Tuesday, October 22, 2019

Barry Prima : Mandala Dari Sungai Ular

Mandala Dari Sungai Ular

JUDUL FILM        : MANDALA DARI SUNGAI ULAR
SUTRADARA       : ACKYL ANWARY
PRODUKSI           : PT. KANTA INDAH  FILM
PRODUSER          : THOMAS SUSANTO
TAHUN PROD    : 1987
JENIS                     : FILM LAGA
PEMAIN               : BARRY PRIMA, ANGEL D MEMAH, ATUT AGUSTINANTO, MUNI CADER, SYAEFUL ANWAR, EDDY GUNAWAN

SINOPSIS : 

Mandala (Barry Prima) menolong Kupra (Syaeful Anwar) orang yang akan di gantung oleh penduduk karena di tuduh sebagai salah satu dari perampok. Setelah di tolong oleh Mandala, paginya Kupra sudah tidak berada di tempat. Ketika sedang berada di tepi sungai, Mandala ditangkap oleh penduduk setempat untuk di hadapkan pada ketua mereka Adijaya ketua perguruan  Mustika Angin Panas (Muni Cader), karena keadaan desa Pasir Hilir dalam kondisi gawat. 

Namun setelah di hadapkan, Bapak Mustika kaget karena orang yang di tangkap adalah Mandala, pendekar rendah hati yang sudah di kenalnya. Mandala di kenalkan dengan penduduk-penduduk setempat termasuk dengan anaknya Wijaya, yang menyimpan rasa tidak sukanya pada Mandala. 

Ketua Perguruan Mustika Angin Panas menceritakan kejadian akan kedatangan Tiga Kepala Besi yang telah datang ke desa dan menguasainya setelah sebelumnya Adijaya di kalahkannya. Bahkan beberapa murid murtadnya turut bergabung dengan Tiga Kepala Besi. Sebenarnya tiga kepala besi datang untuk mencari Laot Si Tendangan Geledek, namun belum di temukan. Setelah menguasai desa tersebut, Tiga Kepala besi berbuat semena-mena bahkan menjadikan perempuan untuk pelampiasan nafsunya. Wijaya yang merasa tidak suka akan kedatangan Mandala menyuruh ayahnya untuk tidak bercerita padanya, karena dianggap takut. Namun Mandala lebih tertarik untuk mencari orang yang bernama Laot dibanding Tiga Tangan Besi.  Mandala mohon diri pada Adijaya, ketua perguruan Mustika Angin Panas, namun Wijaya merasa tidak suka dan membuntuti Mandala dengan mengatakan sebagai pendekar yang tidak punya nyali. 

******
Perguruan Mustika Angin Panas mengutus Bongkeng dan Somad untuk mendatangi markas Tiga Kepala Besi untuk menantangnya. Namun keduanya harus menemui nasib tragis. Sementara itu akhirnya TIga Kepala Besi datang memenuhi tantangan Mustika Angin Panas. Namun sayang perguruan Mustika Angin Panas harus mengalami kekalahan dengan jatuhnya korban termasuk Adijaya. Ketika dalam kondisi terdesak, datanglah Mandala untuk membantunya. Namun sayang sekali Mandala juga tidak kuasa untuk menghadapi Tiga Kepala Besi, hingga akhirnya ia terluka. Sementara itu Wijaya, anak Ketua Perguruan Mustika Angin Panas bermain di air keruh. Meski ia menolong murid-murid yang terluka, ia yang punya ambisi untuk menguasai perguruan hanya berpura-pura menolong termasuk menolong Mandala. Namun sayang sekali, Wijaya justru hanya mengambil Pedang milik Mandala yang memiliki kemampuan yang luar biasa dan meninggalkannya begitu saja.  Akhirnya Mandala di tolong oleh seorang perempuan bernama Nilasari. Ketika Nilasari  sedang mengambil air di sungai, tiba-tiba Mandala yang telah di tinggalkannya hilang. 

