Tuesday, May 26, 2026

PENDEKAR CABE RAWIT, MERAMPUNGKAN SUTING DI YOGYA

 


PENDEKAR CABE RAWIT, MERAMPUNGKAN SUTING DI YOGYA (Suting film). Tanpa Banyak publikasi, hampir secara diam-diam saja, Hendrick Gozali telah merampungkan produkse ke 52 PT. Garuda Film yang berjudul "Pendekar Cabe Rawit".

"Film ini merupakan sebuah film silat dengan setting kisah di Jawa Tengah pada masa lalu, " jelas produser. "Itu sebabnya kami memilih lokasi d Yogya dan sekitarnya saja. "

Biasanya Garuda memproduksi film-film bertema drama rumah tangga seperti misalnya "Tirai malam Pengantin", "Dewi Cinta" dan "Api Cemburu" baru setelah "Pernikahan Berdarah"nya Torro Margens mulai merambah ke tema silat juga. 

Sutradaranya kali ini di pilih Abdoel Kadir yang baru untuk pertama kalinya mencoba menjadi sutradara penuh. "Saya lihat dia cukup berbakat dan sudah waktunya diorbitkan, setelah beberapa kali menjabat sebagai astrada dalam film-film terdahulu, " puji Hendrick. 

Dari barisan pemain utama dipasang, Uci Bing Slamet, Syaiful Nazar, Johan Saimima, WD Mochtar, Sutopo HS, dan pendatang baru Monica Oemardi. 

Uci tentu sudah tidak asing lagi bagi penggemar film Indonesia. Begitu pula halnya dengan Jhan yang belakangan sering kebagian peran antagonis seperti misalnya dalam "Genta Pertarungan" sebagai karateka licik yang mencurangi Advent Bangun. 

Begitupula halnya dengan W.D Mochtar yang sudah tidak asing lagi dan Sutopo HS yang terkenal lewat peran seabgai Pak Atmo dalam drama Seri "Losmen" di TVRI.

Tapi nama Syaiful Nazar terdengarnya masih asing. Padahal ia sudah beberapa kali ikutan mendukung film silat. Antaranya sebagai pendekar bloon dalam "Mandala Dari Sungai Ular" yang menjadi sahabat Barry Prima, juga dalam Rio Sang Juara ia berperan sebagai seorang patner Willy Dozan. 

Syaiful Nazar menguasai pencak Silat, juga pernah menjadi juara senam nasional, bahkan se Asean. Itu sebabnya mampu menghidupkan tokoh pendekar Cabe Rawit yang rada-rada kocak, " jelas sutradaranya. 

Ada adegan pertarungan seru antara Syaiful kontra Johan, gara-gara Johan yang berwatak playboy ingin memperkosa si bunga desa Uci. Dengan jurus pencak silatnya, Syaefil berhasil mengimbangi Johan yang merupakan seorang Karateka. 

Tak Sampai sebulan seluruh suting dirampungkan, semuanya kembali ke Jakarta. Proses selanjutnya mulai dari pengisian suara, editing, mixing, tata musik dan sebagainya di kerjakan di Inter Studio. ~Sumber MF No. 104/72 tahun VI, 23 Juni - 6 Juli 1990


No comments:

Post a Comment