi, atau tanya teman kiri kanan.

T : Dengan cara apa anda menjadi orang matang?

J : Memangnya saya ini pisang goreng, harus dimatangkan dulu untuk bisa dimakan?

T : Apa yang ada dapat dari pengalaman bersekolah?

J : Dapat teman, dan bergaul dengan anak yang makan sekolahan. Selain dapat juga relasi, yang akan berguna untuk memenangkan tender, jika mereka sudah pada jadi bos nanti. 

T : Bagaimana anda mengatasi pertengkaran?

J : Dengan cara mengheningkan cipta, berharap pertengkaran itu cepat selesai. Tapi ini bukan masalahnya yang benar-benar selesai, sebab itu urusan masing-masing. Nanti dikira saya intervensi utusan dalam negeri orang lain. Hanya soalnya saya paling nggak suka lihat orang yang marah. itusaja!. 

T : Bakat apa yang anda sadari sejak belia?

J ; Bakat memimpin bangsa ini menjadi banysa yang maju, adil dan beradb. Sayangnya tak ada yang tahu bakat terpendam saya. 

T : Apa yang anda lakukan di hari libur?

J : Full berlibur. Tanpa terbebani tetek bengek urusan pekerjaan. 

T : Keberhasilan saat meraih prestasi apa yang selalu anda kenang?

J : Setiap keberhasilan semua saya kenang, tanpa membedakan besar kecilnya. Karena bagi saya setiap keberhasilan adalah prestasi yang pantas disyukuri. 

T : Apa yang kelewat dari masa kanak-kanak anda?

J : Ketika saya baru menyadari kenyataan, kalau saya ini orang Indonesia. Coba jika dari masa kanak-kanak dulu, saya akan buru-buru mengaku sebagai oragn Amerika. 

T : Apa gagasan anda untuk mencapai kebahagiaan sempurna?

J : Satu gagasan yang belum tentu saya lakukan, yakni menjadi Presiden RI dari tahun .....sampai lewat tahun 2000

T : Orang macam apa yang anda anggap sebagai sahabat?

J : Jelas orang yang menganggap saya sahabatnya juga. Sebab jika tidak, berarti bukan sahabat, tapi musuh dalam selimut. 

T : Apa yang anda anggap paling jahat dalam hidup ini?

J : Orang yagn selalu berpikir negatif mengenai masalah apa saja. Selalu apriori, selalu yang buruk-buruk. Pokoknya dilihat segi jeleknya saja, seolah-olah tak ada sisi baiknya. Padahal jika ada bopeng diluar kan belum tentu tak ada yang mulus didalam bukan?

T : Terakhir kali kapan anda mengalami puncak kebahagiaan?

J : Baru saja, tadi malam! Tapi perkara yang satu ini tak usah diperjelas. Kita sama-sama maklumlah, soalnya kebahagiaan saya kan seperti kebahagiaan anda juga. 

T : Apa yang biasa anda lakukan kalau bangun di tengah malam?

J : Memegang dada saya, dan menyadari bahwa saya masih hidup. Baru kemudian ke kamar mandi, melepas hajat buang air kecil. 

T : Kalimat apa yang selalu anda ucapkan setiap hari?

J : Kalimat lengkap yang ada subjek, predikat dan objek. Minimal itu, sesuai petunjuk Bu Guru Bahasa Indonesia di SMP dulu. 

T : Apa yang gampang membuat anda menangis?

J : Jika bawang merah di gosokkan di dekat mata saya

T : Dengan cara apa anda ingin mati?

J : Maaf, saya belum sempat konsultasi dengan malaikat El Maut, tentang bagaimana cara paling afdol untuk mati nantinya. 

T : Kalau telah meninggal, anda ingin dikenang sebagai apa?

J : Terserah yang mengenang dong!. Soalnya kalau saya bilang sekarang, nanti disangka mendikte. Lagian kalau saya sudah mati, kan tak bisa protes jika ada yang tak sesuai dengan kehendak saya sebelumnya. 

Sekian dan Terima kasih. 



