Friday, May 8, 2026

NICKY ASTRIA AKHIRNYA TERJUN KE FILM


 NICKY ASTRIA AKHIRNYA TERJUN KE FILM (berita lawas). Nicky Astria, rocker cantik dari Bandung akhirnya tak kuasa menolak tawaran main film. Atas bujukan Eddy D Iskandar yang datang bersama Tomi Indra produser "Tiga Sinar Mutiara Film" akhirnya Nicky bersedia menandatangani kontrak main dalam film "Biarkan Aku Cemburu". Kenapa sampai Nicky akhirnya tergrak mau main film, mungkin karena pendekatan yang dilalukan oleh Eddy D Iskandar sang penulis cerita  dan skenarionya. Padahal selama ini sudah banyak juga tawaran main tapi semuanya ditolak oleh Nicky. 

Peran yang dipercayakanoleh Christ Helweldery yang bertindak sebagai sutradara "Biarkan AKu Cemburu" sebagai Komala, mahasiswi sinematografi. Usianya baru 19 tahun, dalam penampilan sehari-hari Komala nampak lincah, agresif, dinamis dan panjang akal. 

Sewaktu akan mendandatangani kontrak, Nicky wanti-wanti kepada produser dan sutradaranya agar dia tidak melakukan adegan ciuman apalagi buka-bukaan. Pokoknya Nicky tidak mau sampai ada imej yang negatif dan bisa merusak citra dia sebagai penyanyi kondang. Berapa honor Nicky? "Wah sorry deh, itu mah rahasia, " kata penyanyi rock yang bulan September (1988) lalu menerima penghargaan BASF Award berkat alunan nadanya dalam album "Gersang".

Penghargaan itu ditandai pula dengan melancong cuma-cuma ke negeri kanguru selama 15 hari.

Tiga tahun sebelum Nicky juga memperoleh penghargaan yang sama berkat album "Jarum Neraka" kemudian sempat melancong ke Jerman sekaligus melongok pabrik BASF. Tahun kemarin dia sempat mengunjungi beberapa negara Eropa antara lain Paris, Swiss, Jerman dan lain-lain. Juga hadiah dari BASF karena album "Tangan Tangan Setan" meledak di pasaran. 

Sukses yang di peroleh Nicky dalam bidang vokal ini terutama berkat dorongan dari pihak keluarganya sendiri, disamping pihak yang tak bisa disebutkan satu persatu. Diantara sekian banyak yang ikut memoles Nicky terdapat tangan dingin Denny Sabri dan kakaknya sendiri Boeky Wikagoe. Juga sukaety Hidayat dan Pandji Tisna Sendjaja. 

Mojang geulis ini sudah memperlihatkan bakatnya sejak usia kanak-kanak. Pada 1971 dia sudah keluar sebagai juara I festival Penyanyi Cilik se Kodya Bandung. Selama empat tahun sejak 1972 Nicky hijrah ke Malaysia ikut kedua orangtuanya. Disana dia sempat diasah vokal oleh Suhaemi Nasution, orang Indonesia yang berdinas di sana. Pulang ke tanah air Nicky yang tomboy ini sempat mencetak berbagai prestasi bidang tarik suara. Dia seperti langganan menerima penghargaan atas berbagai juara yagn sempat disandangnya pada Festival Lagu Tingkat Jawa Barat.  ~MF 61/29 Tahun V 29 Okt - 11 Nov 1988

HERRY TOPAN INTERCINE & PRODUCTION, MEMBIDIK YANG BETAH DI DEPAN TV


 HERRY TOPAN INTERCINE & PRODUCTION, MEMBIDIK YANG BETAH DI DEPAN TV, (berita lawas). Setelah lama menghilang, tiba-tiba Herry Topan muncul dengan membawa ledakan dasyat untuk broadcast swasta RCTI. Menggaet mitra kerja pelawak kondang, Kasino melempar sinetron 'sensasional' Si Manis Jembatan Ancol, sinetron inilah yang memberi keyakinan para pengasuh program lokal stasiun televisi, bahwa sinetron anak negeri juga bisa digemari masyarakat, yang waktu itu TV swasta kita tengah di jejali sinetron dan film produk Amerika. 

Sejak sukses dengan sinetron yang dibintangi dan sekaligus mempopulerkan bintang-bintangnya, Diah Permatasari dan Ozy Syahputra, nama Herry Topan ikut populer. RCTI pun menjadi ketagihan dengan produk-produk yang dihasilkan Herry Topan Intercine & Production (HTI). Padahal ketika produk pertama HTI sebelumnya, yang berbentuk Variety Show dengan mata acara Bugar Bersama Dr. Sadoso dan Sinetron Sebening Air Matanya, RCTI setengah hati dalam menayangkannya. 

Lazimnya perusahaan patungan yang meraih sukses, ujung-ujungnya pasti bertikai dan bubar. Begitupun dengan Herry Topan dan Kasino. Keduanya jalan sendiri-sendiri dan Herry Topan kemudian mengibarkan bendera Herry Topan Inercine. 

"Begitu sukses denan Si Manis, RCTI makin memberi kesempatan kami untuk berkarya berikutnya. Syukurlah produk kami berikutnya yang berjudul Si Buta Dari Gua Hantu dan Wiro Sableng mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat, "  papar Herry Topan ketika diwawancara oleh wartawan MF di mobil terbarunya, Blazer warna biru metalik menuju ke lokasi suting sinetron Wiro Sableng di Purwakarta, Jawa Barat. 

Walau tidak sesukses Si Manis Jembatan Ancol, Si Buta Dari Gua Hantu karya besar Ganes TH mendapat tempat dihati masyarakat pecinta action klasik. Sebenarnya, menurut sumber MF, Si Buta secara bisnis rugi dan membuat RCTI kebakaran jenggot, karena mulanya RCTI berkeyakinan kalau Si Buta akan meraup iklan banyak dan meraih rating tinggi. Tapi ternyata pemasang iklan pada enggan pamer iklan produk-produknya disitu. 

Jeblok di Si Buta, tidak membuat RCTI jera. Kali ini cerita karya besar Bastian Tito, Wiro Sableng yang bukunya hingga kini masih laris, lagi-lagi jadi andalan RCTI untuk tayangan Minggu Siang. Kali ini RCTI cukup berhasil. Wiro berhasil meraup iklan dan penonton serta melambungkan nama aktor pendatang , Ken Ken sebagai pemeran Wiro Sableng. 

Entah siapa yang harus disalahkan. Tapi yang jelas suksesnya Wiro Sableng memancing kekisruhan untuk kedua kalinya di tubuh Herry Topan Intercine. Kali ini tidak lagi sesama rekan bisnisnya tapi dengan ken Ken sebagai pemeran Wiro Sableng. Pertikaian diantara produser dan pemain utama ini tidak menghalangi kerja Herry Topan bersama kru. Lagi-lagi Herry berprinsip the show must go on. Apapun yang terjadi produksi harus jalan terus. Karenanya, walaupun prtikaian antara dirinya dan Ken Ken terus berlangsung tapi produksi sinetron Wiro Sableng harus jalan terus. Maka, jalan keluarnya mengganti Ken Ken dengan pemain baru. Jadi tak heran bila Wiro Sableng ganti wajah baru mulai episode 53. 

Judul yang sedang dikerjakan oleh HTI yakni Wiro Sableng dan Misteri Penunggu Makam. Rencananya akan ditayangkan di Indosiar.  Apa sih resep HTI sehingga broadcast tetap percaya dengan produksinya? "Gampang saja, dalam melihat pasar, saya mencoba membidik orang yang punya kesempatan nonton TV. Lalu pertanyaannya  Siapa sih punya banyak waktu untuk menonton TV? Menurut hemat saya wania dan anak-anak. Kalau sudah begitu, kita tinggal mencari produksi apa yang paling disukai wanita dan anak-anak, " papar Herry Topan. 

Kata Herry lagi, tontonan yang disukai wanita dan anak-anak adalah cerita action dan misteri. Dicontohkannya, kenapa Si Buta bisa meraih sukses, karena jam tayangnya siang, dimana anak-anak ada di rumah dan ibu-ibu selesai masak. Begitupun dengan Si Manis Jembatan Ancol dan Misteri Delima dan cerita misteri lain.

Pada dasarnya cewek itu takut melihat film atau sinetron horor, tapi anehnya mereka paling suka kalau nonton sinetron horor. Kerenanya, dalam berproduksi saya mencoba memilik market anak-anak dan wanita, " ujarnya. 

Agar produksinya tidak keteter dan terkejar jam tayang, seperti yagn banyak dialami ph-ph larin , maka Herry topan mencoba melengkapi peralatan pendukungnya seperti Kamera 5 buah, editing 2 set, 5 diesel, dink dolly, lighting lengkap untuk 5 produksi, komputer grafis dan animasi. 

Untuk biaya produksi Herry tidak bisa memastikannya. Tapi katanya antara 50-60juta. Tapi untuk sinetron action seperti Wiro Sableng dan Si Buta bisa lebih dari itu. Tergantung situasinya lah, katanya. ~MF284/250/XIII/3-16 Mei 1997

Thursday, May 7, 2026

BUKAN PEREMPUAN BIASA, SINETRON PERDANA CHRISTINE HAKIM


BUKAN PEREMPUAN BIASA, SINETRON PERDANA CHRISTINE HAKIM, (Kisah Lawas). Christine Hakim main sinetron, ini sudah jadi pemberitaan. Raam Punjabi, produser Multivision Plus, berhasil menarik aktris nomor satu dalam perfilman nasional itu, untuk memperkuat kubunya. Adalah Jajang C Noer yang berhasil membujuk Christine Hakim untuk bermain dalam karya penyutradaraannya yang pertama ini. 

BUKAN PEREMPUAN BIASA memang menjanjikan sebagai miniseri (terdiri dari 10 episode) yang berbobot lebih dari produksi Multi sebelumnya. Bukan cuma karena pemeran utamanya Christine dan suradaranya Jajang, tapi juga karena cerita-skenarionya merupaka warisan dari almarhum Arifin C Noer, yang bagian klimaksnya ditambal sulam oleh Arswendo Atmowiloto (karena skenario asli tulisan Arifin baru mencapai tujuh episode). Disamping itu sinetron inipun di dukung oleh pemain yang sudah tidak asing lagi seperti : Desy Ratnasari, Donny Damara, El Manik, Pangki Suwito, Remy Silado, Eeng Saptahadi, Anwar Fuady, Arswendi Nasution, serta bintang muda Ari Sihasale, Hans Wanaghi dan Marini Zumarnis. 

Sutingnya hampir keseluruhannya berlokasi di desa diluar kota Solo, Jawa Tengah. Editor Karsono Hadi menyuntingnya, sinetron ini ditayangkan di RCTI pada medio bulan Mei 1997.

Ceritanya sebagai berikut. 