Di tempat yang terpisah, Kupra menerima Kitab yang telah dititipkannya pada gurunya KI Abirawa untuk di pelajari. Ketika sedang menerima kitab dari gurunya, datanglah si putih, kuda milik Mandala yang membawa Mandala. Akhirnya Mandala di tolongnya untuk memulihkan kembali tenaganya.
Sementara itu Pedang milik Mandala berhasil di rebut dari tangan Wijaya oleh Maya Saputri (Angel D Memah) yang sedang mencari Mandala orang yang di cintainya. Dalam perjalanan melanjutkan pencarian di tengah perjalanan ia bertemu dengan Nilasari yang ternyata kedua orang tersebut mencintai orang yang sama. 

Di lain tempat, di sebuah puncak bukit, Kupra sedang menyelesaikan kitab peninggalan dari orangtuanya. Ketika telah selesai berlatih, datanglah Mandala. Akhirnya Kupra menceritakan siapa dirinya sebenarnya. Ia adalah Laot, orang yang sedang di cari oleh Tiga Kepala Besi.
Akhirnya dengan saling membantu Laot dan Mandala menghadapi Tiga Kepala Besi. Pertarungan pun di mulai, Namun akhirnya Tiga Kepala Besi berhasil di lumpuhkan oleh Mandala dengan bantuan Ayu Puspita dan juga Laot.


Film Indonesia Jadul : Kupu Kupu Beracun

Kupu Kupu Beracun

JUDUL FILM        : KUPU-KUPU BERACUN
SUTRADARA       : FRITZ G SCHADT
PRODUKSI           : PT. BUDIANA FILM
PRODUSER          : SUDJANA BUDIANA
TAHUN PROD    : 1984
JENIS                     : FILM LAGA
PEMAIN               : EVA ARNAZ, GEORGE RUDY, ENNY BEATRICE, BARON HERMANTO, BUNG SALIM, LETTY JAMAL

SINOPSIS : 

Tapak Sewu (Baron Hermanto) adalah murid yang sesat. Ia membunuh saudara seperguruannya bernama Tirta Ireng yang merupakan kekasih Lara Wulan (Enny Beatrice). Tapak Sewu sebelum menjadi murid yang sesat sebenarnya ia adalah murid yang baik namun suka menyendiri. Tapak Sewu di besarkan di perguruan bersama Tirta Ireng dan Shandika (George Rudy). Semasa kecilnya ia selalu bermain dengan TIrta Ireng dan Shandika bersama Wulan dan Seruni (Eva Arnaz). Tapak Sewu diam-diam mencuri ilmu Tapak Tirta dan Putri malu dimana kalau dua ilmu di gabungkan dan tidak kuat maka dapat merusak jiwanya. Tapak Sewu selalu menuruti jiwanya yang panas. Akibatnya ia di hukum oleh gurunya untuk berendam di laut, namun suatu hari ia menghilang dan tidak di ketahui keberadaannya. Sementara Shandika harus pulang selama 6 minggu untuk pulang ke kampung halamannya. 

Hingga suatu malam datanglah perampok-perampok yang dipimpin oleh Tapak Sewu. Tidak hanya harta yang di rampok tapi juga gadis-gadis dan pemuda. Mereka di bawa entah kemana. Melihat Tapak Sewu ada di belakangnya, maka Tirta Ireng yang saat itu bermaksud menolong penduduk akhirnya harus berhadapan dengan Tapak Sewu. Dengan menggunakan ilmunya, Tapak Sewu akhirnya berhasil membunuh Tirta Ireng.
Menurut guru, ilmu Tapak Sewu hanya bisa di lumpuhkan oleh lelaki. Namun Lara Wulan yang menaruh dendam pada Tapak Sewu berusaha untuk mencari keberadaan Tapak Sewu. Meski Ia di larang oleh gurunya dan Seruni untuk mencari Tapak Sewu yang konon berada di Pulau Hantu, namun ia tetap nekat. Diam-diam ia pergi dan meninggalkan pulau hiu tempatnya tinggal dan menyeberangi laut menuju pulau hantu. Namun belum lagi ia jauh masuk kedalam, Wulan sudah di hadang oleh anak buah Tapak Sewu yang kemudian menangkapnya. Wulan di hadapkan dengan Tapak Sewu. Melihat kedatangan Wulan, Tapak sewu menjadi geram apalagi setelah Wulan mencoba merayunya untuk melancarkan aksinya membalaskan dendam pada tapak sewu dengan berguru ilmunya. Akhirnya justru Wulanlah yang di beri minuman oleh Tapak Sewu, ramuan untuk menghilangkan ingatan dan untuk menuruti perintah yang di perintahkan padanya. Wulan tidak sadarkan diri.

