Wednesday, September 30, 2026

SINETRON : PARIBAN DARI BANDUNG, MENGUAK KERUKUNAN ADAT

 


Tidak Banyak sinetron yang temanya menggarap kehidupan antar suku yang ada di Indonesia. Dan salah satunya adalah "Pariban Dari Bandung" karya Edward Pesta Sirait, sutradara yang sudah cukup banyak menggelar film layar lebar. Kini, Edward terjun ke sinetron lagi, dan karyanya yang kedua ini dan sedianya ditayangkan di layar TPI pada bulan Maret 1993, sedang memasuki tahap editing pihak penggarap, PT. Cipta Isthika Rucitra Indonesia. 

Dua kubu yang dibaurkan dalam sinetron yang proses sutingnya ditargetkan 4 bulan, namun berhasil diselesaikan hanya dengan 3,5 bulan ini, adalah dari suku Sunda dan Batak. Dimana mempertentangkan kedua suku. Namun justru harmonisasi perkawinan beda suku mereka justru mencuat cerita yang cukup menarik. Sebelum ini, Edward pernah membuat sinetron Suster Bulan. 

Awal Cerita dimulai dari kehidupan rumah tangga Asep Sastranegara (Robert Syarif) yang asal Parahiyangan serta Nurmala (Tarida Gloria), wanita Tapanuli, yang meski lain suku dan latar budayannya, namun digambarkan hidup ideal. Keduanya juga dikaruniai 3 orang anak serta menetap di Kalimantan. 

Namun setelah mereka masuk ke dalam jenjang usia tua dan selama ini lalai dan larut dalam waktu, belum pernah berkunjung bahkan berkirim surat selembarpun pada keluarga yang di Medan. Baru setelah berada di Bandung, serta anak sulung mereka, Daniel (Cok Simbara) berhasil menjadi seorang pengusaha muda sesuai dengan keahliannya sebagai insinyur ITB dan MSC dari Amerika. 

Kebanggaan Asep dan Nurmala akan keberhasilan Daniel sebetulnya selalu di gelisahkan oleh ketenangan Daniel yang pada usia ke 34 tahun seakan tak punya waktu dan minat untuk berumahtangga. Sehingga suatu saat Daniel mau mengembangkan usahanya ke Batam, ibunya meminta agar mampir ke Medan untuk mengunjungi Tulang (Paman) dan Paribannya (Anak gadis paman). Daniel yang menginginkan wanita yang bakal menjadi istrinya nanti tidak hanya melihat kedudukan maupun kekayaan semata. Maka dengan mengisyaratkan pada seluruh keluarganya agar kunjungannya ke Medan nanti dengan caranya sendiri. Terutama dalam melekatkan hubungannya dengan calon istrinya. 

Konflik cerita dari sinilah berawal. Dimana munculnya Daniel yang dengan penampilan seorang pemuda miskin serta bego, sangat menghancurkan harapan Paribannya, Betty (Nella Regar). Mengingat bualnya kepada semua orang-orang yang dekat dengan gadis ini maupun sahabat-sahabatnya di kampus, bahwa lelaki yang akan menjadi pacarnya, sekaligus calon suaminya adalah pemuda intelek, terhormat sekaligus kaya. 

Kekuatan permainan Cok Simbara yang sekaligus memainkan dua peran antara pemuda kota, kaya dan intelek, serta merubah menjadi lugu, miskin dan tentunya diperhinakan. Juga sosoknya sebagai lelaki yang perilakunya melebur dari perpaduan Batak-Sunda, memperkuat perannya. Hingga sebagai  hitam putih, kasar, gagah dan terpelajar, lembut, bego namun kritis, dimankan secara lentur oleh Cok dalam perannya sebagai Daniel. 

Namun seperti yang diungkapkan oleh Edward PS, bahwa ia sangat memuji oleh jempolnya akting Nella Regar. Mengingat dunia akting, baik film maupun sinetron hal yang betul-betul baru bagi keberadaannya sebagai penyanyi. Disinilah muncul kesabaran serta penanaman pemahaman Edward sebagai sutradara. Dari keragu-raguan Nella saat disodorkan peran , namun justru jadi lebur oleh minatnya artis ini yang cukup besar untuk mencoba langkah baru di dunia akting. 

Ternyata, bakat Nella yang sudah lama terpendam perlahan-lahan mencuat. Cocoknya sebagai gadis Batak, walau tidak seluruhnya ditunjang oleh karakternya yang kebetulan dialiri darah Sumatera Utara. Karena ayahnya yang memang berasal dari sana, serta memiliki marga Siregar. Namun ia ternyata punya tingkat santun yang cenderung nyunda berkat didikan ibunya, berasal dari Parahiyangan, Garut. 

Padahal dalam perannya sebagai Betty, gadis Batak yang masih totok. Disertai warna perilaku, yang sombong, kasar serta sok intelek. Sosok ini mampu diwujudkan oleh Nella. Tak kalah dengan kemampuan Cok Simbara dalam perannya sebagai Daniel. Nilai lebihnya adalah , cok tentunya sudah tak asing dalam memainkan peran dihadapan kamera film maupun TV. 

Secara keseluruhan cerita Pariban Dari Bandung yang kisahnya berasal dari cerita bersambung yang dimuat di Sinar Indonesia Pembangunan (SIP) karya Arifin Siregar, sebetulnya sudah cukup lama mengendap di benak Edward. Hanya baru sekarang tiba kesempatan untuk menumpahkan mencari karya sinetronnya. Sedangkan pendukung dari penggarapannya adalah Nestor Rico Tambunan (Skenario), Yusup/Fauzy (Kameramen), Edward Pesta Sirait (Editor) Indah/Charles (Tata Rias) dan Tarida Panjaitan (Musik). 

Para pemain yang menurut Edward, hampir semua berasal dan memahami adat istiadat Batak serta Sunda, yakni Cok Simbara, Nella Regar, Robert Syarif, Ida Kusumah, Ully Artha, Tarida Gloria, serta pendukung dari Sanggar Devimir, Bandung. Serta para pemain dari Medan. 

Penayangannya yang dipastikan di layar TPI sebanyak 10 sd 12 episode, memakan waktu 30 menit setiap episode. 

~MF No. 174/141/TH.IX, 6 - 19 Maret 1993


Tuesday, September 29, 2026

EENG SAPTOHADI : SANGAT DISAYANGKAN ARTIS YANG BERORIENTASI PADA JOB


EENG SAPTAHADI : SANGAT DISAYANGKAN ARTIS YANG BERORIENTASI PADA  JOB (berita lawas). Lama sudah Eeng Saptohadi tak ketiban tawaran untuk berlakon di film. Kondisi perfilman negeri ini masih di tutupi awan tebal. Tapi tidak begitu dengan seni peran, media sinetron masih menghembuskan angin segar. Semakin tegarnya TV swasta dan menjamurnya Production House (Rumah Produksi) membuat artis mendapat nafas baru. 

"Banyak peran menghampiri, banyak pula yang saya tolak. Bukan soal honor, tapi soal peran yang akan dilakoni, "kata artis jebolan IKJ ini.

Awal tahun 1993, Eeng langsung di berondong tawaran dan semuanya untuk media televisi. Sekian banyak Eeng hanya menerima Untung Nak (TVRI), Badai Pasti Berlalu (TPI) dan sinetron Rumah Tuhan Rumah Kehidupan (TPI).

Bagi Eeng untuk menjadi artis di negeri ini banyak pengorbanan. Sebab, artis Indonesia harus lebih pintar, punya waktu, lebih cerdas, lebih ngotot dan harus bisa segalanya. "Karena iklim yang menciptakan artis Indonesia harus bersikap seperti ini. Sebab, berurusan dengan ngepulnya dapur sang artis. Honor artis di negeri ini sangat minim sekali. Karena itu ia terjebak kerja rutinitas, begitu ia selesai berlakon, mau tidak mau menerima pesan apa aja. Kalau sudah terjebak dengan iklim ini maka kreatifitas akan buntu, "ujarnya berapi-api. 

Justru itu tak jarang Eeng mengorbankan honornya hanya untuk membeli kostum. Untuk supaya tampil eksis, bila mendapat peran beruntun, tak jarang mengurung diri di kamar untuk analisa skenario. "Kan sudah saya katakan artis Indonesia harus bisa menitih bui. Dengan honor kecil harus bisa berakting semaksimal mungkin,"kilahnya. Maka tak berlebihan bila banyak orang mengatakan bahwa artis Indonesia di dalam satu atmosfir memeras akting. "Akhirnya lupa bagaimana caranya mengembangkan akting. Seperti inilah iklim artis Indonesia, "lanjutnya. 

Eeng mengakui ia juga terjebak dengan kenyataan itu, tapi ia tetap mencoba keluar dari lingkaran atmosfir yang gelap gulita itu. Meski  ia juga salah seorang pengajar IKJ, untuk menjadi  seorang aktor perlu jam terbang tertentu dalam seni peran. "Jam terbang bisa dilakukan di film, sinetron maupun panggung, semua itu aalah medianya untuk seorang aktor, dengan bahasa kerennya media ekspresi".

Eeng mencoba melawan iri walau dalam keadaan krisis setia dengan keinginan jiwanya, menjadi seorang aktor. "Cukup banyak artis di negeri ini orientasinya adalah job. Ini sangat disayangkan. 

Di Indonesia masih mejual yang namanya fisik, bukan menjual ilmu. Orientasinya masih fisik, "ada sebuah istilah. Biarkan tokoh itu mencari manusianya. Watak yang ada di dalam skenario akan mencari manusianya. Seorang pemain harus ada dialog antara penulis skenario dan sutradara. Sampai mencapai yang namanya kesepakatan dalam persepsi. Begitu sudah ada kaa sepakat, barulah  ia mncari manusianya. Jadi bukan karena komersial dari apapun namanya. 

Obsesi Eeng sebagai seorang pelakon cukup sederhana dalam jangka dekat ini, katanya "Kita sudah kalah di bioskop tapi jangan kalah dirumah kita sendiri. Sebab, bila kesenian dicampur adukan dengan birokrasi, pasti akan timbil keterbatasan-keterbatasan. Kita perlu keterbatasan-keterbatasan. Kta perlu kebebasan dan kemerdekaan untuk  berkesenian apapun namanya. 

Karena itu Eeng mempersiapkan moral untuk berkarya meski sekarang ini ia hanya menjadi seorang pemain. "Hanya kematian yang memisahkan saya dengan seni peran,"katanya dengan bersemangat. Ada PH yang menawarkan kepadanya untuk menjadi sutradara, kontan ditolaknya. Alasannya ia masih setia dengan profesi yang digelutinya. 

