Showing posts with label Film Jadul. Show all posts
Showing posts with label Film Jadul. Show all posts

Friday, May 8, 2026

NICKY ASTRIA AKHIRNYA TERJUN KE FILM


 NICKY ASTRIA AKHIRNYA TERJUN KE FILM (berita lawas). Nicky Astria, rocker cantik dari Bandung akhirnya tak kuasa menolak tawaran main film. Atas bujukan Eddy D Iskandar yang datang bersama Tomi Indra produser "Tiga Sinar Mutiara Film" akhirnya Nicky bersedia menandatangani kontrak main dalam film "Biarkan Aku Cemburu". Kenapa sampai Nicky akhirnya tergrak mau main film, mungkin karena pendekatan yang dilalukan oleh Eddy D Iskandar sang penulis cerita  dan skenarionya. Padahal selama ini sudah banyak juga tawaran main tapi semuanya ditolak oleh Nicky. 

Peran yang dipercayakanoleh Christ Helweldery yang bertindak sebagai sutradara "Biarkan AKu Cemburu" sebagai Komala, mahasiswi sinematografi. Usianya baru 19 tahun, dalam penampilan sehari-hari Komala nampak lincah, agresif, dinamis dan panjang akal. 

Sewaktu akan mendandatangani kontrak, Nicky wanti-wanti kepada produser dan sutradaranya agar dia tidak melakukan adegan ciuman apalagi buka-bukaan. Pokoknya Nicky tidak mau sampai ada imej yang negatif dan bisa merusak citra dia sebagai penyanyi kondang. Berapa honor Nicky? "Wah sorry deh, itu mah rahasia, " kata penyanyi rock yang bulan September (1988) lalu menerima penghargaan BASF Award berkat alunan nadanya dalam album "Gersang".

Penghargaan itu ditandai pula dengan melancong cuma-cuma ke negeri kanguru selama 15 hari.

Tiga tahun sebelum Nicky juga memperoleh penghargaan yang sama berkat album "Jarum Neraka" kemudian sempat melancong ke Jerman sekaligus melongok pabrik BASF. Tahun kemarin dia sempat mengunjungi beberapa negara Eropa antara lain Paris, Swiss, Jerman dan lain-lain. Juga hadiah dari BASF karena album "Tangan Tangan Setan" meledak di pasaran. 

Sukses yang di peroleh Nicky dalam bidang vokal ini terutama berkat dorongan dari pihak keluarganya sendiri, disamping pihak yang tak bisa disebutkan satu persatu. Diantara sekian banyak yang ikut memoles Nicky terdapat tangan dingin Denny Sabri dan kakaknya sendiri Boeky Wikagoe. Juga sukaety Hidayat dan Pandji Tisna Sendjaja. 

Mojang geulis ini sudah memperlihatkan bakatnya sejak usia kanak-kanak. Pada 1971 dia sudah keluar sebagai juara I festival Penyanyi Cilik se Kodya Bandung. Selama empat tahun sejak 1972 Nicky hijrah ke Malaysia ikut kedua orangtuanya. Disana dia sempat diasah vokal oleh Suhaemi Nasution, orang Indonesia yang berdinas di sana. Pulang ke tanah air Nicky yang tomboy ini sempat mencetak berbagai prestasi bidang tarik suara. Dia seperti langganan menerima penghargaan atas berbagai juara yagn sempat disandangnya pada Festival Lagu Tingkat Jawa Barat.  ~MF 61/29 Tahun V 29 Okt - 11 Nov 1988

HERRY TOPAN INTERCINE & PRODUCTION, MEMBIDIK YANG BETAH DI DEPAN TV


 HERRY TOPAN INTERCINE & PRODUCTION, MEMBIDIK YANG BETAH DI DEPAN TV, (berita lawas). Setelah lama menghilang, tiba-tiba Herry Topan muncul dengan membawa ledakan dasyat untuk broadcast swasta RCTI. Menggaet mitra kerja pelawak kondang, Kasino melempar sinetron 'sensasional' Si Manis Jembatan Ancol, sinetron inilah yang memberi keyakinan para pengasuh program lokal stasiun televisi, bahwa sinetron anak negeri juga bisa digemari masyarakat, yang waktu itu TV swasta kita tengah di jejali sinetron dan film produk Amerika. 

Sejak sukses dengan sinetron yang dibintangi dan sekaligus mempopulerkan bintang-bintangnya, Diah Permatasari dan Ozy Syahputra, nama Herry Topan ikut populer. RCTI pun menjadi ketagihan dengan produk-produk yang dihasilkan Herry Topan Intercine & Production (HTI). Padahal ketika produk pertama HTI sebelumnya, yang berbentuk Variety Show dengan mata acara Bugar Bersama Dr. Sadoso dan Sinetron Sebening Air Matanya, RCTI setengah hati dalam menayangkannya. 

Lazimnya perusahaan patungan yang meraih sukses, ujung-ujungnya pasti bertikai dan bubar. Begitupun dengan Herry Topan dan Kasino. Keduanya jalan sendiri-sendiri dan Herry Topan kemudian mengibarkan bendera Herry Topan Inercine. 

"Begitu sukses denan Si Manis, RCTI makin memberi kesempatan kami untuk berkarya berikutnya. Syukurlah produk kami berikutnya yang berjudul Si Buta Dari Gua Hantu dan Wiro Sableng mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat, "  papar Herry Topan ketika diwawancara oleh wartawan MF di mobil terbarunya, Blazer warna biru metalik menuju ke lokasi suting sinetron Wiro Sableng di Purwakarta, Jawa Barat. 

Walau tidak sesukses Si Manis Jembatan Ancol, Si Buta Dari Gua Hantu karya besar Ganes TH mendapat tempat dihati masyarakat pecinta action klasik. Sebenarnya, menurut sumber MF, Si Buta secara bisnis rugi dan membuat RCTI kebakaran jenggot, karena mulanya RCTI berkeyakinan kalau Si Buta akan meraup iklan banyak dan meraih rating tinggi. Tapi ternyata pemasang iklan pada enggan pamer iklan produk-produknya disitu. 

Jeblok di Si Buta, tidak membuat RCTI jera. Kali ini cerita karya besar Bastian Tito, Wiro Sableng yang bukunya hingga kini masih laris, lagi-lagi jadi andalan RCTI untuk tayangan Minggu Siang. Kali ini RCTI cukup berhasil. Wiro berhasil meraup iklan dan penonton serta melambungkan nama aktor pendatang , Ken Ken sebagai pemeran Wiro Sableng. 

Entah siapa yang harus disalahkan. Tapi yang jelas suksesnya Wiro Sableng memancing kekisruhan untuk kedua kalinya di tubuh Herry Topan Intercine. Kali ini tidak lagi sesama rekan bisnisnya tapi dengan ken Ken sebagai pemeran Wiro Sableng. Pertikaian diantara produser dan pemain utama ini tidak menghalangi kerja Herry Topan bersama kru. Lagi-lagi Herry berprinsip the show must go on. Apapun yang terjadi produksi harus jalan terus. Karenanya, walaupun prtikaian antara dirinya dan Ken Ken terus berlangsung tapi produksi sinetron Wiro Sableng harus jalan terus. Maka, jalan keluarnya mengganti Ken Ken dengan pemain baru. Jadi tak heran bila Wiro Sableng ganti wajah baru mulai episode 53. 

Judul yang sedang dikerjakan oleh HTI yakni Wiro Sableng dan Misteri Penunggu Makam. Rencananya akan ditayangkan di Indosiar.  Apa sih resep HTI sehingga broadcast tetap percaya dengan produksinya? "Gampang saja, dalam melihat pasar, saya mencoba membidik orang yang punya kesempatan nonton TV. Lalu pertanyaannya  Siapa sih punya banyak waktu untuk menonton TV? Menurut hemat saya wania dan anak-anak. Kalau sudah begitu, kita tinggal mencari produksi apa yang paling disukai wanita dan anak-anak, " papar Herry Topan. 

Kata Herry lagi, tontonan yang disukai wanita dan anak-anak adalah cerita action dan misteri. Dicontohkannya, kenapa Si Buta bisa meraih sukses, karena jam tayangnya siang, dimana anak-anak ada di rumah dan ibu-ibu selesai masak. Begitupun dengan Si Manis Jembatan Ancol dan Misteri Delima dan cerita misteri lain.

Pada dasarnya cewek itu takut melihat film atau sinetron horor, tapi anehnya mereka paling suka kalau nonton sinetron horor. Kerenanya, dalam berproduksi saya mencoba memilik market anak-anak dan wanita, " ujarnya. 

Agar produksinya tidak keteter dan terkejar jam tayang, seperti yagn banyak dialami ph-ph larin , maka Herry topan mencoba melengkapi peralatan pendukungnya seperti Kamera 5 buah, editing 2 set, 5 diesel, dink dolly, lighting lengkap untuk 5 produksi, komputer grafis dan animasi. 

Untuk biaya produksi Herry tidak bisa memastikannya. Tapi katanya antara 50-60juta. Tapi untuk sinetron action seperti Wiro Sableng dan Si Buta bisa lebih dari itu. Tergantung situasinya lah, katanya. ~MF284/250/XIII/3-16 Mei 1997

Tuesday, May 5, 2026

FIRDHA RAZAK, SUTING LUPUS II SAAT HAMIL


 FIRDHA RAZAK, SUTING LUPUS II SAAT HAMIL, (Berita Lawas). Seorang pembaca Majalah Film melayangkan sepucuk kartu pos ke ruang Uneg Uneg. Benarkah bintang film Firdha Razak hamil ketika main film "Lupus II Makhluk Manis Dalam Bis?".

