Showing posts with label Sinetron Jadul. Show all posts
Showing posts with label Sinetron Jadul. Show all posts

Thursday, May 7, 2026

BUKAN PEREMPUAN BIASA, SINETRON PERDANA CHRISTINE HAKIM


BUKAN PEREMPUAN BIASA, SINETRON PERDANA CHRISTINE HAKIM, (Kisah Lawas). Christine Hakim main sinetron, ini sudah jadi pemberitaan. Raam Punjabi, produser Multivision Plus, berhasil menarik aktris nomor satu dalam perfilman nasional itu, untuk memperkuat kubunya. Adalah Jajang C Noer yang berhasil membujuk Christine Hakim untuk bermain dalam karya penyutradaraannya yang pertama ini. 

BUKAN PEREMPUAN BIASA memang menjanjikan sebagai miniseri (terdiri dari 10 episode) yang berbobot lebih dari produksi Multi sebelumnya. Bukan cuma karena pemeran utamanya Christine dan suradaranya Jajang, tapi juga karena cerita-skenarionya merupaka warisan dari almarhum Arifin C Noer, yang bagian klimaksnya ditambal sulam oleh Arswendo Atmowiloto (karena skenario asli tulisan Arifin baru mencapai tujuh episode). Disamping itu sinetron inipun di dukung oleh pemain yang sudah tidak asing lagi seperti : Desy Ratnasari, Donny Damara, El Manik, Pangki Suwito, Remy Silado, Eeng Saptahadi, Anwar Fuady, Arswendi Nasution, serta bintang muda Ari Sihasale, Hans Wanaghi dan Marini Zumarnis. 

Sutingnya hampir keseluruhannya berlokasi di desa diluar kota Solo, Jawa Tengah. Editor Karsono Hadi menyuntingnya, sinetron ini ditayangkan di RCTI pada medio bulan Mei 1997.

Ceritanya sebagai berikut. 

Menul (Christine Hakim) perempuan desa yang menolak kehendak ayahnya untuk menikah dengan seorang lelaki tua, minggat dari rumahnya. Malang, ia diperkosa oleh lima pemuda mabuk. Akibatnya berkepanjangan, karena ia hamil tanpa jelas siapa yang menghamilinya. 

Dua puluh lima tahun kemudian, Menul telah menjadi perempuan paro baya yang berprofesi sebagai tukang pijat tradisional. Ia cuma hidup bersama putrinya, Sri (Desy Ratnasari) yang baru menamatkan kuliahnya di Fakultas Hukum. 

Mendadak Menul yang tinggal dirumah sederhana dipinggiran kota Solo dikirimi kulkas dan teve baru. Menul menolak menerimanya karena tak pernah merasa memesan. Sebaliknya si pengirim, usahawan sukses Pak Bachtiar (El Manik) tak habis mengerti mengapa maksud baiknya ditolak. 

Bachtiar sendiri menemui Menul. Bahkan secara mengejutkan mengajukan lamaran. Tapi menul tak menanggapi , karena kekecewaan hidupnya dimasa silam. 

Dalam pada itu, kegembiraan Sri yang baru di wisuda, pupus demi pcarnya , Soni (Donny Damara), memutuskan hubungan. Pasalnya orangtua Soni mengangap latar belakang Sri sangat tidak jelas. Sri menjadi penasara, ingin mengetaui siapa ayahnya sebenarnya. Demi mmebongkar kamar bunya, Sri menemukan ratusan wesel yagn tak pernah diuangkan, kiriman dari Hamdan (Pangky Suwito). 

Sri ingin mencari Hamdan di Jakarta. Menul mencegahnya, sampai tak tahan menampar wajah Sri. Demi menenangkan Sri yang histeris, Menul mengungkap masa lalunya. 

Gara-gara ayahnya suka berjudi, keluarga Menul dililit hutang pada renternir Sunardi. Untuk melunasi hutangnya, asah Menul (TB Maulana Husni) setuju menikahkan putrinya dengan si lintah darat. Tapi Menul memilih minggat. Ia mencari sahabatnya , Wiwik (Clara Sinta) yang bekerja di kompleks rumah peristirahatan 

Ketika Menul bekerja sebagai pelayan di kompleks inilah, ia di perkosa oleh lima pemuda yang tengahberpesta minuman keras. Dengan menahan sengsara, Menul pulang kerumah oranguanya.Terpaksa menyetujui dinikahkan dengan Sunardi. Namun Sunardi yang kecewa karena Menul sudah tak perawan lagi, segera menceraikannya. 

Terlunta-lunta Menul ang diusir ayahnya, mengembara sendirian. Bekerja sebagai pelayan di restoran kecil, sampai bertemu Wiwik yang mengajaknya menjadi wanita penghibur. Namun Menul tak bisa memaksakan diri berkencan. Menul memilih bunur diri, beruntung muncul pemuda Joko (Arswendi Nasution) yang menolong dan menampungnya di rumah kostnya. Bahkan Joko inilah yang mengurus Menul sampai melahirkan Sri. 

Cerita panjang Menul, menyadarkan Sri betawa menderitanya sang Ibu. Sri mengajak ibunya menyelidiki siapa senenarnya Hamdan. Tiba di stasiun Gambir, mereka disambut Hamdan dan putranya. Burhan (Ari Sihasale). Dirumah ada pula Hanny (Marini Zumarnis) adik Burhan. 

Dalam sebuah kamar, Menu melihat banyak lukisan wajah. Mungkinkah Hamdan salah seorang pemuda yang dulu memperkosanya? Hamdan mengakui, saat peristiwa itu terjadi, memang ia berada disana, tapi ia tak ikut memperkosa. Atas inisiatif Burhan dan Hanny, Hamdan bersama Menul dan Sri merancang rekontruksi untuk membuktikan siapa sebenarnya ayah Sri. 

Lima lelaki diundang untuk reuni ditempat dulu mereka memperkosa Menul. Kelimanya asyik bernostalgia sampai mendadak muncul Sri yang didandani persis Menul dulu. Kelimanya terkesiap dan mulai saling tuduh dengan versi masing-masing. Ada yang berargumentasi kalau dirinya impoten, hingga tak mungkin memperkosa, ada yang berdalih batal melakukannya karena ketakutan melihat Menul sudah pingsan. Lalu siapakah sebenarnya ayah kandung Sri?

