Showing posts with label aktris. Show all posts
Showing posts with label aktris. Show all posts

Sunday, August 2, 2026

ELDHY BILADT

 


ELDHY BILADT (berita lawas). Masih ingat bintang iklan, dan aktor ini? Eldhy Biladt, nama aslinya  adalah Syaiful Biladt. Inem Pelayan Seksi, Jejaka 2000, Catatan Si  Boy, Annisa 3, Hati Seluas Samudera, Matahariku, Remaja Lima dan yang terbaru Istana Pasir tampil bareng Rima Melati dan Febby Febiola. Itulah Sinetron  yang sudah dimainkan Syaiful Biladt (Si Pedang Agama) atau dengan nama popnya, Eldhy Biladt. 

Sedang untuk iklan, cowok handsome kelahiran Jakarta, 9 Nopember 1974 sudah pula beraksi pada iklan Suklat, Asma Soho, Puyer 16, Page One, Bank Danamon, Koyo Cap Cabe, Snip Snap, Yamaha Force One, Kartu Halo Telkomsel, dan Lauk Mie. 

Seperti umumnya para artis kita, Eldhy begitu disapa memasuki dunia seni tanpa disengaja. Menurut pemilik tinggi 170 cm ini karirnya diawali sebagai model, ketika temannya tak jadi tampil diacara lomba fashion. 

Meskipun hanya sebagai pengganti teman, tak disangka dalam lomba itu, ia berhasil keluar sebagai juara ke 3, berbekal Juara 3 dan didorong oleh teman-teman, Eldhy yang terangkat namanya lewat finalis Coverboy Aneka '92 jadi serius menekuninya. 

berikut petikan wawancara yang di muat di MF No. 313/279/XIV, 13-26 Juni 1998

T : Hasil ikut lomba, main iklan dan Sinetron?

J : Alhamdulillah ternyata banyak bawa rejeki, mulai kuliah sampai tamat, biaya kost dan lainnya sudah bisa saya penuhi sendiri tanpa perlu minta dengan ortu. 

T : Artinya ingin terus menekuni dunia seni?

J : Maunya terus tapi dalam kondisi serba sulit begini apa mungkin ya bisa bertahan. Untuk jaga-jaga sebetulnya saya ingin mengembangkan ilmu perhotelan yang didapat semasa kuliah. Sekarang coba membuat lamaran ke sebuah hotel.

T : Maksudnya mulai tak yakin bisa hidup dari seni?

J : Saya akui perasaan itu kadang sering menghantui diri ini. Tapi boleh dong saya mencoba bidang laing, sayanglah kalau ilmu yang didapat di bangku kuliah dengan biaya yang tidak sedikit saya keluarkan kalau tidak dikembangkan. 

T : Ceritanya sedang mereformasi diri sendiri toh?

J : Tentu saja karena saya ingin maju tidak saja di dunia seni tapi juga dibidang lainnya. 

T : Caranya?

J : Dengan kerja keras tanpa mengenal lelah sesuai yang saya cita-citakan tadi. 

T : Kamu juga mendukung reformasi nasional yang kini sedang digalakkan?

J : Tanpa basa basi saya mendukung penuh reformasi nasional yang dimotori rekan-rekan mahasiswa dan tokoh-tokoh masyarakat. Kalau kita mau maju yang namanya KKN memang harus di berantas sampai ke akar-akarnya. 

T : Ngomong-ngomong apakah kamu punya pengalaman dimasa kecil yang membuat kamu trauma?

J : Ya, kalau nggak salah ketika masih duduk di kelas 2 SD saya pernah dikejar-kejar orang gila hingga masuk ke halaman sekolah. Kejadian itu memang membuat saya trauma karena setiap melihat saya orang gila itu terus mengejar. Bahkan suatu kali saya pernah tak bisa mencari jalan dan terpaksa merayap melewati pagar kawat hingga salah satu paha kaki saya terluka dan membekas hingga kini. Katanya sih, dia sakit itu suka sekali dengan saya, ha ha ha..

T : Pernah Jatuh Cinta tapi bertepuk sebelah tangan?

J : Pernah, ceritanya saya terlibat disebuah sinetron dan sangat suka sekali dengan seorang pemain. Pokoknya saat perhatian saya penuh sekali dengannya. Ketika dia ulang tahun, saya diundangnya dan sayapun hadir. Sakit juga saya dikenalkan dengan cowoknya. Mungkin begitu cara halusnya menolak saya! ha..ha..ha..

T : Pernah juga ditaksir cewek tapi kamu sendiri tak suka padanya?

