Showing posts with label TVRI. Show all posts
Showing posts with label TVRI. Show all posts

Monday, March 24, 2025

SITTI NOERBAJA, PENGORBANAN GADIS MALANG


Kisah terjadi pada 13 Maret 1897. Dan ketika itu sang penulis Marah Rusli berusia 8 tahun, masih bocah ingusan. Merupakan sebuah kisah sastra dan Dedi Setiadi memvisualkannya lewat sinetron TVRI. 

Pengambilan Gambar di studio alam TVRI Depok dan di Sumatera Barat. 

Di desa yang damai itu, dua insan saling cinta. Keduanya masih lugu. Merekalah Samsul Bahri dan Sitti Noerbaja. Tapi kebahagiaan itu tak bertahan, muncul petaka, Datuk Maringgih juragan kaya jatuh hati dengan Sitti Noerbaja. Datuk Maringgih yang tak tahu diri itu selalu cari perhatian. Lalu Datuk Maringgih menyewa lima pendekar untuk mengganggu bunga desa yang rupawan itu. 

Siasat Datuk maringgih tak berhasil. Cinta Sitti Noerbaja kepada pujaan hatinya semakin terpaku. Saat Samsul Bahri merantau ke Betawi, Datuk Maringgih punya siasat dengan kejinya dia membakar toko milik Baginda Sulaiman, ayah Sitti Noerbaja. Habislah harta orang tua Sitti Noerbaja. Datuk Maringgih tak puas. Lalu dia memboikot jual beli rotan, selanjutnya menenggelamkan kapal Baginda Sulaiman. Lalu Datuk Maringgih meracuni tanaman kebon kelapa keluarga Sitti Noerbaja. Baginda Sulaiman mengetahui kelicikan Datuk Maringgih. Karena Baginda Sulaiman tak mampu membayar hutangnya, Datuk maringgih menuntut agar Sitti Noerbaja menjadi istrinya, dan karena itu Datuk Maringgih menceraikan dua dari empat istrinya.

Melihat penderitaan ayahnya, Sitti menerima lamaran Datuk maringgih. Setelah menikah, Datuk Maringgih semakin angkuh dan congkak hingga lupa diri. Dari perantauan Samsul Bahri menjadi seorang dokter. Lalu bertemu kekasihnya tanpa peduli jalinan cinta Samsul Bahri dan Sitti Noerbaja bersemi kembali. Tapi Sitti Noerbaja dan Datuk maringgih selalu bertengkar. Sehingga akhirnya secara licik Datuk Maringgih meracuni Sitti Noerbaja sampai tewas. 

Hari yang bahagia, Samsul Bahri kini berpangkat letnan dan mendapat bintang kehormatan pada tahun 1907. Samsul Bahri dikirim Belanda ke Padang untuk memerangi pedagang yang tidak mau mengikuti blastik pajak, juga Datuk Maaringgih. Suatu hari Datuk Maringgih menebaskan pedangnya kepada Samsul Bahri, saat itu juga Samsul Bahri meletuskan pistolnya dan menembus jidat Dtuk Maringgih. Tewaslah Datuk Maringgih. Tapi saat malaikat  maut akan menjemput Samsul Bahri, sang ayah tiba disisinya. 

Sitti Noerbaja di lakoni oleh Novia kolopaking sebagai Sitti Noerbaja, Gursti Randa Sebagai Samsul Bahri, Remy Silado sebagai Baginda Sulaiman, Erni Tanjung sebagai Rangkayo (Ibu Sitti Noerbaja), Him Damsyik sebagai Datuk Maringgih, Rina Hasyim sebagai Rubiah dan Dian Hasri serta ratusan figuran. Sinetron tiga seri yang skenarionya di tulis oleh Asrul Sani dan tayang di TVRI tahun 1991.


Thursday, March 6, 2025

NOSTALGIA DRAMA SERI TVRI


 Drama Seri TVRI merupakan drama seri yang ditunggu pemirsanya di era 80an hingga awal 90an sebelum akhirnya bermunculan stasiun tv swasta. Dalam sebuah artikel di di MF, drama seri Losmen merupakan drama seri yang mendapat sambutan luar biasa dari pemirsa TVRI. Merupakan sejarah bagi TVRI bila mau jujur, Losmen selalu di nanti, disimak bahkan didiskusikan. Tidak pernah terjadi drama seri apapun yang pernah di produksi TVRI sta Pusat Jakarta. Sampai saat ini (tahun 1991) belum satupun drama seri dapat menandingi 'keperkasaan' Losmen. Meski drama seri "Pondokan" mencoba mengimbanginya, namun tak bergaung. Tak merasuk dalam jiwa. 

Kekecewaan masyarakat begitu menyentakkan ketika awal tahun 1989 drama seri Losmen dinyatakan bubar. Banyak desas desus tentang kasus pembubaran drama Losmen. Tapi tidak ada menemui jawaban. Merupakan sebuah teka teki hingga sekarang. 

