Friday, August 9, 2019

Deddy Mizwar dalam film "TUAN NYONYA & PEMBANTU"

Tuan Nyonya Pembantu

JUDUL FILM        : TUAN, NYONYA DAN PEMBANTU
SUTRADARA       : MARDALI SYARIEF
PRODUKSI           : PT. PANCARAN INDRA CINE FILM
PRODUSER          : ANTON INDRACAYA
TAHUN PROD    : 1991
JENIS                     : FILM DRAMA
PEMAIN               : ANNA SHIRLEY, DEDDY MIZWAR, EVALIA RACHMAT, ALBA FUAD, USMAN SAID

SINOPSIS : 

Atas nama emansipasi Mariyani atau Yani (Anna Shirley) bertindak ingin menyetarakan dengan laki-laki, ia tidak mau kalah dengan laki-laki. Ia sangat menikmati keindahan tubuhnya dengan fitness. Adalah Zainul (Deddy Mizwar) suaminya yang seharusnya di urus oleh istrinya Yani, namun sayang sekali Yani melemparkan tanggungjawabnya pada Surti (Evalia Rachmat) pembantunya untuk mengurusi segala macam kebutuhan Zainul termasuk melepas sepatu, mengambilkan handuk untuk mandi dan mengganti pakaian Zainul, suatu tanggungjawab yang seharusnya di lakukan oleh Yani.
Zainul sempat protes pada Yani, apalagi ketika mengetahui kalau Yani lebih care pada sahabatnya Lilis (Alba Fuad). Yani memperlakukan Lilis seolah ingin melindunginya dan berusaha meracuni Lilis agar tidak mau kalah dengan laki-laki. Namun hasilnya, Zainul malah di marahin dengan alas an emansipasi. Yanipun menolak kehadiran ayahnya yang dulu pernah meninggalkan yani ketika masih kecil dan kawin lagi.  Zainul dan Yani tinggal di kota Semarang .

Yani sibuk dengan urusan menggelembungkan ototnya, sementara Zainul sendiri pun akhirnya mencari pelampiasan dengan menjadikan Surti sebagai teman curhatnya. Surti tidak hanya sekedar mengurus Zainul namun lebih dari itu, Surti menjadi tempat curahan hati dari Zainul. Zainul menganggap pekerjaan Surti adalah pekerjaan seorang istri, karena lebih pantas Surti lah yang jadi istrinya dibandingkan dengan Yani yang sibuk dengan urusannya.  Surti justru lebih care dengan Lilis bawahannya, bahkan ketika Lilis sedang menginap di hotel dengan Yani karena urusan pekerjaan, suami Lilis datang dan menghajar Lilis, namun akhirnya Yanilah yang menyelesaikan masalahnya dengan menghajar balik suami Lilis yang pengangguran. 

Sementara itu Zainul akhirnya mengajak Surti untuk mendampinginya ke resepsi pernikahan kawannya dengan berpura-pura sebagai istrinya . Surti yang tidak biasa memakai hak tinggi akhirnya merasa kikuk sendiri di buatnya, dan bahkan sepatunya sempat tertinggal satu. Ketika resepsi sedang berlangsung, tiba-tiba Yani dan Lilis datang ke resepsi yang sama. Karena panik, akhirnya Surti dan Zainul tercebur ke kolam renang. Keduanya akhirnya mengendap-endap untuk menghindari Yani. Apalagi setelah tahu Yani dan Lilis mau segera pulang karena ada catatan yang tertinggal dirumah, akhirnya dengan menaiki taksi, Surti dan Zainul akhirnya segera pulang kerumah sebelum keduluan Yani. Bahkan keduanya harus menaiki pagar rumah untuk dapat masuk kedalam. Akhirnya keduanya sampai kerumah sebelum Yani sampai. Yani kaget di buatnya karena rambut Surti basah, apalagi setelah Lilis mencium bau parfum Yani di tubuh Surti. 

******
Yani ditugaskan keluar negeri, sementara itu sebagai pengganti Yani di rumah, maka Lilis di suruh tinggal dirumah Yani. Tentu saja ini membuat Zainul semakin merasa tidak di hargai sebagai suami. Lilis bahkan memata-matain Zainul. Selama keberadaan Lilis di rumah, Zainul merasa tidak betah, dan jarang sekali dirumah. Lilis mengikuti Zainul hingga ke hotel, bahkan memergoki Yona sekretarisnya di kamar hotel. Yona adalah sekretarisnya yang ketika datang kehotel memang sedang mengadakan meeting dengan klien, namun Lilis tidak mengetahuinya dan menganggap Zainul telah berselingkuh. 

