Monday, August 31, 2026

NENO WARISMAN, MERAIH PIALA VIDIA PADA FESTIVAL SINETRON INDONESIA 1992

 


NENO WARISMAN, MERAIH PIALA VIDIA PADA FESTIVAL SINETRON INDONESIA 1992 (berita lawas). MADE DARMI, wanita bisu tuli yang tertindas. Sebagai wanita bersuami, dia bekerja sendiri untuk menghidupi keluarganya. Suaminya hanya memikirkan kesenangannya sendiri, termasuk sabung ayam. Puncaknya, wanita yang dirundung duka panjang itu ditinggal minggat suaminya ke luar negeri mengkuti pacarnya yang berasal dari negeri seberang. 

Neno "Made Darmi" Warisman, Sabtu malam, 21 November 1992 tak sanggup menyimpan tangis kegembiraan ketika Dewan Juri Festival Sinetron Indonesia (FSI) menobatkannya sebagai  aktris terbaik dalam festival  yang baru pertama kalinya dipisahkan dari Festival Film Indonesia (FFI) itu. "Kalau saya boleh mengucap doa, dan terima kasih saya tujukan kepada Bang Irwinsyah, guru saya. Juga pada Aji, guru pertama saya di Teater Bulungan, "kata Neno Warisman. 

Piala Vidia yang direngkuhnya kali ini, adalah Piala Vidia kedua. Artis yang bernama asli Titi Widoretno itu, pernah memperoleh ketika terlibat dalam Sayekti dan Hanafi, dua tahun lalu. "Sungguh, saya tidak pernah menyangka dan mengharap memperoleh PIala Vidia. Kalau teman-teman wartawan jauh-jauh hari sudah menelpon dan mengucapkan selamat, saya sendiri kaget. Mereka sekarang ini amatannya sudah tidak pernah meleset, "ungkapnya. 

Terus Terang, Neno mengukap, sampai saat ini dia merasa berutang budi pada Irwinsyah. "Saya tidak bisa begitu saja menghilangkan nama Bang Irwin dalam benak saya. Sampai saat ini pun, apalagi ketika Aksara Tanpa Kata disebut-sebut sebagai nominator, hati saya banyak berdebar-debar mengingat ketelatenan dan kesabaran Bang Irwin mengarahkan saya hingga maksimal, "ungkapnya membuka catatan lama. 

Dalam Aksara Tanpa Kata, selain langsung observasi ke Bali, Neno belajar banyak kepada penderita cacat tunarungu-wicara di Jakarta. Bahkan, dia harus beberapa kali berkunjung ke sekolah luar biasa tunarungu-wicara untuk mempelajari karakter penderita tersebut. 

"Disini selama satu bulan saya harus belajar Isado,"katanya. 

Bukan hanya itu dia amati dan pelajari gaya bicara maupun lagak mereka ketika jengkel maupun marah. "Pertama tentu lewat cermin dulu."

Semua itu diperlukan untuk kesempurnaan akting maupun perubahan emosi yang harus dilakukan agar sinetron itu punya nafas tersendiri. Gaya hidup wanita Bali dipelajarinya untuk beberapa lama di perkampungan-perkampunan desa di Bali yang tidak jauh dari tempat wisata. "Syutingnya, sebagian besar memang di daerah Kuta, "akunya. 

Karenanya, Neno Warisman mengaku terus terang, tingkat kesulitan yang diperolehnya dalam casting Made Darmi, lebih tinggi dibanding ketika ia harus memerankan Sayekti dalam Sayekti dan Hanafi beberapa waktu yang lalu. "Kalau boleh menyebut, memang tingkat kesulitan yang saya peroleh dalam Made Darmi lebih berat, "akunya. 

Neno barangkali bukan potret artis kita kebanyakan. Sebelum dikukuhkan menjadi artis terbaik versi FSI '92, Neno mengaku tidak mengharapkan banyak dari permainannya. "Biasa biasa saja. Pokoknya, skenario yang disodorkan sutradara saya pelajari dengan baik sesuai dengan kemampuan yang saya miliki",katanya. 

Karena, dengan apa yang diperolehnya sekarang, "Saya harus semakin selektif memilih peran," katanya. ~MF 167/134/TH IV, 28 Nov - 11 Des 1992



Sunday, August 30, 2026

FESTIVAL SINETRON INDONESIA 1992, PESTANYA SINETRON


FESTIVAL SINETRON INDONESIA 1992, PESTANYA SINETRON  (Berita Lawas). Dalam ruang sempit, muat hanya seratus pengunjung plus dua puluhan tamu kehormatan termasuk Menteri Penerangan ditayangkan secara langsung pengumuman dan Penyerahan Piala Vidia, Festival Sinetron Indonesia 1992 untuk pertama kalinya. 

Mengandalkan dekorasi panggung yang megah, dengan menghabiskan biaya Rp. 40.000.000,- paket itu, diharapkan menyajikan tayangan yang ..wah. Justru tetap ngotot dipilih Studio TVRI itu demi untuk kepentingan broadcast Empu, yang pakar di TVRI dalam bidang penyiaran itu, berupaya maksimal?

Nasib, kalau program yang sudah dirancang itu akhirnya mengundang kecewa, termasuk Menteri Penerangan. Masalahnya, acara siaran langsung seperti itu, harus pandai-pandai menguasai waktu. Acara siaran dimulai pukul 19.35 dan harus selesai pukul 21.05 lalu masuk Dunia Dalam Berita. 

Nyatanya moloor, Rupanya diawal acara, Didi Petet yang berduet dengan Nita Bonita keasyikan nyeloteh, berupaya membangun dan menghidupkan suasana, dan mereka berhasil. Tapi...detik demi detik terlewat, akhirnya tidak pas dengan jadwal yang tercantum dibuku acara.

Bertambah lengkaplah penderitaan acara tersebut, manakala pemenang yang dipanggil ternyata tidak datang dan...terjadi kevakuman beberapa saat karena belum dipersiapkan wakilnya, tambah lagi artis sinetron pembaca pemenang agak lamban langkahnya, maklum banyak yang pakai kain. Perhitungan detik demi detik inilah yang membuat suasana awal jadi grusa grusu. Dan pada "gong" acara ini juga antiklimaks, sehingga Pak Menteri hanya menyalami pemenang Piala Vidia untuk sinetron cerita. 

Cerita Lepas Terbaik : Aksara Tanpa Kata 

Penulis Teleplay Terbaik : Alex Soeprapto Yudho dalam sinetron Keringat

Penyutradaraan Terbaik : Irwinsyah dalam Aksara Tanpa Kata

Penata Sinematografi : Yadi Suganda dan Yayat Muslihat dalam sinetron Hilang

Pemeran Pembantu Pria : Herdin Hidayat (Fajar Sadiq)

Pemeran Pembantu Wanita : Renny Jayusman (Aksara Tanpa Kata)

Pemeran Utama Pria  : Aspar Paturusi (Anak Hilang)

Pemeran Utama Wanita : Neno Warisman (Aksara Tanpa Kata)

Penata Artistik : Satari SK (Anak Hilang)

Editor Terbaik : Iqbal Agus dan Robby Rumoso (Anak Hilang)

Penata Musik Terbaik : Igor Tamerlan (Aksara Tanpa Kata)

Penata Suara Terbaik : Adi Krisnandi dan Eddy Krisnandi (Aksara Tanpa Kata)

Kritik Sinetron : Sugeng Setyadharm) Produksi TVRI Pusat dan 

Cerita Episode Terbaik (Gadis Manis Dalam Gerimis - Ismail Sofyan Sani dalam serial Jendela Rumah Kita)

Peraih Piala Khusus  FSI '92 pemeran Anak Harapan (Erlina Gede) dalam sinetron Aida (TPI, Piala Vidia untuk dokumenter terbaik "Disini Kita Bernyanyi ", SCTV, Piala Vidia Pendidikan dan Penerangan "Si Leher Panjang dari Mojoslawi".

Menteri Penerangan Harmoko dalam pidato sambutannya mengatakan  bahwa proses teknologi belakangan ini makin pesat dan itu harus diantisipasi oleh dunia sinetron. Dalam kaitan itu, kitapun  harus berani menjawab tantangan dengan adanya dukungan peralatan teknologi tersebut. 

Menpen mengharapkan  pada masa mendatang produksi sinetron bisa lebih baik lagi karena selama ini sinetron dianggap sebagai pesaing film Indonesia. "Jadi secara tidak langsung, kompetisinya semakin cukup kuat, " kata Harmoko menyitir ungkapan almarhum Wahyu Sihombing. ~MF 167/134/TH IV, 28 Nov - 11 Des 1992





Friday, August 28, 2026

KOMENTAR ATAS MUSIBAH "SI ROY" , PENTING TIDAKNYA ASURANSI

 


KOMENTAR ATAS MUSIBAH "SI ROY" , PENTING TIDAKNYA ASURANSI, (Berita lawas). Dua tahun lalu (1987), lewat S.K 007/PB.PARFI/1987, pernah dihimbau agar artis-artis yang direkomendir oleh PARFI diasuransikan. Menurut Sekretaris Parfi, Reza Pahlawan, "Sudah pernah dibicarakan dengan Asuransi Timur Jauh. Kemudian diajukan juga usulan ini pada PPFI. Tapi belum ada tanggapan. Konon PPFI masih ingin meminta saran dulu pihak Deppen. Akhirnyaya terlupakan sapai sekaran, "Smpa terjadilah peristiwa naas yang meinmpa korban di awal September kemarin (1989)!. 

Aktor yang dokter dan kolonel Amoroso Katamsi, saat bertemu wartawan , sama-sama melayat pemakaman Tuti Indra Malaon, mengakui "Terjadinya musibah tersebut membuat PARFI berusaha mendorong kembali himbauan untuk mengasuransikan para artisnya!".

Sutradara Buce Malawau yang baru saja merampungkan film kecelakaan kereta api, "Tragedi Bintaro", berpendapat, "Sebenarnya kecelakaan bisa terjadi dimana saja, bukan saja di dalam suting film. Tapi saya setuju sekali pada ide yang dicetuskan oleh Parfi tersebut. Yang penting jangan sampai teledor, karena fatal akibatnya!".

Ditanggapi oleh sutradara Imam Tantowi, yang sedang menyiapkan "Saur Sepuh III, Kembang Gunung Lawu". Di kantor PT. Kanta Indah Film, "Yang terpenting harus selalu ada safety. Misalnya sebelum mengambil adegan salto disediakan kardus secukupnya untuk jatuhnya. Pada saat adegan lompat dari ketinggian ada safety-belt, Untuk adegan melayang ada sling yang sentosa. Asuransi dan santunannya kan hanya untukkeluarga yang ditinggalkan. Yang sudah meninggal tak mungkin hidup kembali. Cuma memang beban yang harus ditanggung produser menjad lebih ringan karena sebagian menjadi tanggungan pihak asuransi. 

