Showing posts with label Sinetron. Show all posts
Showing posts with label Sinetron. Show all posts

Wednesday, September 16, 2026

MONA RATULIU, SANG PERAWAT YANG BISU

 


MONA RATULIU, SANG PERAWAT YANG BISU (Berita Lawas). Masih Ingat sinetron yang dibintangi Mona Ratuliu ini? Seorang perawat cantik tengah sibuk mengurus pasien yang terbaring koma.Ia berusaha merawat pasien itu dengan telaten. Matanya menerawang jauh, berharap pasien tersebut sadar. Sang perawat muda itu terus mengawasinya setiap detik. 

Kini ia lega berkat pertolongan Tuha, Si pasien luput dari kematian. Dibalik itu semua, ternyata perawat cantik itu punya kekurangan. Mulutnya tidak bisa berbicara alias bisu. Namun ia sadar itu merupakan kehendak Tuhan. 

Cerita diatas memang bukan merupakan kisah sungguhan. Itu hanya cuplikan kisah sebuah sinetron drama bertajuk "Pelangi Di Matamu" (PDM) . Yang menarik dari sinetron yang ditayangkan setiap Minggu, pukul 20.00 Wib di RCTI itu adalah sosok perawat bisu nan cantik itu. Kemampuan akting si pemain begitu diuji. Bagaimana tidak untuk memerankan tokoh bisu dibutuhkan sebuah observasi yang cukup mendalam. Selain mempelajari bahasa isyarat, dia juga mesti mengikuti sepak terjang para penderita bisu tersebut, yaitu dengan berkunjung ke Sekolah Luar Biasa (SLB). 

Mona Ratuliu yang dipercaya sebagai perawat bisu dan cantik rupawan itu mengakui, dari sekian peran yang dilakoninya selama ini, mulai peran protagonis hingga antagonis, peran paling menantang, ya di PDM. Untuk tampil maksimal memerankan tokoh bisu ia melakukan observasi ke Sekolah Luar Biasa (SLB) yang berada dikawasan Cijantung. Di SLB itu, ia dipandu seorang pengajar SLB tersebut. Mona berusaha mengikuti sepak terjang mereka. 

Langkah pertama yang dilakukan ialah berinteraksi dengan mereka. Sudah barang tentu ia mesti berkomunikasi dengan bahasa Isyarat. Menyimak cerita dan pengalaman mereka. Setelah itu, dengan ditemani, dua orang dari mereka, dia berjalan-jalan di lingkungan sekolah itu. "Ya, dengan observasi itu, aku mendapatkan pengetahuan banyak tentang mereka. Kira-kira sebulan aku jalani ini, tapi tidak setiap hari lho , "Urai perempuan kelahiran 31 Januari 1982 ini. 

Ditambahkan , tadinya dia berpikir , untuk memerankan gadis bisu cukup hanya menggunakan bahasa isyarat. Namun setelah dipikir, ternyata tidaklah cukup dengan bekal itu saja. "Kalau pakai bahasa isyarat saja, mungkin semu aorang bisa. Tetapi bukan itu saja yangdibutuhkan, Ekspresi juga mesti diperhatikan. Makanya, aku melakukan observasi ke SLB,"terang artis yang hobi nonton ini disela-sela suting Pelangi Di Matamu di RS Sentra Medika, Cimanggis - Depok. 

Yang pasti berkat kebolehan aktingnya di PDM namanya kian bersinar. Padahal ia tergolong pendaang baru. Kiprahnya dipersinetronan Indonesia mulai dikenal sejak dia main dalam sinetron "Lupus". Perannya sebagai Poppy begitu mewarnai sepak terjangnya, sehingga namanya pun mulai di perhitungkan. Masyarakat mulai menggemari sosoknya. Alhasil, tawaran untuk main sinetron terus mengalir. 

Senang dong denan kesuksesan ini? "Ya pasti senang dong. Aku nggak nyangka akan seperti sekarang ini. Sebenarnya aku nggak punya cita-cita menjadi orang top. Tapi nyatanya kayak sekarang ini, aku bersyukur pada Tuhan. Ia juga mengaku punya pengalaman menyenangkan saat main sinetron "Pondok Indah".

Ingin merambah bidang lain, nyanyi misalnya? Pengagum Brad Pitt ini kembali bertutur dirinya masih ingin mematangkan dan konssentrasi dulu di sinetron. Dia ingin terus mendalami  dun370/XVia akting. "Memang aku dulu pernah ikutan perkumpulan nyanyi. Tapi kayaknya aku kurang serius menekuninya. Maka kuputuskan untuk berhenti nyanyi, ~MF No. 404/370/XVII, 7-21 Desember 2001

Saturday, September 12, 2026

JEREMY THOMAS, INGIN MAIN LAGI DENGAN TAMARA


 JEREMY THOMAS, INGIN MAIN BARENG TAMARA (Berita lawas). Popularitas tentu saja sudah diraihnya. Bahkan dampaknya juga sudah dirasakan yang istri tercintanya Ina Indayanti. Karena bisa tampil bareng disebuak iklan sabun cuci dan jadi presenter Love & Life di Metro TV. 

Berikut petikan wawancara dengan Jeremy Thomas yang dimuat di Majalah Film no. ~MF 404/370/XVII, 7-21 Desember 2001

T : Sengaja Istri diajak tampil?

J : Ya, terutama di acara Love & Life memang saya yang mengajak untuk tampil bersama. 

T : Tidak merasa tersaingi?

J : Nggaklah!

T : Diijinkan istri main sinetron lagi?

J : Saya membolehkannya tapi dia yang nggak mau, karena dia sadar kalau harus main sinetron juga siapa yang menjaga anak-anak kami. 

T : Apakah kedua anakmu, Valeria Thomas dan Matthew Thomas akan digirin jadi artis?

J : Saya tidak akan menggiring anak-anak saya kedunia entertaint. Tapi, hingga saat ini saya juga belum tahu kemana bakat mereka sebenarnya. Biarlah semua berkembang dan berproses. 

T : Kebayang nggak sebelumnya, kalau pada akhirnya kamu bisa tampil dengan wanita populer seperti Ayu Azhari, Paramita Rusady, Bella Saphira, Tamara Bleszyinski, Krisdayanti, Desy Ratnasari dan JIhan Fahira?

J : Tentu saja nggak kebayang bisa "berganti" pasangan dengan wanita cantik dan populer lagi. 

T : Diantara mereka yang mana yang paling berkesan?

J : Semua bagus dan berkesan. Sebab mereka semuanya punya personal dan performance yang bagus. Saya senang sekali bisa jadi lawan main mereka. 

T : Masih ada cewek cantik yang belum jadi lawan mainmu?

J : Saya belum pernah bertemu satu frame dengan Sophia Latjuba.

T : Setelah tampil lagi dengan Krisdayanti di Mencintaimu, adakah artis lain yang kamu inginkan untuk main bareng lagi?

J : Ada. Saya sudah usulkan dengan Pak Raam (Produser Multivision plus) agar saya bisa ditampilkan lagi dengan Tamara Bleszynski. Saya ingin sekali main bareng dia lagi

T : Sudah cukup puas dengan peran-peran yang kamu mainkan?

J : Belum. Saya ingin sekali jadi tokoh hero. Misalnya main jadi perwira tinggi yang ceritanya dibalut dengan percintaan. Itulah yang menjadi impian saya dan belum tercapai. 

T : Beberapa artis memilih hengkang dari Multivison. Kamu malah tetap bertahan . Kenapa?

J : Kalau soal itu hak teman-teman untuk pindah, sedang kalau saya mengapa masih bertahan karena harganya masih cocok sesuai yagn saya ingingkan. 

T : Bukan karena kamu dikontrak eksklusif sepanjang masa oleh Multi?

J : Tidak. Kontrak saya dengan Multi jangka waktunya per tahun. Jadi kalau setahun habis kita perbaharui lagi. 

T : Tidak inign mencoba kedapur rekaman?

J : Nggak mungkinlah. Karena vokal saya jelek. 

T : Tapi banyak artis yang berani memanfaatkan popularitas dan tampangnya untuk jadi penyanyi. Masa kamu nggak berani?

J : Biarin aja. Pokoknya saya nggak mau karena nggak bisa nyanyi. 

Jeremy Thomas , Lair di Pekanbaru Riau 31 Julri 1970 dan pernah membintangi beberapa sinetron seperti Hati Seluas Samudera, Pin-Pin-Bo, Istri Pilihan, Mencintaimu, Tersanjung 1-2-3-4-5, Janjiku, Angin Tak Dapat membaca dan lain-lain. 


Thursday, August 27, 2026

CHRISTINE HAKIM, MEMANG BUKAN PEREMPUAN BIASA

 


CHRISTINE HAKIM, MEMANG BUKAN PEREMPUAN BIASA (berita lawas). Christine Hakim akhirnya bersedia juga main sinetron produksi Multivision Plus yang berjudul menarik, "Bukan Perempuan Biasa".

Karuan ini suatu kebanggaan besar bagi Produser Raam Punjabi yang sebelumnya juga berhasil mengajak pasangan bintang abadi Sophan Sophiaan - Widyawati bermain dalam serial Abad 21. 

Terus terang sudah sepuluh tahun lamanya saya ingin menjalin kerjasama dengan Christine , "aku Raam. "Waktu itu saya berhasrat membuat film bioskop, tapi baru dua tahun lalu, Christine setuju untuk bermain dalam sinetron ini yang bakal di garap oleh Arifin C Noer. Sayang beliau keburu tiada, hingga proyek nyaris tertunda. 

Adalah Jajang C Noer yang selama setahun terus mengejar Raam untuk melanjutkan proyek mendiang arifin agar tak sampai batal. Sebenarnya memang Arifin telah menulis tujuh skenario dari miniseri yang direncanakan tamat dalam sepuluh sepisode ini . Lalu bagaimana dengan tiga episode yang beum rampung?Diminta Arswendo Atmowiloto yang juga kawan lama almarhum untuk menyelesaikannya sampai tuntas. 

"Saya mau bilang apa, cuma saya sangat bersyukur telah diberi kesempatan dan kepercayaan oleh Pak Raam dan Raakhe untuk mengerjakan pekerjaan Mas Arifin yang tertinggal,"ucap Jajang. 

Bukannya tanpa susah payah bagi Jajang untuk mendapat kepercayaan tersebut karena semula Raam menghubungi sutradara-sutradara handal seperti Slamet Rahardjo, Putu Wijaya dan Garin Nugroho. Tapi diluar sepengetahuannya, Jajang juga mendatangi mereka dan berpesan setengah mengancam "Jangan mau terima twaran dari Pak Raam. Bilang saja cuma istrinya yang tahu betul dan paling tepat untuk melanjutkan karya Mas Arifin.

Al hasil Raam menyerah pada Jajang, apalagi setelah jajang menjamin bahwa Christine tetap akan menjadi leading-lady (pemeran utama). Padahal pada waktu dicari, Christine sedang berada di Sukabumi suting film produksi Emerald Film dari Belanda, Tropical Emerald. 