Menul (Christine Hakim) perempuan desa yang menolak kehendak ayahnya untuk menikah dengan seorang lelaki tua, minggat dari rumahnya. Malang, ia diperkosa oleh lima pemuda mabuk. Akibatnya berkepanjangan, karena ia hamil tanpa jelas siapa yang menghamilinya. 

Dua puluh lima tahun kemudian, Menul telah menjadi perempuan paro baya yang berprofesi sebagai tukang pijat tradisional. Ia cuma hidup bersama putrinya, Sri (Desy Ratnasari) yang baru menamatkan kuliahnya di Fakultas Hukum. 

Mendadak Menul yang tinggal dirumah sederhana dipinggiran kota Solo dikirimi kulkas dan teve baru. Menul menolak menerimanya karena tak pernah merasa memesan. Sebaliknya si pengirim, usahawan sukses Pak Bachtiar (El Manik) tak habis mengerti mengapa maksud baiknya ditolak. 

Bachtiar sendiri menemui Menul. Bahkan secara mengejutkan mengajukan lamaran. Tapi menul tak menanggapi , karena kekecewaan hidupnya dimasa silam. 

Dalam pada itu, kegembiraan Sri yang baru di wisuda, pupus demi pcarnya , Soni (Donny Damara), memutuskan hubungan. Pasalnya orangtua Soni mengangap latar belakang Sri sangat tidak jelas. Sri menjadi penasara, ingin mengetaui siapa ayahnya sebenarnya. Demi mmebongkar kamar bunya, Sri menemukan ratusan wesel yagn tak pernah diuangkan, kiriman dari Hamdan (Pangky Suwito). 

Sri ingin mencari Hamdan di Jakarta. Menul mencegahnya, sampai tak tahan menampar wajah Sri. Demi menenangkan Sri yang histeris, Menul mengungkap masa lalunya. 

Gara-gara ayahnya suka berjudi, keluarga Menul dililit hutang pada renternir Sunardi. Untuk melunasi hutangnya, asah Menul (TB Maulana Husni) setuju menikahkan putrinya dengan si lintah darat. Tapi Menul memilih minggat. Ia mencari sahabatnya , Wiwik (Clara Sinta) yang bekerja di kompleks rumah peristirahatan 

Ketika Menul bekerja sebagai pelayan di kompleks inilah, ia di perkosa oleh lima pemuda yang tengahberpesta minuman keras. Dengan menahan sengsara, Menul pulang kerumah oranguanya.Terpaksa menyetujui dinikahkan dengan Sunardi. Namun Sunardi yang kecewa karena Menul sudah tak perawan lagi, segera menceraikannya. 

Terlunta-lunta Menul ang diusir ayahnya, mengembara sendirian. Bekerja sebagai pelayan di restoran kecil, sampai bertemu Wiwik yang mengajaknya menjadi wanita penghibur. Namun Menul tak bisa memaksakan diri berkencan. Menul memilih bunur diri, beruntung muncul pemuda Joko (Arswendi Nasution) yang menolong dan menampungnya di rumah kostnya. Bahkan Joko inilah yang mengurus Menul sampai melahirkan Sri. 

Cerita panjang Menul, menyadarkan Sri betawa menderitanya sang Ibu. Sri mengajak ibunya menyelidiki siapa senenarnya Hamdan. Tiba di stasiun Gambir, mereka disambut Hamdan dan putranya. Burhan (Ari Sihasale). Dirumah ada pula Hanny (Marini Zumarnis) adik Burhan. 

Dalam sebuah kamar, Menu melihat banyak lukisan wajah. Mungkinkah Hamdan salah seorang pemuda yang dulu memperkosanya? Hamdan mengakui, saat peristiwa itu terjadi, memang ia berada disana, tapi ia tak ikut memperkosa. Atas inisiatif Burhan dan Hanny, Hamdan bersama Menul dan Sri merancang rekontruksi untuk membuktikan siapa sebenarnya ayah Sri. 

Lima lelaki diundang untuk reuni ditempat dulu mereka memperkosa Menul. Kelimanya asyik bernostalgia sampai mendadak muncul Sri yang didandani persis Menul dulu. Kelimanya terkesiap dan mulai saling tuduh dengan versi masing-masing. Ada yang berargumentasi kalau dirinya impoten, hingga tak mungkin memperkosa, ada yang berdalih batal melakukannya karena ketakutan melihat Menul sudah pingsan. Lalu siapakah sebenarnya ayah kandung Sri?

Diam-diam Menul sudah menyiapkan sebilah pisau dalam tasnya untuk membalas dendam pada laki-laki yang telah menghancurkan hidupnya dua puluh lima tahun yang lalu. 

Gaya bertuur Jajang yang disesuaikan dengan skenarionya Arifin, terasa tidak biasa dilakukan dalam Sinetron Indonesia. Cenderung mengngatkan pada karya besar Sutradara Empu dari Jepang, Akira Kurosawa , Rashomon (Pemenang PIala Oscar untuk film Asing Terbaik 1950) di mana tokoh-tokoh yang terlibat dalam suatu kasus perampokan pembunuhan, pemerkosaan secara kilas balik mengungkap apa yang terjadi menurut versi masing-masing. 

BUKAN PEREMPUAN BIASA membuktikan Christine Hakim bukan aktris Biasa. Dengan kekuatan aktingnya yang telah jauh lebih matang daripada saat bermain di film Ponirah Terpidana produksi 1983 dengan peran nyaris serupa, ia bisa membuat pemirsa berminat untuk terus menontonnya dari episode perdana sampai tuntas. Lalu mungkin kelak ada Bukan Perempuan Biasa, kedua  atau sinetron lain yang dilakoni Christine Hakim. ~MF284/250/XIII/3-16 Mei 1997

Produksi PT Multivision Plus

Produser : Raam Punjabi

Sutradara : Jajang C Noer, 

Cerita/Skenario : Arifin C Noer

Kamerawan : Winaldha Melalatoa

Penata Artistik : Berty Ibrahim

Editor : Karsono Hadi

Pemain ; Christin Hakim, Desy Ratnasari, Donny Damara, El Manik, Pangky Suwito, Remy Silado, Eeng Saptahadi, Ari Sihasale, Marini Zumarnis, Clara Sintya

Wednesday, May 6, 2026

COK SIMBARA, BERAT PERAN BENCONG

 


COK SIMBARA, BERAT PERAN BENCONG (berita lawas). Untuk jadi demonstran, rupanya tidak sesulit menjadi bencong. Setidaknya itulah yang dialami Ucok Hasyim Batubara alias Cok Simbara, lelaki kelahiran Penyabungan tahun 1953 ini. "Waktu diminta main sebagai demonstran dalam "Gema Kampus 66" dan Djakarta 1966 terus terang saya tidak terlalu repot. Soalnya saya pernah jadi mahasiswa kan? ujarnya. 

Tapi ketika diminta main sebagai bencong dalam film "Terang Bulan Di Tengah Hari", saya benar-benar repot. Terus terang peran Hadi yang bencong dalam film itu berat bagi saya," tambah aktor yang ngakunya tembak langsung dari Penyabungan ke Jakarta tanpa lewat Medan ini. 

Biar berat, Cok mengaku senang dengan peran bencong tersebut. "Saya suka karena banyak tantangannya. Terutama yang datang ari luar diri saya sendiri, " ujarnya. "Memang beban buat saya memainkan peran bencong tersebut. Soalnya selama ini sayakan dikenal sebagai lelaki yang terus kebagian peran gagah, " tambah aktor temuan Wim Umboh yang main film pertama kali tahun 1976 sebagai pemeran utama dalam "Kugapai Cintamu" tersebut.

Karena suka, Cok akhirnya menerima dan membutuhkan waktu sampai tiga minggu untuk beradaptasi. "Saya latihan sendiri dan observasi pada dunia model. Melihat contoh-contoh orang yang bisa saya jadikan sampel, " ujar nomine pemeran pria terbaik FFI 1987 ini yang lalu punya imej peragawan Doddy Haickel untuk tokoh Hadi. "Selain itu saya suka dengan peran ini karena saya memperoleh warna dalam film saya, " tambah Cok yang juga baru pulang dari Philipina bersama teater kecilnya Arifin C Noer. "Ikut main dalam drama "Sumur Tanpa Dasar" di Festival Seni Asia, " jelasnya. 

Cok yang memang berasal dari dunia panggung ini, memang memulai karir filmnya bersama Teater Kecil. Kemudian gabung dengan Derry Sirna dan Rudolf Puspa di teater keliling dan pernah manggung sampai ke Australia. Di film sendiri, Cok katanya sudah ikut membintangi 20an judul film sampai tahun 1988. "Saya tidak ingat lagi apa saja judulnya. Tapi untuk tahun ini saja ada empat film yang ikut saya bintangi. Empat film tersebut adalah "Akibat Kanker Payudara, Gema Kampus 66, Terang Bulan di Siang Hari, dan Jakarta 66. ~sumber MF 61/29 tahun V, 20 Oktober - 11 November 1988

Tuesday, May 5, 2026

FIRDHA RAZAK, SUTING LUPUS II SAAT HAMIL


 FIRDHA RAZAK, SUTING LUPUS II SAAT HAMIL, (Berita Lawas). Seorang pembaca Majalah Film melayangkan sepucuk kartu pos ke ruang Uneg Uneg. Benarkah bintang film Firdha Razak hamil ketika main film "Lupus II Makhluk Manis Dalam Bis?".

Diingat-ingat sembari di pelototi film itu lagi, benar juga. Firdha memang benar lagi hamil 7 bulan. Saking takut perutnya yang jendul itu kelihatan, maka berkali-kali ia menutup dengan tas dan baju kompryangnya. Tapi perut biasanya tak bisa diumpetin. Saat di bonceng sepeda motor oleh tokoh Boim (Agyl Syahriar) maka lewat kamera yang setengah close up nampak perut Firdha yang hamil menjelang tua. 

Tidak dengan film itu saja perut Firdha nampak membesar. Dalam film "Kecil-kecil jadi pengantin" Firdha juga tengah mengandung putranya yang kedua. Agak beruntung dalam film ini dikisahkan Firdha yang dari anak muda lalu menjadi istri muda (maksudnya seorang wanita muda yang baru menjadi istri).

Saat adegan Firdha main sepakbola jelas sekali perutnya tak bisa disembunyiin. Celakanya lagi ia diharuskan memakai jelana pendek, jadi repot menyembunyikan perutnya. Maka saat diadakan pemutaran awal film Lupus di Jakarta oleh Majalah Film, banyak yang berkomentar setelah nonotn film itu, "Wah repot, Adik Lupus, Lulu diam-diam sudah hamil. Jangan-jangan yang menghamili si Boim atau Lupus sendiri. "Tapi tentu saja komentar ini perlu diberi peringatan, Husshhh!. Artinya, setidaknya pengamatan da kejelian penonton film telah mulai tajam. Bukti bahwa untuk bikin film baik harus lebih hati-hati dan teliti. 

