Thursday, May 7, 2026

BUKAN PEREMPUAN BIASA, SINETRON PERDANA CHRISTINE HAKIM


BUKAN PEREMPUAN BIASA, SINETRON PERDANA CHRISTINE HAKIM, (Kisah Lawas). Christine Hakim main sinetron, ini sudah jadi pemberitaan. Raam Punjabi, produser Multivision Plus, berhasil menarik aktris nomor satu dalam perfilman nasional itu, untuk memperkuat kubunya. Adalah Jajang C Noer yang berhasil membujuk Christine Hakim untuk bermain dalam karya penyutradaraannya yang pertama ini. 

BUKAN PEREMPUAN BIASA memang menjanjikan sebagai miniseri (terdiri dari 10 episode) yang berbobot lebih dari produksi Multi sebelumnya. Bukan cuma karena pemeran utamanya Christine dan suradaranya Jajang, tapi juga karena cerita-skenarionya merupaka warisan dari almarhum Arifin C Noer, yang bagian klimaksnya ditambal sulam oleh Arswendo Atmowiloto (karena skenario asli tulisan Arifin baru mencapai tujuh episode). Disamping itu sinetron inipun di dukung oleh pemain yang sudah tidak asing lagi seperti : Desy Ratnasari, Donny Damara, El Manik, Pangki Suwito, Remy Silado, Eeng Saptahadi, Anwar Fuady, Arswendi Nasution, serta bintang muda Ari Sihasale, Hans Wanaghi dan Marini Zumarnis. 

Sutingnya hampir keseluruhannya berlokasi di desa diluar kota Solo, Jawa Tengah. Editor Karsono Hadi menyuntingnya, sinetron ini ditayangkan di RCTI pada medio bulan Mei 1997.

Ceritanya sebagai berikut. 

Menul (Christine Hakim) perempuan desa yang menolak kehendak ayahnya untuk menikah dengan seorang lelaki tua, minggat dari rumahnya. Malang, ia diperkosa oleh lima pemuda mabuk. Akibatnya berkepanjangan, karena ia hamil tanpa jelas siapa yang menghamilinya. 

Dua puluh lima tahun kemudian, Menul telah menjadi perempuan paro baya yang berprofesi sebagai tukang pijat tradisional. Ia cuma hidup bersama putrinya, Sri (Desy Ratnasari) yang baru menamatkan kuliahnya di Fakultas Hukum. 

Mendadak Menul yang tinggal dirumah sederhana dipinggiran kota Solo dikirimi kulkas dan teve baru. Menul menolak menerimanya karena tak pernah merasa memesan. Sebaliknya si pengirim, usahawan sukses Pak Bachtiar (El Manik) tak habis mengerti mengapa maksud baiknya ditolak. 

Bachtiar sendiri menemui Menul. Bahkan secara mengejutkan mengajukan lamaran. Tapi menul tak menanggapi , karena kekecewaan hidupnya dimasa silam. 

Dalam pada itu, kegembiraan Sri yang baru di wisuda, pupus demi pcarnya , Soni (Donny Damara), memutuskan hubungan. Pasalnya orangtua Soni mengangap latar belakang Sri sangat tidak jelas. Sri menjadi penasara, ingin mengetaui siapa ayahnya sebenarnya. Demi mmebongkar kamar bunya, Sri menemukan ratusan wesel yagn tak pernah diuangkan, kiriman dari Hamdan (Pangky Suwito). 

Sri ingin mencari Hamdan di Jakarta. Menul mencegahnya, sampai tak tahan menampar wajah Sri. Demi menenangkan Sri yang histeris, Menul mengungkap masa lalunya. 

Gara-gara ayahnya suka berjudi, keluarga Menul dililit hutang pada renternir Sunardi. Untuk melunasi hutangnya, asah Menul (TB Maulana Husni) setuju menikahkan putrinya dengan si lintah darat. Tapi Menul memilih minggat. Ia mencari sahabatnya , Wiwik (Clara Sinta) yang bekerja di kompleks rumah peristirahatan 

Ketika Menul bekerja sebagai pelayan di kompleks inilah, ia di perkosa oleh lima pemuda yang tengahberpesta minuman keras. Dengan menahan sengsara, Menul pulang kerumah oranguanya.Terpaksa menyetujui dinikahkan dengan Sunardi. Namun Sunardi yang kecewa karena Menul sudah tak perawan lagi, segera menceraikannya. 

