Showing posts with label artis Indonesia. Show all posts
Showing posts with label artis Indonesia. Show all posts

Sunday, July 12, 2026

YULLIETA KULLIT

 


YULLIETA KULLIT, (berita lawas). Menyebut nama Yulieata Kullit tentu  akan menyeret ingatan kita pada seorang penyanyi bersuara renyah Ermy Kullit. Ternyata mereka memang masih ada ikatan persaudaraan. Bahkan Yulieta sempat mengikuti jejak tantenya itu, menelorkan sebuah album lagu, kendati hasilnya biasa-biasa saja. 

Gadis tinggi semampai ini letih eksis di dunia akting. Film Bagi-bagi Dong, Babad Tanah leluhur, Badai Laut Selatan, serta baru baru saja ia merampungkan film Si Manis jembatan Ancol versi layar lebar, ia mainkan dengan sikap tidak terlalu ngotot. 

Soal busana? Mahasiswi semester tiga pada sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta ini mengaku amat menyukai busana yang berkesan santai, "sebagai mahasiswi tentu saja saya tidak banyak memiliki pakaian yang terlalu wah. Pergi ke pesta juga saya jarang, " ucapnya sambil menyodorkan sepotong busana berwarna merah jambu dengan potongan three piece. "Ini saya pakai waktu saya jadi MC di acara valentine Februari lalu, " tambahnya. 

Ada gaun bergaya menggantung, kemeja denim denan sudut bawah meruncing, leging warna hitam serta blus pendek bertangan buntung dengan kerutan di bagian dadanya. 

Busana denan corak garis yang dimiliki Yuli berkesan seperti bahan lurik yang terbuat dari benang asli. Padahal blus gantung yang melebar ke bawah ini terbuat dari likra. Baju yang dibelinya di Bali ini menurut Yuli sangat nyaman dipakai. "Terutama untuk suasana santai, " katanya. 

Kemeja denim berkanjcing metal yang dipadu denan celana bergaris biasa dipergunakan Yuli untuk berkunjung kerumah teman atau pergi kuliah. Ujung kemeja yangdirancang meruncing serta sengaja diikat sedemikian rupa, tentu saja memberikan kesan sensual bagi pemakainya. 

Selain sack dress, leging serta busana casual lainnya. Yuli sempat mengeluarkan busana Three peace yang terdiri dari blus, rok panjang serta blazer yang dirancang khusus oleh Thomas Sigar. Kesan luwes serta resmi muncul jika Yuli mengenakan baju seperti itu. 

Yulieta Kullit ternyata sangat menyukai warna-warna hitam dan putih. Itulah sebabnya banyak dari koleksi busananya berwarna gelap dan putih polos. Untuk beli pakaian, biasanya Yuli menomorsatukan modelnya dulu. "Kalau modelnya cocok biar harganya mahal terpaksa saya usahakan. Tapi kalau harganya ratusan ribu sedangkan modelnya tidak sesuai dengan selera saya, buat apa dibeli, ? papar Yuli sambil terus beraksi di depan kamera. sumber MF 202/168/TH X, 26 Maret - 8 April 1994

Saturday, June 27, 2026

LUCY DAHLIA, MENANGIS DIJULUKI PEREK


 LUCY DAHLIA, MENANGIS DIJULUKI PEREK (berita lawas).  Lucy Dahlia namanya, Lela Monica Kakaknya. Pemain film plus sinetron keduanya dirangkul. Dan Lucy putri bungsu dari Lies dan Suhendar ayah ibunya. Dara berbintang Taurus ini, kian naik daun setelah melakonkan Nyi Iteung dalam serial sinetron Si Kabayan dan Orang Beken produksi TPI. 

Lucy alias Uci yang memulai debut di film Ricky Nakalnya Anak Muda, pernah menyesali diri terjun ke dunia glamour ini. Gara-gara memainkan "Rini" perek dalam Bunga-Bunga Kusam di pekan sinetron TVRI sehingga dimanapun Lucy berada, sering mendapat kecaman dan lirikan sinis, plus telepon gelap yang isinya mengajak berbuat tidak senonoh. "Dikiranya saya diluar film punya watak dan kelakuan sebagai perek. Seolah-olah saya cewek gampangan, " cerita Lucy Ketus. 

