Thursday, August 6, 2026

ROBIN WALIA

 


ROBIN WALIA (berita lawas). Sekilas mukanya mirip Agus suaminya Misye Arsita ya.., ada yang ingat aktor yang satu ini? Memasuki tahun 2002 aktor Robin Walia menghabiskan waktunya berendam di pantai Pangandaran Jawa Barat. Disana ia tidak sendirian, Robin bersuka ria bersama beberapa teman-temannya dan masyarakat lainnya. 

Ditengah kegembiraan, pelakon  di "Darah & Cinta 2", "Pelangi Di Matamu", "Prahara Prabu Siliwangi" dan "Tertawa Tengah Malam" ini, punya pengalaman mengerikan. Tepatnya ia tanpa sengaja jadi saksi bagaimana dua anak remaja di telan ombak ganas di Pangandaran yang akhirnya tewas. 

"Pengalaman itu benar-benar mengerikan. Bisa dibayangkan kalau Anda melihat dua anak remaja digulung ombak dan akhirnya tewas. Sedih sekali saya melihat mereka. Nasibnya benar-benar sial,"ungkap cowok kelahiran Medan ini. 

"Semua ini tentu ada hikmahnya buat saya. Artinya dalam kondisi apapun kita harus waspada dalam hidup ini. Intinya tidak boleh terlena, "ujar Robin serius. ~MF408/374/XVII, 1-15 Februari 2002


Wednesday, August 5, 2026

BELLA SAPHIRA, ANGSA PUTIH STARVISION!

 


BELLA SAPHIRA, ANGSA PUTIH STARVISION! (berita lawas). Ada yang kangen dengan akting Bella Saphira yang saat ini sudah tidak aktif di dunia entertainment? Nominator Pemeran Utama Wanita Festival Sinetron Indonesia 1996 lewat sinetron Norma, Bella Saphira mengaku sedang menyusun skripsi untuk mengambil gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Trisakti Jakarta ini, "Saya sedang pusing karena disisi lain saya juga harus membintangi sinetron "Angsa Putih". Sebelumnya sih pengen ngambil cuti, tapi saya nggak mampu mengerem keinginan untuk cepat-cepat jadi sarjana, ha..ha...ha,"kata Bella yang asli bedarah Batak ini. "Sekarang saya lagi bingung nih. Disamping main sinetron, saya juga harus buat skripsi. Apa boleh buat, coba-coba deh, "lanjutnya.

Semula Bella mengaku kurang optimis bisa sukses main sinetron. "Apalagi ketika itu saya hanya jadi figuran di film Pernikahan Dini, Maka saya lari ke dunia model iklan. Untuk sementara lamanya saya berkutat di model iklan, seperti iklan pesawat Buroq,"kata putri ketiga dari pasangan Anggara Simanjuntak dengan Elvida Victoria Simatupang. 

Baru beberapa lama menikmati dunia model, Bella kembali dapat tawaran main sinetron. "Apa salahnya dicoba lagi? Begitu pikir saya,"ujar Bella mengenang. Maka dalam waktu singkat, Bella membintangi beberapa sinetron seperti Cincin Perkawinan, Norma, Misteri Pecahan Kaca, Angsa Putih dan lain-lain. Bahkan tanpa diduga, lewat Norma, dia masuk nominasi. "Ini benar-benar kejutan bagi saya, nggak kebayangkan sama sekali. Untuk selanjutnya, saya nggak banyak berharap. Masuk nominasi saja udah kejutan luar biasa bagi saya dan keluarga. Rasanya saya lebih siap kalah ketimbang jadi pemenang ha..ha..."ujar Bella yang mirip Kris Dayanti Ini. 

"Nggak tahu nih, orang-orang bilang saya mirip Kris. Kebetulan Kris juga adalah teman saya. Kami hanya senyum-senyum saja kalau ada yang ngomong kayak gitu, "kata Bella. Nggak takut ditaksir Anang?

"Ha...ha... mntang-mentang dibilang mirip Kris Dayanti lantas dihubung-hubungkan dengan suaminya, ya.. saya sendiri  udah punya cowok. . Saya pacaran sudah empat tahun lebih. Tapi orangnya rahasia ya, kilah Bella yang juga jadi bintang iklan Coklat Top dan bedak VIVA ini. 

Bella sekarang sedang suting sinetron Angsa Putih produksi Starvision. Sementara sinetronnya yagn tayang di SCTV berjudul Miseri Pecahan Kaca garapan Buce Malawau yang diangkat dari kisah nyata di Jawa Timur. Peran saya disini menggantikan posisi Donna Harun karena separoh jalan. Donna nggak bisa ngelanjutkan "kata Bella~~~~~273/239/XIII/30 Nov - 13 Des 1996

ONKY ALEXANDER, DEG DEGAN PERTAMA KALI MENGHADAP KAMERA

 


ONKY ALEXANDER, DEG DEGAN PERTAMA KALI MENGHADAP KAMERA (berita lawas). Lewat film perdananya "Catatan Si Boy", Onky Alexander meraih sukses yang kemudian menjadi idola kaum remaja. Tak heran kalau si tampan ini kemudian membintangi film "Catatan Si Boy".

Pertama kali mendapat tawaran main film datang dari sutradara Nasri Cheppy yang mengarap "Catatan Si Boy" itu. Menurut Onky, ia merasa kaget juga mendapat tawaran seperti itu. 

"Benar apa nggak sih? soalnya belum sempat untuk memikirkan main film. Semalaman saya dihantui oleh ketidakpercayaan. Terutama tentang kemampuan saya. bisa apa nggak, gitu!"Ujar Onky menuturkan. "Meskipun sebelumnya sudahdiberikan pengarahan. Dan begitu berada di lapangan untuk pengambilan gambar pertama kali, wah dada saya ini nggak bisa tenang. Deg degan terus. Kayaknya waktu itu saya merasa main film itu susah-susah gampang,".

Apakah ketika itu Onky sempat berpikiran kalau permainannya di depan kamera meniru gaya bintang yang sudah tenar?.

"Nggak juga tuh!" jawab Onky. 

Namun Onky mengaku dari dulu ia memang sudah suka menonton film, terutama film spionase yang dibintangi Robert De Niro atau Mickey Rourka disamping Tom Cruise. 

"Dari gaya mereka saya belajar meniru membawakan peran yang baik. Tapi kayaknya kita lebih banyak dituntut oleh naskah yang akan kita perankan, "ujar Onky. 

Setelah terjun ke dunia film, menurut Onky Alexander harus punya keyakinan untuk bisa menyaingi mereka yang sudah ngetop. Namun penilaian aktingnya dibeikan pada penonton juga untuk menilainya. Dan yang jelas Onkymemang berhasil dalam menekuni kariernya di film. ~RF 832


Tuesday, August 4, 2026

DEDE YUSUF, KEMBALI KE SINETRON LAGA

 


DEDE YUSUF KEMBALI KE SINETRON LAGA, (Berita lawas). Beberapa lama Dede Yusuf asyik bermain sinetron drama, non eksyen. Bahkandia sempat mendapat peran sosok pria yang sama sekali tidak tahu bela diri. Saat itu Dede bilang, dia ingin membuktikan bahwa dia juga bisa bermain drama, tidak melulu dengan tendangan dan pukulan yang telah membesarkan namanya dijalur sinetron lewat serial "Jalan Membara" dan Jalan makin Membara. 

Tapi kini dia kembali ke habitat awal. Setelah film Reinkarnasi, Dede bereksyen ria lewat sinetron "Halilintar" yang tayang di SCTV. Bersama Lamting yang juga aktor laga, Dede menyuguhkan eksyen yang lain, berupa kombinasi eksyen animasi dengan riil eksyen. "Pada dasarnya adegan beladirinya tidak jauh berbeda. Kita tetap fight betulan, ada sling dan perangkat lain yang dibutuhkan untuk adegan berantem. Capeknya juga hampir sama dengan saat kita main sinetron laga biasa "tutur Dede. 

Yang lain menurutnya, ketika masuk editing adegan fightnya sebagian dibuat jadi animasi, setelah masuk proses grafik komputer yang dikirim ke salah satu studio di Amerika dan Jepang. "Sinetron ini memang ditujukan pada mereka yang menyenangi video game,"lanjut Dede. Tapi dia mengaku cukup puas dan bermain maksimal sebagaimana layaknya aktor laga jika adegan fighting. "Cukup berkesan juga, karena kali ini lawan main saya seorang aktor laga Lamting yang juga mantan atlet Tae Kwon Do bertaraf Internasional, "tutur Dede. 

Kini Dede edang persiapan untuk sinetron laga paling gres. Pihak Prima Entertainment mempercayainya untuk jadi bintang utama merangkap sutradaranya. Kali inipun, Lamting dilibatkan. Bersetting klasik tradisional. "Saya yakin jenis laga saat ini kembali digemari, "katanya. ~MF408/374/XVII, 1-15 Februari 2002

Monday, August 3, 2026

TERTAWA TENGAH MALAM, KOMEDI HOROR DIMOTORI BASUKI

 


TERTAWA TENGAH MALAM, KOMEDI HOROR DIMOTORI BASUKI (serial lawas) Sebuah serial yang ditayangkan TPI setiap Rabu malam  judulnya Tertawa Tengah malam. Menilik judulnya bernuansa horor, namun pemain utamanya bukan lain daripada BASUKI, kareuan pasti banyak lucunya. Apalagi dibantu Tessy, Timbul dan Pak Triman. Sedangkan aktrisnya ada Karina Suwandi, Roweina sampai Angelita. 

Tertawa-jelas karena ada sesuatu yang lucu. Tengah Malam? Wah, ini bernuansa horror. Jadi? Memang betul, Tertawa Tengah Malam adalah sinetron serial komedi campur horor. Ditayangkan tiap Rabu malam dari pukul 21.30 sampai dengan 22.00 WIB, mulai 16 Januari 2002 di TPI. 

Serial ini produksi PT. Virgo Putra Film, merupakan kerjasama antara produser Ferry Angriawan dengan Basuki dan kawan-kawannya. Cerita dan skenarionya ditulis antara lain oleh Yosanto dan S Dalimunthe yang berpengalaman membuat puluhan skenario serial komedi Warkop. 

