BUDIYANTO S, BICARA TENTANG DAMAR WULAN (berita lawas). Sebuah wawancara dengan Budiyanto S, yang juga suami dari aktris Lina Budiarti yang dimuat di Majalah Film No. 408/374/XVII, 1-15 Februari 2002.
Cukup lama menghilang penulis komik, talenta scout kondang Budiyanto S dari pentas film nasional, kini kembali berkiprah di pentas sinetron sebagai produser Pelaksana griya produksi Mega Kreasi Production, milik Damoo Punjabi. Melihat sukses sinetron Prabu Siliwangi yang di tayangkan di SCTV, membuat Mega Kreasi semangat memproduksi sinetron sejenis, dan kini suami artis kawakan Lina Budiarti ini memproduksi sinetron Damar Wulan.
Berikut perbincangan dengan Budiyanto S di lokasi Syuting Damar Wulan di Banakan, Ciasem, Subang , Jawa Barat. berikut petikannya.
T : Bagaimana Ceritanya Anda bisa menduduki jabatan pimpinan produksi di Mega Kreasi Production?
J : Saya sudah bekerja di Mega Kreasi, dulu Parkit Film yang megang masih Pak Raam Punjabi, Pak Gobin dan Pak Damo, sudah 30 tahun. Sehingga beliau-beliau sudah tahu kemampuan kerja saya dan ketika Pak Raam membuat perusahaan Multivision Plus, Pak Gobin dengan mega Greasi dan Kami sepakat Mega Kreasi tidak akan memproduksi sinetron yang sama dengan produksi Multivision, karenanya produksi Mega Kreasi sinetron misteri dan laga klasik.
T : Sesuai tema sinetron yang di produksi yang bertema laga klasik dan horor, kenapa Anda memilih lokasi di perkampungan bukan di hutan atau perkebunan?
J : Pertama tanahnya masih murah, kebetulan orang tua saya memiliki tanah disini jadi tinggal nambahi saja dan Pemda setempat mendukung kami. Kalau kami menyewa, sewa tanah sekarang sangat mahal, sebulan bisa mencapai 15 juta rupiah. Sementara kalau biaya sewa kita belikan tanah disini, sudah dapat tanah hektaran. Dan buat kami dan kru, disini bagaikan surga kecil, kenapa begitu. Karena makanan disini murah, Fasilitas hiburan lengkap.
T : Berapa hektar tanah yang dibutuhkan untu membangun lokasi syuting di Blanakan ini?
J : Puluhan hektar, kami telah membangun set, membangun pondokan untuk artis dan kru. Fasilitas pondokan serba AC lengkap dengan perlengkapannya, sehingga kami berharap artis akan kerasan tinggal disini, Kami juga membangun pusat kesegaran yang tidak kalah dengan pusat fitness di Jakarta
T : Untuk apa membangun Pusat Fitness di lokasi?
J : Kami kan sering mendapatkan pemain yang badannya kurang bagus, terlalu kerempeng untuk ukuran sinetron laga klasik yang lebih banyak memamerkan bentuk badan. Sembari Syuting, kalau lagi break mereka bisa membentuk badan. Sehingga pada saatnya nanti, badannya sudah bagus dan sesuai kebutuhan cerita, untuk pemain yang telah memiliki bentuk badan yang bagus, mereka bisa menjadikan pusat fitness untuk refreshing kalau lagi nggak syuting.
T : Kenapa Prabu Siliwangi kalah populer dibanding Misteri Gunung Merapi, padahal sama-sama cerita misteri dan laga klasik?
J : Kalau dari segi cerita dan kualitas penggarapan kami tidak kalah, yang kalah jujur saya akui jam terbangnya. Misteri lebih dulu ditayangkan, Misteri sudah diproduksi 104 episode lebih sementara Prabu Siliwangi baru 54 episode, sehingga penonton Misteri sudah terbentuk, jadi layak lah kalau Misteri mendapat penonton lebih banyak dari kita.
T : Apa kelebihan Prabu Siliwangi dibanding Misteri?
J : Kalau Misteri kan khayalan sementara Prabu Siliwangi cerita sejarah, jadi sedikit banyak kita harus mengambil dari sejarah. Dan sejarah kan biasanya banyak ceritanya ketimbang adegan laganya, tapi kalau Prabu Siliwangi kami coba mengkombinasikan antara laga dan drama, "60an - 40an karena bagaimanapun sinetron kan tontonan yang dituntut menghibur, nah kalau sinetron laga klasik nilai menghiburnya kalau banyak adegan berantemnya. Disamping ditambah atau dibumbui sesuatu yang bisa menarik ceritanya.
T : Apa Alasan menggarap Damar Wulan?