Sampai pernah ia menangis terguguk-guguk, ketika pada suatu kesempatan berjalan ditemani Lela Monica di Alun-alun Bandung. Beberapa remaja yang ada disitu, tak hentinya meneriaki Lucy. "Daag perek, main yuk, godain kita dong! Semalam , berapa tarifmu?" walau bergurau tapi tentu menyakitkan kalbu Lucy. 

Setengah berlari, Lucy alias Rini, alias Nyi Iteung langsung saja masuk taksi dan disana ia menangis meraung-raung. betapa ibanya hati Lela Monica. Sebagai kakak dengan bijaksana. Lela memberi pengertian, bahwa itulah risiko artis. 

Kini, jangan harap Lucy berani keluyuran sembarangan, apalagi ketempat-tempat keramaian untuk menghindari sakit hati. Ikhwal sakit hati ada kaitan dengan 4 kali putus cinta. "Setiap ketemu pacar, bentrok melulu. Kemanapun pergi dicurigai. Ngobrol dengan pemain pria yang keren atau penggemar dicemburui, jengkel juga kan?" sergah Lucy. 

Kuliah di STBA Bandung, Jurusan Bahasa Inggris, terpaksa Lucy cutikan saat semester tiga. Karena repot mengatur waktu, dengan kesibukan sebagai pemain film dan sinetron. 

"Nggak apa-apa. Nanti suatu saat kuliah akan saya tekuni lagi.~MF No. 156/123/TH.VIII/27 Jun-10 Jul 1992


Thursday, June 25, 2026

BELLA ESPERANCE, FIGUR CEWEK "AUSTRALIA"


BELLA ESPERANCE (berita lawas). Empat judul film sudah disabetnya, tapi belum mampu menggedor pecandu film nasional. Terakhir Edwar Pesta Sirait memasangnya di film Getar-Getar Melodi mendampingi Onky Alexander. Sayang, film ini tertunda lama dalam peredaran. Sedikitnya ini merupakan pukulan berat bagi Bella Esperance. bagaimana tidak, film ini pula yang mengangkatnya sebagai pemegang rol utama. 

Film-film Bella sebelumnya Catatan Si Boy III dan Perasaan Perempuan, ia mejeng selaku pemeran pembantu saja, tapi bukan lantaran itu, kemudian Bella cari kompensasi main di sinetron HALIMUN produksi RCTI . "Susah ya, kalau udah ngebet di film. Terkadang saya menyesal kenapa dulu mau diajak Cabo III, " Ujar Bella, entah apa maksud dari omongannya ini.

Berlakon sebagai Poppy pada Halimun, terasa pas. Poppy adalah lambang wanita materialistis. Sampai memilih tunangan saja, harus orang kaya, "Saya bilang pas, Poppy dalam kesehariannya senang pesta, Itu saja!.  Sedangkan mengukur segalanya dari uang, wah najis bagi saya. Bagaimana mungkin kebahagiaan hidup bisa tercipta? Uang itu sebetulnya membahayakan manakala kita mengabdi padanya, " papar Bella saat dihubungi di suting Halimun di Sukamindi, jabar. 

Dengan istilah lain, peran Poppy menurut Bella adalah cewek asusila. Waktu di Cabo III, ia juga sebagai wanita lesbi. Justru yagn punya ciri lain ya dalam film Getar-Getar Melodi itu. Konon oleh PT. Mega Artha Film yang mengeluarkan film tersebut, Bella di bayar cukup mahal, setelah proses tawar menawar harga sampai satu bulan. Kenapa sih kamu minta dibayar mahal dari film sebelumnya?

"Lumrah, tapi saya juga tidak menuntut. Tanpa gebrakan begitu, selamanya pemain pendatang baru dianggap murahan. Saya  kan mencoba membela yang lain, " cetusnya. 

Dalam menentukan honor, Bella boleh selangit, tapi kesehariannya Bella sederhana, bahkan ada kesan sangat ekonomis dalam pengeluaran uang. Buktinya makan yang dilahap setiap pagi cukup merebus mie. 

"Sekarang lagi paceklik, main sinetron, berapa sih honornya? Ketimbang gue ngecerin diri kan lebih adil ngirit. Tul nggak?ha..ha...ha, Bella mengumbartawa, tawa persembahan Poppy yang khas sebagaimana terlihat di sinetron Halimun. ~sumber mf No. 142/109/TH VIII, 7 - 20 Des 1991


Wednesday, April 15, 2026

MENGENANG DHALIA, AKTRIS PERTAMA PERAIH PIALA CITRA


DHALIA,  AKTRIS PERTAMA PERAIH PIALA CITRA, Menjelang Idul Fitri 1941 H tepatnya Minggu, 14 April 1991, Dhalia tutup usia. Aktris kelahiran Medan 10 Februari 1927 itu erat berkait dengan sejarah Festival Film Indonesia. Dialah Aktris Utama Terbaik Festival Film Indonesia yang pertama (1955) dalam film Lewat Djam Malam (LDM).