Ketika  Yani sudah kembali ke Semarang, maka segera Lilis mengadukan Zainul yang telah berselingkuh. Yani marah. Ia menghajar Yona dan juga sopir Zainul, bahkan Yani juga menonjok Zainul. Zainul pergi dari rumah dan melampiaskannya dengan mabok-mabokan.
 Akhirnya Sandiwara Surti dan Zainul terungkap oleh Yani, Yani marah pada Surti karena telah menghancurkan kepercayaanya, namun Zainul membela Surti, karena Yanilah yang membuat keadaan antara keduanya terpojok dan tidak ada pilihan lain hingga akhirnya keduanya pun saling mencintai. Akhirnya Surti pulang ke kampung, meninggalkan Yani dan Zainul. 

*****
Tuan, Nyonya dan Pembantu adalah potret kehidupan nyata, dimana ada beberapa keluarga yang istrinya lebih mementingkan karir, sementara kebutuhan suaminya termasuk masakannya di sediakan oleh pembantu.

Willy Dozan dan Sophia Latjuba dalam film "RIO SANG JUARA"

Rio Sang Juara

JUDUL FILM        : RIO SANG JUARA
SUTRADARA       : MUKHLIS RAYA
PRODUKSI           : PT. GARUDA FILM
PRODUSER          : HENDRICK GOZALI
TAHUN PROD    : 1991
JENIS                     : FILM LAGA MODERN
PEMAIN               : WILLY DOZAN, SOPHIA LATJUBA, HENGKY TORNADO, AYU AZHARI, WD MOCHTAR, CHITRA DEWI, TANAKA, ZAINAL ABIDIN

SINOPSIS :
Film Rio Sang Juara dibintangi oleh Willy Dozan dengan diperkuat oleh Tanaka, Juara Tinju Korea. Film ini juga mendapat dukungan dari Menteri Pemuda dan Olahraga karena mengangkat tema Tinju yang merupakan salah satu cabang olahraga.
****
Rio (Willy Dozan) berkelahi dengan jagoan karena memperebutkan lahan parkir. Rio di keroyok tiga orang namun akhirnya dengan terpaksa Rio pergi dari tempat itu. Akhirnya seorang rekannya menawari Rio untuk menjadi sopir taksi cadangan. Selama menjadi Sopir Taksi, Rio mendapati beberapa pengalaman. Suatu malam ia membawa penumpang seorang perempuan bernama Jane Simon Margono (Sophia Latjuba) yang sedang berantem dengan pacarnya Tony (Hengky Tornado). Lia mengajak Rio untuk mengantarkannya ke pinggir pantai semalaman. Jane termangu di pinggir pantai yang disangkanya hendak bunuh diri, ketika Rio hendak menyelamatkannya justru malah Rio yang tercebur ke pantai. Akibatnya Rio pulang telat ke sopir taksi pertamanya. Ini adalah kesalahan Rio karena pulang tidak tepat pada waktunya. Kemudian Rio melakukan kesalahan kedua setelah taksinya hendak di rampok, namun Rio berhasil menyelamatkan taksi tersebut setelah berhasil melumpuhkan tiga perampot tersebut. Lagi-lagi Rio telat mengembalikan taksi, dan kesalahan kali ini tidak bisa di ampuni. Akhirnya Rio di pecat dari sopir taksi cadangan.

Rio akhirnya luntang lantung mencari pekerjaan yang cocok, hingga akhirnya ia terdampar pada sasana tinju milik Eddy (WD Mochtar). Meski awalnya di tolak, namun akhirnya Rio diterima juga untuk berlatih di sana. Suatu ketika Rio tanpa sengaja bertemu kembali dengan Jane di parkiran mobil. Jane menyapa Rio dan mengingatkannya bahwa ia pernah numpang taksi ke pantai malam-malam. Akhirnya Riopun ingat, keduanya akhirnya janjian untuk ketemu di tempat makan. Sementara itu Tony dan Jane yang sedang marahan tidak berhasil membujuk Jane untuk kembali lagi mesra seperti dahulu karena Jane menganggap Tony adalah penganut paham free sex yang di anutnya dari luar negeri. Sebaliknya Jane justru makin intim dengan Rio. Kedekatan Rio dengan jane akhirnya di ketahui oleh Tony yang menyewa bodyguardnya untuk memberi pelajaran pada Rio. Namun sayang sekali kali ini Rio tidak bisa di kalahkan.

