Showing posts with label ida iasha. Show all posts
Showing posts with label ida iasha. Show all posts

Wednesday, July 15, 2026

IDA IASHA , ABSEN MAIN FILM DEMI ANAK

 


IDA IASHA , ABSEN MAIN FILM DEMI ANAK (berita lawas). Seusai merampungkan "Kanan Kiri OK 3" menjelang akhir tahun 1990, Ida Iasha seperti menghilang dari pemberitaan. "Ya memang saya mengundurkan diri untuk sementara waktu dari kegiatan main film," ujarnya dengan wajah segar berseri. 

Saat suting film itupun, perutnya yang mulai membesar sudah agak sulit disembunyikan. Itu sebabnya, ia terpaksa menampik ajakan untuk melanjutkan peran Farida dalam "Misteri dari Gunung Merapi 3", Perempuan Berambut Api. Padahal jadwal suting sudah ditentukan, apa boleh buat, sutradara Liliek Sudjio terpaksa memasang pendatang baru, Catherine  untuk memerankan tokoh tersebut. 

Tepat pada hari Natal, 25 Desember 1990, Ida pun melahirkan anaknya yang kedua, sang suami Eddy Saputra memberikan nama Kama Bhaskara untuk putra kedua mereka. Sementara si sulung, Randi Roso sudah hampir memasuki usia 7 tahun. 

"Perbedaan usia mereka memang cukup besar," ujar Ida yang memang sudah menikah, malah sudah mempunyai Randi saat pertama main film "Kodrat" diajak Slamet Rahardjo, "Waktu itu banyak yang mengira saya masih gadis," kenangnya.

Memang sebenarnya usia Ida masih teramat muda ketika menikah dengan Eddy. Bahkan sebenarnya belum lama lulus dari SMA Tarakanita. Salah seorang kawan sekelasnya adalah biduanita tenar, Neno Warisman. Neno, masih ingat ketika Ida baru pertama masuk, "masih seperti noni-noni Belanda totok yang ngomong bahasa Indonesianya sepotong-sepotong, siapa sangka serang bisa jadi bintang film top?".

Kalau slogan KB, "Dua sudah cukup" tidak demikian halnya bagi Ida, rupanya dua masih belum cukup baginya. Soalnya kami masih kepingin mempunyai anak perempuan, supaya lebih lengkap begitu."

Sekarang, Kama sudah berusia lebih dari tiga bulan. Sehat dan montok, kata Ida karena "Saya menyusuinya terus dengan ASI."

Saking sayangnya pada Kama, Idapun terus menampik film-film baru yang ditawarkan padanya. Termasuk rencana pembuatan "Kanan Kiri OK 4", yang merupakan film banyolan laris itu. "Saya ingin konsentrasi merawat Kama dulu sampai agak besar. Kalau sudah bisa ditinggal-tinggal baru mungkin saya bersedia man film lagi nanti. 

Bagaimanapun juga, Ida sudah menjadi salah satu bagian dari dunia film Indonesia dengan segala suka dukanya. ~sumber MF 126/92/ThVII 27 Apr - 10 Mei 1991


Monday, January 12, 2026

SUTING FILM PEMBURU BERDARAH DINGIN


 SUTING "PEMBURU BERDARAH DINGIN". Sekitar jam sebelas, tepatnya Senin 11 Juli 1988, masyarakat yang khususnya pada waktu itu berada diseputar Jakarta Pusat jadi pada bingung. Beapa tidak?. Siang itu, dua pesawat helikopter dengan jarak terbang rendah, tengah saling berkejaran di udara. pesawat jenis Bolgo itu saling menukik, berkelok diantara gedung-gedung pencakar langit, bolak balik diatas jalan Thamrin dari arah utara ke selatan dan sebaliknya. 

Memang siang itu sedang berlangsung suting untuk pengambilan salah satu adegan untuk film "Pemburu Berdarah Dingin". Sebanyak lima kamera telah dipersiapkan PT. Rapi Film untuk pengambilan adegan pada scene 31,32 dan 38 dalam film ini. Setiap kamera masihng-masing ditempatkan berbeda. Seperti Paul telah siap diatap gedung Hotel Indonesia, Kamto disekitar Masjid Istiqlal sedang Bambang di percayakan untuk mengambil di Jembatan Semanggi. Sementara itu, Suranal dan Asmawi masing-masing berada di dalam kedua pesawat heli yang di terbangkan dari Halim Perdana Kusumah, bersama sutradara Arizal dan pemain utama Christ Michum. 