"Mulai tahun gajah, tetap saja honor sinetron selalu kecil. Bagaimana seorang artis bisa bermain baik, bila honor yang diterimanya pas-pasan? sampai saat ini saya hanya menyampaikan kepada  semua PH supaya meningkatkan kualitas sinetron maupun pemberian honor  kepada pemainnya. Menurut saya, selama saya berlakon dalam sinetron hanya "Tasi Oh Tasi" sutradara Arifin C Noer, yang memberikan honor paling besar, "katanya dengan tangan gemetar. ~MF No. 174/141/TH.IX, 6 - 19 Maret 1993




Monday, September 28, 2026

ERVAN YUDHA, DAPAT PERAN MALAH SUSAH

 


ERVAN YUDHA, DAPAT PERAN MALAH SUSAH (berita lawas). Katanya ia tidak merasa 'tolol' meninggalkan bangku kuliah untuk film. Padahal tak selamanya dunia ini menjanjikan harapan baik. Ada apa dengan anak muda ini hingga nekad berlaku seperti itu?

"Cukup lama saya ingin bergelut di film. Keinginan yang membuat saya berani bertaruh,"katanya. 

Diselidiki, ternyata di UNRI (Universitas Riau) ia tidak menemukan bentuk pengembangan bakat. Akibatnya Ervan Yudha mandek di Fak. Ilmu Pemerintahan sampai semester II. "Ketika kuliah berlangsung, pikiran senang melayang-layang jadi artis. Semangat ke Jakarta pun menggebu-gebu,"kata pemuda kelahiran Pekanbaru 13 Maret 1969 ini. 

Setelah tekad diambil, apapun persoalannya harus ditempuh dan pemuda yang memiliki tinggi 176 cm ini terdampar di ibukota. "Jalan hidup yang saya pilih dunia peragawan. Dari situ saya mencari loncatan ke film. Bukan gampang mendapatkan koneksi di film, "ujarnya. Nasibnya mujur, anak ke2 pasangan Yul Akib dan Wirda tergaet dalam film Peluk Daku dan Lepaskan. 

"Lewat film ini peran saya tidak berarti. Saya tetap bertekad maju, malahan keluarga dan teman-teman mencemooh tapi saya tidak perdulikan, katanya. 

Dengan pengetahuan minim di bidang akting, Ervan terseok-seok mendekatkan diri  pada orang film. Tak jarang muncul ke perusahaan film untuk melamar. Tak jarang pula oang-orang menolaknya mentah-mentah. 

Tjut Djalil, sutradara gaek itu yang memberikan kesempatan lewat film Misteri Janda Kembang, sebagai pemeran pembantu utama. Tokoh Arman, dalam lakon kedua ini, menjanjikan harapan, asalkan berani beradegan cinta. "Saya buang rasa sungkan. Biarlak komentar orang bermacam-macam. yang penting saya kerja, "katanya. Hati kecilnya katanya menolak untuk beradegan ranjang dengan Sally Marcellina. 

"Ketika mendapat peran pembantu utama, saya malah susah, nyaris putus dengan pacar" katanya dengan gelak yang lepas. Takut di cap artis tanpa akting, maka dengan penuh semangat, hari-hari berikutnya melatih diri dalam akting. "Caranya saya latihan ekspresi depan kaca. kadang-kadang muka dibuat macam-macam.

Niatnya menolak awaran adegan ranjang, tiba-tiba Sisworo Gautama, sutradara spesial horor menawarkan peran seperti Tjut Djalil. Ervan puyeng sendiri. Mau menolak kesempaa lain belum juga datang. "karena ada ksempatan lagi, saya persetankan niat tadi. maka berlakonlahsaya dalam film Ajian Ratu Laut Kidul". Rupanya pengorbanan untuk filmnya yang ke 3 itu cukup besar. Sudah adegan ranjang, kepala pun harus dibotaki. 

"Pokoknya, kalau untuk film sekarang saya rela diapakan, yang penting dapat menunjang karier, "tekadnya. Rupanya melihat kondisi Ervan yang sudah berantakan di film, sang pacar malah jadi kabur. "Masak saya serius di film dibilang berantakan? Di film kan harus ada pengorbanan. Kalau tak mau memberi pengertian buat apa punya pacar?". ~MF No. 150/117/TH VIII, 28 Mar - 10 Apr 1992


Sunday, September 27, 2026

JEMMY GIDEON,

 


JEMMY GIDEON (berita lawas). Eksistensi Jemmy Gideon sebagai pelawak tak diragukan lagi. Tapi, untuk pertama kali mendampingi Lydia Kandou, buat sinetron RCTI Gara-Gara, kepiawaiannya seabgai pelawak masih harus diuji. 

"Kalau kamu bisa membuat semua hadirin tertawa, maka kau diberikan kepercayaan melakoni Gara Gara, "ujarnya menirukan omongan sang produser. Nasib baik masih menyertai Gideon Group, ketika tampil di Hotel Borobudur, semua hadirinbisa ngakak, termasuk produser, penulis skenario dan sutradara. Begitu dinyatakan lulus, Jemmy tak langsung menerima, alasannya ia tak biasa bermain dengan naskah, "Gaya saya adalah spontanitas dan improvisasi, begitu juga ketika saya bergabung dengan Lenong Rumpi, tidak pakai naskah, "kilahnya. 

Bagi Jemmy merupakan tantangan bisa bermain sinetron komedi. Sebab ia tidak hanya sekedar nyerocos, tapi ada karakter yang diemban. "Terbukti dari jalinan cerita Jemmy bukan Jemmy yang melawak, melainkan Jemmy yang suka membuat kesal hati isteri. Meski ia sangat menyayangi isterinya. Sedikit bloon, tapi banyak pintarnya juga ada juga sok tahunya. Lewat Gara-garalah saya pertama kalinya bermain dengan karakter meski dalam tema komedi,"ujar bapak yang sudah memiliki anak dua ini. 

"Saya bisa menjadi Bapak, karena saya sudah berumah tangga. Pertama tama antara saya dengan Lydia agak canggung begitu, tapi karena pengarahan sutradara, semuanya bisa berjalan dengan lancar. "

Gara Gara belum mencapai klimaks, bila ia sukses di film merupakan awal dari klimaks. Bila sukses di film, Gideon group akan tetap bertahta di film. "Sebab generasi pengganti Warkop DKI belum ada. Ada group lawak yang main film, tapi hasilnya belum memuaskan,"katanya. 

Pihak Parkit Film produser film Gara Gara sepakat supaya Gideon Group dikontrak tiga film. Tapi Jemmy tahu diri, ia tidk cepat silau dengan popularitas dan rupiah. "Kami dalam Groum saya Jemmy, Simon dan Habil mengharapkan film dari klimaks kaya lawakan".

"Bila kami dikotrak langsung tiga film, andai saja filmnya meledak, kami rugi dong. Begitu juga sebaliknya produser, bila filmnya nggak laku kan produsernya menanggung rugi. Jadi kami nggak mau sok-sokan,"katanya. 

Cahaya Gideon Group mulai bersinar, hari-hari kelompok ini dihiasi dengan tawaran manggung disana sini. Sampai hari-hari mereka banyak dihabiskan diluar kota. "Kami masih mencari bentuk lawak yang sejati. Meski gaya sudah kami punya, yakni keseharian, artinya mencari dan menggali ide-ide yang muncul dan hangat dari masyarakat, katanya. 

Di film kami belum apa-apa tapi kami tidak mau terjun langsung ambruk, "ujarnya bersemangat mengakhiri obrolannya . ~MF No. 174/141/TH.IX, 6 - 19 Maret 1993

Saturday, September 26, 2026

IN MEMORIAM! (TIDAK) UNTUNG (TIDAK) ADA GEPENG BAGIAN 2


 IN MEMORIAM! (TIDAK) UNTUNG (TIDAK) ADA GEPENG BAGIAN 2 (berita lawas). Gepeng Menikah !. Perkenalan dengan Supiah beberapa tahun kemudian, membawa mereka ke jenjang pernikahan. Waktu itu hari Minggu tanggal 18 Agustus 1971, Gepeng berusia 21 tahun sedang Supiah setahun lebih tua. Dan , di grup WO (Wayang Orang) Edi Budoyo ini pulalah Gepeng yagn nama aslinya Arismanto itu berganti nama jadi FREDDY. Sedang nama GEPENG sendiri baru ia gunakan setelah bergabung dengan Srimulat pimpinan Teguh atas usul isterinya di Solo. 

Gepeng lantas ikut Tegus Srimulat dan tinggal di barak gudang lawak ini di dekat rerumputan liar di Balai Kambang Solo, 5 meter ari tempatnya melawak tiap malam. Gepeng belum punya nama. Disana ada seorang pelawak top yakni Pak Panggung. 
Gaya pak Panggung memang khas sekali. Bicaranya terteteh-teteh, lebih-lebih kalau memakai bahasa Indonesia. Terus matanya merem melek dan kalau berjalan kakinya diseret-seret sembari mengibas-ibas sapu tangan atau serbet, properti khasnya. 

Inilah gaya komedian yang kemudian diserap oleh Gepeng.Kalau Pak Panggung tidak naik arena untuk melawak, maka Teguh lalu memasang Gepeng agar fans pak Panggung yang melimpah itu tersedot sedikit. Honor pak Panggung waktu itu paling tinggi yakni Rp. 600,- sementara Gepeng memperoleh Rp. 250,- sampai Rp. 400,-. Tidak termasuk lemparan rokok dan uang saat mereka melawak. 

Pada siang hari Gepeng selalu keluyuran ke daerah Taman Tirtonadi Balai Kambang itu dengan dada telanjang , tanpa alas kaki sembari melinting rokok, lalu sering terlibat mengajak ngobrol dengan Pak Panggung. Sayang , Pak Panggung kemudian meninggal karena penyakit bronkhitis dan Gepeng seperti kehilangan pegangan, tapi sebuah peluang terbuka. 

Untung Srimulat hijrah ke Jakarta. Dan Untung Gepeng ikut memperkuat barisan lawak ini. Dan keajaiban semua ini ialah ketika Srimulat tampil  di teve dan tanpa sengaja dari mulut Gepeng meluncur kalimat "Untung Ada Saya. Sejak itu hidup Gepeng beruntung. Sukses yang diraih Gepeng terlalu cepat dan ia sebenarnya belum akrab benar dengan Jakarta, dengan segala kehidupan, sanjungan serta harta yang melimpah dengan cepat. Kehidupan keseniannya lenyap. 