Diam-diam Menul sudah menyiapkan sebilah pisau dalam tasnya untuk membalas dendam pada laki-laki yang telah menghancurkan hidupnya dua puluh lima tahun yang lalu. 

Gaya bertuur Jajang yang disesuaikan dengan skenarionya Arifin, terasa tidak biasa dilakukan dalam Sinetron Indonesia. Cenderung mengngatkan pada karya besar Sutradara Empu dari Jepang, Akira Kurosawa , Rashomon (Pemenang PIala Oscar untuk film Asing Terbaik 1950) di mana tokoh-tokoh yang terlibat dalam suatu kasus perampokan pembunuhan, pemerkosaan secara kilas balik mengungkap apa yang terjadi menurut versi masing-masing. 

BUKAN PEREMPUAN BIASA membuktikan Christine Hakim bukan aktris Biasa. Dengan kekuatan aktingnya yang telah jauh lebih matang daripada saat bermain di film Ponirah Terpidana produksi 1983 dengan peran nyaris serupa, ia bisa membuat pemirsa berminat untuk terus menontonnya dari episode perdana sampai tuntas. Lalu mungkin kelak ada Bukan Perempuan Biasa, kedua  atau sinetron lain yang dilakoni Christine Hakim. ~MF284/250/XIII/3-16 Mei 1997

Produksi PT Multivision Plus

Produser : Raam Punjabi

Sutradara : Jajang C Noer, 

Cerita/Skenario : Arifin C Noer

Kamerawan : Winaldha Melalatoa

Penata Artistik : Berty Ibrahim

Editor : Karsono Hadi

Pemain ; Christin Hakim, Desy Ratnasari, Donny Damara, El Manik, Pangky Suwito, Remy Silado, Eeng Saptahadi, Ari Sihasale, Marini Zumarnis, Clara Sintya

Tuesday, April 21, 2026

JALAN MAKIN MEMBARA II, MENGURANGI UNSUR EKSYEN


 JALAN MAKIN MEMBARA II, MENGURANGI UNSUR EKSYEN, Jalan Makin Membara II sebanyak 14 episode, Dede Yusuf tidak lagi tampil ganas seperti dalam tahap sebelumnya. Bahkan unsur laga hanya sekitar tiga puluh persen dan karakter Handoko berangsur-angsur berubah menjadi manusia biasa. 

Yang lebih menarik, setelah Dede dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap beberapa artis pemula, (sempat beredar berita tersebut) dia justru menangkat berbagai problema dari banyak kalangan wanita. Kata H. Rahayu Effendy, produser Jalan Makin Membara, mengangkat kehidupan berbagai kalangan wanita, merupakan kepedulian mereka anak hak-hak wanita. "ini tidak ada kaitannya dengan kasus Dede, atau kepura-puraan kami. Kami mengambil tema wanita semata-mata berdasarkan untuk membuat karya yang lebih baik dan memasyarakat, karena memang masalah wanita selalu universal dengan keadaan bagaimanapun. Ini juga yang membuat kami mengajak salah seorang penduduk Bantul yagn semasa mudanya pernah main film untuk kembali main sinetron, " kata Rahayu Effendy sambil menunjuk seorang wanita tua. 

Kehadiran Arswendo menjadi sangat dominan dengan menampilkan adegan-adegan lucu diwarnai eksyen ala film Jackie Chan, "Justru unsur komedinya yagn saya perbanyak, " ujar Dede Yusuf. Untuk mendukung unsur komedi itu, Dede merekrut pelawak Taufik Savalas. "Selebihnya saya banyak pakai pemain wanita, sesuai dengan ceritanya, " lanjut Dede. 

Dede menampilkan tokoh Handoko berpetualang menyelami permasalahan berbagai status wanita, yang pada akhirnya Handoko datang sebagai dewa penyelamat. "Di sini saya menekankan unsur drama ceritanya. Sementara adegan perkelahiannya sebagai akhir permasalahan, " ujar Dede lagi. 

Jalan Makin Membara II juga banyak menampilkan bintang-bintang muda yang gress seperti Anne Junita Coto. Sementara pemain sebelumnya yang masih dipakai Dede adalah Henry Hendarto. 

Pihak SCTV mengaku jauh-jauh hari memang meminta pada pihak Sepro Karya Pratama untuk meneruskan sinetron Jalan Makin Membara I. "Masalah pengurangan unsur eksyen itu adalah hak Sepro. Kita lihat saja, apakah dengan pengurangan unsur eksyen itu akan membuat sinetron ini tetap sukses atau tidak," kata RM Soenarto. "Kami masih menganggap ini sinetron laga yang kental dengan unsur komedi, ' lanjut Soenarto. 

Jalan Makin Membara II ditayangkan mulai pertengahan Desember 1996 setiap Sabtu pukul 19.30 Wib selama satu jam di SCTV. ~Mf 275/241/XIII/28 Des 96 - 10 Jan 1997

Sunday, April 12, 2026

TIRAI KASIH YANG TERKOYAK, SINETRON MULTI KARAKTER


 TIRAI KASIH YANG TERKOYAK, SINETRON MULTI KARAKTER, Tatkala selamatan suting sinetron Tirai Kasi Yang Terkoyak, produksi Starvision, Ismail Soebardjo sutradaranya, ditanya seorang wartawan apakah 'perkosaan telah menjadi suatu masalah universal sehingga layak diangkat sebagai tema sinetron?

Dalam jawabannya, Ismail Soebardjo memberi suatu ilustrasi. Sepuluh tahun lalu, kita tercengang dan terkesiap mendengar berita-berita perkosaan. Tapi saat ini, tak jarang kita membaca berita koran tentang seorang ayah memperkosa anak kandungnya. Di Bekasi kerap terjadi perkosaan beruntun. Kita juga kerap masih mempersoalkan sebutan 'anak haram' kepada seorang anak yang lahir dari wanita korban perkosaan.

"Sinetron ini justru menggugat melalui gambaran bagaimana nasib wanita korban perkosaan, anak yang lahir dari korban, dan apa latar belakang hal itu bisa terjadi, kata peraih Piala Citra Sutradara Terbaik FFI 1981 itu. 