Suting film kali ini memang bisa dikatakan lain dari kebiasaan suting pada umumnya. Diaas atap tertinggi gedung Hotel Indonesia hanya nampak 7 kru yang terdiri dari kameraman, clepper boy dan still foto. Suasana cukup hening, panas udara diatas gedung berbaur dengan hembuan angin. Semilir dan cukup hening. Tak terdengar kata-kata sutradara yang mengatur peran, seperti suara"..kamera..s iap, action.. atau cut!. Yang nampak hanya produser Gope Samtani yang mukanya mengernyit lantara sengatan matahari sambil memantau kerja kru perusahaannya. 

"Ya, sebelumnya kira-kira jam 8.00 sutradara di kantor telah memberikan pengarahan pada setiap kameraman untuk mengambil adegan kejar-kejaran heli itu, " tutur Gope yang juga turut mengatur kerja kameraman di hotel Indonesia. 

"eh...! Tiarap.... tiarap.." kata Paul, sedikit membentak orang-orang yagn dirasa menghalangi tembakan kameranya. Maklum disitu tak ada sutradara yang biasa mengatur suasana. Jadi kameramen ini sendiri yang mengatur posisi, sambil sebelah matanya tetap brada di teropong bidik kamera untuk mengambil gambar. 

Film yang telah selesai sutingnya ini memang dibintangi aktor yang membintangi film "Dendam Membara" yang juga diproduksi PT. Rapi Film, yaitu Chris Michum, Ida Iasa juga Augus Melasz. Ditambah kini dengan Roy Marten dan Paul Hay, termasuk Sutradara Arizal dan skenario Dedi Armand. 

Lokasi Suting adalah dilakukan di Jakarta, Puncak dan Bandung. Untuk film "Pemburu Berdarah Dingin" ini, PT. Rapi Film telah membeli 12 buah mobil yang dihancurkan termasuk sebuat truk tangki. MANTAP!!


~MF 056/24 tahun IV, 20 Agustus - 2 September 1988



Thursday, September 18, 2025

NADA & DAKWAH, AMAR MA'RUF NAHI MUNKAR

 


NADA & DAKWAH, AMAR MA'RUF NAHI MUNKAR,

Jadi juga K.H Zainuddin MZ main film bersama Rhoma Irama. Mubaligh masyhur iu akhirnya bersedia untuk bermain dalam sebuah film drama dakwah produksi PT. Bola Dunia Film. 

Berintikan satu ayat yang di petik dari Kitab Suci Al Quran "Amar Ma'ruf Nahi Munkar" yang maknanya adalah 'Menuju Kebaikan, Meninggalkan Kebathilan', cerita dan skenariopun di tulis oleh Drs. H. Asrul Sani. Judul filmnya semula di reka "Huru Hara di Pandanwangi" namun kemudian oleh berbagai pertimbangan disederhanakan menjadi "Nada & Dakwah". 

Sedangkan penyutradaraan diarahkan oleh Chaerul Umam. Sutradara asal Tegal yang biasa di panggil dengan nama kecil Mamang ini sudah membuktikan kepiawaiannya menggarap film drama dakwah berbobot dan filmis seperti, "Al Kautsar" yang dibintangi Rendra dan Titian Serambut Di Belah Tujuh dengan El Manik sebagai guru agama. 

Mamang memilih Harry Susanto sebagai kamerawan dan Teuku Rusian sebagai Penata Artistik sedangkan Penata Musik Didi AGP bekerjasama dengan Rhoma dan Soneta Groupnya untuk mengisi ilustrasi musik. 

Setelah melalui proses berulangkali , maju mundur, pendekatan yang panjang akhirnya memang sang Ustad menyetujui juga untuk menjajal berakting di depan kamera. "Tapi saya bukan bermain sebagai orang lain," tegasnya.  Tetap sebagai diri seutuhnya. Itu sebabnya dibuat perubahan-perubahan tertentu pada beberapa bagian skenarionya, khususnya pada adegan yang menampilkan KH Zainuddin MZ. 

