Showing posts with label berita lawas. Show all posts
Showing posts with label berita lawas. Show all posts

Thursday, May 14, 2026

LEBIH DEKAT DENGAN ELLY ERMAWATIE


 LEBIH DEKAT DENGAN ELLY ERMAWATIE (berita lawas). Jika ingatan kita terbayang cerita sandiwara radio Saur Sepuh, maka kita akan mengenal seorang pendekar cewek, jago silat, tapi ia sangatmanja pada saudaranya terutama Brama. Dia adalah Mantili yang diperankan Elly Ermawatie. 

Keberadaan Elly, panggilan akrabnya, di kancah perfilman Indonesia bermula dari film laga,setelah Imam Tantowi bersama PT Kanta Indah Film mencoba mengangkat cerita ini ke layar lebar. Diakui, ketika terlibat sebagai pemain yang memerankan tokoh Mantili, Elly berhasil menyisihkan beberapa calon yang akan memerankan tokoh tersebut. Elly pun mendalami atas bimbingan penulis cerita Niki Kosasih. Elly pun selalu bertanya kepada Imam Tantowi. Sebab waktu itu ia awam sekali dengan dunia film. Ia sempat terkejut ketika dijelaskan honornya, yang ternyata jauh lebih kecil dari honor main sandiwara radio. Karena ia ingin mencoba , ia terima tawaran itu. Dan akhirnya lewat Saur Sepuh I Elly menjadi ketagihan main film. 

Secara beruntun ia dikontrak PT. Kanta Indah Film untuk serial Saur Sepuh II dan III. Kini wanita kelahiran Solo ini menjadi milik masyarakat sebagai tokoh Mantili yang digemari dari kota sampai pelosok pedesaan. 

Namun demikian Elly tidak hanya menekuni karir di film. Ia juga punya usaha sebagai kontraktor. Usaha itu didirikan sebelum terlibat di film. Dalam film Tutur Tinular arahan Nurhadie Irawan, Elly memegang jabatan produser pelaksana di samping tetap sebagai pemain. 

Agaknya ia merasa cocok dengan jalur yang ditempuh. Mendapat pengalaman baru, mengenai seluk beluk film, mulai deri menentukan pemain, pengatur jadwal kegiatan, sampai management keuangan. Bukan semata rakus dalam profesi dan kedudukan tapi Elly ingin menjadi insan film seutuhnya. Diakui, semula ia mengalami kerepotan antara menentukan dirinya dengan pemain lain, Itu ia sadari karena masih banyak kekurangan. 

"Kalau tidak gigih kemungkinan akan mengalami kegagalan, sebab semua itu membutuhkan kesabaran dan  keuletan, " kata Elly yang kini juga terlibat dalam film Lima Harimau Nusantara arahan Pietrajaya Burnama produksi PT. Galunggung Putra Perkasa Film. 

Sebagai artis film laga yagn sudah membintangi 7 film banyak pengalaman didapat. Semenjak terlibat film Elly mulai menekuni ilmu bela diri silat sebab itu sangat menentukan dirinya sebagai pemain film laga. 

Saya nggak pernah mimpi jadi artis film. Kesempatan itu datang secara tiba-tiba. Kalau sekarang saya jadi artis, buat saya biasa-biasa saja. Nggak berbeda jauh saat saya mengisi sandiwara radio, " tandas Elly yang juga terjun sebagai penyanyi. 

Usahanya belakangan ini ckup lancar dengan memproduksi rekaman casette sandiwara cerita anak-anak maupun cerita legenda. Karena Elly juga sibuk suting film, maka untuk sementara ini memakai tenaga ari luar. Setiap kali produksi, Elly juga melihat pasaran. Sebagai wanita yang ingin sukses dalam meniti karir, Elly tak henti-hentinya cari terobosan baru guna meningkatkan prestasi. 

Ia juga menekuni dunia tarik suara yang sudah merampungkan 3 volume. Kini Elly juga bikin lagu pop Jawa yang dinyanyikan sendiri. Dari lagu ini ia mencoba memproduksi sendiri. Tapi untuk sementara ia tidak memberi keterangan mengenai berapa lagu yang akan direkam. Alasannya masih mencari maskot lagu tersebut. Dikatakan, dalam persiapan rekaman dilakukan dengan cermat dan penuh kesabaran. 

