Showing posts with label Lenong Rumpi. Show all posts
Showing posts with label Lenong Rumpi. Show all posts

Wednesday, June 3, 2026

LENONG RUMPI!

 


LENONG RUMPI! (film lawas). Lenong, Kesenian tradisional Betawi seakan-akan identik dengan ciri khas : Pemain patuh menggunakan dialek Betawi, berwajah kumal dan tampang "kampungan".

Sebagai kesenian tradisional, nasibnya tidak berbeda jauh dengan kesenian tradisional lainnya, dijauhi penggemar. Karena itu, tidaklah heran bila kehidupan grup lenong yang adapun bernafas Senen-Kemis. 

Dengan niat mengangkat dan mempopulerkan kembali Lenong, RCTI menyajikan acara daegelan kocak Lenong Rumpi. Lenong yang satu ini berbeda dengan lenong yang selama ini kita kenal. 

Lenong Rumpi mencoba melepaskan diri dari pakem, mengungkap tema cerita yang aktual dan yagn paling mencolok para pemainnya berwajah kece. 

Dan ternyata, acara yang ditayangkan RCTI tiap malam Minggu mencapai sasaran. Mulai anak-anak kecil sampai orang tua menggemarinya. 

Karena digandrungi masyarakat, maka produser film pun ikut gambling untuk mencari keuntungan. Adalah Parkit Film yang mengangkatnya ke layar perak.

Latah? mungkin saja ada yang bilang demikian. Sang cukong cuma bilang, "kita kan ingin ikut mempopulerkan". Maksudnya lanjut produse itu, mempopulerkan lewat bioskop yang tersebar di seluruh Indonesia. "Kalau RCTI kan hanya terbatas di daerah Jabotabek atau mereka yang punya parabola, " katanya beri alasan. 

Yasman Yazid, sutradara yang mendapat kepercayaan menggarap film tersebut, mengatakan "Sekarang ini, untuk membuat film drama memang agak riskan. Pemasarannya kurang menguntungkan. Mungkin itu sebabnya produser memproduksi yang ringan-ringan saja."

Yasman Yazid pun mengaku sudah agak lama rindu menggarap tema drama, tapi, ia mau mengerti keadaan sekarang. "Birunya biru yang sudah lama siap, terpaksa harus  menunggu lagi. Dan entah sampai kapan harus menunggu. Yang jelas kita mesti s harus bersabar dulu!" Tegasnya mencoba mengerti keadaan.

Tentang film terbarunya, Lenong Rumpi yang tetap dibintangi pemain aslinya : Ira Wibowo, Roby Tumewu, Debby Sahertian, Harry De Fretes, dan Era Gloria, sutradara yang cukup lama ngendon di Parkit Film itu, mengakui cerita yang ditampilkannya adalah cerita ringan. "Namanya film komedi, kalau ceritanya berat, jadi film drama!" kata Yasman memberi alasan. 

Lalu, lanjutnya sebagai Lenong, kewajibannya yang tak ditinggalkan adalah dialek Betawinya. Cerita yang diangkat Yasman adalah tentang mahasiswa yang berasal dari daerah : Padang, Manado, Majalengka yang kuliah di Jakarta. Karena dari daerah, maka mereka harus mencari tempat kos. Dan tentu saja mereka mencari kos-kosan yang murah. 

Adalah mpok Hamida, Bang Maruloh yagn menyediakan kos-kosan murah itu. Cuma ada kewajiban. Siapapun yang kos dirumah pasangan suami-istri yang Betawi asli itu, diharuskan menggunakan dialek Betawi. Maksudnya, tentu saja agar para mahasiswa atau kalangan intelektual mau mempertahankan salah satu budaya bangsanya dan menyebarluaskan kesenian Betawi. 

Persyaratan menggunakan dialog Betawi, bagi mereka yang berasal dari daerah, memang agak merepotkan. Hanya bayar kosnya murah, merekapun menerima persyaratan tersebut. 