Orang tentu tak akan menyangka bahwa Firdha yang masih kelihatan gres ini sudah bersuami. Waktu suting Lupus I di Jl. HOS Cokroaminoto saja, Lulu eh Firdha serign diantar jemput oleh suaminya. Namun sejauh itu Firdha tak mau buka suara. 

Betapapun bintang muda satu ini memang pantas di perhitungkan kehadirannya diantara segerombolan bintang baru dan ia nampak lain lewat bakatnya. 

Tampang Firdha baru dikenal lewat film Pesona Natalia, baru sebagai taraf figuran. Seorang sutradara muda Eddi SS tertarik lalu memasangnya dalam film "Cinta Cuma Sepenggal Dusta" yang memperoleh tolehan dari banyak wartawan film. Klimaknya adalah ketika ia menokohkan peran Lulu, Adik Lupus dalam film Lupus I dan II meski tidak nongol banyak. Kemudian di film Kecil-kecil jadi Pengantin mendampingi Richie Ricardo. 

Sosok Firdha sekaligus bukti kecil tak benar artis yang sudah berkeluarga dijauhi penontonnya. ~sumber MF 51/19/Tahun ke IV, 11-24 Juni 1988

MISTERI DI MALAM PENGANTIN, SUTING 18 HARI, REKOR TERCEPAT FILM HOROR


 MISTERI DI MALAM PENGANTIN, SUTING 18 HARI, REKOR TERCEPAT FILM HOROR (Berita Lawas). Lewat tangan Manisnya, Atok Suharto telah membuktikan sinetron RCTI Si Manis Jembatan Ancol menjadi tayangan baru dalam tema horor. Beigtu mengudara, pemirsa TV langsung tak beranjak. Sinetron karya sutradara jebolan Fak. Sinematoraphy IKJ ini telah menemukan resepnya. Namun, tidak begitu dengan film. Meski Atok Suharto telah beberapa kali menggarap film tema horor, Atok belum menemukan resep yang mujarab. 

"Secara penuh sih belum, tapi saya mencoba tetap mencari bentuk baru dalam tema horor," kata sutradara yang telah menggarap berbagai tema film ini. 

Lewat film garapan terbarunya, Misteri di Malam Pengantin produksi PT. Soraya Intercine Film, Atok Suharto mencari alternatif baru dalam tema horor. 

Begitu kontrak dua film, Atok langsung membikin gebrakan baru, memproduksi film horor dengan 18 hari suting. Angka yang menakjubkan. Dalam sejarah membikin tema horor, Atok memecahkan rekor tercepat menggarap film horor. Arizal saja yang dikenal sebagai sutradara komedi supercepat bila menggarap film Warkop DKI paling cepat membutuhkan waktu sebulan. 

Ketika Atok menggarap Si Manis Jembatan Ancol ia membikinnya seperti menggarap sebuah film. Hanya saja alatnya yang beda, katanya. Barangkali dari sinetron itu ia menemukan kiat baru. "Bisa juga, tapi yang jelas dengan kru saya sudah kerjasama yang cukup lama. Jadi keinginan saya tidak sulit diterjemahkan semua kru. Sebab semua kru meruakan kelompok saya."

Soal peralatan Soraya Film tak diragukan, mereka memiliki seabrek perangkat yang cukup canggih di negeri ini. Dengan kamera Afifflex III terbaru, plus lampu-lampu gress, soal mutu gambar boleh dijamin. 

Sedianya film Misteri Di malam Pengantin akan digarap oleh Sisworo Gautama Putra , karena keburu di panggil Sang Pencipta, tongkat diserahkan kepada Atok. Skenario Misteri Di Malam Pengantin merupakan peninggalan terakhir dari Sisworo Gautama Putra, ketika menulis dengan nama samaran S. Gatra. 

Dana yang cukup tidak membuat Atok langsung cepat puas ketika mengambil gambar. Ia ingin menunjukkan keberadaannya sebagai sutradara horor. Contohnya ketika memunculkan adegan suspence, tidak hadir dengan sekonyong-konyon. Melainkan di bina dari awal. Ia tidak menghadirkan secara tiba-tiba. "Dari Scene-scene sebelumnya saya sudah bina rasa takut penonton, " katanya. 

Dalam film ini, Atok leih banyak bermain dengan Glas Shot. Bukan menghindari trik. Trik tetap ada hanya sebatas apa yang ada di skenario. "Saya tidak takaburmembikin film horor ini begitu cepat. Cerita maupun lokasi suting sangat mendukung sekali cepatnya suting 70% lokasi suting mengamil set di Puncak, Jawa Barat. 

Handalan lain yang memiliki nilai jual adalah kehadiran Kiki Fatmala sebagai bintang utama. Sebab selama ini ia hanya berlakon sebatas tema drama an komedi. Bentuk  tubuhnya nan sensual dengan kostum transparan lewat siraman tata lampu yang apik menjadikan gambar manis di pandang. 

"Saya kaget mendapat tawaran main film tema horor, belum pernah sih.?. Untung MasAtok banyak memberikan pengarahan kepada saya. Sebab, main lakon horor muka harus bisa berekspresi dingin namun punya dendam. Karakternya adalah dendam yang diperkosa, " kata artis yang sibuk suting sinetron Ada Ada Saja ini. 

Max J Pakasi, selaku kameraman tidak mau tinggal diam. Usaha untuk membikin adegan artistik merupakan tantangan yang tidak diabaikan begitu saja dalam mensut film Misteri Di Malam Pengantin ini.

Untuk pengadegan Love Scene, Max menghadirkan shot lain dari biasa dalam tema horor. Sebab tak jarang sineas negeri ini  mengabaikan begitu saja pengadegan love scene sehingga terkesan vulgar. 

Para bintang yang bercokol dalam film ini diantaranya Kiki Fatmala (Kinanti), Ibra Azhari (Boy), Christine Terry (Fluorent), Ervan Yudha (Dolof), Andi Jurpi (Jaky), Vira Suzanna (Cici), Linda Flexiana (Yuke) dan Yohana (Omi). 

Di bagian Kru , Atok Suharto (Sutradara), Max J Pakasi (Kamerawan), Affandi SN (Penata Artistik), Muryadi (Editor), Chossy Pratama (Penata Musik), Agusti Tanjung (Asisten Sutradara) dan CJ Beslah (Pimpinan Produksi). 

Sinopsis : 

Segerombol anak-anak muda kaya dalam keadaan mabuk memper kosa gadis SMP bernama Kinanti, di sebuah Vila. Saat di per kosa Kinanti berusaha menyelamatkan diri. Tapi secara sadis Kinanti di gilir sampai akhirnya mati dalam kecelakaan. 

Begitu mengetahui Kinanti mati, Boy, Joky dan Garmin kemudian menguburkannya. Lima tahun kemudian, tatkala gerombolan anak muda itu telah berada di bangku kuliah, Kinanti datang untuk membalas dendam. 

Dendam Pertama kepada Boy, Kinanti datang tatkala Boy sedang menikmati bulan madunya dengan Flourent. Cara membunuh Boy, Kinati berwujud seperti Flourent. Tanpa diketahui Boy, ia berkencan dengan Kinanti. Pada saat bulan madu itulah Boy mati mendadak. Hal ini membuat gempar gerombolannya. 

Satu persatu Kinanti datang menteror gerombolan yang pernah memperkosanya. Semua panik dan ketakutan. Namun ada yang tak percaya. Setelah membuktikan Kinanti akan membalas dendam semuanya jadi panik. Dalam kondisi dihantui ketakutan, semuanya mencari jalan selamat. Tapi rupanya Kinanti tetap saja buas menjangkau manusia yang pernah memperkosanya, kemanapun mereka pergi. ~sumber MF177/144/THIX, 17- 30 April 1993

Monday, May 4, 2026

BETHARIA SONATA, MAU TIDAK MAU HONOR SAYA HARUS 25 JUTA!

 


BETHARIA SONATA, MAU TIDAK MAU HONOR SAYA HARUS 25 JUTA! (berita lawas). Para penyabet Piala Citra boleh bangga karena setelah itu honornya bisa sedikit naik. Bintang film terlaris sekali pun boleh bangga honornya sekali main bisa mencapai Rp. 20 juta. Tapi Betharia Sonata, yang lagi main film sebijipun, bisa berbangga diri bahwa honornya sekali main film 25 juta rupiah. 

Betha memang orang baru di film. Ia barusan merampungkan film "Kamus Cinta Sang Primadona" yang digarap cukup norak. Dalam film ini Betha cuma dibayar Rp. 2,5 juta dengan perhitungan kalau soundtrack lagu film ini laris akan dapat royalti khusus. 

Malah, ketika Sophan Sophian akan menggaet Betha untuk menjadi peran utama dalam film "Ayu dan Ayu" yang sudah ditandatangani, kemudian batal karena kesibukan Betha, cuma dibayar 5 juta rupiah. 

Kini semua bintang boleh iri, Betha mampu menaikkan honor di filmnya menjadi Rp. 25 juta. Satu hal yang barangkali belum ada sejarahnya dalam film nasional menggaet bintang gress dengan bayaran segitu.

Ini memang honor kaget Betha untuk film keduanya berjudul "Biarkan Dia Cemburu" yang disutradarai oleh Chris Heldewery yang pernah  menggarap "Telaga Air Mata".

"Biarkan AKu Cemburu" berdasar novel Eddy D Iskandar yang sekaligus menuliskan skenarionya . Produsernya adalah Tommy Indra, yang pernah menggarap film "Gita Cinta Dari SMA", "Puspa Indah Taman Hati", "Gadis Marathon" serta "Gepeng Bayar Kontan", selain 8 film lainnya. 

Film ini berkisah tentang romantika anak-anak IKJ (Institut Kesedian Jakarta) jurusan Tari. Tapi lupakan dulu soal ceritanya. 

Honor yang cukup selangit ini sendiri membuat banyak produser protes. "Ini bisa merusakkan harga" ujar beberapa produser. Tapi Tommy yang kegiatannya sebagai petani tambak di Lampung tenang-tenang saja. "Ya saya kira kalau Betha minta segitu dan saya anggap pantas ya bayar saja, ujar Tommy yang pernah diisukan bangkrut dari kegiatan film. Ya ini sekaligus membuktikan saya tidak bangkrut. Biar orang lain tahu saya bisa bayar artis dengan harga pantas," kilah Tommy yang membayar Betha dengan cash sesuai permintaannya. 