Bukan Perempuan Biasa didukung oleh Desy Ratnasari Dony Damara, El Manik, Pangky Suwito, Eeng Saptahadi, Remy Silado, Marini Zumarnis, Charlie Sahetapy dan banyak lagi. 

Berikut petikan wawancara yang dimuat di Majalah Film nomor : 270/236/XIII/19 Okt - 1 Nop 1996

T : Setelah sekian lama, boleh dibilang menghilang, baru sekarang anda kembali bermain?

J : Saya nggak menghilang kok mas, cuma...tersingkir. Entah kenapa tersingkir lagi musim banjir kali?!. Tapi saya merasa diri saya adalah artis yang beruntung, beruntung sekali malah. Karena saat kondisi perfilman Indonesia sedang begini, justru saya mendapat kesempatan untuk meninjau perkembangan dunia film di Australia selama enam bulan. Saya lihat disana ada Asosiasi Women Film Maker yang anggotanya lebih dari 300 sineas wanita. Bayangkan, padahal Australia kan penduduknya cuma 17 Juta, tapi begitu banyak wanita yang sudah jadi sutradara!. Lalu bermain  untuk sebuah film Jepang di Jepang. Disana juga saya empat diundang ke Women International Film Festival. Dan terakhir main film Belanda yang lokasi sutingnya di Sukabumi. 

T : Kenapa baru sekarang Anda mau main sinetron, bukankah dulu Anda cuma mau main untuk film bioskop? 

J : Saya tak pernah bilang anti sinetron, sama sekali tidak . Memang sejak dunia televisi swasta mekar, saya banyak ditawari main sinetron. Cuma waktu itu saya masih dalam kondisi prihatin dan sedih melihat film nasional, hingga merasa sulit untuk pindah ke media lain dalam hal ini teve. 

T : Bisa cerita bagaimana sampai Jajang berhasil membujuk Anda?

J : Saya masih ingat, Sabtu malam, jam sepuluh, saya baru selesai suting di Sukabumi, baru siap-siap untuk mengaso, mendadak Jajang menelpon saya. Dia bertanya apa benar saya menolak untuk main sinetron, saya jawab tidak benar. Langsung Jajang menceritakan bagaimana perjuangnnya sampai berhasil membujuk Raam. Mendengar ceritanya, hati saya jadi luluh. Bagi saya, yang disebut Bukan Perempuan Biasa seharusnya ya si Jajang ini. 

Lalu saya minta Jajang menunggu sampai suting Emerald selesai, baru bicara lagi. Saya tidak mau membaca skenario yang mau dikirimnya ke Sukabumi. Sebab kalau saya membacanya dan tertarik, nanti bisa mempengaruhi saya. 

T : Bagaimana sih ceritanya sinetron Bukan Perempuan Biasa?

J : Bayangkan saja ya, saya diper kosa El Manik, lalu punya anak Desi Ratnasari (tertawa). Ceritanya saya berperan sebagai Menul, perempuan desa yang minggat dari rumah karena menolak ketika hendak dikawinkan oleh ayahnya. Malah ia diper kosa oleh lima pemuda mabuk sampai hamil. Kelak menul menjadi tukang pijat tradisional di Solo. sedang anaknya, Sri, tumbuh menjadi remaja. mendadak mereka menerima kiriman barang-barang mewah. Menul merasa tak mengenal Pak Bachtiar, si pengirim serta, merta menolak. Ternyata Bachtiar ini adalah salah seorang pemerkosa yang telah insyaf dan ingin menebus dosanya. Itu cerita babak pertamanya selanjutnya masih panjang lagi. 

T : Boleh tahu berapa Christine Hakim di kontrak untuk bermain sinetron ini?

J : Sampai sekarang belum ada kontrak, saya belum menandatangani apa-apa, baru gentleman agreement saja untuk mulai kerjasama. Bagi saya yang penting dalam bekerja harus punya motivasi yang jelas, bukan uangnya, Dan kita akan berusaha untuk berbuat sebaik mungkin. 

T : Atau nanti Anda akan dikontrak pertahun, agar juga bisa main dalam sinetron-sinetron produksi Multivision yang lain?

J : Belum, kontrak yang satu ini juga maish belum ditandatangani. Tapi saya rasa kita semua sudah seharusnya berterima kasih pada Raam, meskipun jelas juga banyak orang yang jelus padanya. harus dihargai dong kreativitas dan jasa raam yang berhasil mengembangkan sinetron di teve swasta. kalau beberapa tahun lalu, produk impor seperti telenovela begitu digandrungi, Raam berhasil lewat produksi lokal mulai dari Gara-gara, Lika Liku Laki Laki sampai misalnya Pelangi Di Hatiku. Sekarang Desy Ratnasari bisa mengalahkan Maria Mercedes. Rating sinetron lokal ada diatas telenovela. Ini semua merupakan andil Raam yagn sangat besar, mesti diakui secara fair. 

Saya akan mendukung Raam, selama masih pantas di dukung. Saya yakin seribu persen, Raam pasti akan memproduksi film nasional lagi bila tiba saatnya. Pokoknya saya dukung, ya selama Raam juga masih setia pada negeri ini. Semoga tidak jadi pengkhianat (tertawa). 

T : Tidak ada keraguan bekerja di bawah penanganan seorang sutradara yang masih baru?

J : Bukan baru sekarang saya bekerjasama dengan sutradara yang untuk pertama kalinya berkarya. eros Djarot misalnya. Malah dengan sutradara baru, saya bisa merasakat spiritnya yang maih murni. Tapi saya yakin Jajang bisa kok. Saya juga sudah membaca skenarionya kalau perlu seratus kali agar bisa masuk diperannya. Sebenarnya minimal saya butuh waktu tiga bulan setelah selesai suting sebuah film, untuk melepas peran agar kembali normal, baru mulai masuk keperan baru. Tapi demi Jajang, kali ini saya langsung masuk ke peran Menul. 

T : Apakah dengan ini Anda ingin meninggalkan dunia film (bisokop)?

J : Saya tidak pernah meninggalkan dunia film, tapi ingat, saya juga bukan satpam yang kerjanya menjaga film. Saya ingat jaman jaya-jayanya film nasional, mendadak semua orang merasa punya kepentingan, ikut mengatur, harus begini harus begitu. Jadinya ya begitu, kebanyakan pesan. Mestinya biarkan saj atumbuh seperti apa adanya. 

Bukan cuma di Indonesia banyak negara lain, termasik Prancis, yang punya masalah tak bisa bersaing dengan Film Amerika, akhirnya memilih untuk memproduksi film teve. Yang penting, harus berbuat terus berekspresi. 

Sekarang saya bisa merasakan getar wartawan yang merindukan film nasional. Dibawa sadar kita semua ada kerinduan film nasional berkembang seperti dulu, seharusnya wartawan yang berperan besar menjadi satpam tadi. Saya tidak tahu apakah film nasional masih unya kesempatan untuk bangkit lagi apalagi menghadapi zaman global. Hukumnya wajib bagi kita semua untuk melindungi film dan sinetron sebagai produksi budaya. ~~


Sunday, August 16, 2026

ANGEL IBRAHIM

 


ANGEL IBRAHIM (berita lawas). Tuah dari kian maraknya sinetron di media televisi, tak pelak adalah makin berkibarnya nama para pemainnya. Ini wajar saja. Dan salah satunya pasti  tersebut nama Angel Ibrahim, yang sempat terorbit lewat serial sinetron Bella Vista di layar kaca RCTI. 

Namun sebenarnya itu bukan kemunculan yang pertama kali,baginya dilahan sinetron, karena sebelumnya pernah terjun didalamnya. Serial Komedi Gara-gara adalah kiprah pertama kalin baginya di jalur lakon televisi. Cuma karena ia tak rutin muncul dan malah sempat menghilang, maka namanya jadi tak sepopuler para pemain lainnya. Maka ketika turut mendukung Bella Vista banyak para permirsa yang tak begitu paham siapa dirinya. 

Perempuan kelahiaran Jakarta, 6 Mei 1969 ini pun sebenarnya berangkat dari layar lebar lewat film-film komedi bersama kelompok Warkop DKI. Satu diantaranya berjudul Salah Masuk, dirinya kebagian peran utama pendamping Trio lucu tadi. Dalam film laga Badai Laut Selatan juga terlihat Angel bermain meski hanya sekilas. Maka jelas Angel bukan terhitung pendatang baru di jagad seni peran tapi cukup punya jam terbang di bidang akting. 

Angel menyadari manfaatnya yang diperoleh dari keterlibatannya di lahan seni peran ini. Karena popularitasnya ikut membantu kelancaran urusan bisnisnya dengan berbagai kalangan. Kendati tak dengan sengaja dimanfaatkan, tapi toh berpengaruh juga posisinya sebagai artis yang telah punya nama. Urusan jadi lancar dan tak sampai berbelit-belit. Meski terkadang tak terhindarkan privacy-nya juga terusik dan tak bisa menghindar dari kejaran para pemburu berita. 

Soal ini yang memang terasa mengganggu , karena ada kesan artis dengan tinggi 168 cm ini agak tertutup. Ia cenderung menghindar dari publikasi dan sulit untuk diwawancarai. Kenapa bisa demikian? Apa takut dengan gosip-gosip yang bakal meruyak?

"Sebenarnya tidak begitu, bukannya saya tak mau di wawancarai. Cuma saya memang sibuk jadi takut tak bisa menepati janji. Sebagai public figure saya sadar akan konsekuensinya, termasuk gosip yang akan muncul. Ini sudah resiko, jadi saya telah siap menghadapi. Yang penting, sebagai artis saya tak berbuat macam-macam," tegasnya menepis nada sumbang terhadap dirinya. ~MF No. 243/209/XII/7-20 Oktober 1995

Thursday, August 13, 2026

TABAH PENEMUAN

 


TABAH PENEMUAN (berita lawas) Aktor sinetron, putra penyair dan pengarang Mansyur Samin ini mengaku pernah terlibat cinta kilat dengan Almh Nike Ardilla tapi percintaan seumur jagung itu putus karena menyadari telah saling mengkhianati pasangan masing-masing sebelumya. 

"Saya bukan bintang. Saya Aktor! itulah warisan sepotong kalimat yang diucapkan almarhum aktor besar Soekarno M Noor. Ucapan itu ternyata begitu melekat dihati bintang  yang lagi naik daun, Tabah Penemuan. 

Mengapa begitu? Karena dari warisan kata-kata itu ternyata membuat Tabah tidak menjadi orang yagn mudah besar kepala. Meski namanya belakangan ini lagi naik ke permukaan, pemuda ganteng kelahiran Jakarta, 2 Februari 1991 ini tetap tampil sederhana, rendah hati, bahkan kadang terkesan cuek. 