Sayangnya, sepanjang film sosok KH. Zainuddin MZ tampil sebagai figur ulama, dengan nasihat-nasihatnya yang di bawakan dengan suara khas. Sama sekali tak di perlihatkan tentang keluarganya, atau bagaimana caranya menjalin hubungan yang harmonis dengan anak istrinya. Padahal rasanya penonton ingin mengetahui juga perihal kehidupan sehari-harinya. 

Kalaupun kemudian sutingnya rada tersendat, bisa dimaklumi oleh produser Jiwat K.K yang mempercayakan segala kegiatan di lapangan pada produser pelaksananya, Hasrat Djoeir. Semuanya juga memahami kalau jadwal dakwah sang Kyai memang kelewat padat. Kendati demikian disela-sela seribu kesibukannya K.H Zainuddin MZ, berusaha keras meluangkan waktu untuk bisa datang ke lokasi suting. Pada bagian awal filmpun diselipkan dialog penyesalannya. "Sebenarnya saya ingin sekali menghadiri setiap undangan, namun apa daya saya cuma manusia biasa...," lalu diselipkan pula adegan saat ia sudah siap berangkat untuk menghadiri tabligh, tapi bertepatan diminta segera datang ke pesantren Pandanwangi untuk meredakan amukan penduduk, "Wah kalau saya batal datang lagi, bisa di sumpahin orang sejagad Ji, " keluhnya pada Rhoma, betapapun ia menjanjikan, "Insya Allah saya akan datang, meskipun terlambat," .

Maka Mamang mengambil inisiatif, memanfaatkan waktu yang luang bila sayng Kyai tak hadir, dengan lebih dulu merampungkan adegan pergelaran dan nyanyian Rhoma yang keseluruhannya terdiri dari lima lagu. Suting berlanjut dimulai dari Rhoma terus kebintang-bintang beken lainnya seperti Ida Iasha sebagai Latifah, Deddy Mizwar sebagai H. Murad, WD Mochtar sebagai Bustomi, konglomerat ibukota. Serta pemain teater kawakan Amak Baljun sebagai Samir, tangan kanan Bustomi, Pemain wayang orang "Bharata" Kies Slamet sebagai Marseli yang ingin menguasai tanah penduduk desa dengan segala macam cara. Abduh Mursyid sebagai Pak Sukarya yang selalu ribut dengan anaknya, Jaja (Amin Ansari Dewata). Juga ada Salim Bungsu dan Fuad Alkhar sebagai makelar tanah yang licik. 

Di selipkan pula adegan khotbah saat KH Zainuddin MZ tampil sebagai Khotib dan Rhoma Irama memimpin takbir di depan luapan massa jamaah sholat Ied.

Di sebut-sebut bujet film ini lebih besar dari film-film kolosal seperti "Tjoet Nja Dhien" atau "Saur Sepuh" sekitar Rp. 1,2 Milyar. Namun karena diedarkan secara serentak di banyak kota besar diluar ibukota pada event yang sangan jitu, menyambut Hari Raya Idul Fitri 1412 H yang jatuhnya pada Minggu 5 April 1992, maka yakin mendapatkan sambutan luar biasa dari penggemar KH. Zainudding MZ dan Rhoma Irama khususnya serta seluruh umat pada umumnya. 


MEMBELA TANAH PENDUDUK

Al Kisah Pandanwangi adalah nama sebuah desa subur di kaki sebuah gunung. Penduduknya yang sebagian besar terdiri dari kaum petani, mengenyam hidup damai tenteram. Desa ini juga tersohor dengan pesantren yang didirikan KH. Zainuddin MZ dan Rhoma Irama, lalu di pimpin oleh H. Murad dan H. Tajuddin. 