"Ini volume saya yagn keempat. Produksi sendiri. Coba-coba kan boleh siapa tahu Tuhan memberi jalan dan sukse, " ujar wanita kelahiran 19 Desember , tahunnya dirahasiakan. 

Hasil pasangan Siswoyo dengan Sulisdiyah (Solo) memang cukup sibuk. Setelah menyelesaikanjuga  dubbing Lima Harimau Nusantara, Elly mendapat tawaran film Perjanjian Malam Keramat produksi PT. Soraya Intercine Film berperan seabgai gadis muslim. 

Menurut Pengakuannya, selama terlibat di film, baru kali ini mendapat peran yang sangat menantang. Terlebih dengan kepercayaan yang dianutnya selama ini. Sebagai pemain, harus mampu memerankan berbagai karakter yang sedang divisualkan. 

Untuk memerankan tokoh dalam film ini, ia sering mengamati kebiasaan yang dilakukan gadis-gadis muslim, mulai dari busana hingga kehidupan sehari-hari. Dalam film ini Elly punya ilmu bela diri dan ilmu kebatinan yang apat mengusir roh gentayangan. Walau demikian, kepercayaannya tidak mudah dipengaruhi, Ia menganggap ini merupakan pengalaman yang baru selama hidupnya. 

Menurut pengakuannya, selama peran yang diberikan itu baik dan tidak menyimpang dari keinginannya, ia akan memerankannya. Sebagai pemain harus bisa membedakan antara masalah pribadi dengan kepentingan umum. Ini merupakan prinsipnya selama berkiprah diperfilman Indonesia. Di tambahkan, selama suting Perjanjian Malam Keramat, Elly juga selalu bertanya kepada kru yang mampu diajak bicara tentang perannya. Untung semua menyadari bahwa yang dilakukan Elly adalah kepentingan bersama. 

"Awalnya saya terima tawaran ini memang ceritanya bik. Saya ingin mencoba memerankan tokoh yang lain agar permainan bervariasi. "Selama ini banyak tawaran film laga. Karena saya dikenal sebagai artis film laga. Sebetulnya tidak demikian. Seandainya ada tawaran film drama keluarga atau komedi saya bersedia", kata Elly penuh harap. 

Ketika terlibat dalam Saur Sepuh II, ia pernah mendapat tawaran film Dewi Cipluk semua Sayang kamu. karena sudah kontrak dengan Saur Sepuh II, ia tidak menerima tawaran tersebut. 

"Sekarang ini saya konsentrasi bisnis dan film sebab keduanya akan menentukan masa depan, " imbuhnya. ~dikutip dari MF 129/96 tahun VI, 8 - 21 Juni 1991

Wednesday, May 13, 2026

TIO PAKUSADEWO

 


TIO PAKUSADEWO, Cita Cita Biar Bisa di Cium Cewek Cakep (berita lawas). "Bilur Bilur Penyesalan" hasil penyutradaraan Nasri Cheppy, siap beredar. Film cerita tentang percintaan remaja ini, di dukung oleh Iyut Bing Slamet, Rano Karno, Deddy Mizwar, Sophia Latjuba juga Tio Pakusadewo yang berperan sebagai Erick saudara kembar Rano Karno. 

Tio, memang bintang baru di dunia perfilman. Ia  bersyukur berhasil menyabet peran yang cukup besar di Bilur Bilur Penyesalan ini. Padahal jauh sebelumnya, cowok tinggi dengan bentuk tubuh atletis ini pernah beberapa kali ikutan main film, diantaranya Kulihat Cinta Dimatanya dan Kabut Perkawinan, hanya saja selalu kebagian peran figuran, cetusnya. 

"Cita-cita saya sewaktu kecil memang ingin main film, biar bisa diciumin cewek cakep," kenangnya sembari tertawa. 

Terjun ke dunia film, sebagai figuran. "Karena saya punya prinsip, " begitu katanya. Jadi figuran katanya sekedar ingin tahu dunia perfilman. 

Menjadi foto model dan bintang iklan di beberapa barang, cowok kelahiran 2 September ini bercerita, begitu lulus sekolah kebetulan kenalan dengan perancang pakaian Thomas Sigar. 