Diingat-ingat sembari di pelototi film itu lagi, benar juga. Firdha memang benar lagi hamil 7 bulan. Saking takut perutnya yang jendul itu kelihatan, maka berkali-kali ia menutup dengan tas dan baju kompryangnya. Tapi perut biasanya tak bisa diumpetin. Saat di bonceng sepeda motor oleh tokoh Boim (Agyl Syahriar) maka lewat kamera yang setengah close up nampak perut Firdha yang hamil menjelang tua. 

Tidak dengan film itu saja perut Firdha nampak membesar. Dalam film "Kecil-kecil jadi pengantin" Firdha juga tengah mengandung putranya yang kedua. Agak beruntung dalam film ini dikisahkan Firdha yang dari anak muda lalu menjadi istri muda (maksudnya seorang wanita muda yang baru menjadi istri).

Saat adegan Firdha main sepakbola jelas sekali perutnya tak bisa disembunyiin. Celakanya lagi ia diharuskan memakai jelana pendek, jadi repot menyembunyikan perutnya. Maka saat diadakan pemutaran awal film Lupus di Jakarta oleh Majalah Film, banyak yang berkomentar setelah nonotn film itu, "Wah repot, Adik Lupus, Lulu diam-diam sudah hamil. Jangan-jangan yang menghamili si Boim atau Lupus sendiri. "Tapi tentu saja komentar ini perlu diberi peringatan, Husshhh!. Artinya, setidaknya pengamatan da kejelian penonton film telah mulai tajam. Bukti bahwa untuk bikin film baik harus lebih hati-hati dan teliti. 

Orang tentu tak akan menyangka bahwa Firdha yang masih kelihatan gres ini sudah bersuami. Waktu suting Lupus I di Jl. HOS Cokroaminoto saja, Lulu eh Firdha serign diantar jemput oleh suaminya. Namun sejauh itu Firdha tak mau buka suara. 

Betapapun bintang muda satu ini memang pantas di perhitungkan kehadirannya diantara segerombolan bintang baru dan ia nampak lain lewat bakatnya. 

Tampang Firdha baru dikenal lewat film Pesona Natalia, baru sebagai taraf figuran. Seorang sutradara muda Eddi SS tertarik lalu memasangnya dalam film "Cinta Cuma Sepenggal Dusta" yang memperoleh tolehan dari banyak wartawan film. Klimaknya adalah ketika ia menokohkan peran Lulu, Adik Lupus dalam film Lupus I dan II meski tidak nongol banyak. Kemudian di film Kecil-kecil jadi Pengantin mendampingi Richie Ricardo. 

Sosok Firdha sekaligus bukti kecil tak benar artis yang sudah berkeluarga dijauhi penontonnya. ~sumber MF 51/19/Tahun ke IV, 11-24 Juni 1988

MISTERI DI MALAM PENGANTIN, SUTING 18 HARI, REKOR TERCEPAT FILM HOROR


 MISTERI DI MALAM PENGANTIN, SUTING 18 HARI, REKOR TERCEPAT FILM HOROR (Berita Lawas). Lewat tangan Manisnya, Atok Suharto telah membuktikan sinetron RCTI Si Manis Jembatan Ancol menjadi tayangan baru dalam tema horor. Beigtu mengudara, pemirsa TV langsung tak beranjak. Sinetron karya sutradara jebolan Fak. Sinematoraphy IKJ ini telah menemukan resepnya. Namun, tidak begitu dengan film. Meski Atok Suharto telah beberapa kali menggarap film tema horor, Atok belum menemukan resep yang mujarab. 

"Secara penuh sih belum, tapi saya mencoba tetap mencari bentuk baru dalam tema horor," kata sutradara yang telah menggarap berbagai tema film ini. 

Lewat film garapan terbarunya, Misteri di Malam Pengantin produksi PT. Soraya Intercine Film, Atok Suharto mencari alternatif baru dalam tema horor. 

Begitu kontrak dua film, Atok langsung membikin gebrakan baru, memproduksi film horor dengan 18 hari suting. Angka yang menakjubkan. Dalam sejarah membikin tema horor, Atok memecahkan rekor tercepat menggarap film horor. Arizal saja yang dikenal sebagai sutradara komedi supercepat bila menggarap film Warkop DKI paling cepat membutuhkan waktu sebulan. 

Ketika Atok menggarap Si Manis Jembatan Ancol ia membikinnya seperti menggarap sebuah film. Hanya saja alatnya yang beda, katanya. Barangkali dari sinetron itu ia menemukan kiat baru. "Bisa juga, tapi yang jelas dengan kru saya sudah kerjasama yang cukup lama. Jadi keinginan saya tidak sulit diterjemahkan semua kru. Sebab semua kru meruakan kelompok saya."

Soal peralatan Soraya Film tak diragukan, mereka memiliki seabrek perangkat yang cukup canggih di negeri ini. Dengan kamera Afifflex III terbaru, plus lampu-lampu gress, soal mutu gambar boleh dijamin. 

Sedianya film Misteri Di malam Pengantin akan digarap oleh Sisworo Gautama Putra , karena keburu di panggil Sang Pencipta, tongkat diserahkan kepada Atok. Skenario Misteri Di Malam Pengantin merupakan peninggalan terakhir dari Sisworo Gautama Putra, ketika menulis dengan nama samaran S. Gatra. 

Dana yang cukup tidak membuat Atok langsung cepat puas ketika mengambil gambar. Ia ingin menunjukkan keberadaannya sebagai sutradara horor. Contohnya ketika memunculkan adegan suspence, tidak hadir dengan sekonyong-konyon. Melainkan di bina dari awal. Ia tidak menghadirkan secara tiba-tiba. "Dari Scene-scene sebelumnya saya sudah bina rasa takut penonton, " katanya. 

Dalam film ini, Atok leih banyak bermain dengan Glas Shot. Bukan menghindari trik. Trik tetap ada hanya sebatas apa yang ada di skenario. "Saya tidak takaburmembikin film horor ini begitu cepat. Cerita maupun lokasi suting sangat mendukung sekali cepatnya suting 70% lokasi suting mengamil set di Puncak, Jawa Barat. 

Handalan lain yang memiliki nilai jual adalah kehadiran Kiki Fatmala sebagai bintang utama. Sebab selama ini ia hanya berlakon sebatas tema drama an komedi. Bentuk  tubuhnya nan sensual dengan kostum transparan lewat siraman tata lampu yang apik menjadikan gambar manis di pandang. 

"Saya kaget mendapat tawaran main film tema horor, belum pernah sih.?. Untung MasAtok banyak memberikan pengarahan kepada saya. Sebab, main lakon horor muka harus bisa berekspresi dingin namun punya dendam. Karakternya adalah dendam yang diperkosa, " kata artis yang sibuk suting sinetron Ada Ada Saja ini. 

Max J Pakasi, selaku kameraman tidak mau tinggal diam. Usaha untuk membikin adegan artistik merupakan tantangan yang tidak diabaikan begitu saja dalam mensut film Misteri Di Malam Pengantin ini.

Untuk pengadegan Love Scene, Max menghadirkan shot lain dari biasa dalam tema horor. Sebab tak jarang sineas negeri ini  mengabaikan begitu saja pengadegan love scene sehingga terkesan vulgar. 

Para bintang yang bercokol dalam film ini diantaranya Kiki Fatmala (Kinanti), Ibra Azhari (Boy), Christine Terry (Fluorent), Ervan Yudha (Dolof), Andi Jurpi (Jaky), Vira Suzanna (Cici), Linda Flexiana (Yuke) dan Yohana (Omi). 

Di bagian Kru , Atok Suharto (Sutradara), Max J Pakasi (Kamerawan), Affandi SN (Penata Artistik), Muryadi (Editor), Chossy Pratama (Penata Musik), Agusti Tanjung (Asisten Sutradara) dan CJ Beslah (Pimpinan Produksi). 

Sinopsis : 

Segerombol anak-anak muda kaya dalam keadaan mabuk memper kosa gadis SMP bernama Kinanti, di sebuah Vila. Saat di per kosa Kinanti berusaha menyelamatkan diri. Tapi secara sadis Kinanti di gilir sampai akhirnya mati dalam kecelakaan. 

Begitu mengetahui Kinanti mati, Boy, Joky dan Garmin kemudian menguburkannya. Lima tahun kemudian, tatkala gerombolan anak muda itu telah berada di bangku kuliah, Kinanti datang untuk membalas dendam. 

Dendam Pertama kepada Boy, Kinanti datang tatkala Boy sedang menikmati bulan madunya dengan Flourent. Cara membunuh Boy, Kinati berwujud seperti Flourent. Tanpa diketahui Boy, ia berkencan dengan Kinanti. Pada saat bulan madu itulah Boy mati mendadak. Hal ini membuat gempar gerombolannya. 

Satu persatu Kinanti datang menteror gerombolan yang pernah memperkosanya. Semua panik dan ketakutan. Namun ada yang tak percaya. Setelah membuktikan Kinanti akan membalas dendam semuanya jadi panik. Dalam kondisi dihantui ketakutan, semuanya mencari jalan selamat. Tapi rupanya Kinanti tetap saja buas menjangkau manusia yang pernah memperkosanya, kemanapun mereka pergi. ~sumber MF177/144/THIX, 17- 30 April 1993

Monday, May 4, 2026

BETHARIA SONATA, MAU TIDAK MAU HONOR SAYA HARUS 25 JUTA!

 


BETHARIA SONATA, MAU TIDAK MAU HONOR SAYA HARUS 25 JUTA! (berita lawas). Para penyabet Piala Citra boleh bangga karena setelah itu honornya bisa sedikit naik. Bintang film terlaris sekali pun boleh bangga honornya sekali main bisa mencapai Rp. 20 juta. Tapi Betharia Sonata, yang lagi main film sebijipun, bisa berbangga diri bahwa honornya sekali main film 25 juta rupiah. 