Zainuddin dan Rhoma sepasang mubaligh yang dengan cara-cara khas masing-masing mengajarkan ilmu di pesantren tersebut. Ketentraman desa mendadak terguncang. Diawali dengan niat Bustomi, konglomerat ibukota, untuk mendirikan sebuah pabrik tepung tapioka di desa tersebut. Maka managernya yang licik, Samir mengerahkan anak buahnya yang di motori Mursali, berusaha memborong tanah penduduk dengan segala macam cara, kalau perlu menghalalkan segalanya. Antaranya si Abu yang dengan kelicikannya mengintimidasi, menakut nakuti penduduk tentang adanya proyek jalan toll hingga tanah bisa dibeli dengan harga semurah-murahnya. 

Timbullah keresahan demi keresahan. Apalagi ketika bibit-bibit maksiat mulai di sebar masuk desa, perjudian, minuman keras, sedikit demi sedikit meracuni jiwa anak muda desa.  KH Zainuddin MZ, Rhoma dan H. Murad sudah barang tentu berdiri di pihak penduduk. Dibantu lagi oleh Roma Irama bahkan sebenarnya Latifah, putri kandung Bustomi sendiri pun menentang keserakahan ayahnya. Apalagi memang Latifah bukan lain daripada pacar Rhoma. Gadis cerdik ini memimpin rombongan tujuh gadis berjilbab menyebarkan penerangan pada rakyat desa. 

Konflik antara para santri desa Pandanwangi dengan kawanan Mursali terus berkembang. Mencapai puncaknya saat bagian tanah di ukur dan di patok. Penduduk merasa sangat di rugikan dalam proses jual beli tanah warisan orang tua mereka. Nyaris terjadi perkelahian massal yang bisa meletuskan huru hara, kalau saja H. Murad tak segera melerai. Bahkan dengan kebijaksanaanya ia berusaha mendamaikan. Meminta semua surat tanah yang sudah di pegang oleh Abu. 

Rhoma di bantu Latifah mendidik muda mudi desa dengan ketrampilan bertani serta kesadaran hukum. Semakin banyak penduduk yang menjadi sadar serta berani menentang cara kotor. Mursali dan kawan-kawannya. Terbongkarlah kecurangan Samir di depan Bustomi yang langsung memecatnya. 

Bustomi sendiri bisa di sadarkan oleh Latifah. Orang kaya ini berjanji untuk merubah sikapnya yang salah. Bahkan mengajak penduduk untuk bekerja sama membangun pabrik tepung tapiokanya. Bagaimanapun juga berdirinya pabrik tersebut bisa mendatangkan manfaat yang sangat besar bagi mereka semua. 

Klimaks berlangsung saat seorang ayah Pak Sukarya di bu nuh oleh anaknya sendiri, Jaja, gara-gara memperebutkan surat tanah. Kesempatan ini digunakan oleh kawanan Mursali untuk memfitnah Rhoma dengan rombongan gadis berjilbabnya di depan polisi, namun anggota "Soneta Group" berhasil melacak Jaja yang ternyata bersembunyi di pabrik garmennya Samir. 

Rhoma dan kawan-kawannya yang memburu buronan tersebut terpaksa harus berbaku hantam lebih dulu dengan anak buah Samir. Ditengah perkelahian, Latifah menelpon polisi Komdak Metro Jaya. Maka Samir dan semua kaki tangannya pun diringkus oleh yang berwajib. 

Wednesday, January 29, 2020

Film Indonesia Jadul "KASMARAN"


JUDUL FILM        :KASMARAN
SUTRADARA       : SLAMET RAHARDJO
PRODUKSI           : PT MULTI PERMAI  FILM
CERITA                  : ASMARA GD
PRODUSER          : JIMMY J, ARIFIN JACOB
TAHUN PROD    : 1987
JENIS                     : FILM DRAMA
PEMAIN               :  IDA IASHA, DWI YAN, NANI SOMANEGARA, ROBERT SYARIEF, IRA WIBOWO, NIKE ASTRINA, AUGUST MELAZ, ROSSITA SANUSI

SINOPSIS : 
Ayu (Ida Iasha) selalu di bawah bayang-bayang masa lalu ketika akan bercinta dengan suaminya Sutra (Dwi Yan) yang selalu mempersoalkan keperawanan Ayu. Sutra mendapatkan Ayu setelah tidak perawan lagi, sehingga seringkali ketika bercinta, Sutra di hantui oleh ketidak perawanan Ayu. Meski Ayu sudah berterus terang pada Sutra namun Sutra tetap tidak mau menerima. Hal ini tetap menjadi persoalan rumahtangga antara Ayu dan Sutra meski sudah berusia lima tahun perkawinannya. Sutra selalu bersikap curiga dan cemburu pada Ayu.