Penyutradraan diarahkan oleh Yosanto (3 Eps), Yan Senjaya (1 eps) dan selanjutnya beralih ke tangan Proke. 

"Kami sudah dikontrak untuk menyelesaikan episode yang bakal ditayangkan di TPI mulai medio januari ini, "jelas Ferry sambil menghitung sudah merampungkan lebih dari 6 episode, dengan perhitungan selanjutnya rata-rata mampu menyelesaikan dua episode per minggunya. Perlu diketahui pula, bahwa Tertawa Tengah malam merupakan program kedua Virgo yang ditayangkan TPI setelah sebelum serial TV Misteri (ditayangkan setiap Kamis malam dari pukul 20.00 WIB).

Para pemain intinya tentu saja Basuki didampingi Tessy dan eks pelawak Srimulat lainnya termasuk Timbul dan Pak triman sebagai bintang tamu. Sementara aktris tetapnya adalah Karina Suwandi, Roweina dan Rina Rawit. Diramaikan oleh bintang-bintang tamu secara bergantian dalam setiap episodenya antara lain adalah Ayu Lestari, Monica Oemardi, Nana Khairina, dan Angelita. 

Menurut Basuki , inti cerita Tertawa Tengah Malam adalah mengenai Baskoro nama tokoh yang diperankannya dan kawan-kawannya yang menghuni sebuah rumah secara bersama-sama "kos - kosan, begitu, tapi kebetulan rumah tersebut bersebelahan dengan lokasi kuburan, akibatnya sering terjadi hal-hal aneh dan menyeramkan".

Penghuni rumah kos itu selain Baskoro adalah Karina, Wanda, Angel, Ribut serta dua pelayan Mang Kadir dan Iyem. Hal-hal seram yang terjadi mungkin karena belum apa-apa mereka sudah merasa ketakutan sendiri, tapi bisa pula karena memang ada sesuatu yang misterius. "Tokh sebenarnya hakekat serial ini hanyalah cerita fiktif dengan tujuan untuk memberikan selingan hiburan semata, " begitu kilah Basuki selaku motor Tertawa Tengah Malam. ~~~MF408/374/XVII, 1-15 Februari 2002

BUDIYANTO S, BICARA TENTANG DAMAR WULAN

 


BUDIYANTO S, BICARA TENTANG DAMAR WULAN (berita lawas). Sebuah wawancara dengan Budiyanto S, yang juga suami dari aktris Lina Budiarti yang dimuat di Majalah Film  No. 408/374/XVII, 1-15 Februari 2002.

Cukup lama menghilang penulis komik, talenta scout kondang Budiyanto S dari pentas film nasional, kini kembali berkiprah di pentas sinetron sebagai produser Pelaksana griya produksi Mega Kreasi Production, milik Damoo Punjabi. Melihat sukses sinetron Prabu Siliwangi yang di tayangkan di SCTV, membuat Mega Kreasi semangat memproduksi sinetron sejenis, dan kini suami artis kawakan Lina Budiarti ini memproduksi sinetron Damar Wulan.

Berikut perbincangan dengan Budiyanto S di lokasi Syuting Damar Wulan di Banakan, Ciasem, Subang , Jawa Barat. berikut petikannya. 

T : Bagaimana Ceritanya Anda bisa menduduki jabatan pimpinan produksi di Mega Kreasi Production?

J : Saya sudah bekerja di Mega Kreasi, dulu Parkit Film yang megang masih Pak Raam Punjabi, Pak Gobin dan Pak Damo, sudah 30 tahun. Sehingga beliau-beliau sudah tahu kemampuan kerja saya dan ketika Pak Raam membuat perusahaan Multivision Plus, Pak Gobin dengan mega Greasi dan Kami sepakat Mega Kreasi tidak akan memproduksi sinetron yang sama dengan produksi Multivision, karenanya produksi Mega Kreasi sinetron misteri dan laga klasik. 

T : Sesuai tema sinetron yang di produksi yang bertema laga klasik dan horor, kenapa Anda memilih lokasi di perkampungan bukan di hutan atau perkebunan?

J : Pertama tanahnya masih murah, kebetulan orang tua saya memiliki tanah disini jadi tinggal nambahi saja dan Pemda setempat mendukung kami. Kalau kami menyewa, sewa tanah sekarang sangat mahal, sebulan bisa mencapai 15 juta rupiah. Sementara kalau biaya sewa kita belikan tanah disini, sudah dapat tanah hektaran. Dan buat kami dan kru, disini bagaikan surga kecil, kenapa begitu. Karena makanan disini murah, Fasilitas hiburan lengkap. 

T : Berapa hektar tanah yang dibutuhkan untu membangun lokasi syuting di Blanakan ini?

J : Puluhan hektar, kami telah membangun set, membangun pondokan untuk artis dan kru. Fasilitas pondokan serba AC lengkap dengan perlengkapannya, sehingga kami berharap artis akan kerasan tinggal disini, Kami juga membangun pusat kesegaran yang tidak kalah dengan pusat fitness di Jakarta

T : Untuk apa membangun Pusat Fitness di lokasi?

J : Kami kan sering mendapatkan pemain yang badannya kurang bagus, terlalu kerempeng untuk ukuran sinetron laga klasik yang lebih banyak memamerkan bentuk badan. Sembari Syuting, kalau lagi break mereka bisa membentuk badan. Sehingga pada saatnya nanti, badannya sudah bagus dan sesuai kebutuhan cerita, untuk pemain yang telah memiliki bentuk badan yang bagus, mereka bisa menjadikan pusat fitness untuk refreshing kalau lagi nggak syuting. 

T : Kenapa Prabu Siliwangi kalah populer dibanding Misteri Gunung Merapi, padahal sama-sama cerita misteri dan laga klasik?

J : Kalau dari segi cerita dan kualitas penggarapan kami tidak kalah, yang kalah jujur saya akui jam terbangnya. Misteri lebih dulu ditayangkan, Misteri sudah diproduksi 104 episode lebih sementara Prabu Siliwangi baru 54 episode, sehingga penonton Misteri sudah terbentuk, jadi layak lah kalau Misteri mendapat penonton lebih banyak dari kita. 

T : Apa kelebihan Prabu Siliwangi dibanding Misteri?

J : Kalau Misteri kan khayalan sementara Prabu Siliwangi cerita sejarah, jadi sedikit banyak kita harus mengambil dari sejarah. Dan sejarah kan biasanya banyak ceritanya ketimbang adegan laganya, tapi kalau Prabu Siliwangi kami coba mengkombinasikan antara laga dan drama, "60an - 40an karena bagaimanapun sinetron kan tontonan yang dituntut menghibur, nah kalau sinetron laga klasik nilai menghiburnya kalau banyak adegan berantemnya. Disamping ditambah  atau dibumbui sesuatu yang bisa menarik ceritanya. 

T : Apa Alasan menggarap Damar Wulan?

J ; Kalau Prabu Siliwangi mengangkat cerita dari tanah Pasundan nah, agar penonton nggak jemu, saya mencoba mengangkat cerita dari daerah lain. Yakni daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur, apa cerita yang tidak kalah menarik dari Prabu Siliwangi? ya Damar Wulan. 

T : Apa Kelebihan Damar Wulan dibanding Prabu Siliwangi?

J : Sama-sama populer, hanya saja Damar Wulan populer di dua propinsi yakni Jawa Tengah dan Jawa Timur sehingga banyak diangkat ke drama-drama panggung dengan berbagai versi daerah. Seperti di sinetron ini, Damar Wulan ini kami angkat dari komik saya Jadi menurut saya cerita Damar Wulan lebih populer. 

T : Tadi Anda mengatakan kalau Damar Wulan ini diambil dari komik yang anda tulis, untuk 26 episode yang akan di produksi butuh berapa buku?

J : Dulu saya membuat komik Damar Wulan hanya 3 buku, kenapa hanya 3 buku karena kalau kebanyakan komiknya takut bosan. Karena daya minat baca masyarakat dulu 'kan masih rendah sehingga cepat bosan kalau membaca buku. Makanya dalam membuat komik, saya singkat-singkat. 

T : Syamsul "Basir" Gondo, kan lebih dikenal di Misteri Gunung Merapi, sekarang anda tampilkan di Damar Wulan apa nanti nggak rancu malah bisa-bisa anda dituduh plagiat?

J : Basir sudah bais kontraknya dengan Misteri Gunung Merapi dan saya juga nggak mau ngambil pemain yang masih terikat kontrak dengan PH lain. Kalau kemudian saya mengambil Syamsul 'Basir' Gondo, kebetulan Damar Wulan kan memiliki Punakawan sehingga kami membutuhkan sosok seperti Syamsul Gondo dan secara kebetulan kontraknya sudah habis, ya jadi kami kontrak. 

T : Di Damar Wulan sendiri, untuk menarik pemirsa berapa persen unsur komedinya?

J : Nggak banyak supaya penonton penasaran saja. karena kalau kebanyakan komedi takut rancu, Damar Wulan kan bukan sinetron komedi. 

T : Dibanding set Misteri dan Angling Darma, set Damar Wulan nampaknya terlalu sederhana?

J : Ya kami membangun set ini masih dalam tahapan, kami bangun yang penting-penting. Sementara Misteri dan Angling Dharma jauh lebih dulu sehingga setnya jauh lebih sempurna ketimbang kami. Nantinya perlahan-lahan kami akan buat set yang sempurna. 

T : Dibutuhkan biaya berapa untuk membangun set Damar Wulan?

J : Tahap pertama sekitar Rp 300juta, alokasi dananya bisa mencapai 1 milyar lebih. 

T : Nampaknya Pemda akan menjadikan Set Damar Wulan menjadi tempat Pariwisata?

J : Begitu antusiasnya masyarakat menyambut tempat suting kami, sehingga orang-orang datang dari berbagai daerah untuk menyaksikan syuting kami. Sehingga Pemda melihat potensi pariwisata buat kami nggak masalah. Karena ini sinerti yang saling menguntungkan. 

T : Untuk sinetron kolosal seperti Damar Wulan berapa biaya idealnya?

J : Satu episodenya bisa mencapai Rp. 125juta

T : Kenapa pemain topnya cuma dua orang, Sarah Azhari dan Rizal Djibran?