Friday, September 18, 2026

UCI BING SLAMET

 


UCI BING SLAMET dan Pakaiannya (Berita lawas). Uci Bing Slamet dikenal sebagai artis dengan perangai nan lembut serta keibuan. Ditengah glamouritas selebritis ibukota tak pelak lagi sosok Uci serign jadi sorotan. Segala yang ada pada diri Uci, putri nomer 5 dar keluarga alm pelawak Bing Slamet ini, sering dijadikan kamus hidup bagi para penggemarnya. 

Hampir kebanyakan koleksi pakaian Uci terbuat dari bahan kaus. Selain itu, busananya di dominasi oleh gaun-gaun panjang, menunjukkan bahwa ia anti sensualitas. "Saya memang tidak suka memakai baju yang berkesan meriah, "ucapnya dengan menebar senyum khasnya. 

Uci sempat menjinjing beberapa leging aneka warna. Ketika ditanyakan soal pakaian bagian bawah tersebut, artis dan penyanyi ini cepat menukas, "Sejak kecil Papa ngajarin saya pakai leging. Makanya jangan heran kalau leging saya begitu banyak".

Leging warna biru terong yang dilapisi blus warna ungu muda biasa dikenakan Uci untuk acara-acara yang berkesan santai. busana tersebut pernah ia pakai ke diskotik. Leging memang busana yang agak sakralbagi Uci. Betapapun sensualnya potongan leging, namun ia begitu suka pada pakaian kesukaan almarhum Papanya. Busana tersebut ia beli di California, menandakan betapa antusiasnya Uci terhadap bentuk busana satu ini. 

Ada sack dress warna merah dengan potongan semi ketat, namun tetap sopan bagi pemakainya. Kalau Uci mengenakan busana satu ini keacara resmi misalnya, selalu ia sertakan stocking pembalut kaki mulusnya. 

Uci tersenyum sejenak sebelum menjelaskan berapa harga serta dimana busana atu itu dibelinya. "Jangan kaget ya kalau pakaian ini sebenarnya sudah hampir sepuluh tahun saya rawat terus. Saya sangat suka dengan pakaian satu ini. Kebetulan warna merah adalah warna kesukaan mama,"ceritanya. 

Dalam keceriaan bahan kaus, Uci tampil dengan blus dan rok dengan warna coklat yang terduh. Blus yang berkesan seperti Tshirt biasa, ketika dipadu dengan rok panjang dengan sedikit belahan di depan tetap memberi kesan anggun dan tentu saja luwes. 

Masih dalam suasan akasu, blus ketat warna hitam yang dipadu dengan rok denim biru plus ikatan di bagian pinggang, biasa dikenakan Uci bila berbelanja atau pergi ke lokasi suting. "Saya juga suka bahan jeans, tapi yang berwarna hitam atau coklat. Biasanya warna hitam bisa cocok dipadu dengan berbagai warna, "jelas Uci. ~MF no. 203/169/TH.X, 9-22 April 1994


Thursday, September 17, 2026

SELEMBUT WAJAH ANGGUN, KAKEK NENEK YANG NORAK

 


SELEMBUT WAJAH ANGGUN, KAKEK NENEK YANG NORAK (Film Lawas). Anjuran pemerintah agar setiap daerah membuat film yang mencerminkan ciri khas daerah masing-masing, rupanya mulai diterapkan oleh PT. Virgo Putra Film, lewat cerita "Selembut Wajah Anggun" yang merupakan hasil kerjasama dengan Pemda Sumatera Barat. 

Lokasi, sebagian menggambarka panorama daerah bermoto "Tuah Sakato" (kesepakatan untuk melaksanakan hasil mufakat/musyawarah merupakan langkah bertuah bagi masyarakat) meliputi kota Padang, Bukittinggi, Batu Sangkar dan Danau Singkarak. Cocok memang sebagai sarana promosi guna mendukung misi Visit Asean Year atau Visit Indonesia Year yang ditayangkan Pemerintah Tahun 1991. 