J : Pengalaman itu saya alami ketika masih di SMU. Waktu itu sedang ada ospek terhadap murid baru dan nggak disangka salah satu dari mereka, ada yang jatuh cinta. Hal ini terlihat dari cara dan sikapnya dengan saya. Nah ketika dia mulai mengutarakan niatnya, saya katakan pada dia kalau saya hanya ingin jadi kakaknya saja daripada jadi pacarnya. 

T : Film Nasional pertama yang kamu tonton di Bioskop?

J : G 30 S PKI adalah film nasional pertama yang saya tonton. Saya ingat betul nontonnya di bioskop Manggarai Teater di Pasar Rumput Raya. hari itu juga merupakan pengalaman pertama saya nonotn di bioskop. 

****************

Sunday, July 26, 2026

LINA BUDIARTI, "SAYA INI MEMANG PANTAS JADI HOSTES ATAU PELACUR", PERTAMA MAIN FILM HONORNYA 60 RIBU DISURUH TELANJANG

 


LINA BUDIARTI, (berita lawas). Waktu pertama main film honor Lina Budiarti cuma Rp. 60.000, itupun sudah berdua dengan suami. Untuk honor sebesar itu Lina disuruh melakukan adegan serem, buka baju dan bergumul diatas ranjang. Hanya sedikit saja bagian dalam busana yang menutupi tubuhnya yang gempal berisi itu, celana dalam dan BH. Lina disuruh bergumul dengan lelaki yang menggaulinya. Hemmm

"Wah saya merasa terperangkap waktu itu. Untuk menolak tidak mungkin karena honornya sudah saya terima. Tapi kalau harus melakukan adegan seperti itu rasanya juga mustahil. Jelek-jelek saya ini kan ibu dari anak-anak saya. Apa kata orang nanti, "kata Lina Budirati menceritakan pengalamannya pertama terjun kedunia film. 

Itu terjadi tahun 1976, saat ia ditawari numpang lewat dalam film "Bernafas Diatas Ranjang" arahan Dasri Yacob. Tapi jangan salah, honor sebesar itu sudah bisa beli lebih dari 25 gram emas, mengingat harganya Rp. 2500/gram. (wah murah sekali kalau diukur jaman sekarang ya hehe...)

Mulai kenal film dibisikin oleh seorang wartawan, tak lama sesudah Lina mengikuti pemilihan None Jakarta wilayah Jakarta Timur tahun 1976. Pemilihan yang tidak membedakan status (gadis, janda atau sudah beranak) itu sempat mengangkat Sukarlina Budiarty kelahiran Banjarnegara ini tampil sebagai pemenang harapan. 

Dari situ seolah jalan menuju bintang terbuka buat Lina istri Budyanto, pengarang buku cergam paling produktif saat itu. Bahkan dia bisa disebut pelopor pengarang buku-buku komik bergambar bertemakan remaja. Tahun 67 Budyanto S menghentikan kegiatan lamanya membuat cerita komik dan bersama-sama sang istri terus mengarungi dunia film. Sang istri terus menekuni akting sementara Budyanto S jadi penata busana. Lantas dia pulalah yang mendorong istrinya jadi foto model. Kalau perlu pakai bikini atau menampilkan bagian-bagian yang sensual. Bermunculanlah foto-foto Lina Budiarti sebagai penghias kalender atau majalah dengan pose ngeseks. 

Penampilan yang seksi ini terus berlanjut di film. Tak lain karena banyak sutradara memanfaatkan postur tubuhnya. Seperti diakui sendiri oleh Lina ,"Dalam film saya ini memang pantesnya jadi perempuan penggoda, hostess atau pela cur"itulah peran-peran yang pas buat saya, "katanya sambil memberi contoh perannya dalam film "Ponirah terpidana" (Slamet Rahardjo) , dia bermain sebagai pela cur, dari satu lelaki pindah ke lelaki lain, "Itulah film yang palin gberkesan selama say aikut membintangi film, "katanya. 

Meski di cap perempuan penggoda dalam film, tetapi diluar itu, Lina mengaku tak seburuk sangkaan orang. Lina tetap Lina Budiarti, ibu lima anak dan istri setia.

"Film kan cuma bohon-bohongan, ya saya lakukan itu dengan bohong-bohongan pula. Selesai suting ya sudah," katanya yang megnaku tidak pernah risi melakukan adegan ranjang atau ciuman dengan setiap lawan main. Umumnya semua lawan main sudah kenal atau bahkan kawan-kawan dekat, timpal Budiyanto. "Lagi pula adegan ranjang ataupun cium yang dilakukan LIna selama ini masih dalam batas-batas terlalu wajar. Busana dibuka sedikit atau cium dikening atau leher. Ya, lumrah saja, "sergah Budiyanto yang sudah 20 tahun kawin sama Lina Budiarti. 

