Showing posts with label murti sari dewi. Show all posts
Showing posts with label murti sari dewi. Show all posts

Tuesday, July 28, 2026

MURTI SARIDEWI, MAMPU BERPERAN PENGGODA

 


MURTI SARIDEWI, MAMPU BERPERAN PENGGODA(berita lawas RF). Dara manis, putri Solo ini punya nama lengkap Raden Roro Murti Saridewi. Sejak tahun 1988 lalu gelar 'Raden-nya terpaksa ditanggalkan, manakala ia mulai melibatkan diri kedunia perfilman. Tergolong prestasi yang luar biasa. 

Bayangkan dari sekitar 12.000 cewek pelamar untuk 'peran perayu' LASMINI dalam film "Saur Sepuh" yang pertama, hanya Murti yang berhasil kejaring. Sejak itu jadilah ia bintang film. Dan ternyata terbukti kalau dia 'mampu' berperan sebagai Lasmini, maka kontrakpun memanjang sampai seri yang ke III. 

Waktu itu Murti masih duduk di bangku SMA kelas I di perguruan swasta Muhammadiyah di Surakarta. Jenjang kelasnya bersamaan dengan seri filmnya hingga kelas III sekarang ia memerankan tokoh Lasmini dalam "Saur Sepuh" yang ke III. Malah berkembang dengan peran utama untuk film jenis remaja dari PT. Tiga Sinar Mutiara Film dengan judul "Catat Namaku Rintan" yang kemudian berganti judul "Cinta Punya Mau". Disini ia berpasangan dengan bintang Citra, Mathias Muchus. 

Putri Solo yang manis dan luwes ini ternyata punya banyak bidang keahlian seni. Yang menonjol tercatat sebagai peragawati, foto model dan penari. pernah jadi juara alam peragaan busana lurik, keluwesan berkebaya dan model beberapa produk di Surakarta. Sempat mendapat kesempatan sebagai  misi kebudayaan Indonesia ke Australia. Namun diurungkannya karena pada kesempatan yang sama dia sudah harus ikutan memerankan tokoh Lasmini sebagai debut pertamanya di film. 

"Keluar negeri kapan saja kan bisa. Kalau kesempatan shooting film ini, kan nggak bisa ditunda-tunda, ' kilahnya dengan ramah. Dan dari keadaan ini terbukti kesungguhannya untuk melibatkan diri kedunia film Dan bukti lain, kesempatan sebagai pemeran utama dalam film remaja yang digarap sutradara berbakat Chris Helwedery, Murti tampak ingin terus menekuni bidang film secara baik. 

Para penggarap "Cinta Punya Mau" juga menyebutkan kalau Murti sebagai punya kemauan dalam meningkatkan jenjang karirnya. Untuk itu dia sudah siap dengan kerepotannya. Karena selain ia sekolah di Solo, pada saat yang sama terlibat produksi film "Saur Sepuh III" yang lokasi sutingnya di Pangandaran Jawa Barat, dan di Jakarta untuk film "Cinta Punya Mau".

Dalam Percakapan Murti mengakui kalau saat itu betul-betul capek. "Bagaimana ya, yaitulah sudah resiko", ujarnya datar. Hanya sempat jadi was-was tentang pendidikannya. Soalnya kini tengah duduk di bangku kelas terakhir, dimana siap-siap pula menghadapi Ebta dan Ebtanas. Apakah Murti akan berhasil menyelesaikannya nanti, soalnya selama ini selalu dikorbankan sekolahnya demi karir. 

Menyangkut pemerannya, baik di Saur Sepuh maupun di Cinta Punya Mau , Murti digambarkan hampir sama, yakni sebagai penggoda. Menurut Murti di Saur Sepuh sebagai Lasmini, karena tokoh itu dianggap fiktif, jadi Murti katanya bisa membuat interpretasi sendiri. Lain halnya di Cinta Punya Mau, sebagai gadis remaja yang mirip dengan keadaanya, dirasakan sedikit kikuk. Apalagi dalam beberapa adegan dia diperlihatkan terlibat asmara atau mengharuskan menggunakan pakaian minim, seperti baju renang. Murti terlihat sedikit risi. 

Tapi Murti mengatakan sebagai masih beruntung karena pihak sutradaranya, Chris bisa mengerti dan mau memahami keinginannya. Sehingga  kostum yang semula  bikini, bisa diganti dengan pakaian renang hitam. Sementara untuk adegan kissing, dengan Mathias Muchus, Murti juga mengatakan masih kikuk. 

"Terus terang saya belum biasa. Dan sampai sekarang saya memang belum punya pacar. Jadi soal ini lihat nanti saja, " ujarnya, menanggapi kemungkinan adegan ciuman dari mulut ke mulut dengan lawan mainnya, Muchus. Serta kekikukan lain bagi Murti adalah mengenai dialek Jakarta. Tidak heran, untuk perannya kali ini suaranya di percayakan pada orang lain. ~~sumber Ria Film No. 832

Tuesday, January 13, 2026

SELAMETAN SAUR SEPUH III KEMBANG GUNUNG LAWU


 SELAMETAN SAUR SEPUH III KEMBANG GUNUNG LAWU, Dalam sebuah adegan Saur Sepuh II Pesanggrahan Keramat, diceritakan betapa Lasmini dicelakai oleh anak buah suaminya sendiri, Juragan Basra. Ia di perko sa dan tubuhnya di buang ke jurang curam. Diluar dugaan seorang nenek berjubah putih, menangkap tubuh tak berdaya ini. 