Keindahan alam yang masih asri dan gunung-gunung dan air terjunnya yang tak kalah menarik dari air terjun Niagara di New York, setidaknya bisa menjadi tolak ukur tersendri bagi film garapan sutradara Agus Elyas ini. Tentu, semua itu tergantung juga pada kejelian Akin selaku kamerawan dalam merekam momentum yang bagus. Lengah sedikit saja film ini bakal menjadi film kooperatif yang hambar , miskin keindahan. 

Dengan bintang-bintang sudah menjadi 'trade mark' Virgo Putra Film seperti Rano Karno, Paramitha Rusady dan Ayu Azhari. Inti cerita tak beda dengan film nasional lainnya ditambah skenario yang digarap O. Safar tak banyak menjanjikan sebuah kehidupan yang menarik dari masyarakat Minang, tapi dengan hadirnya Him Damsyik dan Nani Somanegara bisa menimbulkan graget penonton. Him Damsyik kita kenal baik lewat sinetron "Siti Noerbaya" berperan sebagai Datuk yang tidak hanya menimbulkan kebencian, tapi juga kegeraman. Sementara Nani Somanegara aktingnya begitu menggelitik ketika membintangi "Cas Cis Cus". Dalam film ini, Damsyik dan Nani berperan sebagai kakek-nenek kolot dari Paramitha Rusady. Saking kolotnya mereka tak mengizinkan cucunya yang cuma semata wayang pacaran dengan Pemuda Jakarta. 

"Pemuda Jakarta itu kurang ajar! Tidak tahu sopan santun!" komentarnya ketika ia tahu cucunya jalin hubungan dengan Rano Karno. 

Untuk melindungi cucunya dari laki-laki yang tak bertanggungjawab, Damsyik dan Nani hijrah ke Jakarta. Bisa dibayangkan bagaimana lucunya adegan-adegan yang kemudian muncul. Sepasang kakek-nenek yang sehari-harinya hidup dalam tradisi yang masih kental, cenderung kolot dalam menilai orang, tiba-tiba berada di kota metropolitan yang bebas dan acuh tak acuh. 

"Film ini memang termasuk drama komedi. Adegan-adegan yang dilakukan Damsyik dan nani kami  buat sewajar mungkin sebagaimana orang desa datang ke kota, "kata produser Ferry Anggriwan. 

Maka silakan  tertawa melihat betapa noraknya Damsyik dan Nani bereaksi di Dunia Fantasi, Shopping di SOGO dan  terganga melihat geung-gedung menjulang tinggi. 

Produksi Virgo yang ke 54 ini, juga menghadirkan bintang tamu dari kalangan pejabat seperti Gubernur Sumatera Barat Hasan Basri During dan Menteri Perhubungan Azwar Anas, yang kemunculannya tetap sebagai pejabat. ~MF 151/118/TH VII 18 April - 1 Mei 1992


Wednesday, September 16, 2026

MONA RATULIU, SANG PERAWAT YANG BISU

 


MONA RATULIU, SANG PERAWAT YANG BISU (Berita Lawas). Masih Ingat sinetron yang dibintangi Mona Ratuliu ini? Seorang perawat cantik tengah sibuk mengurus pasien yang terbaring koma.Ia berusaha merawat pasien itu dengan telaten. Matanya menerawang jauh, berharap pasien tersebut sadar. Sang perawat muda itu terus mengawasinya setiap detik. 

Kini ia lega berkat pertolongan Tuha, Si pasien luput dari kematian. Dibalik itu semua, ternyata perawat cantik itu punya kekurangan. Mulutnya tidak bisa berbicara alias bisu. Namun ia sadar itu merupakan kehendak Tuhan. 

Cerita diatas memang bukan merupakan kisah sungguhan. Itu hanya cuplikan kisah sebuah sinetron drama bertajuk "Pelangi Di Matamu" (PDM) . Yang menarik dari sinetron yang ditayangkan setiap Minggu, pukul 20.00 Wib di RCTI itu adalah sosok perawat bisu nan cantik itu. Kemampuan akting si pemain begitu diuji. Bagaimana tidak untuk memerankan tokoh bisu dibutuhkan sebuah observasi yang cukup mendalam. Selain mempelajari bahasa isyarat, dia juga mesti mengikuti sepak terjang para penderita bisu tersebut, yaitu dengan berkunjung ke Sekolah Luar Biasa (SLB). 