Beberapa orang film menyangsikan bahwa Betha yagn sering tour show nyanyi, bisa mentaati jadwalnya. "Pokoknya saya janji bisa taat jadwal suting, ujar Betha yang ditirukan Tommy. Betha sendiri pernah ingkar janji, ketika pembuatan "Ayu dan Ayu" sehingga ketika Sophan Sophian jengkel, Betha dibatalkan dan diganti Dewi Yull. 

Rencana Suting Biarkan Aku Cemburu adal November 1988 di Lampung dan Jakarta. Film ini didukung oleh Dede Yusuf, Nicky Astria, Uci Bing Slamet dan Dolly Marten. ~sumber MF 61/29 Tahun V , 29 Okt - 11 Nov 1988

Sunday, May 3, 2026

SEPASANG MATA MAUT, TEROR GENTAYANGAN


 SEPASANG MATA MAUT, TEROR GENTAYANGAN. Gara-gara manipulasi di perusahaannya bekerja terbongkar, Supandi di pecat. Terpaksa ia pulang kampung dengan membawa isterinya. Amalia. Saat menggali sumur, Pandi menemukan satu kepala manusia yang sepasang matanya memancarkan sinar. Pandi diperbudak oleh kepala manusia berhawa jahat ini. 

Di ungkapkan kisah puluhan tahun lalu. Tarjo difitnah oleh saudara seperguruannya sendiri, Parman. Kekbalan tubuh Tarjo di punahkan oleh Parman dengan cara mengolesi goloknya memakai darah perawan Ijah, adik kandung Tarjo sendiri. Tarjo dipenggal. Kepalanya menggelinding jatuh ke jurang yang kemudian tertimbun oleh tanah longsor. Kepala Tarjo yang masih tetap utuh inilh yang sekarang menuntut balas dengan memperalat Pandi. 

Musuh-musuh Tarjo yang masih hidup satu persatu menemui kematian mengerikan, bahkan juga keluarganya. Juragan Parman yang kaya raya menuduh Mak Ijah, gelandangan tua, sebagai si pembunuh. Untung ada Ustadz Jayusman, guru silat yang membela Mak Ijah. 

Keganasan Tarjo semakin menjadi karena ia selalu haus darah. Tak puas cuma kepalanya yang bergentayangan, ia ingin bersatu lagi dengan tubuhnya. Pandi harus menggali kuburnya. Tepat pada saat itulah menyerbu Parman. Datang pula Amalia, Mak Ijah dan Jayusman yang bertekan mengakhiri teror horor kepala Tarjo. 

Film Produksi PT. Kanta Indah Film ini diangkat dari novel Abdullah Harahap yang memang sudah banyak menulis cerita seram. Di dukung oleh bintang-bintang campuran Indonesia-Malaysia, Hengky Tornando, Raja Ema, Sutrisno Wijaya, Wenny Rosaline, Ferry Irawan dan M. Rojali. 

Tak ketinggalan Torro Margens yang selain menyutradarai juga ikut berperan sebagai sang ustadz. Lewat mulutnya berucap "Kepala Tarjo yang kita lihat hanyalah wujud pinjaman setan. Menjelang akhir hidupnya ia menyerah pada kemauan setan. Dan setelah itulah yang kini berkeliaran melakukan pembantaian di sana sini sebagai imbalan penyerahan Tarjo. Jadi masalahnya berpulang pada manusia sendiri. Kekuatan mana yang ingin diraihnya dalam hidup ini. Iman kepada Tuhan atau menyerah pada kemauan Setan?.

Pada penutup film dibacakan surat Al Hijr ayat 39 yang artinya "Setan takkan pernah menyerah. Dia akan datang lagi setiap saat untuk menyesatkan manusia dari jalan Tuhan. Dan dia pantang menyerah, kecuali oleh orang-orang yang beriman!".


Saturday, May 2, 2026

SENTUHAN KASIH

 


SENTUHAN KASIH

Tema : Drama

Produksi : PT. Inem Film

Produser : Ny. Leonita Sutipo dan Sonny Effendy

Skenario/Sutradara : Willy Wilianto

Sinefotografi : Bambang Trimakno

Penyunting : Mulyadi

Pemain : Dian Ariesta, Minati Atmanegara, Zulferdi Amos, WD Mochtar, Wolly Sutinah, Pietrajaya Burnama, Pong Harjatmo, Hadisyam Tahax


Cerita : 

Arie (Dian Ariestya) hidup berdua dengan ibu kandungnya, Susi (Minati Atmanegara). Mereka menolong seorang lelaki tua, Darma (Hadisyam Tahax) yang numpang tidur di rumah. Dan kemudian Darma dijadikan pembantu rumah tangga sementara. 

Pada suatu hari nafsu jahat Darma timbul. Ia memperkosa Arie! dan ketika coba mengganggu Susi, Darma ditikam mati oleh Arie. Demi untuk menolong anaknya, Susi cepat merebut pisau berdarah itu, agar dikira polisi bahwa dialah pembunuhnya. 

Susi ditangkap dan ditahan polisi, akan diajukan ke pengadilan.  Sementara itu Arie mencari pekerjaan, untuk mendapatkan uang guna membiayai pengacara. 

Pertama-tama Arie kerja di rumah Tuan Herman (A Hamid Arif) seorang duda tua. Tuan Herman jatuh cinta dengan Arie. Dan diterima karena dia janji akan menolong Susi. Mulai saat itu Tuan Herman banyak makan obat kuat, padahal ia mengidap penyakit jantung. Akhirnya ketika birahinya bergejolak terhadap Arie, Tuan herman meninggal karena overdosis makan obat kuat. 

Arie ganti kerja pada Benny (WD Mochtar), seorang dukun modern. Benny juga jatuh cinta pada Arie. Juga diterima dengan baik, karena janji mau menolong Susi. Tapi Benny ternyata mengecewakan Arie, karena ia sering berbuat yang tidak-tidak kepada para pasien wanitanya. Pada akhirnya Benny ditangkap polisi karena mengganggu pasiennya seorang wanita yang masih bersuami. 

Arie cari pekerjaan lain. Dalam pengembaraannya ia ketemu dengan Teddy (Pong Harjatmo) seorang mahasiswa putra pengacara terkenal Gani Sembada SH (Pietrajaya Burnama).  Teddy jatuh cinta pada Arie. Ayah Teddy menolong Arie, mengurus perkara Susi. Tapi ternyata sewaktu mereka akan besuk Susi, wanita yang malang itu telah di bebaskan dari penjara!. 

Gani Sembada SH yang akhirnya mengenali Susi mengatakan bahwa Susi dibebaskan karena Darma yang dibunuh ternyata seorang buronan polisi. Seorang Residivis yang berbahaya. Arie dan Ibunya sangat merasa bahagia. 


Ada yang pernah menontonnya?


LAURA SI TARZAN, LAWAN AMASON DI RIMBA


 LAURA SI TARZAN, LAWAN AMASON DI RIMBA, Ada pesawat jatuh ke rimba belantara. Satu-satunya yang hidup cuma Laura, si gadis cilik. Tahu-tahu dia sudah tumbuh dewasa dan bergelayutan dari pohon ke pohon sebagai Tarzanita. 

Datang rombongan ekspedisi dipimpin Profesor Kribo. Mereka terjebak suku Amazon yang terdiri dari wanita-wanita buas. Ada yang diperkosa rame-rame, ada pula yang di bantai untuk pesta. 

Johny , anak profesor, mengajak pemuda-pemuda kawannya untuk menyusul. Menerobos rimba dengan dua jeep. Juga tertawan oleh suku Amazon. Kecuali Johny yang keburu diselamatkan Laura. Rupanya si Tarzanita jatuh hati pada pemuda yang tubuhnya penuh tatoo ini. 

Sisa rombongan ekspedisi kudu ditolong. Namun suku Amazon tak membiarkan mereka kabur begitu saja. Terjadi pengejaran ditengah malam gelap gulita. baku bunuh ngawur-ngawuran. Satu persatu roboh termasuk si professor dan semua pemuda. Begitu pula halnya dengan suku Amazon, punah habis. Sekarang cuma tinggal Laura dan Johny yang menghuni rimba itu. 

MENGUMBAR NAFSU. Inilah film arahan pertama Willy Willianto setelah menyelesaikan masa skorsingnya. Masih sama  seperti film-filmnya di Inem dulu, untuk produk Budiana inipun, ia tetap mengumbar nafsu vulgar. Sebarisan cewek figuran yang bermain sebagai suku Amazon harus bergumul dengan busana sekedar rumbai-rumbai daun kering belaka. Dan astaga, ternyata suku Amazon yang antah berantah ini dipimpin oleh ... Ully Artha!.

Laura diperankan oleh Wieke WIdowati yagn sebagai Tarzanita tak punya pasukan binatang. Dalam rimba Pangandaran dan Pelabuhan Ratu memang tak ada gajah dan macan. Jadi kerja Laura cuma bergelayutan dan mengintai kegiatan suku Amazon saja, belakangan ditambah dengan pacaran dengan Johny Indo, pemeran anak profesor. Sang profesor sendiri dibawakan langsung oleh Willy Wilianto yang rambut aslinya memang keriting kribo. 

Untuk ngeramein ikutan main pula bintang-bintang langganan Budiana seperti George Rudy, Baron Hermanto, Emmy Husein, Sherly Sarita, Herman Permana, Hengky Naro, plus belasan cewek figuran yagn bermodalkan keberanian pamer tubuh! . ~sumber MF 109/77 Tahun VI, 1 -14 September 1990

Friday, May 1, 2026

SAMSUL GONDHO , PEMERAN BASIR DALAM MISTERI GUNUNG MERAPI


 SAMSUL GONDHO , PEMERAN BASIR DALAM MISTERI GUNUNG MERAPI, (Berita Lawas), Dalam sinetron Misteri Gunung Merapi, Samsul Gondho berperan sebagai Basir, tokoh yang selalu menemani Sembara . Perannya sebagai tokoh Basir itu, kerap mengundang perasaan gemas para pemirsa khususnya yang setia megikuti sinetron Misteri Gunung Merapi ini. Peran mereka dalam sinetron itu terlihat kompak. Namun, menurutnya, dulu, Samsul Gondho pernah merasa was-was ketika tahu lawan mainnya adalah Marcellino. 

"Sebelumnya saya memang sudah tau siapa Marcellino, dia itu seorang model dan pemain sinetron. Tapi saya kenal di abaru di sinetron Misteri Gunung Merapi ini. Jujur saja awalnya saya cukp merasa was-was juga begitu tahu kalau teman main saya dalam sinetron ini adalah Marcel," cerita Samsul Gondho. 

"Waktu itu saya berpikir, kira-kira enak nggak ya, Marcel diajak kerjasamanya," kata Samsul yang mengenyam pendidikan seni peran di IKJ ini. 

"Saya kuatir, kalau tidak ada kekompakan diantara kami, wah,... bisa berabe, " tutur pemuda kelahiran Jepara, November 1973 ini. 