Belakangan pemeran di sinetron Warisan, mengaku kini lebih sedikit sepi. Maklum ia lagi asli sendirian, dengan kata lain tak ada pacar. Wanita yang bagaimana yang menjadi idamannya?Mengapa baru kini ia mengaku sempat terlibat cinta lokasi dengan Nike Ardilla? berikut petikan wawancara yang dimuat di MF No. 243/209/XII/7-20 Oktober 1995

T : Ada Pengaruh dalam kehidupan sehari-hari dengan semakin populernya nama kamu belakangan ini?

J  : Ya belakangan ini saya sering menerima telepon gelap, entah itu dari tante-tante atau dari gay yang ingin mengajak kencan. Tapi semua itu tidak saya layani. 

T : Mengapa?

J : Untuk apa melayani orang macam itu?

T : Nyesel nggak jadi orang terkenal?

J : nggak! Popularitas itu kan hanya dampak dari profesi saya. 

T : Kenapa sih kamu masih suka nongkrong di TIM (Taman Ismail Marzuki) ini?

J : Karena dari sinilah saya banyak belajar dan berproses dalam banyak hal. Makanya saya sulit meninggalkan tempat ini. 

T : Apa yang kamu sukai dalam hidup ini?

J : Saya paling menyukai kejujuran

T : Dan yang tidak disukai?

J : Kemunafikan

T : Kabarnya dengan almarhumah Nike Ardilla, kamu sempat dekat?

J : Ya, kami memang sempat pacaran kilat. Tapi akhirnya kita bubaran secara baik-baik. Tepatnya , kita putus 4 bulan sebelum Nike meninggal. 

T : Kenapa?

J : Karena saya pribadi menyadari telah mengkhianati cinta saya pada seseorang. Dan Nikepun waktu itu juga menyadari bahwa merebut kekasih orang itu tidak baik. Bahkan, karena rasa berdosa saya kian mendalam. Akhirnya tak cuma dengan Nike Saya bubar, dengan anak seorang artispun saya pilih putus saja. 

T : Kalau lagi sendiri seperti ini dan begitu melihat orang sedang pacaran persasaan kamu bagaimana?

J : Jelas cemburu dong!. 

T : Kelihatannya kamu termasuk cowok playboy , ya

J: Itu menurut Anda. Tapi yang tepat adalah saya seorang pengabdi cinta. 

T : Sesungguhnya wanita semacam apa yang menjadi idaman kamu?

J : Pertama, yang seiman, kemudian yang penuh pengertian, penuh perhatian, enak diajak komunikasi, nggak ngebosenin, sabar dan sayang sama saya tentunya. 

T : Produksi sinetron belakangan ini terus membanjir, Tai kamu tetap menahan diri untuk tampil selektif, mengapa?

J : Saya akui tawaran terus mengalir tanpa henti untuk saya, Namun saya tidak mau memakai aji mumpung. Karena saya ingin tetap menjaga kualitas penampilan saya. 

T : Selain suka nongkrong di TIM, dimana lagi kamu suka nongkrong?

J : Saya suka nongkrong di pasar. karena disitu segala ekspresi ada dan muncul tanpa kemunafikan. Nah, dari situ pula saya banyak belajar tentang pola tingkah manusia yang saya mainkan di sinetron. 

T : Hal Apa yang selalu kamu ingat dalam hidup ini?

J : Tidak boleh lupa diri dan selalu ingat tanah.

T : Dalam pembentukan pribadi siapa yang paling mempengaruhi?

J : Kedua orangtua saya, tentunya. Mereka adalah orang-orang yang begitu besar jasanya dalam pembentukan pribadi saya seperti ini. 

T : Kembali ke soal Nike, bagaimana mulanya kamu bisa jatuh cinta padanya?

J : Mulanya, kita sering bertemu di lokasi suting Warisan, di mana kami berdua adalah pemeran utamanya. Nah, dari situ Nike sering bertukar pikiran dan minta pendapat dan nasehat dari saya. Dan dari situ pula tumbuh cinta kasih kami yang seumur jagung itu. 

T : Ngomong-ngomong setelah Nike meninggal  kamu sering mimpi nggak dengan dia?

J : Waktu dia baru meninggal saya akui masih sering bermimpi dengan dia. Tapi, belakangan ini sudah jarang. Namun begitu almarhumah adalah sosok wanita yang punya kenangan khusus dengan saya pribadi

*)selain di sinetron Warisan, Tabah Penemuan juga pernah berpasangan dengan Nike Ardilla disinetron Jalur Putih. Ada yang mengikuti? kayaknya nggak sampai selesai ya sinetronnya dulu mimin mengikuti. 


Tuesday, August 11, 2026

NIA LAVENIA


NIA LAVENIA, KARAKTER YANG TIDAK BERUBAH (berita lawas). Dalam sinetron Jerat-jerat Cnta, garapan H. Alfadin, yang ditayangkan RCTI, peran Nia Lavenia tak banyak berubah dari porsi lama, 'nelangsa!. Padahal tema sinetron 12 episode tersebut mengangkat problematika kalangan jet set. Tapi Nia masih tampil sebagai gadis lugu, jujur dan menganut sistem budaya "arus bawah".

"Rambut saya yang mendukung karakter itu. Dari dulu saya memang suka rambut panjang. Segini terus, paling potong dikit tiga bulan sekali. Belum ada niat berambut pendek, "kata Nia. 

Dua judul sinetron agi sedang diperani artis yang sempat mengisi rubrik Wajah di RCTI ini adalah "Mahkota Wilwatikta (26 Episode) sinetron klasik garapan Abnar Romli untuk RCTI. Satu lagi Nurlela, dipersiapkan untuk SCTV. "Karakter saya nggak berubah. jadi gadis baik yang sederhana,"lanjut Nia. 

Di sisi lain karir nyanyi dan model iklan Nia terus menanjak. Sosoknya tak pernah sepi dari layar televisi. Di samping sibuk suting dua sinetron, Nia siap merampungkan video klipnya untuk album terbaru Melodi Memori. Padahal kontrak acara Zimfoni SCTV yang dipandunya belum habis. Masih sekitar 6 bulan lagi. Tiap hari Kamis dan Jumat, Nia harus suting paket musik tersebut. 

"Apalagi sekarang mulai ada perombakan karena banyak pemirsa yang mengatakan bahwa teknis penyajian Zimfoni terasa agak monoton. Proses sutingnya tetnatu akan memakan waktu lagi. Tapi saya suka, karena sedikit banyak menambah apresiasi pengetahuan musik, "kata Nia yang sempat hits dari tembang dangdut Cinta Lahir Batin. 

Popularitas Nia juga berkat iklan yang dibintanginya. Paling sedikit ada 12 produk . Nia tampil seksi ketika pakai bajur renang , salah satu produk pembalut wanita. Nggak risih mengingat kamu tampil pose pose sensual?

"Iya sih! Tapi masih untung karena ngambilnya dari depan dan itu hanya sekilas saja. Saat saya muncul ke permukaan kolam renang, kesannya kan nggak nakal" kilah Nia kendati demikian, Nia tak luput dari protes penggemar. 

"Kalau show di pentas-pentas musik dangdut saya pakai kostum biasa-biasa saja tanpa harus goyang seronok. Begitu jug afoto-foto saya di majalah. Rasanya sih sopan semua. Mungkin mereka kaget, kok saya tampil pakai baju renang? imej fans saya mungkin juga sudah terbentuk..ha...ha.."kata artis berlesung pipit ini sambil tertawa. 

~MF 222/188/TH XI, 17 - 30 Desember 1994

Friday, August 7, 2026

SINETRON : DAMARWULAN


SINETRON DAMAR WULAN (sinetron lawas). Sinetron laga klasik sempat jadi trend terbukti rating Misteri Gunung merapi, Prabu Siliwangi, Anglingdarma, Misteri Nini Pelet dan Dendam Nyi Pelet tetap tinggi. Berangkat dari kenyataan tersebut Budiyanto S, yang sukses menggarap Prabu Siliwangi produksi Mega Kreasi Production menghadirkan sinetron senada dengan judul Damarwulan. 

Untuk menggarap sinetron ini, Budiyanto membangun set di kampung halamannya di Desa Blanakan Ciasem, Sukamandi, Jawa Barat seluas 10 hektar. 

Agar para pemain tidak boring dan keluyuran seusai suting, Budiyanto mencoba membangun base camp dengan segala fasilitas pendukungnya. Rumah yang dijadikan tempat tinggal artis dan kru dilengkapi AC dan TV berukuran besar dengan fasilitas entertainment yang memadai. Untuk membesarkan otot pemain-pemainnya, agar nampak kekar, Budiyanto menyiapkan tempat fitness yang representatif layaknya tempat fitness papan atas di Jakarta. 

"Kami memang menginginkan pemain-pemain baru yang datang dari dunia model bisa membesarkan badan, agar besar badannya proporsional. Sesuai dengan tuntutan cerita", ujar suami Lina Budiarti ini. 

Dengan alasan ingin mengorbitkan bibit-bibit baru di pentas sinetron Indonesia, di setiap sinetron yang ditanganinya hanya menampilkan beberapa pemain top. Seperti di sinetron Damarwulan, hanya menghadirkan Sarah Azhari , memerankan tokoh Kencawawungu, Rizal Jibran sebagai Damarwulan, Syamsul Gondo sebagai Punokawan dan selebihnya pemain pendatang baru seperti Firan Lorenzi (Minak Jinggo), Wira Kusuma (Patih Logender), Rico Jund (Layang Seta), Adrian Umora (Layang Kumitir), Dian (Anjasmara), Wahyu Hidayat (Wirandaka) dan Jelita (Suhita).

Damarwulan merupakan cerita rakyat yang sudah melegenda di masyarakat Jawa Timur dan Jawa Tengah tentang pemuda Damarwulan yang selalu membuat para wanita mabuk kepayang, tak memandang gadis atau janda bahkan seorang istripun bisa tergila-gila padanya, meski Damarwulan tidak menanggapinya. 

Seperti halnya Ratri dan Sablah yang sudah bersuami, mereka bertaruh untuk menggaet Damarwulan. Dengan berbagai cara keduanya berusaha mendapatkan sang pujaan hati. 

~MF408/374/XVII, 1-15 Februari 2002

Wednesday, August 5, 2026

BELLA SAPHIRA, ANGSA PUTIH STARVISION!

 


BELLA SAPHIRA, ANGSA PUTIH STARVISION! (berita lawas). Ada yang kangen dengan akting Bella Saphira yang saat ini sudah tidak aktif di dunia entertainment? Nominator Pemeran Utama Wanita Festival Sinetron Indonesia 1996 lewat sinetron Norma, Bella Saphira mengaku sedang menyusun skripsi untuk mengambil gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Trisakti Jakarta ini, "Saya sedang pusing karena disisi lain saya juga harus membintangi sinetron "Angsa Putih". Sebelumnya sih pengen ngambil cuti, tapi saya nggak mampu mengerem keinginan untuk cepat-cepat jadi sarjana, ha..ha...ha,"kata Bella yang asli bedarah Batak ini. "Sekarang saya lagi bingung nih. Disamping main sinetron, saya juga harus buat skripsi. Apa boleh buat, coba-coba deh, "lanjutnya.