Terlunta-lunta Menul ang diusir ayahnya, mengembara sendirian. Bekerja sebagai pelayan di restoran kecil, sampai bertemu Wiwik yang mengajaknya menjadi wanita penghibur. Namun Menul tak bisa memaksakan diri berkencan. Menul memilih bunur diri, beruntung muncul pemuda Joko (Arswendi Nasution) yang menolong dan menampungnya di rumah kostnya. Bahkan Joko inilah yang mengurus Menul sampai melahirkan Sri. 

Cerita panjang Menul, menyadarkan Sri betawa menderitanya sang Ibu. Sri mengajak ibunya menyelidiki siapa senenarnya Hamdan. Tiba di stasiun Gambir, mereka disambut Hamdan dan putranya. Burhan (Ari Sihasale). Dirumah ada pula Hanny (Marini Zumarnis) adik Burhan. 

Dalam sebuah kamar, Menu melihat banyak lukisan wajah. Mungkinkah Hamdan salah seorang pemuda yang dulu memperkosanya? Hamdan mengakui, saat peristiwa itu terjadi, memang ia berada disana, tapi ia tak ikut memperkosa. Atas inisiatif Burhan dan Hanny, Hamdan bersama Menul dan Sri merancang rekontruksi untuk membuktikan siapa sebenarnya ayah Sri. 

Lima lelaki diundang untuk reuni ditempat dulu mereka memperkosa Menul. Kelimanya asyik bernostalgia sampai mendadak muncul Sri yang didandani persis Menul dulu. Kelimanya terkesiap dan mulai saling tuduh dengan versi masing-masing. Ada yang berargumentasi kalau dirinya impoten, hingga tak mungkin memperkosa, ada yang berdalih batal melakukannya karena ketakutan melihat Menul sudah pingsan. Lalu siapakah sebenarnya ayah kandung Sri?

Diam-diam Menul sudah menyiapkan sebilah pisau dalam tasnya untuk membalas dendam pada laki-laki yang telah menghancurkan hidupnya dua puluh lima tahun yang lalu. 

Gaya bertuur Jajang yang disesuaikan dengan skenarionya Arifin, terasa tidak biasa dilakukan dalam Sinetron Indonesia. Cenderung mengngatkan pada karya besar Sutradara Empu dari Jepang, Akira Kurosawa , Rashomon (Pemenang PIala Oscar untuk film Asing Terbaik 1950) di mana tokoh-tokoh yang terlibat dalam suatu kasus perampokan pembunuhan, pemerkosaan secara kilas balik mengungkap apa yang terjadi menurut versi masing-masing. 

BUKAN PEREMPUAN BIASA membuktikan Christine Hakim bukan aktris Biasa. Dengan kekuatan aktingnya yang telah jauh lebih matang daripada saat bermain di film Ponirah Terpidana produksi 1983 dengan peran nyaris serupa, ia bisa membuat pemirsa berminat untuk terus menontonnya dari episode perdana sampai tuntas. Lalu mungkin kelak ada Bukan Perempuan Biasa, kedua  atau sinetron lain yang dilakoni Christine Hakim. ~MF284/250/XIII/3-16 Mei 1997

Produksi PT Multivision Plus

Produser : Raam Punjabi

Sutradara : Jajang C Noer, 

Cerita/Skenario : Arifin C Noer

Kamerawan : Winaldha Melalatoa

Penata Artistik : Berty Ibrahim

Editor : Karsono Hadi

Pemain ; Christin Hakim, Desy Ratnasari, Donny Damara, El Manik, Pangky Suwito, Remy Silado, Eeng Saptahadi, Ari Sihasale, Marini Zumarnis, Clara Sintya

No comments:

Post a Comment