Sementara itu, Tapak Sewu mendatangi perguruan di pulau Hiu. Ia membunuh gurunya dan membawa Seruni ke Pulau Hantu untuk di jadikan Ratu. Sementara itu Shandika mendapatkan mimpi buruk di kampungnya. Ia mendapatkan firasat dan segera pulang ke perguruan. Sesampai di perguruan Shandika di kagetkan oleh kematian gurunya dan saudara-saudara seperguruan. Akhirnya melalui adik seperguruan yang masih hidup, Shandika tahu siapa dalang di belakangnya.
Dengan penuh kesungguhan, Shandika berlatih keras dari kitab yang ditinggalkan gurunya untuk menghadapi Tapak Sewu. 

****
Seruni tersadar dari pengaruh Tapak Sewu dan mendapati dirinya hanya berpakaian seksi sehingga langsung menutupnya dengan kain. Seruni mendapati Wulan yang bermuka beringas. Mengetahui kesadaran Seruni, Tapak Sewu membujuk kembali Seruni untuk memakai pakaian Ratunya. Namun seruni menolak, dengan bantuan Wulan akhirnya Seruni dipaksa untuk meminum minuman yang sudah di  beri ramuan penghilang ingatan oleh Tapak Sewu. Di pulau hantu terjadi kekacauan karena larinya tawanan-tawanan laki-laki namun berhasil di tangkap oleh  anak buah Tapak Sewu.

Setiap malam purnama, Tapak Sewu melakukan upacara persembahan. Saat berlangsung upacara persembahan datanglah Shandika ke pulau hantu. Shandika di tangkap oleh anak buah Tapak Sewu dan di hadapkan pada Seruni dan Wulan dalam upacara persembahan. Namun Seruni seolah tidak mengenali siapa Shandika, kemudian dengan kemampuannya, Shandika berhasil meloloskan diri. Tapak Sewu marah kenapa Seruni melepaskan Shandika begitu saja, namun karena kasihan maka Seruni melepaskan Shandika. Untuk menghilangkan rasa kasihan, Tapak Sewu kembali memberikan minuman yang sudah di beri ramuan agar tidak memiliki perasaan. Tapak Sewu menyuruh Seruni dan WUlan untuk menangkap Shandika yang bersembunyi di hutan. 

Setelah berhadapan dengan Shandika, akhirnya Seruni dan Wulan pun tersadar. Shandika akhirnya berhadapan dengan Tapak Sewu. Pertarungan antara Shandika dan Tapak Sewu yang merupakan saudara seperguruan. Tapak Sewu mengeluarkan ilmu Putri Malu, namun akhirnya Shandika mampu meredamnya.


Tuesday, October 15, 2019

OPERASI TRISULA, PENUMPASAN SISA SISA PKI di BLITAR SELATAN


JUDUL FILM        : OPERASI TRISULA (PENUMPASAN SISA-SISA PKI DI BLITAR SELATAN)
SUTRADARA       : B Z KADARJONO
PRODUKSI           : PPFN
PRODUSER          : G. DWIPAYANA
TAHUN PROD    : 1986
JENIS                     : FILM SEJARAH
PEMAIN               : HASSAN SANUSI, RACHMAT KARTOLO, YATTY SURACHMAN, EVA ROSDIANA DEWI, JEFRI SANI, TIEN KADARYONO, LINA BUDIARTI, MAWARDI HARLAN, RUDY GOZALI, TOMMY KALONG

Cerita filmnya agak panjang dengan disertai beberapa ilustrasi/suara pengantar yang khas banget, biar tidak penasaran saya tulis beberapa yang jadi fakta sejarahnya yaa : 

Setelah kekuatan G 30 S PKI dapat di hancurkan di Jakarta oleh Jenderal Suharto maka sisa-sisa pengkhianat PKI meloloskan diri. Mereka menyusup terutama ke wilayah Blitar Selatan yang akan di gunakan sebagai basis pertahanan. Munir, Cugito lolos lewat jalur darat di jemput oleh Danu, salah seorang tokok SOBSI. Sukatno, Sulistyowati, Letkol Pratomo,Oloan Hutapea dan beberapa gembong PKI lainnya berhasil ke wilayah Blitar melalui pantai selatan. Ir. Surachman, Suratmi, Pujiwati, Sulastri dan beberapa gembong Gerwani di selamatkan Ruslan Wijaya, CDB PKI wilayah Jawa Timur yang menyamar sebagai kusir dokar. Mereka menggunakan caranya yang licik untuk mempengaruhi penduduk untuk membantu perjuangan mereka. 