Mona Ratuliu yang dipercaya sebagai perawat bisu dan cantik rupawan itu mengakui, dari sekian peran yang dilakoninya selama ini, mulai peran protagonis hingga antagonis, peran paling menantang, ya di PDM. Untuk tampil maksimal memerankan tokoh bisu ia melakukan observasi ke Sekolah Luar Biasa (SLB) yang berada dikawasan Cijantung. Di SLB itu, ia dipandu seorang pengajar SLB tersebut. Mona berusaha mengikuti sepak terjang mereka. 

Langkah pertama yang dilakukan ialah berinteraksi dengan mereka. Sudah barang tentu ia mesti berkomunikasi dengan bahasa Isyarat. Menyimak cerita dan pengalaman mereka. Setelah itu, dengan ditemani, dua orang dari mereka, dia berjalan-jalan di lingkungan sekolah itu. "Ya, dengan observasi itu, aku mendapatkan pengetahuan banyak tentang mereka. Kira-kira sebulan aku jalani ini, tapi tidak setiap hari lho , "Urai perempuan kelahiran 31 Januari 1982 ini. 

Ditambahkan , tadinya dia berpikir , untuk memerankan gadis bisu cukup hanya menggunakan bahasa isyarat. Namun setelah dipikir, ternyata tidaklah cukup dengan bekal itu saja. "Kalau pakai bahasa isyarat saja, mungkin semu aorang bisa. Tetapi bukan itu saja yangdibutuhkan, Ekspresi juga mesti diperhatikan. Makanya, aku melakukan observasi ke SLB,"terang artis yang hobi nonton ini disela-sela suting Pelangi Di Matamu di RS Sentra Medika, Cimanggis - Depok. 

Yang pasti berkat kebolehan aktingnya di PDM namanya kian bersinar. Padahal ia tergolong pendaang baru. Kiprahnya dipersinetronan Indonesia mulai dikenal sejak dia main dalam sinetron "Lupus". Perannya sebagai Poppy begitu mewarnai sepak terjangnya, sehingga namanya pun mulai di perhitungkan. Masyarakat mulai menggemari sosoknya. Alhasil, tawaran untuk main sinetron terus mengalir. 

Senang dong denan kesuksesan ini? "Ya pasti senang dong. Aku nggak nyangka akan seperti sekarang ini. Sebenarnya aku nggak punya cita-cita menjadi orang top. Tapi nyatanya kayak sekarang ini, aku bersyukur pada Tuhan. Ia juga mengaku punya pengalaman menyenangkan saat main sinetron "Pondok Indah".

Ingin merambah bidang lain, nyanyi misalnya? Pengagum Brad Pitt ini kembali bertutur dirinya masih ingin mematangkan dan konssentrasi dulu di sinetron. Dia ingin terus mendalami  dun370/XVia akting. "Memang aku dulu pernah ikutan perkumpulan nyanyi. Tapi kayaknya aku kurang serius menekuninya. Maka kuputuskan untuk berhenti nyanyi, ~MF No. 404/370/XVII, 7-21 Desember 2001

Tuesday, September 15, 2026

INNEKE KOESHERAWATI INGIN MENGUBUR MASA LALU


INNEKE KOESHERAWATI INGIN MENGUBUR MASA LALU (Berita lawas). Penampilannya kini berubah 180 derajat. Inneke Koesherawati sekarang bukan lagi Inneke yang dulu. Sekarang dia selalu mengenakan jilbab. Dengan penampilan barunya itu, sudah barang tentu pemahaman agamanya pun bertambah. Betapa tidak, dulu di akurang begitu memahami agama. Sehingga kurang mempedulikan apa yang dilarang dan diperintah agama. Alhasil dalam setiap film atau sinetron yang dibintanginya, penampilanya agak berani. 