Betha memang orang baru di film. Ia barusan merampungkan film "Kamus Cinta Sang Primadona" yang digarap cukup norak. Dalam film ini Betha cuma dibayar Rp. 2,5 juta dengan perhitungan kalau soundtrack lagu film ini laris akan dapat royalti khusus. 

Malah, ketika Sophan Sophian akan menggaet Betha untuk menjadi peran utama dalam film "Ayu dan Ayu" yang sudah ditandatangani, kemudian batal karena kesibukan Betha, cuma dibayar 5 juta rupiah. 

Kini semua bintang boleh iri, Betha mampu menaikkan honor di filmnya menjadi Rp. 25 juta. Satu hal yang barangkali belum ada sejarahnya dalam film nasional menggaet bintang gress dengan bayaran segitu.

Ini memang honor kaget Betha untuk film keduanya berjudul "Biarkan Dia Cemburu" yang disutradarai oleh Chris Heldewery yang pernah  menggarap "Telaga Air Mata".

"Biarkan AKu Cemburu" berdasar novel Eddy D Iskandar yang sekaligus menuliskan skenarionya . Produsernya adalah Tommy Indra, yang pernah menggarap film "Gita Cinta Dari SMA", "Puspa Indah Taman Hati", "Gadis Marathon" serta "Gepeng Bayar Kontan", selain 8 film lainnya. 

Film ini berkisah tentang romantika anak-anak IKJ (Institut Kesedian Jakarta) jurusan Tari. Tapi lupakan dulu soal ceritanya. 

Honor yang cukup selangit ini sendiri membuat banyak produser protes. "Ini bisa merusakkan harga" ujar beberapa produser. Tapi Tommy yang kegiatannya sebagai petani tambak di Lampung tenang-tenang saja. "Ya saya kira kalau Betha minta segitu dan saya anggap pantas ya bayar saja, ujar Tommy yang pernah diisukan bangkrut dari kegiatan film. Ya ini sekaligus membuktikan saya tidak bangkrut. Biar orang lain tahu saya bisa bayar artis dengan harga pantas," kilah Tommy yang membayar Betha dengan cash sesuai permintaannya. 

Beberapa orang film menyangsikan bahwa Betha yagn sering tour show nyanyi, bisa mentaati jadwalnya. "Pokoknya saya janji bisa taat jadwal suting, ujar Betha yang ditirukan Tommy. Betha sendiri pernah ingkar janji, ketika pembuatan "Ayu dan Ayu" sehingga ketika Sophan Sophian jengkel, Betha dibatalkan dan diganti Dewi Yull. 

Rencana Suting Biarkan Aku Cemburu adal November 1988 di Lampung dan Jakarta. Film ini didukung oleh Dede Yusuf, Nicky Astria, Uci Bing Slamet dan Dolly Marten. ~sumber MF 61/29 Tahun V , 29 Okt - 11 Nov 1988

Sunday, May 3, 2026

SEPASANG MATA MAUT, TEROR GENTAYANGAN


 SEPASANG MATA MAUT, TEROR GENTAYANGAN. Gara-gara manipulasi di perusahaannya bekerja terbongkar, Supandi di pecat. Terpaksa ia pulang kampung dengan membawa isterinya. Amalia. Saat menggali sumur, Pandi menemukan satu kepala manusia yang sepasang matanya memancarkan sinar. Pandi diperbudak oleh kepala manusia berhawa jahat ini. 

Di ungkapkan kisah puluhan tahun lalu. Tarjo difitnah oleh saudara seperguruannya sendiri, Parman. Kekbalan tubuh Tarjo di punahkan oleh Parman dengan cara mengolesi goloknya memakai darah perawan Ijah, adik kandung Tarjo sendiri. Tarjo dipenggal. Kepalanya menggelinding jatuh ke jurang yang kemudian tertimbun oleh tanah longsor. Kepala Tarjo yang masih tetap utuh inilh yang sekarang menuntut balas dengan memperalat Pandi. 

Musuh-musuh Tarjo yang masih hidup satu persatu menemui kematian mengerikan, bahkan juga keluarganya. Juragan Parman yang kaya raya menuduh Mak Ijah, gelandangan tua, sebagai si pembunuh. Untung ada Ustadz Jayusman, guru silat yang membela Mak Ijah. 

Keganasan Tarjo semakin menjadi karena ia selalu haus darah. Tak puas cuma kepalanya yang bergentayangan, ia ingin bersatu lagi dengan tubuhnya. Pandi harus menggali kuburnya. Tepat pada saat itulah menyerbu Parman. Datang pula Amalia, Mak Ijah dan Jayusman yang bertekan mengakhiri teror horor kepala Tarjo. 

Film Produksi PT. Kanta Indah Film ini diangkat dari novel Abdullah Harahap yang memang sudah banyak menulis cerita seram. Di dukung oleh bintang-bintang campuran Indonesia-Malaysia, Hengky Tornando, Raja Ema, Sutrisno Wijaya, Wenny Rosaline, Ferry Irawan dan M. Rojali. 

Tak ketinggalan Torro Margens yang selain menyutradarai juga ikut berperan sebagai sang ustadz. Lewat mulutnya berucap "Kepala Tarjo yang kita lihat hanyalah wujud pinjaman setan. Menjelang akhir hidupnya ia menyerah pada kemauan setan. Dan setelah itulah yang kini berkeliaran melakukan pembantaian di sana sini sebagai imbalan penyerahan Tarjo. Jadi masalahnya berpulang pada manusia sendiri. Kekuatan mana yang ingin diraihnya dalam hidup ini. Iman kepada Tuhan atau menyerah pada kemauan Setan?.

Pada penutup film dibacakan surat Al Hijr ayat 39 yang artinya "Setan takkan pernah menyerah. Dia akan datang lagi setiap saat untuk menyesatkan manusia dari jalan Tuhan. Dan dia pantang menyerah, kecuali oleh orang-orang yang beriman!".


Saturday, May 2, 2026

SENTUHAN KASIH

 


SENTUHAN KASIH

Tema : Drama

Produksi : PT. Inem Film

Produser : Ny. Leonita Sutipo dan Sonny Effendy

Skenario/Sutradara : Willy Wilianto

Sinefotografi : Bambang Trimakno

Penyunting : Mulyadi

Pemain : Dian Ariesta, Minati Atmanegara, Zulferdi Amos, WD Mochtar, Wolly Sutinah, Pietrajaya Burnama, Pong Harjatmo, Hadisyam Tahax


Cerita : 

Arie (Dian Ariestya) hidup berdua dengan ibu kandungnya, Susi (Minati Atmanegara). Mereka menolong seorang lelaki tua, Darma (Hadisyam Tahax) yang numpang tidur di rumah. Dan kemudian Darma dijadikan pembantu rumah tangga sementara. 

Pada suatu hari nafsu jahat Darma timbul. Ia memperkosa Arie! dan ketika coba mengganggu Susi, Darma ditikam mati oleh Arie. Demi untuk menolong anaknya, Susi cepat merebut pisau berdarah itu, agar dikira polisi bahwa dialah pembunuhnya. 

Susi ditangkap dan ditahan polisi, akan diajukan ke pengadilan.  Sementara itu Arie mencari pekerjaan, untuk mendapatkan uang guna membiayai pengacara. 

Pertama-tama Arie kerja di rumah Tuan Herman (A Hamid Arif) seorang duda tua. Tuan Herman jatuh cinta dengan Arie. Dan diterima karena dia janji akan menolong Susi. Mulai saat itu Tuan Herman banyak makan obat kuat, padahal ia mengidap penyakit jantung. Akhirnya ketika birahinya bergejolak terhadap Arie, Tuan herman meninggal karena overdosis makan obat kuat. 

Arie ganti kerja pada Benny (WD Mochtar), seorang dukun modern. Benny juga jatuh cinta pada Arie. Juga diterima dengan baik, karena janji mau menolong Susi. Tapi Benny ternyata mengecewakan Arie, karena ia sering berbuat yang tidak-tidak kepada para pasien wanitanya. Pada akhirnya Benny ditangkap polisi karena mengganggu pasiennya seorang wanita yang masih bersuami. 

Arie cari pekerjaan lain. Dalam pengembaraannya ia ketemu dengan Teddy (Pong Harjatmo) seorang mahasiswa putra pengacara terkenal Gani Sembada SH (Pietrajaya Burnama).  Teddy jatuh cinta pada Arie. Ayah Teddy menolong Arie, mengurus perkara Susi. Tapi ternyata sewaktu mereka akan besuk Susi, wanita yang malang itu telah di bebaskan dari penjara!. 

Gani Sembada SH yang akhirnya mengenali Susi mengatakan bahwa Susi dibebaskan karena Darma yang dibunuh ternyata seorang buronan polisi. Seorang Residivis yang berbahaya. Arie dan Ibunya sangat merasa bahagia. 


Ada yang pernah menontonnya?


LAURA SI TARZAN, LAWAN AMASON DI RIMBA


 LAURA SI TARZAN, LAWAN AMASON DI RIMBA, Ada pesawat jatuh ke rimba belantara. Satu-satunya yang hidup cuma Laura, si gadis cilik. Tahu-tahu dia sudah tumbuh dewasa dan bergelayutan dari pohon ke pohon sebagai Tarzanita. 

Datang rombongan ekspedisi dipimpin Profesor Kribo. Mereka terjebak suku Amazon yang terdiri dari wanita-wanita buas. Ada yang diperkosa rame-rame, ada pula yang di bantai untuk pesta. 

