Tuesday, July 7, 2026

CERITA FILM : TERTEMBAKNYA SEORANG RESIDIVIS BAGIAN LIMA

 


CERITA FILM : TERTEMBAKNYA SEORANG RESIDIVIS BAGIAN LIMA (film lawas). Rel Kereta Api memanjang jauh. Lengang dan kosong. Sepasang insan berjalan berangkulan. Wawan dan kekasihnya,si watunas Suci. Tangan Wawan merangkul pinggang ramping Suci. Tangan Suci memegang payung yang berkembang untuk melindungi dari terik matahari. Tangan-tangan mereka yang lain menenteng tas plastik berisi barang-barang belanjaan. 

"Ayah saya tidak pernah tau bahwa anaknya menjadi pelacur di ibukota," gumam Suci. Dia menyangka saya bekerja di pabrik seperti isi surat yang selalu saya kirimkan."

Wawan mesem pahit, "Pasti elu juga nggak kasih tau bahwa calon mantunya seorang bajingan, kan?.

Suci mencubit pinggang wawan sampai pemuda ini menggelinjang geli, "Mosok yang begitu mesti dibilangin sih?".

"Kali aje pacar gue nggak tau politik, " sindir Wawan. 

Suci menerawang jauh. Kadang-kadang rasanya seperti mimpi bisa lepas dari dunia lon te yang kukira akan menjeratku sampai keriput,".

Tiba-tiba suci berhenti melangkah. Wawan tertegun dan menoleh. 

Suci menatap kearahnya dengan mata polos. "Mas Wawan benar-benar mau mengawiniku, kan?, tanyanya. 

Sipemuda manggut dengan mantap, "Apa musti gua sumpah lagi?".

Si Watunas menatap sendu. "Mas tidak akan galak sama Suci? Janji?".

"Eh , ni anak masih nggak yakin juga, elu akan gua sayang seperti gua nyayangin ibu gua, adik gua, kakak gua sekaligus, "tegas Wawan. "Karena gua nggak punya siapa-siapa lagi. Gua benar-benar sebatang kara!.

Suci senyum bahagia memeluk pinggang si pemuda dan menyesapkan wajahnya ke dada yang bidang itu. 

Sejak berkenalan memang Suci telah jatuh hati pada Wawan. Sebaliknya si pemuda pun bisa merasakan kelembutan dan perhatian Suci yang lain daripada watunas-watunas biasa. Maka Wawanpun melarang Suci melanjutkan prakteknya dan memintanya hanya untuk menjadi miliknya seorang saja!

******Bersambung

No comments:

Post a Comment