Sementara itu di sasana tinju milik Eddy menjadi cemas karena sebentar lagi ada pertandingan tinju yang akan digelar, namun Rio dianggap mulai berulah setelah mengenal Jane. Eddy marah terhadap Rio yang mulai seenaknya, namun Rio tidak mau di salahkan dan merasa berhak untuk bersenang-senang dari hasil keringatnya untuk dinikmati. Meski Eddy tidak menyalahkan kalau Rio pun berhak bersenang-senang, namun Eddy meminta Rio untuk membuktikannya di atas Ring kalau ia mampu. Namun sayang sekali hasilnya Nol. Rio di pukul KO ketika pertandingan tinju. 

 Sedangkan nasib Jane berakhir tragis karena akibat keintimannya dengan Rio, akhirnya ia hamil namun sayang akibat perbuatannya untuk mengaborsi, ia harus kehilangan nyawanya. Rio pun dimintain keterangan oleh polisi.  Akhirnya Rio pulang ke Semarang dengan ditemani oleh Eddy. 
Sesampai di Semarang, Rio kaget karena Nina (Ayu Azhari) pacarnya mengembalikan kalung yang dititipkan pada temannya sewaktu pulang ke Semarang dahulu. Nina memutuskan Rio setelah tahu kalau Rio ada hubungan dengan gadis di Jakarta yang diketahui dari Koran-koran. Ketika sedang di dalam masjid, Rio bersirobok muka dengan Nina. Rio dan Nina akhirnya berjumpa kembali di pantai ketika ada seorang anak tenggelam dan akhirnya di tolong oleh Rio. Nina akhirnya mau memakai kalung pemberian Rio.

Sementara itu datang dari Jakarta Andy yang membawa surat dari manager Rio yang isinya ada promotor yang akan mempertemukan Rio dengan petinju dari Korea untuk dipertandingkan. Dengan berlatih keras dibawah bimbingan Eddy dan dukungan dari masyarakat sekitar akhirnya Rio kembali ke Jakarta untuk bertanding. 

Akhirnya hari yang ditunggupun tiba. Rio dihadapkan dengan Petinju Korea (Tanaka) diatas Ring. Akhirnya Rio berhasil memukul KO lawannya. Akhirnya Rio menjadi Juara Tinju kelas Menengah.


Film Indonesia Jadul " KODRAT"


Kodrat
JUDUL FILM        : KODRAT
SUTRADARA       : SLAMET RAHADJO
PRODUKSI           : PT. MULTI PERMAI FILM
PRODUSER          : ARIFIN YACOB
TAHUN PROD    : 1986
JENIS                     : FILM DRAMA
PEMAIN               : PIET PAGAU, SLAMET RAHARDJO, FRANS TUMBUAN, ANNA TAIRAS, IDA IASHA, DARUSSALAM, BAMBANG SULISTOMO, DJOKO WINARKO

SINOPSIS : 

Solikhin (Piet Pagau) mati setelah di tembak oleh polisi di Semarang. Solikhin adalah seorang penjahat yang berkomplot dengan Bosnya Marwoto (Frans Tumbuan) di Jakarta. Kodrat (Slamet Rahardjo) sahabat Solikhin berniat balas dendam. Solikhin dan Kodrat adalah bersahabat semenjak mereka tinggal sama-sama di suatu panti asuhan yang di ketuai pak Mustakim (Darussalam). Setelah mengetahui kematian Solikhin, Kodrat berangkat kerumah Susy  pacar solikhin(Anna Tairas) seorang penghibur professional dan memberitahu kalau Solikhin telah mati tertembak. Susy yang sedang bermesraan dengan seorang pria kaget atas kedatangan Kodrat. Kodrat merampas uang milik lelaki itu dan Kodrat mencari foto solikhin dengan dirinya  agar polisi tidak mengendusnya. Sementara itu polisi mencari-cari data Solikhin yang masih gelap dan hanya menemukan foto perempuan yang dibelakannya diberi nama susi. 