Semula Bella mengaku kurang optimis bisa sukses main sinetron. "Apalagi ketika itu saya hanya jadi figuran di film Pernikahan Dini, Maka saya lari ke dunia model iklan. Untuk sementara lamanya saya berkutat di model iklan, seperti iklan pesawat Buroq,"kata putri ketiga dari pasangan Anggara Simanjuntak dengan Elvida Victoria Simatupang. 

Baru beberapa lama menikmati dunia model, Bella kembali dapat tawaran main sinetron. "Apa salahnya dicoba lagi? Begitu pikir saya,"ujar Bella mengenang. Maka dalam waktu singkat, Bella membintangi beberapa sinetron seperti Cincin Perkawinan, Norma, Misteri Pecahan Kaca, Angsa Putih dan lain-lain. Bahkan tanpa diduga, lewat Norma, dia masuk nominasi. "Ini benar-benar kejutan bagi saya, nggak kebayangkan sama sekali. Untuk selanjutnya, saya nggak banyak berharap. Masuk nominasi saja udah kejutan luar biasa bagi saya dan keluarga. Rasanya saya lebih siap kalah ketimbang jadi pemenang ha..ha..."ujar Bella yang mirip Kris Dayanti Ini. 

"Nggak tahu nih, orang-orang bilang saya mirip Kris. Kebetulan Kris juga adalah teman saya. Kami hanya senyum-senyum saja kalau ada yang ngomong kayak gitu, "kata Bella. Nggak takut ditaksir Anang?

"Ha...ha... mntang-mentang dibilang mirip Kris Dayanti lantas dihubung-hubungkan dengan suaminya, ya.. saya sendiri  udah punya cowok. . Saya pacaran sudah empat tahun lebih. Tapi orangnya rahasia ya, kilah Bella yang juga jadi bintang iklan Coklat Top dan bedak VIVA ini. 

Bella sekarang sedang suting sinetron Angsa Putih produksi Starvision. Sementara sinetronnya yagn tayang di SCTV berjudul Miseri Pecahan Kaca garapan Buce Malawau yang diangkat dari kisah nyata di Jawa Timur. Peran saya disini menggantikan posisi Donna Harun karena separoh jalan. Donna nggak bisa ngelanjutkan "kata Bella~~~~~273/239/XIII/30 Nov - 13 Des 1996

Monday, August 3, 2026

BUDIYANTO S, BICARA TENTANG DAMAR WULAN

 


BUDIYANTO S, BICARA TENTANG DAMAR WULAN (berita lawas). Sebuah wawancara dengan Budiyanto S, yang juga suami dari aktris Lina Budiarti yang dimuat di Majalah Film  No. 408/374/XVII, 1-15 Februari 2002.

Cukup lama menghilang penulis komik, talenta scout kondang Budiyanto S dari pentas film nasional, kini kembali berkiprah di pentas sinetron sebagai produser Pelaksana griya produksi Mega Kreasi Production, milik Damoo Punjabi. Melihat sukses sinetron Prabu Siliwangi yang di tayangkan di SCTV, membuat Mega Kreasi semangat memproduksi sinetron sejenis, dan kini suami artis kawakan Lina Budiarti ini memproduksi sinetron Damar Wulan.

Berikut perbincangan dengan Budiyanto S di lokasi Syuting Damar Wulan di Banakan, Ciasem, Subang , Jawa Barat. berikut petikannya. 

T : Bagaimana Ceritanya Anda bisa menduduki jabatan pimpinan produksi di Mega Kreasi Production?

J : Saya sudah bekerja di Mega Kreasi, dulu Parkit Film yang megang masih Pak Raam Punjabi, Pak Gobin dan Pak Damo, sudah 30 tahun. Sehingga beliau-beliau sudah tahu kemampuan kerja saya dan ketika Pak Raam membuat perusahaan Multivision Plus, Pak Gobin dengan mega Greasi dan Kami sepakat Mega Kreasi tidak akan memproduksi sinetron yang sama dengan produksi Multivision, karenanya produksi Mega Kreasi sinetron misteri dan laga klasik. 

T : Sesuai tema sinetron yang di produksi yang bertema laga klasik dan horor, kenapa Anda memilih lokasi di perkampungan bukan di hutan atau perkebunan?

J : Pertama tanahnya masih murah, kebetulan orang tua saya memiliki tanah disini jadi tinggal nambahi saja dan Pemda setempat mendukung kami. Kalau kami menyewa, sewa tanah sekarang sangat mahal, sebulan bisa mencapai 15 juta rupiah. Sementara kalau biaya sewa kita belikan tanah disini, sudah dapat tanah hektaran. Dan buat kami dan kru, disini bagaikan surga kecil, kenapa begitu. Karena makanan disini murah, Fasilitas hiburan lengkap. 

T : Berapa hektar tanah yang dibutuhkan untu membangun lokasi syuting di Blanakan ini?

J : Puluhan hektar, kami telah membangun set, membangun pondokan untuk artis dan kru. Fasilitas pondokan serba AC lengkap dengan perlengkapannya, sehingga kami berharap artis akan kerasan tinggal disini, Kami juga membangun pusat kesegaran yang tidak kalah dengan pusat fitness di Jakarta

T : Untuk apa membangun Pusat Fitness di lokasi?

J : Kami kan sering mendapatkan pemain yang badannya kurang bagus, terlalu kerempeng untuk ukuran sinetron laga klasik yang lebih banyak memamerkan bentuk badan. Sembari Syuting, kalau lagi break mereka bisa membentuk badan. Sehingga pada saatnya nanti, badannya sudah bagus dan sesuai kebutuhan cerita, untuk pemain yang telah memiliki bentuk badan yang bagus, mereka bisa menjadikan pusat fitness untuk refreshing kalau lagi nggak syuting. 

T : Kenapa Prabu Siliwangi kalah populer dibanding Misteri Gunung Merapi, padahal sama-sama cerita misteri dan laga klasik?

J : Kalau dari segi cerita dan kualitas penggarapan kami tidak kalah, yang kalah jujur saya akui jam terbangnya. Misteri lebih dulu ditayangkan, Misteri sudah diproduksi 104 episode lebih sementara Prabu Siliwangi baru 54 episode, sehingga penonton Misteri sudah terbentuk, jadi layak lah kalau Misteri mendapat penonton lebih banyak dari kita. 

T : Apa kelebihan Prabu Siliwangi dibanding Misteri?

J : Kalau Misteri kan khayalan sementara Prabu Siliwangi cerita sejarah, jadi sedikit banyak kita harus mengambil dari sejarah. Dan sejarah kan biasanya banyak ceritanya ketimbang adegan laganya, tapi kalau Prabu Siliwangi kami coba mengkombinasikan antara laga dan drama, "60an - 40an karena bagaimanapun sinetron kan tontonan yang dituntut menghibur, nah kalau sinetron laga klasik nilai menghiburnya kalau banyak adegan berantemnya. Disamping ditambah  atau dibumbui sesuatu yang bisa menarik ceritanya. 

T : Apa Alasan menggarap Damar Wulan?

J ; Kalau Prabu Siliwangi mengangkat cerita dari tanah Pasundan nah, agar penonton nggak jemu, saya mencoba mengangkat cerita dari daerah lain. Yakni daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur, apa cerita yang tidak kalah menarik dari Prabu Siliwangi? ya Damar Wulan. 

T : Apa Kelebihan Damar Wulan dibanding Prabu Siliwangi?

J : Sama-sama populer, hanya saja Damar Wulan populer di dua propinsi yakni Jawa Tengah dan Jawa Timur sehingga banyak diangkat ke drama-drama panggung dengan berbagai versi daerah. Seperti di sinetron ini, Damar Wulan ini kami angkat dari komik saya Jadi menurut saya cerita Damar Wulan lebih populer. 

T : Tadi Anda mengatakan kalau Damar Wulan ini diambil dari komik yang anda tulis, untuk 26 episode yang akan di produksi butuh berapa buku?

J : Dulu saya membuat komik Damar Wulan hanya 3 buku, kenapa hanya 3 buku karena kalau kebanyakan komiknya takut bosan. Karena daya minat baca masyarakat dulu 'kan masih rendah sehingga cepat bosan kalau membaca buku. Makanya dalam membuat komik, saya singkat-singkat. 

T : Syamsul "Basir" Gondo, kan lebih dikenal di Misteri Gunung Merapi, sekarang anda tampilkan di Damar Wulan apa nanti nggak rancu malah bisa-bisa anda dituduh plagiat?

J : Basir sudah bais kontraknya dengan Misteri Gunung Merapi dan saya juga nggak mau ngambil pemain yang masih terikat kontrak dengan PH lain. Kalau kemudian saya mengambil Syamsul 'Basir' Gondo, kebetulan Damar Wulan kan memiliki Punakawan sehingga kami membutuhkan sosok seperti Syamsul Gondo dan secara kebetulan kontraknya sudah habis, ya jadi kami kontrak. 

T : Di Damar Wulan sendiri, untuk menarik pemirsa berapa persen unsur komedinya?

J : Nggak banyak supaya penonton penasaran saja. karena kalau kebanyakan komedi takut rancu, Damar Wulan kan bukan sinetron komedi. 

T : Dibanding set Misteri dan Angling Darma, set Damar Wulan nampaknya terlalu sederhana?

J : Ya kami membangun set ini masih dalam tahapan, kami bangun yang penting-penting. Sementara Misteri dan Angling Dharma jauh lebih dulu sehingga setnya jauh lebih sempurna ketimbang kami. Nantinya perlahan-lahan kami akan buat set yang sempurna. 

T : Dibutuhkan biaya berapa untuk membangun set Damar Wulan?

J : Tahap pertama sekitar Rp 300juta, alokasi dananya bisa mencapai 1 milyar lebih. 

T : Nampaknya Pemda akan menjadikan Set Damar Wulan menjadi tempat Pariwisata?

J : Begitu antusiasnya masyarakat menyambut tempat suting kami, sehingga orang-orang datang dari berbagai daerah untuk menyaksikan syuting kami. Sehingga Pemda melihat potensi pariwisata buat kami nggak masalah. Karena ini sinerti yang saling menguntungkan. 

T : Untuk sinetron kolosal seperti Damar Wulan berapa biaya idealnya?

J : Satu episodenya bisa mencapai Rp. 125juta

T : Kenapa pemain topnya cuma dua orang, Sarah Azhari dan Rizal Djibran?