J : Di sinetron laga klasik macam Damar Wulan memang tidak membutuhkan banyak pemain top kenapa begitu? Supaya nilai sejarahnya bisa ditangkap jelas oleh penonton, misal pemain utama Damar Wulan, Lydya Kandou dan Rudy Salam, nanti orang bingung ini sinetron Pernikahan Dini atau Damar Wulan. Sekalipun banyak pemain baru tapi kami tetap mengutamakan kecantikan dan ketampanan pemain. Sehingga pemirsa tetap akan menhan remotenya untuk tetap menonton sinetron kami. 

T : Damar Wulan akan digarap berapa episode?

J : Untuk tahap pertama akan diproduksi 26 episode dan kalau memang sambutan masyarakat bagus, kami akan memproduksi 26 episode lagi. 

T : Tapi kenapa kontrak untuk pemain per 7 episode?

J : Untuk mengantisipasi kalau ada pemain atau kru yang trouble misal pada episode 3 atau 5 ternyata ada pemain bermasalah kan kita bisa langsung ganti. 

T : Bagaimana mengantisipasi pemain yang double job?

J : Sebelum tanda tangan kontrak kita nanya dulu, lagi dikontrak sama PH mana. Kalau memang lagi dikontrak kita minta betul kepada pemain untuk benar-benar menyepakati kerjasama. Misal kami dikasih hari Minggu dan senin pada hari itu harus ada di lokasi. kalau itu diingkari , ya langsung kami ganti. ~~~~~~~~~~~~~

Sunday, August 2, 2026

ELDHY BILADT

 


ELDHY BILADT (berita lawas). Masih ingat bintang iklan, dan aktor ini? Eldhy Biladt, nama aslinya  adalah Syaiful Biladt. Inem Pelayan Seksi, Jejaka 2000, Catatan Si  Boy, Annisa 3, Hati Seluas Samudera, Matahariku, Remaja Lima dan yang terbaru Istana Pasir tampil bareng Rima Melati dan Febby Febiola. Itulah Sinetron  yang sudah dimainkan Syaiful Biladt (Si Pedang Agama) atau dengan nama popnya, Eldhy Biladt. 

Sedang untuk iklan, cowok handsome kelahiran Jakarta, 9 Nopember 1974 sudah pula beraksi pada iklan Suklat, Asma Soho, Puyer 16, Page One, Bank Danamon, Koyo Cap Cabe, Snip Snap, Yamaha Force One, Kartu Halo Telkomsel, dan Lauk Mie. 

Seperti umumnya para artis kita, Eldhy begitu disapa memasuki dunia seni tanpa disengaja. Menurut pemilik tinggi 170 cm ini karirnya diawali sebagai model, ketika temannya tak jadi tampil diacara lomba fashion. 

Meskipun hanya sebagai pengganti teman, tak disangka dalam lomba itu, ia berhasil keluar sebagai juara ke 3, berbekal Juara 3 dan didorong oleh teman-teman, Eldhy yang terangkat namanya lewat finalis Coverboy Aneka '92 jadi serius menekuninya. 

berikut petikan wawancara yang di muat di MF No. 313/279/XIV, 13-26 Juni 1998

T : Hasil ikut lomba, main iklan dan Sinetron?

J : Alhamdulillah ternyata banyak bawa rejeki, mulai kuliah sampai tamat, biaya kost dan lainnya sudah bisa saya penuhi sendiri tanpa perlu minta dengan ortu. 

T : Artinya ingin terus menekuni dunia seni?

J : Maunya terus tapi dalam kondisi serba sulit begini apa mungkin ya bisa bertahan. Untuk jaga-jaga sebetulnya saya ingin mengembangkan ilmu perhotelan yang didapat semasa kuliah. Sekarang coba membuat lamaran ke sebuah hotel.

T : Maksudnya mulai tak yakin bisa hidup dari seni?

J : Saya akui perasaan itu kadang sering menghantui diri ini. Tapi boleh dong saya mencoba bidang laing, sayanglah kalau ilmu yang didapat di bangku kuliah dengan biaya yang tidak sedikit saya keluarkan kalau tidak dikembangkan. 

T : Ceritanya sedang mereformasi diri sendiri toh?

J : Tentu saja karena saya ingin maju tidak saja di dunia seni tapi juga dibidang lainnya. 

T : Caranya?

J : Dengan kerja keras tanpa mengenal lelah sesuai yang saya cita-citakan tadi. 

T : Kamu juga mendukung reformasi nasional yang kini sedang digalakkan?

J : Tanpa basa basi saya mendukung penuh reformasi nasional yang dimotori rekan-rekan mahasiswa dan tokoh-tokoh masyarakat. Kalau kita mau maju yang namanya KKN memang harus di berantas sampai ke akar-akarnya. 

T : Ngomong-ngomong apakah kamu punya pengalaman dimasa kecil yang membuat kamu trauma?

J : Ya, kalau nggak salah ketika masih duduk di kelas 2 SD saya pernah dikejar-kejar orang gila hingga masuk ke halaman sekolah. Kejadian itu memang membuat saya trauma karena setiap melihat saya orang gila itu terus mengejar. Bahkan suatu kali saya pernah tak bisa mencari jalan dan terpaksa merayap melewati pagar kawat hingga salah satu paha kaki saya terluka dan membekas hingga kini. Katanya sih, dia sakit itu suka sekali dengan saya, ha ha ha..

T : Pernah Jatuh Cinta tapi bertepuk sebelah tangan?

J : Pernah, ceritanya saya terlibat disebuah sinetron dan sangat suka sekali dengan seorang pemain. Pokoknya saat perhatian saya penuh sekali dengannya. Ketika dia ulang tahun, saya diundangnya dan sayapun hadir. Sakit juga saya dikenalkan dengan cowoknya. Mungkin begitu cara halusnya menolak saya! ha..ha..ha..

T : Pernah juga ditaksir cewek tapi kamu sendiri tak suka padanya?

J : Pengalaman itu saya alami ketika masih di SMU. Waktu itu sedang ada ospek terhadap murid baru dan nggak disangka salah satu dari mereka, ada yang jatuh cinta. Hal ini terlihat dari cara dan sikapnya dengan saya. Nah ketika dia mulai mengutarakan niatnya, saya katakan pada dia kalau saya hanya ingin jadi kakaknya saja daripada jadi pacarnya. 

T : Film Nasional pertama yang kamu tonton di Bioskop?

J : G 30 S PKI adalah film nasional pertama yang saya tonton. Saya ingat betul nontonnya di bioskop Manggarai Teater di Pasar Rumput Raya. hari itu juga merupakan pengalaman pertama saya nonotn di bioskop. 

****************

Saturday, August 1, 2026

SINETRON SRIKANDI, SIAP BERANTAS KEJAHATAN

 


SINETRON SRIKANDI, SIAP BERANTAS KEJAHATAN,(Sinetron lawas), Tidak hanya Power Rangers atau Star Ranger yang bisa jadi Pahlawan. Tidak juga hanya Jepang atau Amerika yang bisa menyelamatkan bumi lewat superheronya. Kini di Inodnesia setelah memunculkan Gerhana, Saras 008, "melahirkan" jagoan wanita berskala galaksi yang siap memberantas  aneka bentuk kejahatan. 

Srikandi (Usy Firdaus) merupakan penjelmaan anak AMU yang bernama Ranti. ia mampu mengubah dirinya menjadi superhero asal bumi menghadapi ancaman. selain menghadapi aneka bentuk kejahatan konfensional. Srikandi harus selalu sigap menghadapi musuh besar yang menguasai mafia kejahatan kota yakni pasangan pangeran Burisrawa (Joseph Ginting) dan Pritty Mustokoweni (Rieke Diah Pitaloka) beserta anak buahnya seperti Cakil Stalonne (Eddi Oglek), Trio J ada juga prof Sengkuni, Ahli pecipta senjata super canggih sekaligus penasehat spriritual kelompok preman ini. 

Pangeran Burisrawa beserta 'jajarannya' dari waktu ke waktu senantiasa berusaha mengenyahkan Srikandi yang dirasa sebagai penghambat aksi-aksi mereka. Sementara Pritty Mustokoweni sangat antipati pada Srikandi karena dianggap menyaingi kecantikannya, disamping dari takdirnya (dalam dunia pewayangan) dua perempuan itu memang merupakan seteru bebuyutan. 

Sinetron serial produksi Starvision dan ditayangkan SCTV mulai Selasa, 22 Januari 2002 pukul 19.00 menggantikan tayangan "sebuah Simponi" ini, tidak selalu memunculkan aksi duel dan kekerasan. Tetapi juga romantika dunia remaja. Disela-sela kesibukannya menjalankan kewajiban, perasaan Ranti kadang diribetkan oleh urusannya dengan seorang cowok, Pandu (Tata). Keduanya sama-sama memendam cinta. Namun tahapan pendekatannya saja tak kunjung tuntas, karena Pandu bolak balik merasa seolah Ranti tidak sungguh-sungguh mendamba lantaran sering terpaksa mengecewakan demi tugas yang sering mendadak, atau karena sebab-sebab lain yang sifatnya insidentil. Bleum lagi, Pandu sendiri berkecenderungan bimbang dan maju mundur setiap kali ingin mengutarakan perasaan . 

Problem Ranti bertambah karena Tejo Poh (Arifin) sahabat Pandu mencintainya. Padahal, Tejo Poh digila-gilai Suti (Ayu Imut) sahabat karib Ranti. Belum lagi dengan 'keikutsertaan' Rinto, adik laki-laki Ranti ini pemberani, namun suka jahil dan berkencenderungan nakal. Dengan caranya sendiri, dia berhasil mengetahui peranan  Ranti sebagai Srikandi (yang sesungguhnya dirahasiakan). Rinto, sering ngotot untuk diikutsertakan dalam operasi pemberantasan kejahatan karena ingin dianggap 'pejuang'. Padahal bekal bela diri yangdimilikinya minim. 

