Saturday, May 16, 2026

GITO ROLLIES, BERHENTI JADI PECANDU SETELAH DI KECAM ISTRINYA


 GITO ROLLIES, BERHENTI MENJADI PECANDU SETELAH DI KECAM ISTRINYA (berita lawas). Musik rock terkadang diidentikkan dengan narkotik, walaupun pandangan tersebut salah. Nyanyi atau bermain musik rock (baca berkesenian) merupakan suatu pekerjaan yang memerlukan ketekunan tanpa harus ditunggangi oleh obat-obatan terlarang. Seni ya seni, narkotik ya... teler itulah.

Nah ungkapan diatas tadi meluncur dari rocker Gito Rollies (Bangun Sugito) yang mengaku sudah selama 7 tahun berhenti total memakai barang-barang memabukkan itu. Padahal sebelumnya sudah diketahui umum, saat masih gabung dengan grup The Rollies, Gito terkenal brutal dan sering tampil dipanggung dalam kondisi 'tinggi'.

Lalu apa yang menyebabkan vokalis, berambut kribo ini menghentikan kebiasaan yang dianggap negatif itu? Tentunya ada suatu proses yang datang menyadarkannya, sehingga ia mampu melepas belenggu kecanduan narkotik ria. 

Awalnya pada tahun 1985 saat Gito naik panggung di Gedung Saparua, Bandung pada acara duel meet The Rollies & God Bless. Seperti biasa Bangun Sugito tampil dengan kondisi yang 'panas' kalau tidak bisa di katakan 'over drugs. Itu semua diketahui penonton dan juga istrinya, Michelle yang bersama putra mereka Puja Antar Bangsa (2 tahun) menyaksikan dari sisi panggung. Publik yang mayoritas kaum remaja tak perduli dan menganggap atraksi Gito sah-sah saja. Begitu memang penampilan rocker, demikian tanggapan mereka. Dari sambutan dan yel-yel rock yang mereka teriakkan, membuat Gito kian bersemangat saja, berjingkrak-jingkrak diatas panggung. 

Selesai melantunkan beberapa lagu, Gito keluar dari panggung dan langsung menemui istri dan anaknya. Wajah Michelle biasanya cerah menyambut Gito usai nyanyi, kini malah ubah muram. Tiada kata dan tiada tawa, juga saat keduanya sudah mengendarai mobil menuju k epemukiman orangtua Gito di perumahan Cibeureum Permai. 

Ini tentu saja membuat Gito bertanya-tanya dalam hati. Karena tak tahan atas perang dingin ini, Gito mencoba mengorek apa mau MIchelle yang begitu dicintainya, sehingga saat pacaranpun setiap bulan Gito mengirimkan berbagai jamu-jamuan untuk Michelle yang kala itu masih guru Taman Kanak-Kanak di Belanda. 

Mendapat desakkan gencar dari suaminya, lalu apa jawaban Michelle? "Saya tidak melihat kamu sebagai penyanyi tapi melihat seorang pemabuk diatas panggung. Coba buktikan suatu saat, bahwa tanpa mabuk pun kamu mampu menyanyi dan beraksi dengan wajar, " ungkap Michelle ketus. 

Mendengar kecaman  dari orang yang paling dicintainya ini, sedangkan penonton begitu mengelu-elukannya, tentu saja Gito merasa terpukul. Namun hikmahnya, semenjak itu Gito berusaha tampil di panggung tanpa narkotik dan menurut pengakuannya mampu diatasinya dengan baik. Itulah Gito, binal dan dinamis diatas panggung, tapi berkat bimbingan istrinya tercinta ia mampu mengobati diri tanpa keharusan memasuki panti rehabilitasi. ~sumber MF 157/124 th VIII, 11 - 24 Juli 1992


Gito Rollies meninggal 28 Feb 2008 . Akhir yang baik

No comments:

Post a Comment