Johny , anak profesor, mengajak pemuda-pemuda kawannya untuk menyusul. Menerobos rimba dengan dua jeep. Juga tertawan oleh suku Amazon. Kecuali Johny yang keburu diselamatkan Laura. Rupanya si Tarzanita jatuh hati pada pemuda yang tubuhnya penuh tatoo ini. 

Sisa rombongan ekspedisi kudu ditolong. Namun suku Amazon tak membiarkan mereka kabur begitu saja. Terjadi pengejaran ditengah malam gelap gulita. baku bunuh ngawur-ngawuran. Satu persatu roboh termasuk si professor dan semua pemuda. Begitu pula halnya dengan suku Amazon, punah habis. Sekarang cuma tinggal Laura dan Johny yang menghuni rimba itu. 

MENGUMBAR NAFSU. Inilah film arahan pertama Willy Willianto setelah menyelesaikan masa skorsingnya. Masih sama  seperti film-filmnya di Inem dulu, untuk produk Budiana inipun, ia tetap mengumbar nafsu vulgar. Sebarisan cewek figuran yang bermain sebagai suku Amazon harus bergumul dengan busana sekedar rumbai-rumbai daun kering belaka. Dan astaga, ternyata suku Amazon yang antah berantah ini dipimpin oleh ... Ully Artha!.

Laura diperankan oleh Wieke WIdowati yagn sebagai Tarzanita tak punya pasukan binatang. Dalam rimba Pangandaran dan Pelabuhan Ratu memang tak ada gajah dan macan. Jadi kerja Laura cuma bergelayutan dan mengintai kegiatan suku Amazon saja, belakangan ditambah dengan pacaran dengan Johny Indo, pemeran anak profesor. Sang profesor sendiri dibawakan langsung oleh Willy Wilianto yang rambut aslinya memang keriting kribo. 

Untuk ngeramein ikutan main pula bintang-bintang langganan Budiana seperti George Rudy, Baron Hermanto, Emmy Husein, Sherly Sarita, Herman Permana, Hengky Naro, plus belasan cewek figuran yagn bermodalkan keberanian pamer tubuh! . ~sumber MF 109/77 Tahun VI, 1 -14 September 1990

Tuesday, April 28, 2026

SUTING TERAKHIR "TAKSI"


 SUTING TERAKHIR"TAKSI", (Berita Lawas). Larut malam di minggu ketiga bulan Agustus 1990, ada kesibukan di jalan Blora. Sebuah taksi "Kosti" mondar mandir di jalan itu sampai belasan kali. Diamati dengan cermat dari pinggiran oleh belasan orang. Ternyata sopir taksi yang berpotongan rambut crewcut itu bukan lain daripada Rano karno. Sedangkan yang terus memberikan pengarahan adalah sutradara Arifin C Noer, lalu yang terus mengintip dari lubang intai kamera adalah kamerawan George Kamarullah. 

Itulah suting terakhir film gressnya Arifin, "Taksi" yang diangkat dari cerbernya Eddy Suhendro di harian "Kompas". Suting baru rampung pada pukul 03.00 dinihari, menjelang subuh!. Hebatnya, para pemain dan kru tak menampakkan tanda-tanda kepayahan. Tapi diatas mereka semua adalah Rahma Melati, seorang bocah yang baru berusia setahun, yang menjadi maskot film ini. 

"Melati benar-benar boleh dibilang bayi ajaib. Tidak kalah dengan si Michelle, bayi perempuan yang pintar sekali (dalam komedi serial TV "Fullhouse). Semua kami jatuh hati pada anak ini, cetus Hengky Solaiman produser pelaksana PT. Raviman Film. 

Rencana semula hendak memasang anak Ikang Fawzi-Marissa Haque, tai dibatalkan,diganti Rahma Melati ini. "Bukan anak orang film, anak orang biasa saja kok, " ujar Rano yang sering gemas pada si kecil. Maklum sejak lama sekali sudah mendambakan kepingin punya momongan, tapi belum juta terkabul. "Anak ini kelewat menyenangkan, cepat sekali akrab dengan saya.".

Dalam ceritanya, Rano jadi sopir taksi Giyon, suatu malam mengantar seorang wanita ke klab. Wanita itu, Dessy (Meriam Bellina) sebenarnya seorang biduanita. Lama tak keluar lagi, Giyon tak sabaran menunggu, menjalankan taksinya untuk cari muatan baru. Padahal di belakang ada anak Dessy yang tidur lelap. Maka terbawalah si bayi menjadi beban sisopir taksi. 

Sepanjang suting, Melati didampingi babysitternya, selain tertawa dan bercanda riang. Justru suatu sat ia diharuskan menangis. Tentu saja Arifin tak bisa memerintahkan, "Ayo kamu harus berakting menangis. Apa akal?.

Jajang Pamontjak alias nyonya sutradara yang magang sebagai scriptgirl (pencatat adegan) bertindak cepat, diam-diam mencubit paha Melati. Karuan saja ia menangis kesakitan. Kesempatan ini buru-buru digunakan Rano untuk berakting. 

Ketika adegan menangis harus diulang. Jajang pun mau cubit lagi. Kendati maklum Jajang melakukannya karena terpaksa , namun terlanjur sayang pada Melati, tak urung Rano mendesis "Sadis lu! Anak orang dicubitin terus!. 

Akting Rano yang lain dari biasanya dalam film ini. ~MF 109/77 Tahun VI, 1 - 14 Sept 1990


Monday, April 27, 2026

YENNY FARIDA


 YENNY FARIDA (Berita lawas),,  "BOM SEKS" begitu julukan bintang yang satu ini. Yenny Farida hadir didunia film nasional memang dengan penuh keberanian, hingga di adijuluki artis spesialis adegan panas. 

Memang, bicaranyapun ceplas ceplos tanpa tedeng aling-aling, baik dalam persoalan pribadi maupun soal keresahannya di dunia film. 

Yenny tidak takut sama cowok, kendati dia sering gonta ganti pasangan, tapi tetap tidak kapok. "Biarin, kalau pergi gampang cari laki-laki lain" katanya tegas. Ketika ditanya bagaimana resepnya menaklukkan lelaki, Yenny cuma menjawab dengan senyum. Tapi dia mengakui bahwa untuk itu ada ilmunya, tapi bukan ilmu dukun tentunya. 

Namun begitu, bukan berarti dia mau "blangsak" terus, hatinya sama seperti hati manusia lainnya. Dan dia sadar bahwa pada lubuk hatinya juga teringat akan kebesaran Allah. Karenanya diapun punya niat untuk menunaikan ibadah haji, rukun islam ke lima. Sayangnya maksud tersebut belum kesampaian. 

Yenny, sempat terbaring di rumah sakit. Katanya kena penyakit ginjal hingga di aperlu di rawat di MMC Kuningan. Hampir satu minggu dia dirawat disana, bahkan harus diinfus segala. Sakitnya kebetulan jatuh pada akhir bulan puasa, hingga mau tak mau dia harus lebaran tergeletak di rumah sakit. Inilah yang banyak membawa hikmah bagi diri Yenny. 

Anehnya, saat ketemu Yenny di lokasi suting film, "Angkara Membara" arahan sutradara Yoppy Burnama beberapa waktu lewat, Yenny tampak cerah dan badannya agak gemuk. 

"Memang aneh kok saya sendiri nggak ngerti, badan bisa tambah lima kilo beratnya. Celana dalamyang biasa saya pakai no. 29 sekarang mesti pakai nomor 3 ucapnya gurau".

Sekarang, walau keadaanya belum sehat betul, pinggang masih terasa sakit-sakit, pegel begitu, tapi kalau sudah bicara suting maka penyakit itu lenyap. Yenny nongol di lokasi suting jadi bintang tamu film "Angkara membara" produksi PT. Surya Artiwibawa Film. Gimana sih, gua kan nggak bisa lari dari dunia film, sebab dunia ini yang membesarkan dan membuat populer, hingga gue terkenal sampai sekarang ini, " begitu kata Yenny. 

Dari Perjalanannya di dunia film, Yenny sudah banyak mengisi frame perfilman nasional. Boleh dikatakan segala tema dan sudah menjadi ciri bila Yenny muncul pasti punya daya pikat tersendiri. Untuk film pengalaman baru inidimanfaatkannya benar walau sebagai bintang tamu. 

Sudah banyak film yang dimainkan Yenny, tapi rata-rata film itu memanfaatkan kemontokan dan kemulusan tubuh Yenny, barangkali inilah yang menjadi salah satu daya pikat. ~MF ~MF 109/77 Tahun VI, 1 - 14 Sept 1990



Thursday, April 23, 2026

SUTING AJIAN RATU LAUT KIDUL

 


SUTING AJIAN RATU LAUT KIDUL, Hujan deras berganti gerimis, angin sepoi membawa uap air, bumi Jakarta pun kian dingin. Sementara dibalik malam yang dingin itu kru film terseok seok, penat dan letih membaur jadi satu. Ya, orang film harus bisa bekerja segala cuaca. 

"Ok! Kamera go (action) pekik Sisworo Gautama Putra selaku sutradara. Seorang pemeran pembantu bertubuh kekar bergerak, sementara Suzanna menatap dengan sorotan tajam. Ternyata Sisworo tahu persis meramu tema film horor. Penempatan kamera yang dipegang Partogi Simatupang begitu pas dengan seleranya. Suting pun berjalan mulus dengan target 26 hari harus selesai. 

Sekali ini Sisworo dihadapkan pada tantangan untuk mampu menghasilkan karya baik dengan waktu yang singkat serta anggaran standar. Soal akal-akalan set, misalnya sebuah bangunan mewah yang belum rampung bisa disulap jadi set angker sebagai markas para bandit. 