Nenggak Alkohol!.

Bahkan Gepeng juga menggaet film dan ia jadi bintang istimewa dalam film-film "Gaya merayu", "Untung Ada Saya", "Gepeng Cari Untung" serta "Gepeng Bayar Kontan". Kebanyakan film-film ini mengeksploitasi kepopuleran dan citra komediannya habis-habisan secara ringan. Dan Gepeng agak kehilangan kontrol. Ia seperti membalas dendam atas kemiskinan yang pernah direguknya. 

Kebiasaan buruknya tak kuasa ia lawan. Ia sering nampak mabuk-mabukan, dan dengan gaya aristokrat ia dengan ketawa menenggak alkohol berbotol-botol diiringi tepuk tangan dan layanan teman-temannya yang baru yang selalu melayani Gepeng. Perempuan demi perempuan yang mendekati dan membujuk tak kuasa ia tolak. 

Puncak kehilangan irinya yakni ketika ia terlibat dalam pemilikan sebuah pistol yang konon menurut rekan dekatnya, "Gepeng ketakutan berada di mana-mana sehingga ia perlu berada dekat dengan orang-orang kuat atau benda yang bisa membuat ia sedikit tenang. "Lebih fatal lagi, Gepeng menceraikan istrinya yang selama ini lara menemani bintang lawak ini. Tak hanya istrinya yang dicerai, Srimulat yang membesarkan dirinya yang membuat perubahan hidupnya ia tinggalkan karena ia tak ingin hasil lawakannya yang populer  itu dinikmati banyak orang termasuk boss dimana ia bekerja. "Saya ingin mandiri dan meraih apa yang saya hasilkan ,"ucapnya. 

Diam-diam Gepeng seperti mencari musuh diantara rekannya sendiri. Ia juga menjadi boss dari pertunjukkannya yang ia beli setelah kaya dan mengusahakan hiburan lawak sendiri di Semarang dan Solo. 

Namun Gepeng bukan seorang pengusaha, bukan seorang bisnis apalagi boss yang baik, Gepeng lupa bahwa ia sebenarnya seorang komedian berbakat cemerlang. Ia lupa itu. 

Maka, Syahdan, roda nasib berputar lagi. pertunjukkan Gepeng sepi. Duit banyak eluar dan tawaran tak lagi melimpah. Seperti sebuah film pendidikan, maka dalam keadaan begini kesadaranpun datang. 

Supiah, mantan istrinya lalu dinikahi lagi. Ia kembali ke pabrik tawa Srimulat dan berjanji akan merubah hidupnya. Tubuhnya tak lagi Gepeng seperti ketika ia bergabung dengan Srimulat. Dan tubuh inilah yang tak mau kompromi. Levernya membengkak, menggerogoti usianya dan tampak pada adegan inilah Gepeng terpaksa menyerah pada nasib. 

Dalam usia 30 tahun, saat pulih kesadarannya untuk berbuat baik, Gepeng meninggalkan istrinya Supiah, 4 orang puteranya , Tatang (Sekolah di SMP), Nanang, Putri dan Ayu duduk di SD serta kita sekalian, yang pernah terhibur oleh lawakannya serta dengan rela memberi tepuk tangan gegap gempita kepada almarhum Gepeng. 

Barangkali ungkapan sekarang ini (Tidak) Untung. (Tidak) Ada Gepeng! Betapapun ia pernah menjadi fenomena. Selamat Jalan Peng. ~ MF No. 052/20 Tahun ke IV, 25 Juni - 8 Juli 1988


**Dari dua bagian tulisan ini, banyak sekali pelajaran yang bisa kita ambil, hikmah yang bisa kita ambil atas perjalanan seorang Gepeng.

IN MEMORIAM! (TIDAK) UNTUNG (TIDAK) ADA GEPENG BAGIAN 1


IN MEMORIAM!  (TIDAK) UNTUNG (TIDAK) ADA GEPENG BAGIAN 1 (Berita Lawas). Gepeng, Anak Panggung yang Tragis! "Saya sekarang sadar apa artinya punya banyak teman. Saya ternyata tidak bisa sendiri terus. Saya masih membutuhkan bimbingan. Dan itulah yang membuat mengapa saya kembali ke Srimulat. Dan saya berjanji tidak akan bertingkah lagi, "ujar Gepeng, suatu hari ketika ia baru saja bergabung dengan Srimulat, pada Majalah "FILM".

Namun, disaat ia baru saja hendak memenuhi janjinya itu, nasib lain datang lebih cepat. Gepeng pergi untuk selama-lamanya, setelah penyakit lever yang ia derita merenggut nyawanya. Dunia hiburan Indonesia kehilangan satu lagi artisnya. Gaung kalimat yang mempropulerkannya "Untung Ada Saya..." mungkin  saja akan terus bergema sampai beberapa tahun mendatang. Tapi kita tidak akan pernah lagi menyaksikan seorang lelaki b e g o , dengan kumis menumpuk di ujung bibir dan bicara tersendat-sendat, beraksi diatas panggung dengan langkah kaki diseret. 

Lahir di desa kecil Muntilan, Jawa Tengah pada hari Jumat Kliwon, 27 Agustus 1950. Gepeng meninggal dalam usia menjelang 38 tahun di Rumas Sakit Panti Waluyo, Solo, Pukul 13. 05 WIB, Kamis 16 Juni 1988 akibat lever yang dideritanya kambuh. Ia kemudian dimakamkan keesokan harinya, Jumat, 17 Juni 1988 di pemakaman umum Bonoloyo Solo dengan dihadiri kerabat terdekatnya dan teman-temannya sesama pelawak. 

Tapi siapakah Gepeng?

Lahir dari perkawinan Karso, seorang tukang kendang berusia 30 tahun dengan Tami, seorang pengrawit berusia 27 tahun dan sudah janda, putri seorang bangsawan dari Tempel, Muntilan, Gepeng adalah anak pertama yang hidupnya menjadi potret yang jelas tentang keadaan seniman-seniman tradisional pada waktu itu. Sekalipun ibunya adalah putri bangsawan, namun hidup Gepeng tidaklah gemerlapan. Sebagai anak keluarga seniman panggung, bisa dibayangkan bagaimana Gepeng kecil menghabiskan masa kanak-kanaknya. Ia lebih suka memilih ikut Bapak ibunya manggung dan belajar mendalang ketimbang pergi sekolah. Tak heran kalau iapun cuma bisa menyelesaikan sekolah hanya sampai kelas dua SD. 

Kehidupan ekonomi keluarganya yang tidak menentu, akhirnya menyeret Gepeng nekat berangkat ke Jakarta dalam usianya yang masih 12 tahun. Namun ia kemudian dijemput Bapaknya untuk ikut bergabung dengan URRIL (Urusan Moril) yakni grup kesenian tentera. Namun Gepeng dan Bapaknya tak bertahan lama di grup ini. Dari sini ia kemudian gabung dengan grup wayang orang Edi Budoyo setelah sebelumnya, ketika masih di Jakarta , ia bergabung dengan Wayang Orang Pancamurti. Di WO Edi Budoyo - ini pulalah ia mengenal Supiah yang waktu kecil jadi penari dan masih kecil.~ MF No. 052/20 Tahun ke IV, 25 Juni - 8 Juli 1988

~~ Bersambung Bag 2, Gepeng Menikah dan Nenggak Alkohol 

Friday, September 25, 2026

SUTI KARNO MERANGKAK DARI NOL

 


SUTI KARNO MERANGKAK DARI NOL, (berita lawas). SUTI KARNO menyanggah bahwa popularitas yang diperoehnya di dunia film dan sinetron semata-mata terciprat oleh kebesaran nama ayah dan kakak-kakaknya. Alm. Soekarno M Noor, Rano Karno serta Tino Karno. "Walau memang saya akui bahwa merekapun kerap mendorong ikhwal karir, tapi untuk bisa eksis dalam peran maupun langkah karir saya, saya mendapatkannya dengan merangkak, dari nol, "ujar artis gemuk hitam manis, yang melangit setelah bergabung dengan Lenong Rumpi ini. 

Suti Karno mengakui saat ayahnya masih ada dulu, disaat makan bersama dengan anggota keluarga lainnya,  ia mendapatkan kritikan maupun komentar tentang penampilan aktingnya. Juga saudara-saudaranya yang lain, waktu itu. Masing-masing diatara mereka didorong untuk menjadi diri sendiri. 

"Diantara kami akan mendapat kritikan keras, bila ada yang hanya mau mendompleng nama ayah atau nama Rano, "ungkap Suti dalam obrolannya. 

Seperti halnya Alm. Soekarno M Noor, Suti mantap menjawab pertanyaan penonton film Nasional, dalam suatu jumpa penggemar, yang menyatakan, film Nasional belum layak banding untuk satu bioskop yang sedang memutar film Barat.

"Semua film nasional layak banding. Dari segi cerita, sudah banyak bagus. Artinya sudah banyak yang cantik, Meriam Bellina, misalnya, nggak kalah deh, dengan pemain film impor. Tapi kalau berbicara masalah mutu film kita, maka kita harus ingat bahwa negara kita masih dalam taraf berkembang. Begitu juga filmnya. kalau teknologi kita sudah maju seperti Amerika, pasti kita juga mampu bikin film sehebat "Terminator", jawab Suti.~MF No. 174/141/TH.IX, 6 - 19 Maret 1993


Thursday, September 24, 2026

ROBIN PANJAITAN, PENGGEMAR TAK TAHU DIRI BISA REPOT

 


ROBIN PANJAITAN, PENGGEMAR TAK TAHU DIRI BISA REPOT (Berita Lawas). Ada yang kenal Robin Panjaitan, sosok artis film dan juga penyanyi? Artis dan penggemar merupakan hubungan yang saling terkait. Pihak kesatu membutuhkan pihak lainnya itu. Pun demikian sebaliknya. "Kita nggak jadi apa-apa kalau nggak ada penggemar kita, "ujar Robin Panjaitan, penyanyi dan pemain film. Rupanya ia menyadari posisi dirinya di masyarakat. Namun terlontar pula kekesalan Robin terhadap penggemarnya. penggemar yang tak tahu diri, bisa merepotkan, katanya. "Gila banget tuh orang-orang. Lagi enak-enaknya tidur, mereka gedor-gedor pintu kamar hotel dimana aku menginap. Paling-paling mereka minta tandatangan dan ngobrol ngalor ngidul. Padahal aku butuh istirahat, "keluhnya. 