Ungkapan Ismail bisa diartikan, gambaran itu akan membuat seseorang berpikir lebih jauh untuk melakukan tindak pemerkosaan. Korbannya bukan hanya wanita yang diperkosa tapi juga anak serta masa depan dan lingkngan yang kompleks. Untuk mengantarkan teman ini, dibutuhkan peran-peran dengan berbagai karakter. Skenario yagn ditulis oleh Eddy D Iskandar bersama Ismail Soebardjo ini cukup cerdik menghadirkan karakter-karakter yang menciptakan multikonflik. 

KEMALA (Bella Esperance), seorang pramugari yang siap menikah dengan HARRY (Ponco Buwono), diculik lalu di perkosa DION (Ryan Hidayat) yang dendam karena lamarannya di tolak. Akibat perkosaan itu, juga karena kematian ayahnya yang dibunuh kawan-kawan Dion, Kemala terganggu jiwanya. Perkawinan Harry dengan DIANA (Lia Waroka) bersamaan dengan kelahiran anak hasil perkosaan, membuat jiwa Kemala makin parah. Goncangan jiwanya tak terusik oleh kesetiaan dan pengabdian SATRIA kecil (Alam Putra) , anak yang ia lahirkan itu dalam merawatnya selama di RS jiwa. 

Beruntung ada dr. LEO (ZO Kotten) yang simpatik atas penderitaan Kemala meski ia sendiri harus sering berselisih dengan isterinya. Meski iunya tak menghendaki kelahirannya, Satria tak pernah putus asa merawat Kemala. Bagi Satria (yang setelah dewasa di perankan SULTAN DJORGHI), kebahagiaanya akan tergapai bila ibunya sembuh. 

Pengabdiannya tak pernah surut walau bertemu kembali dengan DEWI (Inneke Koesherawati) anak majikannya semasa kecil, yang kemudian menyatakan cintanya. 

Kendati demikian, ia sangat menghargai hak Dewi yang menolak dijodohkan dengan GERRY (Teguh Julianto), anak KEVIN JONES (Rudy Wowor). Kevin Jones ini tak lain adalah nama samaran Dion, yang buron setelah memperkosa Kemala, dan berarti ayah kandung Satria. 

Satu persoalan menarik ditawarkan sinetron ini, menyangkut perkembangan jiwa Satria dan Gerry yang sebenarnya saudara seayah. Satria yang sempat dipelihara oleh PAK RIDWAN pegawai RS Jiwa yang sangat toleran terhadap penderitaan orang lain, tumbuh menjadi pemuda yagn bertanggungjawab dan peduli terhadap derita orang lain meski dalam dirinya mengalir darah seorang ba jingan seperti Dion alias Kevin Jones. Berbeda dengan Gerry yang sejak kecil berada dalam asuhan ayahnya, lebih senang berfoya-foya dan malas bahkan arogan seperti bapaknya. Kedua karakter ini dipertemukan pada suatu adegan ketika Gerry hendak memperkosa TANTI (Mirelle Sulilatu) anak Harry dan Diana di sebuah hotel, muncul Satria yang bermaksud menolong Tanti. Tampaknya Ismail Soebardjo ingin memberi pesan, karakter dan pribadi seseorang lebih tergantung pada lingkungan ketimbang darah keturunan. 

Casting merupakan suatu hal patut dipujikan dari sinetron ini setidaknya dari sudut persamaan wajah. 

Ryan Hidayat yang memerankan Dion ddan Alam Putra yang memerankan Satria kecil, memiliki kesamaan raut wajah. Demikian juga Anggi yagn memerankan Dewi masa kecil dengan Inneke Koesherawati yang memerankan Dewi dimasa dewasa. Semula, Satria dewasa akan diperankan oleh Ryan Hidayat juga. Namun berhubung Ryan meninggal setelah suting beberapa episode, peran itu diberikan pada Sultan Djorghi. Memang ada garis kemiripan tapi perbedaannya pun sangat kentara pula. 

Namun , agaknya, Ismail Soebardjo memiliki beberapa alasan mengenai pemilihan Sultan Djorghi untuk menggantikan Ryan Hidayat. Sultan Djorghi adalah bintang baru, yang belum banyak dikenal sebagai pemain sinetron dan belum memberi image tertentu pada publik penonton. Sebelum madin dalam Tirai Kasih Yang Terkoyak, ia hanya main dalam sinetron diantaranya Keluargaku Sorgaku produksi Starvision ~MF 285/252/XIII/17-30 Mei 1997

Thursday, April 9, 2026

SI MANIS JEMBATAN ANCOL, PERGANTIAN PEMAIN DIAH PERMATASARI DENGAN POPPY FARIDA

 


SI MANIS JEMBATAN ANCOL, PERGANTIAN PEMAIN DIAH PERMATASARI DENGAN POPPY FARIDA (Kisah Lawas). Ketika Diah Permatasari teken kontrak, sudah pasti ia siap menjadi si Manis buat sinetron Si Manis Jembatan Ancol. Dalam kontrak, Diah harus berlakon sebanyak 6 episode. Atok Suharto yang dipercayakan Creativision Visual Arts Production begitu bersemangat untuk menyutradarai, karena ia yakin Diah benar pas melakoni tema horor buat tayangan RCTI. 

Begitu gebrakan pertama penayangan Si Manis Jembatan Ancol, kontan mendapat sambutan . Sebab sinetron seri yang diangkat dari legenda masyarakat Jakarta ini memiliki keunikan tersendiri. 

Seyogyanya penayangan si Manis pada akhir tahun 1992, karen apembuatannya baru 3 episode, pihak RCTI belum memberi jam siaran. Di akhir tahun 1992, Si Manis Jembatan Ancol opname kembali, tapi begitu suting akan dimulai, tiba-tiba Diah Permatasari membuat 'sentakan'. Ia tidak bersedia melanjutkan lakonnya sebagai Si Manis. Alasannya, akan bersekolah ke Amerika pada akhir tahun 1992. Atok Suharto langsung mencak-mencak. Bagaimana tidak, semua yang sudah direncanakan jadi berantakan. 

Seharusnya, Diah Permatasari harus berlakon dalam episode ke 4 (Rahasia Malam Pengantin), ke 5 (Terjerat Karma), dan ke 6 (Tragedi Di Balik Warisan). Suting sempat ditunda karena kasus Diah belum tuntas. Setelah dibujuk-bujuk akhirnya Diah mau juga berlakon kembali dalam episode ke 4, itu pun hanya beberapa scene. 

