Showing posts with label Diah permatasari. Show all posts
Showing posts with label Diah permatasari. Show all posts

Sunday, December 28, 2025

DIAH PERMATASARI GANTIKAN MERIAM BELLINA DALAM LUPUS V


 DIAH PERMATASARI GANTIKAN MERIAM BELLINA DALAM LUPUS V (Berita lawas). Achiel Nasrun hampir setengah tahun mempersiapkan film lupus jilid 5. Menurut perhitungannya, film ini termasuk alot dalam proses suting, bukan disebabkan dana produksi dikeluhkan banyak produser, tapi untuk mencari pelakon utama cewek yang bikin kepala dalang muda itu pusing tujuh keliling. Meriam Bellina yang dicalonkan, menolak tanpa alasan pasti. Akhirnya pilihan jatuh pada cewek model asal Solo, Diah Permatasari. 

Lahir 25 Januari 1971 sebagai putri ke tiga dari empat bersaudara keluarga Djon Sangideo dan Insiah Ratna Wedaningrum. Adalah Bobby Sandi orang pertama yang mencumpai Didi (nama intimnya) sewaktu pembuatan film Selamat Tinggal Jeanette. Kemudian sutradara lain tergiur memanfaatkan lewt film-film mereka antaranya Tutur Tinular , Perwira Ksatria, Barang Titipan dan Bernapas Dalam Lumpur. Lewat film terakhirnya ini, Didi berlakon sebagai 'pela cur' murahan mendampingi Meriam. 

Didi mengaku bahwa tak ada kesulitan memerankan pela cur, bahkan berkesan biasa saja, seperti peran ini cocok biar kenyataannya tidak lincah dan kurang genit. Namun melihat pose-pose Didi di berbagai mass media cetak, Masya Allah. Barangkali orang tidak percaya kalau yang setengah bugil itu adalah cewek Solo. "Kebetulan orang tua saya ngerti sekali. Keluarga kami menganut kehidupan modern dan tradisional yang di padukan. Kalau tidak modern, mana mungkin saya bisa main film?, tangkis Didi. 

Didi memang sudah siap luar dalam untuk menekuni film yang tak pernah dimimpikannya itu. Bahwa menurutnya, dunia film akan mencelakakan diri sendiri manakala disertai dengan perasaan setengah-setengah. "Biarin aja pandangan orang terhadap artis yang cenderung berbuat negatif, karena mereka selalu berpatokan pada peran-peran yang di bawakan. Malah saya musti siap dengan gosip yang akan menghantam sewaktu-waktu", jelas Didi.

Penampilan Didi sebagai bintang bolehlah, namun ia juga sadar, masih mentah dalam penguasaan, seni peran. Sayang, tawaran Arifin C Noer batal, Didi oleh sutradara senior itu dianggap tidak disiplin. Suruh datang ke kantor PT. Inova Bintang yang memproduksi 'Bibir Me. Didi beralasn nyasar. "Bagaimanapun jadi pemain, berbohong saja kamu tidak mampu?" tukas seorang staff dri kantor yang sudah memproduksi film Zig Zag. 


~MF 140/107/Th. VIII/ 9 - 22 November 1991

Wednesday, December 17, 2025

DIAH PERMATASARI SI PUTRI SOLO DI AWAL KARIR

 


DIAH PERMATASARI SI PUTRI SOLO DI AWAL KARIR. Kota Solo terkenal dengan putri-putrinya yang punya wajah cantik-ayu. Kalau di zaman film hitam putih, superstar Titien Sumarni pernah bermain film laris "Putri Solo", maka dalam perfilman pun muncul gadis-gadis asal Solo. Antara lain yang menanjak namanya Murti Saridewi, Okky Irwina Savitri dan pendatang baru Diah Permatasari. 

Perempuan berbintang Aquarius yang lahir di tanggal 25 Januari adalah merupakan anak ke3 dari empat bersaudara dimana prianya cuma satu si bungsu dari pasangan Djon Sangidoe dan Insiah Ratna, semuanya asli wong Solo.

Kendati ayahnya berbisni batik dan barang antik, ternyata Diah tak berminat pada Anthropologie. Selulus SMA, ia tancap tekad melanjutkan ke LPKJ jurusan Seni Rupa. 

Terjunnya ke film, dimulai secara tak sengaja. Saat suting "Selamat Tinggal Jeanette", di lokasi keraton Solo, ia danbeberapa kawan datang menonton, "Tahun 19887 itu saya masih duduk di bangku SMA, " kenang Diah. Kehadirannya menarik perhatian sutradara Bobby Sandy yang kebetulan membutuhkan seorang pemeran tambahan berwajah khas Jawa. Maka, beruntung bagi Diah yang ditawari peran tersebut dan dapat pengalaman baru, main film. 

"Saya muncul sebagai Erna, putri Solo yang hendak di jodohkan dengan Mathias Muchus oleh ibunya (diperankan oleh Nani Widjaya). Saya tak diberi dialog, cuma sekedar mejeng untuk dilihat Muchus, " ungkapnya. 

Baru saat Nurhadie Irawan mencari pemain untuk film garapannya, "Tutur Tinular, Pedang Naga Puspa", ia mendapat kesempatan yang lebih berarti. "Saya memerankan pendekar Sakawuni. Dalam episode pertama itu memang masih pemeran pembantu, tapi kalau nanti dilanjutkan episode ke dua, bakal meningkat jadi peran utama juga!" (kenyataannya gak diajak lagi ya hehe)

Pembuatan kelanjutan Tutur Tinular masih belum diketahui, tahu-tahu Diah diajak main "PERWIRA KSATRIA" arahan Norman Benny. "Jadi Ayu Ajeng Rini, putri bangsawan, pacar pilot muda Prasojo (dimainkan oleh Donny Damara). Wah, senagn sekali main film drama, lebih enak dibanding film silat dimana saya harus digantung pakai kawat sling untuk adengan terbang. Ya maklumlah sebenarnya kan saya tak bisa silat".

Prestasi lain dara yang hobi di foto ini, menggondol gelar Putri Ayu Indonesia 1987-1988yang di selenggarakan oleh Dewi Motik, Covergirl Mode 87, Wajah Femina 1989 "Paling sering jadi model dan sampul majalah Femina, "akunya. 

~MF 120/88 Tahun VI, 2 - 15 Feb 1991