Karena penampilannya yang cenderung ngesek itu, Lina Budiarti sering diperingati induk oraganisasinya Parfi. Sudah berkali-kali dapat peringatan keras tapi Lina cuek saja. "Lha menurut saya foto bikini adalah pekerjaan yang paling sopan dan halal, ketimbang di film harus telanjang bulat, "celotehnya. Kalau parfi mau peringati, itu dong artis-artis yang tiba-tiba naik mobil bagus, punya rumah, padahal tidak pernah dapat peran utama. Darimana duitnya tuh, kata Budyanto setengah menuding. Siapa bud? Akh ya nggak perlu kita sebut.Pokoknya kita taulah permainannya mereka, lanjutnya. ~sumber : MF 073/41/TH.V/15-28 April 1989


Friday, July 24, 2026

AMBU YETTY SYARIFAH


 AMBU YETTY SYARIFAH (berita lawas). Yetty Syarifah yang dikenal sebagai Ambu, bersikeras ingin mempersatukan kalangan seniman, khususnya di daerah Jawa Barat. Karena selama ini menurut  penilaian Ambu, seniman di Jabar sulit di atur, masing-masing punya keinginan sendiri, sehingga praktis sulit untuk bersatu. Betapa tidak! Dalam kaitan itu, Ambu hidup menggeluti dunia film dan sinetron yang ditekuni sejak 1972 silam. Cita-citanya lain tidak kecuali ingin memajukan seni budaya lewat persatuan dan kesatuan di kalangan para seniman, katanya saat ditemui di sela-sela syuting film "Warisan Terlarang" yang berlokasi di Kuningan arahan sutradara S.A Karim. 

Ambu yang lahir 14 Maret 1936 dari pasangan R. Opo Sumantapraja yang Opzegter Perkebunan dan Julijah asli Garut itu mengawali karirnya lewat film "Si Buta Dari Gua Hantu", menyusul puluhan film lainnya. Diantaranya film "Gadis Marathon" cukup berkesan, sejumlah sinetron termasuk "Sartika". Disitu Ambu bisa mengembangkan watak dan selalu berupaya main maksimal, sesuai arahan Sutadaran antaranya Kurnaen Suhardiman, Bambang BS dan banyak lagi , "tutur pengagum BJ Habibie. 

Darah seni mengalir dari orangtuanya. Dulu orangtua say akerap tampil dalam seni "Cianjuran" suaranya lumayan mendayu-dayu dan bisa membuat orang tertidur bila mendengar lagu "Cianjuran".

Meskipun ia sekarang berstatus janda berputra empat, ia tidak pernah kesepian, sejak ditinggal suaminya menghadap yang Maha Kuasa. Menyusul suami kedua, tapi nampaknya kurang pas dan akhirnya sekarang sendiri lagi. Saya tidak memikirkan ingin punya suami lagi, umur sudah tua dan lagi punya banyak "incu".

"Kegiatan sehari-hari bila tidak ada syuting, saya tumpahkan kasih saya seorang nenek kepada cucu-cucunya,  ujar anak bungsu dari sepuluh bersaudara ini.  ~MF 114/82 Tahun VII, 10 - 23 Nov 1990


Wednesday, July 22, 2026

CHIATA HENDRAYANI, SI PEMERAN "FATIMA"


 CHIATA HENDRAYANI, SI PEMERAN "FATIMA"(berita lawas). Mengejar da memburu Chiata "Fatima" Hendrayani, peraih piala Vidia untuk Pemeran Utama Wanita kategori Komedi seri pada Festival Sinetron Indonesia (FSI) 1997, ternyata gampang-gampang susah. Sesudah berulangkali janjian lewat telepon maupun via handphone, akhirnya bisa bertemu di lokasi suting di Cipinang besar. Saat ditemui Chiata baru sakit. 

Selain sakit, Aya-biasa begitu disapa memang punya jam kerja tak pasti. Maklum, selain main sinetron, menjadi model, ia bekerja sebagai marketing pada sebuah pabrik cat. Tapi "Saya disana bukan karyawan tetap kok. kalau ada order dan goal, dapat bonus. 

Kok jauh benar dengan dunia entertaint? Aya tergelak. Menjadi tenaga pemasaran, kata Aya justru main jobnya, dan sudah dijalani selama tiga tahun. 