"Untung dia masih mau, jadi kita bisa pasang akal. Sebelum Diah Permatasari keluar dari Si manis Jembatan Ancol kita sudah cari gantinya, " ujar Atok Suharto. Diah Permatasari digantikan oleh Poppy Farida, artis pendatang baru yagn tak kalah sensualnya.

"Caranya, sebelum digantikan kita buat scene dimana wajah Diah berubah menjadi wajahnya Poppy Farida. Secara total, Diah Permatasari hanya berlakon dalam tiga episode, sedangkan episode empat keatas Si Manis dilakoni oleh Poppy Farida. 

"Dalam kontraknya Diah bersedia main dalam enam episode, tapi karena katanya mau sekolah selama enam bulan di Amerika, ya kita tidak bisa memaksanya. Dan kami pun tidak mau ribut-ribut," kata Herry Topan selaku produser. 

Anehnya, pada medio Januari 1993 Diah masih berada di Jakarta. Tapi, biah Creativision Visual Arts Production tidak mempermasalahkannya. "Saya berangkat ke Amerika dalam beberapa hari ini," ujar Diah Permatasari. Sumber lain mengatakan, bahwa Diah sempat pula bersedia di potret oleh sebuah majalah remaja wanita. 

Sementara isyu lain mengatakan, Diah Permatasari bersedia kembali jadi Si Manis, tatkala melihat sukses sinetron komedi horor Si Manis Jembatan Ancol, ketika ditayangkan di layar RCTI, awal Januari 1993. "Tapi Si Manis sudah terlanjur diberikan kepada Poppy Farida, " kata sebuah sumber. 

Apa sesungguhnya yang kau inginkan Diah? Kalimat seperti itu setidaknya akan melintas di benak setiap pembaca berita tentang perilaku Diah Permatasari yang kurang simpatik. Tidak hanya terhadap kalangan pers, film, relasi tapi juga kawan-kawannya yang tahu persis bagaimana karakter Diah senenarnya. ~ selengkapnya dapat di baca di MF No. 171/138/Th.IV, 23 Jan - 5 Feb 1993 dengan judul artikel Diah Permatasari Kuntilanak Ancol yang Ingkar Janji

Monday, October 13, 2025

ABHIE CANCER, PEMERAN WIRO SABLENG PENGGANTI KEN KEN


ABHIE CANCER, PEMERAN WIRO SABLENG PENGGANTI KEN KEN

Serial Wiro Sableng part II yang di bintangi Abhie Cancer menggantikan Ken Sukendro alias Ken-ken. Abhie mengaku telah berupaya keras untuk menyatukan roh Wiro Sableng ke dalam dirinya agar bisa merubah imej masyarakat tentang sosok Wiro yang semula melekat pada Ken Ken berganti pada Abhie. 

Pria kelahiran Jakarta, 7 Juli 1972 menggantikan posisi Ken Ken bukan persoalan mudah, karena masyarakat sudah sempat mengenal Ken Ken sebagai Wiro Sableng. Untuk itu, Abhie mengaku berupaya maksimal bermain lebih baik dengan menuruti semua anjural Ackyl Anwari selaku sutradara dan Suyitno sebagai penata kelahi. "Jika ada yang bilang akting saya kurang cepat menyatu dengan karakter Wiro, saya terima saja. Itu sebagai cambuk bagi saya untuk bermain lebih maksimal lagi," kata Abhie. 

Sebelum menjadi tokoh Wiro Abhie sudah banyak bermain di sinetron laga lainnya, seperti Kaca Benggala sebagai sahabat Mondosiyo dan Jalan Makin Membara menggantikan peran Ari Sihasale. Dia juga ikut main sinetron Jampang tayangan ANTeve. "Saya memang ingin khusus jenis eksyen saja, karena saya merasa disitulah kemampuan saya, " ujar pemegan DAN II Tae Kwon Do yang sempat mengikuti beberapa kali turnamen . Bahkan dia pernah meraih medali emas di Pra PON XIII . Namun menurutnya sekarang sudah tidak aktif lagi mengikuti kejuaraan, karena kesibukan suting, " jadi atlet itu tidak gampang, harus banyak latihan keras. Saya sudah menjadi orang film yang juga menuntut banyak waktu di lokasi. Tapi saya masih latihan bahkan saya ingin punya Dojo sendiri, tutur pengagum bintang laga Van Damme ini. 

Dengan postur tinggi 180 cm dan berat 74 kg, Abhie sudah mantap menetapkan dunia sinetron sebagai karir utamanya. Padahal sebelum itu, dia ingin masuk AKABRI. "Cita-cita saya untuk jadi Perwira ABRI hanya bertahan ketika masih SMA. Tamat SMA saya justru kuliah. Tapi kuliah pun tersendat sendat karena sibuk suting, " kata anak ke tiga dari empat bersaudara pasangan Rudy Malian dan Tridamilani (Jawa - Palembang).

Sejak membintangi serial Wiro Sableng Abhie mengaku banyak mendapat tawaran dari beberapa rumah produksi. Padahal sebelumnya Abhie mengaku selalu kesulitan untuk mendapatkan peran utama. "Tapi sekarang asal ada ajakanmain sinetron, selalu ditawarkan peran utama. Sayang untuk sementara saya nggak bisa karena sedang konsen di serial Wiro Sableng, " cerita penyukan nasi goreng kambing ini. 

Abhie di kontrak Herry Topan Intercine sebanyak 26 episode. Saat berita ini di turunkan sudah selesai 16 episode. Sisanya menurut Ackyl Anwari akan di selesaikan akhir Agustus 1997. Aapakah akan si perpanjang atau tidak. Tapi kalau tidak, saya akan main di sinetron laga lainnya. Saat ini sudah ada beberapa sinetron rumah produksi yang ingin merekrut saya, " aku Abhie. 

