Wednesday, August 26, 2026

RAHMAN YACOB, BUKAN ARTIS DRAMA

 


RAHMAN YACOB BUKAN ARTIS DRAMA (berita lawas). Pria ini telah tampil di layar gelas sejak tahun 1982, yang langsung dikenal sebagai artis TVRI. Rahman Yacob, Assisten Dosen IKJ (dulu, kalau sekarang kayaknya Dosen ya) ini toh berang disebut aktor drama. Pasalnya ketika dia suting di Slawi, merasa terhina di panggil aktor drama. 

"Saya memang lahir di TVRI, karena sudah tak terhitung lagi berapa judul film yang telah saya lakoni, "kata pria yang lahir di Bandar Lampung ini. 

"Bukan berarti saya tidak bisa memerankan tokoh apa saja. Jelas saya anak teater, "ujar pria berbintang Aquarius ini membela diri. Karena terlalu sering tampil pada film TVRI, Rahman jadi hati-hati untuk tampil di layar perak. Dia merasa sudah dikenal, sehingga dia takut untuk tampil jelek di film nasional. "Efeknya banyak lho. Sebab penggemar saya kan telah simpatik kepada saya. Begitu melihat penampilan saya jelek di film, wah itu berabe,"lanjutnya. 

Matnoor Tindaon tertarik untuk memakai Rahman dalam film "Perjalanan Hati Nurani" tulisan Emil Sanossa, yang telah selesai pengambilan gambarnya pada akhir bulan September lalu di Jawa Tengah. Adakah karena film TV Perjalanan Hati Nurani sambungan dari Yang Luruh Yang Tumbuh, yang telah di putar beberapa bulan lalu?

"Saya kira tidak, Bang Matnoor bisa saja menggantikan saya dengan yang lain. Sebab itu bisa terjadi. Seperti contoh mendiang Tiar Muslim menggarap film TV "Saat Tebu Telah Berbunga" pada tahun 1986. Film Emil ini sambungan dari film-film lain seperti  saya sebagai Sutaji, tokoh ini pernah diperankan oleh artis lain. "kata aktor jebolan SMA I Tanjungkarang ini. Agaknya Rahman di bawah tangan Matnoor lebih hidup. Sebab dia mencoba menyelami sosok Sutaji, dan bukan sosok Rahman Yacob yang seorang Asdos. 

Untuk bergelut dalam dunia seni peran , bagi Rahman tidak ada peran kecil. Baginya semua sama saja. Semua sosok ingin digarapnya. "Seorang aktor harus bisa memerankan karakter apa saja. Apalagi saya masih belajar, "katanya merendah. Untuk memantapkan aktingnya, Rahman Yacob tak bosan-bosannya melatih diri, melakukan latihan olah tubuh setiap harinya. Sampai istrinya merasa jenuh kepadanya. "Karena sudah dunia saya, istri saya akhirnya dapat memakluminya, "katanya.

Kalau di hitung banyak sudah jebolan IKJ mencuat lewat media pemerintahan itu. Tapi tak jarang pula diantaranya enggan tampil di TVRI kembali. Alasannya mereka sederhana saja, tidak ada waktu. Tpai tidak begitu dengan Rahman Yacob, walau kelak berjaya, dia juga akan tampil pula di TV, "Sungguh saya tidak bisa melupakan TVRI, "katanya memuji. 

Banyak sudah satu angkatannya di IKJ telah mencuat namanya, namun dia tak iri. Oleh karena itu Rahman tetap menimba ilmu karakter, "Kelak satu saat saya juga bisa berjaya, "katanya pasti. ~MF 087/55/Tahun VI, 28 Okt - 10 Nov 1989


No comments:

Post a Comment