Showing posts with label murti sari dewi. Show all posts
Showing posts with label murti sari dewi. Show all posts

Tuesday, January 13, 2026

SELAMETAN SAUR SEPUH III KEMBANG GUNUNG LAWU


 SELAMETAN SAUR SEPUH III KEMBANG GUNUNG LAWU, Dalam sebuah adegan Saur Sepuh II Pesanggrahan Keramat, diceritakan betapa Lasmini dicelakai oleh anak buah suaminya sendiri, Juragan Basra. Ia di perko sa dan tubuhnya di buang ke jurang curam. Diluar dugaan seorang nenek berjubah putih, menangkap tubuh tak berdaya ini. 

Ternyata beliau adalah tokoh sakti bergelar Nenek Lawu. Lasmini diangkat jadi muridnya. Digembleng menjadi pendekar mumpuni  yang sulit dicari lawannya. Inilah awal cerita film "Saur Sepuh III, Kembang Gunung Lawu".

Selamatan berlangsung pada hari Senin Kliwon, 9 Oktober 1989, di studio Kanta Indah Film Kalideres, Jakarta Barat. Pada kesempatan ini, pihak Kanta Indah Film dan Kalbe Farma, sesuai tradisi memberikan sumbangan kepada lima panti asuhan yang berdomisili di Jakarta (P.A Muslimin, P.A Vincentius Putra, P.A Muhtarom, P.A Islamic Center dan P.A Yayasan Nurul Hasanah). 

Seusai slametan, sutradara Imam Tantowi langsung memulai suting hari pertamanya. Mengambil adegan antara Raden Bentar dengan Ibundanya, Dewi Pramita. Perlu diketahui bahwasanya Fendy masih terlibat suting film "Misteri Dari Gunung Merapi" yang berlokasi di luar kota. Jadi adegan untuknya harus menunggu setelah sutingnya disana selesai. 

Suting Saur Sepuh III selain di studio juga di hutang lindung Pangandaran, Cicalengka dan Pantai Haka di pulau Bangka. "Panoramanya luar biasa. Pantainya pasir putih bersih, namun ada batu-batu alam yang besar, bulat-bulat dan berwarna hitam legam," promosi Tantowi. 

Para pemain utama masih tetap sama seperti sejak episode pertama, "Saur Sepuh, Satria Madangkara", hanya saja porsi penampilan Fendy Pradana dan Elly Ermawatie agak berkurang. Sebaliknya Murtisaridewi malah lebih menonjol sebagai pemeran judul. 

Dua pemeran penting lainnya, Hengky Tornando dan Anneke Putri kali ini malah absen. Sebagai gantinya menonjol pendatang baru Candy Satrio yang berperan sebagai Raden Bentar. Sedangkan pemeran Dewi Pramita dipercayakan kepada Fitria Anwar yang baru pertama kalinya main film. 

Pemeran Juragan Basra tetap Afrizal Anoda. Begitu pula halnya dengan dua tokoh pendekar ilmu hitam, Ki Jara dan Lugina masih diperankan dua juara bela diri Karate dan Taekwondo, Yoseph Hungan dan Lamting. Adapun pemeran Nenek Lawu dipilih Corrie Mochtar, janda mendiang aktor Mohammad Mochtar. 


~MF 087/55/Tahun VI, 28 Okt-10 Nov 1989

Saturday, January 3, 2026

MURTI SARI DEWI, TAKUT DITUDUH MURAHAN

 


MURTI SARI DEWI, TAKUT DITUDUH MURAHAN, Sejak kali pertama menginjakkan kaki di Jakarta dan sekaligus terpilih sebagai pemeran Lasmini dalam film "Saur Sepuh" Murti Sari Dewi masih tetap diliput kebimbangan. Paling tidak mengingat iklim perfilman yang cenderung mengeksploitasi bagian-bagian tubuh wanita yang tergolong sensitif. Misal paha, buah dada yang dirancang sedemikian rupa melalui skenario agar sang pemain tak bisa menghindar dari kenyataan itu. Misalnya saja dalam film "Catat Namaku Rintan", (Berubah judul menjadi Cinta Punya Mau) yang dibintanginya. 

Masih beruntung bagi Murti, sutradara Chris Helweldery mau mengerti tentang dirinya. Cukup dengan busana renang dan bukan bikini sesuai tuntutan skenario. Meski begitu , Murti yang berperan sebagai Rintan masih merasa kikuk. 

Pada kenyataanya, gadis hitam manis yagn dijuluki si Gingsul ini telah tiga tahun malang melintang sebagai Lasmini. Dan tampil dalam tiga episode kisah "Saur Sepuh" di bawah pengarahan sutradara Imam Tantowi. Untuk tampil sebagai Lasmini, bagi Murti ternyata tidak ada problem yang begitu mendasar. Kecuali sikap Lasmini yang agak kemayu, kata Murti.

Sedangkan dalam film Catat Namaku Rintan ia merasa ibarat gadis desa yang harus menyesuaikan diri dengan lingkungan kota besar seperti Jakarta. Hidup dan pribadinya begitu kontras dengan tokoh Rintan yang diperaninya. Bukan saja lidah Jawa yang begitu kental, cukup sulit bagi Murti untuk berlakon dengan gaya Jakarta yang cuek. 

"Tapi saya tetap berusaha untuk itu. Terlebih artis-artis lainnya cukup ngemong dan mau mengarahkan murti. Apalagi Mas Chris cukup sabar dan mau mengerti kekurangan Murti," kata Murti saat suting adegan kolam renang di Kelapa Gading Sport Club Jakarta utara. 

Saat wawancara mengabadikan dirinya dengan busana renang, ia selalu berusaha menutupi bagian pahanya. "Bukan apa-apa mas, saya takut dituduh sebagai artis murahan dan buka bukaan. Ia kalau masyarakat mau mengerti, kalau nggak? untuk adegan film nggak apa apa deh, " pintanya.

Selain soal busana minim, Murti ternyata serba salah dalam menghadapi filmnya ini. Karena selain dengan busana renang yang menurutnya cukup risih, juga adegan 'ci uman" yang bakal dilakoni bersama Mathias Muchus. 

"Soalnya belum pernah sih mas, jangankan dengan pacar , lha punya saja belum", kilahnya. 


~MF 095/63/Tahun V, 17 Feb - 2 Maret 1990