Showing posts with label Gope T Samtani. Show all posts
Showing posts with label Gope T Samtani. Show all posts

Thursday, August 20, 2026

RAPI FILM, ARTIS DAN KRU ASET YANG MESTI DIJAGA

 


RAPI FILM, ARTIS DAN KRU ASET YANG MESTI DIJAGA(berita lawas). Untuk film layar lebar, Rapi Film boleh disebut sebagai perusahaan film paling produktif. Ketika produser film lain berguguran menghadapi kenyataan seperti sekarang ini, Rapi justru sebaliknya, tetap bertahan dan berlenggang. 

Ketika perusahaan film lain seperti Parkit, Soraya, pancaran dan Rana Artha Film sudah banting setir ke sinema elektronik dan berjaya disana, Rapi memilih berbaris paling belakang merambah jalur sinetron. 

Setelah peta sinema TV dikuasai, Rapi langsung merangsek ke 'medan perang'. Sebagai gebrakan perdananya, diproduksilah Noktah Merah Perkawinan (NMP). Sinetron yang dibintangi Ayu Azhari dan Cok Simbara itu langsung mendapat samutan masyarakat luas dan ratingnya langsung meroket ke papan atas. 

Keberhasilan sinetron NMP, bagi jajaran Rapi merupakan tantangan berat yang harus dihadapi dengan karya nyata yang lebih bagus dari sebelumnya. Lantaran tidak diperkirakan sebelumnya bakal meraih sukses. Maka pihak Rapi juga tidak menyiapkan kelanjutan cerita Noktah merah Perkawinan. 

"Sebenarnya sangat menyesal tidak dapat memproduksi kelanjutan Noktah Moerah Perkawinan dalam waktu singkat. Bisa saja kami  langsung memproduksi sewaktu Noktah masih menayang tapi  kami tidak mau gegabah seperti itu. Justru dibalik kesuksesan itu kami perlu membenahi kelemahan-kelemahan yang kami rasakan untuk penyempurnaan di episode berikutnya, "Papar Gope T Samtani produser Rapi Film. 

Selain menyiapkan NMP seri kedua, Rapi juga tengah memproduksi sinetron kolosal yang juga bakal merebut penonton yakni Jaka Sembung yang di produksi 26 episode untuk tahap pertama. 

Berangkat dari kesuksesan Jaka Sembung di film layar lebar yang dibintangi oleh Barry Prima Gope berkeyakinan Jaka Sembung sinetron juga akan digemari masyarakat. Keyakinan itu didasari dari cerita yang sudah dikenal luas seperti Si Doel, selain juga trik-trik yang akan ditampilkan Jaka Sembung, sinetron jauh lebih menarik dan trik baru. Karenanya, budget untuk Jaka Sembung jauh lebih tinggi ketimbang NMP maupun drama sejenis. 

"untuk Jaka Sembung kami tidak main-main. Biaya produksinya tiga kali lipat biaya produksi sinetron drama. Hal ini dimungkinkan karena kmi menggunakan ratusan pemain, trick dan effect khusus, "ungkap Gope. 

Sebagai pengusaha film tulen, Gope melihat peluang bisnis rumah produksi jauh lebih menguntungkan ketimbang film yang tidak jelas nasibnya. Karena , Gope tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Ditengah Jaka Sembung melakukan suting, Rapi kini tengah menyiapkan cerita baru yang tidak kalah menariknya. Sundel Bolong yang sukses di layar lebar, Manisnya Cinta, Ratapan Anak Tiri dan Serpihan Mutiaran Retak. 

"Target kami tahap pertama pertahunnya 150 jam, dengan 6 judul dan perjudulnya 25 episode. Secara perlahan akan kami tingkatkan, hingga benar-benar ideal, "Ujar Gope. 

Menyoal tentang banyaknya cerita film layar perak yang disinetronkan menurut Gope tidak menjadi masalah. Justru hal itu sangat bagus. Minimal masyarakat akan penasaran apa sinetronnya lebih bagus dari layar lebar atau sebaliknya. 

Ditengah booming sinetron , bukan permasalahan mudah mencari pemain dan kru. Tapi masalah itu buat Rapi tidak menjadi kendala yang berarti. Apa resepnya? "Kami mencoba menganggap bahwa artis dan kru adalah aset yang mesti dijaga dan kami memperlakukan mereka sama rata. Artisnya artis 'a' yang kebetulan pemeran utama minum coca cola ya , artis lain juga minum coca cola. Begitupun soal bayaran, sebelum keringat mereka kering, kami sudah bayar. Jadi mereka tidak kapok, dan yagn terpenting mereka kami anggap keluarga besar Rapi, "jelas Gope panjang lebar. 

Rapi memang tidak hanya piawai dalam memproduksi sinetron yang enak ditonton tapi juga mempu menunjukkan bahwa kualitas adalah diatas segalanya. Terbukti sinetron perdananya, Noktah merah Perkawinan selan meraih rating tertinggi juga  mampu masuk sinetron pilihan dalam penyelenggaraan Festival Sinetron Indonesia tahun 1996 . 

~~MF 271/237/XIII/2-15 November 1996

Wednesday, December 10, 2025

BINTANG FILM DADAKAN, GOPE SAMTANI ,CASTING COCOK TIDAK PROBLEM


GOPE SAMTANI, CASTING COCOK TIDAK PROBLEM DENGAN BINTANG FILM DADAKAN. Banyak artis film melejit dari seorang produser. Sementara sang artis itu sendiri  tidak pernah bergelut dalam dunia film seperti Barry Prima, Yessy Gusman dan lain-lain. Bag Gope Samtani salah seorang produser film nasional berpendapat," Tidak ada masalah memakai artis apa saja, yang tanpa dilatarbelakangi kemampuan akting. Keberanian seorang produser seperti ini adalah untung-untungan."

"Bagi saya memakai artis yang bukan bergelut di dunia film tidak problem. Yang penting artis itu cocok dengan peran yang di berikan," kata Gope Samtani. Karena dunia film merupakan kerja kolektif, apakah sang artis itu sendiri merepotkan ketika pengambilan gambar? misalnya seperti Barry Prima yang seorang Taekwondoin ketika pertama kali suting film. 

"Memang saya yang pertama memakai Barry Prima, tapi sebelumnya kami sudah berpikir matang ke arah itu dan artis itu sendiri ternyata tidak merepotkan," katanya . Secara terus terang Gope juga menambahkan "Selama produksi saya tidak pernah mengalami hambatan. 

Selain Barry Prima dan Yessy Gusman, Gope Samtani juga dikenal sebagai produser yang banyak mengorbitkan artis nasional. Lalu resep apa yang di lakukan Gope, sehingga dia bisa sukses?

"Bagi kami yang penting cocok. Semisal kami memakai Elyas Pical, tentu kami sedang memproduksi film bertemakan tinju. Dan tidak akan memakai untuk film bertemakan drama," sambungnya. 

Sukses atau tidak sebuah film yang memakai artis berperan ganda seperti puny alatar belakang penyanyi, peragawan, pelawak dan atlit atau apa saja tergantung persiapan yang matang. Tidak berupa gagah-gagahan, atau ingin cepat dapat untung tanpa memperhitungkan segalanya. Karena perhitungan itu membuat Gope Samtani tidak pernah mendapat kendala ketika mengorbitkan seoragn bintng yang bukan artis film. Hambatan yang di hadapi ketika suting memakai bintang berperan ganda adalah faktor mental artis itu sendiri. Karena sudah ada perjanjian antara artis dan produksi sebuah film.