Kecurigaan Sutra semakin bertambah ketika ia menemukan kartu nama atas nama Manaseh (August Melasz) dan menelpon padanya. Sutra mencari tahu siapa sebenarnya Manaseh, namun Ayu mengatakan kalau Manaseh hanyalah teman lamanya. Keadaan rumahtangga Ayu dan Sutra semakin tidak kondusif, apalagi selama lima tahun menikah belum di karuniai anak. Kesalahan selalu ditimpakan pada Ayu yang pernah menggugurkan kandungan karena hubungan intimnya pertama kali. Namun Ayu tidak mau di persalahkan terus menerus. Keduanya pun sering bertengkar sampai Ayu mengancam akan menusukkan gunting pada Sutra.

Sementara itu Sutra sendiri memiliki selingkuhan bernama Rhoda (Ira Wibowo), seorang perempuan yang sangat posesif.  Rhoda ingin agar Sutra segera menceraikan Ayu yang tidak dapat memberikan anak, namun Sutra sendiri justru mulai berubah sikapnya terhadap Ayu. Ia berubah menjadi romantis. Namun Sayang, Ayu yang sudah tidak tahan lagi terhadap Sutra.

Keadaan ini membuat Rhoda cemburu pada Sutra dan Ayu, apalagi setelah melihat Sutra dan Ayu berpelukan, maka Rhoda menjadi semakin cemburu. Puncaknya Rhoda membunuh Sutra tatkala Ayu pergi kerumah orangtuanya. Namun sayang keadaan ini justru dijadikan ajang pemutar balikan fakta. Justru Ayulah yang dianggap telah membunuh Sutra dengan gunting. 

Akibatnya Ayu harus meringkuk di tahanan. Namun berkat kejelian polisi, akhirnya terungkap siapa pembunuh sebenarnya.
*****
Film Kasmaran diangkat dari Novel Karya S Mara Gd diperankan sangat baik oleh Ida Iasha dan Ira Wibowo.

Friday, August 9, 2019

Film Indonesia Jadul " KODRAT"


Kodrat
JUDUL FILM        : KODRAT
SUTRADARA       : SLAMET RAHADJO
PRODUKSI           : PT. MULTI PERMAI FILM
PRODUSER          : ARIFIN YACOB
TAHUN PROD    : 1986
JENIS                     : FILM DRAMA
PEMAIN               : PIET PAGAU, SLAMET RAHARDJO, FRANS TUMBUAN, ANNA TAIRAS, IDA IASHA, DARUSSALAM, BAMBANG SULISTOMO, DJOKO WINARKO

SINOPSIS : 

Solikhin (Piet Pagau) mati setelah di tembak oleh polisi di Semarang. Solikhin adalah seorang penjahat yang berkomplot dengan Bosnya Marwoto (Frans Tumbuan) di Jakarta. Kodrat (Slamet Rahardjo) sahabat Solikhin berniat balas dendam. Solikhin dan Kodrat adalah bersahabat semenjak mereka tinggal sama-sama di suatu panti asuhan yang di ketuai pak Mustakim (Darussalam). Setelah mengetahui kematian Solikhin, Kodrat berangkat kerumah Susy  pacar solikhin(Anna Tairas) seorang penghibur professional dan memberitahu kalau Solikhin telah mati tertembak. Susy yang sedang bermesraan dengan seorang pria kaget atas kedatangan Kodrat. Kodrat merampas uang milik lelaki itu dan Kodrat mencari foto solikhin dengan dirinya  agar polisi tidak mengendusnya. Sementara itu polisi mencari-cari data Solikhin yang masih gelap dan hanya menemukan foto perempuan yang dibelakannya diberi nama susi. 

Kodrat semakin dibuat gelisah, sementara itu Susi disuruh tutup mulut oleh Kodrat. Namun semakin tutup mulut semakin membuat Susy tidak tenang. 