Bukankah itu resiko? "Sesekali sih boleh saja. Aku mengerti maksud mereka, tapi mereka juga mengerti aku dong. Namun lambat laun akupun sudah siap menghadapi yang begitu, "tegas Robin. Kakak kandung penyanyi yang sudah ngetop duluan, Christine Panjaitan. 

Artis yang pertam akali dikenal lewat menyanyi, kini Roin Saut Panjaitan, nama aslinya, pun turut berkiprah di dunia layar putih. Terakhir sekali ia ikut merampungkan film "Akibat Terlalu Bebas" arahan sutradara A. Rachman. Film yang bertema komedi ini, ia berperan sebagai pria yang penghayl sewaktu melihat lukisan. Ia membayangkan wanita dalam lukisan tersebut menjadi wanita utuh. Eh, malah benar jadi kenyataan, ia malah dapat berjogging dan berdisco bersama. Wanita itu dimainkan oleh artis bule, Kristine E Weitz, yang pernah meraih Miss American Beauty 1982. Film produksi PT. Soraya Intercine Films ini juga dimeriahkan oleh Asmuni, Tarsan dan Debby Rio. 

Kendati dalam film tersebut Robin diberi honor Rp. 11,5 juta rupiah, ia merasa kurang sreg dalam peranannya. "Di komedi kayaknya aku kurang pas. Dan menurutku tuntutan akting lebih sulit dibanding dengan drama misalnya, "ungkapnya sambil merangkul pundak kekasih yang duduk disampingnya. 

Pria yang berambut lurus dan dibalik telapak tangan kirinya ditato namanya sendiri, Robin, dilahirkan pada tanggal 29 Desember 1959. Kini ia disibuki kuliah yang terbengkalai tiga tahun di jurusan Humas Institute Ilmu-Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP), Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Katanya karena studinya ini yang akan ia selesaikan tahun ini. Robin menolak tawaran film dari tiga pihak yakni Virgo Film, sutradara Wim Umboh dan sutradara Ali Shahab. "Karena datangnya berbarengan, maka main film ntar dulu deh. "Aku pilih study dulu, "ucapnya seraya mengerlingkan mata pada wanita disampingnya. Kerlingan itu hanya mereka yang tahu artinya. Dan Robin menyambar, "Gini gini aku sedang dipersiapkan jadi diplomat lho!..


~ MF No. 052/20 Tahun ke IV, 25 Juni - 8 Juli 1988

Wednesday, September 23, 2026

ARTI NENEK BAGI DESY RATNASARI

 


ARTI NENEK BAGI DESY RATNASARI (berita lawas). Bagi Desy Ratnasari, di manapun berada, maka tak pelak neneknya selalu berada disisinya. Bukan karena ia terlalu ingin di manjakan dan tak mampu mengatasi kesulitan tanpa sang Nenek.

Kehadiran neneknya bagi artis ini sudah tidak dapat dipisahkan dari kehidupannya. Baik sebagai remaja maupun selaku artis film. Apalagi mengingat Desy sudah sejak kecil memang di momong oleh sang nenek yang karena ibunya, Ny. Nurjanah selalu sibuk sebagai karyawati PLN Sukabumi, dan ayahnya pegawai Departemen Pertambangan. Menyebabkan Desy yang putri sulung dari empat bersaudara merasa lebih dekat kepada neneknya. 

Sampai kini, disaat 8 buah film sudah dibuah film sudah dibintangi dan populer sebagai artis bersosok anggun, Desy yang gagal masuk ke Fakultas Kedokteran UI, lebih memilih tinggal dengan sang nenek. Meskipun rumah orangtuanya berada persis didepan tempat Desy tinggal. 

"Sudah sejak kecil komunikasi saya selalu lancar bila dilangsungkan dengan nenek daripada dengan ayah dan ibu, "tuturnya saat ditemui di tempat kediamannya di Gg Pelita Sukabumi. 

"Kayaknya ada sesuatu yang hilang bila nenek tak ada di sisi saya, terlebih kalau dia sakit, dimanapun berada saya selalu gelisah, "katanya. Malah kata Desy, Ia membatalkan tawaran show atau menyanyi, bila melihat neneknya sedang dalam keadaan sakit dan perlu dirawat secara telaten. "Pokoknya nenek diatas segalanya, dibanding kepentingan keartisan saya. Yang mungkin tidak akan selamanya saya tetap bisa populer, dibanding besarnya kasih sayang nenek yang telah saya terima, "ujar Desy lirih. 

Desy yang kini sedang melakoni sinetron Pelangi Dihatiku produksi RCTI kembali merasa resah mengingat kursus komputer maupun Bahasa Inggris seringkali ditinggalkannya. Mengingat aktifitasnya di dunia artis menyebabkan ia harus selalu berada di Jakarta. Dan kota Sukabumi yang jaraknya bisa ditempuh dengan 2,5 jam dari ibukota, tetap saja membuat Desy maupun sang nenek sering kepayahan bila harus tiap hari pulang ke SUkabumi. Jadi rencananya akan hijrah ke jakarta Dess? "Maunya sih begitu. Tapi ya pikir-pikir dulu deh, meski sekarang saya menempati sebuah kontrakan rumah di daerah Lenteng Agung, "ujar Desy dengan senyum dan dekik di pipinya. 


~MF No. 174/141/TH.IX, 6 - 19 Maret 1993


Tuesday, September 22, 2026

TIMBUL SUHARDI

 


TIMBUL SUHARDI (Berita Lawas). Timbul dari Batik Group, baru saja menyelesaikan filmnya terbaru "Bendi Keramat" yang lokasinya di Garut. Film ini disutradarai oleh A. Harris, bercorak komedi, meski judulnya berbau horor. Timbul Suhardi ayah dua anak ini bermain sebagai play boy tua ayah Lydia Kandou. 

"Selama nyebur ke dunia film saya dipasang sebaai peran pembantu utama. Film ini merupakan film saya yang keempat, "ujar Timbul yang baru saja terkena penyakit radang tenggorokan, akibat cuaca di Garut yang tak cocok, waktu suting. 

"Meski demikian saya tidak mau disebut sebagai bintang film. Kalau pelawak boleh, saya masih belajar kok, "tuturnya merendah. 

"Untunglah mas, gini-gini bisa main film. Tapi kalau ada orang bilang saya sudah 'Top", topnya apaan? ujarnya berseloroh. Kalau artis yang top itu seperti Roy Marten, Yenny Rachman, mereka kan punya mobil, punya rumah. Saya sendiri sampai sekarang masih ngontrak, dan kalau hujan deras, air bisa menyatroni rumah. Lihat sendiri lantainya baru saja ditinggkan!"ujarnya serius. Jadi saya ini top karena nama saja, "sambungnya. 

Walau demikian, ungkapnya lebih lanjut, saya kalau keluar rumah tidak mau nglomprot, biar dirumah cuma pakai kaos singlet atau celana pendek. 

"Saya sadar kehidupan di Jakarta menghendaki demikian. Harus tampil keren, bukan karena gengsi mas, tetapi mencoba menghargai diri sendiri, "tambahnya. 

Sebagai manusia, saya ini punya jiwa yang tidak tgaan, artinya tidak pelit, "ujarnya sambil mengepalkan tangannya. Timbul memang puny asaudara banyak, juga keponakan, dan orang tua. "Ibu baru saja meninggal". Mereka sering bantu, juga ketika ibu masih hidup, bahkan sampai kematiannya. Timbul yang menanggung. "Kalau saya pelit wah mungkin sudah bisa punya rumah, "ucapnya yang begitu mendambakan tempat tinggal. 

Menurut rencana, Timbul berniat mengambil rumah di Bumi Artis. "Tapi jauhnya itu mas. Tambahan pula sulit kalau mengadakan komunikasi dengan rekan profesi". Tampaknya istri Timbul, Sukarti setuju jika ditempati oleh ponakan atau kerabat dekat untuk menunggunya. Maka sekarang banyak main film dulu, siapa tahu dapat duit banyak, lalu beli rumah. Sebuah cita-cita wajar, ngakunya. ~ MF No. 052/20 Tahun ke IV, 25 Juni - 8 Juli 1988

*Timbul lebih dikenal sebagai Timbul Srimulat dibanding Timbul Batik Group ya...


Monday, September 21, 2026

DONNY DAMARA PRASADHA


 DONNY DAMARA PRASADHA (Berita lawas). "Saya belum apa-apa kok. Malu", itu kalimat pertama yang keluar dari muut cowok bertubuh tinggi ini. Namun ia tak kuasa menampik  ajakan wartawan MF yang terus mengubernya. "Oke deh, gua nyerah,"ujarnya pasrah. Namun mahasiswa FISIP UI semester VI yang lahir 12 Oktober 1966 ini sempat berang ketika disinggung keintimannya dengan Paramitha Rusady, pasangan mainnya dalam film "Cinta Anak Zaman, " arahan sutradara Buce Malawau. 

"Kami cuma teman biasa kok. Apa enggak boleh kita akrab dengan teman? tanyanya. Tapi ah, siapa sebenarnya lelaki itu? Dialah Donny Damara Prasadhana, bintang baru temuan Buce. Lahir dari darah campuran Jawa-Sunda, Donny mengaku bermula dari modeling dan ikut bantu-bantu pementasan drama anak-anak SMA. "Sebenarnya sudah beberapa kali saya ditawari untuk ikut main film sebelum film ini. Tapi karena sutingnya selalu bentrok dengan kuliah, ya saya tolak"ujar anak kedua dari tiga bersaudara ini. 

Lalu kenapa tawaran yang ini kamu terima , Don? "Saya sih enggak tahu siapa yang meminta saya ikut main. Apakah Buce atau produser. Saya terima karena sutingnya enggak mengganggu kuliah saya. Terus terang saja, sekarang saya lebih mementingkan kuliah kok, "katanya. Dan orang tuamu?"Mereka sih oke-oke saja sepanjang saya tidak melupakan kuliah saya."

Donny yang dalam film pertamanya ini langsung sebagai pemeran utama, bicara panjang lebar tentang wanita. "Pokoknya pacar gue sendiri sedang dalam penjajakan. Tapi gua enggak milih-milih kok. Yang pokok cewek ideal bagi gue itu orangnya komunikatif dan pengertian,"ujarnya. 