Tantowi yang sering membuat film laga, pernah sekali mengalami musibah saat pembuatan film pertamanya "Pasukan Berani Mati". Justru menimpa salah seorang pemain utamanya, Barry Prima. Adegannya Barry melakukan salto dan terjatuh sampai tulang panggulnya patah. Di duga kesalahan pada Barry sendiri yang terlalu memaksakan diri, dan sebenarnya dalam keadaan kurang sehat. Memang seluruh biaya pengobatan ditanggung oleh PT. Rapi Film, namun bagaimanapun juga tulang panggul Barry sudah menderita cacat. 

"Kecelakan tidak kita minta, safety yang dibutuhkan," ulang Tantowi,. "Asuransi bukan menyelesaikan masalah. Salah satu cara untuk safety misalnya dengan menggunakan kendaraan angkutan ke dan dari lokasi suting. Biasanya dipilih kendaraan yang cenderung murah sewanya. karena berselisih sekitar Rp. 100 rb dengan kendaraan  yang baik. Tapi kalau imbalannya nyawa? Betapa murahnya nyawa orang film kalau begitu!".

Sutradara Abnar Romli yang sedang merampungkan film silat "Pancasona" menambahkan "Diperlukan orang-orang yang profesional untuk menyiapkan sarana sebelum melakukan adegan berbahaya!".

Abnar teringat pengalaman ketika suting film "Six Balax dalam Penculikan Pengantin". Adegannya sang tokoh mengebutkan motor sampai melompati mobil polisi yang menghadangnya. Mungkin karena persiapannya kurang matang, motor yang terbang itu melambung kelewat tinggi. Stuntmannya terjatuh, untung tak sampai cidera berat!".

"Terkadang saya amati mereka kurang memikirkan diri sendiri,"komentar Abnar terhadap para stuntman berani mati itu. 

Dibenarkan oleh Subagyo Samtani, Produser Pelaksana PT. Rapi Film, yang teringat pengalaman saat suting film "Dendam Membara", ingat pada adegan mobil menerjang supermarket? Nah, saya sudah pesan wanti-wanti agar bensin mobil yang digunakan untuk menabrak etalase Supermarket itu diisi seliter saja. Asal cukup untuk jalan. Jangan diisi penuh-penuh, takut kalau terjadi kecelakaan kan bisa terbakar dan meledak. Eh ternyata diisi cukup banyak oleh stuntman Gatot, ketika saya tahu, langsung saya marahi habis-habisan. Untunglah sutingnya berjalan lancar dan selamat!".

Tantowi pun pernah memarahi adiknya sendiri, Eddy, yang menjabat asisten special effect saat suting "Saur Sepuh II, Pesanggrahan Keramat" di hutan lindung Pangadaran. "Dia memanjat pohon beringin tinggi, meniti dahan kecil untuk memasang sling (Kabel kawat) tanpa mempedulikan keselamatannya sendiri. Langsung saya suruh turun dan harus memakai safety belt dulu baru melanjutkan kerjanya. Setidaknya kalau sampai tergantung-gantung, tak sampai terbanting!".

Saat suting film silat "Pembalasan Si mata Elang" bintang laga Atut Agustinanto juga mengalami kecelakaan. Tangannya patah karena terjatuh ketika adegan bertarung dengan Advent Bangun. Namun sesudah dirawat oleh "orang panti" yang ahli patah tulang, ia bisa dipulihkan, dan melanjutkan suting kembali dalam waktu relatif singkat.

"Tapi mulai sekarang, Virgo Putra Film mengasuransikan seluruh pemain dan karyawannya, " tegas Ferry Angriawan yang memetik hikmah dari musibah "Si Roy".

Untuk produksi terbarunya "Joe Turun Ke Desa", Ferry  mengasuransikan seluruh pemain dan karyawan pada PT. Asuransi Agung Asia,". "Perusahaan yang membayarkan asuransi sebesar Rp. 52 ribu per orang atau jangka waktu satu tahn." Jadi kalau produksi menggunakan sekitar 50 artis dan karyawan, maka produser menyetorkan Rp. 2,6 juta. Relatif kecil dibandingbiaya produksi rata-rata diatas Rp. 200 juta. 

Dengan pembayaran asuransi tersebut, setiap orang dipertanggungkan nominal Rp. 10 juta. Bila mendapatkan kecelakaan sampai masuk rumah sakit, mendapat penggantian maksimal sebesar Rp. 1 juta. Bila sampai meninggal santunannya sebesar Rp. 10 juta. Bila cacad sampai kehilangan anggota badan, diperhitungkan secara prosentase. Misalnya bila kehilangan sebelah tangan mendapat 20% dari santunan maksimal. Bila kehilangan sebelah mata mendapatkan 40%. Demikian seterusnya, ada perhitungan terperinci masing-masing. 

Chaerul Umam yang sedang menyiapkan "Joe Turun Ke Desa" menyebutkan  tiga unsur, "Pertama, pehatian untuk staf non artistik. Kecelakaan itu sebenarnya terjadi karena kecerobohan manusianya. Mustinya sebelum mengendarai mobil periksa dulu olinya, temperatur dan lain-lainnya, Kedua kendaraan yang dipergunakan mbok ya jangan yang terlalu tua, tidak siap itu. Ketiga asuransi memang belum populer dalam perfilman. Betapapun uang santunannya bisa membantu keluarga yang ditinggalkan. 

Sebagai produser, Ferry Angriawan sebenarnya sudah menyarankan agar selalu memilih kendaraan yang baik untuk sarana angkutan. "Namun bukan tidak mungkin ada pimpinan Unit atau Pimpinan Produksi yang ingin menghemat dengan menyewa kendaraan yang lebih murah. Untuk selanjutnya perlu ditekankan lebih berhati-hati dalam memilih kendaraan angkutan dan jangan lalai untuk selalu memeriksakan kondisinya sebelum digunakan!".

Nampaknya sesudah musibah "Si Roy", asuransi akan mulai masuk dunia film Termasuk suting kelanjutannya pun kelak mulai diasuransikan. Demikian juga untuk produksi Andalas Kencana mendatang, "Melacak Dendam".sumber MF 085/53/Tahun VI, 30 Sept - 13 Okt 1989


Thursday, August 27, 2026

CHRISTINE HAKIM, MEMANG BUKAN PEREMPUAN BIASA

 


CHRISTINE HAKIM, MEMANG BUKAN PEREMPUAN BIASA (berita lawas). Christine Hakim akhirnya bersedia juga main sinetron produksi Multivision Plus yang berjudul menarik, "Bukan Perempuan Biasa".

Karuan ini suatu kebanggaan besar bagi Produser Raam Punjabi yang sebelumnya juga berhasil mengajak pasangan bintang abadi Sophan Sophiaan - Widyawati bermain dalam serial Abad 21. 

Terus terang sudah sepuluh tahun lamanya saya ingin menjalin kerjasama dengan Christine , "aku Raam. "Waktu itu saya berhasrat membuat film bioskop, tapi baru dua tahun lalu, Christine setuju untuk bermain dalam sinetron ini yang bakal di garap oleh Arifin C Noer. Sayang beliau keburu tiada, hingga proyek nyaris tertunda. 

Adalah Jajang C Noer yang selama setahun terus mengejar Raam untuk melanjutkan proyek mendiang arifin agar tak sampai batal. Sebenarnya memang Arifin telah menulis tujuh skenario dari miniseri yang direncanakan tamat dalam sepuluh sepisode ini . Lalu bagaimana dengan tiga episode yang beum rampung?Diminta Arswendo Atmowiloto yang juga kawan lama almarhum untuk menyelesaikannya sampai tuntas. 

"Saya mau bilang apa, cuma saya sangat bersyukur telah diberi kesempatan dan kepercayaan oleh Pak Raam dan Raakhe untuk mengerjakan pekerjaan Mas Arifin yang tertinggal,"ucap Jajang. 

Bukannya tanpa susah payah bagi Jajang untuk mendapat kepercayaan tersebut karena semula Raam menghubungi sutradara-sutradara handal seperti Slamet Rahardjo, Putu Wijaya dan Garin Nugroho. Tapi diluar sepengetahuannya, Jajang juga mendatangi mereka dan berpesan setengah mengancam "Jangan mau terima twaran dari Pak Raam. Bilang saja cuma istrinya yang tahu betul dan paling tepat untuk melanjutkan karya Mas Arifin.

Al hasil Raam menyerah pada Jajang, apalagi setelah jajang menjamin bahwa Christine tetap akan menjadi leading-lady (pemeran utama). Padahal pada waktu dicari, Christine sedang berada di Sukabumi suting film produksi Emerald Film dari Belanda, Tropical Emerald. 

Bukan Perempuan Biasa didukung oleh Desy Ratnasari Dony Damara, El Manik, Pangky Suwito, Eeng Saptahadi, Remy Silado, Marini Zumarnis, Charlie Sahetapy dan banyak lagi. 

Berikut petikan wawancara yang dimuat di Majalah Film nomor : 270/236/XIII/19 Okt - 1 Nop 1996

T : Setelah sekian lama, boleh dibilang menghilang, baru sekarang anda kembali bermain?

J : Saya nggak menghilang kok mas, cuma...tersingkir. Entah kenapa tersingkir lagi musim banjir kali?!. Tapi saya merasa diri saya adalah artis yang beruntung, beruntung sekali malah. Karena saat kondisi perfilman Indonesia sedang begini, justru saya mendapat kesempatan untuk meninjau perkembangan dunia film di Australia selama enam bulan. Saya lihat disana ada Asosiasi Women Film Maker yang anggotanya lebih dari 300 sineas wanita. Bayangkan, padahal Australia kan penduduknya cuma 17 Juta, tapi begitu banyak wanita yang sudah jadi sutradara!. Lalu bermain  untuk sebuah film Jepang di Jepang. Disana juga saya empat diundang ke Women International Film Festival. Dan terakhir main film Belanda yang lokasi sutingnya di Sukabumi. 

T : Kenapa baru sekarang Anda mau main sinetron, bukankah dulu Anda cuma mau main untuk film bioskop? 

J : Saya tak pernah bilang anti sinetron, sama sekali tidak . Memang sejak dunia televisi swasta mekar, saya banyak ditawari main sinetron. Cuma waktu itu saya masih dalam kondisi prihatin dan sedih melihat film nasional, hingga merasa sulit untuk pindah ke media lain dalam hal ini teve. 

T : Bisa cerita bagaimana sampai Jajang berhasil membujuk Anda?

J : Saya masih ingat, Sabtu malam, jam sepuluh, saya baru selesai suting di Sukabumi, baru siap-siap untuk mengaso, mendadak Jajang menelpon saya. Dia bertanya apa benar saya menolak untuk main sinetron, saya jawab tidak benar. Langsung Jajang menceritakan bagaimana perjuangnnya sampai berhasil membujuk Raam. Mendengar ceritanya, hati saya jadi luluh. Bagi saya, yang disebut Bukan Perempuan Biasa seharusnya ya si Jajang ini. 

Lalu saya minta Jajang menunggu sampai suting Emerald selesai, baru bicara lagi. Saya tidak mau membaca skenario yang mau dikirimnya ke Sukabumi. Sebab kalau saya membacanya dan tertarik, nanti bisa mempengaruhi saya. 

T : Bagaimana sih ceritanya sinetron Bukan Perempuan Biasa?