Menurut Ir. Chand Parwez Servia, produser Starvision Plus, jika pihaknya kali ini mengangkat dan mengadopsi dunia pewayangan sebagai bahan cerita, dimaksudkan untuk mengenalkan dunia wayang, salah satu kesendian tradisional kita, kepada anak-anak. "Anak-anak kita sekarang ini, sedikit sekali yang mengenal kesenian tradisional seperti wayang. Srikandi merupakan jagoan wanita. Dalam lakon Baratayudha, dia berhasil mengalahkan Resi Bisma, seorang tokoh sakti yang membela Astina, "katanya. ~MF408/374/XVII, 1-15 Februari 2002

CATATAN SI BOY 3, YANG PENTING MEJENG

 


CATATAN SI BOY 3, YANG PENTING MEJENG  (film lawas) -. Inilah film "Catatan Si BOy" Jilid III yang semakin membawa orang pada dunia mimpi dan menyeret trend film Indonesia menjauh dari isi. Agar mimpi kian mendekati kenyataan, jangan lupa nonton film sembari minum Pepsi Cola dan merokok Bentoel, agar kian menyatu dan apa yang di pamerkan Nasri Cheppy, sutradara muda berbakat yang larut dalam arus sorak sorai penontonnya. 

Ceritanya tak begitu penting karena memang tak menjamah hal-hal baru. Si Boy, tiba-tiba pingin sekolah ke Los Angeles. 

Vera, doinya, yang ditinggal, gelisah dan pengin liburan ke LA, nyusul si Boy. Dan tak usah bingung kalau melihat Emon tiba-tiba juga kangen si Boy dan pengin liburan ke LA. Ini biar gampangnya saja meski ada kesan menyepelekan otak sehat kita. 

Tak perlu tahu apa kerja orangtua mereka. Cuma yang dikagumi para orang tua ini langsung mengiyakan saja keinginan anak-anak mereka. Di Amri (Amerika), Boy kita kenalan cewek disc jock turunan Philiphine Indonesia, Sheila, setelah Boy jadi 'pahlawa, menyelamatkan Sheila dari perkosaan bule yang gede tapi toh kalah sama Boy. 

Di Amri, tak perlu dikisahkan apa kerja Vera dan Emon karena tak penting benar, terkecuali mereka Shopping, ke pantai dan keluyuran. Sebab disini ada Jeffy, orang Indonesia yang hebatnya jadi kepala geng berandal para bule brewok, yang bentrok dengan Boy gara-gara Boy pengin menyelamatkan Sheila dari ketergantungan kokain, selanjutnya cerita bisa dikarang-karang sendiri, bisa ditambah sesuka sutradara dan penulis cerita. Dan jangan lupa membayangkan diri dalam kehidupan Boy, naik Ferari sembari minum Pepsi. Karena itulah iming-iming sembari ngobrol "fuck yon!"

"Catatan Si Boy III bisa di catat sebagai kemajuan penguasaan tekhnis yang dimiliki Nasri Cheppy. Ia makin cekatan dalam mengolah adegan dan menemukan gambar-gambar menghibur. Tapi ia lupa bahwa isi dan cerita adalah persoalan serius dalam membuat film. Tapi "Cabo III" sungguh menyepelekan selera keseriusan kita dalam menikmati film yang agak baik. Apalagi disini tak ada kemajuan akting para pemainnya. Adakah ini bentuk main-main dari sutradara Cheppy seperti yang digambarkan pada adegan akhir, dimana semua pemain disuruh mejeng dan sang sutradara diperlihatkan asyik menyutradarai pemainnya? Siapa tahu itu benar, dan itu sungguh sayang.~~MF 086/54/Tahun VI, 14 - 27 Okt 1989

Persembahan : Asosiasi Importir Film

Produser : PT Bola Dunia Film

Sutradara : Nasri Cheppy

Cerita, skenario : Marwan Alkatiri

Pemain : 

Onky Alexander ..............Si Boy

Meriam Bellina................Vera

Didi Petet ........................Emon

Leroy Osmani .................Jefry

Ida Kusumah....................Mama Vera

Bella Esperance..............Sheila

SUCI LEONITA, AKTRIS PENDATANG BARU


 SUCI LEONITA, AKTRIS PENDATANG BARU (berita lawas). "Ia boleh dibilang pendatang baru dalam dunia film layar perak, lantaran memulai debutnya sebagai artis film baru dalam bulan Oktober 1989 . Namun kehadirannya pertama kali di layar lebar ini, langsung mendapat kepercayaan penh dari sang sutradara untuk melakoni peran utama dalam film Titisan Si Pitung,dengan pasangan main George Rudy. 

Setelah itu berturut-turut mendapat kesempatan bermain dalam film Srigala Jalanan, Djago, Mustika Pemikat dan masih banyak lagi. 

Dara manis yang memiliki panggilan akrab Suci ini, sempat stress gara-gara pacar pertamanya meninggal dunia akibat tabrakan maut. "Saya sepertinya tak mampu, melupakan kebaikan hatinya, "kenangnya. 

Seminggu setelah kejadian itu  kecelakaan serupa menimpa pula pada diri Suci ini. "Masih untung, kata orang Jawa. Jiwanya masih selamat, meski ia sempat dirawat dirumah sakit selama beberapa hari, lantaran luka yang dideritanya. Kepingin nyusul kali? "Ah enggak juga, hidup ini rasanya masih nikmat kok, " sahutny cepat. 

Dalam beberapa bulan, ia sempat mengurung diri dirumah. Bayang-bayang kejadian yang mengerikan itu, sepertinya tak mau juga cepat berlalu dari ingatannya. Namun akhirnya, ia segera mendapatkan obatnya, pacar kedua segeera hadir dan siap menghiburnya.  ~~MF 119/87 Tahun VII, 19 Jan - 1 Feb 1991

Friday, July 31, 2026

IRMA YANTHIE, ARTIS YANG PANDAI ADEGAN ROMANTIS

 


IRMA YANTHIE, ARTIS YANG PANDAI ADEGAN ROMANTIS, (berita lawas). Ada yang tahu aktris ini? Irma Yanthie? Irma Yanthie, dara manis kelahiran Jakarta, 8 Oktober 1965 lagi menggebu-gebu dengan dunianya. I atak banyak tawar menawar dengan produser, bukan materi yang dicari semata , mengembangkan popularitas agar lebih mudah dikenal masyarakat. Dunia yang sekarang di geluti ternyata cukup bisa buat menghidupi dirinya, walau hanya cukup untuk jajan. 

Pernyataan ini memang dapat di buktikan oleh Irma. Tengok saja dalam film-film yang pernah dibintanginya diantaranya, Bukit Berdarah, Siluman Clurit perak, Bila Saatnya Tiba, Kejarlah Daku Kau Kutangkap , Ayu dan Ayu, Gadis Pendekar, Cewek-cewek Pelaut, dan juga Durjana Lumut Hijau. 

Wow, Irma boleh dibilang diam-diam berbahaya. Itung-itung dari 8 film yang dibintanginya ia bermain cukup prima. Walau bermain  sebagai peran tambahan tapi ia pantang putus asa. Tekat ini yang menjadi tuntutannya hingga mendapat kepercayaan sebagai pemeran pembantu wanita. 

Saya nggak pilih-pilih soal peran asal sesuai dengan keinginan. Dan saya paling suka adegan yang mengarah romantis, " cetus cewek yang memiliki ukuran BH 36. Irma paling pandai dalam adegan romantis, ini ia lakukan agar cepat untuk meraih popularitas. Namun sebagai wanita, Irma punya batas-batas yang memang sudah ia tentukan sejak menekuni dunia film. 

Irma juga terjun di dunia foto model. "Yah bisa buat nambah untuk adik-adik saya yang masih sekolah , kan, saya belum punya pacar. Kesempatan bisa bantu orangtua, " jelas Irma yang juga terjun di dunia tarik suara. 

Karirnya memang berjalan cukup mulus, bisa dibayangkan belum lama di dunia film, Irma langsung juga nyrondol nimbrung nyanyi lewat album yang berjudul Pacar Rewel sempat memasuki pasaran blantika musik. ~~MF 119/87 Tahun VII, 19 Jan - 1 Feb 1991

Thursday, July 30, 2026

JANE CHATERINE

 


JANE CHATERINE, (berita lawas). Ada yang ingat artis ini? Jane Chaterine, wajah anyar yang sudah beberapa kali terlibat dalam pembuatan film. Gadis yang duduk di bangku kelas II SMA PSKD II ini sempat mengalami kebingungan. Ketika tawaran main film terus berdatangan, ketika itu pula Catherine merasakan rasa penyesalannya, karena tawaran tersebut sering ditolaknya. 

"Habis bagaimana, kalau sutingnya di luar kota dan memakan waktu yang cukup leama, saya pasti nggak bisa. Alasannya sih karena sekolah. Padahal asyik tuh, dapat banyak tawaran. Pokoknya asyik saja. Tapi yaitu tadi, selalu kepentok dengan sekolah. 

Seperti film Saur Sepuh IV, saya sudah ditawari Oom Imam Tantowi. Setelah saya bicarakan sama mama, ternyata nggak boleh karena sutingnya jauh, dan waktunya cukup lama,  ujar Chaterine yang baru menyelesaikan filmnya "Curi Curi Kesempatan".

Di samping tawaran yang sudah banyak, Chatherine juga sudah mulai menyenangi dunia nyanyi setelah dunia model sudah dipegangnya dan sudah ada studio rekaman yang mulai mendekati Chaterine. 

"Nggak tahu kenapa, saya kok mulai tertarik dengan bidang nyanyi. Barangkali saja karena berhubungan erat dengan film. Ya apa salahnya kalau kita coba. Siapa tahu jodoh. benar kan? tambah Cahterine yang memiliki wajah fotogenik. 

Sekarang saya memang masih bingung , karena takut sih. Soalnya kan masih SMA, jadi harus konsentrasi penuh ke pelajaran. Kalau sutingnya di Jakarta sih nggak apa-apa. Atau diluar kota, tapi asal nggak sampai berbulan-bulan lamanya," ujarnya. 

Kesibukanpun tak pernah pupus. Pertengahan Desember (1990), Chaterine ikut mendukung film pelajaran bahasa Inggris yang di kemas dalam bentuk miniseri yang rencananya akan disiarkan di RCTi. "Ya itung-itung sambil belajar bahasa Inggris gratislah, "katanya beralasan. 

