Sunday, October 9, 2016

Berburu Foto di Tanjung Kait

Inilah salah satu spot buruan fotografer
Tanjung Kait bagi kalangan fotografer Landscape menjadi populer karena spot fotonya yang banyak dan di buru banyak fotografer, khususnya instagramer. Tanjung Kait terletak di Tangerang yang berada pada posisi paling utara di Kabupaten Tangerang.  Spot yang di buru oleh para fotografer biasanya adalah spot bagan, spot cincin maupun spot gubuk dan lainnya.

Kali ini saya akan menyajikan hasil buruan ke Tanjung kait tepatnya di daerah radar, Mauk. Perjalanan di mulai dengan keluar tol dadap untuk selanjutnya perjalanan di mulai dengan menyusuri sepanjang pinggiran Bandara Soekarno Hatta. Perjalanan menuju spot foto di bantu dengan aplikasi Waze untuk menuju Radar, Mauk.  Jarak tempuh dari pintu keluar dadap hingga lokasi membutuhkan waktu sekitar 1 sampai dengan satu setengah jam tergantung kondisi jalanan yang cukup sempit dan dilalui banyak kendaraan. Hingga akhirnya sampai ke daerah Radar disambut dengan hamparan empang-empang sebelum masuk kedalam pantai. Sedikit kesulitan untuk mencari spot foto yang akan di ambil, namun sebelum masuk pantai biasanya ada penjaga yang meminta parkir sebesar 15rb. Nah dari situ bisa nanya ke mereka untuk motret,

Pilihan kali ini saya akan memotret empang dengan sebuah gubuk dan 3 alat perangkap ikan. Melewati pematang hingga akhirnya menemukan spot yang pas, agar lebih afdol kali ini membawa penduduk lokal untuk sekedar memberi sentuhan konsep motret dengan nelayan ala kadarnya. Alhasil sesuai dengan arahan dan kondisi alam yang cukup mendukung akhirnya jadilah foto-foto yang cukup menggoda Iman. hehe

Penulis menggunakan kamera Fuji XT10 yang cukup setia menemani dengan dukungan filter yang digunakan. Inilah hasil yang saya dapatkan. Satu hal sebelum masuk ke empang biasakan untuk minta ijin kepada pemiliknya.

Sebenarnya spot-spot lain pun tak kalah indahnya namun akan saya sajikan tersendiri, tunggu tulisan saya berikutnya.
Bidikan dengan nelayan lokal

Nelayan Lokal pun turut membantu

Terbantu denan kondisi alam yang indah, ROL yang keluar cukup membuat suasana dramatis

Dari Sisi yang berbeda

Tuesday, October 4, 2016

MASJID ISTIQLAL DALAM JEPRETAN DENGAN NISI FILTER

Istiqlal , meski cuaca tidak mendukung namun akhirnya inilah salah satu hasilnya. Diambil dengan menggunakan Filter GND 0,9 soft
Masjid Istiqlal merupakan salah satu mesjid terbesar di Asia tenggara yang terletak di jantung kota Jakarta, merupakan masjid nasional Indonesia. Terletak di pusat pemerintahan , Masjid Istiqlal selain sebagai tempat ibadah bagi umat Islam juga merupakan salah satu tujuan wisata bagi wisatawan asing maupun domestik. Wisatawan pun ada yang beragama Islam dan non Islam yang ikut berkunjung ke Istiqlal. Untuk non muslim pengunjung harus di dampingi oleh guide untuk memandu dan menunjukkan letak masjid serta sejarah dan cerita lainnya.
Mencoba Framing yang berbeda

Nah penulis kali ini hanya ingin menjajikan tetang Masjid Istiqlal dari jepretan kamera . Sebagai tujuan wisata, Masjid istiqlal juga kerap kali di datangi oleh para fotografer untuk mengabadikan moment indah baik itu konsep di mesjid maupun mengabadikan sunset di sekitar masjid. Kali ini penulis mencoba menyajikan hasil foto yang di dapatkan meski kondisi cuaca ternyata kurang mendukung dan hampir mengurungkan niat untuk pulang. Namun berkat kesabaran dan sambil menunggu waktu magrib, saya berhasil mengabadikan beberapa moment meski hasilnya tidak 'secetar' yang diharapkan.
Terlalu sibuk dengan memperhatikan satu arah yang terus mendung, tanpa sadar ternyata merahnya senja sempat keluar, meski akhirnya harus lari, namun moment tersebut begitu cepat. Ini saya juga jepret masih menggunakan bantuan filter NiSi GND 0,9 soft.



Saya menggunakan Kamera Fuji XT10 dengan Lensa Samyang 12mm ditambah dengan filter NiSi. Alasan utama menggunakan Filter merk Nisi tentu saja karena hasilnya yang low colorcast, low reflection, dengan menggunakan Holder Nisi V5 yang dapat menampung tiga filter square 100system selain juga kelebihan dari holder V5 ini adalah adanya CPL yang langsung dapat terpasang di holder dengan pemutarnya yang sudah disediakan di holder tentu saja ini sangat memudahkan bagi fotografer. Kalau dari saya sendiri sih recomended ya menggunakan holder dan filter NiSi.

Bagi fotografer Landscape, filter merupakan keharusan karena tanpa bantuan filter hasil fotonya kurang maksimal tentu saja. Sebagai contoh ketika pada siang hari kita melihat awan begitu indahnya di mata kita dan ingin sekali mengabadikan momen tersebut dengan memotretnya tanpa bantuan filter, hasilnya terkadang cukup mengecewakan karena di bagian awan terkadang hanya flat putih belaka. Pernah ngalamin kejadian seperti ini kan? nah itulah kenapa di perlukan filter, untuk kejadian seperti ini Filter GND menjadi solusinya. Kenapa bisa terjadi awan yang flat di hasil foto tidak seperti apa yang terekam di otak kita? Secara natural alam itu memiliki dynamic range yang lebih lebar dibandingkan dengan kemampuan dynamic range camera saat ini. Nah bagian ini nanti akan di bahas di tulisan lain mengenai berbagai macam filter.

Nah peralatan sudah siap, Camera sudah terpasang di tripod, pasang filter selesai. Kali ini karena kondisi cuaca alam yang memang kurang bersahabat, saya mencoba mengabadikan moment dengan menggunakan Filter GND 0,9 soft. enapa harus soft? karena untuk memotret gedung filter yang pas adalah menggunakan filter GND soft, tentu saja dengan memperhatikan kondisi alamnya apakah masih terang atau sudah gelap. Kalau sudah gelap tentu filter tidak digunakan lagi. Meski sempat berpatah arang karena cuaca mendung namun inilah hasilnya.




Saat blue hour pun tiba, tetap cantik kaan.