Sebuah keluarga milik Pak Abdullah yang salah seorang anaknya sedang mengaji tiba-tiba di datangi oleh sekelompok anggota PKI. Mereka menganggap Pak Abdullah adalah orang pemerintahan yang selalu menghalangi gerak gerik PKI. Akhirnya sekeluarga tersebut di bunuhnya, anak pertama Pak Abdullah, Rachmat berhasil lolos dan juga anak paling bungsunya. Rumah Pak Abdullah akhirnya di bakar oleh sekawanan anggota PKI tersebut. 

PKI melakukan berbagai cara untuk menarik keanggotaan masyarakat. Termasuk Ruslan Wijaya yang berhasil merekrut Brewok dan kawannya Bejo menjadi anggota PKI setelah mereka di iming-imingi dengan sejumlah uang oleh Ruslan Wijaya. Apalagi setelah Ruslan Wijaya tahu bahwa Brewok dan Bejo  adalah mantan narapidana, maka disitulah ia memanas-manasi dengan menjadi anggota PKI maka mereka dapat membalas dendam, karena PKI memiliki senjata bedil. Mereka mempengaruhi bromocorah dengan melakukan terror. Hal ini tentu saja membuat masyarakat menjadi resah. Mereka menggunakan taktik memutar balikkan fakta. Kemiskinan dan Kebodohan adalah lahan yang paling subur bagi tumbuhnya paham komunis. Mereka menyusup ke berbagai sendi masyarakat dengan menyamar. Mereka mengiming-imingi penduduk dengan kemakmuran. Dengan masuk menjadi BTI (Barisan Tani Indonesia) mereka akan mendapatkan tanah, bagi petani miskin Indonesia. Dengan kata-katanya yang manis, maka masyarakat yang tidak tahu apa-apa tentu akan tergiur. 

Sementara itu Rachmat akhirnya datang kerumah Pak Karto (Rachmat Kartolo) untuk meminta bantuan dan menceritakan kejadian yang menimpa keluarganya akibat kekejaman PKI.  Rachmat juga mencuri perhatian anak Pak Karto, Murni. Pak Karto merupakan salah satu orang yang menjadi target PKI untuk menjadi anggota. Pak Karto di paksa membantu dan menyediakan bahan makanan bagi PKI.  Disamping BTI, PKI juga membidik buruh agar masuk kedalam SOBSI salah satu organisasi Buruh bentukan PKI. Dengan penyamarannya yang manis PKI berhasil membujuk beberapa penduduk. Sementara itu Masyarakat semakin di buat gerah karena PKI memaksa penduduk untuk menyediakan bahan makanan. 

PKI juga melakukan terror dan pembantaian di desa Tanggung Duwet. Sebuah masjid yang sedang melakukan sholat berjamaah di bantai.  Tiga Orang Anggota Yon 15 telah gugur. Ketiga anggota tentara tersebut di cincang oleh PKI. 

Dalam melakukan rapat-rapatnya, PKI selalu menggunakan kode apabila ada kedatangan  tentara. Ada yang bertindak sebagai penjaga warung, ada juga yang bertindak pura-pura sebagai petani untuk memberitahukan kedatangan tentara. PKI juga menyuruh anak dari salah seorang penduduk yang sudah menjadi anggota BTI agar melepaskan burung apabila ada operasi tentara. Semua di persiapkan PKI.

****
Adalah Napsiah, anak dari salah seorang penduduk yang terjerumus kedalam ke anggotaan PKI. AKibat sering perginya Napsiah, ayahnya akhirnya mencurigainya dan membuka lemari Napsiah. Betapa kagetnya ia karena mendapati anaknya telah tersesat begitu jauh.  Ia menemukan dokumen-dokumen PKI di dalam lemari Napsiah. 