Untuk menangkal semua itu, Samsul yang pernah membintangi iklan Komix dan Wendy's ini, berusaha mendekati dan mencoba akrab dengan calon mitranya itu. "Ternyata, Marcel itu seorang yang lumayan asik buat diajak ngobrol. Bukan cuma itu, ternyata ia juga punya rasa sosial cukup tinggi, " aku pria bertubuh besar yang gemar berolahraga bulutangkis ini. 

Menurut Samsul Gondho pula, bak kata pepatah, " Tak kenal maka tak sayang. "Sebelum kita mengenal seseorang, biasanya belum ada rasa sayang dalam diri kita terhadap orang tersebut. Tapi kalau kita sudah kenal dan tau siapa dia, otomatis kita akan memliki rasa sayang terhadapnya, Tentunya sayang sebatas teman lho, " ujar pemuda yang bercita-cita berbisnis di binag meubel ini. ~Majalah Kartini

Thursday, April 30, 2026

MARCELLINO, PEMERAN SEMBARA


 MARCELLINO, PEMERAN SEMBARA, (Berita Lawas), Marcellino, perannya sebagai Sembara, pemuda berilmu tinggi dalam sinetron Misteri Gunung merapi ternyata mampu membuat kagum para penggemarnya. Marcellino, pria kelahiran Jakarta, 21 Mei 1974 yang mengawali karirnya lewat dunia modelling, dinilai cukup pas dalam memerankan tokoh tersebut. 

Ketika Marcellino masih duduk di bangku Sekolah Dasar, ia pernah mengikuti sandiwara radio yang cukup terkenal ketika itu, yakni Misteri dari Gunung Merapi dengan sembara sebagai tokoh pendekar yang selalu ditunggu kehadirannya. 

"Saya pernah mengikuti sandiwara itu diradio, tapi bukan berarti saya ngefans berat. Hanya sekedar tahu saja, " katanya. 

Namun ia tidak menyangka sama sekali, ketika cerita itu akhirnya diangkat menjadi sebuah sinetron seri, ia yang ditawari untuk memerankan tokoh Sembara. Barangkali, karena ia sudah 'mengenal' tokoh itu sejak kecil dulu, mak aiapun bisa menjiwai karakter tokoh sembara dengan cukup baik. Suara dan pakaiannya yang khas serta sifat kepahlawanan yang tinggi, membuat penonton terlena dengan sosok Sembara yagn diperankannya. 

Lantas, bagaimana dengan sikap kedua orang tuanya terhadap semua kegiatan yang dilakukannya selama ini?

"Sejak dulu, mereka tidak pernah melarang saya ikut dalam berbagai kegiatan nilai positif, mereka akan tetap memberikan kebebasan. Menurut mereka, saya ini sudah dewasa, jadi sudah dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, " tutur Marcel yang sudah 'kadung kepincut' di dunia seni peran. 

Meski menurutnya , ia sudah 'kadung kepincut' di dunia seni peran, namun menurut Marcell, ketertarikannya bermain dalam sinetron  "Misteri Gunung Merapi" itu, lebih disebabkan oleh keinginannya untuk mengetahi suka dukanya ikut bereran dalam sinetron laga. 

"Saya memang bnar-benar ingin merasakan, bagaimana suka dukanya ikut terlibat dalam pembuatan sinetron laga. Tentu berbeda dengan sinetron drama. Sebab dalam sinetron laga kita harus berkonsentrasi tinggi, tidak boleh main-main. Jika tidak hati-hati kita bisa terpukul oleh lawan main kita sendiri, " komentar Marcel. "Pernah juga saya kena pukul , tapi itu biasa. Dan menurut saya itu kesalahan kita. kalau kita serius dan hati-hati, tentu tidak akan terjadi, " tambah Marcel yang ternyata cukup menguasai olahraga beladiri Tae Kwon Do ini. 

Marcellino di temui di sela-sela suting Misteri Gunung Merapi  yang saat itu suting tengah dilakukan di daerah Cibubur, Jakarta Timur. Dan siang itu Marcel tampak gagah dengan pakain pendekarnya. 

"Bila mereka melihat saya berpakaian seperti ini, mereka lebih mengenal saya sebagai Sembara daripada Marcelino. Apalagi kalau mereka datang ke lokasi suting, mereka selalu memanggil saya Sembara. .. Sembara, " kata sang pendekar yang selalu berprinsip  "jalani kehidupan ini apa adanya. Selami dunia ini dan jangan berhenti untuk belajar". ~ Majalah Kartini nomor milenium 2007-  6 sampai 20 April 2000

Wednesday, April 29, 2026

BANYU BIRU, SI BUNG KECIL DI FILM LANGITKU RUMAHKU


 BANYU BIRU, SI BUNG KECIL DI FILM LANGITKU RUMAHKU, (Berita lawas). Nampak, ia anak yang berani. Omongannya ceplas ceplos, seperti orang yang sudah terlatih. Tubuhnya subur, energik dan gamang bergaul dengan siapa saja. Banyak orang yang tak tahu, ternyata dia putra sutradara Eros Djarot. 

Banyu Biru, lewat Pak Denya, Slamet Rahardjo, ia pertama kali diajak main film. Tak tanggung-tanggung memang, ia langsung mendapat peran utama dalam film Langitku Rumahku, sebagai Andry. Perannya sebagai anakorang kaya yang sudak bergaul dengan anak-anak kampung, ternyata sosok keseharian bocah yang baru berumur 11 tahun. 

"Bergaul dengan anak kampung enak saja. Mereka nggak norak, " tegas Banyu Biru dengan tegas. 

Ia kini duduk di bangku kelas I SMP Al Azhar Pusat. Barangkali karena ia putra seorang sutradara dan hidup dilingkungan orang film, ia tak merasa canggung main film. Tak juga canggung berteman dan bergaul dengan anak kampung. Tapi bagaimana rasanya bermain film untuk pertama kalinya?.

"Asik saja. Bebas kalau ngasih pengarahan. pak De sangat gampang. Jadinya ya enak. Soalnya sama Pak De sendiri sih. Jadi lebih saudara gitu, lebih gampang ngerti," jelas Banyu dengan nada bicara yang bersemangat. 

Banyu punya keinginan, kalau dapat kesempatan main film, ia akan main film terus. Tentu saja tetap mementingkan sekolahnya. Lalu soal honor bagaimana? "Honor. NGapain? Saya cuman dikasih uang saku sama Pak De. Setiap hari saya terima uang jajan sebesar Rp. 2.500, Itu juga kalau pergi keluar kota. Kalau di Jakarta sih itu tanggungan papa, " ungkap Banyu Biru ceplas ceplos. 

"Selama pembuatan film itu, saya lebih banyak mendapat pengarahan Pak De. Papa sih banyak urusan. Waktu suting di Surabaya saja papa pas pergi ke luar negeri," cerita Banyu yang dilahirkan tanggal 19 Maret 1979. 

Ternyata, bocah bernama Banyu Biru ini sepertinya sudah akrab dengan dunia film, sehingga untuk berakting di depan kamerapun ia tak merasa canggung. "Untuk akting saya cuman dikasih tahu saja perasaan bagaimana harus senang. Nggak pernah dikasih tahu gerak-geraknya bagaimana. Nangis harus bagaimana perasaannya. Cuman itu saja, " jelas pemeran Andry yang dalam film itu memaksa orang-orang untuk memanggil namanya dengan Bung Kecil. 

Kalau melihat penampilan Banyu dalam film Langitku Rumahku barangkali tak percaya kalau anak itu baru main film untuk pertama kalinya, ia begitu wajar melakoni tokoh Andry anak orang kaya yang bergaul dengan seorang pemulung bernama Gempol. Mungkin saja kewajaran itu muncul karena sang sutradara tak mau menggarap karakter anak itu secara berlebih-lebihan, apa adanya di pakai saja. 

Kewajaran anak itu menghadapi kamera sama dengan kehidupannya sehari-hari, Cerdas, enerjik, solidaritas tinggi dan mudah bergaul, Begitu kesan yang bisa dapat. Tapi apa sebenarnya yang tersembunyi dibalik nama itu?

"Itu yang ngasih Pak De. Banyu Biru maksudnya dimana ada air, disitu ada kemakmuran, " jelas bocah yang punya hobby renang, menggambar dan baca buku ini meyakinkan. ~MF109/77 Tahun VI, 1 - 14 Sept 1990

Tuesday, April 28, 2026

LENONG RUMPI, KOMEDI "KOST" ALA BETAWI


 LENONG RUMPI, KOMEDI "KOST" ALA BETAWI (Berita Lawas). Sejak Medio tahun 1990, Lenong Rumpi (LR) mulai di tayangkan di RCTI. Maka sejak itu pulalah bertambah satu lagi kelompok orang-orang jenaka yang berprofesi sebagai pengocok perut. Dalam waktu relatif singkat, grup lawak ini berhasil melejit menjadi tontonan kegemaran masyarakat ibukota. Bahkan boleh dibilang sudah mampu menyaingi grup-grup senior seperti Warkop DKI atau bagito - yang kini berada pada papan teratas percaturan dunia lawak. 

Tidak heran kalau kemudian Raam Punjabi produser PT. Parkit Films yang tersohor kejeliannya, menarik mereka untuk  bermain dalam film produksinya. Problema utamanya , kalau untuk penayangan di RCTI cuma 30 menit (minus iklan), maka kini untuk sebuah film bioskop membutuhkan tempo sampai 90 menit. berarti hampir tiga kali lipat. 

Dan tentu saja bukanlah merupakan cerita pendek yang sengaja di ulur-ulur menjadi panjang. Maka, Harry De Fretes sebagai pimpinan LR bekerjasama dengan sutradara Yazman Yazid menggarap satu cerita utuh dengan peluang-peluang improvisasi di sana sini. 

Sebagai benang merah cerita adalah sebuah rumah kost. Induk semangnya, suami istri Marulloh - Hamide (Robby Tumewu - Ira Wibowo) . Nama asli Marulloh sebenarnya Liong A Soe, namun ia sudah resmi ganti nama menjadi Steve Marulloh, Pasal nama ini sempat diributkan Hamide yang pin-pin bo, "Ngapain pake nama Setip-setip segala, nggak pensil sekalian?!.

Penampilan Ira sebagai Hamide yang selalu berkain kebaya dan berkaos kaki seperti lagi meriang ini, memang sangat berbeda dengan sosok Ira dalam suma film sebelumnya. 

Anak-anak kostnya berasal dari berbagai suku, Bonny (Harry De Fretes) yang Sunda, Mungky (Debby Sahertian) yang Manado, Niar (Era Gloria) yang Padang, Juwita (Ade Libertifa) yang Irian dan Tariganov (Jimmy Gideon) yang Indon Batak Rusia. 