J : Di sinetron laga klasik macam Damar Wulan memang tidak membutuhkan banyak pemain top kenapa begitu? Supaya nilai sejarahnya bisa ditangkap jelas oleh penonton, misal pemain utama Damar Wulan, Lydya Kandou dan Rudy Salam, nanti orang bingung ini sinetron Pernikahan Dini atau Damar Wulan. Sekalipun banyak pemain baru tapi kami tetap mengutamakan kecantikan dan ketampanan pemain. Sehingga pemirsa tetap akan menhan remotenya untuk tetap menonton sinetron kami. 

T : Damar Wulan akan digarap berapa episode?

J : Untuk tahap pertama akan diproduksi 26 episode dan kalau memang sambutan masyarakat bagus, kami akan memproduksi 26 episode lagi. 

T : Tapi kenapa kontrak untuk pemain per 7 episode?

J : Untuk mengantisipasi kalau ada pemain atau kru yang trouble misal pada episode 3 atau 5 ternyata ada pemain bermasalah kan kita bisa langsung ganti. 

T : Bagaimana mengantisipasi pemain yang double job?

J : Sebelum tanda tangan kontrak kita nanya dulu, lagi dikontrak sama PH mana. Kalau memang lagi dikontrak kita minta betul kepada pemain untuk benar-benar menyepakati kerjasama. Misal kami dikasih hari Minggu dan senin pada hari itu harus ada di lokasi. kalau itu diingkari , ya langsung kami ganti. ~~~~~~~~~~~~~

Friday, May 8, 2026

HERRY TOPAN INTERCINE & PRODUCTION, MEMBIDIK YANG BETAH DI DEPAN TV


 HERRY TOPAN INTERCINE & PRODUCTION, MEMBIDIK YANG BETAH DI DEPAN TV, (berita lawas). Setelah lama menghilang, tiba-tiba Herry Topan muncul dengan membawa ledakan dasyat untuk broadcast swasta RCTI. Menggaet mitra kerja pelawak kondang, Kasino melempar sinetron 'sensasional' Si Manis Jembatan Ancol, sinetron inilah yang memberi keyakinan para pengasuh program lokal stasiun televisi, bahwa sinetron anak negeri juga bisa digemari masyarakat, yang waktu itu TV swasta kita tengah di jejali sinetron dan film produk Amerika. 

Sejak sukses dengan sinetron yang dibintangi dan sekaligus mempopulerkan bintang-bintangnya, Diah Permatasari dan Ozy Syahputra, nama Herry Topan ikut populer. RCTI pun menjadi ketagihan dengan produk-produk yang dihasilkan Herry Topan Intercine & Production (HTI). Padahal ketika produk pertama HTI sebelumnya, yang berbentuk Variety Show dengan mata acara Bugar Bersama Dr. Sadoso dan Sinetron Sebening Air Matanya, RCTI setengah hati dalam menayangkannya. 

Lazimnya perusahaan patungan yang meraih sukses, ujung-ujungnya pasti bertikai dan bubar. Begitupun dengan Herry Topan dan Kasino. Keduanya jalan sendiri-sendiri dan Herry Topan kemudian mengibarkan bendera Herry Topan Inercine. 

"Begitu sukses denan Si Manis, RCTI makin memberi kesempatan kami untuk berkarya berikutnya. Syukurlah produk kami berikutnya yang berjudul Si Buta Dari Gua Hantu dan Wiro Sableng mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat, "  papar Herry Topan ketika diwawancara oleh wartawan MF di mobil terbarunya, Blazer warna biru metalik menuju ke lokasi suting sinetron Wiro Sableng di Purwakarta, Jawa Barat. 

Walau tidak sesukses Si Manis Jembatan Ancol, Si Buta Dari Gua Hantu karya besar Ganes TH mendapat tempat dihati masyarakat pecinta action klasik. Sebenarnya, menurut sumber MF, Si Buta secara bisnis rugi dan membuat RCTI kebakaran jenggot, karena mulanya RCTI berkeyakinan kalau Si Buta akan meraup iklan banyak dan meraih rating tinggi. Tapi ternyata pemasang iklan pada enggan pamer iklan produk-produknya disitu. 

Jeblok di Si Buta, tidak membuat RCTI jera. Kali ini cerita karya besar Bastian Tito, Wiro Sableng yang bukunya hingga kini masih laris, lagi-lagi jadi andalan RCTI untuk tayangan Minggu Siang. Kali ini RCTI cukup berhasil. Wiro berhasil meraup iklan dan penonton serta melambungkan nama aktor pendatang , Ken Ken sebagai pemeran Wiro Sableng. 

Entah siapa yang harus disalahkan. Tapi yang jelas suksesnya Wiro Sableng memancing kekisruhan untuk kedua kalinya di tubuh Herry Topan Intercine. Kali ini tidak lagi sesama rekan bisnisnya tapi dengan ken Ken sebagai pemeran Wiro Sableng. Pertikaian diantara produser dan pemain utama ini tidak menghalangi kerja Herry Topan bersama kru. Lagi-lagi Herry berprinsip the show must go on. Apapun yang terjadi produksi harus jalan terus. Karenanya, walaupun prtikaian antara dirinya dan Ken Ken terus berlangsung tapi produksi sinetron Wiro Sableng harus jalan terus. Maka, jalan keluarnya mengganti Ken Ken dengan pemain baru. Jadi tak heran bila Wiro Sableng ganti wajah baru mulai episode 53. 

Judul yang sedang dikerjakan oleh HTI yakni Wiro Sableng dan Misteri Penunggu Makam. Rencananya akan ditayangkan di Indosiar.  Apa sih resep HTI sehingga broadcast tetap percaya dengan produksinya? "Gampang saja, dalam melihat pasar, saya mencoba membidik orang yang punya kesempatan nonton TV. Lalu pertanyaannya  Siapa sih punya banyak waktu untuk menonton TV? Menurut hemat saya wania dan anak-anak. Kalau sudah begitu, kita tinggal mencari produksi apa yang paling disukai wanita dan anak-anak, " papar Herry Topan. 

Kata Herry lagi, tontonan yang disukai wanita dan anak-anak adalah cerita action dan misteri. Dicontohkannya, kenapa Si Buta bisa meraih sukses, karena jam tayangnya siang, dimana anak-anak ada di rumah dan ibu-ibu selesai masak. Begitupun dengan Si Manis Jembatan Ancol dan Misteri Delima dan cerita misteri lain.

Pada dasarnya cewek itu takut melihat film atau sinetron horor, tapi anehnya mereka paling suka kalau nonton sinetron horor. Kerenanya, dalam berproduksi saya mencoba memilik market anak-anak dan wanita, " ujarnya. 

Agar produksinya tidak keteter dan terkejar jam tayang, seperti yagn banyak dialami ph-ph larin , maka Herry topan mencoba melengkapi peralatan pendukungnya seperti Kamera 5 buah, editing 2 set, 5 diesel, dink dolly, lighting lengkap untuk 5 produksi, komputer grafis dan animasi. 

Untuk biaya produksi Herry tidak bisa memastikannya. Tapi katanya antara 50-60juta. Tapi untuk sinetron action seperti Wiro Sableng dan Si Buta bisa lebih dari itu. Tergantung situasinya lah, katanya. ~MF284/250/XIII/3-16 Mei 1997

Thursday, May 7, 2026

BUKAN PEREMPUAN BIASA, SINETRON PERDANA CHRISTINE HAKIM


BUKAN PEREMPUAN BIASA, SINETRON PERDANA CHRISTINE HAKIM, (Kisah Lawas). Christine Hakim main sinetron, ini sudah jadi pemberitaan. Raam Punjabi, produser Multivision Plus, berhasil menarik aktris nomor satu dalam perfilman nasional itu, untuk memperkuat kubunya. Adalah Jajang C Noer yang berhasil membujuk Christine Hakim untuk bermain dalam karya penyutradaraannya yang pertama ini. 

BUKAN PEREMPUAN BIASA memang menjanjikan sebagai miniseri (terdiri dari 10 episode) yang berbobot lebih dari produksi Multi sebelumnya. Bukan cuma karena pemeran utamanya Christine dan suradaranya Jajang, tapi juga karena cerita-skenarionya merupaka warisan dari almarhum Arifin C Noer, yang bagian klimaksnya ditambal sulam oleh Arswendo Atmowiloto (karena skenario asli tulisan Arifin baru mencapai tujuh episode). Disamping itu sinetron inipun di dukung oleh pemain yang sudah tidak asing lagi seperti : Desy Ratnasari, Donny Damara, El Manik, Pangki Suwito, Remy Silado, Eeng Saptahadi, Anwar Fuady, Arswendi Nasution, serta bintang muda Ari Sihasale, Hans Wanaghi dan Marini Zumarnis. 

Sutingnya hampir keseluruhannya berlokasi di desa diluar kota Solo, Jawa Tengah. Editor Karsono Hadi menyuntingnya, sinetron ini ditayangkan di RCTI pada medio bulan Mei 1997.

Ceritanya sebagai berikut. 

Menul (Christine Hakim) perempuan desa yang menolak kehendak ayahnya untuk menikah dengan seorang lelaki tua, minggat dari rumahnya. Malang, ia diperkosa oleh lima pemuda mabuk. Akibatnya berkepanjangan, karena ia hamil tanpa jelas siapa yang menghamilinya. 

Dua puluh lima tahun kemudian, Menul telah menjadi perempuan paro baya yang berprofesi sebagai tukang pijat tradisional. Ia cuma hidup bersama putrinya, Sri (Desy Ratnasari) yang baru menamatkan kuliahnya di Fakultas Hukum. 

Mendadak Menul yang tinggal dirumah sederhana dipinggiran kota Solo dikirimi kulkas dan teve baru. Menul menolak menerimanya karena tak pernah merasa memesan. Sebaliknya si pengirim, usahawan sukses Pak Bachtiar (El Manik) tak habis mengerti mengapa maksud baiknya ditolak. 

Bachtiar sendiri menemui Menul. Bahkan secara mengejutkan mengajukan lamaran. Tapi menul tak menanggapi , karena kekecewaan hidupnya dimasa silam. 

Dalam pada itu, kegembiraan Sri yang baru di wisuda, pupus demi pcarnya , Soni (Donny Damara), memutuskan hubungan. Pasalnya orangtua Soni mengangap latar belakang Sri sangat tidak jelas. Sri menjadi penasara, ingin mengetaui siapa ayahnya sebenarnya. Demi mmebongkar kamar bunya, Sri menemukan ratusan wesel yagn tak pernah diuangkan, kiriman dari Hamdan (Pangky Suwito). 

Sri ingin mencari Hamdan di Jakarta. Menul mencegahnya, sampai tak tahan menampar wajah Sri. Demi menenangkan Sri yang histeris, Menul mengungkap masa lalunya. 