Lha kalau main sinetron? "Biar honorarium dari Fatima sudah lumayan, tapi buat saya sinetron masih side job. Kebetulan, untuk ukuran Ciganjur dan sekitarnya, wajah dan postur Aya merepet dan masih lumayan. 

Keberhasilannya meraih Piala Vidia dalam penyelenggaraan FSI akankah merubah pandangan Aya? Main sinetron bukan lagi side job tetapi sudah main job? "Nggak juga begitu. Tetapi dengan keberhasilan itu saya akan makin serius berakting dan selektif memilih peran. bener! katanya gagah. 

Ditengah menunggu pengambilan gambar, penggemar masakan ayam rica-rica, masakan sang mama ini, banyak bercerita mengenai apa saja yang dilakukannya untuk masuk ke dalam 'ruh' Fatima. Janda muda, cantik dengan seorang anak laki-laki, tinggal dalam lingkungan masyarakat Betawi yang sederhana. 

Aya mengaku, ia antara lain mengamati perilaku dan gaya bicara pembantu rumah tangganya yang berasal dari Betawi. Ia juga memerhatikan dan berbincang dengan para tetangganya di Ciganjur. "Selain itu tentu saja banyak bertanya pada Babe, Mpok Nori, Manaf, Bang Syamsul serta lainnya. Mereka sangat membantu. Terima kasih untuk bantuannya itu, "kata pemilik tinggi 175 cm ini. 

Nama Chiata Hendrayani mungkin pernah anda dengar. Mungkin juga anda lupa-lupa ingat. Untuk menyegarkan ingatan anda tentangnya, kita rewind apa siapa Chiata. Anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Theo H Sinnighe dengan Faizah Bahasoan ini memulai kiprahnya lewat film layar lebar Blok M (Bakal Lokasi Mejeng) garapan sutradara Edward Pesta Sirait tahun 1990. Laiknya pemain film Ia hanya mengantar seorang temannya untuk casting. Saat test, Chiata juga ikut ditest. "Kamu nggak mungkin diterima. Soalnya kamu belum pernah main film atau jadi model, "ujar Chiata menirukan ucapan temannya waktu itu dalam perjalanan pulang. "Nggak kepilih juga nggak apa-apa. Orang tua gue juga keberatan kalau gue main film,"jawab Aya. 

Eduard Pesta Sirait, sperti diungkapkan Chiata, tak selang lama malah menelponny dan mengabari ia diterima sebagai Winda. Kedua orangtuanya, tentu saja bingung. mereka keberatan Chiata main film. Image film Indonesia ketika itu masih kurang bagus dimata para orang tua. Apalagi saat itu Chiata jelang ujian SMP. Untuk meyakinkan filmnya berbeda dengan film nasional kebanyakan, Edu secara pribadi menemui orangtua Chiata. Tak lupa membawa skenario dan bagaimana karakter Winda. 

"Bokap dan Nyokap akhirnya memberi izin, dengan catatan nilai ujianku harus bagus. Dan selama suting, Mama selalu ngikutin, " paparnya. "Honorarium main film itu juga nggak gede-gede amat. Kalau tak salah ingat sekitar limaratus ribu rupiah. Mama yang ngatur duitnya,"ungkapnya mengenang. 

Film Blok M itu mungkin saja akan menjadi film pertama sekaligus terakhir Chiata Hendrayani. ~MF 114/82 Tahun VII, 10 - 23 Nov 1990


Wednesday, July 15, 2026

IDA IASHA , ABSEN MAIN FILM DEMI ANAK

 


IDA IASHA , ABSEN MAIN FILM DEMI ANAK (berita lawas). Seusai merampungkan "Kanan Kiri OK 3" menjelang akhir tahun 1990, Ida Iasha seperti menghilang dari pemberitaan. "Ya memang saya mengundurkan diri untuk sementara waktu dari kegiatan main film," ujarnya dengan wajah segar berseri. 

Saat suting film itupun, perutnya yang mulai membesar sudah agak sulit disembunyikan. Itu sebabnya, ia terpaksa menampik ajakan untuk melanjutkan peran Farida dalam "Misteri dari Gunung Merapi 3", Perempuan Berambut Api. Padahal jadwal suting sudah ditentukan, apa boleh buat, sutradara Liliek Sudjio terpaksa memasang pendatang baru, Catherine  untuk memerankan tokoh tersebut. 

Tepat pada hari Natal, 25 Desember 1990, Ida pun melahirkan anaknya yang kedua, sang suami Eddy Saputra memberikan nama Kama Bhaskara untuk putra kedua mereka. Sementara si sulung, Randi Roso sudah hampir memasuki usia 7 tahun. 

