TIO PAKUSADEWO, Cita Cita Biar Bisa di Cium Cewek Cakep (berita lawas). "Bilur Bilur Penyesalan" hasil penyutradaraan Nasri Cheppy, siap beredar. Film cerita tentang percintaan remaja ini, di dukung oleh Iyut Bing Slamet, Rano Karno, Deddy Mizwar, Sophia Latjuba juga Tio Pakusadewo yang berperan sebagai Erick saudara kembar Rano Karno.
Tio, memang bintang baru di dunia perfilman. Ia bersyukur berhasil menyabet peran yang cukup besar di Bilur Bilur Penyesalan ini. Padahal jauh sebelumnya, cowok tinggi dengan bentuk tubuh atletis ini pernah beberapa kali ikutan main film, diantaranya Kulihat Cinta Dimatanya dan Kabut Perkawinan, hanya saja selalu kebagian peran figuran, cetusnya.
"Cita-cita saya sewaktu kecil memang ingin main film, biar bisa diciumin cewek cakep," kenangnya sembari tertawa.
Terjun ke dunia film, sebagai figuran. "Karena saya punya prinsip, " begitu katanya. Jadi figuran katanya sekedar ingin tahu dunia perfilman.
Menjadi foto model dan bintang iklan di beberapa barang, cowok kelahiran 2 September ini bercerita, begitu lulus sekolah kebetulan kenalan dengan perancang pakaian Thomas Sigar.
Tio menyabet juara II Lomba Sejuta Wajah yang dibuat sebuah majalah remaja di tahun 1987. Dari hasil tabungannya sebagai model, yang sebagian selalu diamalkannya, juga digunakannya buat berangkat ke Amerika. "Tujuan semula ke Amerika ingin meneruskan sekolah. Bidang yagn bakal saya ambil berkaitan dengan dunia film. Tetapi baru dua bulan saya disana lalu saya dapat khabar dari orangtua di Jakarta. Saya harus pulang karena saya diminta jadi bintang film iklan yang sutingnya di Hongkong. Wuah tentu saja kesempatan tidak saya sia-siakan, " begitu Tio berkisah.
Putra ke 3 dari 4 bersaudara ini, punya hobi sebagai penulis lepas di sebuah majalah remaja. "Saya tidak tahu, apakah nulis itu satu bakat yang saya punya atau bukan. Tetapi yang pasti sejak duduk di bangku SMA, saya sudah nulis meskipun sebatas dilingkungan sekolah saja.
Beberapa bidang profesi memang dijajalnya. Belakangan ini Tio yang hidupnya pernah terkenal bandel, mulai menekuni teater, lewat teater Sendiri.
Bukannya saya rakus karena banyak bidang yang saya kerjakan, tetapi saya memang ingin menjajalnya, " ucapnya. ~mf 51/19/Tahun ke IV, 11 - 24 Juni 1988

No comments:
Post a Comment