Dalam menokohkan sosok Wiro, Abhie sebelumnya banyak berkomunikasi dengan Suyitno (Penata kelahi aliran silat ketoprak) dan sutradara Ackyl Anwari, mengingat jarak waktu yang diberikan sangat singkat, dimana ketika Abhie di gaet untuk menggantikan Ken Ken, hanya di beri waktu beberapa hari untuk memahami skenario yang di buat Bastian Tito "Karena memang harus langsung suting. Saya juga sempat kaget, " cerita Abhie yang juga pernah belajar silat selama dua tahun. " Saya bilang sama mas Yitno, bahwa gerakan tangan saya lebih cenderung ke gerakan silat, sedangkan tendangan kaki saya lebih cenderung ke gerakan Tae Kwon Do. Antara saya dan mas Yitno sudah saling memahami. Salah satu lokasi suting Wiro Sableng adalah di daerah Jati Luruh Purwakarta Jawa Barat. 

Menurut Abhie, kemahiran dalam ilmu Tae Kwon Do terhadap peran di Wiro Sableng cukup membantu meski jurus-jurus yang di tata oleh Mas Yitno terasa agak aneh. Tapi yang jelas banyak menggunakan jurus-jurus silat. Kalau di teliti, banyak perbedaan gerakan-gerakan Wiro dahulu dengan yang diperankan Abhie. Kalau dulu tampak murni gerakan silat, sedangkan sekarang di warnai dengan tendangan-tendangan panjang jurus Tae Kwon Do. 

Hal kecil yang dialami Abhie saat suting adalah kecelakaan-kecelakaan kecil seperti jatuh dari tali sling ketika meluncur dan tali slingnya putus, atau ketika adegan fight terkena pukulan keras. Tapi hal ini sudah biasa karena sebelumnya sering ikut turnamen Tae Kwon Do. 

Abhie memiliki kenangan berkesan ketika bertemu bule memanggil-manggil nama Wiro ketika ia jalan-jalan. Dia ngajak kenalan. Saat itu saya sempat bengong, karena nggak nyangka ada orang bule yang suka nonton Wiro Sableng.


~ sumber : MF 

Tuesday, October 3, 2023

SINETRON "NOKTAH MERAH PERKAWINAN" DRAMA RUMAH TANGGA DI LAYAR KACA

Iklan Noktah Merah Perkawinan 

"Noktah merah perkawinan telah menghancurkan mahligai cinta dan juga buah hati kita..............

Masih ingat penggalan bait diatas? sebuah lagu soundtrack dari Sinetron Noktah merah Perkawinan. Sinetron yang tayang di salah satu stasiun Swasta Indosiar di tahun 1996an?. Noktah merah perkawinan cukup melekat di hati penonton karena jalan ceritanya yang cukup realistis dengan konflik keluarga yang di bangun. Kata-kata “Kepala Rumah tangganya aja yang gak becus” atau “puas mas tampar saya?, tampar lagi, tampar….!” Adalah kata-kata yang diingat oleh pemirsa karena berada dalam opening sinetron ini.



Noktah merah perkawinan tayang di Indosiar setiap senin sd Jumat setiap jam 18.00, merupakan salah satu sinetron yang selalu di tunggu-tunggu oleh pemirsanya. Betapa tidak, sinetron ini mampu menghipnotis dengan gaya dan konflik keluarga. Ada campur tangan dari mertua yang ikut memperkeruh suasana.  Noktah Merah Perkawinan dibintangi oleh Priambodo atau biasa dipanggil mas Pri (Cok Simbara), Ambar (Ayu Azhari) istrinya dan juga Bagas (Perdana Batang Taris) dan Ayu (Niken Ayu) yang memerankan sebagai anak Pri dan Ambar. Selain itu juga hadir Teddy Syah sebagai Pupung adik dari Ambar, kemudian ada Dina Lorenza sebagai pacar Pupung.  Sinetron ini dibintangi oleh Mien Brodjo yang berperan sebagai pembantu di rumah Ambar dan juga Yulinar (Berliana Febrianti) sebagai anaknya. Mang Udel atau Drs. Poernomo juga berperan sebagai ayah dari Ambar sedangkan sebagai ibunya Essy H Sebo.

Sinetron bertabur bintang yang juga di dukung oleh Hengky Tornando, Fendy Sukowati, Ajeng Triani Sardi, Kiki Fatmala, Alba Fuad, Abizar, Mang Diman, Dian Anggraini, Indah Gita Cahyani, Robert syarief, Arswendy dll.


Bagi yang pernah menyaksikan sinetron ini tentu masih ingat bagaimana konflik di bangun tanpa intrik-intrik ‘menjijikan’ seperti sekarang ini.  Dalam Rumah tangga tersebut Ambar dan Pri seringkali cekcok, apalagi kehadiran Pupung adik Ambar yang tinggal di keluarga tersebut turut menambah permasalahan keluarga tersebut. Belum lagi hasutan mertua Mas Pri yang turut memperkeruh konflik antara Ambar dan Priambodo. Pekerjaan sampingan Ambar sebagai foto model juga turut menambah permasalahan keluarga. Percekcokan demi percekcokan pun terjadi. Akhirnya Ambar dan Priambodo pun bercerai, tentu saja yang menjadi korban adalah anak-anaknya, Bagas dan Ayu.

Iklan Noktah Merah Perkawinan 2

Pasca perceraian, untuk menggantikan peran Ambar, Priambodo menikahi Yulinar, namun sayangnya meski anak-anak sudah mengenal Yulinar, namun ia tidak menerima kalau Yulinar sebagai mamanya. Konflik antara anak tiri dan Ibu tiri yang terjadi berulang, meski Yulinar selalu sabar.


Uniknya lagi, sinetron ini, meski Ambar dan Priambodo sudah bercerai, namun sejatinya mereka masih saling mencintai satu sama lain. Perceraian bukanlah dikarenakan sudah tidak mencintai lagi, namun karena keadaanlah yang mengharuskan mereka bercerai. Sehingga meskipun bercerai, Ambar kerapkali datang dan kadang-kadang turut campur dalam pendidikan anak-anaknya, Ambar sering menyalahkan Yulinar kalau ia tidak becus mengurus anak-anaknya, seolah-olah Ambar ingin mendapatkan simpati kembali dari Priambodo, disisi lain Priambodo juga tidak bisa bersikap tegas. Yulinar selalu merasa kalah duluan dari Ambar..

Kalau kita perhatikan, soundtrack yang dibuat untuk sinetron ini juga mampu membius pemirsanya, dengan lirik-lirik yang memang sengaja dibuat khusus untuk sinetron tersebut, bukan karena lagu yang sudah jadi lantas dijadikan soundtrack.  Noktah Merah perkawinan hadir ketika sinetron-sinetron di TV swasta sedang mulai booming , namun dengan cerita yang belum membosankan seperti sekarang ini memang layak untuk di kenang dan di ingat. Ayo… tampar lagi mas….. tampar…….!!