Meski malam telah larut, penata artistik masih bekerja, menyiapkan boneka-bonekaan dan perangkat efek lainnya. Skedul suting tidak rapi. Berantakan karena para pemainnya sebagian suting di tempat lain. Tak jarang suting break gara-gara pemain. 

"kita sudah membuat dua ribu tigak kali glass shot, masak kalian tidak bisa. Ayo cepat dong, " teriak Sisworo memlihat persiapan adegan glass shot, dimana Suzanna masuk ke dalam jasad orang lain. Ia ngomel karena siraman tata lampu tidak tepat membuat pengambilan gambar terganggu. Satu jam untuk persiapan glass shot, membuat Suzanna letih. Berkali-kali latihan dan istirahat . Pada saat-saat tertentu Sisworo galak di lokasi suting. Tekadang omelannya mujarab juga untuk kerja cepat dengan hasil maksimal.

Malam itu pengambilan gambar dengan glass shot termasuk cepat. "Bukan kita takut dengan omelannya, sehingga kerja jadi cepat. Temperamennya memang begitu, tapi terkadang ada gangguan teknis yang menghambat suting, " ujar seorang penata lampu. 

Paling seru selama suting berlangsung adalah adegan pembotakan rambut pemeran pembantu. Suasana ketika itu agak ramai, sebab adegan pembotakan itu dilakukan masyarakat di lingkungan suting berlangsung. Ada yagn tertawa, prihatin dan kagum kepada seorang ibu  rumah tangga yang mau kepalanya di botaki! Tapi bagi Sri Rahayu Agustin yagn menjadi korban merupakan kebanggaan. "Sebab cukup lama saya ingin mendapat peran besar tapi baru sekali ini saya dapati, " katanya. 

Film Ajian Ratu Laut Kidul yang di produksi PT. Libra Inter Delta Film dibintangi oleh Suzanna, Clift Sangra, Tino Karo, Ratu Dhenok, Saigian Sugaja, Yornania, Johny Indo, Rita Sheba, Erfan Yudha dan Sri Rahayu Agustin Film horor ini dipenuhi balas dendam dari wanita yagn sakit hati kepada orang yang menjerumuskannya sehingga wajahnya cepat dan jabatanya sebagii Lurah di comot.

Karena tak tahan, eks lurah ini pergi meninggalkan desanya sampai  suatu ketika berjumpa dengan lelaki tua jelek yang monolongnya, dengan syarat mau dipersunting. Apa salahnya menerima  lamaran  itu . Tiba-tiba wajahnya menjadi cantik seperti Ratu laut Kidul. 

MF 143/110/TH VIII, 21 Des 1991 - 3 Jan 1992

Friday, April 17, 2026

GAIRAH MALAM III, 60% SUTING DI GUDANG

 


GAIRAH MALAM III, 60% SUTING DI GUDANG, Kesuksesan sebuah film nasional acap dipengaruhi judulnya. Demikian mitos yang terdapat di perfilman nasional. Simak saja judul film nasional belakangan ini begitu bombastis dan penuh dengan adegan yang menggiurkan  hawa nafsu, meskipun terkadang materi cerita tidak sesuai dengan judul filmnya. Dengan judul film yang "luar biasa" itu diniatkan memancing minat penonton untuk melirik perfilman nasional. 

Film Gairah Malam III diproduksi PT. Elang Perkasa Film ini, ceritanya tidak ada kaitan dengan Film Gairah Malam  I dan Gairah Malam II. Hanya artis sexy Malvin Shayna pemain tetap film Gairah Malam I,II dan III. Diakui para booker film daerah, artis panas ini masih punya nilai jual yang cukup tinggi. Teruji dari sekian banyak film yang dibintanginya menghasilkan rupiah yang cukup lumayan ke kocek produsernya. Akibatnya sering akhir-akhir ini Malvin Shayna tampil di layar perak sampai melahirkan anekdot, Malvin Shayna penyelamat film nasional. Karena dengan tubuh mulusnya menggairahkan penonton untuk datang ke bioskop. Gairah Malam III juga yang dibintangi Eddy Chaniago, Sonny Dewantara, Diaz Astuty, Malvin Shayna, Hengky Sonny RB, Thea Novita, dan Shinta DS ini. 

Ketiga serial film, Gairah Malam ceritanya secuilpun tidak memiliki continuity atau kesinambungan. Dipakainya judul Gairah Malam III hanyalah kiat produser mencuri perhatian. 

"Judul film Gairah Malam semacam ada 'garansi' dalam meraih keuntungan," komentar sutradara Prawoto Soeboer Rahardjo.

Adanya 'garansi' dari judul Gairah Malam bukan membuat sutradara jebolan IKJ ini berlaha. Dalam pengadeganan dan pembuatan trik-trik effect ia mencoba menampilkan gagasan baru. Antara alam mistik dan alam nyata. Dari materi skenario yang ditulis Prawoto, film ini 'bermain-main' dalam alam imaginasi. Rumusan seks dan kekerasan yang menjadi handalan tetap dipelihara. 

Materi cerita tentang perebutan pusaka. Mirip seperti kisah nyata Brandon Lee ketika suting film The Crow. Hanya saja alur ceritanya dilencengkan kealam mistik. 

Dalam suting sebuah film tiba-tiba pemeran utamanya tanpa di sengaja kena tembak dan mati. Kemudian dibawa kerumah sakit. Akan tetapi begitu Jodi sadar ia sudah berada disebuah alam gaib, alam antara hidup dan mati. Dalam alam itu ia bertemu dengan teman-temannya yang telah lama mati. ANehnya semua jadi mayat hidup. Hanya Jodi yang masih bernafas. Kiranya pembunuhan Jodi disengaja oleh Bu Darmi, seorang wanita yang memiliki ilmu tinggi. 

Bu Darmi dendam melihat Jodi anak musuh bebuyutannya sukses sebagai bintang film. Apa lagi musuh yang sekaligus kakak seperguruannya, Darman belum dapat dikalahkan. Sakit hati Darmi bermula karena merasa Darman mengabaikan anaknya yang dititipkan untuk menuntut ilmu. Akibat keteledoran itu anak Bu Darmi yang dititipkan kepada Darman sejak kecil menjadi gila. 

75% dari film ini penuh dengan adegan laga sedang sisa 25% untuk love scene. Sutradara muda ini mencoba memadukan unsur penuturan Amerika dan Mandarin dengan peralatan yagn ada di perfilman nasional. Para awak film yang terilbat dalam film ini adalah Prawoto Soeboer Rahardjo (Sutradara), Heru Susanto (Kamerawan), R.A Maktal (Penata Artistik), Chris (Penata Kelahi) dan Andy Burnama (unit Manager) ~sumber MF 256/222/XII/6-19 April 1996

Thursday, April 16, 2026

FILM LEGENDA BERBAHASA JAWA, BALADA CINTA ANGLINGDARMA

 


FILM LEGENDA BERBAHASA JAWA, BALADA CINTA ANGLINGDARMA, Sebuah terobosan baru di lakukan sutradara Torro Margens lewat film ini, menggunakan dialog bahasa Jawa. Cerita rakyat yang sudah melegenda ini sudar tersohor sejak 1950an lewat panggung ketoprak. Denga sendirinya memang teasa lebih pas bila para pemainnya berbahasa Jawa. Namun kemudian PT Kanta Indah Film memproduksi dua versi sekaligus, untuk peredaran di Jatim dan Jateng, khusus yang berbahasa Jawa, sedangkan di lain daerah dalam versi bahasa Indonesia. 

Di dukung oleh pemain-pemain : Baron Hermanto, Fitria Anwar, Okky Irwina Savitri, Atin Martino, Basuki, dan Prof. Dr. RM Wisnoe Wardhana sebagai Prabu Bojonegoro, merangka penasihat bahasa Jawa. 

Ketika Berburu, Prabu Anglingdarma memergoki keserongan Nagagini dengan seekor ular sanca. Untuk menutupi keserongannya, Nagagini menghasut suaminya, Nagaraja. Maka Nagarajapun menyatroni keraton Malawapati. Justru Anglingdarma sedang bercerita pada permaisurinya, Setyowati. 

Merasa malu, Nagaraja kemudian mewariskan Aji Gineng yang membuat Anglingdarma memahami bahasa hewan. 

Gara-gara ilmu inilah, Setyowati ngambek menyangka sang Prabu menertawakannya. Padahal Anglingdarma geli mendengar rayuan cicak jantan. Tak mungkin ia mewariskan Aji Gineng pada Setyowati, karena bisa membawa kematian. 

Sang permaisuri nekad pati obong. Anglingdarma tersadar demi mendengar kecaman seekor kambing. Untuk menebus rasa dukanya, ia ingin mengembara urusan kerajaan diserahkan pada Patih Batik Madrim. 

Ditengah rimba, Anglingdarma bertemu tiga wanita siluman yang merayunya, karena identitas mereka terbongkar, Anglingdarma ditenung menjadi belibis. 

Sang belibis terbang ke BOjonegoro. Dipikat si Klungsur dan dipersembahkan pada Dewi Anggorowati, putri Prabu Bojonegoro. Kasih sayang sang puteri memulihkan Anglingdarma. 

Namun Prabu Bojonegoro membuka sayembara, barang siapa bisa membekuk maling dalam keputrennya, akan diangkat menjadi menantu. Justru Batik Madrim  yang menantang 'maling' yang bukan lain daripada rajanya sendiri itu. 

Legena yang menarik ini selain menampilkan para bintang juga sejumlah binatang seperti ular, cicak, kambing, gagak dan belibis, harus berakting juga. 

Sunday, April 12, 2026

DALANG DALANG SAUR SEPUH


DALANG DALANG SAUR SEPUH, Film memang kerja kolektif. Tidak seorangpun berhak mengklaim diri sebagai yang paling berperan dalam proses pembuatannya. Catatan kecil tentang 3 dalang saur sepuh ini sekedar memperlihatkan posisi mereka pada peta perfilman nasional. 

