Thursday, May 22, 2014

TANJUNG PAPUMA, PANTAI EKSOTIS DI JEMBER YANG SULIT UNTUK DILUPAKAN


Tanjung Papuma dari Kejauhan

Sejauh mata memandang dengan garis cakrawala yang berakhir di tengah lautan, selepas itulah hati kita. Pantai adalah sarana untuk melepas segala penat . Bagi yang ingin berkunjung ke Jember – Jawa Timur rasanya kurang lengkap apabila kita tidak mampir ke Pantai Tanjung Papuma yang eksotis. Selain wisata fashion seperti Festival Jember yang tiap tahun di adakan, Jember juga memiliki tempat-tempat yang eksotis yang sayang sekali untuk dilewatkan.  Kali ini saya akan membawa pembaca ke Pantai Tanjung Papuma.

Melepas Penat di Tanjung Papuma
Tanjung Papuma berlokasi di desa Sumberejo Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember, sekitar 37km dari pusat kota Jember. Untuk mencapai wilayah pantai, pengunjung sudah dimanjakan dengan infrastruktur yang bagus, karena hingga pantai, perjalanan yang ditempuh melewati jalan aspal yang bagus. Untuk mencapai Pantai Tanjung Papuma lebih bagus menggunakan kendaraan baik itu dengan kendaraan roda dua maupun roda 4 karena cukup jauh untuk masuk hingga lokasi pantai.

Wisata Hutan menuju Tanjung Papuma

Keindahan Tanjung Papuma

Sebelum masuk ke wilayah Pantai kita akan disambut dengan wisata hutan yang Indah. Selain pesawahan yang kalau musim hujan begitu menghijau, juga dikanan kiri jalan kita akan disambut dengan hutan Jati yang apabila musim kemarau tinggal kelihatan ranting-rantingnya saja sehingga menambah keindahan dengan langit biru yang terlihat di awing-awang menambah keindahan suasana perjalanan. Wisatawan dapat berhenti sejenak untuk sekedar mengambil gambar sebagai kenang-kenangan di jalanan yang membelah hutan jati. Selain hutan Jati kita juga dapat menikmati keindahan flora dan fauna yang ada di sekitar perjalanan, ada hamparan tanah pertanian juga sesekali terlihat segerombolan burung berterbangan turut menambah keindahan perjalanan sebelum sampai ke Pantai.

Setegar Batu karang

Perahu Nelayan

Wihara Sri Wulan
Sampai di pintu gerbang loket masuk, kita akan melewati jembatan dan perjalanan dari pintu loket utama akan sedikit menanjak dan meliuk-liuk dengan hutan jati dikanan kiri. Begitu sampai sejenak kita akan tertegun karena di bibir pantai setelah masuk wilayah pantai kita akan melihat keindahan sebuah Kelenteng yang menghadap keselatan. Wihara Sri Wulan namanya merupakan satu-satunya kelenteng yang berdiri dengan kokoh dan megah diwilayah ini.

Udara pantai dengan terik matahari yang mulai membakar siang itu tatkala penulis berkunjung namun terasa indah dengan pepohonan yang menaungi wilayah pantai. Di Pantai Tanjung Papuma banyak sekali ditemukan kera-kera liar sehingga para pengunjung harus hati-hati dengan barang bawaannya. Meski menurut penduduk setempat monyet-monyet tersebut tidak galak, namun melihat populasi yang banyak kita akan merasa seram dan takut diserang karena monyet-monyetnya juga gemuk-gemuk. Kewaspadaan harus tetap dijaga.

Siap menerkam

Batu Mirip Kepala Patung Gajahmada

Sisi lain Tanjung Papuma
Selain monyet, binatang yang banyak ditemui adalah biawak. Ada biawak yang terlihat diatas pohon, dan ada juga biawak yang di tempat persembunyiannya yang lain. Sesekali kita lihat kera-kera yang berkejaran berebut makanan dengan kera yang lain. Puas menikmati alam sekitar pantai? Belum……… Saatnya memasuki wilayah pantai yang berpasir putih.

Pemandangan utama yang disuguhkan adalah perahu nelayan yang berlabuh dengan warna warna yang menarik, selain juga wilayah pantainya yang panjang dan penuh dengan bebatuan.
Ombaknya yang keras menerjang wilayah batu karang.  Tanjung Papuma menawarkan pemandangan yang indah dengan batu karang yang menjulang di beberapa bagian. Uniknya ada satu batu yang mirip dengan patung kepala Gajah Mada disana kalau dilihat dari kejauhan.