Tio menyabet juara II Lomba Sejuta Wajah yang dibuat sebuah majalah remaja di tahun 1987. Dari hasil tabungannya sebagai model, yang sebagian selalu diamalkannya, juga digunakannya buat berangkat ke Amerika. "Tujuan semula ke Amerika ingin meneruskan sekolah. Bidang yagn bakal saya ambil berkaitan dengan dunia film. Tetapi baru dua bulan saya disana lalu saya dapat khabar dari orangtua di Jakarta. Saya harus pulang karena saya diminta jadi bintang film iklan yang sutingnya di Hongkong. Wuah tentu saja kesempatan tidak saya sia-siakan, " begitu Tio berkisah. 

Putra ke 3 dari 4 bersaudara ini, punya hobi sebagai penulis lepas di sebuah majalah remaja. "Saya tidak tahu, apakah nulis itu satu bakat yang saya punya atau bukan. Tetapi yang pasti sejak duduk di bangku SMA, saya sudah nulis meskipun sebatas dilingkungan sekolah saja. 

Beberapa bidang profesi memang dijajalnya. Belakangan ini Tio yang hidupnya pernah terkenal bandel, mulai menekuni teater, lewat teater Sendiri. 

Bukannya saya rakus karena banyak bidang yang saya kerjakan, tetapi saya memang ingin menjajalnya, " ucapnya. ~mf 51/19/Tahun ke IV, 11 - 24 Juni 1988

Sunday, February 15, 2026

SYARIEF FRIANT TERUS BELAJAR


 SYARIEF FRIANT TERUS BELAJAR! (Berita Lawas)Untuk jadi pemain film memang memerlukan pengorbanan. Paling tidak itulah yang di alami Syarief Friant. Pasalnya laki-laki tinggi besar kelahiran Ambon ini harus menggunduli rambutnya yang hitam lebat hingga plontos. "Dengan kepala plontos begini saya kebagian peran Kubilai Khan dalam film Tutur Tinular, ' katanya. 

Film itu merupakan film kesekian puluh yang dibintanginya. "Temanya laga. Dan kali ini saya diarahkan oleh Nurhadie Irawan". 

Menceritakan keterlibatannya di dunia film, Syarief menyebutkan awal terjun ke dunia film adalah tahun 1982. "Waktu itu saya diajak untuk ikut main dalam film "Pendekar Liar", katanya. Dan sejak tahun itulah, katanya ia terus ketagihan main film meskipun belum mendapat peran yang berarti. "Tapi saya senang juga. Soalnya saya terus diajak ikut main meskipun peran yang saya terima baru peran pembantu," tutur Karateka yang cuma sampai sabuk coklat ini. 

Di akuinya sampai tahun 1989 sudah lebih 40 judul film pernah melibatkan dirinya sebagai pemain. "Baik peran-peran kecil maupun peran yang agak lumayan. Terakhir sebelum membintangi Tutur Tinular , ia ikut Liliek Sudjio  dalam film Misteri Dari Gunung Merapi, " ujarnya. Di film itu sendiri Syarief mengaku masih kebagian peran sebagai Jawara anak buah Mardian. "Ya masih dalam peran banting-bantinganlah, " kata pemain yang juga pernah jadi stuntman ini. 

Toh biar baru kebagian peran-peran yang melulu berkelahi , Syarief tak berniat berhenti dari film. "Saya terus belajar kok! baik dari sutradara maupun rekan-rekan sesama pemain yang lebih senior. Saya memang nggak belajar secara formal, tapi otodidak. Biar begitu saya tetap punya niat suatu saat nanti bisa dapat peran dalam film yang temanya lain," katanya. 

Dan itu memang sudah di buktikan Syarief dengan bermain dalam film komedi. "Saya sendiri nggak tahu apa alasan Arizal mengajak saya main dalam film komedi. "Saya sih mau aja. Dan kalaupun nanti ada yagn ngajak saya ikut main drama, saya tak menolak. Soalnya saya mau main dalam film bertema apa saja, " katanya. 