Mungkin Bu Broto sudah capek mengurus usaha losmennya dan Pak Broto telah bosan main ukulele, kabarnyapun ikut-ikutan jual pakaian. Jeng Sri sekarang tinggal di Bogor, sibuk mengurus Puskesmas dan tidak menyanyi lagi di Bar. Jarot tidak lagi seorang pelukis, yang identik dengan seniman konyol, kabar terakhir katanya menjadi jago silat. Mbak Pur lagi ngumpet di rumah terus, sesekali menjual busana muslim dan tak mau melepas jilbabnya. Tarjo, sudah melejit sekarang, pernah meraih Piala Citra, terakhir pawangnya gajah lewat film "Cintaku di Way Kambas".

Menurut TVRI bagian Perencana drama menggambarkan karena permintaan masyarakat, Losmen pun akan di putar ulang kembali. Mulai dari awal sampai akhir. Konon TVRI melayani pemirsanya. Padahal pemirsa TVRI sangat mengharapkan drama seri Losmen di lanjutkan kembali, meski bapak losmen, Wahyu Sihombing telah tiada. 

Kata yang empunya cerita, Tatiek Maliyati, WS, Losmen akan dilanjutkan kembali. Dan Drs. Ishadi SK, MSC telah pula memberi angin namun realisasinya tak kunjung tiba malahan tayangan ulang. 

Cerita seri tayangan TVRI telah langka, Keluarga Rahmat telah mati, Jendela Rumah Kita ikut-ikutan padam, Pondokan yang menjual tampang artis itupun telah tiada dan beberapa seri lainya di kategorikan dengan Sinetron Seri. Jelas dari deretan judul diatas Losmen masih terlalu unggul bahkan menjadi legendaris. 

"Saya sangat senagn sekali "Losmen" diputar ulang. Maka terjawab sudah surat-surat penggemar drama Losmen kepada saya. Alhamdulillah Penggemar Losmen tidak penasaran. Saya sendiri kaget dengarnya, " kata Mieke Widjaya pemeran Bu Broto. 

~ sumber MF 129/96 8-21 Juni 1991~

Kalau sekarang di TVRI masih ada Losmen Reborn dan Jendela Rumah Kita Reborn juga sih. Ada yang pernah nonton?


Wednesday, December 12, 2018

HADIAH HSBC BWF WORLD TOUR FINALS GUANGZHOU 2018 YANG FANTASTIS

Sudah lama sekali ya saya gak nulis tentang bulutangkis padahal ini salah satu olahraga kegemaran saya, di blog saya yang lain bulutangkis menjadi salah satu menu yang sering saya tulis terutama saat ada pertandingan. Dari Era Taufik Hidayat hingga Antony Ginting saat ini, dari jaman Markis Kido/Hendra Setiawan sekarang berganti menjadi pasangan terhits saat ini Kevin Sanjaya/Markus F Gideon.

HSBC BWF World Tour Finals tahun 2018 berlangsung di Guangzhou China mulai 12 Desember hingga 16 Desember 2018. Hadiahnya sangat fantastis nih di bandingkan dengan tahun sebelumnya. Total Hadiah BWF World Tour Finals Tahun 2018 mencapai USD 1.500.000, fantastis banget kan.
Untuk Rincian hadiahnya sendiri sebagai berikut :

Sektor Tunggal
Juara: 120.000 dolar AS
Runner-up: 60.000 dolar AS
Semifinalis: 30.000 dolar AS

Sektor Ganda
Juara: 126.000 dolar AS
Runner-up: 60.000 dolar AS
Semifinalis: 30.000 dolar AS

Kalau saat ini di kurskan dengan Rupiah berada di level 14.500 maka untuk Juara 1 akan memperoleh  Rp. 1.740.000,- gede banget kan hehe. Makanya ini salah satu ajang yang paling prestise karena hanya di ikuti oleh ranking 1 sampai 8 dalam perolehan poin menuju Finals.

Indonesia mengirimkan 2 pasang ganda putra melalui Markus F Gideon/Kevin Sanjaya dan Moh. Ahsan/Hendra Setiawan, sementara di Tunggal putra terdapat Tommy Sugiarto dan Antony Sinisuka Ginting, di sektor Ganda Putri Indonesia meloloskan satu wakilnya Greysa Polii/Apriyani Rahayu dan di Ganda Campuran Ada Gloria Emanuella Widjaya/Hafiz Faisal sedangkan di tunggal putri tidak ada satupun wakil yang lolos.
PBSI mematok 1 gelar dari turnamen ini.

Pertandingan Semifinal dan Final BWF World Tour Finals tahun 2018 akan di tayangkan di TVRI so bagi pecinta bulutangkis jangan lupa menontonnya. Kalau harapan saya sih Antony Sinisuka Ginting bisa mencapai final ya biar seru nontonnya hehe.