Kenapa Inne memutuskan berjilbab? Dengan perasaan mendalam, wanita cantik yang sudah membintangi banyak film ini menuturkan sebenarnya ada getaran hati yang kuat dalam dirinya untuk memutuskan berbusana muslim. "Tidak  ada dorongan dari siapapun. Saat belum berjilbab, dia mulai belajar tentang agama. Saat belajar itulah dia banyak tahu tentang agama. Mana yang diperintah dan dilarang oleh Alah. Salah satu yang diperintah agama adalah menutup aurat.

"Sejak itulah aku banyak merenungi apa yang aku jalani selama ini. Aku berpikir, emua yang aku lakukan selama ini banyak yang menyimpang dari ajaran agama. karenanya aku perlu introspleksi diri. Dan Alhamdulilla, Tuhan memberikan petunjuk padaku. Mulai saat itulah, aku memutuskan untuk menutup auratku dengan jilbab. Sudah pasti diimbangi dengan pendalaman agama, "ujarnya. 

Ditambahkan wanita kelahiran Jakarta, 13 Desember 1975 ini, banyak yang tidak percaya dengan keputusannya itu. Teman-temannya sempat meragukan hal itu. Bahkan menganggap hanya main-main. Setelah dijelaskan, barulah mereka mempercayainya. "Aku bilang pada mereka, ini merupakan hidayah dari Allah,"kata pemeran sinetron "Jangan Ada Dusta" ini lagi, seraya menambahkan mula-mula ada keraguan pada keputusannya itu. Namn berkat pendirian teguh, keyakinan kuat, dan percaya pada Tuhan kebimbangan itu dapat dihilangkan. 

Diakui pemilik tinggi 168 cm ini , semenjak berpakaian muslim dia merasakan ketenangan lahir maupun batin. Sepertina tidak ada yang mengganjal dalam hidup ini. Semuanya yang dijalaninya menjadi biasa. Dia percaya pada kekuasaan Tuhan. Ingin mengenang masalalu? "Aku nggak akan mengenang masa lalu lagi. Aku akan mengubur kenangan itu. Apa yang aku lakukan dulu, berpakaian seksi, semua nggak ada gunanya dan nggak ada artinya, "jelas putri kelima pasangan Hajjah Leni dan almarhum Hery Koseherbimin ini. 

Inneke mengaku tidak takut kehilangan rejeki setelah mengenakan jilbab. "Rejeki, jodoh dan maut, Tuhan yang mengatur. 

Justru dia bersyukur pada Tuhan. Pasalnya rejekinya di bulan Ramadhan malah bertambah. Berbagai tawaran terus mengalir. Bahkan hampir semua stasiun televisi menawarinya job. "Alhamdulillah, kalau kita percaya pada Tuhan, rejeki nggak akan lari kemana-mana. Semua itu sudah diatur olehNy, "tukas artis ini. ~MF 404/370/XVII, 7-21 Desember 2001



Sunday, September 13, 2026

TRACY TRINITA

 


TRACY TRINITA (Berita Lawas). Ada yang masih ingat aktris ini? Sejak membintangi film Mendam Berahi yang diputar di Malaysia dan Filipina, Nama Tracy Trinita kontan melambung. Sebetulnya jauh sbelumnya, Tracy sudah dikenal sebagai model papan atas berkelas Internasional. Tapi namanya kurang 'merakyat' untuk kalangan marginal. Dan kini, job mengalir deras padanya. Mulai dari presenter tamu sampai sinetron mulai dilahapnya. 

Artis berwajah indo dengan postur jangkung ini, sedang suting sinetron Antara Dia dan Aku bersama Sultan Djorghi produksi Rapi Films. Sebagai pendatang baru untuk lahan sinetron, Tracy sudah mempersiapkan diri, khususnya dalam penguasaan karakter perannya. "Pada dasarnya acting dimana-mana sama, tak terkecuali saat aku main film diluar negeri. Hanya yang membedakan medianya saja. Aku selalu pede, termasuk saat menokohkan cwek jagoan di film Mendam Birahi, padahal sebelumnya aku nggak pernah dapat peran kayak gitu, "tutur Tracy. 