J : Bayangkan saja ya, saya diper kosa El Manik, lalu punya anak Desi Ratnasari (tertawa). Ceritanya saya berperan sebagai Menul, perempuan desa yang minggat dari rumah karena menolak ketika hendak dikawinkan oleh ayahnya. Malah ia diper kosa oleh lima pemuda mabuk sampai hamil. Kelak menul menjadi tukang pijat tradisional di Solo. sedang anaknya, Sri, tumbuh menjadi remaja. mendadak mereka menerima kiriman barang-barang mewah. Menul merasa tak mengenal Pak Bachtiar, si pengirim serta, merta menolak. Ternyata Bachtiar ini adalah salah seorang pemerkosa yang telah insyaf dan ingin menebus dosanya. Itu cerita babak pertamanya selanjutnya masih panjang lagi. 

T : Boleh tahu berapa Christine Hakim di kontrak untuk bermain sinetron ini?

J : Sampai sekarang belum ada kontrak, saya belum menandatangani apa-apa, baru gentleman agreement saja untuk mulai kerjasama. Bagi saya yang penting dalam bekerja harus punya motivasi yang jelas, bukan uangnya, Dan kita akan berusaha untuk berbuat sebaik mungkin. 

T : Atau nanti Anda akan dikontrak pertahun, agar juga bisa main dalam sinetron-sinetron produksi Multivision yang lain?

J : Belum, kontrak yang satu ini juga maish belum ditandatangani. Tapi saya rasa kita semua sudah seharusnya berterima kasih pada Raam, meskipun jelas juga banyak orang yang jelus padanya. harus dihargai dong kreativitas dan jasa raam yang berhasil mengembangkan sinetron di teve swasta. kalau beberapa tahun lalu, produk impor seperti telenovela begitu digandrungi, Raam berhasil lewat produksi lokal mulai dari Gara-gara, Lika Liku Laki Laki sampai misalnya Pelangi Di Hatiku. Sekarang Desy Ratnasari bisa mengalahkan Maria Mercedes. Rating sinetron lokal ada diatas telenovela. Ini semua merupakan andil Raam yagn sangat besar, mesti diakui secara fair. 

Saya akan mendukung Raam, selama masih pantas di dukung. Saya yakin seribu persen, Raam pasti akan memproduksi film nasional lagi bila tiba saatnya. Pokoknya saya dukung, ya selama Raam juga masih setia pada negeri ini. Semoga tidak jadi pengkhianat (tertawa). 

T : Tidak ada keraguan bekerja di bawah penanganan seorang sutradara yang masih baru?

J : Bukan baru sekarang saya bekerjasama dengan sutradara yang untuk pertama kalinya berkarya. eros Djarot misalnya. Malah dengan sutradara baru, saya bisa merasakat spiritnya yang maih murni. Tapi saya yakin Jajang bisa kok. Saya juga sudah membaca skenarionya kalau perlu seratus kali agar bisa masuk diperannya. Sebenarnya minimal saya butuh waktu tiga bulan setelah selesai suting sebuah film, untuk melepas peran agar kembali normal, baru mulai masuk keperan baru. Tapi demi Jajang, kali ini saya langsung masuk ke peran Menul. 

T : Apakah dengan ini Anda ingin meninggalkan dunia film (bisokop)?

J : Saya tidak pernah meninggalkan dunia film, tapi ingat, saya juga bukan satpam yang kerjanya menjaga film. Saya ingat jaman jaya-jayanya film nasional, mendadak semua orang merasa punya kepentingan, ikut mengatur, harus begini harus begitu. Jadinya ya begitu, kebanyakan pesan. Mestinya biarkan saj atumbuh seperti apa adanya. 

Bukan cuma di Indonesia banyak negara lain, termasik Prancis, yang punya masalah tak bisa bersaing dengan Film Amerika, akhirnya memilih untuk memproduksi film teve. Yang penting, harus berbuat terus berekspresi. 

Sekarang saya bisa merasakan getar wartawan yang merindukan film nasional. Dibawa sadar kita semua ada kerinduan film nasional berkembang seperti dulu, seharusnya wartawan yang berperan besar menjadi satpam tadi. Saya tidak tahu apakah film nasional masih unya kesempatan untuk bangkit lagi apalagi menghadapi zaman global. Hukumnya wajib bagi kita semua untuk melindungi film dan sinetron sebagai produksi budaya. ~~


Wednesday, August 26, 2026

NAFA INDRIA URBACH, SAYA NGGAK PINTAR DAN NGGAK BODOH

 


NAFA INDRIA URBACH, SAYA NGGAK PINTAR DAN NGGAK BODOH (berita lawas). Nafa Indria urbach atau lebih di kenal Nafa Urbach, perempuan berzodiak Gemini kelahiran Magelang, 15 Juni 1980. Ngomongin cita-citanya dimasa kecil yang ingin jadi dokter, Nafa menjelaskan, cita-citanya itu sudah dikubur jauh-jauh. 

Katanya, cita-cita jadi dokter sudah tak mungkin lagi berhasil diraihnya. Alasannya, ia sudah kadung cinta dengan profesinya baik sebagai penyanyi, pemain sinetron dan juga model iklan. "Waktu saya sekarang sudah tersita penuh untuk kegiatan seni, "ujar anak kedua dari tiga bersaudara hasil pasangan Ronald Walter Urbach (Jerman) dan Neneng Maria Kusuma (Magelang) ini. 

Memang benar, bagi Nafa hari-hari belakangan ini, jadwalnya memang super ketat. Diluar jam sekolah, pemilik tinggi 168 cm ini selalu disibukkan dengan jadwal show , syuting dan pemotretan. 

"Terkadang saya sering minta ijin untuk absen sekolah, karena jadwal suting atau pemotretan yang tabrakan, "paparnya. 

Menurut Nafa, ia tidak merasa malu pada guru atau teman-temannya di sekolah, karena ia sering absen. Begitu ia kembli ke bangku sekolah Nafa mengaku langsung ngebut belajarnya untuk mengejar ketertinggalan. 

"kenapa musti malu? Lagian guru-guru dan teman-teman di sekolah sudah memaklumi dengan profesi saya sekarang ini, "kata murid kelas 1 disalah satu SMU negeri di Jakarta ini. 

Ditambahkan Nafa, ia juga tidak merasa jadi manusia super. Artinya, meskipun sukses dibidang seni tak membuat hal itu terbebani harus pintar di sekolah. Dikelas ini Nafa mengaku kalau dirinya adalah murid yang biasa-biasa saja. 

"Kalau lagi ada satu pelajaran yang saya nggak bisa saya bilang pada teman atau guru kalau saya tidak mampu, "kata Nafa yang dihadiahi sedan Hyundai dari kesuksesan album ketiganya Hatiku Bagai Terpenjara itu. 

"Disekolah saya termasuk murid yang pandai benar nggak, dan gob lok banget juga nggak. Pokoknya biasa-biasa saja, deh!,"tegasnya. 

Masih soal karirnya, Nafa sekali lagi menegaskan ingin terjun total di bidang seni, ia sekarang mencanangkan dirinya tidak saja sukses sebagai penyanyi akan etapi ingin sukses juga di bidang akting dan bintang iklan. 

Dalam dunia sinetron ia membintangi Deru Debu, Kembalinya Si Manis 2, Cinta tak pernah berhutang dan lain-lain. ~MF 270/236/XIII/19 Okt - 1 Nop 1996


RAHMAN YACOB, BUKAN ARTIS DRAMA

 


RAHMAN YACOB BUKAN ARTIS DRAMA (berita lawas). Pria ini telah tampil di layar gelas sejak tahun 1982, yang langsung dikenal sebagai artis TVRI. Rahman Yacob, Assisten Dosen IKJ (dulu, kalau sekarang kayaknya Dosen ya) ini toh berang disebut aktor drama. Pasalnya ketika dia suting di Slawi, merasa terhina di panggil aktor drama. 

"Saya memang lahir di TVRI, karena sudah tak terhitung lagi berapa judul film yang telah saya lakoni, "kata pria yang lahir di Bandar Lampung ini. 

"Bukan berarti saya tidak bisa memerankan tokoh apa saja. Jelas saya anak teater, "ujar pria berbintang Aquarius ini membela diri. Karena terlalu sering tampil pada film TVRI, Rahman jadi hati-hati untuk tampil di layar perak. Dia merasa sudah dikenal, sehingga dia takut untuk tampil jelek di film nasional. "Efeknya banyak lho. Sebab penggemar saya kan telah simpatik kepada saya. Begitu melihat penampilan saya jelek di film, wah itu berabe,"lanjutnya. 

Matnoor Tindaon tertarik untuk memakai Rahman dalam film "Perjalanan Hati Nurani" tulisan Emil Sanossa, yang telah selesai pengambilan gambarnya pada akhir bulan September lalu di Jawa Tengah. Adakah karena film TV Perjalanan Hati Nurani sambungan dari Yang Luruh Yang Tumbuh, yang telah di putar beberapa bulan lalu?

"Saya kira tidak, Bang Matnoor bisa saja menggantikan saya dengan yang lain. Sebab itu bisa terjadi. Seperti contoh mendiang Tiar Muslim menggarap film TV "Saat Tebu Telah Berbunga" pada tahun 1986. Film Emil ini sambungan dari film-film lain seperti  saya sebagai Sutaji, tokoh ini pernah diperankan oleh artis lain. "kata aktor jebolan SMA I Tanjungkarang ini. Agaknya Rahman di bawah tangan Matnoor lebih hidup. Sebab dia mencoba menyelami sosok Sutaji, dan bukan sosok Rahman Yacob yang seorang Asdos. 

Untuk bergelut dalam dunia seni peran , bagi Rahman tidak ada peran kecil. Baginya semua sama saja. Semua sosok ingin digarapnya. "Seorang aktor harus bisa memerankan karakter apa saja. Apalagi saya masih belajar, "katanya merendah. Untuk memantapkan aktingnya, Rahman Yacob tak bosan-bosannya melatih diri, melakukan latihan olah tubuh setiap harinya. Sampai istrinya merasa jenuh kepadanya. "Karena sudah dunia saya, istri saya akhirnya dapat memakluminya, "katanya.

Kalau di hitung banyak sudah jebolan IKJ mencuat lewat media pemerintahan itu. Tapi tak jarang pula diantaranya enggan tampil di TVRI kembali. Alasannya mereka sederhana saja, tidak ada waktu. Tpai tidak begitu dengan Rahman Yacob, walau kelak berjaya, dia juga akan tampil pula di TV, "Sungguh saya tidak bisa melupakan TVRI, "katanya memuji. 

Banyak sudah satu angkatannya di IKJ telah mencuat namanya, namun dia tak iri. Oleh karena itu Rahman tetap menimba ilmu karakter, "Kelak satu saat saya juga bisa berjaya, "katanya pasti. ~MF 087/55/Tahun VI, 28 Okt - 10 Nov 1989


Tuesday, August 25, 2026

MUSIBAH FILM SI ROY dan SUMBANGAN KEMANUSIAAN INSAN FILM

 


MUSIBAH FILM SI ROY dan SUMBANGAN KEMANUSIAAN INSAN FILM (berita lawas). Masih ingat kejadian ini? musibah kecelakaan suting film Si Roy?. Jumat, 8 September 1989 tercatat sebagai hari naas bagi PT. Andalas Kencana Film khususnya dan orang film Indonesia umumnya. Siang itu, dalam perjalanan pulang suting dari Bandung, mobil Mitsubishi L 300 yang mengangkut bintang dan karyawan film remaja berjudul "Si Roy" mengalami kecelakaan di jalan tol Jagorawi. Kopel gardan copot, tergesek jalanan aspal sampai meneribitkan percikan api, menyambar tangki bensin, mobil terbalik dan terbakar hangus!. 