~MF 093/61 Th VI, 20 Jan - 2 Feb 1990

Sunday, September 28, 2025

ATUT AGUSTINANTO


 Masih Ingat Atut Agustinanto? salah satu perannya ada dalam film Siluman Srigala Putih bersama aktor laga Barry Prima.  Atut adalah seorang sarjana ekonomi, pengusaha, karateka DAN III (th 1988) yang telah beberapa kali mengikuti kejuaraan tingkat nasional maupun internasional. Setidaknya lebih dari 14 film sudah di bintangi pada tahun 1988 dan rata-rata adalah film aksi. Dengan bintang-bintang aksi lain yang pernah bekerjasama seperti Barry Prima, Advent Bangun, Avent Christie, George Rudy dan juga Harry Capri. 

Bertubuh tinggi 179cm , oleh sutradara memang sering diminta untuk menjadi seorang penjahat dalam film. Seperti dalam film SILUMAN SRIGALA PUTIH ia bermain sebagai kepala perampok yang licik. 

"Setelah film tersebut saya sering menerima teguran dari orang-orang yang saya temui dengan nada kebencian. Saudara dan family family juga menegur saya," ungkat Atut Agustinanto yang lahir di Jakarta pada 13 Agustus 1953. 

Atut mulai menapakkan kakinya di dunia film lewat "Rajawali Sakti" arahan sutradara Sisworo Gautama Putra. Juga film Permainan di Balik Tirai yang di sutradarai oleh Maman Firmansyah, Dalam film yang menceritakan kehidupan bajak laut itu, Atut menjadi kepala bajak lautnya. Sedangkan ia juga dalam proses produksi Saur Sepuh yang sutradaranya Imam Tantowi. Dalam film ini Atut bermain sebagai Senopati Gajah Lembana, merupakan salah seorang Senopati Majapahit. Atut juga pernah di tawari untuk main film namun kepalanya harus di gunduli. Atut pun menolak. "Enggak ah! kalau saya harus mengorbankan rambut, lebih baik saya nggak main film daripada harus digunduli " ujar Atut yang saat itu kerja di Universitas Trisakti, disamping punya pabrik pemecah batu di Sukabumi. 

Atut mengatakan, sebagai pemain film akan berusaha memainkan peranan yang disodorkan padanya. Kecuali yang digundul seperti diatas. Ia menolaknya. Ia pernah pula main sebagai dokter dalam film "Bilur Bilur Penyesalan? yang di sutradarai olh Nasri Cheppy. 

Atut dalam kehidupannya berusaha menyesuaikan diri dengan situasi dimana ia berada. Karena ia hidup dalam beberapa lingkungan pergaulan diantaranya lingkungan Universitas, Karate, Film dan juga lingkungan usaha. Atut pernah menjadi juara IV pada PON IX dan pernah pula 4x dikirim ke kejuaraan dunia Karate. Sementara di film ia lebih banyak berperan sebagai pemeran pembantu atau pemeran pembantu utama. 

Ada yang masih ingat film-film Atut Agustinanto?


~sumber : MF~

Tuesday, August 5, 2025

MACHO II , GAGAL MEMPEROLEH PENONTON


 Kutipan Sebuah Berita dari Majalah Film 

Heboh kaburnya Zarima pemain wanita dalam film Macho II, memancing Ali Tien pengedar film di jakarta untuk mengedarkan kembali film tersebut di Jakarta dan sejumlah kota lainnya di pulau Jawa. Sebagai tastecase, Ali  "menjajakan" dagangannya itu lewat bioskop Gelora dan Mitra. Hasilnya? "Gagal memperoleh penonton. Dua hari pertunjukan di Mitra, hanya mendapat 310 penonton. Di Gelora lebih parah lagi, Pada pertunjukan hari sabtu , hanya terjaring 30 penonton," akunya. 

Macho II, katanya, kalah saing dengan "Gejolak Nafsu". Prediksi Ali, keberhasilan sebuah film dalam peredaran tergantung pada tema. "Setengah tahun yang lalupun, Macho II ini tidak mendapat sambutan dari masyarakat," paparnya. Di ungkapkan, mengedarkan kembali film dimana Zarima sebagai pemeran wanita, sesungguhnya dimaksudkan untuk lebih mengenalkan "Lady Ectasy" itu pada masyarakat. Dengan begitu masyarakat yang mengetahui keberadaan pemilik 29.677 butir pil ectasy itu bisa melapor pada pihak berwajib. 

