Showing posts with label Siti Nurbaya. Show all posts
Showing posts with label Siti Nurbaya. Show all posts

Saturday, September 5, 2026

NOVIA KOLOPAKING, TAK GENTAR LAWAN KRITIK SAAT MAIN SITI NURBAYA

 


NOVIA KOLOPAKING, TAK GENTAR LAWAN KRITIK SAAT MAIN SITI NURBAYA (berita lawas). Drs. Asrul Sani, habis-habisan mengeritik Dedi Setiadi yang meramu sinetron Siti Nurbaya. Sebagai penulis skenario, ia merasa kurang sepaham dengan persepsi sutradara TVRI itu. Yang pasti Siti Nurbaya dimata Asrul tidak sesuai dan tidak mencerminkan kebudayaan Sumatera Barat (Minang).

Novia Kolopaking selaku pemain utama tidak lepas dari serangankritik. Itu pasti. Mulai dari dialog sampai ekspresi Via dirasakan kurang pas. "Malah dengan kritik tajam itu saya bisa mengoreksi sekaligus bangga. Iya dong. Masalahnya, perhatian masyarakat kepada saya begitu besar. Setidaknya ini menjadi tolok ukur untuk menentukan langkah saya selanjutnya di bidang film, "kata Via yang mengaku kenal buku Siti Nurbaya waktu kelas 2 SMP. 

Bahkan Via merasa yakin kritik itu terlempar dari mereka yang mengerti dan paham akan kebudayaan Sumatera Barat. Sedangkan untuk kalangan seusianya, tidak mungkin berpendapat demikian. 

"Buktinya, setiap hari saya kebanjiran surat rata-rata 80 pucuk, cuma membicarakan peran saya sebagai Nur. Tak berlebihan jika saya mengungkap omongan diantara mereka yang sebagian besar memuji permainan saya. Tak percaya? Boleh baca sendiri, "tukas Via sembari memberikan setumpuk surat .

Surat-surat dari daerah, ada yang baru mengenal bintang gres ini lewat sinetron tersebut. Biar keterlibatan Via diladang akting sudah empat tahun lalu, "Lima langkah dari pintu rumah saja, saya sudah ganti nama, tetangga seolah menghalalkan sebutan Nur dalam keseharian saya. Itu biasa. Tapi bila dibandingkan dengan gencarnya kritik, sungguh ironis, bukan? Saya kira kejadianini sebagai perselisihan paham saja.Tak ada yang perlu kita salahkan. 

Mas Dedi punya persepsi dan penafsira akan figur dari masing-masing peran. Nah, dengan begitu saya merasa tidak suka persoalan ini didramatisir, karena menyangkut hak  seseorang, "celetuk Novia. 

~MF 139/106 Tahun III/26 Okt - 8 Nov 1991

Sunday, August 9, 2026

NOVIA KOLOPAKING

 


NOVIA KOLOPAKING (berita lawas). Novia Kolopaking artis yagn sering manggung untuk menyanyikan lagu-lagu baik pada acara show maupun undangan sebagai bintang tamu. Via , panggilan sehari-hari , perempuan imut-imut yang lincah dan ramah terhadap siapapun baik dengan cowok maupun cewek, ia menganggap sebagai keluarga sendiri. "Konsep ini yang saya terapkan. Saya senang bergaul pada semua orang, dan saya berusaha untuk menyenangkan, untuk diri saya mungkin sudah menjadi milik masyarakat, "celoteh Via saat ditemui pada acara Parade Artis Taman Impian Jaya Ancol. 

Kesibukan Via akhir-akhir ini mengisi acara musik, hampir seminggu 2 kali ia manggung bersama artis-artis yang ada di ibukota. Sejak kecil Via sudah berani pentas untuk menyanyikan lagu anak-anak. Berkat suaranya yang enak di dengar serta didukung kemampuan dalam membawakan setiap lagu, Via  sering dibutuhkan oleh masyarakat untuk menghibur. Dalam kesempatan di Parade Artis Taman Impian, Via sempat menyanyikan lagu dangdut, untuk meramaikan suasana Via langsung punya inisiatif gaet cowok untuk mendampingi sebagai pacar sementara untuk berjoget diatas panggung. 

"Saya mencoba memberanikan diri untuk ajak cowok yang sedang nonton. Sebetulnya saya agak ragu, tapi karena tidak punya maksud apa-apa jadi ya langsung say apegang tangannya agar kelihatan mesra. Ini nggak lama kok, hanya lima menit,"ujar Via menegaskan. Via memang sering mengisi acara di Ancol, ia mengaku bahwa semangatnya untuk meniti karir berawal dari Ancol, yang mana Via sering ngobrol dengan seniman-seniman yang ada didaerah Pasar Seni. 

Keinginan untuk sukses sebagai seorang artis, Via banyak belajar pada seniman yang ada di Pasar Seni. Berkat keberaniannya Via pernah dicoba untuk menyanyi diArena Panggung terbuka Pasar Seni Ancol. Yah , Via bersyukur bahwa kehadirannya pada saat itu diambut dengan tepuk tangan dari penonton yang berjubel-jubel untuk melihat secara dekat dengan artis yang lincah ini. 

