LENONG RUMPI, BOIM PUN IKUT BERNYANYI (berita lawas). Mengingat sudah berkali-kali menjelaskan perihal belum bubarnya kelompok komedi Lenong Rumpi, mak asang komandan grup, yakni Harry De Fretes lebih suka berbincang berita baru yang dianggapnya bisa mengabarkan sosoknya yang selama ini seolah menghilang dari layar RCTI, sebagai media yagn membesarkan nama serta kelompoknya.
Harry yang baru saja menyelesaikan kuliahnya di FE Untar, Jakarta menganggap adalah satu hal yang mendesak apabila hampir seluruh pesonil Lenong Rumpi terjun ke pentas lain, Keluarga Van Danu dan Salah Sambung. Sedangkan tak satupun diluar sinetron RCTI itu Harry bersedia tampil. Sebab, bila Harr pun ikut main dalam acara lain atau kelompok yang disutradarai seniman lainnya, tentunya seolah memperkuat kesan bahwa sebagai pimpinan grup sudah bersedia main diluar, dan bisa dianggap Lenong Rumpi memang benar bubar adanya.
"Tetapi bukan berarti kreatifitas saya mandeg,"ujarnya saat ditemui di kantornya, di Jakarta Flash Production yang merupakan tempat kumpulnya kru Lenong Rumpi. "Meskipun mereka padat oleh berbagai acara tapi setiap saat kami tetap bisa berkumpul untuk meeting kerja, "ujar Harry.
Ihwal kreatifitas, Harry mengaku tetap rutin manggung bersama LR di berbagai pentas acara. Disamping itu film Lenong Rumpi yang bulan Maret ini sedang di proses episode yang ke III, tetap tidak akan merubah niat Harry yang juga siap memperoduksi film Si Boim lewat produksi Jakarta Flash Production. Yang menurutnya juga, film jenis komedi yang akan digarapnya itu, tetap di dukung oleh seluruh kelompok, yakni Debby Sahertian, Titi Dwijayanti, Robby Tumewu, Ade Libertifa, Tata Dado, Ferina Widodo dan Ira Wibowo.
Tapi yang kini sedang digarap pemuda blasteran Padang-Menado ini, adalah ihwal vocalnya yang sedang di proses oleh Musica Studio. Namun meski sosok Harry sebagai pemuda, tapi ia melantunkan lagu anak-anak. "Hanya ada perbedaan dengan kebiasaan. Kalau anak-anak menyanyikan lagu-lagu orang dewasa, justru gue menyanyikan lagu-lagu untuk anak, "gelaknya yang mencanangkan hit lagu Si Boim. Sedang rentetan lagu-lagu lainnya sebetulnya bukan merupakan lagu-lagu baru di publik musik Indonesia. Misalnya saja Naik Delman, Beca, Selamat Ulang Tahun, Balonku, adalah lagu-lagu yang sudah sangat akrab dengan masyarakat kita. Namun yang berbeda hanyalah pada syair maupun pengucapannya disesuaikan dengan status Harry sebagai komedian. ~MF No. 174/141/TH.IX, 6 - 19 Maret 1993

No comments:
Post a Comment