Kesibukan Tracy bukan hanya di sinetron. Tapi job modelpun terus berdatangan. "Hampir tak ada waktu luang lagi. Maka, maaf kalau menghubungi aku selalu yang nerima adalah manajerku, "lanjut Tracy. ~MF 404/370/XVII, 7-21 Desember 2001

****

Dulu ada sinetron Tracy di Indosiar yang dia dandanin kacamata tebal pakai behel itu judulnya apa ya. karakter anak SMA. Ada yang masih ingat?

Saturday, September 12, 2026

JEREMY THOMAS, INGIN MAIN LAGI DENGAN TAMARA


 JEREMY THOMAS, INGIN MAIN BARENG TAMARA (Berita lawas). Popularitas tentu saja sudah diraihnya. Bahkan dampaknya juga sudah dirasakan yang istri tercintanya Ina Indayanti. Karena bisa tampil bareng disebuak iklan sabun cuci dan jadi presenter Love & Life di Metro TV. 

Berikut petikan wawancara dengan Jeremy Thomas yang dimuat di Majalah Film no. ~MF 404/370/XVII, 7-21 Desember 2001

T : Sengaja Istri diajak tampil?

J : Ya, terutama di acara Love & Life memang saya yang mengajak untuk tampil bersama. 

T : Tidak merasa tersaingi?

J : Nggaklah!

T : Diijinkan istri main sinetron lagi?

J : Saya membolehkannya tapi dia yang nggak mau, karena dia sadar kalau harus main sinetron juga siapa yang menjaga anak-anak kami. 

T : Apakah kedua anakmu, Valeria Thomas dan Matthew Thomas akan digirin jadi artis?

J : Saya tidak akan menggiring anak-anak saya kedunia entertaint. Tapi, hingga saat ini saya juga belum tahu kemana bakat mereka sebenarnya. Biarlah semua berkembang dan berproses. 

T : Kebayang nggak sebelumnya, kalau pada akhirnya kamu bisa tampil dengan wanita populer seperti Ayu Azhari, Paramita Rusady, Bella Saphira, Tamara Bleszyinski, Krisdayanti, Desy Ratnasari dan JIhan Fahira?

J : Tentu saja nggak kebayang bisa "berganti" pasangan dengan wanita cantik dan populer lagi. 

T : Diantara mereka yang mana yang paling berkesan?

J : Semua bagus dan berkesan. Sebab mereka semuanya punya personal dan performance yang bagus. Saya senang sekali bisa jadi lawan main mereka. 

T : Masih ada cewek cantik yang belum jadi lawan mainmu?

J : Saya belum pernah bertemu satu frame dengan Sophia Latjuba.

T : Setelah tampil lagi dengan Krisdayanti di Mencintaimu, adakah artis lain yang kamu inginkan untuk main bareng lagi?

J : Ada. Saya sudah usulkan dengan Pak Raam (Produser Multivision plus) agar saya bisa ditampilkan lagi dengan Tamara Bleszynski. Saya ingin sekali main bareng dia lagi

T : Sudah cukup puas dengan peran-peran yang kamu mainkan?

J : Belum. Saya ingin sekali jadi tokoh hero. Misalnya main jadi perwira tinggi yang ceritanya dibalut dengan percintaan. Itulah yang menjadi impian saya dan belum tercapai. 

T : Beberapa artis memilih hengkang dari Multivison. Kamu malah tetap bertahan . Kenapa?

J : Kalau soal itu hak teman-teman untuk pindah, sedang kalau saya mengapa masih bertahan karena harganya masih cocok sesuai yagn saya ingingkan. 

T : Bukan karena kamu dikontrak eksklusif sepanjang masa oleh Multi?

J : Tidak. Kontrak saya dengan Multi jangka waktunya per tahun. Jadi kalau setahun habis kita perbaharui lagi. 

T : Tidak inign mencoba kedapur rekaman?

J : Nggak mungkinlah. Karena vokal saya jelek. 