Para Korban , tercatat keseluruhannya 8 orang termasuk sopir yang berada didalam kendaraan apes tersebut. mereka adalah Monica Gunawan pemeran utama wanita, Tyas, Taufik, dan Sofyan Alifajar , pemeran pemeran pembantu pria, serta Edi Caroko (property man), Sufekih (Asisten Unit), Matizi (Sopir) dan Bambang Yulianto (Sopir yang menyetir pada waktu itu). 

Para korban langsung di larikan ke RS UKI untuk mendapatkan pertolongan pertama. Barulah dipindahkan ke RSCM. Tapi luka bakar yang kelewat parah membuat lima korban meninggal secara beruntun (Sufekih, Bambang Yulianto, Edi Caroko alias Bagong, Sofyan Alifajar dan Matizi). 

Yang paling ringan keadaannya Tyas. Sesudah lengannya yang patah di gips, ia menjalani perawatan berobat jalan. Sedangkan Taufik di rawat di RS PELNI. 

Yang mengibakan keadaanya justru si pemeran utama wanita, Monica Gunawan. Remaja berusia 18 tahun  yang baru lulus SMA ini pernah menjadi model iklan Fuji, baru pertama kali main film. Modal utamanya tentu saja kecantikan wajahnya. Betapa disayangkan, kalau sampai sebagian wajah cacat luka bakar. Masih terus menjalani perawatan intensif di RS Cikini. 

Selama para korban dirawat yang paling sibuk adalah dua produser Madhu Mahtani dan Ramesh, bersama sang sutradara Achiel Nasrun. Mereka meninggalkan segala urusan kantor, suting dihentikan untuk sementara waktu, ikut berjaga di Rumah Sakit. Mengeluarkan segala biaya untuk pengobatan. 

"Kami sudah berusaha dengan segala daya upaya. Tanpa memperhitungkan segala biaya. Uang masih bisa dicari lagi nanti, yang penting para korban bisa ditolong," sebut Ramesh. "Musibah sudah terjadi begini, kita mau bilang apa? Tidak bisa menyalahkan siapa-siapa . Tapi rupanya sudah takdir. Tuhan menentukan demikian. 

Segala biaya selama dirawat di Rumah Sakit, sampai ke pemakaman, ditanggung oleh PT. Andalas Kencana Film. Kemudian Ferry Angriawan produser PT. Virgo Putra Film, memprakarsai untuk menghimpun sumbangan bagi rekan-rekan produser, artis dan karyawan film, yang pernah bekerjasama dengan para almarhum. 

Para produser menyumbangkan dari Rp. 1 juta sampai yang terendah Rp. 250.000. Antara lain dari PT. Bola Dunia film, Virgo Putra, Soraya Intercine, Inem, Parkit, Kanta Indah, Pancaran Indra Cine, Nusantara , Rapi dan Garuda. IKutan menyumbang perusahaan rekaman JK Record. Ada lagi produser yang menyumbang atas nama pribadi, Manu Sukmajaya, Hatoek Soebroto, Wiryo Wibowo, Thamrin Lubis, dan Rudy S Senyoto. 

Delapan sutradara yang menyumbang, Ami Priyono, Bobby Sandy, Hengky Solaiman, Bob Chappel, Chaerul Umam, Wim Umbah , Sophan Sophiaan, dan Ali Shahab. Kamerawan Harry Simon, dan Still photograper Ken O Sanjaya. 

Dari barisan artis tercatat penyumbang terbesar adalah keluarga Ade Irawan, dan Onky Alexander, diikuti oleh Meriam Bellina, Barulah tercatat nama seperti Conny Constantia, Didi Petet, Deddy Mizwar, Lanny Marlina, Gatot Teguh Arifianto, Nurul Arifin, Richie Ricardo, Rano Karno, Harry Capri/Camelia Malik, Ade Hashari, Sylvana Herman, Cok Simbara, Leroy Osmani, Ayu Azhari, Advent Bangun, Ira Wibowo dan Sophia Latjuba. 

Disamping artis-artis diatas ada juga artis-artis yang menyumbang ala kadarnya seperti Rima Melati dan Yurike Prastica. Betapapun akhirnya terkumpul dari 49 penyumbang uang sejumlah Rp. 17.200.000,-

Minggu pagi, 24 September 1989 pukul 11.00 bertempat di auditorium walikota Jakarta Pusat, sumbangan tersebut diserahterimakan kepada keluarga korban .

Ny. Supiroh mewakili keluarga Edi Caroko, menerima deposito sebesar Rp. 5 juta dan uang tunai Rp. 550.000.

Ny. Darwati mewakili keluarga Sufekih menerima jumlah uang sama. 

Ny. Nendrarwati mewakili keluarga Bambang Yulianto menerima deposito sebesar Rp. 2,5 juta dan uang tunai Rp. 550. 000.

Lalu, Ny. Nasrifah mewakili keluarga Matizi, menerima sejumlah uang yagn sama dengan keluarga Bambang Yulianto. 

"Sampai sekarang kami sudah mengeluarkan biaya lebih dari Rp. 20 juta terutama untuk biaya pengobatan dirumah sakit", sebut produser Ramesh sambil memperlihatkan setumpuk kuitansi. "Diperkirakan sampai selesai nanti bisa menghabiskan Rp. 50 juta termasuk untuk retake (pengambilan ulang) dari 6 can yang ikut terbakar hangus. 

Untuk sementara suting film "Si Roy " dihentikan dan direncanakan dilanjutkan lagi awal Oktober 1989. 

Menurut sutradara Achiel Nasrun "Bagaimana juga musibah ini ada hikmahnya juga. Motto KFT (Karyawan Film dan Televisi) SEHATI DAN SEPROFESI, bisa dirasakan sekarang tanpa paksaan, dengan kesadaran masing-masing, banyak yang telah bersedia untuk menyumbang keluarga korban!".

Menurut ketentuan KFT,bila ada anggotanya yangmeninggal diberikan sumbangan sebesar Rp. 60.000. Bersyukurlah dengan adanya sumbangan sukarela yang sungguh amat meringankan beban bagi mereka yang ditinggalkan. sumber MF 085/53/Tahun VI, 30 Sept - 13 Okt 1989



Monday, August 24, 2026

YATTIE SURACHMAN TENTANG KEGAGALAN DALAM FFI 1989

 


YATTIE SURACHMAN TENTANG KEGAGALAN DALAM FFI 1989 (Berita lawas). "Kenapa harus kecewa kalau memang Tuhan belum memberikan untuk kita?" itu kata Yattie Surachman, pemeran Ni Wayan Melati dalam film "Nyoman dan Merah Putih" yang tak terpilih dalam 19 film seleksi FFI '89, itu keputusan juri lho. Dan juri tentunya punya penilaian sendiri, "tambah artis yang hadir saban Minggu di TVRI lewat film seri "Pak Kontak" ini. 

Yattie sendiri, yang ikut membacakan hasil keputusan juri komite seleksi FFI '89 tersebut mengaku tak tahu kalau film yang dibintanginya itu tak terpilih. "Habis, wong saya dibelakang panggung. Enggak dengar. Tapi apa iya "Nyoman" enggak terpilih?"tanyanya. "Ya wislah. Mau bilang apa? Mau komentar apa? Saya sendiri pokoknya sudah bermain maksimal kok, "katanya lagi.

Tak kecewa Yat?" Untuk apa? itu biasa kok. Dalam perlombaan kalah menang itu kan biasa, "jawabnya sambil tersenyum. "Enggak cum akali ini kan FFI diadakan? Masih ada waktu lagi kok, "tambahnya sambil lagi-lagi tersenyum. 

Nyoman dan Merah Putih sendiri melrupakan satu-satunya film yang dibintangi Yattie tahun ini. Tahun lalu (1988) Yattie pun gagal ikut bersaing memperebutkan Piala Citra lewat film yang ikut dibintanginya "Terang Bulan Di Tengah Hari".

"Tapi bagus enggak sih saya main di film Nyoman?" tanya Yattie. ~MF 087/55/Tahun VI, 28 Okt - 10 Nov 1989

Sunday, August 23, 2026

IWAN DARMANSYAH, SALAH SATU PEMERAN FILM PACAR KETINGGALAN KERETA

 


IWAN DARMANSYAH, SALAH SATU PEMERAN FILM PACAR KETINGGALAN KERETA  (berita lawas). Ada cicak dapat main film? itulah Iwan Darmansyah, yang berperawakan kecil, Kini kalau ada yagn penasaran tampangnya dapat dilihat di film "Pacar Ketinggalan Kereta" (PKK) garapan Teguh Karya. 

"Ya, karena saya masih kecil dimata mereka, saya selalu dilindungi mereka. bahkan anak cicak nggak boleh ikutan berantem, kata mereka. Sejak itu saya belajar karate dan taekwondo. Sebetulnya sih cuma mau nunjukkin saja, bahwa saya juga siap untuk beran tem, "cerita Iwan sembari ketawa lebar, saat ditemui di Teater Populer, jakarta. Tapi kemudian ia mengerti, ikut beladiri bukan untuk beran tem, melainkan olah tubuh sekaligus buat kesehatan. 

Usai menamatkan SMA, anak keenam dari tujuh bersaudara pasangan Darlis Ibrahim dan Bainer ini disarankan oleh keuda orangtuanya untuk masuk Akabri. Tapi eh Iwan malah kecantol dunia akting. Kedua orangtuanya yang moderat pun memakluminya dan malah bilang "Hadapilah!" Maka semangatpun menggebu untuk menekuni bidang tersebut. "Karena ayah saya anggota ABRI, pengennya saya mengikuti jejaknya. Tapi saya punya pilihan lain, dan ayah saya ngasih kebebasan kok, "ucapnya mantap. 

Lewat drama "Pernikahan Darah" memerankan tokoh pemuda, yang dipentaskan di TIM Jakarta, 1986, Iwan mengawali dunia akting. Dan ketika film "Ibunda" dibikin lelaki berambut keriting dan alis mata tebal ini diberi peran tokoh Fikar selagi muda. "Di dunia seni ini, mata saya bermasyarakat, pengetahuan, juga selalu ada tantangan, yaitu suatu tanggungjawab, "tuturnya diiringi satu isapan rokok kretek filter. Menurutnya, semangat hidup itu tumbuh ketika melihat cara kerja disanggar yang dipimpin Teguh Karya, yang telah banyak memberi masukan. 