"Perbedaan usia mereka memang cukup besar," ujar Ida yang memang sudah menikah, malah sudah mempunyai Randi saat pertama main film "Kodrat" diajak Slamet Rahardjo, "Waktu itu banyak yang mengira saya masih gadis," kenangnya.

Memang sebenarnya usia Ida masih teramat muda ketika menikah dengan Eddy. Bahkan sebenarnya belum lama lulus dari SMA Tarakanita. Salah seorang kawan sekelasnya adalah biduanita tenar, Neno Warisman. Neno, masih ingat ketika Ida baru pertama masuk, "masih seperti noni-noni Belanda totok yang ngomong bahasa Indonesianya sepotong-sepotong, siapa sangka serang bisa jadi bintang film top?".

Kalau slogan KB, "Dua sudah cukup" tidak demikian halnya bagi Ida, rupanya dua masih belum cukup baginya. Soalnya kami masih kepingin mempunyai anak perempuan, supaya lebih lengkap begitu."

Sekarang, Kama sudah berusia lebih dari tiga bulan. Sehat dan montok, kata Ida karena "Saya menyusuinya terus dengan ASI."

Saking sayangnya pada Kama, Idapun terus menampik film-film baru yang ditawarkan padanya. Termasuk rencana pembuatan "Kanan Kiri OK 4", yang merupakan film banyolan laris itu. "Saya ingin konsentrasi merawat Kama dulu sampai agak besar. Kalau sudah bisa ditinggal-tinggal baru mungkin saya bersedia man film lagi nanti. 

Bagaimanapun juga, Ida sudah menjadi salah satu bagian dari dunia film Indonesia dengan segala suka dukanya. ~sumber MF 126/92/ThVII 27 Apr - 10 Mei 1991


Monday, July 13, 2026

ANNA VALIANA

 


ANNA VALIANA (berita lawas). Gadis bernama lengkap Valiana Aprilini, ketika bocahnya cukup bijak dan cakap tidak termasuk anak yang cengeng. "Karena sering di foto saya jadi keasyikan. Sampai sekarang saya lebih suka menjadi model daripada lainnya."

Lalu, kamu kenapa tertarik main film? Dunia akting punya kepuasan tersendiri. Di film kita memainkan jiwa. Dari peran satu ke peran lainnya. Sedang film tantangan begitu kompleks. "Film membuat semakin berdisiplin. Disini diteruminya bermacam pengalaman baru. Kalau di rumah Anna kurang begitu berperhatian terhadap rutinitas perempuan tempo dulu, seperti membersihkan rumah, mengepel dan segudang pekerjaan lainnya. "Di lokasi suting harus mengurus diri sendiri. Membersihkan kamar dan mengepelnya. Kalau di rumah "boro-boro" mau saya kerjakan. Ada pembantu sih."

Suting film lebih rumit dari foto model. Honornya kecil. Kerjanya berbulan-bulan. Sedang di model, cepret-cepret duit mengalir. "Dan soal honor lebih enak jadi model daripada di film. Tapi, ini dia, di film kita memainkan roh-roh orang, meminjamnya ke dalam diri. 

Anna jelas belum sehebat Paramitha Rusady atau Lydia Kandou. Punya keyakinan bisa setara dengan bintang lagi gemerlap. Sebab, begitu dia menjadi pemeran utama dalam film Kristal-kristal cinta, sutradara Wim Umboh, batinnya langsur berteriak, ingin berjada di perfilman nasional. Alasan ini membuat cewek jangkung dengan tinggi 173 cm dan berat 54 kg tidak pernah tinggal diam. Dia selalu gelisah, latihan akting pada siapa saja. Ada seberkas keyakinan kelak akan mendapat peran lebih menantang. 

Tidak melulu karakter remaja, boleh jadi akan melampaui usianya Kalaupun tentang remaja akan lain dari dunia yang dikenal selama ini. Bagi saya tidak ada kata terlambat." Ini kalimat sering menyentakkannya, lalu berbuat sesuatu. Kesempatan kedua mendapat peran utama lewat film Ini Rindu, sutradara Maman Firmansyah, Anna menjadi sosok lain, penyanyi mendampingi Farid Hardja. "Saya pikir tema apa saja tetap menantang. Justru itu, ndak pilih pilih dengan peran. Asal senang saya pasti menerima, Tergantung mood sih. "Sesungguhnya banyak tawaran di tepiskan cewek bertubuh ramping ini. Cuma acap disodorkan padanya melulu soal cinta dan buka-bukaan. ~sumber MF 126/92/ThVII 27 Apr - 10 Mei 1991



Saturday, June 27, 2026

NENO WARISMAN


 NENO WARISMAN (berita lawas). Selepas berlakon di film Cipluk Semua Sayang Kamu (1989) karya sutradara Ida Farida, Neno Warisman tak pernah muncul lagi di kancah produksi film. Seakan tenggelam "dilautan" arus artis muda. Untung saja ia dapat bermain bagus dalam sinetron Sayekti dan Hanafi, garapan almarhum Irwinsyah, yang kembali mengorbitkan namanya dalam seni peran. 