T : Tapi banyak artis yang berani memanfaatkan popularitas dan tampangnya untuk jadi penyanyi. Masa kamu nggak berani?

J : Biarin aja. Pokoknya saya nggak mau karena nggak bisa nyanyi. 

Jeremy Thomas , Lair di Pekanbaru Riau 31 Julri 1970 dan pernah membintangi beberapa sinetron seperti Hati Seluas Samudera, Pin-Pin-Bo, Istri Pilihan, Mencintaimu, Tersanjung 1-2-3-4-5, Janjiku, Angin Tak Dapat membaca dan lain-lain. 


Wednesday, September 9, 2026

RENNY DJAYOESMAN, PEMERAN PEMBANTU WANITA TERBAIK FESTIVAL SINETRON INDONESIA 1992


RENNY DJAYOESMAN, PEMERAN PEMBANTU WANITA TERBAIK FESTIVAL SINETRON INDONESIA 1992 (berita lawas). Bagi Renny Djayoesman yang terpenting dalam berkesenian adalah bagaimana dirinya bisa mentotalitaskan diri dalam perannya. Karenanya penyanyi yang sudah resmi menjanda untuk kedua kalinya ini tidak pernah memikirkan hasil kerjanya di nilai atau tidak. 

Karenanya jangan kaget bila wanita Jawa yang dikaruniai dua anak ini justru bingung, bila ditanya tentang sinetron-sinetron yang dimainkannya. Karena setiap habis suting, Renny tidak pernah nonton baik lewat Televisi maupun video. 

"Ketika diumumkan saya masuk nominasi saja, saya kaget bukan main. Apalagi sampai dapat , luar biasa tentunya," ujarnya dengan nada haru.

Ketika disebutkan saingan-saingan Renny Djayoesman seperti Ny. Soeparmi, Roldiah Matulessi, Renny justru menjagokan rivalnya itu. "Gua yakin kalau nggak Roldiah ya, Suparmi, "Ujarnya yakin. 

Namun setelah menerima Piala Vidia sebagai Pemeran Pembantu Wanita Terbaik, dengan lantang Renny menyatakan bahwa Pialanya itu ia persembahkan secara khusus buat Irwinsyah.

"Kalau bukan almarhum, gua yakin nggak bakal dapat Piala Vidia. Tahu nggak, sebenarnya gua nggak mau main di Aksara Tanpa Kata, tapi karena kegigihan Irwin Syah minta Gua jadi  nggak tega, malah ia pakai mengancam segala, kalau gua nggak mau ikut main, Irwin akan membatalkan sutingnya , ini gila," katanya dengan nada berapi api. 

Keberhasilan Renny melakonkan wanita Bali yang papa begitu pas, dialeknya meluncur lancar. Memang bukan fakto kebetulan, tapi memang kemampuan aktingnya yang begitu prima. Padahal diakui Renny, menerima naskah yang ditulis Alex Suprapto Yudho itu waktunay begitu singkat. Setengah jam sebelum suting begitu nyampe lokasi, Make up langsung sut. 

Ada kenangan yang membekas dalam diri Presiden Direktur Renny Djayoesman Interprise ini ketika suting sinetron yang mendapat 6 nominasi itu. Kenangan Renny adalah keherannannya akan kelancaran jalannya suting itu. Yang mengalir bak air, tidak ada putus-putusnya. Padahal menurut pengamatannya, kalau melakukan suting di Bali ada saja rintangannya. "Tapi anehnya ketika suting, Aksara, mengalir lancar seperti air. Gua juga tidak pernah re take (pengulangan pengambilan gambar) padahal kalau suting-suting biasanya gua kena tik,"ujarnya dengan tertawa lepas. 

Atas keberhasilannya itu, Renny memang punya rencana mau syukuran membuat nasi kuning yang dihadiahi oleh rekannya, Ani Kusuma. "Gua tanya emak gua dulu ya, mau syukuran apa enggak, ha..ha..ha ,"candanya

 ~MF 167/134/TH IV, 28 Nov - 11 Des 1992