Dengan anak semang beraneka ragam ini, bertaburanlah kelucuan dalam setiap adegan. Tapi pada dasarnya, cerita film ini bisa dibagi menjadi dua babak. 

Pertama, cerita datangnya Bonny, Mungki dan Niar kerumah kost Marulloh. Persyaratan agar bisa diterima sangat unik, berdalih demi kebudayaan Betawi, maka sehari-hari mereka semua harus berbahasa Betawi. Kendati serba kikuk, ketiganya berusaha ngomong Betawian sebisanya.  Klimaks terjadi pada saat Marulloh memerintahkan mereka  membuat bak sampah. Tengah malam dibongkar lagi oleh Bony yang hehilangan cincin pusakanya . Padahal cincin itu diikuti oleh Hamide.

Kedua, Bony bertiga ikut Kuis tetangga Baik yang diselenggarakan oleh Radio ABS. Kesempatan ketika Marulloh dan Halime main Lenong di studio TV digunakan oleh Bony dan Mungki untuk menyamar sebagai mereka. Kekacauan terjadi karena dua anak kost lainnya Juwita dan Tariganov ikutan menyamar sebagai orang jompo. Tapi semua muslihat mereka terbongkar oleh Marulloh ang pulang mendadak. 

Ketiga, Marulloh yang tak bisa menghilangkan hobi ngintip orang mandi, minta petunjuk teman lamanya, Mawi yang pernah menuntut ilmu di Banten. Tariganov berhasil menyadap pembicaraan telepon mereka. Lalu si usil Bony, nimbrung mengajarkan cara menghilang. Marulloh mempraktekkan ajaran sesat tersebut. Berbugil berjingkrakan, mengira Bony semua tak bisa melihatnya. Puncak kelucuan terjadi saat Marulloh yang bugil dipergoki Mpok Siti mertuanya sendiri. 

Kendati hampir keseluruhan pemain (kecuali Ira Wibowo) baru untuk pertama kalinya main film, namun karena sudah sering melenong di televisi dan panggung, maka mereka pun nampak tak begitu canggung lagi. 

SUTING TERAKHIR "TAKSI"


 SUTING TERAKHIR"TAKSI", (Berita Lawas). Larut malam di minggu ketiga bulan Agustus 1990, ada kesibukan di jalan Blora. Sebuah taksi "Kosti" mondar mandir di jalan itu sampai belasan kali. Diamati dengan cermat dari pinggiran oleh belasan orang. Ternyata sopir taksi yang berpotongan rambut crewcut itu bukan lain daripada Rano karno. Sedangkan yang terus memberikan pengarahan adalah sutradara Arifin C Noer, lalu yang terus mengintip dari lubang intai kamera adalah kamerawan George Kamarullah. 

Itulah suting terakhir film gressnya Arifin, "Taksi" yang diangkat dari cerbernya Eddy Suhendro di harian "Kompas". Suting baru rampung pada pukul 03.00 dinihari, menjelang subuh!. Hebatnya, para pemain dan kru tak menampakkan tanda-tanda kepayahan. Tapi diatas mereka semua adalah Rahma Melati, seorang bocah yang baru berusia setahun, yang menjadi maskot film ini. 

"Melati benar-benar boleh dibilang bayi ajaib. Tidak kalah dengan si Michelle, bayi perempuan yang pintar sekali (dalam komedi serial TV "Fullhouse). Semua kami jatuh hati pada anak ini, cetus Hengky Solaiman produser pelaksana PT. Raviman Film. 

Rencana semula hendak memasang anak Ikang Fawzi-Marissa Haque, tai dibatalkan,diganti Rahma Melati ini. "Bukan anak orang film, anak orang biasa saja kok, " ujar Rano yang sering gemas pada si kecil. Maklum sejak lama sekali sudah mendambakan kepingin punya momongan, tapi belum juta terkabul. "Anak ini kelewat menyenangkan, cepat sekali akrab dengan saya.".

Dalam ceritanya, Rano jadi sopir taksi Giyon, suatu malam mengantar seorang wanita ke klab. Wanita itu, Dessy (Meriam Bellina) sebenarnya seorang biduanita. Lama tak keluar lagi, Giyon tak sabaran menunggu, menjalankan taksinya untuk cari muatan baru. Padahal di belakang ada anak Dessy yang tidur lelap. Maka terbawalah si bayi menjadi beban sisopir taksi. 

Sepanjang suting, Melati didampingi babysitternya, selain tertawa dan bercanda riang. Justru suatu sat ia diharuskan menangis. Tentu saja Arifin tak bisa memerintahkan, "Ayo kamu harus berakting menangis. Apa akal?.

Jajang Pamontjak alias nyonya sutradara yang magang sebagai scriptgirl (pencatat adegan) bertindak cepat, diam-diam mencubit paha Melati. Karuan saja ia menangis kesakitan. Kesempatan ini buru-buru digunakan Rano untuk berakting. 

Ketika adegan menangis harus diulang. Jajang pun mau cubit lagi. Kendati maklum Jajang melakukannya karena terpaksa , namun terlanjur sayang pada Melati, tak urung Rano mendesis "Sadis lu! Anak orang dicubitin terus!. 

Akting Rano yang lain dari biasanya dalam film ini. ~MF 109/77 Tahun VI, 1 - 14 Sept 1990


Monday, April 27, 2026

AYUNI SUKARMAN


 AYUNI SUKARMAN, (Berita Lawas), Meski usianya sangat muda, tapi Ayuni tidak takut menggeluti dunia film yang sering dilambangkan tempat orang-orang glamour. Tidak sedikit kaum remaja tergelincir, hanya lantaran silau melihat gemerlap film. 

Film dimata Yuni mungkin berbeda dengan kebanyakan remaja seusianya. Awalnya ia tidak pernah berfikir tentang film, karena nonton pun hampir-hampir tidak pernah. "Habis film anak-anak jarang sih, isinya film dewasa melulu. Nyokap mana mungkin kasih izin pergi ke gedung bioskop."

Apakah Yuni pernah berkhayal main film? Pikiran itu muncul ketika Yuni sudah mulai kelas tiga SMP, manakala diam-diam sempat nyelonong ke bioskop, sepulang sekolah ramai-ramai. Tapi seperti yang diakuinya, keinginan itu cuma sekedar melintas saja di kepalanya. "Tidak pernah terbayang untuk mewujudkannya. Saya rasa waktu itu lagi melamun, ya saat itu saja," katanya tersenyum. 

Baginya film adalah film, bukan kenyataan, hanya sandiwara atau wayang. Barangkali inilah yang membuatnya tidak ragu lagi ketika mendapat kesempatan bermain dalam film laga. Lamunan yang cuma melintas itu tiba-tiba menjadi sungguhan. Mungkin juga ia sendiri sudah lupa dengan bayangan yang sempat mampir disaat pikirannya lagi kosong itu. Yuni hanya melihat apa yang sekarang dihadapi adalah sebuah kenyataan. Gadis SMP itu harus melakukan sesuatu yang sangat baru. Ia tandatangani kontrak kerja dengan PT. Simbar Intan Film, memainkan tokoh Cempluk anak Warok Suromenggolo dalam film "SUROMENGGOLO".

Sebagai pendatang baru tentu saja ia canggung pada awal-awalnya, sekalipun Dasri Yacob selaku sutradara tertarik pada potensi yang ada pada pemainnya yang paling baru ini. Penampilan cukup meyakinkan, permainan tidak mengecewakan, artinya sebagai pemain, Yuni punya potensi yang bisa diharapkan dimasa mendatang. 

Anak Pak Sukarman yang pernah punya cita-cita menjadi guru ini, mulai sering menonton film. Sejak itu ia mengaku semakin usil memperhatikan para pemain. ia perhatikan gerak gerik pemain sampai ke hal-hal yang kecil. Dan sejak itu pula ia suka berlma-lama di depan kaca, berlatih akting. 

Suatu hari Yuni mengalami "kecelakaan". PIntu kamar belum ditutup, ia sudah berakting di depan kaca, dan tanpa disadari telah jadi tontonan seisi rumah. Untung saja ibunya tahu kalau Yuni lagi belajar akting. Jika tidak bisa-bisa bikin panik orang tua karena melihat anak gadisnya bertingkah laku seperti kesurupan. Yuni sadar, segera mengunci pintu dan melemparkan tubuhnya ke kasur. 

Sampai sekarang ia masih suka bingung kalau mau belajar akting. Sementara merindukan Diklan Parfi, belum juga ada kabarnya. Secara sembunyi-sembunyi ia masih suka berlatih dirumah. Apa yang ia lakukan menurutnya paling sebatas mencari kemungkinan untuk kebutuhan adegan suting hari berikutnya. 

Kesempatan yang baik buat gadis model iklan coklat ini rupanya masih berkelanjutan. Dalang Dasri Yacob melibatkannya dalam film Bujang Jelihim, sebuah cerita rakyat dari daerah Palembang. Dalam dua film ia dukung, Yuni kebetulan mendapat peluang yang sama, kebagian peran pembantu utama. Di sini menjadi pacarnya Jelihim. Padahal murid SMA kelas I ini masih bau kencur. Belum tahu apa-apa soal pacar-pacaran, tapi Dasri senang memberinya peran itu. 

Untuk lebih menghayati peran itu, kiranya ia merasa perlu observasi dengan menonton film yang ada adegan pacarannya. Hal itu tidak terlalu sulit baginya karena di televisi toh hampir setiap malam ada. Namun dari kedua film itu semuanya mengambil cerita kuno, sehingga gaya pacarannya berbeda dengan gaya era Demi Moore. Untung saja ia pernah memergoki secara kebeutlan pembantu tetangga pacaran gaya tradisional. 

Kesempatan terus mengalir meskipun kedua film itu belum ada yang beredar. Si Cempluk yang baru berulang tahun yang ke 16 pada 16 Desember 1991, kini mendapat kesempatan menjual opak dalam serial sinetron "Mega Mega" garapan Zainal Abidin. Si cantik penjual opak itu bakal nongol di TPI . Dunia film biasanya banyak godaan, insan film selalu jadi sasaran gosip, tapi Ayuni jalan terus. ~sumber MF 143/110/THVIII 21 Des 1991 - 3 Jan 1992


PEMBUATAN PUSAKA PENYEBAR MAUT


SELAMATAN PEMBUATAN FILM PUSAKA PENYEBAR MAUT, (Berita Lawas). Pada awal berdirinya, Ram Soraya dari PT. Soraya Intercine Film sudah pernah memproduksi film dakwah kolosal "Sembilan Wali". Tapi kemudian ia lebih banyak bikin film-film bertema komedi (Warkop) dan horor mistik (Suzanna). Baru sekarang untuk produksi terbarunya "Pusaka Penyear Maut", bertekad bikin kejutan lagi. 

Sutradara andalannya, Sisworo Gautama Putra yang juga sudah menjabat sebagai produser pelaksana, menyebutkan "Untuk produksi kolosal ini disediakan bujet sebesar satu setengah milyar rupiah!".