Noktah Merah Perkawinan di buat hingga 3 session. Cukup panjang namun Session 1 masih terbaik sih. 
VCD Noktah Merah Perkawinan


lirik lengkap noktah merah perkawinan itu :

Ada noda dalam hidupku
Melukai relung hatiku
Telah aku ingkari buah hati sendiri
Ku tak tahu lagi
Semuanya telanjur terjadi
Semuanya tak bisa kuhindari lagi

Dulu cinta kupersembahkan
Untukmu sampai akhir zaman
Tapi kau telah ingkar
Semua jadi pudar
Cinta kita hancur
Tinggal puing terpendam terkubur
Dalam hati yang kini telah hancur
Karena...

Noktah merah perkawinan
Telah menghancurkan mahligai cinta
Dan juga buah hati kita

Kini hanya bisa menangis sendiri
Hanya bisa bercanda dalam sepi
Berat hati kita terdiam di sini
Hanya bisa bercanda dalam mimpi

Selamat Bernostalgia!

Berikut Screencapt dari Noktah Merah Perkawinan , semoga dapat mengobati rasa rindu yah.



Jeda Noktah Merah Perkawinan

Adegan saat mau di tampar

Ayu Azhari

Cok Simbara

Berliana Febriyanti

Niken Ayu

Perdana Batangtaris

Dina Lorenza

Mien Brodjo


Teddy Syah

Tuesday, February 19, 2019

MENGENANG KEJAYAAN SINETRON TAHUN 90an Bagian 1

Vonis Kepagian : Sinetron Drama Lepas Terbaik FSI 1996
Sinetron atau Sinema Elektronika merupakan program yang tayang di televisi, dan biasanya ditayangkan secara bersambung meski ada juga sinetron lepas yang sekali tayang seperti pada awal kemunculannya, di TVRI pernah di tayangkan sepekan Sinetron yang kesemuanya adalah sinetron lepas yang di tayangkan sekali tayang tamat. Sinetron mulai menggeliat di tahun 90an ketika RCTI berdiri tahun 1989 kemudian di susul stasiun tivi swasta lainnya seperti SCTV,  ANTV, TPI dan Indosiar yang merupakan stasiun stasiun TV swasta Indonesia yang boleh di bilang sebagai stasiun TV swasta yang muncul di tahun 90an. Sepinya perfilman Indonesia pada tahun 90an ditandai dengan FFI terakhir tahun 1992 sebelum akhirnya tidak ada penghargaan Film Indonesia lagi melalui FFI dan kemudian hidup kembali pada tahun 2004. Melihat kondisi perfilman yang lesu dan di dominasi oleh film-film bertema esek esek dan melihat peluang di TV swasta maka mulai menjamur sinetron-sinetron yang di produksi untuk kalangan TV swasta.

Tahun 90an banyak sekali sinetron-sinetron yang tayang di TV swasta dengan waktu tayang rata-rata 1 minggu sekali meskipun ada juga yang tayang dari senin hingga jumat pada jam tertentu. Pada tahun 90an boleh di bilang merupakan puncak terbaiknya sinetron-sinetron Indonesia dengan jalan cerita dan tema yang berbeda namun menghadirkan akting-akting bintang-bintang topnya. Daya tarik dari sinetron 90an adalah pemerannya yang kebanyakan merupakan aktor maupun aktris film meskipun ada juga yang memang di besarkan dari sinetron, namun aktingnya jagoan dan total. Sebut saja nama-nama seperti Roy Marten, Rudy Salam, Robby Sugara, Yati Octavia, Ayu Azhari, Cok SImbara, Bella Esperance Lee, Desy Ratnasari, kemudian bintang-bintang muda seperti Tamara Blezinsky, Anjasmara, Adipura, Dina Lorenza, Adam Jordan, Novia Ardana, Raslina Rasyidin, dan masih banyak lagi, juga sosok-sosok keibuan seperti Cintya Maramis, Angel Ibrahim turut mewarnai persinetronan Indonesia.  Banyak sekali bintang-bintang sinetron yang memang sangat bagus aktingnya. Bahkan Christine Hakim pun akhirnya bermain dalam sebuah sinetron Bukan Perempuan Biasa, selain juga aktor Sophan Sophian dan Widyawati turut meramaikan sinetron kala itu.

Sinetron drama dan juga laga merupakan sinetron yang di produksi kala itu. Sebut saja Mutiara Cinta, Tirai Kasih Yang Terkoyak, Tirai Cinta, Serenada Biru, Anak Menteng, Bella Vista, Sangrilla, Noktah Merah Perkawinan, Tersanjung, Simphony Dua Hati, Untukmu Segalanya, Bidadari yang terluka, Saat memberi saat menerima, di sinetron laga ada Singgasana Brama Kumbara, Kaca Benggala, Perawan Lembah Wilis, Naga Sasra Sabuk Inten, sementara komedi hantu-hantuan ada Si manis Jembatan Ancol, Mariam Si Manis Jembatan Ancol, Moody Juragan Kost,  Hantu Sok usil. Bahkan ada sinetron yang hingga saat ini masih di tayang ulang yaitu Si Doel Anak Sekolahan, juga merupakan sinetron tahun 90an pada awalnya. Di samping itu juga ada sinetron sinetron lepas yang sekali tayang tamat.  Kalau di TPI kita mengenal Balada Dangdut, sinetron lepas yang tayang sesuai dengan tema lagu yang di jadikan soundtracknya, kemudian di ANTV ada sinetron lepas seperti Vonis Kepagian, Si Luet, Norma, Suami kesepian dan lain-lain. Lantas sinetron apa saja sih yang melekat di hati pembaca? Banyak Banget kan yang tidak saya sebutkan?

Kejayaan sinetron dapat di buktikan dengan adanya penghargaan dalam dunia sinetron melalui Festival Sinetron Indonesia (FSI) yang di beri nama Piala Vidia, berbeda dengan Festival Film Indonesia Pialanya namanya Piala Citra. Pada awal penghargaan, peraih Piala Vidia tentu merupakan aktor dan aktris serta dengan sinetron yang memang benar-benar bagus. Fetival Sinetron Indonesia di gelar pertama kali pada tahun 1994 di JCC. Berikut adalah daftar sinetron Terbaik FSI sebagaimana di kutip dari Wikipedia.