 ~~MF 119/87 Tahun VII, 19 Jan - 1 Feb 1991

Wednesday, July 29, 2026

CAROLINE ZACHRIE

 


CAROLINE ZAHRIE (berita lawas). Kalau pernah nonton acara KISMIS kisah Misteri, tentu tahu si pembawa acaranyanya yaitu Caroline Zachrie. Ia seorang peragawati lulusan Amerika yang kemudian sukses di negerinya sendiri. Setelah melanglang buana ke berbagai negera untuk mengadakan fashion, akhirnya perempuan semampai yang menjandang gelar Sarjana Ekonomi ini mencoba mengasah bakatnya di jagat akting. "Ya sejak kecil memang menyukai akting cuma kebetulan saya melibatkan dunia fashion dulu. Sehingga saya lebih dikenal sebagai model dan peragawati, nah ketika Starvision menawari saya untuk main sinetron Jalan Kehidupan dan Selalu Untuk Selamanya langsung saya terima, "cetusnya. 

Permainan Caroline di Jalan Kehidupan memang masih terkesan main-main, hal itu bisa di maklumi, karena peran gadis yang menghabiskan masa remaja di negeri orang ini masih peran tempelan atau numpang lewat. Tapi di sinetron keduanya yang berjudul "Selalu Untuk Selamanya" besutan sutradara Yopie Burnama, permainan Caloline mulai menonjol. 

"Saya banyak mendapat tantangan di Selalu Untuk Selamanya karena saya harus mempermainkan dua karakter sekaligus, " aku Caroline dengan bahasa Indonesia yang belum begitu fasih. 

berikut petikan wawancara dengan Caroline Zachrie yang dimuat di MF No. 309/275/XIV, 18 Apr - 1 Mei 1998

T : Bagaimana ceritanya Caroline terlibat dengan dunia keperagawatian?

J : Saya waktu itu tengah sekolah di San Fransisco, kebetulan Papa sedang bertugas di sana. Untuk mengisi waktu luang saya bergabung dengan Prestise Model, di Prestise saya diajari bagaimana berjalan, etiket, berskap serta yang lainnya. 

Kemudian akhir 1993, saya balik ke Jakarta, saya kemudian melanjutkan kuliah di Universitas Esa Unggul. Baru di tahun 1995 saya dikenalkan pada Ibu Ghea Soekasah (sekarang Ghea Panggabean) dan ibu Ghealah yang membawa saya ke Milan Itali untuk mengadakan fasion disana. 

Dan itu fashion pertama saya sebagai peragawati profesional, kemudian Ibu Ghea juga yang memperkenalkan saya kepada Mbak Larasati, Kintan dan Ratih yang sama-sama kita kenal sebagai peragawati papan atas dan juga seorang pemilik Expose Model. Lewat Expos Model itulah saya mengawali karir sebagai seorang model dan peragawati. 

T : Apa yang mendorong Caroline terjun ke dunia fashion?

J : Dari kecil saya memang sudah menyukai hal-hal yang berbau fashion karena dunia fashion glamour dan saya suka tantangan serta berkompetisi. 

T : Terus bagaimana pula Caroline terjun ke dunia sinetron siapa yang pertama kali nawari?

J : Saya di datangi salah seorang staf Starvision yang menawari saya untuk main di Jalan Kehidupan garapan bapak Achiel Nasrun. Karena memang kepingin main sinetron atau film, makanya tawaran itu langsung saya terima. 

T : Menyesal setelah terjun kedunia sinetron?

J : Nggak lah, dunia akting memang impian saya selama ini. 

T : Bagaimana komentar Caroline tentang  'jam karet' yang terjadi di dunia sinetron?

J : Itulah yagn saya sayangkan, seandainya para pelaku sinetron menyadari profesinya. Saya yakin jam karet tidak pernah terjadi, karena masing-masing profesi, baik pemain, sutradara maupun kru akan disiplin demi profesinya. 

T : Ada keinginan untuk menjadi artis sinetron kenamaan?

J ; Siapa sih yang nggak kepingin, cuma saya harus realistis. Saya masih baru, masih banyak yang mesti saya perbaiki untuk kemajuan karir saya. 

T : Kalau Caroline harus memilih, Caroline pilih dunia sinetron apa dunia fashion?

J : Sama-sama berat ya? tapi saya sangat menyadari kalau dunia fashion dan sinetron tidak akan selamanya saya sandang. 



FARID HARDJA, DALAM KENANGAN


 FARID HARDJA, DALAM KENANGAN (Berita Lawas). 

Kukenal dikau lalu jatuh cinta

bagai pertama

dan kucumbu dikau penuh kasih mesra

bagai cerita

wo wo Karmila...

Lagu berjudul Karmila itu kini tak lagi bersanding dengan pelantunnya, Farid Harja yang telah meninggal dunia. Bertubuh tambun, bergaya raper, berbusana gombor dan kacamata, serta syair sedikit nakal. Itulah beberapa ciri yang dimiliki almarhum yang lahir di Sukabumi, 7 September 1950. 

Farid Hrja telah pergi meninggalkan pencintanya. Diam-diam almarhum di akhir hayatnya sering di rongrong penyakit diabetes dan jantung. Rupanya Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakrta merupakan tempat penyanyi ini menghembuskan nafasnya yang terakhir. 

Almarhum Farid meninggalkan seorang istri yang tengah mengandung 8 bulan serta setumpuk lagu ciptaannya yang belum sempat dihancurkan. Menurut keluarganya, almarhum seakan tak mengindahkan penyakit yang selama ini diidapnya. "Almarhum dirawat karena penyakit gula dan sempat mengalami stroke sebelum akhirnya kami bawa kerumah sakit di Sukabumi dan dilarikan ke RSCM di Jakarta, " jelas kakak almarhum, Ny. Tati Harja. 

Banyak seniman musik yang merasa kehilangan artis yang disebut sebagai pendiam, tapi juga pemilik humor khas ini. Selain teman-teman almarhum semasa di kelompok Bani Adam (yang melahirkan lagu Karmila), juga artis-artis pendukung lagu dan klip lagu terbarunya, Partai Sembako, mengaku terkejut atas kepergian Farid Harja. 

Erie Susan, penyanyi dangdut yang pernah mendampingi almarhum untuk album dangdut berjudul Itu Cinta mengaku kaget mendengar berita kematian Farid Harja lewat berita SCTV. "Saya benar-benar nggak nyangka, Saya kaget dan ikut sedih, " komentar Erie yang mengaku  punya kenangan bagus selama rekaman lagu Itu Cinta bersama almarhum, "Almarhum orangnya baik dan taat pada agamanya, " komenar Erie akhirnya. 

Terlahir di kota Sukabumi, almarhum pada akhirnya pun dikebumikan di daerah yang sama. Setelah Akang pergi tak ada lagi tubuh besar yang siap menggoyang panggung dengan suara bariton dan nada yang kocak. 

Dalam perfilman, Farid Harga juga bermain di film Ini Rindu bersama Arianto Wibowo, dan Ayu Lestari. ~MF 328/294/XV, 9 - 22 Jan 1999

Tuesday, July 28, 2026

MURTI SARIDEWI, MAMPU BERPERAN PENGGODA

 


MURTI SARIDEWI, MAMPU BERPERAN PENGGODA(berita lawas RF). Dara manis, putri Solo ini punya nama lengkap Raden Roro Murti Saridewi. Sejak tahun 1988 lalu gelar 'Raden-nya terpaksa ditanggalkan, manakala ia mulai melibatkan diri kedunia perfilman. Tergolong prestasi yang luar biasa. 

Bayangkan dari sekitar 12.000 cewek pelamar untuk 'peran perayu' LASMINI dalam film "Saur Sepuh" yang pertama, hanya Murti yang berhasil kejaring. Sejak itu jadilah ia bintang film. Dan ternyata terbukti kalau dia 'mampu' berperan sebagai Lasmini, maka kontrakpun memanjang sampai seri yang ke III. 

Waktu itu Murti masih duduk di bangku SMA kelas I di perguruan swasta Muhammadiyah di Surakarta. Jenjang kelasnya bersamaan dengan seri filmnya hingga kelas III sekarang ia memerankan tokoh Lasmini dalam "Saur Sepuh" yang ke III. Malah berkembang dengan peran utama untuk film jenis remaja dari PT. Tiga Sinar Mutiara Film dengan judul "Catat Namaku Rintan" yang kemudian berganti judul "Cinta Punya Mau". Disini ia berpasangan dengan bintang Citra, Mathias Muchus. 

Putri Solo yang manis dan luwes ini ternyata punya banyak bidang keahlian seni. Yang menonjol tercatat sebagai peragawati, foto model dan penari. pernah jadi juara alam peragaan busana lurik, keluwesan berkebaya dan model beberapa produk di Surakarta. Sempat mendapat kesempatan sebagai  misi kebudayaan Indonesia ke Australia. Namun diurungkannya karena pada kesempatan yang sama dia sudah harus ikutan memerankan tokoh Lasmini sebagai debut pertamanya di film. 

"Keluar negeri kapan saja kan bisa. Kalau kesempatan shooting film ini, kan nggak bisa ditunda-tunda, ' kilahnya dengan ramah. Dan dari keadaan ini terbukti kesungguhannya untuk melibatkan diri kedunia film Dan bukti lain, kesempatan sebagai pemeran utama dalam film remaja yang digarap sutradara berbakat Chris Helwedery, Murti tampak ingin terus menekuni bidang film secara baik. 

Para penggarap "Cinta Punya Mau" juga menyebutkan kalau Murti sebagai punya kemauan dalam meningkatkan jenjang karirnya. Untuk itu dia sudah siap dengan kerepotannya. Karena selain ia sekolah di Solo, pada saat yang sama terlibat produksi film "Saur Sepuh III" yang lokasi sutingnya di Pangandaran Jawa Barat, dan di Jakarta untuk film "Cinta Punya Mau".

Dalam Percakapan Murti mengakui kalau saat itu betul-betul capek. "Bagaimana ya, yaitulah sudah resiko", ujarnya datar. Hanya sempat jadi was-was tentang pendidikannya. Soalnya kini tengah duduk di bangku kelas terakhir, dimana siap-siap pula menghadapi Ebta dan Ebtanas. Apakah Murti akan berhasil menyelesaikannya nanti, soalnya selama ini selalu dikorbankan sekolahnya demi karir. 