Bintang-bintang mahal dipasang sebagai tokoh-tokoh utama adalah : Suzanna, Fendy Pradhana, Murtisari Dewi, Willy Dozan dan puluhan bintang pembantu plus ratusan figuran. 

Upacara selamatan berlangsung di Rumah Yatim PIatu Muslimin di Kwitang, Jakarta Pusat. Maka Minggu Siang, 12 Agustus 1990 itu puluhan anak-anak yatim piatu bisa berhadapan muka langsung dengan bintang-bintang populer dari layar putih. Menjadi itikad baik produser untuk menyisihkan sebagian dananya sebagai sumbangan kepada Panti Asuhan tersebut. Tapi yang membuat anak-anak sangat girang adalah munculnya Dono Warkop yang bertindak sebagai Pembawa Acara. 

"Cerita film ini berpusat pada keris pusaka Empu Gandring yang terus menyebar maut pada zaman Singasari, " ungkap Sisworo yang menunjuk Willy Dozan sebagai tokoh Ken Arok, sedangkan Suzanna sebagai Nyi Polok. 

"Saya bermain sebagai puteri Nyi Polok yang menjadi kekasih Fendy, " sambung Murti Saridewi,. Jadi kalau dalam serial "Saur Sepuh " sebagai Lasmini ia terus mengejar cinta Brama Kumbara yang diperankan oleh Fendy Pradana, sekarangnlah baru kesempatan untuk 'bermesraan' diperoleh Murti. 

"Kalau saya justru film pertama saya main bersama Suzanna, " ujar Fendy yang debutnya lewat "Malam Satu Suro" dan mengakui Sisworo sebagai sutradara pertama yang mengontraknya main film. 

Willy Dozan yang datang berdua dengan Betharia Sonata, cuma senyum-senyum saja. "Peran untuk saya tidak banyak kok, boleh dibilang cuma sebagai bintang tamu saja, " ujarnya merendah. 

Suting dimulai pada awal September 1990 di lokasi Pelabuhan Ratu, Pangandaran dan Ciseeng. (Ada yang nonton sutingnya?~MF 109/77 Tahun VI, 1 - 14 Sept 1990


     

YENNY FARIDA


 YENNY FARIDA (Berita lawas),,  "BOM SEKS" begitu julukan bintang yang satu ini. Yenny Farida hadir didunia film nasional memang dengan penuh keberanian, hingga di adijuluki artis spesialis adegan panas. 

Memang, bicaranyapun ceplas ceplos tanpa tedeng aling-aling, baik dalam persoalan pribadi maupun soal keresahannya di dunia film. 

Yenny tidak takut sama cowok, kendati dia sering gonta ganti pasangan, tapi tetap tidak kapok. "Biarin, kalau pergi gampang cari laki-laki lain" katanya tegas. Ketika ditanya bagaimana resepnya menaklukkan lelaki, Yenny cuma menjawab dengan senyum. Tapi dia mengakui bahwa untuk itu ada ilmunya, tapi bukan ilmu dukun tentunya. 

Namun begitu, bukan berarti dia mau "blangsak" terus, hatinya sama seperti hati manusia lainnya. Dan dia sadar bahwa pada lubuk hatinya juga teringat akan kebesaran Allah. Karenanya diapun punya niat untuk menunaikan ibadah haji, rukun islam ke lima. Sayangnya maksud tersebut belum kesampaian. 

Yenny, sempat terbaring di rumah sakit. Katanya kena penyakit ginjal hingga di aperlu di rawat di MMC Kuningan. Hampir satu minggu dia dirawat disana, bahkan harus diinfus segala. Sakitnya kebetulan jatuh pada akhir bulan puasa, hingga mau tak mau dia harus lebaran tergeletak di rumah sakit. Inilah yang banyak membawa hikmah bagi diri Yenny. 

Anehnya, saat ketemu Yenny di lokasi suting film, "Angkara Membara" arahan sutradara Yoppy Burnama beberapa waktu lewat, Yenny tampak cerah dan badannya agak gemuk. 

"Memang aneh kok saya sendiri nggak ngerti, badan bisa tambah lima kilo beratnya. Celana dalamyang biasa saya pakai no. 29 sekarang mesti pakai nomor 3 ucapnya gurau".

Sekarang, walau keadaanya belum sehat betul, pinggang masih terasa sakit-sakit, pegel begitu, tapi kalau sudah bicara suting maka penyakit itu lenyap. Yenny nongol di lokasi suting jadi bintang tamu film "Angkara membara" produksi PT. Surya Artiwibawa Film. Gimana sih, gua kan nggak bisa lari dari dunia film, sebab dunia ini yang membesarkan dan membuat populer, hingga gue terkenal sampai sekarang ini, " begitu kata Yenny. 

Dari Perjalanannya di dunia film, Yenny sudah banyak mengisi frame perfilman nasional. Boleh dikatakan segala tema dan sudah menjadi ciri bila Yenny muncul pasti punya daya pikat tersendiri. Untuk film pengalaman baru inidimanfaatkannya benar walau sebagai bintang tamu. 

Sudah banyak film yang dimainkan Yenny, tapi rata-rata film itu memanfaatkan kemontokan dan kemulusan tubuh Yenny, barangkali inilah yang menjadi salah satu daya pikat. ~MF ~MF 109/77 Tahun VI, 1 - 14 Sept 1990



Friday, April 24, 2026

TIADA TITIK BALIK DENGAN ULTRA STEREO SOUND, MENENTANG FILM IMPOR


 TIADA TITIK BALIK DENGAN ULTRA STEREO SOUND, (Film Lawas). Mencari nilai jual yang tinggi merupakan angan-angan pertama yang melintas di benak pedagang. Termasuk produser film, tentunya. Pemikiran mereka sangat sederhana dan wajar, ingin untuk. Syukur bila keuntungan besar. 

Untuk meraih apa yang diharapkan, para produser itu selalu berusaha menggali dan menampilkan sesuatu yang baru dan menarik. Memilih cerita yang baik, berbobot dan cukup populer dikalangan masyarakat luas, merupakan langkah awal dari upaya mereka. 

Bila produser telah mendapatkan cerita yang diharapkan dan dinilai cukup komersil, memilih bintang pendukung pun segera dilakukan. Tentu saja, pilihan jatuh kepada aktor dan aktris yang masih menjadi idola masyarakat. Soal resiko salah casting, bagi produser biasanya menomorduakan. Yang penting bagi pedagan ini adalah Filmnya bisa laku. 

Judul yang komunikatif dan gampang memasyarakat, juga diyakini sebagai salah satu faktor penting atas sukses tidaknya peredaran film tersebut. Begitu besar pranan sebuah judul, sering menimbulkan keributan diantara sesama produser. 

Kitapun tak perlu heran mendengar terjadi jual beli judul film. Kabarnya pasarannya cukup tinggi. Sebuah judul bisa mencapai jutaan rupiah, bila produser menganggapnya punya nilai komersil. 

Dan soal judul ini, sering pula dikaitkan dengan urusan mistik. Judul yang baik, komunikatif dan komersil, menurut keyakinan produser, setengah perjalanan untuk mencapai sukses. Sebaliknya, judul yang aneh-aneh konon sering pula berdampak negatif dan membawa malapetaka. 

Dalam upaya mencari nilai jual yang tinggi itu, Gope T Samtani, Produser PT. Rapi Film nampak lebih serius. Mengontrak bintang termahal saat ini, Meriam Bellina juga dilakukan untuk mengangkat film Saat Kukatakan Cinta. 

Untuk Film keduanya, Tiada Titik Balik, Gope kembali mengimpor bintang bule, Cindy Rothrock bersama beberapa pemain bule lainnya untuk mengadu ketangkasan dengan aktor laga kita Advent Bangun. 

Masih dalam upaya mencari terobosan, Tiada Titik Balik yang melibatkan ribuan pemain, termasuk figuran, diboyong ke Amerika untuk penggarapan sound effect yang menggunakan system ultra stereo . Menurut Gope yang menguras kocek hampir  satu miliar rupiah, sekarang ini kita memang harus berani mencari terobosan baru dan mengeluarkan biaya yang relatif besar. 

Dengan menggunakan ultra stereo sound katanya, film ini diharapkan mampu menembus kelesuan pasar dan dominasi film impor di bioskop kelas atas. "Kalau bisa sukses di bioskop atas, biasanya di bioskop bawahnya juga sukses," katanya.

Sasaran lain yang ingin di capai, kata Gope penuh optimisme, menerobos pasaran luar negeri. Bahkan diharapkan dari pasaran luar negeri itu biasa produksinya sudah bisa tertutup, sehingga hasil pemasaran di dalam negeri sudah merupakan keuntungan. 

Menyinggung entang penyelesaian film yang agak lambat, Gope bilang "Prosessing tidak mengalami hambatan, hanya karena banyak pembuatan spesial effect dan animasi yang harus digarap di Hongkong dan ultra stereo sound-nya di Amerika, membuatnya lebih lama".

Ia mengaku dibandingkan dengan pembuatan biasa yang semua di kerjakan di dalam negeri film ini lebih lama sekitar satu bulan. "Biasanya , empat bulan setelah suting, sudah selesai copy A-nya tapi dengan menggunakan ultra stereo, baru selesai sekitar 5-6 bulan, ' jelasnya. 

Setelah berkutat di Amerika untuk menyelesaikan penggarapan ultra stereonya, Tiada Titik Balik tidak akan bisa langsung pulang ke Indonesia. Kata Gope, ia harus mampir lagi ke Hongkong, prosesing berikutnya sampai Copy A. ~MF No. 143/110/TH VIII, 21 Des 1991 - 3 Jan 1992

Thursday, April 23, 2026

SUTING AJIAN RATU LAUT KIDUL

 


SUTING AJIAN RATU LAUT KIDUL, Hujan deras berganti gerimis, angin sepoi membawa uap air, bumi Jakarta pun kian dingin. Sementara dibalik malam yang dingin itu kru film terseok seok, penat dan letih membaur jadi satu. Ya, orang film harus bisa bekerja segala cuaca. 

"Ok! Kamera go (action) pekik Sisworo Gautama Putra selaku sutradara. Seorang pemeran pembantu bertubuh kekar bergerak, sementara Suzanna menatap dengan sorotan tajam. Ternyata Sisworo tahu persis meramu tema film horor. Penempatan kamera yang dipegang Partogi Simatupang begitu pas dengan seleranya. Suting pun berjalan mulus dengan target 26 hari harus selesai. 

Sekali ini Sisworo dihadapkan pada tantangan untuk mampu menghasilkan karya baik dengan waktu yang singkat serta anggaran standar. Soal akal-akalan set, misalnya sebuah bangunan mewah yang belum rampung bisa disulap jadi set angker sebagai markas para bandit. 