Kegagalan "menjaring" penonton sekaligus untuk lebih mengenalkan artis tersebut ke masyarakat, membuat Ali Tien mengurungkan niat mencetak copy baru film Macho II. Pertimbangannya, untuk mencetak satu copy perlu dana sekitar 2 juta. Sedangkan untuk peredaran di 25 gedung di perlukan sekitar 15 copy. Dalam perhitungan , jika satu copy mampu mendatangkan 7ribu penonton di bioskop tahap II, sebagai bisnis, masih rugi. 

Itu sebabnya juga pihaknya menolak permintaan Handi Mulyono , produser film Pt. Elang Perkasa mencetak ulang dan mengedarkan kembali Macho II. Handi juga mengaku telah menarik kembali  dua copy film tersebut dari daerah. Tetapi kalau melihat kegagalan pengedaran macho, ya tentu saja saja tidak berani. Sebab biaya operasional gedung satu hari saja sudah tinggi. Dengan perolehan penonton sedikit, tentu saja pihak bioskop akan rugi," akunya. 

Macho II itu sendiri mengisahkan sindikat narkotika, Zarima di percaya sebagai gadis baik-baik. Bersama Barry Prima kemudanya menyikat dan menggulung sindikat narkotika tersebut. Film aksi penuh gedabak gedebuk ini digarap oleh SA Karim dengan penata kelahi Eddy S Jonathan. 


~sumber MF 267/233/XII/7-20 September 1996

Thursday, October 3, 2024

HABIS KONTRAK DENGAN SORAYA, SUZANNA SIAP SEDIA JADI PETANI


 Dengan selesainya pembuatan film "Ajian Ratu Laut Kidul" berarti habis pulalah kontrak panjang antara Suzanna dengan PT. Soraya Intercine Films. Produser Raam Soraya berdiplomasi "Kontrak dengan Suzzy memang tidak kami buat lagi, tapi ini sama sekali tak menutup kemungkinan kita akan bekerjasama ladi dimasa mendatang untuk pembuatan film-film lain. 

Ditambahkan kalau pada medio 1992, perusahaannya akan melakukan joint production dengan perusahaan film independent dari Amerika untuk menggarap dua buah film full action. Karena ingin lebih mencurahkan seluruh perhatiannya pada pembuatan film-film tersebut, maka Raam melepas Suzzy. 

Sekitar delapan tahun belakangan ini, diakui Suzzy memang merupakan bintang andalan utama untuk film-film bertema horor mistik. Hampir semua filmnya mendapatkan sambutan memuaskan. Untuk menyebutkan beberapa judul, antaranya adalah "Petualangan Cinta Nyi Blorong", "Ratu Sakti Calon Arang", "Bangunnya Nyi Roro Kidul", "Telaga Angker", "Samson dan Delilah", "Malam Satu Suro", "Malam Jumat Kliwon", "Pusaka Penyebar Maut", dan "Perjanjian di Malam Keramat".

Karena terikat sistem kontrak dan pembuatan film yang berkesinambungan, rata-rata dua judul pertahun inilah , Suzzy tak mungkin bermain dalam produksi perusahaan selain Soraya. Kini apakah ia merasa bebas dan bersedia menerima  tawaran main untuk perusahaan lain? 

"Ndak ah, Mbak Suzzy pikir kepingin istirahat dulu," elak Suzzy seperti ditirukan karyawanuntuk mengundurkan diri dari dunia film nan glamour. Diam-diam merancang kehidupan baru sebagai petani di kawasan adem ayem di Malang. Seperti diketahui, Suzzy memang berasal dari Magelang, di pedalaman jateng. Namun rupanya ia memilih kota dingin yang terkenal dengan apelnya di Jatim itu untuk masa mendatang. 

Bertani tentu saja bukan berarti harus terjun ke sawah berlumpur. Mungkin lebih tepat di sebut berkebun, karena kabarnya Suzzy dan Clift Sangra telah membeli sekian hektar lahan untuk di jadikan proyek perkebunan dan sayur mayur.


Demikian di kutip dari MF No. 155/122 tanggal 13 Juni - 26 Juni 1992