Isyu terakhir yang tersiar mengatakan, bahwa perempuan bernama lengkap Titi Widoretno Warisman ini, akan menanggalkan baju kerartisannya untuk mendalami Islam. Ternyata itsyu itu hanya berita burung. Sampai saat ini Neno Warisan merasa tetap eksis menggeluti seni. Lalu, bagaimana dengan isyu tidak akan melepaskan jilbab?

"Itu baru berita benar", katanya tanpa komentar panjang lagi. 

Bukankah jilbab akan membatasi kegiatan dalam berkesenian? "Saya kira tidak, tergantung materi yang disodorkan," kilahnya. Tekadnya untuk tidak membuka jilbab sudah "membatu". Meski dibayar mahal, ini tantangan lain yang harus diwaspadainya. 

Disaat artis lagi mau-maunya buka-bukaan, mengapa kamu menutup diri, jeng?

"Itu prinsip hidup," katanya singkat. karena alasan itu pula Neno Warisman bersedia menjadi pelayan masyarakat yang berangkat menunaikan Haji. Kalau tahun lalu ia ke Mekkah menjadi tamu Allah tok, "tapi sekali ini saya harus bisa melayani jemaah haji sebaik-baiknya. Ini tugas yang berat juga."

Untuk membuktikan keberadaanya bergelut akrab dalam napas Islam, Neno mencoba tetap eksis dalam jalur musik dakwah. Kenyataan itu erat kaitannya dengan meledaknya album "Mutiara Hikmah, produksi Rintop Record yang dirilis awal tahun 1992 ini. Sepulang dari Mekah Neno akan membuat gebrakan baru lagi, yaitu satu ini adalah kesinambungan album sebelumnya, Senandung Mutiara, demikian nama album itu. 

"Dengan adanya "Senandung Mutiara" ini adalah salah satu kiat berdakwah lewat jalur musik, " katanya singkat. Alasan itu sudah menggambarkan maksudnya. lalu bagaimana dengan seni peran? "Saya masih pikir-pikir, " lanjutnya. ~MF No. 156/123/TH.VIII/27 Jun-10 Jul 1992


Monday, April 27, 2026

YENNY FARIDA


 YENNY FARIDA (Berita lawas),,  "BOM SEKS" begitu julukan bintang yang satu ini. Yenny Farida hadir didunia film nasional memang dengan penuh keberanian, hingga di adijuluki artis spesialis adegan panas. 

Memang, bicaranyapun ceplas ceplos tanpa tedeng aling-aling, baik dalam persoalan pribadi maupun soal keresahannya di dunia film. 

Yenny tidak takut sama cowok, kendati dia sering gonta ganti pasangan, tapi tetap tidak kapok. "Biarin, kalau pergi gampang cari laki-laki lain" katanya tegas. Ketika ditanya bagaimana resepnya menaklukkan lelaki, Yenny cuma menjawab dengan senyum. Tapi dia mengakui bahwa untuk itu ada ilmunya, tapi bukan ilmu dukun tentunya. 

Namun begitu, bukan berarti dia mau "blangsak" terus, hatinya sama seperti hati manusia lainnya. Dan dia sadar bahwa pada lubuk hatinya juga teringat akan kebesaran Allah. Karenanya diapun punya niat untuk menunaikan ibadah haji, rukun islam ke lima. Sayangnya maksud tersebut belum kesampaian. 

Yenny, sempat terbaring di rumah sakit. Katanya kena penyakit ginjal hingga di aperlu di rawat di MMC Kuningan. Hampir satu minggu dia dirawat disana, bahkan harus diinfus segala. Sakitnya kebetulan jatuh pada akhir bulan puasa, hingga mau tak mau dia harus lebaran tergeletak di rumah sakit. Inilah yang banyak membawa hikmah bagi diri Yenny. 

Anehnya, saat ketemu Yenny di lokasi suting film, "Angkara Membara" arahan sutradara Yoppy Burnama beberapa waktu lewat, Yenny tampak cerah dan badannya agak gemuk. 