Menyangkut pemerannya, baik di Saur Sepuh maupun di Cinta Punya Mau , Murti digambarkan hampir sama, yakni sebagai penggoda. Menurut Murti di Saur Sepuh sebagai Lasmini, karena tokoh itu dianggap fiktif, jadi Murti katanya bisa membuat interpretasi sendiri. Lain halnya di Cinta Punya Mau, sebagai gadis remaja yang mirip dengan keadaanya, dirasakan sedikit kikuk. Apalagi dalam beberapa adegan dia diperlihatkan terlibat asmara atau mengharuskan menggunakan pakaian minim, seperti baju renang. Murti terlihat sedikit risi. 

Tapi Murti mengatakan sebagai masih beruntung karena pihak sutradaranya, Chris bisa mengerti dan mau memahami keinginannya. Sehingga  kostum yang semula  bikini, bisa diganti dengan pakaian renang hitam. Sementara untuk adegan kissing, dengan Mathias Muchus, Murti juga mengatakan masih kikuk. 

"Terus terang saya belum biasa. Dan sampai sekarang saya memang belum punya pacar. Jadi soal ini lihat nanti saja, " ujarnya, menanggapi kemungkinan adegan ciuman dari mulut ke mulut dengan lawan mainnya, Muchus. Serta kekikukan lain bagi Murti adalah mengenai dialek Jakarta. Tidak heran, untuk perannya kali ini suaranya di percayakan pada orang lain. ~~sumber Ria Film No. 832

Monday, July 27, 2026

CLIFT SANGRA SELALU MEMBUNTUTI SUZANNA

 


CLIFT SANGRA SELALU MEMBUNTUTI SUZANNA (berita lawas). Setelah sekian tahun absen di perfilman nasional, Clift Sangra muncul kembali sebagai jagoan. Sekali ini, dia muncul lewat arahan Sutradara Imam Putra Piliang dalam film Tapak-Tapak Berdarah. Meski lima tahun absen, tapi Clift merasa selalu berada di lingkungan film. Wajar saja, sebab isterinya sendiri artis beken. Bagaimana kalau Suzanna dapat tawaran Clrift selalu terlibat. 

"Kalau pergi dan pulang suting, saya harus menjemput istri, "katanya bangga. Alasan inilah membuat artis berbadan gempal tak akan meninggalkan film.  Banyak yang menduga Clrift selalu cemburu melihat Suzanna selalu suting. Sehingga dia harus mengawal isterinya kemanapun. "Tidak, saya sangat sayang kepada isteri," kilahnya blak-blakan. Memang usia Suzanna dan Clift jauh berbeda, bukan berarti jauh pula tali kasih. 

Banyak pula artis yang memuji kesetiaan Clift atas isterinya. Jarang orang muda yang tidak suka melirik wanita lain. Itulah dizaman atis lagi musim kawin cerai ini api cinta Clift atas isterinya tak pernah padam. Mengekori Suzanna bukan cemburu tapi karena sayang. 

Setelah lama absen di film tidak mempengaruhi penampilannya di depan kamera. Kemampuan dan sosoknya sama ketika pertama kali tampil dalam film. Tubuhnya yang kekar dan alot itu tetap stabil. Bahkan lebih ideal dari kemarin-kemarin. 

"Sarapan saya besi," ujarnya berkelakar. Kalau  tidak angkat barbel setiap pagi, rasanya badan ini terasa sakit,"katanya menyambung. Itulah sebabnya dia harus angkat besi dulu sebelum sarapan pagi. "Kalau tidak, ada saja yang kurang. Hidup jadi tidak bergairah, "selanya sambil ngakak. 

Tidak hanya angkat besi, Clift juga melakukan latihan bela diri. "Terus terang saja, bela diri merupakan sebagian dari hidup saya," selanya. Itulah ketika dia berlakon dalamfilm action yang mendapat peran Hendra, tubuhnya begitu lentur melakukan latihan perkelahian."Kalau tidak latihan setiap hari bagaimana saya bisa berlakon dengan baik, "Lalu apakah tak kepingin berlakon dalam film Drama?"Saya senang sekali. Saya juga mampu berlakon apa saja, katanya mantap. ~MF 114/82 Tahun VII, 10 - 23 Nov 1990

RANI SORAYA, IMAGE BOM SEKS SUDAH DIKUBURNYA

 


RANI SORAYA, IMAGE BOM SEKS SUDAH DIKUBURNYA (berita lawas). Wajahnya masih tetap cantik. Tubuhnya masih terlihat seksi dan sintal. Sementara gaya bicaranya masih seperti dulu, ceplas ceplos. Lalu adakah yang berubah dari diri seorang Rani Soraya?

Tentu saja Rani yang beken jadi pasangan Richie Ricardo di film layar lebar bertajuk "Bercinta" banyak yang sudah berubah. Kalau dulu ia masih single, sekarang sudah menjadi nyonya Michael Backman dengan dua anak Andre Sopandi Backman (5) dan Jonatan Sopandi Backman (4 bln). Perubahan lainnya, wanita kelahiran Bandung, 18 Januari 1967 ini kini lebih serius menekuni dunia bisnis bersama suaminya. 

Jika dia kini kembali hadir sebagai pendukung Senandungkan Damai dan bakal ditayangkan di TVRI itu tak lain karena Rani kangen sekali dengan hiruk pikuknya suasana syuting. "Enam tahun nggak berhadapan dengan kamera membuat hati ini terus berontak,  " ujar yang punya nama lengkap Rani Soraya Backam.

Masalahnya selama 6 tahun Rani memilih ikut suaminya tinggal di Finlandia. Dasar orang film, selama d Finlandia wanita asal Garut Jawa Barat ini tak seluruh waktunya dihabiskan jadi ibu rumahtangga yang baik. Ia kursus bahasa nenek moyang suaminya, yaitu bahasa Finlandia. Satu lagi, Rani masuk sekolah leater Internasional, yang muridnya datang dari berbagai negara sepeti Argentina, Afrika, Brazil, Jerman, Rusia, Spanyol dan beberapa negara lainnya. 

Kata penyuka warna merah , biru dan hitam ini, dari Indonesia muridnya bukan hanya dia seorang. Ada satu seniman beken asal Bali. "Maaf saya lupa namanya,"ujar Rani. Yang jelas Rani merasa beruntung sekali bisa sekolah disana, karena ilmu aktingnya jadi tambah matang. Bahkan Rani sempat tampil di layar lebar produksi negara yang hanya berpenduduk 5 juta jiwa itu. 

Tapi, lagi-lagi Rani lupa akan judul film yang dilakoninya. "Yang jelas saya main termasuk peran utama, "kilahnya yang terakhir tampil di layar kaca dengan judul "Mahkota Mayangkara" dimana saat itu Rani dalam keadaan hamil 3 bulan. 

"Selain tampil di layar lebar, sebetulnya tawaran lain banyak berdatangan tapi waktu saya nggak ada dan saya pribadi sudah berjanji hanya mau jadi ibu rumah tangga yang baik, "paparnya. 

Kalaupun ia kii bersedia tampil kembali disini, seperti yang dikatakannya tadi hanya karena kangen saja. "Tak ada pikiran saya berlakon karena ingin mengejar popularitas, ataupun dari sisi materi, " tegas cewek yang di tahun 90an termasuk salah satu artis bom seks layar lebar. "Niat saya sekarang tak lain ingin jadi pemain yang baik dan berlakon sebaik-baiknya," lanjut Rani yang dinikahi bule asal Finlandia Michael Backman di Garut 13 Januari 1996.

Walau niat awalnya ingin bermain sebaik mungkin sebagai pelakon, Rani mengakui saat kembali berhadapan di depan kamera, ia merasa nervous dan gugup. Untunglah teman-teman lamanya, seperti Uci Bing Slamet, Eddy Chaniago, Fuad Baraja, Lela Anggraeni dan Kamel Marvin selaku sutradara terus memberi dukungan dan memberi kritik membangun. Akhirnya semangat dan motivasinya untuk tampil sebaik mungkin di "Senandungkan Damai" sesuai yang diinginkan. Yaitu tampil jadi ibu rumahtangga yang baik berlakon sebagai Rogaya istri dari Fuad Baraja. 

Apa kesan Rani setelah 6 tahun tidak tampil sebagai pelakon? "bisa dikatakan saya cukup prihatin, karena gaya bekerja orang film ternyata masih jalan di tempat. "Maksudnya dalam sebuah penggarapan film , mereka bekerja belum taktis. Masih banyak ngaretnya. Beda sekali saat saya main di Finlandia semua serba profesional dan terarah,"urainya. 

"Melihat keadaan seperti itu, tentu saja ada keinginan memproduksi sendir. Tentu saja kalau saya punya timwork yang bagus dan profesional, " kata artis yang terakhir terlibat dalam film Komodo (1992) itu. 

Namun untuk saat ini, konsentrasi Rani yang utama adalah membangun perusahaan internet bersama suaminya yang baru beberapa bulan dijalani. "Saya ingin membangun usaha yang kami bangun ini sangat beda dengan usaha internet yang sudah ada yaitu bergerak di bidang Company Profile, COntact Person, Map dan Direct acces to update, " tandas Rani serius. 

Rani ingin membuktikan kalau dirinya sekarang sudah berubah jauh. Jelasnya, Rani sudah berjanji pada diri sendiri untuk merubah image dirinya yang dulu dijuluki salah satu artis bom seks, dan kini julukan itu sudah tidak berlaku lagi. "Rani sekarang sudah beda dengan Rani yang dulu", tegasnya. ~~MF 405/371/XVII 21 Des 2001 - 4 Jan 2002



Sunday, July 26, 2026

ANGIN RUMPUT SAVANA, JELAJAH ARTISTIK, DOKUMEN DAN ROMANTISME

 


ANGIN RUMPUT SAVANA, JELAJAH ARTISTIK, DOKUMEN DAN ROMANTISME (FTV Lawas). Ada yang masih ingat Angin Rumput Savana? Garin Nugroho kembali menafsir Sumba lewat Angin Rumput Savana. Lewan sinetron yang merupakan kerja bareng John Hopkins University, BKKBN dan TPI dengan biaya produksi sekitar Rp. 250 juta ini Garin mencoba untuk melakukan penjelajahan artistik, penjelajahan dokumentasi dan juga penjelajahan romantis. 