1. FSI 1994 Sinetron Terbaik - Salah Asuhan
2. FSI 1995 Sinetron Terbaik - Menghitung Hari
3. FSI 1996 Sinetron Terbaik - Vonis Kepagian
4. FSI 1997 Sinetron Terbaik - Sepanjang Jalan Kenangan
5. FSI 1998 Sinetron Terbaik - Mencari Pelangi

Setelah 1998 praktis FSI sudah tidak di gelar lagi.


Yuk kita nostalgia dengan beberapa sinetron berikut ini.
VCD Sinetron Mutiara Cinta

1. Mutiara Cinta (Pernah Rilis VCDnya)

Mutiara Cinta Tayang di RCTI pada tahun 1995 hingga 1996 di bintangi oleh drg Fadly, Ira Wibowo, Anjasmara, Rudi Wowor, Yati Octavia, Adji Massaid, Dina Lorenza, Cindy Fatikasari

Sinetron Mutiara Cinta Tayang di RCTI bercerita tentang  ketabahan, kesetiaan dan pengorbanan seorang wanita berhati emas. Rima, wanita berhati emas itu, tengah hamil muda ketika diculik Handoyo. Handoyo adalah musuh besar Rahmat, suami Rima. Kehamilan Rima yang sudah lama ditunggu-tunggu itu belum diketahui suaminya ketika penculikan terjadi.
Sebulan kemudian, setelah bebas dari Handoyo, Rima mencoba kembali kepada suaminya. Tetapi usahanya sia-sia karena Rahmat telah menikah dengan Vera, atas anjuran Tami, adik Rahmat, yang memang sejak mula tak menyetujui pernikahan Rahmat dengan Rima karena perbedaan status sosial. Bahkan Tami juga yang terus-menerus memfitnah Rima dan meracuni hati abangnya agar percaya bahwa Rima telah lari dengan laki-laki lain, bukan diculik.

Selanjutnya Rima berupaya menghidupi dirinya dengan bekerja di sebuah perusahaan. Ketika Rima melahirkan, Rima menghadapi kesulitan keuangan. Dengan berat hati Rima terpaksa meminta bantuan Handoyo, musuh mantan suaminya. Hutang itu terus bertambah ketika Arry, anaknya itu, sakit dan harus dioperasi. Pinjaman uang dari Handoyo dicicilnya bertahun-tahun, tanpa mau tunduk pada kemauan Handoyo yang mau menikahinya.

Kisah berlanjut dengan beragam konflik. Percintaan Arry dengan Monika, persaingan Arry dan Romi yang bersepupu, penyelewengan Vera dengan Surya, keterlibatan Siska dengan narkotika, balas dendam Romi atas kematian Siska dan sebagainya.
Pada akhirnya, Rahmat sadar bahwa dia telah menjadi korban keculasan Tami dan Vera. Dia menyadari bahwa Rima tidak bersalah dan Arry memang anaknya, dia telah menyia-nyiakan istrinya yang setia dan berhati mulia. Tapi usaha untuk kembali pada Rima, ternyata tidak mudah. Arry tak mau menerimanya, bahkan membencinya. Siska, anaknya dari Vera, mencoba menghalanginya dibantu oleh Romi.

Cerita menjadi semakin mencekam ketika serangkaian tindak kekerasan terjadi beruntun. Siska yang berusaha melepaskan diri dari pengaruh narkotika, menjadi korban kekejaman Freddy - anak Handoyo. Romi menuntut balas dengan membunuh Freddy, tetapi akibatnya dia harus mendekam di penjara. Handoyo balik balas dendam, dan memperalat Surya - kekasih gelap Vera - untuk membunuh Romi.

Kekerasan demi kekerasan, intrik-intrik, persekongkolan dan pembalasan dendam semakin memuncak. Namun, akhirnya, kejahatan selalu mendapat balasan yang setimpal. Tami, Vera, Handoyo, Romi dan Surya satu per satu menjadi korban, sedangkan Rima, Rahmat dan Arry kembali sebagai keluarga yang utuh, dilengkapi dengan Monika kekasih Arry

VCD Tirai Kasih yang terkoyak dan Mutiara Cinta
2. Tirai kasih Yang Terkoyak (Pernah Rilis VCDnya)

Tirai Kasih Yang Terkoyak tayang di  RCTI tahun 1997 dengan di bintangi oleh Bella esperance, Sultan Djorgi, Rudi Wowor, Teguh Julianto, Inneke Koesherawati, Anjasmara, Asrul Zulmi, dll,

Sinetron ini diawali dengan cerita  Kemala, seorang pramugari yang hidupnya hancur lebur dan masuk rumah sakit jiwa yang dikelola Dokter Leo setelah diperkosa oleh Dion. Dion sendiri merupakan preman yang sering berkeliaran di jalanan menuju rumah Kemala. Setiap harinya, Dion menghabiskan waktu di tempat remang-remang bersama Om Kusno yang pertemuannya diawali dari Om Kusno yang sering berhutang belasan botol bir yang diminumnya. Karier serta cita-citanya yang ingin menikah dengan seorang pengusaha bernama Harry, sirna. Diperparah dengan Kemala yang hamil anak dari Dion, yang diketahui buron setelah polisi menangkapnya pascakasus pemerkosaan itu.

Satria, nama anak Kemala dari hubungan gelapnya dengan Dion, justru tumbuh menjadi anak yang pemberani namun hormat kepada ibunya. Meski banyak rintangan, namun Satria tidak pernah menyerah dan rela berkorban. Satria, ketika saat masih bayi, diasuh oleh seorang petugas Rumah Sakit Jiwa tempat Kemala dirawat. Petugas itu bernama Pak Ridwan yang juga pernah dirawat disana, dan beliau mengabdi hingga akhir hayatnya. Pak Ridwan juga yang memberi nama Satria. Selama dalam asuhan Pak Ridwan, Satria tinggal bersamanya. Setelah Pak Ridwan meninggal, Satria kemudian diasuh oleh Bu Titik dan anaknya, Ningsih. Dengan asuhan Pak Ridwan yang bijak, Satria juga tumbuh menjadi anak yang baik. Satria kemudian dibiayai kuliah dan jenjang kariernya oleh Heru, adik dari Harry, yang merupakan mantan kekasih Kemala, sebagai penebus kesalahan terhadap Kemala yang hancur secara psikologis. Sebelumnya, Satria sewaktu kecil bekerja pada seorang Pengusaha bernama Pak Yacob. Dewi yang merupakan anak dari Pak Yacob, sangat perduli terhadap Satria.

