RAPI FILM, ARTIS DAN KRU ASET YANG MESTI DIJAGA(berita lawas). Untuk film layar lebar, Rapi Film boleh disebut sebagai perusahaan film paling produktif. Ketika produser film lain berguguran menghadapi kenyataan seperti sekarang ini, Rapi justru sebaliknya, tetap bertahan dan berlenggang.
Ketika perusahaan film lain seperti Parkit, Soraya, pancaran dan Rana Artha Film sudah banting setir ke sinema elektronik dan berjaya disana, Rapi memilih berbaris paling belakang merambah jalur sinetron.
Setelah peta sinema TV dikuasai, Rapi langsung merangsek ke 'medan perang'. Sebagai gebrakan perdananya, diproduksilah Noktah Merah Perkawinan (NMP). Sinetron yang dibintangi Ayu Azhari dan Cok Simbara itu langsung mendapat samutan masyarakat luas dan ratingnya langsung meroket ke papan atas.
Keberhasilan sinetron NMP, bagi jajaran Rapi merupakan tantangan berat yang harus dihadapi dengan karya nyata yang lebih bagus dari sebelumnya. Lantaran tidak diperkirakan sebelumnya bakal meraih sukses. Maka pihak Rapi juga tidak menyiapkan kelanjutan cerita Noktah merah Perkawinan.
"Sebenarnya sangat menyesal tidak dapat memproduksi kelanjutan Noktah Moerah Perkawinan dalam waktu singkat. Bisa saja kami langsung memproduksi sewaktu Noktah masih menayang tapi kami tidak mau gegabah seperti itu. Justru dibalik kesuksesan itu kami perlu membenahi kelemahan-kelemahan yang kami rasakan untuk penyempurnaan di episode berikutnya, "Papar Gope T Samtani produser Rapi Film.
Selain menyiapkan NMP seri kedua, Rapi juga tengah memproduksi sinetron kolosal yang juga bakal merebut penonton yakni Jaka Sembung yang di produksi 26 episode untuk tahap pertama.
Berangkat dari kesuksesan Jaka Sembung di film layar lebar yang dibintangi oleh Barry Prima Gope berkeyakinan Jaka Sembung sinetron juga akan digemari masyarakat. Keyakinan itu didasari dari cerita yang sudah dikenal luas seperti Si Doel, selain juga trik-trik yang akan ditampilkan Jaka Sembung, sinetron jauh lebih menarik dan trik baru. Karenanya, budget untuk Jaka Sembung jauh lebih tinggi ketimbang NMP maupun drama sejenis.
"untuk Jaka Sembung kami tidak main-main. Biaya produksinya tiga kali lipat biaya produksi sinetron drama. Hal ini dimungkinkan karena kmi menggunakan ratusan pemain, trick dan effect khusus, "ungkap Gope.
Sebagai pengusaha film tulen, Gope melihat peluang bisnis rumah produksi jauh lebih menguntungkan ketimbang film yang tidak jelas nasibnya. Karena , Gope tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Ditengah Jaka Sembung melakukan suting, Rapi kini tengah menyiapkan cerita baru yang tidak kalah menariknya. Sundel Bolong yang sukses di layar lebar, Manisnya Cinta, Ratapan Anak Tiri dan Serpihan Mutiaran Retak.
"Target kami tahap pertama pertahunnya 150 jam, dengan 6 judul dan perjudulnya 25 episode. Secara perlahan akan kami tingkatkan, hingga benar-benar ideal, "Ujar Gope.
Menyoal tentang banyaknya cerita film layar perak yang disinetronkan menurut Gope tidak menjadi masalah. Justru hal itu sangat bagus. Minimal masyarakat akan penasaran apa sinetronnya lebih bagus dari layar lebar atau sebaliknya.
Ditengah booming sinetron , bukan permasalahan mudah mencari pemain dan kru. Tapi masalah itu buat Rapi tidak menjadi kendala yang berarti. Apa resepnya? "Kami mencoba menganggap bahwa artis dan kru adalah aset yang mesti dijaga dan kami memperlakukan mereka sama rata. Artisnya artis 'a' yang kebetulan pemeran utama minum coca cola ya , artis lain juga minum coca cola. Begitupun soal bayaran, sebelum keringat mereka kering, kami sudah bayar. Jadi mereka tidak kapok, dan yagn terpenting mereka kami anggap keluarga besar Rapi, "jelas Gope panjang lebar.
Rapi memang tidak hanya piawai dalam memproduksi sinetron yang enak ditonton tapi juga mempu menunjukkan bahwa kualitas adalah diatas segalanya. Terbukti sinetron perdananya, Noktah merah Perkawinan selan meraih rating tertinggi juga mampu masuk sinetron pilihan dalam penyelenggaraan Festival Sinetron Indonesia tahun 1996 .
~~MF 271/237/XIII/2-15 November 1996

No comments:
Post a Comment