Imam Tantowi, Sutradara kelahiran Tegal, patut untuk disebut "dalang" film-film laga handal. Ketika mam Tantowi dipercaya PT Kanta Indah Film untuk mengangkat cerita fiktif berlatar belakang kerajaan Majapahit itu, capaian penontonnya diatas capaian penonton film Indonesia lain, Malah melebihi jumlah penonton film impor kala itu. 

Ia sutradara keras, Menumpas Teroris, Tujuh Manusia Harimau, Saur Sepuh juga Soerabaia 45, menempatkan film tersebut dalam daftar film nominasi festival film Indonesia. Malah Soerabaia 45 memberikan Piala Citra kedua dalam karier Towi. Sutradara ini juga dikenal sebagai penulis skenario. Si Badung, memberkan Piala CItra buatnya dalam kapasitas sebagai penulis skenario. 

Torro Margens, dalam Istana Atap Langit, lebih dulu dikenal sebagai pemain teater handal. Dia, pernah dinobatkan sebagai aktor terbaik pada festival teater se DKI, Sanggar Prakarya yang dipimpinnya, berulangkali muncul sebagai grup terbaik dalam festival teater SLTA di Jakarta. 

Sebagai sutradara nama Torro diperhitungkan ketika berhasil memasuki film Pernikahan Berdarah dalam film pilihan di festival film Indonesia tahun 1988.

Di banding keduanya, Abdul Kadir terbilang sutradara "wajah baru" dalam pembuatan film laga. Toh begitu, film Pendekar Cabe Rawit yang ceritanya diilhami dari film Big Boss, masuk dalam 18 besar film pilihan Komite Seleksi FFI 1990. "Saya bangga, karena film gedebag gedebug yagn selama ini disepelekan, mulai dihargai, dinilai dan diperhitungkan, ini satu langkah yang menggembirakan. 

Abdul Kadir dipercaya PT. Global Sarana Media Nusantara yang bekerjasama dengan produsen obat PT. Kalbe Farma membuat Saur Sepuh ke panggung sinetron yang ditayangkan di TPI dengan bintang utama George Rudy sebagai Brama Kumbara. 

Jam terbangnya sebagai sutradara terbilang masih pendek namun sebagai astrada, Abdul Kadir terbilang lebih dari cukup. Duapuluh empat film dengan sutradara-sutradara beken lain, pernah diikuti mantan mahasiswa ASDRAFI Yogya tahun 1972 ini. "Saya sempat jenuh dan ingin meninggalkan dunia film, " katanya suatu ketika. ~MF 179/146/Th IX, 15 Mei - 18 Mei 1993

Selain tiga dalang diatas, ada satu lagi yang juga 'dalang' Saur Sepuh meski mengambil judul lain yaitu Singgasana Brama Kumbara. Dia adalah Denny HW yang di peraya oleh PT. Menara Gading Citra Perkasa yang menggarap Singgasana Brama Kumbara dengan bintang utama Anto Wijaya sebagai Brama Kumbara dan tayang di ANTEVE. 

Tuesday, April 7, 2026

PENATA ARTISTIK S PARYA, MENGHADAPI TANTANGAN BUDAYA


 PENATA ARTISTIK S PARYA, MENGHADAPI TANTANGAN BUDAYA (Kabar Lawas). Sejak Perfilman dilanda lesu darah, sejak itu pula S Parya, penata artistik dan spesial effect ini, tak mendapatkan job. Kalaupun ada tantangannya tak berarti. Begitu ia dinyatakan terlibat sebagai penata artistik dalam sinetron miniseri Gema dari Kaki Gunung, semngatatnya bercahaya kembali. 

Sebagai orang Sunda, ia berbicara kultur Batak lewat visualisasi penata artistik. Katanya, tantangan ini belum ditemukanya dalam film komersial. Sinetron miniseri garapan Matnoor Tindaon total bicara soal kultur Batak. "Jadi kultur Batak bukan sebuah tempelan. Melainkan harus hidup seiring perjalanan ceritanya, " kata penata artistik yang telah berkutat di film sejak lama. 

"Terus terang saja, lewat sinetron kita banyak dihadapkan dengan tantangan berbagai budaya. Namun, saya sedikit sedih banyak sutradara selalu bervisual dengan gambar-gambar besar," ujarnya. Padahal katanya, penata artistik tidak akan berarti bila 80% visual dengan gambar-gambar besar. "Kalau semua gambar besar, kapan kesempatan penata artistik mengembangkan kemampuannya? Dan bukan itu saja cerita akan jadi semacam reportase. Maka, pada prinsipnya artistik film maupun sinetron sama saja"

S. Parya datang ke sinetron dengan konsep filmis. Sentuhan budaya karakter tokoh harus hadir dalam artistik. Ia juga mengakui banyak sinetron digarap tanpa memiliki karakter budaya yang jelas. Lebih ekstrimnya, kultur dihadirkan dengan eksen dan kostum semata. 

"Selalu saja penggarapan sinetron menganggap tv dengan frame kecil. Dan lewat sinetron Gema Dari Kaki Gunung cukup kerja keras. Sebelum membikin artistik, saya banyak bicara dengan orang Batak. Sebab apa? Kalau saya salah menempatkan artistik orang akan tertawa. Bekerja tanpa riset, " katanya. 

"Cukup Banyak sutradara membikin sinetron dengan menjual bintangnya, bukan sinetron secara keseluruhan, apakah itu artistik, gambar ataupun ceritanya, " paparnya. ~sumber : MF No. 179/146/Th IV 15-28 Mei 1993

*sebagai informasi, selain ikut bermain dalam beberapa film, S Parya juga penah meraih penghargaan pada gelaran Festival Film Indonesia (FFI) 1981 , Piala PLKJ untuk tekhnik pembuatan special effect dalam kondisi teknologi film dalam film "Ratu Pantai Selatan"..

Monday, April 6, 2026

SAUR SEPUH V, MEROMBAK TRADISI


SUTING SAUR SEPUH V, MEROMBAK TRADISI! Sejak Senja, Elly Ermawatie dan Murti Sari Dewi sudah bermake up dibantu oleh kru rias. Lepas magrib keduanya belum juga usai 'mempermak' wajah. Kru film telah siap untuk bekerja. Penata lampu telah pula menarik kabel dan menempatkan lampu-lampu di depan dan di belakang set rumah, yang berlokasi di Kebon Binatang Ragunan, Jakarta Selatan. 

Kamerawan, Tantra Suryadi lama duduk santai sendiri disebuah kursi, merenung, memperhatikan kru yang bekerja dan artis yagn pasa make-up. Matanya sesekali memperhatikan sekeliling halaman rumah, tentulah yang dipikirkan dimana dan bagaimana ia memantek kameranya. Om Tan, demikian panggilan akrabnya seorang ssok yang tak banyak omong. 

"Mas Torro mana?,' tanya seorang kru kepada rekannya. 

"Dia lagi dubbing, barangkali ia tak muncul, " kata seorang kru menjawab sekenanya. 

"Lantas siapa yang menyutradarai?".

"Eddy Jonathan, kan hari ini pengambilan gambar cuma adegan perkelahian. Biasakan, kalau film action, dimanapun seorang instruktur kelahi semacam bung Eddy Jonathan, biasa untuk menyutradrai, " lajut seorang kru muda menjelaskan setelah mengumpulkan gelas-gelas agn berserakan, iapun berlalu. 

Meski semangat kru untuk bekerja masih prima, namun nampak di wajah mereka keletihan dan rasa jenuh. Sebab, nyaris selama dua minggu berturut-tutur suting selepas Magrib sampai azan Subuh menggema, mengusik sepinya pagi. 

Ketika semua kru sudah siap, Elly Ermawatie dan Murtisari Dewi belum juga usai di make up. Beberapa kru datang untuk membantu, supaya kedua artis tersebut cepat 'mempermak' wajahnya. 

"Mas, kostum Saur Sepuh V, jauh berbeda dengan Kostum saur sepuh sebelumnya. Kalau saur sepuh terdahulu, garis Jawanya begitu kentara. Sekarang, sedikit agak ke Bali Balian " ujar seorang kru dari departemen artistik.

Memang terasa sekali perbedaan kostum Saur Sepuh V dengan Saur Sepuh sebelumnya. Kalau dahulu, dengan kombinasi hijau dan kuning keemasan membuat kostum terkesan mewah, layaknya pembesar-pembesar Istana Tempoe Doeloe. Kostum saur sepuh V, dirancang khusus oleh seorang designer. 

Sebagai Designer, Nelwan Anwar mencoba merombak tradisi, bahwa setiap film action klasik tidak mesti seperti kostum sandiwara rakyat: Wayang Orang. Pemilihan warna yang lembut, membuat pemain saur sepuh V, bila berada di interior seperti tenggelam dengan warna latar belakang. Sebab, setiap rumah tradisional Jawa warna catnya selalu rada gelap, bahkan sering memakai warna coklat.

Atribut yang dipakai Mantili dan Lasmini maupun para pembesar Madangkara terasa aneh, begitu apik sehingga terkesan bahwa kostum jaman sekarang yang disulap menjadi kostum jaman Madangkara. Karena kostum yang rada jelimet itu, sehingga membuat artis untuk berdandan bisa menelan waktu dua sampai tiga jam. 

Menjelang Isya, barulah suting dimulai, adegan malam itu hanya mengambil adegan perkelahian. Sebagai sutradara, Torro Margens memang tak perluh hadir. Eddy Jonathan, selaku instruktur perkelahian begitu teliti memilih shot demi shot. 