Sementara itu ditembaknya Solikhin membuat Marwoto menjadi marah dan menganggap kalau kematiannya merupakan ketololan. Apalagi setelah mereka mengetahui kalau polisi sudah mengetahui ada foto Susy bersama Solikhin. Akhirnya Kodrat disuruh menyingkirkan Susy oleh Marwoto. Kodrat sendiri adalah pacar dari anak bosnya bernama Ratna (Ida Iasha). Namun ketika Kodrat sedang missinya dengan  membawa Susy untuk di bunuh, Kodrat tidak tega dan akhirnya membiarkan Susy untuk tetap hidup.  Kodrat tidak tega kalau harus membunuh pacar sahabatnya.

****
Sementara itu di panti asuhan pak Mustakim kedatangan seorang polisi bernama Sofyan (Bambang Sulistomo), yang ternyata adalah bekas penghuni panti yang besar bersama-sama dengan Kodrat dan Solikhin. Sofyan mengingat-ingat tentang Solikhin dimasa lalu. 

Di lain tempat Susy merasa di kuntit oleh seseorang dan melaporkannya pada Kodrat melalui telpon  yang saat itu sedang bersama Ratna di kamar hotel. Kodrat mengaku kalau telpon itu adalah berasal dari Marwoto ayahnya, namun karena kemesraan di telpon akhirnya Ratna tahu kalau yang menelpon bukanlah Marwoto akan tetapi orang lain. Akhirnya terkuaklah siapa kodrat sebenarnya dan apa pekerjaan ayahnya. Ratna syok setelah mengetahui kalau Marwoto adalah kepala perampok.
Sedangkan Susy akhirnya di datangi oleh polisi di rumahnya untuk memintai keterangan, dan orang yang selama ini menguntit Susy adalah seorang polisi yang tujuannya untuk melindunginya. Kedatangan polisi kerumah Susy akhirnya diketahui oleh Kodrat yang tidak sengaja melihatnya. Namun kodrat merasa senang karena berarti Susy di lindungi oleh polisi dan tidak dibunuh oleh Marwoto. Kodratpun lega.

Kodrat akhirnya pulang ke panti asuhan untuk menyerahkan sumbanganya bersama solikhin kepada pak Mustakim. Pak Mustakim pun bertanya kepada Kodrat kenapa tidak bersama Solikhin, namun Kodrat membuat alas an. Akhirnya Pak Mustakim memberitahu pada Kodrat kalau ia sudah mengetahui kabar Solikhin yang tewas tertembak setelah diberitahu oleh Solihin, polisi yang ternyata besar dari panti asuhan tersebut. Setelah mengetahui kalau yang menembak Solikhin adalah Sofyan, kodratpun tetap dengan tujuan utamanya yaitu menuntut balas pada Sofyan, polisi yang telah membunuh sahabatnya. 

Sedangkan Marwoto tetap berpendirian akan membunuh Susy tanpa menghiraukan lagi pada Kodrat yang pertama kali mendapat perintah darinya. Dengan menyusun rencana akhirnya Marwoto menyuruh anak buahnya untuk membunuh Susy.  Susy berhasil di tusuk oleh anak buah Marwoto, Kodrat pun mengejar pelakunya. Namun sayang sekali Kodratpun ikut tertusuk.  Dengan tertatih-tatih Kodrat naik taksi menuju rumah Marwoto dan berhasil menembaknya, selanjutnya Kodrat menuju tempat dimana Sofyan menunggunya. Namun sayang sekali ketika Kodrat hendak menembak Sofyan, justru yang tertembak adalah pak Mustakim, ayah angkatnya sendiri di panti asuhan.
Kodrat akhirnya di tangkap dan di penjara. Ratna pun akhirnya hamil dan melahirkan anak dari buah percintaannya dengan Kodrat. Ratna ke penjara dengan membawa anaknya dan meminta Kodrat untuk memberinya nama. 
****
Kodrat adalah salah satu film Slamet Rahardjo yang dikemas dengan acting-akting yang bagus. Film berdurasi 91 menit ini juga dimeriahkan oleh penyanyi rock Sylvia Sarce yang terkenal pada masanya.