Napsiah di tugaskan untuk melakukan sabotase dengan memutus jaringan telepon bersama dengan pacarnya Marno  yang juga anggota PKI. Namun ia di pergoki oleh tentara, baku tembak pun terjadi namun sayang PKI kali ini lebih kuat dan mampu menumpas tentara yang ada. Sementara itu PKI juga melakukan sabotase dengan memutuskan rel kereta api. Namun aksi mereka berhasil di ketahui, meski petugas yang sedang melakukan patroli tertembak, namun akhirnya kereta api pun berhasil di selamatkan. Sementara itu Marno, pacar Napsiah  mulai ragu akan keberadaannya di PKI. Namun Napsiah berhasil menguatkannya untuk tetap berada di dalam tubuh PKI.  PKI semakin menjadi-jadi, mereka mencincang tubuh dokter Kholik, salah seorang dokter tentara. Anggota-anggota Gerwani dengan geram menghunjamkan pisau ke tubuh dokter kholik. 

Sementara itu di desa Ngrejo, Pak Karto sedang melakukan kerja bakti yang juga di hadiri oleh Murni anak Pak Karto dan Rachmat yang berjanji akan memberikan penyuluhan bagi para petani, dan juga salah seorang penduduk bernama Parlan yang cintanya di tolak oleh Murni. Kedekatan Rachmat dan Murni. Melihat hal demikian, seorang anggota PKI yang menyusup Pak Danu ke desa tersebut berhasil membujuk Parlan, agar dapat menculik Murni untuk datang ke markas PKI di Goa. Parlan akhirnya datang ke tempat persembunyian PKI untuk memberikan informasi. Namun sebelum sampai ke dalam goa, Parlan sudah di hadang oleh anggota PKI yang lain di mulut goa dan menuduhnya sebagai mata-mata tentara. Setelah memberikan informasi kalau Pak Karto dan Rachmat mempengaruhi penduduk agar tidak mau masuk sebagai anggota PKI, maka Rewang menyuruh anggotanya mendampingi Parlan untuk datang ke desa Ngrejo untuk membuktikan ucapanya. 

Aksi Parlan yang mendatangi markas komplotan PKI di ketahui oleh Pak Karto dan Rachmat yang melapor ke komplotan karena merasa sakit hati pada Rachmat. Maka ketika Parlan datang kembali ke desa Ngrejo bersama Brewok dan Bejo, akhirnya berhasil di tangkap. 

*****

Para staff dan Perwira Batalyon mendapatkan perintah dari pimpinan untuk menghancurkan sisa-sisa gerombolan G 30 S PKI dengan titik berat wilayah Blitar Selatan dan Malang Selatan. Tugas Operasi yang  juga di kenal dengan operasi Trisula dengan Komandan Witarmin adalah :
  1. Mencari Persembunyian gerombolan G 30 S PKI dan tempat-tempat survai gerombolan
  2. Memisahkan Rakyat dari gerombolan G 30 S PKI baik yang bersifat fisik maupun yang berpengaruh ideologinya. Membuat bagian-bagian medan yang di duga digunakan untuk lalulintas gerombolan.
  3. Menghancurkan gerombolan G 30 S PKI baik dengan cara fisik maupun dengan cara peneranga. Menggerakan unsure-unsur territorial dan pemerintahan sipil dalam setiap gerakan operasi
Blitar selatan menjadi Basis-basis PKI untuk menghidupkan PKI dengan  Tri Panji PKI yang berisi :
  1. Usaha Menghidupkan kembali PKI
  2. Menyiapkan Pemberontakan Tani Bersenjata dan
  3. Front Persatuan Revolusioner.
*****
Gerakan Operasi Trisula berhasil mengetahui basis-basis persembunyian PKI apalagi rakyat juga turut membantunya. PKI pun kelabakan, mereka sulit sekali menyusun strategi. Basis-basis PKI berhasil di obrak abrik. Kegagalan PKI di Jakarta dan Madiun akan terulang di Blitar Selatan. Anggota-anggota Gerwani mencoba menembus blockade tentara dengan berbagai cara.
Sementara itu Ayah Napsiah di tangkap dan di bawa ke markas gerombolan PKI karena di ketahui telah membocorkan rahasia PKI pada tentara. Ayah Napsiah menuduh kalau orang-orang PKI telah menjerumuskan anaknya ke jurang kesesatan, Napsiah yang telah di besarkan namun akhirnya tersesat. Rewang meyakinkan Napsiah kalau dalam ajaran komunis tidak mengenal kerabat, dan Ayah Napsiah adalah musuh dari Partai karena telah membocorkan rahasia Partai pada tentara. Akhirnya Napsiah lebih membela Partainya. Untuk membuktikan ucapannya, Rewang menyuruh Napsiah menembak ayahnya sendiri yang telah membesarkannya. Dengan senjata di tangannya Napsiah memoncongkannya pada ayahnya dan siap menembak. Namun disaat itu ia teringat pesan ibunya almarhum sebelum meninggal untuk menjaga ayahnya. Napsiah berubah pikiran dan membelokan moncong senjatanya pada Rewang, ketua dari komplotan. 

