RENNY DJAYOESMAN, PEMERAN PEMBANTU WANITA TERBAIK FESTIVAL SINETRON INDONESIA 1992 (berita lawas). Bagi Renny Djayoesman yang terpenting dalam berkesenian adalah bagaimana dirinya bisa mentotalitaskan diri dalam perannya. Karenanya penyanyi yang sudah resmi menjanda untuk kedua kalinya ini tidak pernah memikirkan hasil kerjanya di nilai atau tidak.
Karenanya jangan kaget bila wanita Jawa yang dikaruniai dua anak ini justru bingung, bila ditanya tentang sinetron-sinetron yang dimainkannya. Karena setiap habis suting, Renny tidak pernah nonton baik lewat Televisi maupun video.
"Ketika diumumkan saya masuk nominasi saja, saya kaget bukan main. Apalagi sampai dapat , luar biasa tentunya," ujarnya dengan nada haru.
Ketika disebutkan saingan-saingan Renny Djayoesman seperti Ny. Soeparmi, Roldiah Matulessi, Renny justru menjagokan rivalnya itu. "Gua yakin kalau nggak Roldiah ya, Suparmi, "Ujarnya yakin.
Namun setelah menerima Piala Vidia sebagai Pemeran Pembantu Wanita Terbaik, dengan lantang Renny menyatakan bahwa Pialanya itu ia persembahkan secara khusus buat Irwinsyah.
"Kalau bukan almarhum, gua yakin nggak bakal dapat Piala Vidia. Tahu nggak, sebenarnya gua nggak mau main di Aksara Tanpa Kata, tapi karena kegigihan Irwin Syah minta Gua jadi nggak tega, malah ia pakai mengancam segala, kalau gua nggak mau ikut main, Irwin akan membatalkan sutingnya , ini gila," katanya dengan nada berapi api.
Keberhasilan Renny melakonkan wanita Bali yang papa begitu pas, dialeknya meluncur lancar. Memang bukan fakto kebetulan, tapi memang kemampuan aktingnya yang begitu prima. Padahal diakui Renny, menerima naskah yang ditulis Alex Suprapto Yudho itu waktunay begitu singkat. Setengah jam sebelum suting begitu nyampe lokasi, Make up langsung sut.
Ada kenangan yang membekas dalam diri Presiden Direktur Renny Djayoesman Interprise ini ketika suting sinetron yang mendapat 6 nominasi itu. Kenangan Renny adalah keherannannya akan kelancaran jalannya suting itu. Yang mengalir bak air, tidak ada putus-putusnya. Padahal menurut pengamatannya, kalau melakukan suting di Bali ada saja rintangannya. "Tapi anehnya ketika suting, Aksara, mengalir lancar seperti air. Gua juga tidak pernah re take (pengulangan pengambilan gambar) padahal kalau suting-suting biasanya gua kena tik,"ujarnya dengan tertawa lepas.
Atas keberhasilannya itu, Renny memang punya rencana mau syukuran membuat nasi kuning yang dihadiahi oleh rekannya, Ani Kusuma. "Gua tanya emak gua dulu ya, mau syukuran apa enggak, ha..ha..ha ,"candanya
~MF 167/134/TH IV, 28 Nov - 11 Des 1992