Sampailah nasibnya kebagian peran Arsal di PKK , anak janda bu Retno, yang selalu ketiban gunjingan itu. "Ternyata betapa sulitnya main film, Karena tanggungjawab itulah saya berusaha keras untuk menjadi sosok lain, Arsal.  Setiap saat saya gelisah, nggak bisa tidur. Unring-uringan deh pokoknya. Saya memikirkan apakah saya ngedapetin Arsal yang seperti dikehendaki Pak Teguh?" ujar Iwan yang lahir di Jakarta, 4 Desember 1966. Namun setelah rampung film tersebut tambahnya, masih tetap dihinggapi ketidakpuasan diri apa yang telah dibahas. 

"Dan masa kegelisahan dan uring-uringan itu persis saat bercinta. Sebab, disitulah tantangan untuk mendapatkan cinta sekaligus berusaha bertanggungjawab pada orang saya cintai itu, "tegasnya sembari menyeringai. 

Di lain waktu, Teguh Karya pernah memberi komentar terhadap permainan anak muda ini, pemain yang belum ngetop bisa main setara dengan pemain yang sudah ngetop. "Lihat dan bandingkan, jelas antara Iwan dengan Onky, itu misalnya kan  permainannya nggak ada bedanya,"tegas sutradara kawakan itu. Pendapat Iwan sendiri? Ia hanya tersenyum sedikit sumringah. "O, saya senang dapat komentar sepert itu. Terus terang saya main secara maksimal. Tapi setelah itu saya selalu merasa tidak puas. Saya pengin lebih dari itu lagi. Lagi pula saya main bukan dengan Onky, tapi lawan main saya adalah tokoh Heru yagn dimainkan di film PKK ini . Jadi tokoh Arsal dengan tokoh-tokoh lainnya yang mesti dilihat permainannya, "jelasnya bersungguh-sungguh. ~MF 087/55/Tahun VI, 28 Okt - 10 Nov 1989

Friday, August 21, 2026

SARAH "SI INEM" SEXY, CARI PENGALAMAN BARU

 


SARAH "SI INEM" SEXY, (berita lawas). Biasanya seseorang mengikuti lomba hanya mengejar target tertentu, dan bila terget sudah tercapai lalu tidak berminat lagi mengikuti kontes LASI (Lomba Akting Sinetron Indonesia). Tapi hal itu tidak berlaku untuk Sarah, artis baru di blantika persinetronan Indonesia. 

Sejak mengikuti berbagai macam kontes dari usia belia,  gadis model yang juga peragawati laris ini sudah mengoleksi puluhan trophy. Seperti thropy Ratu Pengantin Singapore tingkat Asean, Juara Ratu Pakaian Terbaik Singapora se Asean, Juara Fotogenik Putri Citra Nasional, Juara Umum dan Keserasian Berbusana Pesona Kerudung Nasional, Juara Pertama Juara Umum Mojang Parahiyangan serta masih banyak yang lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu disini. 

"Saya mengiktui berbagai macam kontes lantaran hobi nggak ada target tertentu. Menang ya syukur, nggak ya nggak apa-apa. Itung-itung cari pengalaman. Eee.. nggak tahunya banyak menangnya, he..he..hee ujar pemeran sinetron seri Inem Pelayan Seksi versi Eddy Riwanto ini .

Tentulah , kemudian gadis kelahiran Sei Pakning, 26 April 1976 ini menjadi rebutan berbagai perusahaan yang menginginkan jasa kecantikan  wajahnya untuk mengiklan produknya. Seperti restaurant Oasis, Singapore Discount Card, Putri Bunga Mirabella dan menjadi model Wedding Bellers BOutique, Discovery Style of Rudy Hadisuwarno,Tata Rias wajah dan Rambut Salome, Model Aftersix Boutique (Majalah Mahkota).

"Saya masih ingin jadi model profesional, kalau kemudian saya sekarang terlibat di sinetron, karena ingin mencari pengalaman baru nggak lebih dari itu, "tegasnya. 

Padahal kesempatan untuk menjadi artis populer lewat jalur sinetron sudah terkuak lebar, di Inem Pelayan Sexy garapan sutradara Eddy Riwanto, Sarah mendapat peran utama. Apalagi lawan mainnya kebanyakan pemain pendatang yang kualitasnya jauh dibawahnya. Beda dengan Inem versi Inem Sang Pelayan versi Lukmantoro DS yang diperankan Clara Shinta, disana pun dramawan WS Rendra mendapat lawan main yang cukup berat, Him Damsyik, Cahyono, Uuk, Prapto dari Jayakarta Group, Erna Santoso, Rina Rawit serta sederetan artis top lainnya. 

"Walau saya nggak ingin total di sinetron, bukan berarti saya main-main ketika mendapat kepercayaan dari sutradara. Setiap tawaran yang diberikan kepada saya, saya ingin melakoninya secara total, soal hasil akhirnya memuaskan atau nggak itu urusan belakangan, " papar putri bungsu buah cinta keluarga Abdul Rahman  Djamaileil dan Luthfiah Barkah Al Gaity ini. 

Walau ia memerankan tokoh Inem, babu seksi yang senual seperti yagn dimainkan artis Doris Callebout ketika di layar lebar bukan berarti ia tinggal mengcopy peran yang telah sukses dimainkan Doris itu. 

"Walau ada kesamaan dengan Inem Pelayan Sexy versi layar lebar bukan berarti saya seenaknya mengikuti apa yang sudah ada. Mas Eddy selaku sutradara juga punya visi yang jelas, jadi saya tinggal mengikuti apa yang dimaui sutradara. ~~MF 271/237/XIII/2-15 November 1996

Thursday, August 20, 2026

RAPI FILM, ARTIS DAN KRU ASET YANG MESTI DIJAGA

 


RAPI FILM, ARTIS DAN KRU ASET YANG MESTI DIJAGA(berita lawas). Untuk film layar lebar, Rapi Film boleh disebut sebagai perusahaan film paling produktif. Ketika produser film lain berguguran menghadapi kenyataan seperti sekarang ini, Rapi justru sebaliknya, tetap bertahan dan berlenggang. 

Ketika perusahaan film lain seperti Parkit, Soraya, pancaran dan Rana Artha Film sudah banting setir ke sinema elektronik dan berjaya disana, Rapi memilih berbaris paling belakang merambah jalur sinetron. 

Setelah peta sinema TV dikuasai, Rapi langsung merangsek ke 'medan perang'. Sebagai gebrakan perdananya, diproduksilah Noktah Merah Perkawinan (NMP). Sinetron yang dibintangi Ayu Azhari dan Cok Simbara itu langsung mendapat samutan masyarakat luas dan ratingnya langsung meroket ke papan atas. 

Keberhasilan sinetron NMP, bagi jajaran Rapi merupakan tantangan berat yang harus dihadapi dengan karya nyata yang lebih bagus dari sebelumnya. Lantaran tidak diperkirakan sebelumnya bakal meraih sukses. Maka pihak Rapi juga tidak menyiapkan kelanjutan cerita Noktah merah Perkawinan. 

"Sebenarnya sangat menyesal tidak dapat memproduksi kelanjutan Noktah Moerah Perkawinan dalam waktu singkat. Bisa saja kami  langsung memproduksi sewaktu Noktah masih menayang tapi  kami tidak mau gegabah seperti itu. Justru dibalik kesuksesan itu kami perlu membenahi kelemahan-kelemahan yang kami rasakan untuk penyempurnaan di episode berikutnya, "Papar Gope T Samtani produser Rapi Film. 

Selain menyiapkan NMP seri kedua, Rapi juga tengah memproduksi sinetron kolosal yang juga bakal merebut penonton yakni Jaka Sembung yang di produksi 26 episode untuk tahap pertama. 

Berangkat dari kesuksesan Jaka Sembung di film layar lebar yang dibintangi oleh Barry Prima Gope berkeyakinan Jaka Sembung sinetron juga akan digemari masyarakat. Keyakinan itu didasari dari cerita yang sudah dikenal luas seperti Si Doel, selain juga trik-trik yang akan ditampilkan Jaka Sembung, sinetron jauh lebih menarik dan trik baru. Karenanya, budget untuk Jaka Sembung jauh lebih tinggi ketimbang NMP maupun drama sejenis. 

"untuk Jaka Sembung kami tidak main-main. Biaya produksinya tiga kali lipat biaya produksi sinetron drama. Hal ini dimungkinkan karena kmi menggunakan ratusan pemain, trick dan effect khusus, "ungkap Gope. 

Sebagai pengusaha film tulen, Gope melihat peluang bisnis rumah produksi jauh lebih menguntungkan ketimbang film yang tidak jelas nasibnya. Karena , Gope tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Ditengah Jaka Sembung melakukan suting, Rapi kini tengah menyiapkan cerita baru yang tidak kalah menariknya. Sundel Bolong yang sukses di layar lebar, Manisnya Cinta, Ratapan Anak Tiri dan Serpihan Mutiaran Retak. 

"Target kami tahap pertama pertahunnya 150 jam, dengan 6 judul dan perjudulnya 25 episode. Secara perlahan akan kami tingkatkan, hingga benar-benar ideal, "Ujar Gope. 

Menyoal tentang banyaknya cerita film layar perak yang disinetronkan menurut Gope tidak menjadi masalah. Justru hal itu sangat bagus. Minimal masyarakat akan penasaran apa sinetronnya lebih bagus dari layar lebar atau sebaliknya. 

Ditengah booming sinetron , bukan permasalahan mudah mencari pemain dan kru. Tapi masalah itu buat Rapi tidak menjadi kendala yang berarti. Apa resepnya? "Kami mencoba menganggap bahwa artis dan kru adalah aset yang mesti dijaga dan kami memperlakukan mereka sama rata. Artisnya artis 'a' yang kebetulan pemeran utama minum coca cola ya , artis lain juga minum coca cola. Begitupun soal bayaran, sebelum keringat mereka kering, kami sudah bayar. Jadi mereka tidak kapok, dan yagn terpenting mereka kami anggap keluarga besar Rapi, "jelas Gope panjang lebar. 

Rapi memang tidak hanya piawai dalam memproduksi sinetron yang enak ditonton tapi juga mempu menunjukkan bahwa kualitas adalah diatas segalanya. Terbukti sinetron perdananya, Noktah merah Perkawinan selan meraih rating tertinggi juga  mampu masuk sinetron pilihan dalam penyelenggaraan Festival Sinetron Indonesia tahun 1996 . 

~~MF 271/237/XIII/2-15 November 1996

Wednesday, August 19, 2026

MALFIN SHAYNA "BUKAN SEKEDAR DI KAMAR MANDI"

 


MALFIN SHAYNA "BUKAN SEKEDAR DI KAMAR MANDI" (berita lawas). Suara merdu Malfin Shayna tiba-tiba meluncur pada Kamis senja di sepanjang perjalanan pulang. Du du du..la la la... Seperti tak menghiraukan hiruk pikuk di sepanjang jalan bebas hambatan Tomang -Semanggi, "Du du Du...la.la la..." Terus saja di gerai rambut ombaknya yang masih lembab oleh keringat. "Du du du...hmmm.. Suara Malfin beriringan dengan deru mobil kijangnya...

Itulah keisbukan baru seorang Malfin. Artis film yang banyak memerankan film-film panas ini seperti ingin mengundang cemburu para penyanyi pendahulunya. Malfin mulai menyanyi dan bukan sekedar menyanyi. Malfin mulai mengenal studio rekaman. Dan suaranya coba direkam dengan ramuan musik berirama pop. "Saya baru coba-coba, Mas, "elaknya coba menyembunyikan kesibukan barunya. 