"Angin...memang beda dengan Surat. Angin saya garap dengan romantis. Katakanlah, dia seperti musim penghujan. Sementara Surat merupakan musim kemarau. Film ini adalah film personal, keras, dengan tingkat absurditas sangat tinggi,"paparnya. "Biarpun pihak John Hopkins University menargetkan sinetron ini memperoleh International Award, saya pribadi tidak mentargetkan untuk itu. Target saya hanyalah agar karya ini mempunyai nilai baru. Seperti pada proyek pembuatan dokumenter Anak-Anak Jalanan yang dibiayai NHK, Jepang, beberapa waktu lalu. Disinipun saya tidak ingin didikte."

T : Angin Rumput Savana ini bertutur tentang apa?

J : Cinta kasih. Cinta seorang ibu pada anak, hubungan manusia dengan manusia. Disini dituturkan tentang Rambu Anak Wulung seorang gadis yang menentang adat perkawinan culik yang dialami ibu dan neneknya. Untuk itu ia pergi dan memutuskan untuk menjadi dokter. Namun ketika kembali ke Sumba, perkawinan culik itu terjadi padanya. Pria yang menculiknya, sesungguhnya telah kawin dengan Rambu Awang Intan. Dan sesungguhnya juga, mereka bertiga itu bersahabat sejak kecil. Saat melahirkan, Rambu Intan meninggal. Dan anak yang ditinggalkannya itu, hanya mau tidur jika ditidurkan Rambu Awang dengan mendengarkan lagu "Why Do You Love Me".

Kawin Culik itu sendiri, sekarang ini sudah sulit ditemui. 

T : Untuk kedua kalinya, Anda memilih Sumba sebagai setting. Sumba, tampaknya memiliki arti penting bagi Anda?

J : Seharusnya Sumba bukan cuma dua kali ditafsir. Daerah ini unik. Selain masih menyisakan masa lampau-zaman megalitikum - tetapi juga daerah yang menerima masa kini. Di sini selain terjadi gegar budaya juga terjadi pertumbuhan bersama. Masyarakatnya selain berkutat dengan masa lampau, juga telah menerima modernisasi. Parabola sudah biasa digunakan disini. Saya menganalogikan Angin Rumput Savana sebagai musim penghujan. Penuh romantisme. Beda sekali dengan Surat Untuk Bidadari yang keras, dan tingkat absurditas yang tinggi. 

Disini juga saya menampilkan kembali upacara tarik batu atau upacara pemakaman. Biaya untuk tarik batu itu cukup besar. Sehari bisa menghabiskan Rp. 3 juta belum termasuk orangnya. Saat penggarapan sinetron ini, sesungguhnya, mereka sedang istirahat dari upacara tersebut. Tetapi berkat bantuan Umbu Awi, raja Kalang, upacara tersebut dapat ditampilkan. Masyarakat Sumba Barat sangat membantu. DiSumba Timur, kamrena ada kesalahpahaman dalam soal izin produksi, agak timbul masalah. Tapi itu sudah diselesaikan dengan baik. 

T : Kalau tidak salah di Angin Rumput Savana ini Anda menggabungkan keindahan iklan, dokumenter, cerita dengan video. Dan nyatanya hasil gambar lewat video lebih bagus dibanding film 35 mm atau 16 mm?

J : Video punya kelemahan dan kelebihan tersendiri. Hasil gambar dari video, lebih indah dari gambar aslinya. Untuk itu kita harus tahu karakter. pemilihan filter yang tepat, dan desain warna. Karakter yang kurang tepat, harus kita hindari. Potensi yang dimilikinya, harus kita manfaatkan. Misalnya begini, Kalau cuaca kelewat panas, hasilnya akan kurang bagus, mendung sedikit juga kurang bagus. Menghadapi cuaca yang berubah setiap hari seperti ini , kita break. Tunggu waktu yang pas. Memang ini yang pertama kalinya buat saya menggarap sinetron cerita dengan full video. Sebelumnya saya hanya menggarap iklan. Penggarapan ini sebagai tatecase dan ujicoba. 

T : Romantisme dan agak pop, bisa dibaca untuk melakukan dialog dan mengkomunikasikan dengan penonton?

J : Dalam Surat Untuk Bidadari, sebetulnya juga telah terjadi dialog. Dialognya bisa sangat keras, mungkin sangat pahit. Tetapi itu harus dilakukan. Kalau kita tidak menafsir kebudayaan dengan berbagai cara, kemungkinan terjadi friksi besar sekali. Perang antar suku, misalnya, kalau saya menafsir Sumba sebagai lembut, lebih romantis, tentu untuk menyerap penonton yang lebih banyak, Saya tetap meyakini personal seperti Surat, hanya golongan tertentu yang menontonnya. Sebuah karya yang utama adalah tidak mengubah dirinya sendiri. 

Jika mengubah dari dirinya sendiri, dia pasti jelek dan itu akan menghasilkan industri. Contoh sederhana begini. Jika ada orang minta agar Budy Allen merombak karyanya agar banyak ditonton orang, orang itu sebaiknya ditempeleng. Film-film personal, saya yakini tetap akan tumbuh dan punya pasar tersendiri. 

Tetapi disini, tidak berlaku demikian. Disini kita menginginkan keseragaman dan penonton yang banyak. Maka, wajar jika film nasional bangkrut. Sebuah film seharusnya tidak musti dikomunikasikan banyak orang tetapi film itu memperbanyak penonton. 

T : Artinya tidak musti seragam?

J : Kalau kita bikin film laku dan semuanya melakukan hal yang sama, lalu buat apa kita bikin film. Pertanyaanya, mengapa opera sabun Jepang diproduksi? Mengapa tidak mengikuti opera sabun ala Amerika Latin yang lebih laku? Itu karena opera sabun Jepang punya penonton yang berbeda. Artinya kita perlu dan harus punya keanekaragaman. 

T : Anda tidak mengalami kesulitan dengan medan yang berubah-ubah dan tim kerja yang baru?

J : Memang tim yang ikut saya ini, adalah generasi baru dibawah tim Kuldesak. Tetapi mereka memiliki spirit dan semangat kerja yang bagus. Begitu juga dengan pemain. Mereka bermain bagus sekali seperti keinginan saya. Buat saya tahun ini merupakan tahun yang bagus bagi pertumbuhan. 

(Tahun lalu, ditengah 'upacara' dan gegap gempita menyambut peringatan 50 tahun Indonesia Merdeka, Garin Nugroho di percaya NHK menggarap film dokumenter, Dongeng Kancil, Anak-anak Jalanan. Disini, Garin memperlihatkan kehidupan anak-anak jalanan di Yogyakarta. Anak-anak yang diasuh malam. Disini diperlihatkan bagaimana agar mabuk, bocah-bocah itu menghisap lem Aika Aibon - karena ketidakmampuannya beli minuman keras. Atau tentang bocah-bocah yang sudah mengenal hubungan seks dengan pelacur. Garin, ingin jujur dan memperlihatkan sesuatu yangboleh jadi , asing dan belum pernah kita lihat. Tetapi, kejujuran itu, bisa jadi ditafsirkan salah. Ada yang menilai dokumenter ini seperti menjemur celana dalam dipagar rumah).

Menurut Garin, pertanyaan seperti itu memang bakal muncul dari banyak pihak. Hal itu bisa terjadi karena, "Komunikasi kita selama ini sangat eufisme sekali. Ketika saya memperlihatkan, orang kaget. Kekagetan itu bisa dimaklumi, karena film seperti ini tidak pernah dibuat. Film ini dibuat bukan untuk memperolok-olok bangsa sendiri, " akunya. Pemda Yogya, seharusnya malah berterima kasih dengan dokumenter seperti ini. 

Dokumenter ini, justru dapat digunakan sebagai bahan studi dan banyak digunakan oleh berbagai disiplin ilmu. "Dokumenter ini paling laku selama dua tahun. Buat Rumah Sakit, katakanlah RS Islam, wajib nonton film ini untuk mengetahui dan mengatasi masalah yang dihadapi anak-anak. Dari sini mereka dapat mengatasi masalah AIDS, misalnya atau pelecehan seksual yang terjadi terhadap anak-anak".

T : Sisi gelap ini memang perlu diperlihatkan?

J : Pada penyelenggaraan Festival Film Dokumenter di Berlin beberapa waktu lalu, Amerika Serikat justru memperlihatkan kehidupan yang lebih sadis, lebih gelap dari film saya ini. Dan orang-orang justru bangga dengan Amerika. Pertanyaannya , kenapa bisa terjadi? Orang Amerika memperlihatkan fakta-fakta dan betapa demokratisnya mereka. Guna memperingati kemerdekaannya, Amerika menampilkan demonstrasi dan rasialisme. 

Kalau kita ingin menerangi satu tempat, sementara Anda nggak tahu dimana sisi gelapnya, itu tidak mungkin terjadi. ~dari MF No. 281/248/XIII/22 Maret - 4 April 1997


19 FILM PILIHAN FFI 1989

 


19 FILM PILIHAN FFI 1989. (berita lawas). Sebanyak 19 judul film Indonesia dipilih oleh Dewan Komite Seleksi FFI dari 92 judul film peserta FFI 1989. berikut adalah 19 judul film tersebut : 

1. Judul : Arini, Biarkan Kereta Api itu Lewat

    Sutradara  : Wim Umboh

    Pemain : Rano Karno, Ida Iasha, Rico Tampatty, Rima melati, Rani Soraya dll

 2. Judul : Namaku Joe, 

    Sutradara : Nasri Cheppy, 

    Pemain : Didi Petet, Onky Alexander, Meriam Bellina, Paramitha Rusady , dll

3. Judul : Semua Sayang Kamu, Dewi Cipluk

    Sutradara : Ida Farida, 

    Pemain : Neno Warisman, Eeng Saptahadi, Uci Bing Slamet , dll

4. Judul : Bayi Tabung

   Sutradara : Nurhadie Irawan

   Pemain : Widyawati, Deddy Mizwar, Essila Emir, Baharudin, Haji Omar, Vivi Samodro, dll