Dalam film tersebut Donny berperan sebagai Randy, penyiar radio yang diperebutkan dua cewek, akhirnya menikahi Heidy. Tapi perkawinan merek aternyata tak berjalan mulus. Sebagai cowok urakan terang saja ia selalu bertengkar dengan Heidy. Tapi akhirnya mereka rujuk lag setelah Heidy hamil. "Nah, bergitu ceritanay mas. Saya sendiri enggak bisa mengambil perbandingan ke film lain. Soalnya saya jarang sih nonton film. Yah, pkoknya say aikuti aja apa maunya skenario dan sutradara. 

Donny yang masih tinggal dengan orang tuanya di Tanah Mas Blok H/87 Pulo Mas ini, menurut teman kuliahnya suka tidur di kelas. Dan Donny tak punya komentar tentang hal ini. 

~ MF No. 052/20 Tahun ke IV, 25 Juni - 8 Juli 1988

Saturday, September 19, 2026

Drs. WAHYU SARDONO, RASANYA SAYA SEMPURNA SAJA

 


Drs. WAHYU SARDONO, RASANYA SAYA SEMPURNA SAJA (berita lawas).  Jutaan rakyat Indonesia mengenalnya sebagai sosok lucu yang slealu menghibur tak hanya di panggung, di layar lebar, namun juga di layar TV. Anak-anak, remaja hingga dewasa segera gatal menerikakan namanya setiap kali melihat wajahnya yang khas. 

Itulah Dono Warkop. Terlahir atas nama Wahyu Sardono, bersama grupnya Warkop DKI, Ia menjadi figur fenomenal yang menimbulkan pro-kontra. Grup ini beranggotakan para Sarjana Intelektual, dari universitas terkemuka di republik ini Universitas Indonesia (UI), tapi dilayar perak, mereka hanya menjadi komedian-komedian korban plesetan. 

Dalam keseharian, Dono tidak begitu lucu. Berkesan serius, dan formil, malah bila dalam setiap pembicaraan terselip kata-kata lucu, memang 'kecelakaan'.

Dono adalah seniman komplit. Dengan bekal kecerdasan sebagai sarjana Sospol, dan kejeliannya sebagai artis, ia juga merambah dunia karang mengarang, menulis novel (Cemara-Cemara Kampus dan Bila Satpam bercinta), menjadi wartawan majalah Vista, memotret, mengelola studio (PT. Adam Intercine), menyutradarai sinetron (Opera Tiga Jaman dan Gado-gado RCTI), menjadi produser film layar lebar (Peluk Daku dan Lepaskan) dan mendirikan biro iklan kecil-kecilan. Tapi menjadi pelawak di layar perak memang darah dagingnya. Orang-orang tetap mengenalnya dari situ. 

Selama 14 tahun menekuni seni peran dan naik turun panggung, bermain di 28 film adalah perjalanan panjang, menjadikannya seniman yang kenyang dengan segala macam kritik, pujian, sanjungan dan makan. Dan ia tetap populer. 

Ia menikahi Titi Kusumawardhani, teman sekampusnya di UI dan kini menjasi ayah yang serius dan berbahagia dari 3 anaknya yang kesemuanya jejaka, Aryo, Damar dan Satrio. 

Berikut adalah petikan Wawancara dengan Dono yang di muat di majalah film nomor : 203/169/TH.X, 9-22 Aril 1994

T : Apa yang anda sesali setelah menjadi orang terkenal seperti sekarang ini?

J : Sering bertemu dengan wartawan yang mengajak wawancara. Sialnya, terkadang setengah memaksa dengan alasan di kejar deadline. Padahal saya tak selalu siap buat diwawancara karena lagi ada kerjaan atau lagi nggak mood. 

T : Dalam penampilan seperti sekarang ini, apa yang embuat anda merasa kurang sempurna?

J : Nggak ada. Rasanya saya sempurna-sempurna saja seperti layaknya orang lain. Sebab di jagad ini memang tak ada yang benar-benar sempurna. Jadi kalau kita selalu takut tak sempurna, kita tak akan pernah berbuat apa-apa. 

T : Kalau anda sedang bercermin, anda merasa bagian tubuh sebelah mana yang menjengkelkan?

J : Tahi lalat ang ada di punggung saya. Soalnya, saya harus ngaca dengan dua cermin. 

T : Hal-hal apa yang gampang membuat anda senang?

J : Jika orang senang dengan tingkah laku saya, sikap saya, hasil kerja saya. Pokoknya apa saja yang orisinil berasal dari saya. 

T : Hal-hal apa yang gampang membuat anda marah?

J : Kalau tersentuh per amarah saya. Misalnya, pas saya lagi sakit gigi, mendadak ada yang belajar jadi penyanyi. Sudah lagunya jelek, suaranya parau lagi. Disini amarah saya jadi terangsang. 

T : Saat-saat sekarang hal apa yang ada takuti?

J : Berurusan dengan petugas keamanan, atau orang-orang yang sok berlagak mengamankan. Padahal keadaan sebenarnya aman-aman saja. 

T : Benda apa yang selalu anda bwa kemanapun pergi?

J : Dompet, sedikit uang, dan kartu telepon. Tapi celakanya barang-baran gitu kerap ketinggalan lantaran kelupaan

T : Perlakuan apa yang anda harapkan dari orang yang anda sayangi?

J : Ready for used setiap saat. Sedikit sadis, tapi memuaskan kedua belah pihak. 

T : Ditempat mana dan dalam kesempatan apa anda selalu merasa bahagia?

J : Berada di dekat anak-anak saya. bermain, bercanda dengan mereka. Wah bukan main lucunya. 

T : Perlakuan macam apa yang tidak anda sukai dari orang lain?

J : Kalau dipaksa. Apalagi melakukan pekerjaan yang sebenarnya tak saya sukai. 

T : Bagaimana mengatasi rasa bosen?

J : Dengan cara tidak melakukan apa-apa. Jika bosan ngeseks saya nggak ngeseks. Kalau bosan makan bakso, saya nggak ngebaso, sederhana saja masalahnya. 

T : Bagaimana mengisi keisengan?

J : Saya nggak pernah iseng seperti yang ada lakukan saat ini. Baca majalah ini bukan karena iseng-iseng saja kan? Soalnya kalau sekedar iseng kita tak akan pernah beroleh apa-apa. 

T : Apa bacaan favoritmu?

J : Bacaan apa saja yang tercetak bagus. Sebab kalau cetakannya jelek, mama bisa tertarik. Apalagi yang cetakannya belepotan, bisa makin nambah minus saja kacamata kita. 

T : Akhir-akhir ini peristiwa aaapa yang membuat anda terharu?

J : Ketika bertemu wartawan yang sama, dengan mengajukan pertanyaan yangsama pula. itu-tu melulu. Sepertinya tak ada soal lain, sampai bosa saya menjawabnya. 

T : Peristiwa apa yang terakhir ini membuat anda frustasi?

J : Belum pernah mengalami dan semoga jangan pernah terjadi. Sebab frustasi tak memcahkan masalah, malah makin memperumit, Dengan pendekatan humor, masalah pelik akan lumer juga. 

T : Terakhir kali kapan anda mengalami kesedihan?

J : Sekarang ini saat menjawab wawancara ini. Pertanyaannya kok banyak sekali dan bermacam-macam lagi. Ini buat saya harus berpikir keras untuk menjawabnya. Sedihnya, tak bisa nyontek lagi, atau tanya teman kiri kanan.

T : Dengan cara apa anda menjadi orang matang?

J : Memangnya saya ini pisang goreng, harus dimatangkan dulu untuk bisa dimakan?

T : Apa yang ada dapat dari pengalaman bersekolah?

J : Dapat teman, dan bergaul dengan anak yang makan sekolahan. Selain dapat juga relasi, yang akan berguna untuk memenangkan tender, jika mereka sudah pada jadi bos nanti. 

T : Bagaimana anda mengatasi pertengkaran?

J : Dengan cara mengheningkan cipta, berharap pertengkaran itu cepat selesai. Tapi ini bukan masalahnya yang benar-benar selesai, sebab itu urusan masing-masing. Nanti dikira saya intervensi utusan dalam negeri orang lain. Hanya soalnya saya paling nggak suka lihat orang yang marah. itusaja!. 

T : Bakat apa yang anda sadari sejak belia?

J ; Bakat memimpin bangsa ini menjadi banysa yang maju, adil dan beradb. Sayangnya tak ada yang tahu bakat terpendam saya. 

T : Apa yang anda lakukan di hari libur?

J : Full berlibur. Tanpa terbebani tetek bengek urusan pekerjaan. 

T : Keberhasilan saat meraih prestasi apa yang selalu anda kenang?

J : Setiap keberhasilan semua saya kenang, tanpa membedakan besar kecilnya. Karena bagi saya setiap keberhasilan adalah prestasi yang pantas disyukuri. 

T : Apa yang kelewat dari masa kanak-kanak anda?

J : Ketika saya baru menyadari kenyataan, kalau saya ini orang Indonesia. Coba jika dari masa kanak-kanak dulu, saya akan buru-buru mengaku sebagai oragn Amerika. 

T : Apa gagasan anda untuk mencapai kebahagiaan sempurna?

J : Satu gagasan yang belum tentu saya lakukan, yakni menjadi Presiden RI dari tahun .....sampai lewat tahun 2000

T : Orang macam apa yang anda anggap sebagai sahabat?

J : Jelas orang yang menganggap saya sahabatnya juga. Sebab jika tidak, berarti bukan sahabat, tapi musuh dalam selimut. 

T : Apa yang anda anggap paling jahat dalam hidup ini?

J : Orang yagn selalu berpikir negatif mengenai masalah apa saja. Selalu apriori, selalu yang buruk-buruk. Pokoknya dilihat segi jeleknya saja, seolah-olah tak ada sisi baiknya. Padahal jika ada bopeng diluar kan belum tentu tak ada yang mulus didalam bukan?

T : Terakhir kali kapan anda mengalami puncak kebahagiaan?

J : Baru saja, tadi malam! Tapi perkara yang satu ini tak usah diperjelas. Kita sama-sama maklumlah, soalnya kebahagiaan saya kan seperti kebahagiaan anda juga. 

T : Apa yang biasa anda lakukan kalau bangun di tengah malam?

J : Memegang dada saya, dan menyadari bahwa saya masih hidup. Baru kemudian ke kamar mandi, melepas hajat buang air kecil. 

T : Kalimat apa yang selalu anda ucapkan setiap hari?

J : Kalimat lengkap yang ada subjek, predikat dan objek. Minimal itu, sesuai petunjuk Bu Guru Bahasa Indonesia di SMP dulu. 

