MENGENANG RICHIE RICARDO, (berita lawas). Biduan muda berwajah tampan manis yang paling lincah menyanyi sambil menari diatas panggung itu kini telah tiada. Harus diakui, Richie Ricardo memang berkiblat pada gaya artis-artis Mandarin seperti Alan Tam yang begitu enerjik saat beraksi di panggung hingga mampu menggoyang ribuan penontonnya.
Kepergiannya dalam usia ang masih begitu muda, 31 tahun, sungguh merupakan satu kehilangan besar bagi blantika musik pop Indonesia. Mungkin suaranya yang bernada kemanja-manjaan belum mencapai topnya, namun gay apanggungnya harus diacungi jempol. Saat Richie mewakili Indonesia dalam eksibisi musik yang digelar di Thailan tahun 1992 lalu, iapun berhasil meraih penghargaan.
Prestasi sebelumnya antara lain, Golden Records 1986 untuk album "Hujan dan Cinta", Puspen Hankam ABRI menganugerahi Golden Awards sebagai Penyanyi Pria Favorit 1986-1987 dan HDX Award untuk album "Nona Manis".
Nama Richie bahkan kondang sampai ke Singapura dan Filipina. Sempat juga beberapa kali tampil dalam acara teve di berbagai negara Asia.
Sepanjang kariernya, Richie sempat merampungkan 19 album , sedangkan sebagai bintang film, yang dimulai sejak tahun 1982, iapun bermain dalam 15 judul film.
Diantara pasangan mainnya adalah artis-artis populer seperti Meriam Bellina, Chintami Atmanegara, Dian Nitami, Enny Beatrice, Firdha Razak, Bella Esperance Lee dan paling sering dengan Rani Soraya. Bahkan sempat juga berpasangan dengan Aktris Terbaik Malaysia, Fauziah Ahmad Daud dan Bomseks Cindy Lee yang pernah jadi model majalah erotis Playboy.
Sekira enam bulan lalu, Richie masih sempat merencanakan album baru, termasuk album lagu-lagu Rohani untuk menyambut Natal 1993.
"Seingat saya, baru selesai empat lagu, lalu tertunda kelanjutannya karena Richie sakit, "ungkap Judhi Kristianto, produser JK Records, "Nanti saya periksa lagi. Kalau bisa akan saya terbitkan sebagai memori untuk Richie Ricardo."
Hal lain yang disesalkan Judhi adalah saat ia memproduksi CD (Compact Disc) untuk lagu-lagu tophitnya Dian Piesesha dan Meriam Bellina. Kebetulan RIchie melihat dan sempat meminta "Bikin buat saya juga dong, buat kenang-kenangan", ujarnya ditirukan Judhi "Waktu itu saya cuma sekedar mengiyakan, tak memandang serius. Siapa sangka kalau Richie bakal pergi secepat ini.
Berita meninggalnya Richie cepat disebarluaskan oleh Wiwiek Setiawan dan Judhi yang memang selain sebagai pembimbing juga sudah dipandang sebagai abang-abang sendiri oleh Richie.
Meriam Bellina yang di telepon Judhi, langsung menjerit tak percaya. Sedangkan Chintami berulangkali menyesali, "Kenapa waktu Richie sakit saya tak pernah diberi tahu hingga saya tak sempat menengoknya?".
Titiek Puspa pun tak hentinya menepas airmatanya, "Saya merasa lemas sekali. Richie anak yang baik. Pernah minta diajari nyanyi, terus menirukan suara saya begitu persis. Saysampai geli dan bilang, jangan meniru suara saya, pakai suara aslimu sendiri . Belum lama ini Richie juga menelpon, memberitahu ia sakit, hingga tak bisa show dan minta saya menggantikannya.
Tersiar desas desus kalau Richie meninggal karena penyakit gawat yang belum ada obatnya itu. Kontan dibantah oleh pihak keluarganya. Adiknya, Adrian Kurniawan mengungkapkan, "Yang benar Richie sakit kanker otak hingga dirawat selama tiga bulan di General Hospital, Singapura. "
Tantenya memperlihatkan bekas operasi di kepala Richie. Jika rambutnya yang lebat di dekat ubun-ubun disingkap, terlihat sebaris bekas jahitan kecil. "Tim dokter ahli otak Singapura melakukan operasi disini, " jelasnya untuk menyanggah gosip yang menyakitkan tersebut.
Menilik kondisi Richi memang jauh dari gejala penyakit mengerikan itu. Rambutnya masih tetap lebat, tidak rontok. Perawakan tubuhnya pun tak mengurus banyak. "Sampai sehari sebelum menghembuskan nafas terakhir nafsu makannya masih baik." ujar pihak keluarga yang menjaganya di rumah barunya di Taman Modern Cakung. "Richie masih doyan ayam rebus. Itu sebabnya kami semua yakin, ia bisa cepat sehat kembali."
Rumah baru tersebut baru sempat empat minggu ditinggali Richie. Semangat menggebu RIchie juga dibuktikan dengan menyiapkan kostum-kostum baru. Memang ada rencana bikin show merayakan Natal 1993 di Green Apple, Puncak , lalu menyambut tahun Baru 1994 di Semarang.
Sayang semua itu tak mungkin dilaksanakannya. Upacara perabuan jenazahnya, sesuai amanat terakhirnya, berlangsung di krematorium Cilincing pada tanggal 30 Oktober 1993. Siang hari Minggu itu juga abunya dibawa keluarganya ke Bandung untuk disemayamkan di ruang khusus Paroki Gereja St. Laurentius. Disanalah biduan yang pernah jadi pujaan ribuan gadis remaja itu bersemayam. sumber ~MF 193/159/Th. X, 20 Nov - 3 Des 1993
FILMOGRAPHY RICHIE RICARDO
1. Permainan Cinta - 1982
2. Gadis Telepon - 1983
3. Rumput-rumput yang bergoyang - 1983
4. Penakluk Srigala - 1983
5. Rambut Keriting - 1983
6. Bercinta Dalam Badai - 1984
7. Gairah pertama - 1984
8. Bercinta - 1985
9. Jejaka-Jejaka - 1985
10. Ranjang Setan - 1986
11. Dewi Cinta - 1986
12. Devil Sorcery - (1987) prod Malaysia
13. Kecil-Kecil Jadi Pengantin - 1987
14. Melody - 1991
15. Nuansa Gadis Suci - 1992

No comments:
Post a Comment