Seorang Nelayan sedang Memperbaiki jaring

Indah Tanjung Papuma
Menikmati pemandangan Tanjung Papuma tidak cukup hanya satu dua jam, karena keindahannya memaksa kita untuk merasakan sensasi air dan ombaknya. Pantai disini dibagi dengan pantai yang dekat dengan pelabuhannya para nelayan, dan di sebelahnya pantai dengan batu karang yang menjulang. Sesekali terlihat buih putih oleh ombak yang menerjang karang terjal. Serasa Indah dan tak bosan untuk meninggalkan begitu saja. Namun udara panas siang itu kurang bersahabat sehingga penulis lebih banyak mencari perlindungan dari cahaya matahari dengan neduh di bawah pohon.

Bagi pengunjung tidak perlu kuatir untuk kelaparan disini, karena banyak sekali berdiri warung-warung di sekitar pantai baik yang menyediakan kesegaran seperti es kelapa muda, juga tersedia ikan-ikan sebagai bahan makanan yang di jual.

Penginapan
Bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana pantai, di sekitar wilayah pantai juga tersedia penginapan. Jadi tak perlu kuatir untuk datang ke pantai Tanjung Papuma, selain Pantainya yang indah juga tersedia penginapan yang nyaman. Pantai indah, eksotis yang sulit dan sayang untuk di lupakan .Akan tetapi jangan lupa, harus tetap waspada dengan kera-kera yang nakal hehe….

Thursday, May 8, 2014

CARA SIMPEL MENGETAHUI USIA LENSA CANON




Bagi fotografer pasti tidak terlepas dari yang namanya lensa. Namun tidak semua orang tahu berapa usia lensa yang kita beli. Atau simpelnya, tahun berapa sih lensa tersebut di buat. Bagi pengguna lensa canon sebenarnya simple saja sih, namun kita kadang kita tidak tahu caranya untuk dapat mengetahui tanggal pembuatan lensa canon . Nah caranya mudah dengan cara melihat kode pada element belakang lensa atau bagian belakang lensa yang anda miliki. Tentunya lensa tersebut harus di lepas dulu dari body camera. 

Mari kita lihat contohnya. Diatas adalah lensa yg saya miliki dengan Kode UA0916. Nah dari kode tersebut kita bisa mengetahui usia lensa yang kita miliki.
Huruf pertama, "U", menunjukkan bahwa lensa dibuat di Canon Utsunomiya, Jepang.
Canon mempunyai 3 kode untuk kode lokasi pembuatan ini yaitu:

U = Utsunomiya, Japan
F = Fukushima, Japan
O = Oita, Japan

sedangkan huruf kedua, A, adalah kode tahun yang menunjukkan tahun pembuatan. Canon merubah kode ini tiap tahun mengikuti kode alphabet (A-Z) yang  dimulai dengan A tahun 1960 dan Tahun 1986. Alfabet akan diikuti oleh bulan dan tanggal pembuatan.  Berikut ini adalah tabel kode tahun pembuatan Lensa canon.
 
A = 1986, 1960, 2012
B = 1987, 1961, 2013
C = 1988, 1962, 2014
D = 1989, 1963, dst
E = 1990, 1964
F = 1991, 1965
G = 1992, 1966
H = 1993, 1967
I = 1994, 1968
J = 1995, 1969
K = 1996, 1970
L = 1997, 1971
M = 1998, 1972
N = 1999, 1973
O = 2000, 1974
P = 2001, 1975
Q = 2002, 1976
R = 2003, 1977
S = 2004, 1978
T = 2005, 1979
U = 2006, 1980
V = 2007, 1981
W = 2008, 1982
X = 2009, 1983
Y = 2010, 1984
Z = 2011, 1985

seperti pada contoh lensa saya diatas UA0916, hal ini menunjukkan 09 artinya dibuat pada bulan 9 atau September dan 16 adalah menunjukkan tanggalnya. Kalau ditarik kesimpulan, berarti lensa saya tersebut dibuat di Utsunomiya, Jepang pada tahun 2012 Bulan September tanggal 16.
 
Nah simpel bukan? Biasanya sih cukup tahu dengan tahun pembuatan saja, yaitu UA berarti tahun 2012, atau UW itu tahun 2008. Begitu seterusnya. Nah sekarang coba cek lensa anda. 

Satu catatan dari saya, saya punya Lensa fix 50mm dengan garansi resmi datascript tentunya, setelah saya cek ternyata gak ada kode tersebut. Disitu tertulis Made in Malaysia. Nah saya menarik kesimpulan untuk kode-kode tersebut diatas berlaku untuk Lensa Canon produksi Jepang. 

Salam Jepret!