Showing posts with label harry de fretes. Show all posts
Showing posts with label harry de fretes. Show all posts

Tuesday, April 28, 2026

LENONG RUMPI, KOMEDI "KOST" ALA BETAWI


 LENONG RUMPI, KOMEDI "KOST" ALA BETAWI (Berita Lawas). Sejak Medio tahun 1990, Lenong Rumpi (LR) mulai di tayangkan di RCTI. Maka sejak itu pulalah bertambah satu lagi kelompok orang-orang jenaka yang berprofesi sebagai pengocok perut. Dalam waktu relatif singkat, grup lawak ini berhasil melejit menjadi tontonan kegemaran masyarakat ibukota. Bahkan boleh dibilang sudah mampu menyaingi grup-grup senior seperti Warkop DKI atau bagito - yang kini berada pada papan teratas percaturan dunia lawak. 

Tidak heran kalau kemudian Raam Punjabi produser PT. Parkit Films yang tersohor kejeliannya, menarik mereka untuk  bermain dalam film produksinya. Problema utamanya , kalau untuk penayangan di RCTI cuma 30 menit (minus iklan), maka kini untuk sebuah film bioskop membutuhkan tempo sampai 90 menit. berarti hampir tiga kali lipat. 

Dan tentu saja bukanlah merupakan cerita pendek yang sengaja di ulur-ulur menjadi panjang. Maka, Harry De Fretes sebagai pimpinan LR bekerjasama dengan sutradara Yazman Yazid menggarap satu cerita utuh dengan peluang-peluang improvisasi di sana sini. 

Sebagai benang merah cerita adalah sebuah rumah kost. Induk semangnya, suami istri Marulloh - Hamide (Robby Tumewu - Ira Wibowo) . Nama asli Marulloh sebenarnya Liong A Soe, namun ia sudah resmi ganti nama menjadi Steve Marulloh, Pasal nama ini sempat diributkan Hamide yang pin-pin bo, "Ngapain pake nama Setip-setip segala, nggak pensil sekalian?!.

Penampilan Ira sebagai Hamide yang selalu berkain kebaya dan berkaos kaki seperti lagi meriang ini, memang sangat berbeda dengan sosok Ira dalam suma film sebelumnya. 

Anak-anak kostnya berasal dari berbagai suku, Bonny (Harry De Fretes) yang Sunda, Mungky (Debby Sahertian) yang Manado, Niar (Era Gloria) yang Padang, Juwita (Ade Libertifa) yang Irian dan Tariganov (Jimmy Gideon) yang Indon Batak Rusia. 

Dengan anak semang beraneka ragam ini, bertaburanlah kelucuan dalam setiap adegan. Tapi pada dasarnya, cerita film ini bisa dibagi menjadi dua babak. 

Pertama, cerita datangnya Bonny, Mungki dan Niar kerumah kost Marulloh. Persyaratan agar bisa diterima sangat unik, berdalih demi kebudayaan Betawi, maka sehari-hari mereka semua harus berbahasa Betawi. Kendati serba kikuk, ketiganya berusaha ngomong Betawian sebisanya.  Klimaks terjadi pada saat Marulloh memerintahkan mereka  membuat bak sampah. Tengah malam dibongkar lagi oleh Bony yang hehilangan cincin pusakanya . Padahal cincin itu diikuti oleh Hamide.

Kedua, Bony bertiga ikut Kuis tetangga Baik yang diselenggarakan oleh Radio ABS. Kesempatan ketika Marulloh dan Halime main Lenong di studio TV digunakan oleh Bony dan Mungki untuk menyamar sebagai mereka. Kekacauan terjadi karena dua anak kost lainnya Juwita dan Tariganov ikutan menyamar sebagai orang jompo. Tapi semua muslihat mereka terbongkar oleh Marulloh ang pulang mendadak. 

Ketiga, Marulloh yang tak bisa menghilangkan hobi ngintip orang mandi, minta petunjuk teman lamanya, Mawi yang pernah menuntut ilmu di Banten. Tariganov berhasil menyadap pembicaraan telepon mereka. Lalu si usil Bony, nimbrung mengajarkan cara menghilang. Marulloh mempraktekkan ajaran sesat tersebut. Berbugil berjingkrakan, mengira Bony semua tak bisa melihatnya. Puncak kelucuan terjadi saat Marulloh yang bugil dipergoki Mpok Siti mertuanya sendiri. 

Kendati hampir keseluruhan pemain (kecuali Ira Wibowo) baru untuk pertama kalinya main film, namun karena sudah sering melenong di televisi dan panggung, maka mereka pun nampak tak begitu canggung lagi. 