Gara-gara ayahnya suka berjudi, keluarga Menul dililit hutang pada renternir Sunardi. Untuk melunasi hutangnya, asah Menul (TB Maulana Husni) setuju menikahkan putrinya dengan si lintah darat. Tapi Menul memilih minggat. Ia mencari sahabatnya , Wiwik (Clara Sinta) yang bekerja di kompleks rumah peristirahatan 

Ketika Menul bekerja sebagai pelayan di kompleks inilah, ia di perkosa oleh lima pemuda yang tengahberpesta minuman keras. Dengan menahan sengsara, Menul pulang kerumah oranguanya.Terpaksa menyetujui dinikahkan dengan Sunardi. Namun Sunardi yang kecewa karena Menul sudah tak perawan lagi, segera menceraikannya. 

Terlunta-lunta Menul ang diusir ayahnya, mengembara sendirian. Bekerja sebagai pelayan di restoran kecil, sampai bertemu Wiwik yang mengajaknya menjadi wanita penghibur. Namun Menul tak bisa memaksakan diri berkencan. Menul memilih bunur diri, beruntung muncul pemuda Joko (Arswendi Nasution) yang menolong dan menampungnya di rumah kostnya. Bahkan Joko inilah yang mengurus Menul sampai melahirkan Sri. 

Cerita panjang Menul, menyadarkan Sri betawa menderitanya sang Ibu. Sri mengajak ibunya menyelidiki siapa senenarnya Hamdan. Tiba di stasiun Gambir, mereka disambut Hamdan dan putranya. Burhan (Ari Sihasale). Dirumah ada pula Hanny (Marini Zumarnis) adik Burhan. 

Dalam sebuah kamar, Menu melihat banyak lukisan wajah. Mungkinkah Hamdan salah seorang pemuda yang dulu memperkosanya? Hamdan mengakui, saat peristiwa itu terjadi, memang ia berada disana, tapi ia tak ikut memperkosa. Atas inisiatif Burhan dan Hanny, Hamdan bersama Menul dan Sri merancang rekontruksi untuk membuktikan siapa sebenarnya ayah Sri. 

Lima lelaki diundang untuk reuni ditempat dulu mereka memperkosa Menul. Kelimanya asyik bernostalgia sampai mendadak muncul Sri yang didandani persis Menul dulu. Kelimanya terkesiap dan mulai saling tuduh dengan versi masing-masing. Ada yang berargumentasi kalau dirinya impoten, hingga tak mungkin memperkosa, ada yang berdalih batal melakukannya karena ketakutan melihat Menul sudah pingsan. Lalu siapakah sebenarnya ayah kandung Sri?

Diam-diam Menul sudah menyiapkan sebilah pisau dalam tasnya untuk membalas dendam pada laki-laki yang telah menghancurkan hidupnya dua puluh lima tahun yang lalu. 

Gaya bertuur Jajang yang disesuaikan dengan skenarionya Arifin, terasa tidak biasa dilakukan dalam Sinetron Indonesia. Cenderung mengngatkan pada karya besar Sutradara Empu dari Jepang, Akira Kurosawa , Rashomon (Pemenang PIala Oscar untuk film Asing Terbaik 1950) di mana tokoh-tokoh yang terlibat dalam suatu kasus perampokan pembunuhan, pemerkosaan secara kilas balik mengungkap apa yang terjadi menurut versi masing-masing. 

BUKAN PEREMPUAN BIASA membuktikan Christine Hakim bukan aktris Biasa. Dengan kekuatan aktingnya yang telah jauh lebih matang daripada saat bermain di film Ponirah Terpidana produksi 1983 dengan peran nyaris serupa, ia bisa membuat pemirsa berminat untuk terus menontonnya dari episode perdana sampai tuntas. Lalu mungkin kelak ada Bukan Perempuan Biasa, kedua  atau sinetron lain yang dilakoni Christine Hakim. ~MF284/250/XIII/3-16 Mei 1997

Produksi PT Multivision Plus

Produser : Raam Punjabi

Sutradara : Jajang C Noer, 

Cerita/Skenario : Arifin C Noer

Kamerawan : Winaldha Melalatoa

Penata Artistik : Berty Ibrahim

Editor : Karsono Hadi

Pemain ; Christin Hakim, Desy Ratnasari, Donny Damara, El Manik, Pangky Suwito, Remy Silado, Eeng Saptahadi, Ari Sihasale, Marini Zumarnis, Clara Sintya

Tuesday, April 21, 2026

BUDIYANTO, HIDUPKAN KUNTILANAK


BUDIYANTO, HIDUPKAN KUNTILANAK, (Berita lawas), Nama Budiyanto sudah dikenal di dunia model dan perfilman. Dari tangan lelaki inilah lahir nama-nama artis yang sekarang jadi populer seperti Harry Capri, Lela Anggraeni, Hengky Tornando, Ayu Lestari dan banyak nama lagi. Tapi ketika nama tersebut diingatkan pada suami artis Lina Budiarti ini, dia mengelak, "ah jangan ngungkit-ngungkit itu lagi. Nanti disangka saya cari perhatian, " ucap Budiyanto dilokasi suting sinetron Gadis Kuntilanak di Cibubur. 

Apa saja kerja Budiyanto setelah sekian lama tak terdengar kiprahnya? "Saya masih tetap sibuk seperti dulu. Memang banyak orang mengira saya vakum. Tapi tengok saja rumah saya, masih tetap sibuk menerima calon-calon model, ' tutur Budiyanto. 

Banyak yang merasa kehilangan jejak Budiyanto yang dikenal bertangan dingin dalam mengorbitkan model ini. Dari kawasan Tomang di Jakarta barat, Budiyanto belakangan menghuni rumah di Graha Indah, Jati Mekar Pondok Gede Jakarta Timur. Disini pula Budiyanto tetap menulis cerita komik yang diantaranya pernah difilmkan seperti Angkara Murka, Angling Darma, Ibuku seorang Pelacur serta Tante dan Sex. 

Gadis Kuntilanak adalah komik karya terakhirnya yang sedang digarap kedalam sinetron. Dibintangi oleh Gitty Srinita, Fitri Handayani, Abe Fauzi dan Lina Budiarti, cerita horor ini dikemas dengan gaya modern. 

 ~Mf 275/241/XIII/28 Des 96 - 10 Jan 1997

Thursday, April 9, 2026

SI MANIS JEMBATAN ANCOL, PERGANTIAN PEMAIN DIAH PERMATASARI DENGAN POPPY FARIDA

 


SI MANIS JEMBATAN ANCOL, PERGANTIAN PEMAIN DIAH PERMATASARI DENGAN POPPY FARIDA (Kisah Lawas). Ketika Diah Permatasari teken kontrak, sudah pasti ia siap menjadi si Manis buat sinetron Si Manis Jembatan Ancol. Dalam kontrak, Diah harus berlakon sebanyak 6 episode. Atok Suharto yang dipercayakan Creativision Visual Arts Production begitu bersemangat untuk menyutradarai, karena ia yakin Diah benar pas melakoni tema horor buat tayangan RCTI. 

Begitu gebrakan pertama penayangan Si Manis Jembatan Ancol, kontan mendapat sambutan . Sebab sinetron seri yang diangkat dari legenda masyarakat Jakarta ini memiliki keunikan tersendiri. 

Seyogyanya penayangan si Manis pada akhir tahun 1992, karen apembuatannya baru 3 episode, pihak RCTI belum memberi jam siaran. Di akhir tahun 1992, Si Manis Jembatan Ancol opname kembali, tapi begitu suting akan dimulai, tiba-tiba Diah Permatasari membuat 'sentakan'. Ia tidak bersedia melanjutkan lakonnya sebagai Si Manis. Alasannya, akan bersekolah ke Amerika pada akhir tahun 1992. Atok Suharto langsung mencak-mencak. Bagaimana tidak, semua yang sudah direncanakan jadi berantakan. 

Seharusnya, Diah Permatasari harus berlakon dalam episode ke 4 (Rahasia Malam Pengantin), ke 5 (Terjerat Karma), dan ke 6 (Tragedi Di Balik Warisan). Suting sempat ditunda karena kasus Diah belum tuntas. Setelah dibujuk-bujuk akhirnya Diah mau juga berlakon kembali dalam episode ke 4, itu pun hanya beberapa scene. 

"Untung dia masih mau, jadi kita bisa pasang akal. Sebelum Diah Permatasari keluar dari Si manis Jembatan Ancol kita sudah cari gantinya, " ujar Atok Suharto. Diah Permatasari digantikan oleh Poppy Farida, artis pendatang baru yagn tak kalah sensualnya.

"Caranya, sebelum digantikan kita buat scene dimana wajah Diah berubah menjadi wajahnya Poppy Farida. Secara total, Diah Permatasari hanya berlakon dalam tiga episode, sedangkan episode empat keatas Si Manis dilakoni oleh Poppy Farida. 

"Dalam kontraknya Diah bersedia main dalam enam episode, tapi karena katanya mau sekolah selama enam bulan di Amerika, ya kita tidak bisa memaksanya. Dan kami pun tidak mau ribut-ribut," kata Herry Topan selaku produser. 

Anehnya, pada medio Januari 1993 Diah masih berada di Jakarta. Tapi, biah Creativision Visual Arts Production tidak mempermasalahkannya. "Saya berangkat ke Amerika dalam beberapa hari ini," ujar Diah Permatasari. Sumber lain mengatakan, bahwa Diah sempat pula bersedia di potret oleh sebuah majalah remaja wanita. 

Sementara isyu lain mengatakan, Diah Permatasari bersedia kembali jadi Si Manis, tatkala melihat sukses sinetron komedi horor Si Manis Jembatan Ancol, ketika ditayangkan di layar RCTI, awal Januari 1993. "Tapi Si Manis sudah terlanjur diberikan kepada Poppy Farida, " kata sebuah sumber. 

Apa sesungguhnya yang kau inginkan Diah? Kalimat seperti itu setidaknya akan melintas di benak setiap pembaca berita tentang perilaku Diah Permatasari yang kurang simpatik. Tidak hanya terhadap kalangan pers, film, relasi tapi juga kawan-kawannya yang tahu persis bagaimana karakter Diah senenarnya. ~ selengkapnya dapat di baca di MF No. 171/138/Th.IV, 23 Jan - 5 Feb 1993 dengan judul artikel Diah Permatasari Kuntilanak Ancol yang Ingkar Janji

Sunday, March 8, 2026

SINETRON WARISAN II, KEBANGKITAN DARTO JONED DI SINETRON SERIAL


 SINETRON WARISAN II, KEBANGKITAN DARTO JONED DI SINETRON SERIAL (Berita lawas).Waktu Warisan I yang di bikin sebanyak 6 episode dan di tayangkan RCTI tahun 1993, sinetron drama seri ini berada "diatas angin" dalam perolehan iklan. Jeda tayangan 18.5 menit yang di sediakan langsung banjir dengan iklan. Maka wajar kalau sinetron produksi Joned Vidia Sinema sekaligus arahan pemiliknya, Darto Joned ini meraih rating 52 dalam perolehan iklan. Satu hal yang tidak diduga oleh banyak pihak, terutama RCTI sendiri. 