"Suting ini memakan waktu tiga bulan penuh. Kita mulai dari bulan Desember 1992 dan usai bulan Februari 1993. Film ini dibikin untuk diedarkan pada saat lebaran 1993. Mau tidak mau film nini harus selesai sesuai target, " ujar Khisore, selaku produser pelaksana. 

Menengok proses dubbing saur Sepuh V di studio Perfini, pada tanggal 12 Januari, kelihatan Torro Margens lagi sibuk mengatur emosi suara dubber supaya sesuai engan emosi gambar. Karena suting dan dubbing berjalan seiring, matu tidak mau artis yang mendub suaranya sendiri, harus ekstra kerja keras. 

"Saya ketika pulagn suting pagi hari paling banyak hanya tidur satu atau dua jam, setelah itu saya harus berada di studio Perfini, untuk mendub suara sendiri, ' kata Elly Ermawati, ketika break dubbing. 

Torro Margens mengakui bahwa film garapannya ini mencoba merombak tradisi yang telah baku. Maksudnya, supaya zaman "keemasan" tema tema action klasik supaya pulih kembali seperti di tahun 1990 dan 1992. 

"Kira kira begini hitungan kasarnya. 60% dramatik, 30% action dan trik filmnya 10%. Dengan kita seperti ini, saya mencoba menjelaskannya. Tentu dengan kembalinya kepercayaan penonton terhadap film nasional, sudahlah pasti, perfilman nasional akan bangkit kembali, begitulah harapan saya ketika awal menggarap film ini, " ujarnya.

Film produksi PT. Elang Perkasa Film ini dihiasi oleh taburan bintang seperti Fendy Pradana, Elly Ermawatie, Murti Sari Dewi, Candy Satrio, Hans Wanaghi, Fitria Anwar, Baron Hermanto, Agus Kuncoro, dan Golden Kasmara. Dengan kru Torro Margens sebagai sutradara, Dellsy Sjamsumar penata artistik dan Kamerawan Tantra Suryadi. 

Anggaran produksi film Saur Sepuh V bisa menelan 500 juta. Dengan hadirnya bintang-bintang spesialis film laga yang cukup beken, diperkirakan akan menghasilkan rupiah yang lumayan. 

Waktu produksi Saur Sepuh IV masih di sutradarai Imam Tantowi dan masih di pegang PT. Kanta Indah Film, sang sutradara pernah meminta supaya Elly ermawatie, Murtisari Dewi dan Fendy Pradana ikut nimbrung, tapi pihak produser menolaknya. Anehnya ketika Saur Sepuh V dipegang Torro Margens, ketiga artis tersebut sang produser memintanya.~MF 171/138/Th IX 23 Jan - 5 Feb 1993

Nah ini nih, di alinea terakhir. andai saur sepuh IV mereka tetap dilibatkan bisa jadi ceritanya jadi lain kan, kan jeblok




Wednesday, April 1, 2026

RICCA RAHIM LEBIH NIKMAT NGURUS SUAMI

 


RICCA RAHIM LEBIH NIKMAT NGURUS SUAMI, (Kabar lawas). Bukan frustasi kalau Ricca Rahim mengaku tak lagi merasa suka main film. Bukan tak ada tawaran, tapi karena ia memang lagi tidak suka saja. Ricca Rahim kelahiran Bandung, 17 April 1956. 

"Film bagi saya bukan segala-galanya kok," kilah istri raja dangdut Rhoma Irama ini. Dan karena bukan segala-galanya inilah mengapa Ricca tenang-tenang saja meskipun tak lagi muncul di layar putih. "Saya bahagia dengan keadaan saya sekarang kok. Sekarang ini saya merasa lebih nikmat ngurus suami, rumah tangga dan anak-anak, " kata artis yang terjun ke film tahun 1977 lewat film "Jakarta Jakarta" garapan Ami Priyono, sekaligus sebagai film terbaik FFI 1978.

Main film terakhir dalam "Sunan Gunung Jati" garapan Bay Isbahi sebagai Nyi Mas Gandasari, sampai kini Ricca memagn sudah terbilang lama tidak muncul di film. "Bukan saya tidak mau. Tawaran ada kok, pak haji juga tidak melarang saya main film terus. Tapi sekarang ini saya belum siap. Saya lagi mood ngurusin rumah tangga, " ujarnya. 

Begitupun, Ricca punya alasan lain mengapa ia lebih suka ngurus rumah tangga ketimbang main film, "Saya enggak mau sembarangan lagi menerima peran. Saya tidak mau main film asal main saja. Kalau saya main film lagi, perannya harus benar-benar menantang. Harus serius dan tidak gampangan. Soalnya kalau saya main lagi, saya punya target khusus, katanya lagi..

Tak takut kehilanggan penggemar? Tak takut menjadi tidak terkenal? "Tidak. Saya tidak takut, saya sudah siap kok untuk tidak terkenal, untuk kehilangan penggemar, " jawabnya. "Kalau saya sudah merasa bahagia dengan keadaan saya sekarang ini, keadaan saya yang begitni, kenapa saya mesti takut. Tujuan hidup saya hanyalah untuk membahagiaan diri saya," katanya lagi. 

Biar begitu toh Ricca tak bisa sepenuhnya melepasan dari dunia yang pernah membawanya dikenal banyak orang tersebut. Sebagai isteri, ia toh masih setia mendampingi sang suami, Rhoma Irama kemanapun bila suting film. "Saya memang enggak bisa melupakan film, tapi untuk main film lagi, saya memang harus berpikir panjang. Betapapun saya ingin melakukan sesuatu dengan konsentrasi yang penuh. Kalau saya main film lagi sekarang ini, siapa yang bisa menjamin rumah tangga saya enggak terabaikan?" kilahnya. 

Alasan tak ingin membagi konsentrasi itu, menurutnya merupakan alasan utama yang membuatnya menghindar dari dunia film. "Tapi kalau beberapa tahun mendatang ada tawaran yang cukup menantang dalam rti peran yang diberikan pada saya itu peran yang serius bisa jadi saya akan main film lagi, " katanya. "Bagaimanapun saya harus memilih satu saja dalam hidup ini kalau mau berhasil, " tambahnya. "Soalnya apa sih yang ingin saya capai dalam hidup ini kecuali kebahagiaan?" katanya lagi. ~MF 069/37/Tahun-V/18 Feb - 3 Maret 1989

SELAMAT JALAN IBU NETTY HERAWATI


SELAMAT JALAN IBU NETTY HERAWATI (Kabar Lawas). Tak Seorangpun diantara pengurus Parfi muncul disaat pemakaman artis tiga jaman Netty Herawati, Selasa siang 7 Februari 1989. Namun sejumlah artis tua dan muda turut mengantarnya sampai ke liang lahat. Pemakaman Karet yang menjadi saksi bisu pada upacara pemakaman bintang film layar putih dan TV itu dipenuhi oleh sejumlah masyarakat pecinta film Nasional, para kerabat baik kalangan artis tua maupun muda. Bahkan superstar Persari di jaman tahun 50an, Rd. Mochtar yang menetap di Cimahi Bandung menyempatkan diri memberikan penghormatan terakhir kepada bekas lawan mainnya pada jaman jaya-jayanya dulu. 

"Heran ya, kok pada saat-saat begini tidak satupun pengurus harian Parfi yang hadir, " kata salah seorang artis muda yang tak mau disebutkan namanya. "Kalau terhadap seorang Netty Herawati yang demikian besar jasanya terhadap perfilman kita, mereka para pengurus Parfi maksutnya seolah olah tidak mau tahu apalagi terhadap kami yang masih belum apa-apa," katanya lebih lanjut. Salah seorang menimpali, apakah ini krisis kewibawaanpengurus Parfi itu terhadap anggotanya. Sepantasnya untuk hal-hal seperti ini merek amemerlukan datang sebagai tanda ikut berbelasungkawa, lanjutnya. 

Dalam hal-hal seperti ini sepertinya para pengurus Parfi itu memang acuh tak acuh. COntohnya ketika pemakaman aktor tiga jaman A.N. Alcaf, Sulastri atau bahkan mantan Ketua Umum Parfi , Sudewo beberapa waktu lalu. Para pengurus organisasi artis film itu sepertinya tidak tahu menahu terhadap anggotanya yang telah pergi untuk selama-lamanya. Malah orang-orang seperti Dicky Zulkarnaen bersama istrinya Mieke Wijaya, Basuki Zaelany, Rachmat Kartolo, Misbach Yusa Biran, Sumardjono dan sejumlah nama lainnya selalu memerlukan datang melayat dan menghantarkannya ke pemakaman. 

Sejak berangkat dari rumah duka di Jl. Otista Jakarta Timur, solidaritas justru lebih tercermin dari kalangan angkatan tua seperti janda mendiang Djamaludin Malik, Rahayu Effendi, Wahyu Sihombing dan masih banyak lagi para artis tua dan muda serta insan insan TVRI. 

Dicky Zulkarnaen sempat mengusahakan pasukan bermotor Polantas yang memandu iring-iringan jenazah Netty Herawati hingga ke pemakaman Karet. Dalam hal beginian, Dicky Zulkarnaen, Rachmat Kartolo memang selalu tampil didepan. Mereka tak segan-segan menyingsingkan lengan bajunya untuk sekedar meringankan para keluarga yang sedang berduka cita. 

Sehari sesudah pemakamanya, Rabu 8 Februari 1989 , TVRI menayangkan sinetron "Jangan Ganti Namaku" yang direncanakan terdiri tiga episode. Episode berikutnya ditayangkan 15 dan 22 Februari 1989. Drama keluarga arahan Darto Joned ini antara lain dibintangi oleh Netty Herawati dan Drs. Usman Effendi. Sesudah itu mungkin masih akan muncul cerita sinetron lainnya yang dibintangi oleh artis kelahiran Surabaya, 4 April 1930 ini karena beliau aktif sekali bermain dilayar kaca TVRI stasiun Pusat Jakarta. Seperti diketahui bersama suaminya, Darussalam, almarhumah mendirikan grup Senyum Jakarta yang selama beberapa tahun hingga akhir 70an manggung di TVRI. 