"Memang aneh kok saya sendiri nggak ngerti, badan bisa tambah lima kilo beratnya. Celana dalamyang biasa saya pakai no. 29 sekarang mesti pakai nomor 3 ucapnya gurau".

Sekarang, walau keadaanya belum sehat betul, pinggang masih terasa sakit-sakit, pegel begitu, tapi kalau sudah bicara suting maka penyakit itu lenyap. Yenny nongol di lokasi suting jadi bintang tamu film "Angkara membara" produksi PT. Surya Artiwibawa Film. Gimana sih, gua kan nggak bisa lari dari dunia film, sebab dunia ini yang membesarkan dan membuat populer, hingga gue terkenal sampai sekarang ini, " begitu kata Yenny. 

Dari Perjalanannya di dunia film, Yenny sudah banyak mengisi frame perfilman nasional. Boleh dikatakan segala tema dan sudah menjadi ciri bila Yenny muncul pasti punya daya pikat tersendiri. Untuk film pengalaman baru inidimanfaatkannya benar walau sebagai bintang tamu. 

Sudah banyak film yang dimainkan Yenny, tapi rata-rata film itu memanfaatkan kemontokan dan kemulusan tubuh Yenny, barangkali inilah yang menjadi salah satu daya pikat. ~MF ~MF 109/77 Tahun VI, 1 - 14 Sept 1990



Wednesday, April 1, 2026

RICCA RAHIM LEBIH NIKMAT NGURUS SUAMI

 


RICCA RAHIM LEBIH NIKMAT NGURUS SUAMI, (Kabar lawas). Bukan frustasi kalau Ricca Rahim mengaku tak lagi merasa suka main film. Bukan tak ada tawaran, tapi karena ia memang lagi tidak suka saja. Ricca Rahim kelahiran Bandung, 17 April 1956. 

"Film bagi saya bukan segala-galanya kok," kilah istri raja dangdut Rhoma Irama ini. Dan karena bukan segala-galanya inilah mengapa Ricca tenang-tenang saja meskipun tak lagi muncul di layar putih. "Saya bahagia dengan keadaan saya sekarang kok. Sekarang ini saya merasa lebih nikmat ngurus suami, rumah tangga dan anak-anak, " kata artis yang terjun ke film tahun 1977 lewat film "Jakarta Jakarta" garapan Ami Priyono, sekaligus sebagai film terbaik FFI 1978.

Main film terakhir dalam "Sunan Gunung Jati" garapan Bay Isbahi sebagai Nyi Mas Gandasari, sampai kini Ricca memagn sudah terbilang lama tidak muncul di film. "Bukan saya tidak mau. Tawaran ada kok, pak haji juga tidak melarang saya main film terus. Tapi sekarang ini saya belum siap. Saya lagi mood ngurusin rumah tangga, " ujarnya. 

Begitupun, Ricca punya alasan lain mengapa ia lebih suka ngurus rumah tangga ketimbang main film, "Saya enggak mau sembarangan lagi menerima peran. Saya tidak mau main film asal main saja. Kalau saya main film lagi, perannya harus benar-benar menantang. Harus serius dan tidak gampangan. Soalnya kalau saya main lagi, saya punya target khusus, katanya lagi..

Tak takut kehilanggan penggemar? Tak takut menjadi tidak terkenal? "Tidak. Saya tidak takut, saya sudah siap kok untuk tidak terkenal, untuk kehilangan penggemar, " jawabnya. "Kalau saya sudah merasa bahagia dengan keadaan saya sekarang ini, keadaan saya yang begitni, kenapa saya mesti takut. Tujuan hidup saya hanyalah untuk membahagiaan diri saya," katanya lagi. 

Biar begitu toh Ricca tak bisa sepenuhnya melepasan dari dunia yang pernah membawanya dikenal banyak orang tersebut. Sebagai isteri, ia toh masih setia mendampingi sang suami, Rhoma Irama kemanapun bila suting film. "Saya memang enggak bisa melupakan film, tapi untuk main film lagi, saya memang harus berpikir panjang. Betapapun saya ingin melakukan sesuatu dengan konsentrasi yang penuh. Kalau saya main film lagi sekarang ini, siapa yang bisa menjamin rumah tangga saya enggak terabaikan?" kilahnya. 