T : Apa yang gampang membuat anda menangis?

J : Jika bawang merah di gosokkan di dekat mata saya

T : Dengan cara apa anda ingin mati?

J : Maaf, saya belum sempat konsultasi dengan malaikat El Maut, tentang bagaimana cara paling afdol untuk mati nantinya. 

T : Kalau telah meninggal, anda ingin dikenang sebagai apa?

J : Terserah yang mengenang dong!. Soalnya kalau saya bilang sekarang, nanti disangka mendikte. Lagian kalau saya sudah mati, kan tak bisa protes jika ada yang tak sesuai dengan kehendak saya sebelumnya. 

Sekian dan Terima kasih. 



Friday, September 18, 2026

UCI BING SLAMET

 


UCI BING SLAMET dan Pakaiannya (Berita lawas). Uci Bing Slamet dikenal sebagai artis dengan perangai nan lembut serta keibuan. Ditengah glamouritas selebritis ibukota tak pelak lagi sosok Uci serign jadi sorotan. Segala yang ada pada diri Uci, putri nomer 5 dar keluarga alm pelawak Bing Slamet ini, sering dijadikan kamus hidup bagi para penggemarnya. 

Hampir kebanyakan koleksi pakaian Uci terbuat dari bahan kaus. Selain itu, busananya di dominasi oleh gaun-gaun panjang, menunjukkan bahwa ia anti sensualitas. "Saya memang tidak suka memakai baju yang berkesan meriah, "ucapnya dengan menebar senyum khasnya. 

Uci sempat menjinjing beberapa leging aneka warna. Ketika ditanyakan soal pakaian bagian bawah tersebut, artis dan penyanyi ini cepat menukas, "Sejak kecil Papa ngajarin saya pakai leging. Makanya jangan heran kalau leging saya begitu banyak".

Leging warna biru terong yang dilapisi blus warna ungu muda biasa dikenakan Uci untuk acara-acara yang berkesan santai. busana tersebut pernah ia pakai ke diskotik. Leging memang busana yang agak sakralbagi Uci. Betapapun sensualnya potongan leging, namun ia begitu suka pada pakaian kesukaan almarhum Papanya. Busana tersebut ia beli di California, menandakan betapa antusiasnya Uci terhadap bentuk busana satu ini. 

Ada sack dress warna merah dengan potongan semi ketat, namun tetap sopan bagi pemakainya. Kalau Uci mengenakan busana satu ini keacara resmi misalnya, selalu ia sertakan stocking pembalut kaki mulusnya. 

Uci tersenyum sejenak sebelum menjelaskan berapa harga serta dimana busana atu itu dibelinya. "Jangan kaget ya kalau pakaian ini sebenarnya sudah hampir sepuluh tahun saya rawat terus. Saya sangat suka dengan pakaian satu ini. Kebetulan warna merah adalah warna kesukaan mama,"ceritanya. 

Dalam keceriaan bahan kaus, Uci tampil dengan blus dan rok dengan warna coklat yang terduh. Blus yang berkesan seperti Tshirt biasa, ketika dipadu dengan rok panjang dengan sedikit belahan di depan tetap memberi kesan anggun dan tentu saja luwes. 

Masih dalam suasan akasu, blus ketat warna hitam yang dipadu dengan rok denim biru plus ikatan di bagian pinggang, biasa dikenakan Uci bila berbelanja atau pergi ke lokasi suting. "Saya juga suka bahan jeans, tapi yang berwarna hitam atau coklat. Biasanya warna hitam bisa cocok dipadu dengan berbagai warna, "jelas Uci. ~MF no. 203/169/TH.X, 9-22 April 1994


Thursday, September 17, 2026

SELEMBUT WAJAH ANGGUN, KAKEK NENEK YANG NORAK

 


SELEMBUT WAJAH ANGGUN, KAKEK NENEK YANG NORAK (Film Lawas). Anjuran pemerintah agar setiap daerah membuat film yang mencerminkan ciri khas daerah masing-masing, rupanya mulai diterapkan oleh PT. Virgo Putra Film, lewat cerita "Selembut Wajah Anggun" yang merupakan hasil kerjasama dengan Pemda Sumatera Barat. 

Lokasi, sebagian menggambarka panorama daerah bermoto "Tuah Sakato" (kesepakatan untuk melaksanakan hasil mufakat/musyawarah merupakan langkah bertuah bagi masyarakat) meliputi kota Padang, Bukittinggi, Batu Sangkar dan Danau Singkarak. Cocok memang sebagai sarana promosi guna mendukung misi Visit Asean Year atau Visit Indonesia Year yang ditayangkan Pemerintah Tahun 1991. 

Keindahan alam yang masih asri dan gunung-gunung dan air terjunnya yang tak kalah menarik dari air terjun Niagara di New York, setidaknya bisa menjadi tolak ukur tersendri bagi film garapan sutradara Agus Elyas ini. Tentu, semua itu tergantung juga pada kejelian Akin selaku kamerawan dalam merekam momentum yang bagus. Lengah sedikit saja film ini bakal menjadi film kooperatif yang hambar , miskin keindahan. 

Dengan bintang-bintang sudah menjadi 'trade mark' Virgo Putra Film seperti Rano Karno, Paramitha Rusady dan Ayu Azhari. Inti cerita tak beda dengan film nasional lainnya ditambah skenario yang digarap O. Safar tak banyak menjanjikan sebuah kehidupan yang menarik dari masyarakat Minang, tapi dengan hadirnya Him Damsyik dan Nani Somanegara bisa menimbulkan graget penonton. Him Damsyik kita kenal baik lewat sinetron "Siti Noerbaya" berperan sebagai Datuk yang tidak hanya menimbulkan kebencian, tapi juga kegeraman. Sementara Nani Somanegara aktingnya begitu menggelitik ketika membintangi "Cas Cis Cus". Dalam film ini, Damsyik dan Nani berperan sebagai kakek-nenek kolot dari Paramitha Rusady. Saking kolotnya mereka tak mengizinkan cucunya yang cuma semata wayang pacaran dengan Pemuda Jakarta. 

"Pemuda Jakarta itu kurang ajar! Tidak tahu sopan santun!" komentarnya ketika ia tahu cucunya jalin hubungan dengan Rano Karno. 

Untuk melindungi cucunya dari laki-laki yang tak bertanggungjawab, Damsyik dan Nani hijrah ke Jakarta. Bisa dibayangkan bagaimana lucunya adegan-adegan yang kemudian muncul. Sepasang kakek-nenek yang sehari-harinya hidup dalam tradisi yang masih kental, cenderung kolot dalam menilai orang, tiba-tiba berada di kota metropolitan yang bebas dan acuh tak acuh. 

"Film ini memang termasuk drama komedi. Adegan-adegan yang dilakukan Damsyik dan nani kami  buat sewajar mungkin sebagaimana orang desa datang ke kota, "kata produser Ferry Anggriwan. 

Maka silakan  tertawa melihat betapa noraknya Damsyik dan Nani bereaksi di Dunia Fantasi, Shopping di SOGO dan  terganga melihat geung-gedung menjulang tinggi. 

Produksi Virgo yang ke 54 ini, juga menghadirkan bintang tamu dari kalangan pejabat seperti Gubernur Sumatera Barat Hasan Basri During dan Menteri Perhubungan Azwar Anas, yang kemunculannya tetap sebagai pejabat. ~MF 151/118/TH VII 18 April - 1 Mei 1992


Wednesday, September 16, 2026

MONA RATULIU, SANG PERAWAT YANG BISU

 


MONA RATULIU, SANG PERAWAT YANG BISU (Berita Lawas). Masih Ingat sinetron yang dibintangi Mona Ratuliu ini? Seorang perawat cantik tengah sibuk mengurus pasien yang terbaring koma.Ia berusaha merawat pasien itu dengan telaten. Matanya menerawang jauh, berharap pasien tersebut sadar. Sang perawat muda itu terus mengawasinya setiap detik. 

Kini ia lega berkat pertolongan Tuha, Si pasien luput dari kematian. Dibalik itu semua, ternyata perawat cantik itu punya kekurangan. Mulutnya tidak bisa berbicara alias bisu. Namun ia sadar itu merupakan kehendak Tuhan. 

Cerita diatas memang bukan merupakan kisah sungguhan. Itu hanya cuplikan kisah sebuah sinetron drama bertajuk "Pelangi Di Matamu" (PDM) . Yang menarik dari sinetron yang ditayangkan setiap Minggu, pukul 20.00 Wib di RCTI itu adalah sosok perawat bisu nan cantik itu. Kemampuan akting si pemain begitu diuji. Bagaimana tidak untuk memerankan tokoh bisu dibutuhkan sebuah observasi yang cukup mendalam. Selain mempelajari bahasa isyarat, dia juga mesti mengikuti sepak terjang para penderita bisu tersebut, yaitu dengan berkunjung ke Sekolah Luar Biasa (SLB). 

Mona Ratuliu yang dipercaya sebagai perawat bisu dan cantik rupawan itu mengakui, dari sekian peran yang dilakoninya selama ini, mulai peran protagonis hingga antagonis, peran paling menantang, ya di PDM. Untuk tampil maksimal memerankan tokoh bisu ia melakukan observasi ke Sekolah Luar Biasa (SLB) yang berada dikawasan Cijantung. Di SLB itu, ia dipandu seorang pengajar SLB tersebut. Mona berusaha mengikuti sepak terjang mereka. 

Langkah pertama yang dilakukan ialah berinteraksi dengan mereka. Sudah barang tentu ia mesti berkomunikasi dengan bahasa Isyarat. Menyimak cerita dan pengalaman mereka. Setelah itu, dengan ditemani, dua orang dari mereka, dia berjalan-jalan di lingkungan sekolah itu. "Ya, dengan observasi itu, aku mendapatkan pengetahuan banyak tentang mereka. Kira-kira sebulan aku jalani ini, tapi tidak setiap hari lho , "Urai perempuan kelahiran 31 Januari 1982 ini. 

Ditambahkan , tadinya dia berpikir , untuk memerankan gadis bisu cukup hanya menggunakan bahasa isyarat. Namun setelah dipikir, ternyata tidaklah cukup dengan bekal itu saja. "Kalau pakai bahasa isyarat saja, mungkin semu aorang bisa. Tetapi bukan itu saja yangdibutuhkan, Ekspresi juga mesti diperhatikan. Makanya, aku melakukan observasi ke SLB,"terang artis yang hobi nonton ini disela-sela suting Pelangi Di Matamu di RS Sentra Medika, Cimanggis - Depok. 

