Wednesday, September 2, 2026

SAUR SEPUH 4, INTER GAGAL, PRODUSER MARAH Karena Belum Mampu Cetak 100 Copy?


 SAUR SEPUH 4, INTER GAGAL, PRODUSER MARAH Karena Belum Mampu Cetak 100 Copy? (berita lawas). Maka, Mantan Prabu Brama Kumbara yang telah menjadi  resi pertapa itu menasihati wanapati, si raja baru. "Jangan buru-buru membuat peraturan, sebab peraturan Raja adalah hukum yang sulit untuk dicabut kembali".

Sabdo Pandito Ratu!

Dialog ini bisa ditemukan dalam adegan terakhir "Saur Sepuh 4, Titisan Darah Biru" yang sudah lulus sensor BSF tanpa potong satu frame pun, pada Senin 8 Juli 1991. 

Menurut perhitungan Handi Mulyono, produser PT. Kanta Indah Film, produksi terbarunya ini memang pasti lulus dengan mulus. Itu sebabnya sejak jauh-jauh hari, ia sudah menetapkan tanggal mainnya, yakni pada hari Kamis, 11 Juli 1991, sesuai dengan kalender acara yang dikeluarkan oleh PT. PERFIN 

Bukan cuma untuk penayangan di Jakarta saja, namun serentak di banyak kota besar seperti Surabaya, Semarang, Medang, Ujungpandang dan lain-lainnya. 

Namun hambatan justru datang dari pihak Inter Studio yang mencetak copy filmnya!. 

"Mixing sebanyak 6 rel, sudah selesai pada 24 Juni. Dan sebenarnyalah sejak saat itu sudah diorder pencetakan copynya ke Inter, "ungkap sutradara Imam Tantowi. 

"Semula kami memesan 100 copy, tapi mereka menyatakan tak menyanggupi. Maka kami turunkan sampai menjadi 60 copy saja dulu, "ungkap Handi. "Ternyata sampai hari Selasa, 9 Juli dilaporkan baru bisa dibuat lima copy!. Mana Cukup? Sedangkan untuk di Jakarta aja bakal main di 30an gedung. Meskipun dilakukan sistem penggabungan tiap copy ditayangkan pada lebih dari satu gedung, tetap paling sedikit dibutuhkan 20 copy. Belum lagi untuk diluar ibokota!. 

Kerja keras pihak Interstudio kemudian memang mampu mencetak lebih dari 20 copy, Kendati begitu penayangan di bioskop-bioskop Jakarta, tetap harus diundurkan. Kalau semula diharapkan sudah main pada 11 Juli, terpaksa ditunda sehari. Sedangkan penayangan di Surabaya terpaksa dimundurkan mungkin sampai awal Agustus nanti. Sedangkan trailer atau ekstra film sepajang tiga menit yang juga dipesan sebanyak 100 copy, sama sekali tidak bisa dicetak satupun. Padahal seharusnya seminggu menjelang Gala Premiernya, sudah dipasang trailernya untuk bahan promosi menarik calon penonton, tapi sampai sekang filmnya sudah main, terpaksa tanpa trailer. 

"jelas kami tak bisa menunda berlama-lama, mengingat iklan promosi sudah dipasang dikoran-koran terkemuka di Jakarta dan jawa Timur selama beberapa hari ini, disamping baliho besar yang dipajang di depan beberapa bioskop sejak sebulan yang lalu!"Kesal sang produser. 

"Itikad baik produser untuk memenuhi peraturn mengenai prosesing dalam negeri, justru terbentur oleh kekurangsiapan kerja pihak studio sendiri. 

Sejak episode pertama sampai yang ketiga, setiap judul selalu di cetak sebanyak 100 sampai 120 copy", keterangan Tantowi. "Selama ini memang dicetak di Mandarin Lab. Hongkong, Cukup lima hari sudah siap semuanya. Rata-rata maereka mampu mencetak 20 copy perharinya. Kalau perhitungannya wajar, normal-normal saja, dengan tiga unit mesin sudah bisa dicetak minimal 12 copy dalam satu hari kerja. Nah, kalau dikebut siang malam, tentunya bisa dua kali lipat kan?

Ini baru bicara soal kecepatan cetak saja, belum lagi mengenai kualitas hasil cetaknya, keprofesionalan kerja, serta harganya. Mau dibandingkan bagaimanapun juga, semua hal diatas harus diakui masih jauh lebih unggul kerja lab di luar negeri. 

"Sampai kapan baru kita mempunyai laboratorium film yang profesional? "Keluh beberapa insan film yang enggan disebut jatidirinya. ~MF No. 132/99/Tahun VII/20 Juli - 2 Agustus 1991


No comments:

Post a Comment