Januari 1995 pihak RCTI memperpanjang kerjasama dengan Joned Vidia Sinema untuk memproduksi sinetron seri Warisan II (mulai episode 7 sampai 33) dibikin sebanyak 26 episode. Penayangan ditetapkan pada 7 Maret 1995 pukul 19.30 dengan durasi 48 menit. 

Langkah yang luar biasa bagi Darto Joned, disaat menjamurnya sinetron ia tetap berdiri tegar dan dapat berdiri sejajar dengan sutradara-sutradara beken RCTI. 

"Kiat saya dalam membuat sinetron adalah bagus dan komersil. Artinya saya tidak ingin membikin sinetron sok seni, tetapi tidak banyak yang menantinya, akibatnya tidak komersial, " katanya di sela break suting di kawasan Cipanas, Jawa Barat. 

Darto Joned dikenal sebagai sineas yang pendiam, tapi produktif. Bersama-sama Ali Shahab, ia termasuk perintis dan "pembabat hutan" persinetronan Indonesia. Dari tangannya banyak lahir sinetron-sinetron panjang dan populer, seperti diantaranya "Serumpun Bambu, Tembang Di Tengah Padang, Minarti Bidan Tercinta, semuanya ditayangkan di TVRI saat stasiun itu masih satu-satunya yang mendominasi pemirsa TV . Tak heran jika jumlah penggemar yang cukup membanggakan. 

Dengan ketrampilan dan produktivitas serta jam terbang yang dimilikinya, kini Darto Joned menjadi rebutan televisi swasta. Seusai menggarap Jalur Putih untuk Indosiar, langsung di cecar stasiun televisi lainnya. Lepas Warisan II ia segera memproduksi tiga sinetron yakni, Lampor Bala Tentara Ratu Kidul, Dua Pilar dan Darah Leluhur. 

Joned Vidia Sinema mampu membikin 6 hari suting untuk satu episode dengan durasi 48 menit. "Bagi saya membikin sinetron harus cepat, namun laku dan komersial. Tidak zamamnya lagi membikin sinetron berlama-lama," ujarnya. 

Dari Setting, property, dan para pendukung sinetron Warisan II kelihatan keinginan Darto Joned untuk merebut pasar. Wajar saja bila anggaran untuk satu episodenya mencapai 50 juta rupiah. 

Lihat para pelakonnya, Nike Ardilla, Tabah Penemuan, drg. Fadly, Anggraini Joned, El Manik, Alicia Djohar, Firdha Razak, Eeng Saptahadi, Clara Shinta, Sigit Hardadi, Retno Mulandari, Tahta Perlawanan, Rita Zahara, Nizar Zulmi, Herman Ngantuk, Roldiah Matulessy, Elly Ermawatie, BZ Kadaryono dll. Sinetron terbilang mahal ini mengambil lokasi suting diantaranya Jakarta, Sukabumi, Bogor, Cipanas dan Jawa Barat lainnya. 

Pada Warisan episode sebelumnya telah di ceritakan bahwa Bayu yang dulu dibuang oleh orang tuanya, kini hidup dan besar di kalangan keluarga Danu Prakosa, pemilik pabrik dan perkebunan teh. Dalam Warisan II ini, mengkisahkan tentang apa saja yang terjadi terhadap Bayu, setelah ia kembali kepada orang tuanya. Banyak persoalan yang dihadirkan, sebagai sebuah fenomena dalam kehidupan sekarang. 

Dengan penceritaan yang melemparkan masalah besar tapi dapat di cerna oleh segala level kehidupan ini semakin keatas semakin tajam. Ada suspance, laga dan diramu dengan drama keluarga yagn menegangkan. Untuk mewujudkan visual itu direkrut kru handal seperti Ambari BA (Kamerawan), Surya Haditya (Co Sutradara) Ninos Retna Niswara (Editor), Nanang Hidayat (Penata Suara), Wandhono Trinugroho (penata Artistik), Srie M Ariesa (Penata Rias) , Bogel Alkatiri (Pimpinan Unit) dan M Daim Pohan (Pimpinan Perusahaan).~MF 227/193/XI/25 Feb - 10 Maret 1995

Tuesday, February 24, 2026

TUANKU TAMBUSAI


 TUANKU TAMBUSAI, SINETRON TERBAIK PADA FESTIVAL FILM INDONESIA TAHUN 1990 DAN MERAIH PIALA VIDIA. "Tuanku Tambusai" sinetron peroduksi TVRI Stasiun Pusat Jakarta bekerjasama dengan Pemda Riau merupakan yang terbaik pada FFI 1990. Sinetron yang menggali Pahlawan yang kurang dikenal ini disutradarai oleh Irwinsyah. Empat Saingan Tuanku Tambusai adalah sinetron "Anak" produksi TVRI sta Jakarta Pusat Sutadara Dedi Setiadi, "Dibalik Tobong" produksi TVRI Sta. Pusat Jakarta sutradara Ananto Widodo, "Masih Ada Cinta di Prambanan" produksi BKKBN-TVRI dan PT. Sentra Focus Audio Visual sutradara Ali Sahab dan "Wahyu dan Wahyuni" produksi PT. Inconesia Mandiri sutradara Ali Sahab.

Kalau di kaji, sudah sewajarnya Tuanku Tambusai merupakan sinetron terbaik. Pembuatan sinetron boleh dibilang tidak ala kadarnya. Bahkan sangat serius untuk kerja sebuah media televisi. Persiapan sinetron yang konon merupakan kerja "kolosal" pertama kru TVRI ini cukup berarti membuat sinetron ini berjaya. Masa pra produksi dan riset tentang kesejarahannya memakan waktu 6 bulan. Untuk set markas tentara Belanda, tidak tanggung-tanggung kru membangunnya dengan biaya yang cukup mahal. Begitu juga dengan "hends property" seperti topi, sepatu, ikat pinggang dan tentu kostum tentara Belanda dan tentara Padri. Sebelum ke lapangan untukpengambilan gambar yang berlokasi di Riau dan Sumatera Barat serta Bandung, Kru Tuanku Tambusai mempelajari miniatur lokasi suting, ini membuktikan bahwa Tuanku Tambusai benar-benar digarap serius.

Alex Suprapto Yudo, penulis skenario cukup 'Babak Belur" untuk mengangkat pahlawan yagn kurang di kenal ini. Beberapa  kali skenario dirombak dan direvisi. Tanpa refernsi dan bantuan pihak Pemda Riau dalam keberaadaan sejarahnya, takkan mungkin sinetron Tuanku Tambusai menjadi tontonan yang menarik ketika ditayangkan TVRI.

Irwinsyah takkan diragukan berkarya lewat audio visual elektronik itu, Pada FFI 1988 dia mendapat piala Vidia untuk sinetron "Sayekti dan Hanafi" dan konon telah di putar di seratus negara, selalu diikutsertakan di berbagai festival dil luar negeri. 

Banyak yang pro dan kontra tentang hasil garapan Irwinsyah lewat Tuanku Tambusai. Hasil 'lukisan'nya itu ada yang mengatakan 'mengada-ada'. Namun Irwinsyah telah mencoba mendekati sejarah Tambusai. Dan membangkitkan semangat orang muda untuk mengenal pahlawannya. 

Sinetron Tuanku Tambusai dilakoni oleh Cok Simbara sebagai Tuanku Tambusai, Tino Karno sebagai Bidin, Ferry Fadly sebagai Maringgit, Renny Djayusman sebagai Isteri Tuanku Tambusai, Agus Melasz sebagai De Stuller, S. Bono sebagai Be Richmond, Ahmad Nugraha sebagai Kohar dan didukung oleh ratusan figuran Riau dan Sumatera Barat. 

Tuanku Tambusai demikian namanya. Merupakan salah seorang panglima Tuanku Imam Bonjol yang berperang melawan Belanda, setelah Pangeran Diponegoro dapat di taklukkan Belanda. Sejarah membuktikan bahwa Tuanku Imam Bonjol dan sekutunya dapat di taklukkan pula oleh Belanda. Tapi dengan perlawanan yang sengit dan pantang menyerah dari tentara Padri. 

Sinetron ini tidak selalu menggambarkan suasana peperangan. Tapi juga konflik-konflik batin yang berkecamuk pada pasukan Tambusai. Untuk itu, Tuanku Tambusai selalu berhati dingin dan berlapang dada dengan laporan-laporan prajuritnya. Meski anak buahnya sudah kena penyakit rindu kampung halaman, karena bertahun-tahun bergerilya. Tuanku Tambusai tidak hanya pimpinan perang, tapi dia juga ulama yang disegani. Lewat keberadaannya inilah, petuah-petuah berhamburan, dia tidak hanya mengupas strategi perang, tapi juga manusia dengan Tuhannya dan manusia dengan manusia. Meski adegan Tambusai berkhotbah seakan lamban, namun Irwinsyah tak membuangnya, karena ada 'missi' didalamnya. 

Penataan Cahaya cukp apik. Lorong-lorong markas Belanda yang di Bandung cukup menggambarkan suasana. Kamera cukup jeli menangkap detail-detail setiap adegan yang dihadirkan. Apa yagn di sampaikan Tambusai cukup kompleks. Soal toleransi beragama dipaparkan lewat peran Maringgit, sosok pemuda animisme yang bersimpatik terhadap gerakan tentara Padri, Lalu sosok Bidin yang hilang keseimbangan melihat isterinya gantung diri, menggila dan membakar tempat perjudian. Lewat sosok ilmuwan Belanda yang riset, lalu tertangkapnya Tambusai tidak memerlakukannya sebagai musuh. Terbuktilah tak semua orang Belanda suka penjajahan, seperti Multatuli. 

Dengan dana 300 juta, wajar kalau sinetron ini menjadi yang terbaik. Sebab segala sesuatu dikerjakan sesuai konsep yang telah di sepakati. Inilah membuat sinetron Tambusai menjadi tontonan menarik. Meski secara sinematography sinetron Tambusai bisa lebih baik, tapi Irwinsyah hanya memberikan batas waktu 40 hari untuk menyelesaikan suting yang sarat dengan misi, baik sejarah maupun agama. ~ MF 114/82 Tahun VII, 10 - 23 Nov 1990.

Thursday, September 18, 2025

SINETRON SEBUAH PERMINTAN

 


SEBUH PERMINTAAN adalah sinetron produksi Multivision plus yang dibintangi oleh Onky Alexander, Devi Permatasari, Dona Harun, Pangky Suwito, Henidar Amroe dan lain-lain yang pernah di tayangkan di SCTV pada tahun 1997 yang tayang perdana pada 27 Agustus 1997 setiap Rabu jam 19.30.