Yang pasti berkat kebolehan aktingnya di PDM namanya kian bersinar. Padahal ia tergolong pendaang baru. Kiprahnya dipersinetronan Indonesia mulai dikenal sejak dia main dalam sinetron "Lupus". Perannya sebagai Poppy begitu mewarnai sepak terjangnya, sehingga namanya pun mulai di perhitungkan. Masyarakat mulai menggemari sosoknya. Alhasil, tawaran untuk main sinetron terus mengalir. 

Senang dong denan kesuksesan ini? "Ya pasti senang dong. Aku nggak nyangka akan seperti sekarang ini. Sebenarnya aku nggak punya cita-cita menjadi orang top. Tapi nyatanya kayak sekarang ini, aku bersyukur pada Tuhan. Ia juga mengaku punya pengalaman menyenangkan saat main sinetron "Pondok Indah".

Ingin merambah bidang lain, nyanyi misalnya? Pengagum Brad Pitt ini kembali bertutur dirinya masih ingin mematangkan dan konssentrasi dulu di sinetron. Dia ingin terus mendalami  dun370/XVia akting. "Memang aku dulu pernah ikutan perkumpulan nyanyi. Tapi kayaknya aku kurang serius menekuninya. Maka kuputuskan untuk berhenti nyanyi, ~MF No. 404/370/XVII, 7-21 Desember 2001

Tuesday, September 15, 2026

INNEKE KOESHERAWATI INGIN MENGUBUR MASA LALU


INNEKE KOESHERAWATI INGIN MENGUBUR MASA LALU (Berita lawas). Penampilannya kini berubah 180 derajat. Inneke Koesherawati sekarang bukan lagi Inneke yang dulu. Sekarang dia selalu mengenakan jilbab. Dengan penampilan barunya itu, sudah barang tentu pemahaman agamanya pun bertambah. Betapa tidak, dulu di akurang begitu memahami agama. Sehingga kurang mempedulikan apa yang dilarang dan diperintah agama. Alhasil dalam setiap film atau sinetron yang dibintanginya, penampilanya agak berani. 

Kenapa Inne memutuskan berjilbab? Dengan perasaan mendalam, wanita cantik yang sudah membintangi banyak film ini menuturkan sebenarnya ada getaran hati yang kuat dalam dirinya untuk memutuskan berbusana muslim. "Tidak  ada dorongan dari siapapun. Saat belum berjilbab, dia mulai belajar tentang agama. Saat belajar itulah dia banyak tahu tentang agama. Mana yang diperintah dan dilarang oleh Alah. Salah satu yang diperintah agama adalah menutup aurat.

"Sejak itulah aku banyak merenungi apa yang aku jalani selama ini. Aku berpikir, emua yang aku lakukan selama ini banyak yang menyimpang dari ajaran agama. karenanya aku perlu introspleksi diri. Dan Alhamdulilla, Tuhan memberikan petunjuk padaku. Mulai saat itulah, aku memutuskan untuk menutup auratku dengan jilbab. Sudah pasti diimbangi dengan pendalaman agama, "ujarnya. 

Ditambahkan wanita kelahiran Jakarta, 13 Desember 1975 ini, banyak yang tidak percaya dengan keputusannya itu. Teman-temannya sempat meragukan hal itu. Bahkan menganggap hanya main-main. Setelah dijelaskan, barulah mereka mempercayainya. "Aku bilang pada mereka, ini merupakan hidayah dari Allah,"kata pemeran sinetron "Jangan Ada Dusta" ini lagi, seraya menambahkan mula-mula ada keraguan pada keputusannya itu. Namn berkat pendirian teguh, keyakinan kuat, dan percaya pada Tuhan kebimbangan itu dapat dihilangkan. 

Diakui pemilik tinggi 168 cm ini , semenjak berpakaian muslim dia merasakan ketenangan lahir maupun batin. Sepertina tidak ada yang mengganjal dalam hidup ini. Semuanya yang dijalaninya menjadi biasa. Dia percaya pada kekuasaan Tuhan. Ingin mengenang masalalu? "Aku nggak akan mengenang masa lalu lagi. Aku akan mengubur kenangan itu. Apa yang aku lakukan dulu, berpakaian seksi, semua nggak ada gunanya dan nggak ada artinya, "jelas putri kelima pasangan Hajjah Leni dan almarhum Hery Koseherbimin ini. 

Inneke mengaku tidak takut kehilangan rejeki setelah mengenakan jilbab. "Rejeki, jodoh dan maut, Tuhan yang mengatur. 

Justru dia bersyukur pada Tuhan. Pasalnya rejekinya di bulan Ramadhan malah bertambah. Berbagai tawaran terus mengalir. Bahkan hampir semua stasiun televisi menawarinya job. "Alhamdulillah, kalau kita percaya pada Tuhan, rejeki nggak akan lari kemana-mana. Semua itu sudah diatur olehNy, "tukas artis ini. ~MF 404/370/XVII, 7-21 Desember 2001



Sunday, September 13, 2026

TRACY TRINITA

 


TRACY TRINITA (Berita Lawas). Ada yang masih ingat aktris ini? Sejak membintangi film Mendam Berahi yang diputar di Malaysia dan Filipina, Nama Tracy Trinita kontan melambung. Sebetulnya jauh sbelumnya, Tracy sudah dikenal sebagai model papan atas berkelas Internasional. Tapi namanya kurang 'merakyat' untuk kalangan marginal. Dan kini, job mengalir deras padanya. Mulai dari presenter tamu sampai sinetron mulai dilahapnya. 

Artis berwajah indo dengan postur jangkung ini, sedang suting sinetron Antara Dia dan Aku bersama Sultan Djorghi produksi Rapi Films. Sebagai pendatang baru untuk lahan sinetron, Tracy sudah mempersiapkan diri, khususnya dalam penguasaan karakter perannya. "Pada dasarnya acting dimana-mana sama, tak terkecuali saat aku main film diluar negeri. Hanya yang membedakan medianya saja. Aku selalu pede, termasuk saat menokohkan cwek jagoan di film Mendam Birahi, padahal sebelumnya aku nggak pernah dapat peran kayak gitu, "tutur Tracy. 

Kesibukan Tracy bukan hanya di sinetron. Tapi job modelpun terus berdatangan. "Hampir tak ada waktu luang lagi. Maka, maaf kalau menghubungi aku selalu yang nerima adalah manajerku, "lanjut Tracy. ~MF 404/370/XVII, 7-21 Desember 2001

****

Dulu ada sinetron Tracy di Indosiar yang dia dandanin kacamata tebal pakai behel itu judulnya apa ya. karakter anak SMA. Ada yang masih ingat?

Saturday, September 12, 2026

JEREMY THOMAS, INGIN MAIN LAGI DENGAN TAMARA


 JEREMY THOMAS, INGIN MAIN BARENG TAMARA (Berita lawas). Popularitas tentu saja sudah diraihnya. Bahkan dampaknya juga sudah dirasakan yang istri tercintanya Ina Indayanti. Karena bisa tampil bareng disebuak iklan sabun cuci dan jadi presenter Love & Life di Metro TV. 

Berikut petikan wawancara dengan Jeremy Thomas yang dimuat di Majalah Film no. ~MF 404/370/XVII, 7-21 Desember 2001

T : Sengaja Istri diajak tampil?

J : Ya, terutama di acara Love & Life memang saya yang mengajak untuk tampil bersama. 

T : Tidak merasa tersaingi?

J : Nggaklah!

T : Diijinkan istri main sinetron lagi?

J : Saya membolehkannya tapi dia yang nggak mau, karena dia sadar kalau harus main sinetron juga siapa yang menjaga anak-anak kami. 

T : Apakah kedua anakmu, Valeria Thomas dan Matthew Thomas akan digirin jadi artis?

J : Saya tidak akan menggiring anak-anak saya kedunia entertaint. Tapi, hingga saat ini saya juga belum tahu kemana bakat mereka sebenarnya. Biarlah semua berkembang dan berproses. 

T : Kebayang nggak sebelumnya, kalau pada akhirnya kamu bisa tampil dengan wanita populer seperti Ayu Azhari, Paramita Rusady, Bella Saphira, Tamara Bleszyinski, Krisdayanti, Desy Ratnasari dan JIhan Fahira?

J : Tentu saja nggak kebayang bisa "berganti" pasangan dengan wanita cantik dan populer lagi. 

T : Diantara mereka yang mana yang paling berkesan?

J : Semua bagus dan berkesan. Sebab mereka semuanya punya personal dan performance yang bagus. Saya senang sekali bisa jadi lawan main mereka. 

T : Masih ada cewek cantik yang belum jadi lawan mainmu?

J : Saya belum pernah bertemu satu frame dengan Sophia Latjuba.

T : Setelah tampil lagi dengan Krisdayanti di Mencintaimu, adakah artis lain yang kamu inginkan untuk main bareng lagi?

J : Ada. Saya sudah usulkan dengan Pak Raam (Produser Multivision plus) agar saya bisa ditampilkan lagi dengan Tamara Bleszynski. Saya ingin sekali main bareng dia lagi

T : Sudah cukup puas dengan peran-peran yang kamu mainkan?

J : Belum. Saya ingin sekali jadi tokoh hero. Misalnya main jadi perwira tinggi yang ceritanya dibalut dengan percintaan. Itulah yang menjadi impian saya dan belum tercapai. 

T : Beberapa artis memilih hengkang dari Multivison. Kamu malah tetap bertahan . Kenapa?

J : Kalau soal itu hak teman-teman untuk pindah, sedang kalau saya mengapa masih bertahan karena harganya masih cocok sesuai yagn saya ingingkan. 

T : Bukan karena kamu dikontrak eksklusif sepanjang masa oleh Multi?

J : Tidak. Kontrak saya dengan Multi jangka waktunya per tahun. Jadi kalau setahun habis kita perbaharui lagi. 

T : Tidak inign mencoba kedapur rekaman?

J : Nggak mungkinlah. Karena vokal saya jelek. 

T : Tapi banyak artis yang berani memanfaatkan popularitas dan tampangnya untuk jadi penyanyi. Masa kamu nggak berani?

J : Biarin aja. Pokoknya saya nggak mau karena nggak bisa nyanyi. 