J ; Kalau Prabu Siliwangi mengangkat cerita dari tanah Pasundan nah, agar penonton nggak jemu, saya mencoba mengangkat cerita dari daerah lain. Yakni daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur, apa cerita yang tidak kalah menarik dari Prabu Siliwangi? ya Damar Wulan.
T : Apa Kelebihan Damar Wulan dibanding Prabu Siliwangi?
J : Sama-sama populer, hanya saja Damar Wulan populer di dua propinsi yakni Jawa Tengah dan Jawa Timur sehingga banyak diangkat ke drama-drama panggung dengan berbagai versi daerah. Seperti di sinetron ini, Damar Wulan ini kami angkat dari komik saya Jadi menurut saya cerita Damar Wulan lebih populer.
T : Tadi Anda mengatakan kalau Damar Wulan ini diambil dari komik yang anda tulis, untuk 26 episode yang akan di produksi butuh berapa buku?
J : Dulu saya membuat komik Damar Wulan hanya 3 buku, kenapa hanya 3 buku karena kalau kebanyakan komiknya takut bosan. Karena daya minat baca masyarakat dulu 'kan masih rendah sehingga cepat bosan kalau membaca buku. Makanya dalam membuat komik, saya singkat-singkat.
T : Syamsul "Basir" Gondo, kan lebih dikenal di Misteri Gunung Merapi, sekarang anda tampilkan di Damar Wulan apa nanti nggak rancu malah bisa-bisa anda dituduh plagiat?
J : Basir sudah bais kontraknya dengan Misteri Gunung Merapi dan saya juga nggak mau ngambil pemain yang masih terikat kontrak dengan PH lain. Kalau kemudian saya mengambil Syamsul 'Basir' Gondo, kebetulan Damar Wulan kan memiliki Punakawan sehingga kami membutuhkan sosok seperti Syamsul Gondo dan secara kebetulan kontraknya sudah habis, ya jadi kami kontrak.
T : Di Damar Wulan sendiri, untuk menarik pemirsa berapa persen unsur komedinya?
J : Nggak banyak supaya penonton penasaran saja. karena kalau kebanyakan komedi takut rancu, Damar Wulan kan bukan sinetron komedi.
T : Dibanding set Misteri dan Angling Darma, set Damar Wulan nampaknya terlalu sederhana?
J : Ya kami membangun set ini masih dalam tahapan, kami bangun yang penting-penting. Sementara Misteri dan Angling Dharma jauh lebih dulu sehingga setnya jauh lebih sempurna ketimbang kami. Nantinya perlahan-lahan kami akan buat set yang sempurna.
T : Dibutuhkan biaya berapa untuk membangun set Damar Wulan?
J : Tahap pertama sekitar Rp 300juta, alokasi dananya bisa mencapai 1 milyar lebih.
T : Nampaknya Pemda akan menjadikan Set Damar Wulan menjadi tempat Pariwisata?
J : Begitu antusiasnya masyarakat menyambut tempat suting kami, sehingga orang-orang datang dari berbagai daerah untuk menyaksikan syuting kami. Sehingga Pemda melihat potensi pariwisata buat kami nggak masalah. Karena ini sinerti yang saling menguntungkan.
T : Untuk sinetron kolosal seperti Damar Wulan berapa biaya idealnya?
J : Satu episodenya bisa mencapai Rp. 125juta
T : Kenapa pemain topnya cuma dua orang, Sarah Azhari dan Rizal Djibran?
J : Di sinetron laga klasik macam Damar Wulan memang tidak membutuhkan banyak pemain top kenapa begitu? Supaya nilai sejarahnya bisa ditangkap jelas oleh penonton, misal pemain utama Damar Wulan, Lydya Kandou dan Rudy Salam, nanti orang bingung ini sinetron Pernikahan Dini atau Damar Wulan. Sekalipun banyak pemain baru tapi kami tetap mengutamakan kecantikan dan ketampanan pemain. Sehingga pemirsa tetap akan menhan remotenya untuk tetap menonton sinetron kami.
T : Damar Wulan akan digarap berapa episode?
J : Untuk tahap pertama akan diproduksi 26 episode dan kalau memang sambutan masyarakat bagus, kami akan memproduksi 26 episode lagi.
T : Tapi kenapa kontrak untuk pemain per 7 episode?
J : Untuk mengantisipasi kalau ada pemain atau kru yang trouble misal pada episode 3 atau 5 ternyata ada pemain bermasalah kan kita bisa langsung ganti.
T : Bagaimana mengantisipasi pemain yang double job?
J : Sebelum tanda tangan kontrak kita nanya dulu, lagi dikontrak sama PH mana. Kalau memang lagi dikontrak kita minta betul kepada pemain untuk benar-benar menyepakati kerjasama. Misal kami dikasih hari Minggu dan senin pada hari itu harus ada di lokasi. kalau itu diingkari , ya langsung kami ganti. ~~~~~~~~~~~~~

No comments:
Post a Comment