Showing posts with label Bella Esperance. Show all posts
Showing posts with label Bella Esperance. Show all posts

Thursday, June 25, 2026

BELLA ESPERANCE, FIGUR CEWEK "AUSTRALIA"


BELLA ESPERANCE (berita lawas). Empat judul film sudah disabetnya, tapi belum mampu menggedor pecandu film nasional. Terakhir Edwar Pesta Sirait memasangnya di film Getar-Getar Melodi mendampingi Onky Alexander. Sayang, film ini tertunda lama dalam peredaran. Sedikitnya ini merupakan pukulan berat bagi Bella Esperance. bagaimana tidak, film ini pula yang mengangkatnya sebagai pemegang rol utama. 

Film-film Bella sebelumnya Catatan Si Boy III dan Perasaan Perempuan, ia mejeng selaku pemeran pembantu saja, tapi bukan lantaran itu, kemudian Bella cari kompensasi main di sinetron HALIMUN produksi RCTI . "Susah ya, kalau udah ngebet di film. Terkadang saya menyesal kenapa dulu mau diajak Cabo III, " Ujar Bella, entah apa maksud dari omongannya ini.

Berlakon sebagai Poppy pada Halimun, terasa pas. Poppy adalah lambang wanita materialistis. Sampai memilih tunangan saja, harus orang kaya, "Saya bilang pas, Poppy dalam kesehariannya senang pesta, Itu saja!.  Sedangkan mengukur segalanya dari uang, wah najis bagi saya. Bagaimana mungkin kebahagiaan hidup bisa tercipta? Uang itu sebetulnya membahayakan manakala kita mengabdi padanya, " papar Bella saat dihubungi di suting Halimun di Sukamindi, jabar. 

Dengan istilah lain, peran Poppy menurut Bella adalah cewek asusila. Waktu di Cabo III, ia juga sebagai wanita lesbi. Justru yagn punya ciri lain ya dalam film Getar-Getar Melodi itu. Konon oleh PT. Mega Artha Film yang mengeluarkan film tersebut, Bella di bayar cukup mahal, setelah proses tawar menawar harga sampai satu bulan. Kenapa sih kamu minta dibayar mahal dari film sebelumnya?

"Lumrah, tapi saya juga tidak menuntut. Tanpa gebrakan begitu, selamanya pemain pendatang baru dianggap murahan. Saya  kan mencoba membela yang lain, " cetusnya. 

Dalam menentukan honor, Bella boleh selangit, tapi kesehariannya Bella sederhana, bahkan ada kesan sangat ekonomis dalam pengeluaran uang. Buktinya makan yang dilahap setiap pagi cukup merebus mie. 

"Sekarang lagi paceklik, main sinetron, berapa sih honornya? Ketimbang gue ngecerin diri kan lebih adil ngirit. Tul nggak?ha..ha...ha, Bella mengumbartawa, tawa persembahan Poppy yang khas sebagaimana terlihat di sinetron Halimun. ~sumber mf No. 142/109/TH VIII, 7 - 20 Des 1991


Sunday, April 12, 2026

TIRAI KASIH YANG TERKOYAK, SINETRON MULTI KARAKTER


 TIRAI KASIH YANG TERKOYAK, SINETRON MULTI KARAKTER, Tatkala selamatan suting sinetron Tirai Kasi Yang Terkoyak, produksi Starvision, Ismail Soebardjo sutradaranya, ditanya seorang wartawan apakah 'perkosaan telah menjadi suatu masalah universal sehingga layak diangkat sebagai tema sinetron?

Dalam jawabannya, Ismail Soebardjo memberi suatu ilustrasi. Sepuluh tahun lalu, kita tercengang dan terkesiap mendengar berita-berita perkosaan. Tapi saat ini, tak jarang kita membaca berita koran tentang seorang ayah memperkosa anak kandungnya. Di Bekasi kerap terjadi perkosaan beruntun. Kita juga kerap masih mempersoalkan sebutan 'anak haram' kepada seorang anak yang lahir dari wanita korban perkosaan.

"Sinetron ini justru menggugat melalui gambaran bagaimana nasib wanita korban perkosaan, anak yang lahir dari korban, dan apa latar belakang hal itu bisa terjadi, kata peraih Piala Citra Sutradara Terbaik FFI 1981 itu. 