Jeremy Thomas , Lair di Pekanbaru Riau 31 Julri 1970 dan pernah membintangi beberapa sinetron seperti Hati Seluas Samudera, Pin-Pin-Bo, Istri Pilihan, Mencintaimu, Tersanjung 1-2-3-4-5, Janjiku, Angin Tak Dapat membaca dan lain-lain. 


Wednesday, September 9, 2026

RENNY DJAYOESMAN, PEMERAN PEMBANTU WANITA TERBAIK FESTIVAL SINETRON INDONESIA 1992


RENNY DJAYOESMAN, PEMERAN PEMBANTU WANITA TERBAIK FESTIVAL SINETRON INDONESIA 1992 (berita lawas). Bagi Renny Djayoesman yang terpenting dalam berkesenian adalah bagaimana dirinya bisa mentotalitaskan diri dalam perannya. Karenanya penyanyi yang sudah resmi menjanda untuk kedua kalinya ini tidak pernah memikirkan hasil kerjanya di nilai atau tidak. 

Karenanya jangan kaget bila wanita Jawa yang dikaruniai dua anak ini justru bingung, bila ditanya tentang sinetron-sinetron yang dimainkannya. Karena setiap habis suting, Renny tidak pernah nonton baik lewat Televisi maupun video. 

"Ketika diumumkan saya masuk nominasi saja, saya kaget bukan main. Apalagi sampai dapat , luar biasa tentunya," ujarnya dengan nada haru.

Ketika disebutkan saingan-saingan Renny Djayoesman seperti Ny. Soeparmi, Roldiah Matulessi, Renny justru menjagokan rivalnya itu. "Gua yakin kalau nggak Roldiah ya, Suparmi, "Ujarnya yakin. 

Namun setelah menerima Piala Vidia sebagai Pemeran Pembantu Wanita Terbaik, dengan lantang Renny menyatakan bahwa Pialanya itu ia persembahkan secara khusus buat Irwinsyah.

"Kalau bukan almarhum, gua yakin nggak bakal dapat Piala Vidia. Tahu nggak, sebenarnya gua nggak mau main di Aksara Tanpa Kata, tapi karena kegigihan Irwin Syah minta Gua jadi  nggak tega, malah ia pakai mengancam segala, kalau gua nggak mau ikut main, Irwin akan membatalkan sutingnya , ini gila," katanya dengan nada berapi api. 

Keberhasilan Renny melakonkan wanita Bali yang papa begitu pas, dialeknya meluncur lancar. Memang bukan fakto kebetulan, tapi memang kemampuan aktingnya yang begitu prima. Padahal diakui Renny, menerima naskah yang ditulis Alex Suprapto Yudho itu waktunay begitu singkat. Setengah jam sebelum suting begitu nyampe lokasi, Make up langsung sut. 

Ada kenangan yang membekas dalam diri Presiden Direktur Renny Djayoesman Interprise ini ketika suting sinetron yang mendapat 6 nominasi itu. Kenangan Renny adalah keherannannya akan kelancaran jalannya suting itu. Yang mengalir bak air, tidak ada putus-putusnya. Padahal menurut pengamatannya, kalau melakukan suting di Bali ada saja rintangannya. "Tapi anehnya ketika suting, Aksara, mengalir lancar seperti air. Gua juga tidak pernah re take (pengulangan pengambilan gambar) padahal kalau suting-suting biasanya gua kena tik,"ujarnya dengan tertawa lepas. 

Atas keberhasilannya itu, Renny memang punya rencana mau syukuran membuat nasi kuning yang dihadiahi oleh rekannya, Ani Kusuma. "Gua tanya emak gua dulu ya, mau syukuran apa enggak, ha..ha..ha ,"candanya

 ~MF 167/134/TH IV, 28 Nov - 11 Des 1992

Tuesday, September 8, 2026

KADIR, TAKUT KEHILANGAN GAYA MADURANYA

 


KADIR, TAKUT KEHILANGAN GAYA MADURANYA (berita lawas). Soal Dagelan bagi Kadir telah bertahun-tahun menjadi profesinya. Melawak diawali sejak tahun '83. Ia pernah main drama, sandiwara dangdut, ludruk dan pernah pula bergabung dengan grup Srimulat cabang solo, pimpinan Teguh Srimulat. 

Hengkang dari Srimulat bersama Basuki dan Timbul yang juga jebolan dari grup tersebut, membentuk grup baru Batik Grup, yang merupakan kependekan dari trio lawak ini. 

Walau cukup lama ia menekuni panggung kesenian, namun ia mengaku baru setelah ikut membintangi "Cintaku Di Rumah Susun" karya Nya' Abbas Acub, namanya menjadi populer. Dalam film yang dibintangi Eva Arnaz dan Deddy Mizwar itu Kadir berperan sebagai boss yang ngebet dengan Eva. 

Ia juga mengaku setelah "Rumah Susun" tawaran main film mengalir deras. "Kebanyakan, cuma tempelan!", celetuknya. Lalu, ia menyebutkan film-film dimana mendapat peran besar. Antara lain Giliran Saya Mana, Kanan Kiri OK, Curi-Curi Kesempatan, Makelar Kodok, dan juga Dorce Sok Akrab. 

Dalam "Makelar Kodok" bersama Doyok, Ia pegang peran utama. bagaimana honornya?"Oh itu? Soal honor, memang cukup besar. Tapi nggak usah disebutkan. Ini kan rahasia dapur isteri!", jawabnya. 

Kadir yang mencoba bertahan dengan gaya Madura itu tidak banyak mempunyai kegemaran diluar dunia kesenian. Olahraga sekedarnya saja. "Yang paling saya suka nonton dagelan. Kaya apa pun jeleknya, kalau ada lawak di teve, saya selalu nonton!", tegasnya. 

Nonton film, pernah pula menjadi kegemarannya. Itu, sebelum terlalu banyak show. Sekarang ini, katanya, setahun belum tentu ada 5 film yang ditontonnya. 

Kalau nonton film, lanjutnya, maunya dengan isteri. Tapi, pulang show, sudah terlalu malam dan capai. "Yaa, terus tidur!" jelasnya acuh. 

Soal peran dalam film, Kadir yang di Srimulat dulu hanya kebagian peran-peran jago kepruk, mengatakan. "Saya maunya ya dapat peran yang bervariasi, walau mungkin, peran itu harus ndagel atau banyolan. Namun saya lebih senang kalau karakternya selalu berbeda."

Untuk memainkan tokoh-tokoh serius pun katanya ia tak akan keberatan. "Kalau ada yang mau memberi kesempatan, bagi saya ini merupakan tantangan. Dan saya akan senang sekali!", tegasnya pula. 

Cuma satu yagn akan tetap dipertahankan, karakter atau gaya khasnya, Madura. Kadir pernah mendapat tawaran dari sutradara untuk memerankan tokoh yang bergaya Padang. Namun tawaran itu ditolaknya. "Saya takut identitas saya akan hilang. Kan sekarang sudah punya ciri khas!" katanya memberi alasan. 

Kadir sendiri bukanlah orang Madura. Ia kelahiran Jombang, besar keliling di kota Jawa Timur dan beristrikan orang Tegal. Adalah Nya' Abbas pula yang membentuknya menjadi orang Madura. "Yaa di Rumah Susun itu!" kilah Kadir Dan peran saya bagus kaan? ujarnya ~MF 089/57/THVI 25 Nov - 8 Des 1989

Monday, September 7, 2026

BABAD TANAH LELUHUR 2, TETAP JUAL ADEGAN LAGA

 


BABAD TANAH LELUHUR 2, TETAP JUAL ADEGAN LAGA (berita lawas). Wajahnya keriput. Jenggot panjang, rambutnya tak sehelaipun yang hitam. Menandakan usianya telah lanjut. Tapi, penampilannya masih gagah, energik dan lincah. 

Bahkan ia masih mampu menampilkan atraksi menagumkan, terbang dan jumpalitan di udara, untuk menghancurkan musuh-musuhnya. Jelas, ia bukan orang sembarangan. Pasti ia orang sakti yang mempunyai ilmu tinggi. 

Menurut cerita, orang sakti yang bisa terbang, menghancurkan batu besar, bahkan merontokkan gunung, memang pernah ada zaman kerajaan dulu. Begitu saktinya, ia bisa menghilang saat orang dihadapannya baru mengedipkan mata. Begitu cepat!. 

Tentang orang sakti semacam itu, kini memang hanya kita temui dalam layar perak, melalui rekayasa dan tipuan yang digarap secara cermat oleh sutradara dan juru kamera. 

Denny HW, termasuk salah seorang sutradara kita yang gemar merekayasa pemainnya menjadi orang-orang sakti. Berkelahi di udara, terbang dari satu pohon ke pohon lain atau meledakkan batu-batu besar dengan tenaga dalam, pernah di munculkan. 

"Salah satu filmnya yang sukses dengan atraksi tersebut, Babad Tanah Leluhur yang di produksi oleh PT. Kanta Indah Film. Memang, Babad Tanah leluhur secara komersial belum mampu menyaingi sukses Saur Sepuhnya Imam Tantowi. Tapi, film garapan Denny itu juga menghasilkan keuntungan cukup besar. Karenanya, Denny  dipercayai lagi untuk membuat serial berikutnya. 

Untuk yang kedua ini, Denny tetap menyodorkan konsep pertama, untuk merebut hati penonton akan menampilkan adegan laga di udara. Saat dikunjungi di lokasi suting, Deny bilang, untuk menampilkan adegan terbang diudara membutuhkan persiapan lama dan ruwet. 

"Bukan hanya itu", katanya , ketelitian kerja agar rekayasa tipuan tidak mudah diketahui penonton, harus mampu menciptakan modus-modus baru. Saya tidak ingin mengulang dari apa yang pernah ditampilkan dalam film terdahulu. Kalaupun harus ada, kadarnya ditekan sekecil mungkin, !"

Saat ditemui di lokasi suting, Denny HW sedang mempersiapkan untuk syut adegan seorang jagoan harus melayang-layang diudara. Untuk memperoleh kecepatan dan ketepatan sasaran, kekompakkan kerja antara juru kamera, penarik sling dan orang yang memegangi oran gyang akan disyut memang harus prima. 

"untuk satu syut itu saja, kami harus mempersiapkannya berjam-jam!" jelas Denny yang sebelumnya menyutradarai Si Rawing, juga produksi PT. Kanta Indah Film. "Buat saya terlibat pembuatan film laga seperti ini memang belum begitu banyak. Sehingga, ada penambahan pengalaman!", kata Sutomo GS, juru kamera kawakan yang terlibat dalam pembuatan Babat Tanah Leluhur II itu.