5. Judul : Catatan Si Boy III

    Sutradara : Nasri Cheppy

   Pemain : Onky Alexander, Meriam Bellina, Didi Petet, Leroy Osmani, dll

6. Judul : Kipas-Kipas Cari Angin

    Sutradara : Nya' Abbas Akup

    Pemain : Mathias Muchus, Nurul Arifin, Didi Petet, Eeng Saptahadi, Raja ema, pak Tile dll

7. Judul : Malioboro

    Sutradara : Chaerul Umam

    Pemain : Nungki Kusumastuti, Ira Wibowo, Sigit Hardadi, dll

8. Judul : Omong Besar

    Sutradara : MT. Risyaf

    Pemain : Deddy Mizwar, Eeng Saptahadi, Sylvana Herman, Mr. Os, Raja Ema, James Lapian , dll

9. Judul : Tragedi Bintaro

    Sutradara : Buce Malawau 

    Pemain : Asrul Zulmi, Lia Chaidir, Ferry Octora, Roldiah Maulessi , dll

10. Judul : Jeram Cinta

     Sutradara : Wahab Abdi

     Pemain : Ida Iasha, Athina Fransisca, Cok Simbara, Harry Capri, Dian Nitami, dll

11. Judul : Ketika Cinta Tlah Berlalu

     Sutradara : Adi Surya Abdi

    Pemain : Doni Damara, Sophia Latjuba, Nurul Arifin, Sena A Utoyo, dll

12. Judul : Noesa Penida

     Sutradara : Galeb Husin

     Pemain : Ray Sahetapy, Rita Zahara, Ida Ayu Made Diastini, Gusti Randa, Piet Burnama, dll

13. Judul : Dia Bukan Bayiku

      Sutradara : Hasmanan

     Pemain : Rano Karno, Marissa Haque, Yoseano Waas, dll

14. Judul : Pacar Ketinggalan Kereta

     Sutradara : Teguh Karya

    Pemain : Rachmat Hidayat, Tuti Indra Malaon, Niniek L Karim, Nurul Arifin, Alex Komang, Didi Petet, dll

15. Judul : Saskia

      Sutradara : Boyke Roring

      Pemain : Rico Tampatty, Nurul Arifin, Desy Ratnasari, dll

16. Judul : Si Badung

      Sutradara : Imam Tantowi

      Pemain : Rully Djohan, Mang Udel, Mien Brodjo, dll

17. Judul : Suami

      Sutradara : Sophan Sophian

      Pemain : Sophan Sophiaan, Widyawati, Ria Irawan, Desi Yull, Yoseano Waas, dll

18. Judul : Putihnya Duka, Kelabunya Bahagia

      Sutradara : Frank Rorimpandey

      Pemain : Eva Rosdiana Dewi, Joice Erna, Dwi Yan, Deddy Mizwar

19. Judul : Si Kbayan Saba Kota

      Sutradara Maman Firmansyah

     Pemain : Didi Petet, Paramitha Rusady, Nurul Arifin  dll


    Demikian di sadur dari MF No. 086/54/Tahun VI, 14 - 27 Okt 1989. Dalam artikel aslinya terdapat sinopsis dari masing-masing film. 

LINA BUDIARTI, "SAYA INI MEMANG PANTAS JADI HOSTES ATAU PELACUR", PERTAMA MAIN FILM HONORNYA 60 RIBU DISURUH TELANJANG

 


LINA BUDIARTI, (berita lawas). Waktu pertama main film honor Lina Budiarti cuma Rp. 60.000, itupun sudah berdua dengan suami. Untuk honor sebesar itu Lina disuruh melakukan adegan serem, buka baju dan bergumul diatas ranjang. Hanya sedikit saja bagian dalam busana yang menutupi tubuhnya yang gempal berisi itu, celana dalam dan BH. Lina disuruh bergumul dengan lelaki yang menggaulinya. Hemmm

"Wah saya merasa terperangkap waktu itu. Untuk menolak tidak mungkin karena honornya sudah saya terima. Tapi kalau harus melakukan adegan seperti itu rasanya juga mustahil. Jelek-jelek saya ini kan ibu dari anak-anak saya. Apa kata orang nanti, "kata Lina Budirati menceritakan pengalamannya pertama terjun kedunia film. 

Itu terjadi tahun 1976, saat ia ditawari numpang lewat dalam film "Bernafas Diatas Ranjang" arahan Dasri Yacob. Tapi jangan salah, honor sebesar itu sudah bisa beli lebih dari 25 gram emas, mengingat harganya Rp. 2500/gram. (wah murah sekali kalau diukur jaman sekarang ya hehe...)

Mulai kenal film dibisikin oleh seorang wartawan, tak lama sesudah Lina mengikuti pemilihan None Jakarta wilayah Jakarta Timur tahun 1976. Pemilihan yang tidak membedakan status (gadis, janda atau sudah beranak) itu sempat mengangkat Sukarlina Budiarty kelahiran Banjarnegara ini tampil sebagai pemenang harapan. 

Dari situ seolah jalan menuju bintang terbuka buat Lina istri Budyanto, pengarang buku cergam paling produktif saat itu. Bahkan dia bisa disebut pelopor pengarang buku-buku komik bergambar bertemakan remaja. Tahun 67 Budyanto S menghentikan kegiatan lamanya membuat cerita komik dan bersama-sama sang istri terus mengarungi dunia film. Sang istri terus menekuni akting sementara Budyanto S jadi penata busana. Lantas dia pulalah yang mendorong istrinya jadi foto model. Kalau perlu pakai bikini atau menampilkan bagian-bagian yang sensual. Bermunculanlah foto-foto Lina Budiarti sebagai penghias kalender atau majalah dengan pose ngeseks. 

Penampilan yang seksi ini terus berlanjut di film. Tak lain karena banyak sutradara memanfaatkan postur tubuhnya. Seperti diakui sendiri oleh Lina ,"Dalam film saya ini memang pantesnya jadi perempuan penggoda, hostess atau pela cur"itulah peran-peran yang pas buat saya, "katanya sambil memberi contoh perannya dalam film "Ponirah terpidana" (Slamet Rahardjo) , dia bermain sebagai pela cur, dari satu lelaki pindah ke lelaki lain, "Itulah film yang palin gberkesan selama say aikut membintangi film, "katanya. 

Meski di cap perempuan penggoda dalam film, tetapi diluar itu, Lina mengaku tak seburuk sangkaan orang. Lina tetap Lina Budiarti, ibu lima anak dan istri setia.

"Film kan cuma bohon-bohongan, ya saya lakukan itu dengan bohong-bohongan pula. Selesai suting ya sudah," katanya yang megnaku tidak pernah risi melakukan adegan ranjang atau ciuman dengan setiap lawan main. Umumnya semua lawan main sudah kenal atau bahkan kawan-kawan dekat, timpal Budiyanto. "Lagi pula adegan ranjang ataupun cium yang dilakukan LIna selama ini masih dalam batas-batas terlalu wajar. Busana dibuka sedikit atau cium dikening atau leher. Ya, lumrah saja, "sergah Budiyanto yang sudah 20 tahun kawin sama Lina Budiarti. 

Karena penampilannya yang cenderung ngesek itu, Lina Budiarti sering diperingati induk oraganisasinya Parfi. Sudah berkali-kali dapat peringatan keras tapi Lina cuek saja. "Lha menurut saya foto bikini adalah pekerjaan yang paling sopan dan halal, ketimbang di film harus telanjang bulat, "celotehnya. Kalau parfi mau peringati, itu dong artis-artis yang tiba-tiba naik mobil bagus, punya rumah, padahal tidak pernah dapat peran utama. Darimana duitnya tuh, kata Budyanto setengah menuding. Siapa bud? Akh ya nggak perlu kita sebut.Pokoknya kita taulah permainannya mereka, lanjutnya. ~sumber : MF 073/41/TH.V/15-28 April 1989


Saturday, July 25, 2026

DIDI PETET JUARA MASAK ANTAR PRIA

 


DIDI PETET JUARA MASAK ANTAR PRIA, (berita lawas). Didi Petet tak yanya jago berakting, ternyata juga ahli memasak. Paling tidak hal itu dibuktikanny apada acara khusus "Lomba Masak Antar Pria" yang diselenggarakan oleh majalah Femina dalam rangka peringatan hari ulangtahunnya ke 18 bulan September lalu. (1990).

Dengan gaya meyakinkan dan dengan kepala masih plontos (untuk kepentingan peran sebagai Oom Pasikom dalam film "Parodi Ibukota"). Didi memakai celemek dan topi kokinya, lantas dengan cermat mulai memilih-milih bahan yang akan dimasak. Ada daging sapi has dalam, sayuran sawi, petai dan sebagainya. 

Apa gerangan yang dimasak oleh Didi? Tak lain dan tak bukan adalah "Sambal Goreng Pete". Itulah nama masakannya. Didi suka pete? Jelas kelihatan. Mengingat peranannya sebagai si Kabayan dalam film laris "Si Kabayan Saba Kota" atau "Si Kabayan dan Gadis Kota". Dalam film tersebut, si Kabayan memang suka makan pete, klop dengan Didi sehari hari. 

Aktor andal yang tahun-tahun ini punya 'koleksi beberapa judul film ini tak banyak komentar mengenai hobinya memasak maupun kansnya dalam Festival Film Indonesia yang mulai marak bulan ini. Tahun ini ia diharapkan unggul lewat garapan Chaerul Umam, "Joe Turun Kedesa" , Boleh-boleh saja kita berspekulasi sebelum dewan juri FFI memutuskan pilihannya. 

Yang terang, dalam Lomba masak yang diselenggarakan di Hotel Hilton Jakarta itu Didi tidak mendapat nomor. Ia dikalahkan oleh Direktur Erasmus Huis, sebagai juara I, Addie MS, penata musik beken sebagai juara II dan Dr. Sugianto (Suami penyiar TVRI Unun Sugianto) sebagai juara III. Juara Favorit diraih oleh pelawak Darto Helm, Didi tidak tampak kecil hati. Ia tertawa-tawa melihat suasana penjurian yang meriah. Sebab rekan-rekannya yang sama-sama kalah juga banyak. Antara lain Sutradara Eros Djarot, Dramawan Putu Wijaya, Pemusik Reynold Panggabean dan sebagainya. "Ini cuma iseng, mencari suasana baru kok, " ujar Didi ceria. ~MF 114/82 Tahun VII, 10 - 23 Nov 1990