Napsiah meminta Rewang untuk menuruti kemauannya. Ia meminta Rewang untuk melepaskan ikatan ayahnya. Akhirnya ayah dan Napsiah keluar dari gua . Namun Rewang tidak tinggal diam, ia menyuruh anak buahnya untuk mengejar Napsiah dan Ayahnya. Disaat keluar, akhirnya Ayah Napsiah tertembak dan Napsiah sendiri juga ikut tertembak. Akhirnya Napsiah meminta maaf pada ayahnya sebelum keduanya meninggal. Sementara itu Marno yang ikut mengejar Napsiah dan Ayahnya akhirnya balik menyerang kawanan PKI lainnya karena melihat pacarnya telah meninggal. Marno menembaki kawannya sendiri, namun sayang sekali akhirnya iapun tertembak oleh anggota Gerwani. 

Tentara semakin mempersempit gerak langkah sisa-sisa PKI dengan memasuki kantong-kantong pesembunyian PKI. Satu-persatu sisa-sisa anggota PKI pun ditangkap baik dengan perlawanan maupun tanpa perlawanan. Untuk menandai kalau ada operasi tentara, maka PKI menggunakan tiga taktik untuk memberi tanda yaitu dengan melepaskan burung, dengan tangis bayi dan dengan sapi yang di hadapkan pada arah yang telah di sepakati. Dengan atau tanpa tembakan akhirnya PKI berhasil menangkap kawanan gerombolan PKI. 

Untuk mempercepat memberantas sisa-sisa PKI dan tidak memperbesar korban di kalangan rakyat, maka Komando Satuan Tugas Operasi Trisula mengambil kebijaksanaan menyebarkan seruan melalui selebaran dengan pesawat AURI ke seluruh wilayah Blitar yang di sebut dengan 3 M, yaitu Membantu, Menyerah, Mati. Yaitu Kepada seluruh rakyat diminta membantu ABRI dalam menumpas sisa-sisa gerombolan PKI, Kepada gerombolan PKI yang masih bersembunyi diserukan agar menyerah dan Bagi sisa-sisa gerombolan PKI yang masih membangkang maka tidak ada jalan lain menerima hukuman mati. 

Akhirnya satu persatu anggota-anggota PKI ditangkap dan di interogasi untuk mencari pucuk pimpinan mereka yang masih belum tertangkap. Sementara itu masyarakat yang tidak tahu apa-apa yang selama ini hanya ikut-ikutan PKI hanya di beri penerangan tentang maksud jahat PKI.
****
Film Operasi Trisula atau Penumpasan Sisa-sisa PKI di Blitar Selatan adalah salah satu film yang mengikuti terdahulunya film G 30 S KI. Sebagai film sejarah tentang PKI yang sampai saat ini masih menjadi simpang siur, film ini meski pro pemerintah, namun kalau menurut penulis film ini sudah mewakili isi hati penulis sendiri yang memandang PKI adalah biang dari kekejaman dan menghalalkan segala cara. Ingat cerita seorang Kyai di kampung dulu bahwa masa 65 memang begitu mencekam dan banyak kyai di culik oleh PKI, Namun demikian hingga saat ini kewaspadaan  terhadap PKI tetap patut di jaga, karena bukan tidak mungkin PKI akan tumbuh kembali di negeri yang makin mudah kebebasannya ini.