Terus terang akhirnya keberanian Malfin dalam dunia tarik suara bukan karena baru saja menjuarai sebuah Festival lagu atau sejenisnya. Melainkan, "Ada yang bantu saya kearah itu. Kebetulan sekali saya pun kepingin bernyanyi bukan sekedar di kamar mandi."

Tapi sebagus apapun suara Malfin kelak, tetaplah dia dikenang orang sebagai Malfin yang menggiurkan jika sudah menggeliat dengan aktingnya lewat film layar lebar. Coba tengok dan kenang permainannya dalam film Gairah Malam. Film yang membuat cewek berkulit hitam manis ini pasrah saja dinobatkan penonton sebagai "bom seks" termuda. Kecewa atau senang Malfin mendapat julukan seperti itu?

"Sejak telinga saya mendengarnya, saya tetap pada prinsip bahwa seorang pemain film adalah pekerja yang punya ruang lingkup sah dan tata kerja yang sah pula. Soal julukan itu terserah persepsi orang, "sergah Malfin dengan nafas tersengal karena membicarakan itu disela-sela pemotretan. 

Mungkin saking banyaknya film layar lebar yang dilakoni Malfin dalam kurun waktu yang begitu singkat, maka wajar kalau putri nomor dua dari enam bersaudara ini harus berpikir keras untuk mengingat filmografinya. "Sungguh saya tak ingat semua,"katanya sambil mengingat-ingat film terakhir yang sudah diperankannya. 

"Saya selalu bekerja dengan senang hati. Seperti halnya acara pemotretan. Setiap saya berakting, maka pusat pikiran saya adalah pada aking tidak pada hal-hal lain. Dan pekerjaan itu harus saya nikmati. Menikmatinya bisa saja terhadap suasananya cara kerja sutradaranya serta kekompakan pemainnya".Kita kalau kerja ya kerja titik. Contohnya adegan yang sepertinya saya telanjang bulat itu. Padahal itu kan ditutup body stocking. Tanpa ditutup ya buat apa. Itu sama saja bikin blue film. Adakalanya Malfin membantah perintah sutradara yang dirasakannya sebagai "tak masuk akal". Kita ini sedang bikin film lho, "biasanya Malfin bersenjatakan kalimat seperti itu. Singkat tapi membuat orang pikir-pikir untuk sekedar iseng. Belum lagi mubazirnya adegan yang kelak disikat gunting sensor. 

"Kalau akhirnya disensor, buat apa?".

Film-film yang dibintangi oleh Malfin diantaranya Bagi-Bagi Dong, Mumpung Ada Kesempatan, Gairah Malam 1 sd 3, Nafsu Dalam Cinta, Wanita Berdarah Dingin, Pergaulan Metropolis, Godaan membara, Pesona Gadis Simpanan, Panther, Bebas Bercinta, Dibalik Cinta Eva, Mistik Erotik, Hangatnya Malam, Kenikmatan Terlarang ~~~MF 271/237/XIII/2-15 November 1996


TEGUH KARYA : MESTINYA FILM MENJADI UPACARA BERSAMA....

 


TEGUH KARYA : MESTINYA FILM MENJADI UPACARA BERSAMA....(berita lawas). Seperti sederetan sutradara tangguh lain, Teguh Karya juga berkarya di televisi. Menyemarakkan dunia sinetron, Sutradara besar ini tetap belum tertandingi dalam hal kecermatan dan ketelitian, serta menghasilkan gambar-gambar realistis dalam keseharian lewat garapan sinemanya. 

Teguh Karya yang sudah dikenal sebagai pemain sandiwara sejak akhir tahun 50-an dan menekuni bidang penyutradaraan, dalam pementasan-pementasan yang diadakan oleh ATNI, makin memantapkan dirisnya sebagai sutradara dan sineas lengkap. Tak hanya dipanggung, film-film layar lebar melainkan juga di televisi. 

Berikut cuplikan wawancara yang dimuat di majalah film No. 222/188/TH XI, 17 - 30 Des 1994, tentang kesibukannya mempersiapkan sinetron produksi barunya tentang komposer WR Soepratman di sanggarnya yang sejuk. 

T ; Apa yang menarik untuk dibicarakan dengan perkembangan produksi sinetron saat ini?

J : Apa yang disebut sinetron adalah salah satu alat kesenian pertunjukkan dramatik di televisi yang paling 'buncit' dari deretan kesenian yang lain. Saya melihatnya sinetron masih harus berproses. Tidak bisa terlalu dibicarakan. Biarkan sinetron itu berproses, ini yang paling penting. Karena apa? Karena sinetron membutuhkan proses sebagai sebuah bentuk kesenian pertunjukkan baru. 

Kita harus memberikan kesempatan kepada sinetron untuk berproses. Apapun yang sedang dibuat, dipikirkan ditafsir dan dikerjakan orang tentang sinetron, harus melihatnya dari kaitan dalam berproses. Kalau tidak begitu akan ada yang apriori. 

T : Barangkali setidak-tidaknya ada standarisasi produksi sinetron yang ingin di capai?

J : Kelak akan lahir film televisi dan drama televisi yang punya standar. Kelak ada sinetron yang lahir sebagai standar umum, ada yang unik-unik ada yang dibuat untuk kepentingan berbagai kalangan dan ada juga untuk kalangan tertentu. 

Semuanya itu membutuhkan proses, sesuai dengan bakatnya dan harus terimbangi oleh ilmunya, wawasannya, kemudian baru kit amelihat maju mundurnya dunia persinetronan. 

Festival Sinetron Indonesia (FSI) adalah salah satu yang saya sebut salah satu sebagai proses. Di zaman sekarang ini, ada kita lihat sinetron untuk kepentingan film televisi dan kepentingan drama televisi, penggarapannya dibuat bukan oleh kamera elektronik, melainkan dengan kamera magnetik (film 16 mm). Maka biarkan segala sesuatunya berproses. Baik olrang-orang, tokoh-tokohnya, dan juga peraturan-peraturannya. Biarkanlah berproses.

T : Bagaimana dengan Pak Teguh sendiri, yang juga ikut memproduksi sinetron kini?

J : Bagi orang-orang seperti saya, Slamet Rahardjo, Arifin C Noer, dan Putu Wijaya bukan gagah-gagahan datang ke dunia sinetron. Andai saja ada ceirta yang bisa dilukis, mungkin yang saya bikin adalah lukisan. Karena saya bukan pelukis tentu tidak bisa. 

T : Apa dampak adanya sutradara sinetron yang lahir tanpa latar belakag?

J : Dari satu sudut pandang seakan-akan banyak sutradara sinetron lahir tanpa latar belakang yang kuat. Bila kita lihat dalam jangka panjang biasanya yang tidak becus itu kalah. Hukum alam pada dasarnya begitu. 

Kalau kita memberikan kepercayaan kepada orang yang salah, atau kepada orang yang kurang tepat, maka yang akan terjadi adalah kehancuran. Tidak ada pohon besar yang tumbuh dalam sehari. Sebaliknya tidak akan ada pohon besar roboh pula dalam satu hari. 

T : Apa pendapat Pak Teguh dengan banyaknya bintang sinetron berakting teatrikal?

J : Sebenarnya tidak ada! Itu cuma kita punya rasa kecurigaan saja. ukuran akting adalah meyakinkan orang apa tidak!?. Kalau tidak meyakinkan orang berarti itu bukan akting!. Banyak yang mengatakan akting teatrikal karena kita kurang banyak perbandingan, kuran gbanyak tahu dan kurang banyak melihat. Cukup banyak pemain sinetron yang belum meyakinkan orang, seperti pemain teater yang baru tamat belajar. 

Akting adalah Akting! Akting definisinya adalah membuat orang yakin! mau dibawakan bagaimana, ya terserah asalkan orang yang melihatnya yakin dengan apa yang dilakukannya. Baik di teater, film maupun di sinetron pemain yang mati itu tidak mati betulan. Tapi seorang pelakon harus dapat meyakinkan penonton bahwa dia mati. 

T : Contohnya bagaimana?

J : Saya ambil contoh dalam film Casanova. Ketika adegan para biarawati turun dari kapal dan hendak naik perahu ke dermaga, sutradara membikin lautnya dari plastik. Anda bayangkan, plastik jadi lautan. Itu sah sah saja, dan yang membuka adegan itu bukan sutradara asal jadi. 

T : Apa pendapat Pak Teguh tentang Penyelenggaraan Festival Sinetron Indonesia?

J : Saya kembalikan dulu kepada kenyataan yang ada bahwa kit amasih lagi berproses dalam dunia persinetronan. Kalau ada kesalahan sedikit itu soal biasa. Sebab masih berproses. Jadi jangan salahkan siapa-siapa dulu. 

Mari kita lihat penilaian bukan untuk membicarakan kategori. Misalnya akting Yang mirip-mirip akting ada? Namanya pura-pura, Ada juga lagi mirip-mirip akting? Namanya imitasi. Soal ini harus membudaya. 

Karena sinetron masih barang baru dan masih berproses,biarkanlah mencari jati dirinya. bukan berarti tidak dikritik, tapi nanti setelah kelak berhasil. Untuk saat ini soal FSI saya tidak mau berkomentar banyak atau mengartikan , sebab sinetron kita masih berproses. 

T : Apa yang menggelisahkan Pak Teguh saat ini?

J : Kegelisahan saya adalah terhadap pertumbuhan film nasional. Sebab saya tidak percara bahwa pertumbuhan film kita bisa parah seperti sekarang. Kita sudah terlalu kurang menafsir apa yagn sebenarnya kita perlukan dengan film nasional. 

T : Maksudnya?

J : Kenapa tidak banyak tema-tema film nasional seperti film Di Balik Kelambu? Bagaimana seorang menantu yang kurang mampu tinggal bersama mertua, dan berhadapan dengan menantu lain yang hebat-hebat. Ini 'kan masalah yang ada di sekitar kita. Bisa saja film bicara tentang wanita yang baru beranjak dewasa. Atau bagaimana seorang janda membesarkan anak-anaknya. Persoalan-persoalan seperti  itu kan sangat dekat sekali dengan kehidupan kita pada umumnya. 

Kenapa kita tidak di bikin cerita yang dekat dengan masyarakat? Kenapa yang dibikin yang aneh-aneh? Misalnya jemput pacar dengan helikopter? Maka kita selalu bertanya bangsa apa yang sedang diceritakan dalam film tersebut. ?

Akibatnya semakin jauh masyarakat dengan film nasional. Begitu ada film Ghost, ada sineas bicara begini, "membikin film kayak gitu saya juga bisa!?" Kalau bisa kenapa tidak dari dulu bikin? Film Shost 'kan tidak  cuma cerita tentang lelaki gentayangan. 

T : Bagaimana menurut Pak Teguh film yang baik sekarang ini?

J : Film yang baik menurut saya film yang membuat penonton dan masyarakatnya bersatu Kalau bisa saya ibaratkan pertunjukkan film-film nasional harus seperti upacara bersama. Kalau sudah upacara bersama tidak diundang pun masyarakat akan hadir. 