Ternyata beliau adalah tokoh sakti bergelar Nenek Lawu. Lasmini diangkat jadi muridnya. Digembleng menjadi pendekar mumpuni  yang sulit dicari lawannya. Inilah awal cerita film "Saur Sepuh III, Kembang Gunung Lawu".

Selamatan berlangsung pada hari Senin Kliwon, 9 Oktober 1989, di studio Kanta Indah Film Kalideres, Jakarta Barat. Pada kesempatan ini, pihak Kanta Indah Film dan Kalbe Farma, sesuai tradisi memberikan sumbangan kepada lima panti asuhan yang berdomisili di Jakarta (P.A Muslimin, P.A Vincentius Putra, P.A Muhtarom, P.A Islamic Center dan P.A Yayasan Nurul Hasanah). 

Seusai slametan, sutradara Imam Tantowi langsung memulai suting hari pertamanya. Mengambil adegan antara Raden Bentar dengan Ibundanya, Dewi Pramita. Perlu diketahui bahwasanya Fendy masih terlibat suting film "Misteri Dari Gunung Merapi" yang berlokasi di luar kota. Jadi adegan untuknya harus menunggu setelah sutingnya disana selesai. 

Suting Saur Sepuh III selain di studio juga di hutang lindung Pangandaran, Cicalengka dan Pantai Haka di pulau Bangka. "Panoramanya luar biasa. Pantainya pasir putih bersih, namun ada batu-batu alam yang besar, bulat-bulat dan berwarna hitam legam," promosi Tantowi. 

Para pemain utama masih tetap sama seperti sejak episode pertama, "Saur Sepuh, Satria Madangkara", hanya saja porsi penampilan Fendy Pradana dan Elly Ermawatie agak berkurang. Sebaliknya Murtisaridewi malah lebih menonjol sebagai pemeran judul. 

Dua pemeran penting lainnya, Hengky Tornando dan Anneke Putri kali ini malah absen. Sebagai gantinya menonjol pendatang baru Candy Satrio yang berperan sebagai Raden Bentar. Sedangkan pemeran Dewi Pramita dipercayakan kepada Fitria Anwar yang baru pertama kalinya main film. 

Pemeran Juragan Basra tetap Afrizal Anoda. Begitu pula halnya dengan dua tokoh pendekar ilmu hitam, Ki Jara dan Lugina masih diperankan dua juara bela diri Karate dan Taekwondo, Yoseph Hungan dan Lamting. Adapun pemeran Nenek Lawu dipilih Corrie Mochtar, janda mendiang aktor Mohammad Mochtar. 


~MF 087/55/Tahun VI, 28 Okt-10 Nov 1989

Saturday, January 3, 2026

MURTI SARI DEWI, TAKUT DITUDUH MURAHAN

 


MURTI SARI DEWI, TAKUT DITUDUH MURAHAN, Sejak kali pertama menginjakkan kaki di Jakarta dan sekaligus terpilih sebagai pemeran Lasmini dalam film "Saur Sepuh" Murti Sari Dewi masih tetap diliput kebimbangan. Paling tidak mengingat iklim perfilman yang cenderung mengeksploitasi bagian-bagian tubuh wanita yang tergolong sensitif. Misal paha, buah dada yang dirancang sedemikian rupa melalui skenario agar sang pemain tak bisa menghindar dari kenyataan itu. Misalnya saja dalam film "Catat Namaku Rintan", (Berubah judul menjadi Cinta Punya Mau) yang dibintanginya. 

Masih beruntung bagi Murti, sutradara Chris Helweldery mau mengerti tentang dirinya. Cukup dengan busana renang dan bukan bikini sesuai tuntutan skenario. Meski begitu , Murti yang berperan sebagai Rintan masih merasa kikuk. 

Pada kenyataanya, gadis hitam manis yagn dijuluki si Gingsul ini telah tiga tahun malang melintang sebagai Lasmini. Dan tampil dalam tiga episode kisah "Saur Sepuh" di bawah pengarahan sutradara Imam Tantowi. Untuk tampil sebagai Lasmini, bagi Murti ternyata tidak ada problem yang begitu mendasar. Kecuali sikap Lasmini yang agak kemayu, kata Murti.

Sedangkan dalam film Catat Namaku Rintan ia merasa ibarat gadis desa yang harus menyesuaikan diri dengan lingkungan kota besar seperti Jakarta. Hidup dan pribadinya begitu kontras dengan tokoh Rintan yang diperaninya. Bukan saja lidah Jawa yang begitu kental, cukup sulit bagi Murti untuk berlakon dengan gaya Jakarta yang cuek. 

"Tapi saya tetap berusaha untuk itu. Terlebih artis-artis lainnya cukup ngemong dan mau mengarahkan murti. Apalagi Mas Chris cukup sabar dan mau mengerti kekurangan Murti," kata Murti saat suting adegan kolam renang di Kelapa Gading Sport Club Jakarta utara. 

Saat wawancara mengabadikan dirinya dengan busana renang, ia selalu berusaha menutupi bagian pahanya. "Bukan apa-apa mas, saya takut dituduh sebagai artis murahan dan buka bukaan. Ia kalau masyarakat mau mengerti, kalau nggak? untuk adegan film nggak apa apa deh, " pintanya.

Selain soal busana minim, Murti ternyata serba salah dalam menghadapi filmnya ini. Karena selain dengan busana renang yang menurutnya cukup risih, juga adegan 'ci uman" yang bakal dilakoni bersama Mathias Muchus. 

"Soalnya belum pernah sih mas, jangankan dengan pacar , lha punya saja belum", kilahnya. 


~MF 095/63/Tahun V, 17 Feb - 2 Maret 1990