Alasan tak ingin membagi konsentrasi itu, menurutnya merupakan alasan utama yang membuatnya menghindar dari dunia film. "Tapi kalau beberapa tahun mendatang ada tawaran yang cukup menantang dalam rti peran yang diberikan pada saya itu peran yang serius bisa jadi saya akan main film lagi, " katanya. "Bagaimanapun saya harus memilih satu saja dalam hidup ini kalau mau berhasil, " tambahnya. "Soalnya apa sih yang ingin saya capai dalam hidup ini kecuali kebahagiaan?" katanya lagi. ~MF 069/37/Tahun-V/18 Feb - 3 Maret 1989

Wednesday, March 18, 2026

LISA PATSY, TENTANG CIUMAN BIBIR


 LISA PATSY, TENTANG CIUMAN BIBIR (Berita Lawas). Tantangan bintang Indo tampaknya lebih banyak. Mereka umumnya menjadi sasaran dagang bagi produser dan sutradara. Ini dirasakan sekali oleh Lisa Patsy, cewek yagn di besarkan di negeri Paman Sam sana. Ia mengungkapkan ogah bradegan berbuka ria dan ciuman bibir. Waktu itu bertepatan dengan shooting film "Godain Kita Dong" bersama Warkop DKI. Rupanya sikapnya ini goyah juga, dan tak mampu berkutik pada sutradara Arizal. Dalang komersil ii menyuruhnya mengenakan pakaian seksi dan merangsang dalam film "Membakar Lingkaran Api". Bahkan ada satu adegan pemer kosaan dimana sebagian tubuhnya tersingkap bebas. "Biarin deh, asal tidak berkesan jorok. Kang nggak semua adegan buka-buka menimbulkan kejorokan. Lagian disitu kan saya di per kosa masa sih mesti tertutup rapat kayak mayat, " tandas Lisa yang mulai lancar bahasa Indonesia. 

Sebetulnya, kata Lisa soal pakaian seksi atau adegan buka-bukaan baginya secara pribadi tidak keberatan. Yag menjadi persoalan menjaga nama baiknya di sekolah dan lingkungan di mana ia tinggal. "Bohong kalau saya bilang nggak pernah main "begituan" contohnya ciuman atau main raba. Saya kan udah punya pacar, jadi logis saja bercinta di barengi usap-usap," akunya polos. Tapi yang satu ini Lisa pesan jangan ditiru cewek ingusan yang lain. Ia sendiri memang baru menginjak usia 15. Soal sudah matang dalam bercinta, mungkin lingkungan negara tempat membesarkannya menghendaki begitu. 

Cewek bernama asli Priscilia Lisa Maria ini masih sangat polos, hal ini disadarinya betul. Cuma yang paling sulit baginya untuk melawan perasaan dan kemauan orang lain. Nah, sekarang lIsa teguh tidak main buka-bukaan yang vulgar, tapi ia sendiri nggak tahu untuk esok. "Saya berani bilang begitu, karena hidup ini lewat proses. Sikap oran gbisa berubah dengan sendirinya seusai tuntutan perasaan tadi. Pokoknya untuk film saya nggak bisa obral janji dulu baik yang menyangkut batasan peran atau segalanya, nanti takut dibilang munafik, " begitu prinsip Lisa. ~MF 110/78 Tahun VI, 15-28 sept 1990

Saturday, November 1, 2025

AKTRIS MARIA TAMBUNAN

 


SEKILAS MARIA TAMBUNAN. Ada yang masih ingat muka yang satu ini? namanya memang tidaklah tenar tapi pernah menjadi bagian dari perfilman Indonesia meski dengan peran kecil. Ya dialah Maria Tambunan. Perempuan yang lincah dengan karakter khas masa remaja kala itu, enerjik, dan ceplas ceplos. Film yang pernah di ikuti antaranya Tak Ingin Sendiri, Langganan, Pembalasan Rambu, Perawan di Sarang Sindikat, Sentuhan Rumput Bergoyang, Menumpas Teroris dan lain-lain. 

Awal ketertarikan masuk dunia film karena kesukaanya pada seni akting. "Dari kecil cita-cita saya ingin jadi penyanyi atau bintang film," ujarnya. 

Sebelum ke film, perempuan yang mengaku punya bakat alam ini , pernah menjadi pengajar pada Taman Kanak Kanak, terjun ke tarik suara dan juga beberapa kali naik cat walk dalam peragaan busana. Sebagai peragawati ia tergabung dengan Blue Safir Group. 

Lahir di Medan, 3 Juli 1967, Maria anak ke sepuluh dari dua belas bersaudara. Tekad Maria adalah ingin main film bukan sekedar iseng, tetapi benar-benar serius. Maka setiap kesempatan ia pergunakan sebaik-baiknya. 


~film 019 Tahun ke II