Walau sudah banyak dikenal masyarakat, Via tidak pernah melupakan sumber mata air yang pernah membawa dirinya untuk mencapai sukses sebagai seorang penyanyi. Disamping menyanyi ia akting mengisi sandiwara radio "Saur Sepuh" sebagai "Dewi Anjani". Tokoh ii yang membuatnya semakin terkenal, pada akhirnya mendapat tawaran untuk main drama TVRI, diantaranya, Marina, Kutub-kutub Nyanyian untuk Dini, juga melakoni drama serial TVRI berjudul Jendela Rumah Kita sebagai tokoh Anna dan inipun telah dikaloni sebagai tokoh yang tetap. Via tetap melaju dengan banyak pengalaman di bidang tarik suara maupun drama TV. 

Pada saatnya pula, Via telah merampungkan filmnya berjudul Brahmana Manggala sebagai tokoh Antini. Banyak sekali tawaran main film namun artis ini memang selektif sekali. Jika skenarionya ada adegan yang tak senonoh, ia menolak secara langsung, via bukan fanatik, tetapi bagi Via ia tidak pantas untuk membawakannya. Pada saat ini ia masih harus menyelesaikan sinetron berjudul "Siti Nurbaya".

 ~MF 114/82 Tahun VII, 10 - 23 Nov 1990

Monday, March 24, 2025

SITTI NOERBAJA, PENGORBANAN GADIS MALANG


Kisah terjadi pada 13 Maret 1897. Dan ketika itu sang penulis Marah Rusli berusia 8 tahun, masih bocah ingusan. Merupakan sebuah kisah sastra dan Dedi Setiadi memvisualkannya lewat sinetron TVRI. 

Pengambilan Gambar di studio alam TVRI Depok dan di Sumatera Barat. 

Di desa yang damai itu, dua insan saling cinta. Keduanya masih lugu. Merekalah Samsul Bahri dan Sitti Noerbaja. Tapi kebahagiaan itu tak bertahan, muncul petaka, Datuk Maringgih juragan kaya jatuh hati dengan Sitti Noerbaja. Datuk Maringgih yang tak tahu diri itu selalu cari perhatian. Lalu Datuk Maringgih menyewa lima pendekar untuk mengganggu bunga desa yang rupawan itu. 

Siasat Datuk maringgih tak berhasil. Cinta Sitti Noerbaja kepada pujaan hatinya semakin terpaku. Saat Samsul Bahri merantau ke Betawi, Datuk Maringgih punya siasat dengan kejinya dia membakar toko milik Baginda Sulaiman, ayah Sitti Noerbaja. Habislah harta orang tua Sitti Noerbaja. Datuk Maringgih tak puas. Lalu dia memboikot jual beli rotan, selanjutnya menenggelamkan kapal Baginda Sulaiman. Lalu Datuk Maringgih meracuni tanaman kebon kelapa keluarga Sitti Noerbaja. Baginda Sulaiman mengetahui kelicikan Datuk Maringgih. Karena Baginda Sulaiman tak mampu membayar hutangnya, Datuk maringgih menuntut agar Sitti Noerbaja menjadi istrinya, dan karena itu Datuk Maringgih menceraikan dua dari empat istrinya.

Melihat penderitaan ayahnya, Sitti menerima lamaran Datuk maringgih. Setelah menikah, Datuk Maringgih semakin angkuh dan congkak hingga lupa diri. Dari perantauan Samsul Bahri menjadi seorang dokter. Lalu bertemu kekasihnya tanpa peduli jalinan cinta Samsul Bahri dan Sitti Noerbaja bersemi kembali. Tapi Sitti Noerbaja dan Datuk maringgih selalu bertengkar. Sehingga akhirnya secara licik Datuk Maringgih meracuni Sitti Noerbaja sampai tewas. 

Hari yang bahagia, Samsul Bahri kini berpangkat letnan dan mendapat bintang kehormatan pada tahun 1907. Samsul Bahri dikirim Belanda ke Padang untuk memerangi pedagang yang tidak mau mengikuti blastik pajak, juga Datuk Maaringgih. Suatu hari Datuk Maringgih menebaskan pedangnya kepada Samsul Bahri, saat itu juga Samsul Bahri meletuskan pistolnya dan menembus jidat Dtuk Maringgih. Tewaslah Datuk Maringgih. Tapi saat malaikat  maut akan menjemput Samsul Bahri, sang ayah tiba disisinya. 

Sitti Noerbaja di lakoni oleh Novia kolopaking sebagai Sitti Noerbaja, Gursti Randa Sebagai Samsul Bahri, Remy Silado sebagai Baginda Sulaiman, Erni Tanjung sebagai Rangkayo (Ibu Sitti Noerbaja), Him Damsyik sebagai Datuk Maringgih, Rina Hasyim sebagai Rubiah dan Dian Hasri serta ratusan figuran. Sinetron tiga seri yang skenarionya di tulis oleh Asrul Sani dan tayang di TVRI tahun 1991.