Wednesday, September 11, 2019

Film Indonesia : LENONG RUMPI 2

Lenong Rumpi 2

JUDUL FILM        : LENONG RUMPI 2
SUTRADARA       : YAZMAN YAZID
PRODUKSI           : PT. PARKIT FILM
PRODUSER          : RAAM PUNJABI
TAHUN PROD    : 1992
JENIS                     : FILM KOMEDI
PEMAIN               : HARRY DE FRETES, ADE LIBERTIFA, DEBBY SAHERTIAN, TITI DJ, IRA WIBOWO, ROBBY TUMEWU, TATA DADO, PAK TILE

SINOPSIS :
Boim (Harry De Fretes) seorang betawi kaya dadakan pindah rumah ke real estate bersama enyaknya Iting (Titi DJ) dan anaknya Rohayah (Ira Wibowo) dengan membawa rombongan sekampungnya untuk mengantarnya. Sebelum berhenti di depan rumahnya, Boim bersama rombongannya keliling-keliling real estate dengan tujuan agar para penghuni tahu kalau Boim pindahan. Hal ini membuat tetangga depan rumahnya Tante Marlina (Debby Sahertian) dan Ramon alias Ramadhan (Robby Tumewu) menjadi gerah dibuatnya. Apalagi keduanya sama-sama bertetangga. 

Akibatnya terjadilah perang antar dua tetangga yang berhadap-hadapan rumah. Boim yang hanya seorang sopir berlagak sebagai bos kantoran di depan Ramon, sementara itu Ramon sendiri yang hanya seorang sopir delman juga tidak mau kalah, ia berlagak juga sebagai orang kantoran. Dari awal kedatanganya pertikaian sudah di tabuh. Gaya hidup Boim dan enyaknya Iting bergaya tinggi, memakai mobil dan juga beli baju di butik. Hal ini tentu saja membuat gerah Ramon dan Tante Marlina. Akhirnya Tante Marlina buka salon di rumah dengan di Bantu oleh Juwita (Ade Libertifa), namun salon tersebut sering di manfaatkan oleh Juwita untuk menyalon teman-teman tukang sayur Juwita, tentu saja tante Marlina sering dibuat marah.

Sekali perang tetap perang, demikian kata Boim maupun Ramon. Namun dibalik perang yang sudah digencarkan tiap hari,  Iting mencuri perhatian Ramon tetangga depannya. Maka ketika Iting sedang bersepeda, Ramon mengikutinya dari belakang dan akhirnya menolong Iting ketika Iting jatuh dari sepeda. Akhirnya Iting dan Ramon saling jatuh cinta. Iting menjadi salah tingkah. Untuk menjembatani agar Iting di setujui oleh anaknya Boim untuk berhubungan dengan Ramon, Iting menyuruh Rohaya untuk menyampaikannya pada Boim. Namun setelah Boim tahu siapa yang di cintai Enyaknya, Boim menentang habis-habisan.  Demikian juga Tante Marlina setelah tau Ramon berhubungan dengan Iting, maka Tante Marlina pun menentang habis-habisan. Pokoknya sekali perang tetap perang.

Sementara itu Joni (Tata Dado) anak Marlena yang kuliah jurusan arsitektur pun akhirnya jatuh hati pada anak Boim, Rohayah. Gayung bersambut, Rohayah pun menerima Joni. Kali ini giliran Iting yang menyampaikannya pada Boim tentang cucunya. Namun setelah yang menjadi pacar Rohayah adalah tetangga depan, maka Boim yang sangat alergi dengan tetangga depan pun menentangya.
*****
Kencan pun dibuat antara Joni dan Rohayah dan Ramon dengan Iting untuk bertemu. Dengan menaiki tangga, Joni yang memakai topeng akhirnya sampai juga kerumah Rohayah, sementara Ramon ternyata menyusulnya dari belakan. Namun baik Joni maupun Ramon kaget dibuatnya karena merasa ada saingan yang masuk. Ramon memukul Joni yang memakai topeng. Maka ketika topengnya dibuka, keduanya pun kaget karena ternyata sama-sama mengencani penghuni depan rumahnya, kalau Joni dengan Rohayah maka Ramon akan mengencani Iting. Boim yang sedari tadi mengawasi dari balik perdu, akhirnya mengusir setelah tahu mereka memasuki rumahnya. Setelah gagal bertemu dengan pujaan hatinya, Ramon dan Joni menyuruh Juwita untuk menyampaikan pesan pada Iting dan Rohayah.

Boim menjadi protektif dengan Iting dan Rohayah. Maka di tengah terik matahari dengan berlagak bermain golf di depan rumahnya, Boim mengawasi Iting dan Rohayah agar tidak menyeberang ke rumah depan. Namun akhirnya Boim pingsan karena kepanasan. Boim di tolong oleh tukang sayur dan ditaruh di rumah Tante Marlena. Tante Marlena pun kaget karena tiba-tiba Boim sudah dirumahnya. Setelah siuman Boim disuruh segera pulang oleh Marlena. Namun tiba-tiba Boim pura-pura kesurupan oleh mbah Kalijodo dan mengatakan barang siapa yang menolongnya maka jika perempuan akan di jadikan istrinya. Meski sebelumnya Tante Marlena tidak mau, namun akhirnya karena takut kesurupan terus, Marlena akhirnya menerima Boim.  Akhirnya pasangan tetangga bertetangga tersebut pun secara diam-diam melakukan kencan tersembunyi dengan caranya masing-masing. Ketiganya akhirnya kepergok melakukan kencan di ruangan yang sama..