Tumbuh dewasa, Satria tinggal di rumah Pak Ridwan, setelah rumah yang dikontrakannya untuk membiayai ibunya selama dirawat di rumah sakit telah selesai. Secara tidak sengaja, Satria kembali bertemu dengan Dewi disaat ia menjadi korban pencopetan. Meski menaruh hati kepada Satria, Dewi justru dijodohkan oleh ayahnya, dengan Gerry yang merupakan anak angkat Kevin Jones. Ini dilakukan sebagai jalinan mitra bisnis antara Pak Yacob dan Kevin Jones, dimana Pak Yacob bersama Peter, asisten pribadi Yacob, menandatangani kerjasama kontrak dengan Kevin Jones.
Belum usai disitu. Dion kembali muncul, dengan nama Kevin Jones. Kevin Jones merupakan nama baru setelah wajah dan pita suaranya dioperasi untuk menyamarkan hasil kejahatannya. Ia memiliki anak angkat bernama Gerry, dengan watak dan sifat yang sama seperti Dion masih muda. Gerry sendiri pernah melakukan percobaan pemerkosaan terhadap Tanti, anak dari Harry, yang merupakan mantan kekasih Kemala

Noktah merah Perkawinan
3. Noktah Merah Perkawinan

Sinetron Noktah Merah Perkawinan Tayang sekitar tahun 1996 dan berlanjut hingga session 3. Sinetron ini Tayang di Indosiar. Sinetron ini pada awalnya dibintangi oleh Ayu Azhari, Cok Simbara, Perdana Batangtaris, Niken Ayu, Dina Lorenza, Abizar, Teddy Syah, Mien Brodjo, Mang Udel, Hengky Tornando, Kiki Fatmala, Berliana Febrianti dll

Sinetron ini bercerita tentang 
Rumah tangga Priambodo (Cok Simbara) dan Ambarwati (Ayu Azhari) guncang akibat campur tangan orang luar. Terutama Pupung (Teddy Syah) dan Ny. Sugondo, adik dan ibu Ambar yang suka merongrong keuangan keluarga mereka. Sebetulnya tidak masalah, seandainya perusahaan Priambodo tidak mengalami kemunduran.
Kesulitan keuangan membuat Ambar memutuskan bekerja lagi jadi model, profesi yang ditinggalkannya setelah menikah. Keputusan itu ditentang oleh suaminya dengan alasan anak-anak mereka, Bagas (Perdana Batangtaris) dan Ayu (Niken Ayu). Konflik antara Priambodo dan Ambar tidak akan meruncing kalau saja ibu-ibu mereka tidak ikut campur. Sayang, kedua ibu terlalu terlibat, sehingga perkawinan Priambodo dan Ambar kandas.
Priambodo kemudian menikah lagi dengan Yulinar (Berliana Febrianti). Namun Priambodo dan Ambar masih saling mencintai. Mereka berpisah karena situasi, bukan lantaran tak cinta lagi. Priambodo, Ambar, dan Yulinar, karakter dengan kekhasan masing-masing. Ambar digambarkan sebagai perempuan tegas dan tak mau mengalah. Priambodo pria yang tidak tegas. Sifat itulah yang menjadi biang keladi konflik sinetron ini. Sedang Yulinar tipe perempuan yang nrimo tapi dalam hati tak bisa menerima suaminya masih cinta pada mantan istrinya.

Tersanjung
4. Tersanjung

Sinetron Tersanjung Tayang Pertama di Indosiar pada Tahun 1998 dengan dibintangi oleh Lulu Tobing, Ari Wibowo, Yati Octavia, Anwar Fuadi, Reynold Surbakti dan sederetan bintang beken lainnya.  Sinetron tersanjung di buat bersession session sampai gonta ganti pemain hehe udah kayak teleee novelaa banget hehe. ceritanya gak habis habis namun saya sih tetap suka sama sssion pertama yang dibintangi lulu Tobing.

Tersanjung bercerita tentang Indah seorang gadis yatim piatu yang dibesarkan oleh keluarga Kadir, pamannya. Indah bekerja di usaha percetakan membantu pamannya. Suatu hari Indah berkenalan dengan Boby yang merupakan salah seorang pelanggan. Lambat laun dari perkenalan itu tumbuh ketertarikan antara Indah dan Boby. Indah yang masih lugu terbuai oleh rayuan Boby hingga akhirnya dia hamil. Retno, istri Kadir yang mengetahui Indah hamil kemudian mengusirnya. Kadir dan Ratih putrinya sudah berusaha mencegah namun tidak berhasil.

Berbagai intrik dibuat agar penonton gemas.


Doaku Harapanku
5. Doaku Harapanku

Sinetron Doaku Harapanku boleh di bilang sebagai sinetron religi yang pertama yang di tayangkan setiap bulan puasa sebelum diikuti sinetron-sinetron lain sebagai sinetron Ramadhan. Doaku Harapanku di bintangi oleh Krisdayanti, Leily Sagita, Dicky Wahyudi, Sinetron ini Tayang di RCTI.

Sinetron ini bercerita tentang Anisa (Krisdayanti) Anisa memiliki suami bernama Andika (Dicky Wahyudi) yang sangat mencintainya. Sebaliknya, ibu tiri Andika, Lela (Leily Sagita), justru membenci dan memusuhi Anisa. Ia takut Anisa akan mengambil seluruh harta kekayaan Andika. Penderitaan Anisa memuncak ketika Andika mengalami kecelakaan dan dikira meninggal dunia. Ternyata, Andika masih hidup, namun mengalami amnesia atau hilang ingatan.

Tentu saja intrik dalam sinetron ini dibuat agar emosi penonton terbangun, Leily Sagita sangat pas memerankan tokoh antagonis di sinetron ini.


Bagaimana dengan sinetron lain? Next......... bersambung ke Bagian 2yaa