Tuesday, September 8, 2026

KADIR, TAKUT KEHILANGAN GAYA MADURANYA

 


KADIR, TAKUT KEHILANGAN GAYA MADURANYA (berita lawas). Soal Dagelan bagi Kadir telah bertahun-tahun menjadi profesinya. Melawak diawali sejak tahun '83. Ia pernah main drama, sandiwara dangdut, ludruk dan pernah pula bergabung dengan grup Srimulat cabang solo, pimpinan Teguh Srimulat. 

Hengkang dari Srimulat bersama Basuki dan Timbul yang juga jebolan dari grup tersebut, membentuk grup baru Batik Grup, yang merupakan kependekan dari trio lawak ini. 

Walau cukup lama ia menekuni panggung kesenian, namun ia mengaku baru setelah ikut membintangi "Cintaku Di Rumah Susun" karya Nya' Abbas Acub, namanya menjadi populer. Dalam film yang dibintangi Eva Arnaz dan Deddy Mizwar itu Kadir berperan sebagai boss yang ngebet dengan Eva. 

Ia juga mengaku setelah "Rumah Susun" tawaran main film mengalir deras. "Kebanyakan, cuma tempelan!", celetuknya. Lalu, ia menyebutkan film-film dimana mendapat peran besar. Antara lain Giliran Saya Mana, Kanan Kiri OK, Curi-Curi Kesempatan, Makelar Kodok, dan juga Dorce Sok Akrab. 

Dalam "Makelar Kodok" bersama Doyok, Ia pegang peran utama. bagaimana honornya?"Oh itu? Soal honor, memang cukup besar. Tapi nggak usah disebutkan. Ini kan rahasia dapur isteri!", jawabnya. 

Kadir yang mencoba bertahan dengan gaya Madura itu tidak banyak mempunyai kegemaran diluar dunia kesenian. Olahraga sekedarnya saja. "Yang paling saya suka nonton dagelan. Kaya apa pun jeleknya, kalau ada lawak di teve, saya selalu nonton!", tegasnya. 

Nonton film, pernah pula menjadi kegemarannya. Itu, sebelum terlalu banyak show. Sekarang ini, katanya, setahun belum tentu ada 5 film yang ditontonnya. 

Kalau nonton film, lanjutnya, maunya dengan isteri. Tapi, pulang show, sudah terlalu malam dan capai. "Yaa, terus tidur!" jelasnya acuh. 

Soal peran dalam film, Kadir yang di Srimulat dulu hanya kebagian peran-peran jago kepruk, mengatakan. "Saya maunya ya dapat peran yang bervariasi, walau mungkin, peran itu harus ndagel atau banyolan. Namun saya lebih senang kalau karakternya selalu berbeda."

Untuk memainkan tokoh-tokoh serius pun katanya ia tak akan keberatan. "Kalau ada yang mau memberi kesempatan, bagi saya ini merupakan tantangan. Dan saya akan senang sekali!", tegasnya pula. 

Cuma satu yagn akan tetap dipertahankan, karakter atau gaya khasnya, Madura. Kadir pernah mendapat tawaran dari sutradara untuk memerankan tokoh yang bergaya Padang. Namun tawaran itu ditolaknya. "Saya takut identitas saya akan hilang. Kan sekarang sudah punya ciri khas!" katanya memberi alasan. 

Kadir sendiri bukanlah orang Madura. Ia kelahiran Jombang, besar keliling di kota Jawa Timur dan beristrikan orang Tegal. Adalah Nya' Abbas pula yang membentuknya menjadi orang Madura. "Yaa di Rumah Susun itu!" kilah Kadir Dan peran saya bagus kaan? ujarnya ~MF 089/57/THVI 25 Nov - 8 Des 1989

No comments:

Post a Comment