Meski malam telah larut, penata artistik masih bekerja, menyiapkan boneka-bonekaan dan perangkat efek lainnya. Skedul suting tidak rapi. Berantakan karena para pemainnya sebagian suting di tempat lain. Tak jarang suting break gara-gara pemain. 

"kita sudah membuat dua ribu tigak kali glass shot, masak kalian tidak bisa. Ayo cepat dong, " teriak Sisworo memlihat persiapan adegan glass shot, dimana Suzanna masuk ke dalam jasad orang lain. Ia ngomel karena siraman tata lampu tidak tepat membuat pengambilan gambar terganggu. Satu jam untuk persiapan glass shot, membuat Suzanna letih. Berkali-kali latihan dan istirahat . Pada saat-saat tertentu Sisworo galak di lokasi suting. Tekadang omelannya mujarab juga untuk kerja cepat dengan hasil maksimal.

Malam itu pengambilan gambar dengan glass shot termasuk cepat. "Bukan kita takut dengan omelannya, sehingga kerja jadi cepat. Temperamennya memang begitu, tapi terkadang ada gangguan teknis yang menghambat suting, " ujar seorang penata lampu. 

Paling seru selama suting berlangsung adalah adegan pembotakan rambut pemeran pembantu. Suasana ketika itu agak ramai, sebab adegan pembotakan itu dilakukan masyarakat di lingkungan suting berlangsung. Ada yagn tertawa, prihatin dan kagum kepada seorang ibu  rumah tangga yang mau kepalanya di botaki! Tapi bagi Sri Rahayu Agustin yagn menjadi korban merupakan kebanggaan. "Sebab cukup lama saya ingin mendapat peran besar tapi baru sekali ini saya dapati, " katanya. 

Film Ajian Ratu Laut Kidul yang di produksi PT. Libra Inter Delta Film dibintangi oleh Suzanna, Clift Sangra, Tino Karo, Ratu Dhenok, Saigian Sugaja, Yornania, Johny Indo, Rita Sheba, Erfan Yudha dan Sri Rahayu Agustin Film horor ini dipenuhi balas dendam dari wanita yagn sakit hati kepada orang yang menjerumuskannya sehingga wajahnya cepat dan jabatanya sebagii Lurah di comot.

Karena tak tahan, eks lurah ini pergi meninggalkan desanya sampai  suatu ketika berjumpa dengan lelaki tua jelek yang monolongnya, dengan syarat mau dipersunting. Apa salahnya menerima  lamaran  itu . Tiba-tiba wajahnya menjadi cantik seperti Ratu laut Kidul. 

MF 143/110/TH VIII, 21 Des 1991 - 3 Jan 1992

Wednesday, April 22, 2026

RENGGA TAKENGON, TENTANG DUBBING FILM TV


 RENGGA TAKENGON, TENTANG DUBBING FILM TV, (Berita Lawas), Dubbing film TV di cap jelek, kontan saja Rengga Takengon berang. Sebab tidak semua dubbing film asing dibuat asal jadi. "Jangan dibandingkan dengan 'Little Missy' , karena TVRI membelinya dari Malaysia dan di dub dalam bahasa Melayu, " kata Rengga Takengon. 

Persaingan mutu siaran semakin ketat antara TVRI, RCTI, SCTV dan TPI (saat stasiun tv belum banyak seperti sekarang) untuk merebut hati pemirsa. Akibatnya, mutu pengisian suara film TV pun diusahakan bertambah baik. Lalu TVRI melatih dubber untuk film seri 'Rin'.

Menurut Rengga, yang perlu dilakukan adalah perbaikan segi non teknis, yakni kemampuan  dubber seperti vokal, karakter suara dan penghayatan serta sinkronisasi emosi. "Terus terang, ketika saya menjadi dubber film Nasional ada rasa ketidakpuasan. Perusahaan Viva Pro memberikan kepercayaan kepada saya untuk memimpin penggarapan dubbing film TV. Rengga Takengon membuktikan hasilnya lewat seri TPI Emilie, Shanon Deal, Tika dan Family serta beberapa film lepas. 

"Pertama yang dibenahi adalah emosi. Saya selalu menyuruh para dubber berakting kembali. Supaya emosi pelakon dan dubber bisa sinkron, " kata Rengga, ketika ditemui di studio Irama Tara saat dubbing. Diakui pula oleh kelompok dubber seperti Nuraini Lubis, Dennis, Ariyo Sugiarto dan Anies bahwa "Rengga selalu tidak puas, sehingga menuntut kami bekerja keras."

Kendala yang dihadapi dubber adalah perbedaan gerak bibir bahasa asing dengan bahasa Indonesia. "Penerjemah juga punya peranan penting. Supaya sinkron harus kayak perbendaharaan sinonim kata. Gunaya untuk mencari kesamaan gerak bibir dengan kalimat, " ujar Anis. Film-film TV biasanya dibeli dari berbagai negara. Bahasa aslinya bermacam-macam. Contohnya film Emilie bahasa aslinya Prancis. 

Keapikan hasil dubbing tergantung bahan baku tersedia. Sebab cara kerjanya menggunakan alat elektronik tak sama dengan memakai seluloid (film), Alat elektronik semua unsurnya, seperti musik dan efek telah menyatu dengan gambar. "Ketika proses dubbing tidak bisa dihapus suaranya saja. maka, harus membuat musik dan efek sendiri. Bila film itu memiliki master, tanpa suara, hanya musik dan efek, kami hanya mendub. Hasilnya akan lebih apik, " kata Aguston, pimpinan Viva Pro. Musik dan efek yagn dikerjakan sendiri, hasilnya kuran memadai. "Kemampuan kerja alat efek kita belum memadai. Padahal asam garamnya film tergantung efek dan musik, " ujar Aguston memaparkan. 

Tidak semua film TV layak di dub ke bahasa Indonesia. Sebab kalau dilakukan akan mengurangi keapikan. Di dub supaya pemirsa cepat mencerna, semisal film anak-anak. "Kan nggak lucu kalau Mac Gyver di dub bahasa Indonesia. Tentu keapikannya hilang. Kalau film LA Law, tentang kehakiman itu perlu, sebab bicara soal hukum, agar pemirsa dapat menangkap maksud cerita film itu sendiri, " tambahnya. ~dikutip dari MF 143/110/TH VIII, 21 Des 1991 - 3 Jan 1992


Tuesday, April 21, 2026

HADISYAM TAHAX, ANTIGONE DARI MEDAN

 


HADISYAM TAHAX, ANTIGONE DARI MEDAN, Idham Sjamsuddin bin Taha ini lebih terkenal dengan Hadisyam Tahax, "profesi film' kan selalu menuntut yang praktiks dan khas, " begitu kilahnya. Lahir di Tanjung Balai , 15 Agustus 1927, menyelesaikan pendidikannya di Anglo Indonesia School, Medan, sampai kelas VII. 

Mengenal dunia film, juga ditanah kelahirannya 1955, ketika dibuat film berjudul, " Peristiwa Danau Toba". Sebagai pemain juga "Sungai Ular" (1961). 

Hijrah ke Jakarta, pusat kegiatan perfilman nasional, Tahax makin memantapkan nama. 1965 dia tampil sebagai pemeran utama dalam "Luka 3 kali", wajahnya yang khas, membuat namanya cepat terserap oleh ingatan masyarakat. Apalagi, dalam kebanyakan filmnya yang puluhan judul, Tahax sering kali tampil sebagai lawan main pemegang peran utama. Peran-peran antagonis, yang umumnya berkarakter jahat. Tahax sempat mendapat julukan "The bad boy on teh screen," Si Buruk di layar putih. 

Peran-peran demikian, ruanya tetap menjadi "langganan"nya sampai dasawarsa 1980an, dia tetap kebagian peran-peran sebagai antigone. "Itulah rejeki abang" tanggapnya. Menekur, mengingat sekian banyak mulut dalam keluarganya yang mesti dibela dan diperjuangkannya lewat kesempatan-kesempatan main film itu. 

Dalam umurnya yang semakin menua, peran-peran yang dipercayakan sutradara maupun produser kepadanya, memang semakin kurang. Tetapi bagi Tahax, kepercayaan itu cukuplah seabgai tanda bahwa orang masih mengingat diri dan prestasinya. Demikian, tak terkirakan senang dan bangganya, ketika "Musang Berjanggut" mencantumkan namanya sebagai salah seorang pemain. Senang dan bangga, karena kesempatan dalam tahun ke 28 karir filmnya, justru dari daerah kelahirannya sendiri. Produser dari Medan dan film itu dibuat justru untuk menghadapi festival film Indonesia di Medan. Diapun bangga, merasakan tanah kelahirannya mampu menjadi tuan rumah, sebuah peristiwa kebudayaan yang besar dalam catatan sejarah negaranya. 

Kebanggaan yang tersisa, setelah aktivitas dalam sandiwara dipentas maupun televisi, berlangsung surut. ~buku ffi 83

BUDIYANTO, HIDUPKAN KUNTILANAK


BUDIYANTO, HIDUPKAN KUNTILANAK, (Berita lawas), Nama Budiyanto sudah dikenal di dunia model dan perfilman. Dari tangan lelaki inilah lahir nama-nama artis yang sekarang jadi populer seperti Harry Capri, Lela Anggraeni, Hengky Tornando, Ayu Lestari dan banyak nama lagi. Tapi ketika nama tersebut diingatkan pada suami artis Lina Budiarti ini, dia mengelak, "ah jangan ngungkit-ngungkit itu lagi. Nanti disangka saya cari perhatian, " ucap Budiyanto dilokasi suting sinetron Gadis Kuntilanak di Cibubur. 

Apa saja kerja Budiyanto setelah sekian lama tak terdengar kiprahnya? "Saya masih tetap sibuk seperti dulu. Memang banyak orang mengira saya vakum. Tapi tengok saja rumah saya, masih tetap sibuk menerima calon-calon model, ' tutur Budiyanto. 

Banyak yang merasa kehilangan jejak Budiyanto yang dikenal bertangan dingin dalam mengorbitkan model ini. Dari kawasan Tomang di Jakarta barat, Budiyanto belakangan menghuni rumah di Graha Indah, Jati Mekar Pondok Gede Jakarta Timur. Disini pula Budiyanto tetap menulis cerita komik yang diantaranya pernah difilmkan seperti Angkara Murka, Angling Darma, Ibuku seorang Pelacur serta Tante dan Sex. 

Gadis Kuntilanak adalah komik karya terakhirnya yang sedang digarap kedalam sinetron. Dibintangi oleh Gitty Srinita, Fitri Handayani, Abe Fauzi dan Lina Budiarti, cerita horor ini dikemas dengan gaya modern. 

 ~Mf 275/241/XIII/28 Des 96 - 10 Jan 1997