WAROK KONTRA MACAN, TEKHNIK KOMPUTER ANIMASI RP. 1 MILYAR (berita lawas). Sudah pernah nonton film Steven Spielberg "Who Framed Roger Rabbit?" Dalam film itu muncul bersama tokoh detektif manusia (diperankan aktor Bob Hoskins) dengan tokoh kartun si Kelinci Floger Rabbit.
Kelihaian Spielberg ini kemudian ditiru oleh Tsul Hark dari perfilman Hong Kong, yang menggarap adegan klimaks "Happy Ghost IV" dimana Raymond Wong terlibat pergumulan dengan hantu jahat, pendekar Wu Sng dan harimau yang muncul dari pigura lukisan. Dengan tekhnik serupa pada akhir "Modern Buddha Palm" direkayasa pula duet antara Andy Lau kontra Yen Hua yang melibatkan kartun seekor siluman kura-kura hijau.
Dan di film Indonesia, "SURO MENGGOLO" berhasil ditampilkan pula adegan yang menggunakan teknik komputer animasi tersebut. Digarap di studio yang sama, Hong Kong Screen Art, untuk menggabungkan reality dengan animasi. Hasilnya terlihat Warok Suro Menggolo (Diperankan Benny G Rahardja) bergumul mati-matian dengan seekor macan tulen. Namun untuk kepentingan filmisnya pada beberapa sekuen, sang macan berubah wujud menjadi animasi kartun.
"Pembuatan komputer animasi inilah yang memakan waktu lama", ungkap produser Rudy W dari PT. Simbar Intan Film. Jadi sejak start suting sampai sekarang tak terasa sudah satu setengah tahun. Sedang bahan baku yang dihabiskan tak kurang dari 140 can negative film.
Ditanya besarnya biasa, disebutkan lebih dari Rp. 900juta atau bolehlah di bulatkan menjadi 1 milyar. Dengan demikian, film ini telah melampaui biaya pembuatan film-film silat kolosal yang dirajai "Saur Sepuh".
Disebutkan oleh Pak Sukanto, Ketua Badan Sensor Film, "Dalam Suasana yang disebut-sebut orang sebagai masa kelesuan film nasional, justru Suro Menggolo hadir untuk memberikan gambaran baru dengan tekhnik mutakhir. Disamping film ini diproduksi bekerjasama dengan Pemda Jatim dalam rangka menggali kebudayaan serta cita-cita tradisional.
Suro Menggolo yang terasa padat dengan masa putra 1 jam 35 menit, masih menjanjikan pembuatan sekuelnya di masa mendatang mengingat stock shot yang tersisa. Sumber MF No. 157/124 th VIII, 11 - 24 Juli 1992

No comments:
Post a Comment