Kecuali sering tampil dalam drama TV, fragmen dan sebagainya, Netty Herawati masih sering main di film. Setelah meyelesaikan pendidikannya pada R.K. Zuzter School, almarhumah sempat malang melintang di panggung pertunjukan. Pernah ikutan dengan grup sandiwara Irama Mas, Tri Murti, Bintang Surabaya dan Bintang Timur. 

Karirnya di film dimulai tahun 1949 langsung jadi bintang utama dalam film "Sapu Tangan" tapi namanya kemudian melonjak lewat "Jembatan Merah", "Lewat Djam Malam", "Calon Duta". Dia kemudian dikontrak Persari dan menjadi bintang andalannya. 

Dikalangan artis tua, dia dikenal sebagai seorang kolega yang baik, ramah dan rendah hati. Sementara dikalangan artis-artis muda diapun dikenal sebagai seorang ibu, guru dan sekaligus sahabat yang suka memberi dan membimbing. Keteladanannya sebagai pasangan suami istri Darusalam dan Netty Herawati tetap konsisten dalam dunianya. Dan lebih dari itu baik Netty Herawati almarhumah maupun suaminya adalah insan film yang selalu setia pada profesinya dan dicintai jutaan penggemarnya. Innalillahi wainna ilaihi roji'un. ~MF 069/37/Tahun-V/18 Feb - 3 Maret 1989

Sunday, March 29, 2026

PERANG DI TELUK DAN PENGARUHNYA TERHADAP BIOSKOP INDONESIA


 PERANG DI TELUK DAN PENGARUHNYA TERHADAP BIOSKOP INDONESIA (Berita Lawas). Siapa bilang perang Teluk tak berdampak bagi perfilman dan perbioskopan Indonesia? Bukti-bukti kongkrit menunjukkan merosotnya jumlah penonton sejak meletusnya perang Teluk pada tanggal 16 Januari 1991. 

Masyarakat yang mendadak gandrung berita Perang Teluk selalu menanti-nantikan berita terbaru dari medan perang yang disiarkan baik oleh koran, radio, maupun televisi. Bukan kebetulan kalau TVRI menyiarkan berita Internasional justru setiap pukul 19.00 dalam bahasa Inggris dan Dunia Dalam Berita pada pukul 21.00. Justru pada jam-jam tersebut itulah bioskop baru membuka pintunya. Otomatis karena orang lebih tertarik menunggu berita di TV, maka niat untuk berangkat menonton ke bioskop pun sering diurungkan. 

Akibatnya, sejumlah film Indonesia yang kebetulan mendapatkan jadwal penayangan mulai medio Januari, kontan sepi dari penonotn.Bisa disebutkan contohnya, film-film seperti "Jangan Renggut Cintaku", "Si Buta Dari Gua Hantu di Lembah Maut", "Pendekar Cabe Rawit", dan "Tak Kan lari Jodoh Di Kejar", rata-rata film ersebut cuma sempat ditayangkan satu hari saja di sinepleks pada tahap pertama. 

Yang memetik keuntungan dari Perang Teluk, justru media cetak. Harian-harian melonjak tirasnya sampai 200-300 persen dalam minggu terakhir . Bagaimana dengan film impor?

"Sama saja, penonton juga merosot drastis, terutama untuk pertunjukkan terakhir pukul 21.30, jumlah penonton bisa dihitung dengan jari," ujar sumber dari booker jakarta. 

Mari kita lihat jumlah penonton di Studio 21 pada pukul 21.30. Tiga dari empat layar cuma diisi di bawah angka 50 penonton. Bahkan film yang diangkat dari karya William Shakespeare cuma mendapatkan 15 penonton. Kontradiksinya adalah film action Steven Seagal "Hard To Kill" yang berhasil mengumpulkan lebih dari 90 orang, hampir separuh dari kapasitas 260 kursi!.

Sebagai perbandingan pengamatan pada sinepleks Globe 21 di kawasan ramai Pasar baru. Empat film Barat ditayangkan serentak disini. Jumlah penonton pada pukul 22.00 adalah sebagai berikut : Pretty Woman" (26 Orang), "The God Must Be CrazyII" (11 orang) , "Miami Blues" (9 orang) dan "Dean Poets Society"terpaksa tak diputar karena tiada pembeli karcis.!

Mengamati jalan di sekitar Pasar baru pada jam sekian terasa lengang. jarang orang keluyuran malam, kalau tak sangat terpaksa. Bahkan tanda-tanda penjual makanan sepanjang jalan Pacenongan yang biasanya sampai lewat tengah malam masih ramai dikunjungi orang, sekarang mengalami masa sepi juga!. 

"Semoga saja perang cepat berakhir, hingga semuanya bisa pulih kembali seperti semula", itu harapan semua pihak yang merasa dirugikan. 

Tapi kalau perang bakal berlarut-larut berkepanjangan sampai berbulan-bulan? Ya siapa yang tahu?

Menyiasati suasana sepi seperti ini, pihak importir pun tak buru-buru menayangkan film-film pilihan mereka yang disuguhkan dalam event "Old and New Night" lalu. 

Maka film-film seru seperti "A.W.O.L", "Sea of Love", "Lethal Weapon 2" , "Desperate Hours" dan lain-lainnya disimpan saja dulu di dalam gudang. "Kuota film impor untuk tahun 1991 memang masih belum diketahui berapa jumlahnya, apakah tetap sama seperti tahun lalu, atau dikurangi sepuluh judul lagi, " ujar pihak asosiasi importir.  ~sumber MF 120/88 tahun VII, 2 Feb-15 Feb 1991 dengan judul Perang di Teluk, sepi Di Bioskop


Wah, miris juga ya kalau lihat jumlah penontonnya yang cuma hitungan jari..




Saturday, March 28, 2026

DODDY SUKMA, TELAH TIADA


 DODDY SUKMA, TELAH TIADA  (Kabar Lawas). Doddy Sukma Wijaya pemain film yang sering berperan sebagai dokter, hari Senin, 21 Januari 1991 pukul 11.50 WIB telah berpulang kerahmatullah dalam usia 49 tahun. Almarhum mengidap penyakit lever yang di derita beberapa minggu belakangan. Hari Sabut, 5 Januari 1991, almarhum di bawa ke Rumah Sakit selama seminggu, karena penyakit  yang diderita makin parah akhirnya atas saran dokter, almarhum harus dipindahkan ke Paviliun yang khusus menangani penderita penyakit lever. 

Selama berada di Pavilyun dari tanggal 12 Januari 1991 keadaan almarhum masih belum ada perubahan, ia minta pada keluarganya untuk di bawa pulang kerumah. "Saya ingin bertemu keluarga", kata Kartika putri pertama almarhum. Almarhum segera di bawa pulang dan pada hari Minggu, 20 Januari 1991 tepat pukul 02.00 WIB dini hari almarhum dalam keadaan kritis.

Semenjak itulah, almarhum sempat memberikan pesan-pesan terakhir pada keluarganya, isteri dan putra putrinya. Antara lain pesannya, agar isteri dan putra putrinya jangan sampai meninggalkan sholat lima waktu, selalu berziarah ke makam ayah untuk mengirim doa. 

Pesan terakhir disampaikan kepada isterinya agar menjaga anak-anaknya baik-baik. 

Pukul 17.00 WIB almarhum di makamkan di pemakaman Umum Karet Jakarta. Kawan-kawan seprofesi yang hadir saat itu antara lain Ade Irawan, Agus Melasz, El Manik, Irwinsyah serta karyawan TVRI, Mardali Syarief dan banyak lagi artis serta karyawan film yang mengantarkan dari rumah duka hingga ke pemakaman. Salah satu kawan akrab yang sering menjadi lawan mainnya adalah Ade Irawan. "Saya merasa benar-benar kehilangan seorang sahabat, sebab mas Doddy ternyata banyak memberikan input tentang masalah agama. Walau dia lagi suting sembahyang lima waktu tak pernah di tinggalkan. Kadang kadang saya juga ditegur agar banyak-banyak beristighfar, selalu ingat kepada Allah SWT. Saat saya temui dirumah sakit seminggu setelah dirawat mas Doddy bilang bahwa pekerjaannya yang terakhir beristighfar dan selalu bersyukur kepada Allah SWT, " jelas Ade sambil mengenang saat pertemuan terakhir dengan almarhum. 

Doddy Sukma yang dilahirkan di Betawi, 11 Juli 1941 mulai terjun kedunia film tahun 1972 lewat film pertama "Samtidar". Doddy telah bermain lebih dari 50 film, yang terkesan saat dia memerankan Umar Wirahadikusumah pada film penumpasan G 30 S PKI.

Sebelum meninggal, Doddy SUkma telah menandatangani kontrak film Catatan Si Emon berpasangan dengan Ade Irawan. Almarhum mengusulkan kepada sutradara dan produser agar peranannya di gantikan saja dengan orang lain, sebab dia disarankan istirahat paling kurang tiga bulan. Sedang dalam sinetron TV yang terakhir almarhum main dalam cerita Cak Gaol yang ditayangkan di TVRI. Almarhum meninggalkan seorang isteri bernama Ny. Noverny, tiga orang putri Kartika, Sita Dewi, Yusnita Irawati serta dua orang putra , Doddy Mulyono dan Feby Darmawan. ~sumber MF 120/88 tahun VII, 2 Feb-15 Feb 1991