T : Apa yang menjengkelkan Pak Teguh dalam perkembangan film nasional akhir-akhir ini?

J : Tanpa sebab, dalam film ada adegan seorang gadis buah dadanya di ablak-ablakkan, dudukpun disengaja-sengajakan. Contoh lain, aa adegan orang yang mati yang di close up jam tangan Albanya, jadi lama-lama kita kan malu! Akibatnya, banyak cerit afilm yang tidak dikenal oleh masyarakatnya. Ada adegan lain menggambarkan orang kaya sarapan pagi dengan menu yang luar biasa. 

Kalau di lihat film Ghost menarik karena tokoh-tokoh yang ada di dalamnya kayak manusia, begitu dengan jalan pikiran perasaannya. Flm nasional banyak yang dapat dimengerti jalan ceritanya tetapi tidak mengena di hati penontonnya. Kenyataan itu yang sering terjadi. 

T : Apa yang seharusnya dilakukan di perfilman nasional untuk saat ini?

J : Dalam kondisi sekarang ini, tidak bisa satu orang yang bisa memperbaiki perfilman nasional . Harus diperbaiki dengan sederetan orang. Yang saya sebut adalah sikap mental baru dalam memandang film nasional dan harus dilakukan secara marathon pula. 

Ada film kita bagus-bagus. Saya ambil contoh film Kejarlah Daku Kau Kutangkap, Naga Bonar dan Di balik Kelambu misalnya. Kenapa tema-tema film seperti ini tidak ada yang meneruskanya lagi? Kenapa film-film sekarang larinya kearah naluri yang cukup liar? Karena itulah film nasional memerlukan isi dan tema yang baru. Formatnya arus baru. Seperti juga kasus serupa pernah terjadi di Italia dan Perancis.

T : Apa yang ingin Pak Teguh Sampaikan lewat Alang Alang dan Pakaian dan Kepalsuan?

J : Kalau Alang-Alang pencetusnya adalah menteri kependudukan dan Keluarga Berencna, Pak Haryono Suyono dimana hendak membicarakan soal kependudukan. Saya punya respek terhadap kependudukan. Orang tidak hanya diberikan perhatian kepada pakaiannya rumahnya tau keadaanya, tetapi yang paling penting saya hendak mengatakan agar jangan sampai merasa miskin perhatian. Kalau ketemu pemuluh tuduhannya cuma maling. Intinya saya hendak bicara jangan orang merasa miskin perhatian. 

Kalau Pakaian dan Kepalsuan adalah sebuah parodi. Sebuah kelakar, jangan pakaian kemana, kelakuan kemana-mana. Tokoh-tokohnya hanya manusia biasa tetapi omongannya gede. 

T : Pak Teguh Apa benar skenario adalah sebuah karya sastra?

J : Kalau kita lihat televisi, maka yang pertama kita lihat adalah  gambar. Kalau gambar pasti ada sangkut pautnya dengan seni lukis. Kalau melihat adanya cerita pasti ada kaitannya dengan sastra. Meskipun bukan susastra. 

Kalau menggambarkan orang harus ada perjuangannya, lata belakang dan cita-cita hidupnya. kalau tidak ada sastra dalam skenario seperti membicarakan kucing saja. Kalau kita melihat film kartun dan kita dapat bersedih, artinya menggarapnya itu dengan jalan pikiran manusia yang penuh dengan kemanusiaan. Disitulah letaknya sastra dalam penulisan skenario. ~~~~


Tuesday, August 18, 2026

TATIEK MALIYATI WS, KETUA MERANGKAP ANGGOTA DEWAN JURI CERITA FESIVAL FILM INDONESIA 1992.

 


TATIEK MALIYATI WS, KETUA MERANGKAP ANGGOTA DEWAN JURI CERITA FESIVAL FILM INDONESIA 1992. Beberapa judul seri sinetron populer di TVRI tak bisa dilepaskan dari nama Tatiek Maliyati WS. Sebut saja antara lain Losmen dan Sartika. Kelahiran sinetron-sinetron yagn sangat digemari pemirsa TVRI ini dirintis bersama almarhum Wahyu Sihombing, suaminya. 

Kelahiran Surabaya, 10 November 934 ini betul-betul mencurahkan hidupnya pada seni akting. Menjadi pemain drama sejak 1955 hingga 1971, dan pada 1957 sampai 1963 bergaya di layar perak. 

Tatiek memperkuat minatnya di bidang seni akting dengan dasar pendidikan dari ATNI (Akademi Teater Nasional Indonesia) lalu memperdalam di Departement of Drama Fine Arts Carnegie Tech, Pitsburg, USA. 

Dosen Seni Peran dan Penulisan Naskah Drama di Institut Kesenian Jakarta ini terus menggumuli teater dan film. Tatiek juga termasuk seorang penulis skenario yagn cakap. 

Tatiek satu-satunya wanita yang menjadi Dewan Juri FFI 1992. Dan menjadi ketua Dewan Juri FFI 1992 merupakan jabatan yang kedua kalinya disandang setelah tahun 1983 

Di Majalah Film , Tatiek Maliyati juga merupakan pengasuh Klinik Akting. 

Monday, August 17, 2026

ANNE JUNITA COTO

 


ANNE JUNITA COTO(berita lawas). Perjalanan panjang telah ditempuh oleh gadis jelita bertubuh sexy, tinggi nan putih ini. Sebelum menjadi pemeran utama di sinetron laga Panji Tengkorak, yang mengharuskannya bersilat-silat ria, dengan sesekali jatuh bangun, terbanting dan terjerembab oleh lawan mainnya, Anne Junita Coto pernah menjuarai sejumlah konteks kecantikan yang 'hanya' menuntutnya berlenggak lenggok diatas pentas. 

Tapi permainan fisik yang keras, yang biasanya digemari lelaki, memang akrab dengannya sejak remaja. Putri ke 3 dari 6 bersaudara kelahiran Pontianak, 29 Juni 1974 ini pernah mengikuti latihan terjun bebas, terjun payung di kota kelahirannya, Pontianak. Sebelum stop, karena orangtuanya cemas. Soalnya makin lama makin nekad. 

"Saya ikut-ikutan kontes karena kakak saya juga langganan kontes. Karena sering nonton, diminta bantu-bantu, akhirnya kebawa ikutan jadi peserta,"kenangnya, tentang keaktifannya di panggung kontes. Kakaknya Mimi Sylviana Wahyuni yang 5 tahun lebih tua, merupakan langganan kontes kecantikan bahkan sudah kalibar nasional. 

Anne sendiri dipanggung kontes kecantikan, kemudian menyabet tak kurang 19 kejuaraan dari tingkat harapan sampai pemenang I, mulai dari level Pemilihan Bujang Dare Pontianak, Dare Ayu se Kalbar, Pemilihan Ratu Kebaya, Busana Nasional, Putri Citra, hingga putri Indonesia yang menjadi idaman gadis-gadis cantik yang padat prestasi itu. 

Yang membanggakan, untuk mengikuti kontes-kontes itu gadis jangkung dengan modal tinggi 170 cm ini mencari dan mendapatkan biayanya sendiri. Orangtua hanya memberikan support moral. "Melatih Aerobik menjadi penjaga stand pameran, sales promotion girl, nyanyi dll. Pokokny ayang jadi duit Anne kerjakan. Pada dasarnya Anne memang nggak betah diam, Kalau nganggur terus mikir, enaknya ngapain? Yang menghasilkan, gitu, katanya sembari ketawa. Selain karena terdesak kebutuhan rasanya bangga juga lho, menghabiskan uang hasil keringat sendiri, tambahnya mengenangkan. 

Kenikmatan dan keasyikan macam apa yang dirasakan dengan kontes-kontesan?

"Pengalaman dan popularitas," jawabnya mantap. 

Ngomong-ngomong benarkahmodel cenderung longgar dan toleran, terutama dalam hal seks? "tergantung orangnya. Masing-masing juga sih ya. Orang biasa yang gampangan juga banyak, "kilahnya. 

Kini kontes-kontes kecantikan menjadi kenangan selain sudah jenuh, juga karena ada tantangan lain yang lebih menarik, akting di depan kamera dan untuk layar kaca. 

Bagaimana awal mulanya mengenal sinetron? "Diajak teman, ketemu di pertokoan, langsung dibawa ke lokasi suting. Gitu aja, "ungkapnya. Tak nyana suting pertama berlanjut di sinetron berikutnya. Mula-mula komedi Kanan Kiri OK, lantas melodrama Senja Makin Merah kemudian aksi laga Panji Tengkorak. Dan Selamat Pagi Suci. 

Panji Tengkorak sejauh ini merupakan sinetron yang mengesankan, karena selain menurutnya untuk berlatih fisik, untuk adegan-adegan laga tak hanya ekspresi dan berdrama ria disini ia mendapat peran penting dan intens tampil 10 episode. "Anne berperan sebagai Nesia, peran antagonis, pendekar wanita yang jahat karena sanga mencintai Panji Tengkorak, dan bersaing dengan Dewi Bunga (Inung Rismadara) dan Andini (Yanti). Tokoh Panji Tengkorak dimainkan oleh Fendi Pradana. 

Tentang keterlibatannya di olahraga terjun payung diungkapkan, saat ia aktif di FKPPI Organisasi putra putri tentara itu, menyelenggarakan program pelatihan terjun payung bagi yang berminat. Ia terdaftar sebagai 1 diantara 8 wanita bersama-sama 50 peserta lainnya. Katanya ia berpengalaman terjun bebas (Free fall) sebanyak 13 kali. "Yang nikmat dan mendebarkan ya waktu terjun bebas itu. Lihat bumi dari langit, Asyik. Payung belum mengembang indah dan lega rasanya kalau sudah landing, mendarat,"katanya. ~~MF No. 257/223/XII/20 April - 3 Mei 1996


Sunday, August 16, 2026

MISTERI SEBUAH GUCI, PUTRI CINA DARI GUCI ANTIK


MISTERI SEBUAH GUCI, PUTRI CINA DARI GUCI ANTIK(sinetron lawas). RAM SORAYA , produser PT. Soraya Intercine Film setelah memproduksi lebih dari 50 judul film bioskop, nampaknya berusaha juga menerobos sinetron televisi. Inilah miniseri produksi perdananya, yang bertema misteri dipadu dengan mistik dan aksi. Sebagai sutradara (untuk pertama kalinya) Yan Senjaya, yang biasanya menjabat Produser Pelaksana dalam banyak film produksi Soraya sedangkan jabatan Produser Pelaksana miniseri ini adalah Jauhari Ardiwinata yang cukup berpengalaman dengan berbagai jabatan di RCTI. 

Dikerahkan banyak bintang yang cukup terkenal, mulai dari Reynaldi, Gito Gilas, Cut Keke, Emri Margono, Anen Wijaya, pelawak Taufik Savalas, sampai pendatang-pendatang baru, Lady Kartika (Sebagai tokoh sentral Putri Melati) yang berasal dari guci antik Cina, Roweina, Lisa Patsy serta pemain-pemain bule , Jurek Bleszynski dan Nacy Francys. 