Sinetron garapan Christi Maharsi sebanyak 15 episode, menurut produser Raam Punjabi di persiapkan untuk tayangan SCTV. Bagi Devi Permatasari pemeran Silvia, bermain di Sinetron Sebuah Permintaan punya tantangan tersendiri, karena harus bermain sebagai wartawati peran yang belum pernah diterimanya selama ini. "Tapi pada dasarnya peran yang berkarakter sudah langganan saya. Paling tidak saya sudah punya pengalaman dalam memerankan tokoh-tokoh yang berkarakter, " tutur Devi. "Saya tidak sempat observasi tentang sosok wartawati. Saya cukup melihat penampilan teman-teman wartawan dan skenario aja, " lanjutnya. 

Lain lagi dengan Henidar Amroe. Wanita cantik berkulit putih mulus ini harus rela menerima nasib karena mendapat peran Saraswati , Sosok wanita yang lebih tua ketimbang usia sebenarnya. "Semula saya agak ragu sih, Apa ia pantas jadi orangtua. Tapi kata Christi, sutradaranya, itu hal yang mudah. Maka wajah saya penuh tempelan make up sana sini. Ternyata sifat saya keseharian yang agak kalem sangat mendukung karakter Saraswati," kata Henidar Amroe. 

Sebuah Permintaan skenarionya di tulis oleh Deddy Armand didukung pemain-pemain top lainnya seperti Raynold Surbakti, Roy Karyadi, Cynthia Maramis, Pong Harjatmo, Aldona, Jamil Reza, Dana Christina, CHrist Michael, Sony Dewantara, Fanny Bauty dan Aldisar Syafar. 

Sebuah Permintaan bertutur tentang usaha Teddy untuk mendapatkan cinta Silvia, gadis yang selalu agu akan kesungguhan rasa cintanya. Juga upaya Silvia mencari keberadaan ayahnya, Harry yang meninggalkan dia dan ibunya saat berusia lima tahun. Dengan sengaja macam intrik khas produk Multivision, memperebutkan cinta, harta serta percobaan pembu nuhan menjadi kisah melodrama menarik, intrik selalu sukses mengaduk aduk emosi pemirsa. 


~sumber : MF 

Tuesday, September 9, 2025

SINETRON KISAH TIGA DUDA


 LAKON TIGA DUDA merupakan sinetron yang pernah tayang di SCTV pada tahun 1994. 

Cerita ini gagasan murni dari Tio Pakusadewo yang inspirasinya didapat dari sebuah lukisan Cina yang dilihatnya ketika jalan-jalan di Hongkong. Lukisan tersebut kira-kira mempertanyakan, Apa jadinya bila satu turunan yang terdiri dari Bapak, Anak dan Cucu punya probel yang sama, yaitu menjadi duda. 

Cerita ini berawal dari kehidupan tiga orang duda di bawah satu atap. secara kebetulan tiga-tiganya ada hubungan darah. Mereka adalah Opa Ben (Benyamin S), Papa yo (Priyo S Winardi) dan Si Tong (Tio Pakusadewo).

Opa Ben karena usianya yang lebih tua dari dua duda lain, terpaksa di jadikan penasihat sekaligus sesepuh di cerita ini. Sementara Papa Yo sebagai anak tunggal dari Opa Ben, berdiri sebagai orang yang serba tanggung. Terutama juga lantaran, hubungan Papa Yo tidak sedekat dengan Si Tong. Karena si Tong tumbuh di lingkungan kota besar, membuatnya asyik dengan dirinya sendiri dan kurangbisa akrab dengan keluarganya. 

Keasyikan Opa Ben yang hobi nonton film Kasandra agak terganggu dengan kehadiran Papa Yo yang  tiba-tiba mencari sesuatu yang tidak jelas dan langsung ngomel-ngomel. Belum selesai permasalahan yang dihadapi Papa Yo, persoalan lain muncul dengan deringan telepon yang berulang kali. Dan ternyata yang menelpon adalah Arimbi (Rina Hassim) mantan istri Papa Yo yang menanyakan barangnya yang hilang. 

Cerita yang di tamilkan secara komedi ini semakin lucu ketika tiba-tiba Bunga (Titi Dwijayati) mantan istri si Tong berkeluh kesah tentang hubungannya dengan Si Tong yang dirasakannya tidak seharomonis dulu. Bunga mengadukan hal itu kepada Opa Ben dengan mengatakan bahwa Si Tong telah berbuat serong dengan wanita yang tidak lain adalah teman Bunga sendiri. 

Kemudian juga menceritakan sewaktu mereka ribut masalah penyelewengan itu, Si Tong dengan entengnya mengatakan Talak Satu. 

Disnilah pesan moral mulai masuk. Opa Ben tidak hanya menjadi pendengar yang baik tapi juga bertindak sebagai penasehat. Karena yang menyampaikan bertitel Haji macam Benyamin S dan Muchsin Alatas, maka pesan-pesan moral yang di selipkan tidak terasa sebagai nasehat yang memuakkan. 

Sinetron ini tayang di SCTV tahun 1994 tiap hari Minggu jam 20.30 - 21.00WIB, tak hanya sebagai hiburan segar dan ingin tertawa lebar tapi juga penting bagi mereka yang membutuhkan siraman rohani. Toh status duda dengan persoalannya memang dekat dengan masyarakat kita. 

Ada yang pernah mengikutinya dulu?

~ sumber : MF 

Thursday, May 29, 2025

SALLY MARCELLINA, BELUM PERNAH DAPAT PERAN SEBAGUS INI


 SALLY MARCELLINA, Banyak artis seangkatannya sudah berguguran bahkan cukup banyak yang tak tahu lagi di mana rimbanya. Tapi si Ai, panggilan akrabnya si kecil mungil Sally Marcellina yang masih mendesahkan suara-suara sensualitas, rintihan dan bergelut dengan lawan mainnya. Seorang sutradara senior berkata, "Sally bukanlah bertipe artis bomseks, tapi mengapa orang menciptakannya sebagai artis bomseks?

Sally sendiri menyatakan tak peduli malah suka katanya. Dia tak peduli apa kata orang. "Saya sudah terlalu sering di pojokkan,"katanya. Ia tak tahu lagi, selain tak peduli, mana pujian mana makian. 

Di saat empat produser nasional mengejar dan mencoba merangkulnya, ia lari dari cengkeraman itu. Diam-diam dia mengubah diri menjadi Mariamin, sosok yang ada dalam novel Azab dan Sengsara karya Merari Siregar karya sastra yang dicetak perdana oleh Balai Pustaka tahun 1927 ini di sinetronkan Ciri Production House dan di garap oleh Edward Pesta Sirait dalam lima episode. 

Tidakkah Sally takut bila "tahtamu" di perfilman nasional di rampas bintang baru?

"Sepanjang karir saya sebagai artis belum pernah  saya dapat peran yang baik dan penuh penghayatan seperti sekarang. Mariamin menuntut melepaskan pribadi Sally Marcellina. Ini yang paling mahal dalam karir seorang artis, selain horor,"katanya. 

Katanya lagi, bertahun-tahun mendambakan peran seperti ini. Selama ini orang mengenal Sally hanyalah artis yang keartisannya disepelekan. Memang entah perannya tidak menantang atau kemampuannya memang pas pasan atau ia sendiri sudah merasa mapan hingga sosok Sally tak berubah dari 5 tahun hingga kini (Tahun 1994).

"Saya belum pernah menjadi gadis Batak Angkola, yang begitu lugu, pintar namun penuh penderitaan. Saya bangga dapat menjadi Mariamin. Inilah saya rasa impian semua artis, setelah dapat pupularitas,"paparnya.

Tidakkah Sally memikirkan pribadi sebagai Sally Marcellina akan merusak imej Mariamin ia seketika tertawa terbahak-bahak."Banyak orang belum dewasa. Belum bisa memaklumi kalau saya ini artis. Bukankah artis harus bisa menjadi siapapun? katanya memotong pembicaraan. 

"Lantas kalau saya bintang s e k s, yang saya pilih sebagai 'fak' saya, karena itu saya tidk boleh berlakon diluar tema s e k s? inilah tantangan saya, tidak karena saya harus jadi gadis 20an, karakter, sikap bahkan latar belakang kebudayaan antara saya dan Mariamin begitu bertolak belakang. Tapi, saya harus jadi Mariamin seutuhnya. 

"sampai kapanpun selagi laku dan layak saya akan tetap melakoni tema s e k s ," ujarnya sembari mendesah. 


Sumber : MF 2009/175/THX, 2-15 Juli 1994


ARIE WIBOWO, TAK MENYANGKA ILMU BELA DIRINYA BERMANFAAT


Ari Wibowo nama yang berkibar berkat lakonnya di drama eksyen bertajuk Perjalanan di SCTV tiap Rabu malam, terlihat lincah menggerakan tubuhnya setiap kali ia melakukan adegan perkela hian. Sinetron eksyen ternyata  makin mengukuhkan namanya sebagai aktor laga sukses, setelah kembalinya ke drama selepas dari jacky, tak sesukses yang di harapkan. 

Sukses Ari di Laga tentu tak lepas karena Ari dasar-dasar ilmu bela diri yang dimilikinya. Katanya sejak tinggal di Jerman ia sudah memperdalam ilmu karate bahkan Tae Kwon Donya sudah mencapai ban merah (di tahun 1998 tentu sekarang lebih)

"Dulu waktu masih SD, memang suka latihan karate untuk menyalurkan hobby dan sekaligus untuk jaga diri. Saya tidak nyangka kalau ilmu yang saya pelajari itu sekarang ada manfaatnya di dunia akting, khususnya yang bertema laga, "ujar adik kandung artis Ira Wibowo.

Walau sukses dengan adegan-adegan tarung dan tendangan, Ari khusus untuk adegan salto perannya terpaksa di gantikan orang lain. "Soalnya untuk melakukan salto saya memang nggak bisa, jadi terpaksa cari atlet yagn bisa melakukan adegan itu," tutur Ari jujur. Selain adegan tersebut beresiko cedera, yang bisa merusak skedul syuting bila ada "masalah" bila ia harus melakukannya sendiri. 

Ari juga mengaku ketika melakukan adegan tarung, ia sering tergebug sungguhan, hingga bengkak atau lecet-lecet karen alawan mainnya sering memukul yang betul-betul suah dihindarinya, "itulah resiko main eksyen", ujar Ari. 

Sebagai bintang eksyen, Ari menyatakan, tuntutan utamanya adalah kondisi fisik yang selalu prima. untuk itu ia selalu menjaga badannya dengan cara fitness dan joging di sekitar rumahnya. 

Disinggung soal permainannya yang terlihat mesra dengan pengantin baru Tamara Belszynski, Ari mengaku tak kikuk melakukannya. "Yang saya lakukan biasa saja dan tidak berlebihan , kenapa mesti takut main dengan mengantin baru ha..ha.hhaa

Baik resiko bengkak-bengkak, lecet, maupun resiko senang , bermesraan dengan Tamara, diambil dan dilakukan Ari tentulah untuk menyenangkan penonton dan penggemarnya. 


Sumber MF : 308/274/XIV, 4-17 April 1998