Kodrat semakin dibuat gelisah, sementara itu Susi disuruh tutup mulut oleh Kodrat. Namun semakin tutup mulut semakin membuat Susy tidak tenang. 

Sementara itu ditembaknya Solikhin membuat Marwoto menjadi marah dan menganggap kalau kematiannya merupakan ketololan. Apalagi setelah mereka mengetahui kalau polisi sudah mengetahui ada foto Susy bersama Solikhin. Akhirnya Kodrat disuruh menyingkirkan Susy oleh Marwoto. Kodrat sendiri adalah pacar dari anak bosnya bernama Ratna (Ida Iasha). Namun ketika Kodrat sedang missinya dengan  membawa Susy untuk di bunuh, Kodrat tidak tega dan akhirnya membiarkan Susy untuk tetap hidup.  Kodrat tidak tega kalau harus membunuh pacar sahabatnya.

****
Sementara itu di panti asuhan pak Mustakim kedatangan seorang polisi bernama Sofyan (Bambang Sulistomo), yang ternyata adalah bekas penghuni panti yang besar bersama-sama dengan Kodrat dan Solikhin. Sofyan mengingat-ingat tentang Solikhin dimasa lalu. 

Di lain tempat Susy merasa di kuntit oleh seseorang dan melaporkannya pada Kodrat melalui telpon  yang saat itu sedang bersama Ratna di kamar hotel. Kodrat mengaku kalau telpon itu adalah berasal dari Marwoto ayahnya, namun karena kemesraan di telpon akhirnya Ratna tahu kalau yang menelpon bukanlah Marwoto akan tetapi orang lain. Akhirnya terkuaklah siapa kodrat sebenarnya dan apa pekerjaan ayahnya. Ratna syok setelah mengetahui kalau Marwoto adalah kepala perampok.
Sedangkan Susy akhirnya di datangi oleh polisi di rumahnya untuk memintai keterangan, dan orang yang selama ini menguntit Susy adalah seorang polisi yang tujuannya untuk melindunginya. Kedatangan polisi kerumah Susy akhirnya diketahui oleh Kodrat yang tidak sengaja melihatnya. Namun kodrat merasa senang karena berarti Susy di lindungi oleh polisi dan tidak dibunuh oleh Marwoto. Kodratpun lega.

Kodrat akhirnya pulang ke panti asuhan untuk menyerahkan sumbanganya bersama solikhin kepada pak Mustakim. Pak Mustakim pun bertanya kepada Kodrat kenapa tidak bersama Solikhin, namun Kodrat membuat alas an. Akhirnya Pak Mustakim memberitahu pada Kodrat kalau ia sudah mengetahui kabar Solikhin yang tewas tertembak setelah diberitahu oleh Solihin, polisi yang ternyata besar dari panti asuhan tersebut. Setelah mengetahui kalau yang menembak Solikhin adalah Sofyan, kodratpun tetap dengan tujuan utamanya yaitu menuntut balas pada Sofyan, polisi yang telah membunuh sahabatnya. 

Sedangkan Marwoto tetap berpendirian akan membunuh Susy tanpa menghiraukan lagi pada Kodrat yang pertama kali mendapat perintah darinya. Dengan menyusun rencana akhirnya Marwoto menyuruh anak buahnya untuk membunuh Susy.  Susy berhasil di tusuk oleh anak buah Marwoto, Kodrat pun mengejar pelakunya. Namun sayang sekali Kodratpun ikut tertusuk.  Dengan tertatih-tatih Kodrat naik taksi menuju rumah Marwoto dan berhasil menembaknya, selanjutnya Kodrat menuju tempat dimana Sofyan menunggunya. Namun sayang sekali ketika Kodrat hendak menembak Sofyan, justru yang tertembak adalah pak Mustakim, ayah angkatnya sendiri di panti asuhan.
Kodrat akhirnya di tangkap dan di penjara. Ratna pun akhirnya hamil dan melahirkan anak dari buah percintaannya dengan Kodrat. Ratna ke penjara dengan membawa anaknya dan meminta Kodrat untuk memberinya nama. 
****
Kodrat adalah salah satu film Slamet Rahardjo yang dikemas dengan acting-akting yang bagus. Film berdurasi 91 menit ini juga dimeriahkan oleh penyanyi rock Sylvia Sarce yang terkenal pada masanya.