Hampir keseluruhan lokasi suting dipusatkan di daerah Ketapang, Lampung Tanjung Karang. Hitung-hitung ternyata mencakup sebanyak 40 lokasi. Pembuatanya memakan waktu selama 2,5 bulan. 

Diceritakan nelayan muda Matnur terdampar ke pantai Pulau Karang. Antara sadar dan tidak, ia melihat sesosok Putri Cina melayang dari balik karang. Antara sadar dan tidak, ia melihat sesosok Putri Cina melayang dari balik karang. Dalam mimpinya, Matnur sekali lagi melihat Putri Cina yang meminta pertolongan karena di buru perompak. Maka Matnur mengajak adik iparnya Lebar, melacak ke pulau karang itu. Hasilnya ia menemukan sebentuk guci antik. 

Konon kabarnya guci itu bakal membawa keberuntungan bagi pemiliknya. Memang benar, Matnur mendadak hidup makmur, karena tangkapan ikannya selalu berlimpah. Tak disadari nelayan muda inilah, kalau guci antik bisa menjelma menjadi Putri Melati yang secantik bidadari. 

Turis Grant dari sindikat penjualan benda-benda antik, mengincar guci tersebut. Dengan membayar penjahat yang menyamar sebagai garong, ia merebut guci antik. Muncul pula kawanan Sasagi dari Jepang, dan Roy pemimpin kelompok gangster perlente dari Jakarta yagn bentrok dengan sindikat Grant. Korban-korban mulai berjatuhan, bahkan si lugu Lebar juga tewas terbunuh. 

Matnur yang penasaran usaha mendapatkan kembali guci temuannya. Samar-samar terungkap, nun di zaman Majapahit dulu, Putri Melati dari Cina, bercinta dengan Panglima Muda. Keduanya dijatuhi hukuman mati. Putri Melati di bakar, abunya disimpan dalam guci antik. Rupanya Matnur adalah reinkarnasi, titisan dari sukma Panglima Muda ratusan tahun lalu. Mungkinkah sekarang cintanya dengan Putri Melati bisa terwujud?. 

Miniseri sebanyak tujuh episode ini, masing-masing dengan masa tayang 48 menit, ditayangkan di RCTI tiap Minggu malam mulai 16 Oktober dan berakhir 27 November 1994. Akhir episode ke 7 yang sengaja dibuat open ending, mengisyaratkan kelak masih bisa dibuat kelanjutannya lagi. ~MF 222/188/TH XI, 17 - 30 Desember 1994

ANGEL IBRAHIM

 


ANGEL IBRAHIM (berita lawas). Tuah dari kian maraknya sinetron di media televisi, tak pelak adalah makin berkibarnya nama para pemainnya. Ini wajar saja. Dan salah satunya pasti  tersebut nama Angel Ibrahim, yang sempat terorbit lewat serial sinetron Bella Vista di layar kaca RCTI. 

Namun sebenarnya itu bukan kemunculan yang pertama kali,baginya dilahan sinetron, karena sebelumnya pernah terjun didalamnya. Serial Komedi Gara-gara adalah kiprah pertama kalin baginya di jalur lakon televisi. Cuma karena ia tak rutin muncul dan malah sempat menghilang, maka namanya jadi tak sepopuler para pemain lainnya. Maka ketika turut mendukung Bella Vista banyak para permirsa yang tak begitu paham siapa dirinya. 

Perempuan kelahiaran Jakarta, 6 Mei 1969 ini pun sebenarnya berangkat dari layar lebar lewat film-film komedi bersama kelompok Warkop DKI. Satu diantaranya berjudul Salah Masuk, dirinya kebagian peran utama pendamping Trio lucu tadi. Dalam film laga Badai Laut Selatan juga terlihat Angel bermain meski hanya sekilas. Maka jelas Angel bukan terhitung pendatang baru di jagad seni peran tapi cukup punya jam terbang di bidang akting. 

Angel menyadari manfaatnya yang diperoleh dari keterlibatannya di lahan seni peran ini. Karena popularitasnya ikut membantu kelancaran urusan bisnisnya dengan berbagai kalangan. Kendati tak dengan sengaja dimanfaatkan, tapi toh berpengaruh juga posisinya sebagai artis yang telah punya nama. Urusan jadi lancar dan tak sampai berbelit-belit. Meski terkadang tak terhindarkan privacy-nya juga terusik dan tak bisa menghindar dari kejaran para pemburu berita. 

Soal ini yang memang terasa mengganggu , karena ada kesan artis dengan tinggi 168 cm ini agak tertutup. Ia cenderung menghindar dari publikasi dan sulit untuk diwawancarai. Kenapa bisa demikian? Apa takut dengan gosip-gosip yang bakal meruyak?

"Sebenarnya tidak begitu, bukannya saya tak mau di wawancarai. Cuma saya memang sibuk jadi takut tak bisa menepati janji. Sebagai public figure saya sadar akan konsekuensinya, termasuk gosip yang akan muncul. Ini sudah resiko, jadi saya telah siap menghadapi. Yang penting, sebagai artis saya tak berbuat macam-macam," tegasnya menepis nada sumbang terhadap dirinya. ~MF No. 243/209/XII/7-20 Oktober 1995

Saturday, August 15, 2026

SINETRON BELLA VISTA, KERAHKAN "VETERAN" BINTANG

 


SINETRON BELLA VISTA, KERAHKAN "VETERAN" BINTANG (sinetron lawas). Cerita dengan set mahal,mengangkt problema orang 'atas' menjadi trend dan digemari penonton televisi. Terbukti sinetron yang menjual mimpi macam Benagn Emas, Halimun, Bunga-Bunga Kehidupan, Pengantin Lari mendapat rating tinggi. Bahkan Benang Emas yang dibintangi Dede Yusur dan Ayu Azhari mencapai angka 52. Angka yang fantastis tentunya. Karenanya, stasiun RCTI dengan gagah berani menayangkan ulang sinetron yang di produksi 26 episode ini. 

Mencoba menyusul sukses Benang Emas, Multivision Plus production house yang paling produktif ini kembali memproduksi sinetron-sinetron dengan cerita yang lagi-lagi menjual mimpi indah. Kali ini Bella Vista (BV). 

Bella Vista, ceritanya ditulis oleh Nasri Cheppy yagn sekaligus bertindak sebagai sutradara , dan kali ini, sutradara yang namanya mengorbit setelah mengarap film laris Catatan Si Boy. "Pada dasarnya masyarakat kita senang mimpi, buktinya sinetron yang menjual mimpi, yang menceritakan kesusahan atau problematika 'orang atas' selalu digemari. Apalagi kalau kita tampilkan intrik-intriknya, " kata sutradara yang juga penulis cerita Benagn Emas ini.

Menurut Cheppy sebenarnya ia ingin menggarap sinetron yang menceritakan problematika masyarakat kebanyakan atau yang bawah sekalian. Tapi ketika mau memulai, ia selalu dihantui rasa takut tidak ditonton. 

"Buat apa menghadirkan sinetron yang tidak akan ditonton. Sekarang saya harus realistis dalam berkesenian, Karena kalau nggak realistis, kreatifitas saya sebagai seniman bisa mandul, " ujarnya. 

Karena untuk mendukung cerita yang ditulisnya, Chepy sekarang memilih pemain yang sudah mapan dan namanya bisa jadi jaminan. Dan di BV, Cheppy menghadirkan aktor-aktor mapan seperti Dwi Yan, August Melasz, Ira Wibowo, Fuad Baraja, Ryan Hidayat, dan Roy Marten. Malah untuk Roy, Chepy telah mampu meyakinkan Roy agar menggunakan vokal sendiri untuk sinetron kali ini. 

Selama ini yang menjadi problem besar mantan aktor idola remaja film Indonesia 1980an ini adalah vokal, dimana ia selalu menyerahkan kepada dubber. Kini, ia diminta mengisi suara sendiri. 

"Chepy lah yang meyakinkan saya, kalau vokal saya yang jelek ini tidak akan jadi masalah besar. Untuk itu saya ingin mencobanya, siapa tahu kehadiran saya akan mendapat tempat di hati pemirsa televisi, "ujar Roy Marten. 

Bella Vista adalah nama sebuah perusahaan dari naam kelompok perusahaan milik Benni Latin (Roy Marten), nnama BV diambil dari gabungan benni Latin dan istrinya Vivi Tamiya (Ira Wibowo).

Cerita dimulai ketika Benny Latin merindukan kehadiran seorang anak dari istrinya, tapi keinginan itu hanya jadi mimpi, karena menurut dokter, istrinya tidak boleh hamil. Karena dari hasil pemeriksaan terrnyata sang istri mengidap penyakit yang membahayakan jiwanya. Dokter minta pengertian kepada Benny agar mau menggugurkan kandungan istrinya saking kepinginny punya anak. Akhirnya walau kata dokter Vivi akan meninggal apabila melahirkan, ternyata diagnosa dokter meleset. Vivi melahirkan anak perempuan dengan selamat dan diberi nama Bella Tamiya. 

Setelah melahirkan Vivi mengalami kelumpuhan total dan membuatnya berbaring ditempat untuk selamanya. Kelumpuhan Vivi membuat Benni kehilangan semangat kerja dan hal ini membuat Vivi merasa kasihan dan menyuruh suaminya untuk kawin lagi. 

Kemudian Benni menuruti perintaan istrinya dan menikah dengan sekretarisnya yang bernama Lydia (Angel Ibrahim). Lydia mau menikah dengan Benni lantaran ia tidak pernah bahagia selama kumpul serumah dengan Roy (August Melasz), karena Roy tidak memiliki pekerjaan tetap. Dan menikahnya Lydia dengan Benni membuat Roy dendam dan berusaha menghancurkan bisnis Benni. 

Setelah setahun menikah pasangan ini dikaruniai seorang anak laki-laki yagn diberi nama Andre (Ryan Hidayat). Dan ternyata Andre bukan anak kandung Benni melainkan hasil hubungan gelap dengan Roy. Dan setelah melahirkan, ternyata Lydia sakit dan mengharuskan dirinya istirahat total. Dan sakitnya Lydia tentu membuat posisi sekretaris kosong, kemudian Lydia menyarankan agar Benni mencari sekretaris baru dan harus laki-laki. 

Dari hasil testing ternata terpilihlah Roy yang tidak lain mantan pacar Lydia. Karena kecerdasan dan kelincahannya membuat Benni menaruh simpatik pada Roy. 

Suatu hari Lydia berkunjung ke kantor suaminya, dan terkejutlah ketika ia tahu kalau sekretaris yang di puji-puji suaminya selama ini adalah mantan pacarnya. 

Walau Benni sudah berusaha baik, tidak melunturkan dendam pada Benni yang telah merebut kekasihnya. Dan Roy berusaha keras untuk menghancurkan usaha Benni. Andre tumbuh dewasa dengan penampilan yang ugal-ugalan dengan rambut gondrong dan anting di telinga. Penampilan Andre yagn urakan dimanfaatkan oleh Roy untuk menjembatani dendamnya. Bagaimana kelanjutannya? Seru kaaaan? ~MF 222/188/TH XI, 17 - 30 Desember 1994