"Disinilah saya menggarap komedinya!" jelas Yasman. Lenong Rumpi beredar akhir tahun 1991 untuk menyambut tahun baru 1992. ~ sumber : MF 141/108/TH.VII/23 Nov - 6 Des 1991



Tuesday, April 28, 2026

LENONG RUMPI, KOMEDI "KOST" ALA BETAWI


 LENONG RUMPI, KOMEDI "KOST" ALA BETAWI (Berita Lawas). Sejak Medio tahun 1990, Lenong Rumpi (LR) mulai di tayangkan di RCTI. Maka sejak itu pulalah bertambah satu lagi kelompok orang-orang jenaka yang berprofesi sebagai pengocok perut. Dalam waktu relatif singkat, grup lawak ini berhasil melejit menjadi tontonan kegemaran masyarakat ibukota. Bahkan boleh dibilang sudah mampu menyaingi grup-grup senior seperti Warkop DKI atau bagito - yang kini berada pada papan teratas percaturan dunia lawak. 

Tidak heran kalau kemudian Raam Punjabi produser PT. Parkit Films yang tersohor kejeliannya, menarik mereka untuk  bermain dalam film produksinya. Problema utamanya , kalau untuk penayangan di RCTI cuma 30 menit (minus iklan), maka kini untuk sebuah film bioskop membutuhkan tempo sampai 90 menit. berarti hampir tiga kali lipat. 

Dan tentu saja bukanlah merupakan cerita pendek yang sengaja di ulur-ulur menjadi panjang. Maka, Harry De Fretes sebagai pimpinan LR bekerjasama dengan sutradara Yazman Yazid menggarap satu cerita utuh dengan peluang-peluang improvisasi di sana sini. 

Sebagai benang merah cerita adalah sebuah rumah kost. Induk semangnya, suami istri Marulloh - Hamide (Robby Tumewu - Ira Wibowo) . Nama asli Marulloh sebenarnya Liong A Soe, namun ia sudah resmi ganti nama menjadi Steve Marulloh, Pasal nama ini sempat diributkan Hamide yang pin-pin bo, "Ngapain pake nama Setip-setip segala, nggak pensil sekalian?!.

Penampilan Ira sebagai Hamide yang selalu berkain kebaya dan berkaos kaki seperti lagi meriang ini, memang sangat berbeda dengan sosok Ira dalam suma film sebelumnya. 

Anak-anak kostnya berasal dari berbagai suku, Bonny (Harry De Fretes) yang Sunda, Mungky (Debby Sahertian) yang Manado, Niar (Era Gloria) yang Padang, Juwita (Ade Libertifa) yang Irian dan Tariganov (Jimmy Gideon) yang Indon Batak Rusia. 

Dengan anak semang beraneka ragam ini, bertaburanlah kelucuan dalam setiap adegan. Tapi pada dasarnya, cerita film ini bisa dibagi menjadi dua babak. 

Pertama, cerita datangnya Bonny, Mungki dan Niar kerumah kost Marulloh. Persyaratan agar bisa diterima sangat unik, berdalih demi kebudayaan Betawi, maka sehari-hari mereka semua harus berbahasa Betawi. Kendati serba kikuk, ketiganya berusaha ngomong Betawian sebisanya.  Klimaks terjadi pada saat Marulloh memerintahkan mereka  membuat bak sampah. Tengah malam dibongkar lagi oleh Bony yang hehilangan cincin pusakanya . Padahal cincin itu diikuti oleh Hamide.

Kedua, Bony bertiga ikut Kuis tetangga Baik yang diselenggarakan oleh Radio ABS. Kesempatan ketika Marulloh dan Halime main Lenong di studio TV digunakan oleh Bony dan Mungki untuk menyamar sebagai mereka. Kekacauan terjadi karena dua anak kost lainnya Juwita dan Tariganov ikutan menyamar sebagai orang jompo. Tapi semua muslihat mereka terbongkar oleh Marulloh ang pulang mendadak. 

Ketiga, Marulloh yang tak bisa menghilangkan hobi ngintip orang mandi, minta petunjuk teman lamanya, Mawi yang pernah menuntut ilmu di Banten. Tariganov berhasil menyadap pembicaraan telepon mereka. Lalu si usil Bony, nimbrung mengajarkan cara menghilang. Marulloh mempraktekkan ajaran sesat tersebut. Berbugil berjingkrakan, mengira Bony semua tak bisa melihatnya. Puncak kelucuan terjadi saat Marulloh yang bugil dipergoki Mpok Siti mertuanya sendiri. 

Kendati hampir keseluruhan pemain (kecuali Ira Wibowo) baru untuk pertama kalinya main film, namun karena sudah sering melenong di televisi dan panggung, maka mereka pun nampak tak begitu canggung lagi.