IR. BUDIATI ABIYOGA, HATI YANG PERAWAN-NYA FLOP! (berita lawas). Semula orang banyak mengira, bahwa PT. Prasidi Teta Film dikenalikan seratus persen oleh Bustal Nawawi, mantan pimpinan KFT (Karyawan Film) yang memiliki keahlian mendisain produksi secara efisien dan padu antar unsur yang terkandung di dalam sebuah film. Nyatanya, setelah tokoh dengan ciri khas kumis dan brewok yang tebal itu hengkang dari perusahaan tersebut, justru roda kegiatannya semakin menggebu.
Begitu selesai film "Ayahku Bangsaku", PT. Prasidi telah siap dengan dua produksi yang akan digarap secara simultan. "Gema Kampus 66" dan "Pelangi Pandansari" (Nusa Penida). Dan produktivitas yang cenderung spektakuler itu berda di bawah komando seorang nyonya, yaitu Ir. Budiyati Abiyoga.
Siapakah perempuan ini sebenarnya?
Ternyata dia seorang novelis. Mungkin Anda heran, dan kalaupun anda seorang penggemar novel, bisa menyebutkan belum pernah membaca novel yang di tulis oleh novelis dengan nama tersebut diatas. Karena dalam menulis ia selalu menggunakan nama samaran Prasanti.
Nama ini mulai dikenal sejak novelnya yang berjudul "Ujung Wajah Masa Lalu" memenangnkan hadiah ke 3 sayembara Mengarang Novelet Femina 1980, dengan juri yang diketuai oleh Dr. Umar Kayam. Menyusul kemudian novelnya yang laris dan sangat menyentuh hati wanita, "Hati Yang Perawan!".
Novel itulah yang kemudian difilmkan, menjadi produksi perdana PT. Prasidi Teta Film. Sutradaranya Chaerul Umam. Bintang-bintangnya Deddy Mizwar, Sitoresmi dan El Manik. Ternyata ketika diedarkan hasilnya Flop! RUGI!.
"Dengan sisa-sisa modal yang dikumpul-kumpulkan kami mencoba memproduksi film kedua. Sungguh biayanya sangat murah. Tapi diluar dugaan, film kedua ini meledak luar biasa.
Anda semua tentu tahu dan sudah menonton. "Kejarlah Daku Kau Kutangkap", selain mendapatkan seabreg pujian dari kalangan kritisi, film ini juga menggondol Piala Antemas sebagai bukti kelarisannya.
Kisah sukses ini dilanjutkan dengan produksi ketiga, "Naga Bonar" yang secara guyon 'diledek' "Kalau beredar di HOng Kong nanti diganti judulnya jadi Liong Bun!"
Sekarang, produksi keempat "Ayahku, " tetap diperani maskot Prasidi, Deddy Mizwar.~MF 047/15/Tahun ke IV, 16 - 29 April 1988

No comments:
Post a Comment