Dalam LDM itu juga terpilih aktor utama A.N. Alcaff serta 2 aktor pembantu, Awaludin dan Bambang Hemanto. Film terbaik adalah LDM yang disutradarai Usmar Ismail. Tapi yang terpilih sebagai sutradara terbaik adalah Lilik Sudjio dalam Tarmina.

Pada Festival pertama itu muncul pemenang ganda untuk aktor utama dan aktris utama. Selain Dhalia dan Alcaff, terpilih pula Fifi Young dan A. Hadi dalam Tarmina. Film ini juga menghasilkan aktris pembantu terbaik, Endang Kusdiningsih. Diantara pemenang lain terdapat Harimau Tjampa untuk skenario. 

Festival dimaksud untuk memasyarakatkan film nasional, yang saat itu sedang tergencet oleh film-film impor. Bioskop-bioskop kelas satu terutama dikota-kota besar di dominasi produksi Holywood. Film Indonesia diputar hanya di bioskop kelas dua. Tapi disitu pula di putar film-film Malaya (Malaysia) dan India yang ternyata lebih disenangi publik. 

Usmar, bersama Djamaluddin Malik ikut dalam pembentukan Federation of Motion Picture Producers in Asia (FPA) di Manila, November 1953. Diantara usaha FPA adalah menyelnggarakan festival regional. Mulai tahun 1954 Tokyo, Jepang, tapi Indonesia belum sempat berpartisipasi. 

Ketika Festival Film Asia (Tenggara) diadakan di Singapura tahun 1955, maka tampillah Indonesia dengan film-film pilihan dari festival. Termasuk LDM dan Harimau Tjampa, yang dibintangutamai Bambang Hermanto dan Nurnaningsih. Harimau Tjampa berhasil meraih piala untuk ilustrasi musik terbaik. Kemenangan Indonesia pertama dalam Festival antar Bangsa. 

Mulai 1957 kata "Tenggara" dibuang di ganti Festival Film Asia (FFA), Festival 1955 ternyata tak dapat berlangsung setiap tahun. Baru terselenggara lagi 5 tahun kemudian, 1960 kembali tak ada Festival. keramian serupa itu muncul pada 1967, disebut Pekan Apresiasi Film Indonesia. 

Yang berkesinambungan terselenggara sejak 1973 , Festival Film Indonesia (FFI), Pelopor festival 1956, telah meninggal dunia, Djamaludin Malik (1970), dan Usmar Ismail (1971). Begitu pula dengan A Hadi (1971), dan Fifi Young (1975). Disusul oleh Awaludin kelahiran Padang 11 November 1916 pada 24 Februari 1980 di Jakarta. 

A.N Alcaff lahir di Jambi pada 17 Agustus 1925, main pertama kali dalam produksi Perfini, dosa Tak Berampun (1951), Menyusul Embun 1951, LDM 1954, Serta Mendung Sendja Hari (1960), Apa Jang Kau Tngisi (1965), dan Krakatau - 1977 , Intan Perawan Kubu 1972.Alcaff meninggal dunia di Jakarta pada 22 Desember 1987.

Bambang Hermanto juga menorehkan prestasi di usia senja, terpilih sebagai aktor pembantu terbaik pada FFI 1984 lewat film Ponirah Terpidana. Sebelum itu, Dhalia cuma masuk nominasi sebagai aktris pembantu masing-masing dalam Usia 18 pada FFi 1981 dan Bukan Isteri Pilihan pada FFI 1981.

Melanjutkan tradisi keluarga, Miss Intan (Ibu) adalah primadona sebuah rombongan sandiwara, Dhalia memulai karir seninya juga diatas pentas. Kemudian terjun pula ke dunia film, melalui Pantjawarna (40) dan Moestika dari Djenar (41). Dimasa pendudukan Jepang, selain main sandiwara, juga tampil dalam film Berdjoang (44) lalu ke panggung dan kembali ke film mulai Sangkar Emas tahun 1952.

~MF 127/94, Tahun VII, 11 - 24 Mei 1991