Ungkapan Ismail bisa diartikan, gambaran itu akan membuat seseorang berpikir lebih jauh untuk melakukan tindak pemerkosaan. Korbannya bukan hanya wanita yang diperkosa tapi juga anak serta masa depan dan lingkngan yang kompleks. Untuk mengantarkan teman ini, dibutuhkan peran-peran dengan berbagai karakter. Skenario yagn ditulis oleh Eddy D Iskandar bersama Ismail Soebardjo ini cukup cerdik menghadirkan karakter-karakter yang menciptakan multikonflik. 

KEMALA (Bella Esperance), seorang pramugari yang siap menikah dengan HARRY (Ponco Buwono), diculik lalu di perkosa DION (Ryan Hidayat) yang dendam karena lamarannya di tolak. Akibat perkosaan itu, juga karena kematian ayahnya yang dibunuh kawan-kawan Dion, Kemala terganggu jiwanya. Perkawinan Harry dengan DIANA (Lia Waroka) bersamaan dengan kelahiran anak hasil perkosaan, membuat jiwa Kemala makin parah. Goncangan jiwanya tak terusik oleh kesetiaan dan pengabdian SATRIA kecil (Alam Putra) , anak yang ia lahirkan itu dalam merawatnya selama di RS jiwa. 

Beruntung ada dr. LEO (ZO Kotten) yang simpatik atas penderitaan Kemala meski ia sendiri harus sering berselisih dengan isterinya. Meski iunya tak menghendaki kelahirannya, Satria tak pernah putus asa merawat Kemala. Bagi Satria (yang setelah dewasa di perankan SULTAN DJORGHI), kebahagiaanya akan tergapai bila ibunya sembuh. 

Pengabdiannya tak pernah surut walau bertemu kembali dengan DEWI (Inneke Koesherawati) anak majikannya semasa kecil, yang kemudian menyatakan cintanya. 

Kendati demikian, ia sangat menghargai hak Dewi yang menolak dijodohkan dengan GERRY (Teguh Julianto), anak KEVIN JONES (Rudy Wowor). Kevin Jones ini tak lain adalah nama samaran Dion, yang buron setelah memperkosa Kemala, dan berarti ayah kandung Satria. 

Satu persoalan menarik ditawarkan sinetron ini, menyangkut perkembangan jiwa Satria dan Gerry yang sebenarnya saudara seayah. Satria yang sempat dipelihara oleh PAK RIDWAN pegawai RS Jiwa yang sangat toleran terhadap penderitaan orang lain, tumbuh menjadi pemuda yagn bertanggungjawab dan peduli terhadap derita orang lain meski dalam dirinya mengalir darah seorang ba jingan seperti Dion alias Kevin Jones. Berbeda dengan Gerry yang sejak kecil berada dalam asuhan ayahnya, lebih senang berfoya-foya dan malas bahkan arogan seperti bapaknya. Kedua karakter ini dipertemukan pada suatu adegan ketika Gerry hendak memperkosa TANTI (Mirelle Sulilatu) anak Harry dan Diana di sebuah hotel, muncul Satria yang bermaksud menolong Tanti. Tampaknya Ismail Soebardjo ingin memberi pesan, karakter dan pribadi seseorang lebih tergantung pada lingkungan ketimbang darah keturunan. 

Casting merupakan suatu hal patut dipujikan dari sinetron ini setidaknya dari sudut persamaan wajah. 

Ryan Hidayat yang memerankan Dion ddan Alam Putra yang memerankan Satria kecil, memiliki kesamaan raut wajah. Demikian juga Anggi yagn memerankan Dewi masa kecil dengan Inneke Koesherawati yang memerankan Dewi dimasa dewasa. Semula, Satria dewasa akan diperankan oleh Ryan Hidayat juga. Namun berhubung Ryan meninggal setelah suting beberapa episode, peran itu diberikan pada Sultan Djorghi. Memang ada garis kemiripan tapi perbedaannya pun sangat kentara pula. 

Namun , agaknya, Ismail Soebardjo memiliki beberapa alasan mengenai pemilihan Sultan Djorghi untuk menggantikan Ryan Hidayat. Sultan Djorghi adalah bintang baru, yang belum banyak dikenal sebagai pemain sinetron dan belum memberi image tertentu pada publik penonton. Sebelum madin dalam Tirai Kasih Yang Terkoyak, ia hanya main dalam sinetron diantaranya Keluargaku Sorgaku produksi Starvision ~MF 285/252/XIII/17-30 Mei 1997