HENRY HENDARTO, GAGAL JADI TENTARA : KECEWA ! (berita lawas). Nasib memang penuh misteri, begitu juga garis kehidupan yang dialami aktor muda berbakat macam Henry Hendarto yang lagi laris ini. Pelakon di Kucing-kucing Hitam, jalan Makin Membara, Deru Debu, Jaka Sembung, Sinta dan Misteri, Rumahku Istanaku, Harta dan Nyawa dan masih banyak lagi, semasa kecilnya ambisi sekali ingin menjadi tentara.
Untuk menggapai cita-citanya itu cowok keren ini mempersiapkan diri sejak SMP sudah dimulainya. Caranya. ia aktif di organisasi OSIS, ikut olahraga, renang, polo air, berlatih ilmu bela diri, Karate, Kungfu, Yoga dan berbagai aktivitas lainnya.
Pokoknya saat itu konsentrasinya hanya satu, yaitu masuk AKABRI. Maka di tempalah dirinya, bagaimana caranya supaya ia lolos seleksi. Niat itu tanpa kaya akan tercapai kalau saja pemuda yang murah senyum ini tak ada test ulang saat ia sudah melalui berbagai seleksi ke Magelang, tempat pusat pendidikan militer itu.
Itulah yang disebut garis kehidupan alias nasib. Meski Henry yang datang dengan penuh percaya diri, justru gagal saat ia diharuskan test ulang psikotes yang sudah ditentukan itu. "Padahal saat masih di Jakarta , saya lulus begitu di test tentang psikotes. Itulah namanya nasib, siapa yang tahu," ujar Henry pasrah.
berikut petikan wawancara dengan Henry Hendarto :
Apakah Henry kecewa karena gagal jadi tentara?
Kecewa sekali, karena persiapan yang saya lakukan begitu panjang dan matang.
Anda sempat Frustasi?
Alhamdulillah tidak, karena saya menyadari kalau manusia itu tidak selamanya berhasil dalam menggapai apa yang di cita-citakan.
Apakah Anda tidak mencobanya sekali lagi?
Niat itu sebetulnya ada, Begitu saya koreksi ulang, langkah yagn saya lakukan saya pikir menjadi mundur. Akhirnya saya batalkan niat itu. Saya pilih untuk kuliah di Institute Kesenian Jakarta (IKJ) Fakultas Film dan TV.
Mengapa bisa berubah 360 derajat dari cita-cita semula?
Kalau melihat seperti itu, memang keputusan yang saya ambil jauh berbeda. Alasan saya mengapa ingin kuliah di IKJ, karena saya punya feeling kalau jurusan yang saya pilih itu punya prospek bagus di masa akan datang. Sekedar tahu saja, saya bukan orang yagn suka mengekor kalau melakukan sesuatu termasuk dalam memilih sekolah. Misalnya belakangan ini orang ramai memilih kuliah jurusan perbankan, karena menjamurna Bank, saya malah berpikir jauh ke depan sesuai kebutuhan jaman.
Maksudnya?
Artinya saya tidak ingin dunia menguasai saya, tapi harus dunia yang saya kuasai.
Anda nampak cepat matang ya?
Dulu sifatku terbalik dengan sekarang. Maksudnya, dulu saya orangnya gampang marah dan emosian sekali hingga sering kali berkelahi!.
Kenapa sifat emosi itu sulit diredam?
Mulanya saya ini anak yang penakut. Lantaran Papa yang mengajarkan saya harus berani hingga timbul niat tak mau mengalah terhadap semua orang.
Kalau begitu Henry termasuk anak yang bandel juga ya?
Saya memang termasuk anak bandel. Bahkan waktu disekolah tepatnya di SMA 7 tempat saya bersekolah, dimana sering disebut bikin keributan. Kita semua pernah mendapat pengarahan dari Muspida yang dihadiri banyak wartawan. Ternyata dari pertemuan itu pula ada beberapa wartawan yang menawari saya untuk jadi model dan darisana pula dunia seni saya mulai.
Selanjutnya bagaimana emosi itu akhirnya bisa hilang?
Emosi yang tinggi membuat saya jadi orang yang ringan tangan. nah, pada suatu hari begitu saya lagi berjalan bersama teman-teman, ada orang Ambon berbadan kekar yang terus memperhatikan saya. Melihat seperti itu, langsung saja darah muda saya naik hingga meng hajarnya sampai tak berkutik.
Hati saya begitu terhenyut ketika tahu kalau dia memperhatikan saya. Sebab, katanya wajah saya mirip dengan kakaknya yang disebut Ambon putih. Peristiwa itu pula yang menyadarkan saya tidak selalu menggunakan power dalam bertindak.
Saya mulai menyadari ternyata masih ada cara lain yang bisa kita kendalikan dengan memakai otak atau mulut kita tanpa harus dengan kekerasan.
Pemberani dengan sesama jenis untuk selalu adu jotos, apakah dengan cewek kamu jagoan juga?
Wah, dengan wanita saya justru nggak PeDe. Makanya kalau saya suka dengan seorang wanita, saya tidak berani mengatakan cinta terlebih dahulu. Jadi jangan kaget kalau selama saya pacaran dengan wanita selalu dia yang menyatakan suka terlebih dahulu.
Apa sebabnya hingga tidak PeDe sama wanita?
Takut di tolak saja.
Jika diberi kesempaan hidup dua kali, Anda ingin jadi siapa?
Saya tetap ingin jadi Henry seperti sekarang. Karena saya bangga dengan diri saya sendiri. Makanya saya tetap ingin jadi diri sendiri.
Bicara tentang karir di dunia seni, apakah diawalinya dari model?
Benar, dari model terus ke layar lebar dan baru ke layar kaca.
Mengapa Anda sekarang lebih fokus pada layar kaca dari layar lebar?
Saya ingin serius di layar kaca saja.
Rencana apa yagn ada di benak anda sekarang?
Setelah menekuni sebagai pemain, saya ingin juga mengembangkan karir menjadi sutradara. Mudah-mudahan saja niat itu terwujud suatu hari kelak.
~sumber : MF 290/256/XIII/26 Juli - 8 Agustus 1997