Showing posts with label Diah permatasari. Show all posts
Showing posts with label Diah permatasari. Show all posts

Wednesday, February 11, 2026

DIAH PERMATASARI DAN SI MANIS JEMBATAN ANCOL


 DIAH PERMATASARI DAN SI MANIS JEMBATAN ANCOL (berita lawas). Kedua Rumah produksi tidak merasa 'berperang' dalam produksi dan penayangan Si Manis jembatan Ancol, dengan alasan kedua sinetron memiliki jiwa yang berbeda. Akan tetapi secara diam-diam keduanya berebut dalam mendapatkan pemeran "Si Manis Jembatan Ancol", Diah Permatasari yang memang menjadi daya jual utamanya itu. Ketika Si Manis Jembatan Ancol versi baru diproduksi untuk layar lebar, Soraya Intercine Films dapat mengontrak Diah permatasari. Namun ketika dilayargelaskan Diah Permatasari ngacir ke Herry Topan. 

"Bagaimana saya bisa suting dengan Soraya Intercine Film, sebab waktu itu saya sedang ada ikatan kontrak dengan Starvision untuk sinetron Mutiara Cinta dan Nikita. Se"Ya ingga saya tidak apat izin dari Starvision untuk suting tempat lain karena jadwal saya cukup padat,' papar Diah Permatasari. 

Sementara itu Kiki Fatmala pemran Mariam Si Manis Jembatan Ancol produksi Soraya Intercine Film mengungkapkan "Saya sudah sering menjadi bintang di Soraya Film terutama bertemakan horor. Karena itu barangkali Atok Suharto memberikan kepercayaan peran Si Manis kepada saya" ujar Kiki Fatmala pemeran Mariam. Bagi Kiki peran Si manis sebagai peran yagn biasa-biasa Saja, tidak terlalu menantang. "Ya karena ada bumbu komedinya dan make upnya pun tidak pula menantang,".

Jika untuk Kiki Fatmala tokoh Mariam sebagai sosok yagn biasa-biasa saja, dan dari segi pemeranan tak memerlukan kemampuan akting yagn berarti, tidak demikian bagi Diah Permatasari. 

Dia berterus terang, ia sangat kecewa karena perannya sebagai Si Manis digantikan oleh Kiki Fatmala. "Karena saya sayang banget dengan Mariam. Waktu dulu saja ketika saya ke Amerika peran saya digantikan oleh Poppy Farida juga merasa sedih sebab sudah merasa terlanjur akrab dan sangat saya jiwai dan hayati," katanya melanjutkan. 

Bermain sebagai Si Manis nampaknya memang peruntungan Diah satu-satuya. Beberapa sinetron yang kemudian dimainkan tidak mau mengangkat kembali namanya. Ia cuma jadi penggembira belaka. Bahkan untuk sinetron sejenis Simanis, komedi misteri seperti Moody Juragan Kost. 

Tak heran jika Diah ngotot dengan peran Si Manis. Setelah kecewa digantikan Poppy Farida, dan kemudian didahului oleh Kiki Fatmala, kini dalam kisah lanjutannya, Diah nampak harus bersaing kembali untuk merebut perhatian masyarakat kepada Si Manis yang dirasakan Diah identik dengan dirinya. 

Diah kembali bermain dalam Kembalinya Si Manis produksi Herry Topan degan  Suci Indahsari yang berperan sebagai "Si Ganjen" kembarannya. Jumlah Peran si Manis Jembatan ancol dari Lenny Marlina, Diah Permatasari, Poppy Farida, Kiki Fatmala hingga si Ganjen Suci Indahsari. 

~sumber berita MF 258/224/XII/4-17 Mei 1996

Sunday, December 28, 2025

DIAH PERMATASARI GANTIKAN MERIAM BELLINA DALAM LUPUS V


 DIAH PERMATASARI GANTIKAN MERIAM BELLINA DALAM LUPUS V (Berita lawas). Achiel Nasrun hampir setengah tahun mempersiapkan film lupus jilid 5. Menurut perhitungannya, film ini termasuk alot dalam proses suting, bukan disebabkan dana produksi dikeluhkan banyak produser, tapi untuk mencari pelakon utama cewek yang bikin kepala dalang muda itu pusing tujuh keliling. Meriam Bellina yang dicalonkan, menolak tanpa alasan pasti. Akhirnya pilihan jatuh pada cewek model asal Solo, Diah Permatasari. 

Lahir 25 Januari 1971 sebagai putri ke tiga dari empat bersaudara keluarga Djon Sangideo dan Insiah Ratna Wedaningrum. Adalah Bobby Sandi orang pertama yang mencumpai Didi (nama intimnya) sewaktu pembuatan film Selamat Tinggal Jeanette. Kemudian sutradara lain tergiur memanfaatkan lewt film-film mereka antaranya Tutur Tinular , Perwira Ksatria, Barang Titipan dan Bernapas Dalam Lumpur. Lewat film terakhirnya ini, Didi berlakon sebagai 'pela cur' murahan mendampingi Meriam. 

Didi mengaku bahwa tak ada kesulitan memerankan pela cur, bahkan berkesan biasa saja, seperti peran ini cocok biar kenyataannya tidak lincah dan kurang genit. Namun melihat pose-pose Didi di berbagai mass media cetak, Masya Allah. Barangkali orang tidak percaya kalau yang setengah bugil itu adalah cewek Solo. "Kebetulan orang tua saya ngerti sekali. Keluarga kami menganut kehidupan modern dan tradisional yang di padukan. Kalau tidak modern, mana mungkin saya bisa main film?, tangkis Didi. 

Didi memang sudah siap luar dalam untuk menekuni film yang tak pernah dimimpikannya itu. Bahwa menurutnya, dunia film akan mencelakakan diri sendiri manakala disertai dengan perasaan setengah-setengah. "Biarin aja pandangan orang terhadap artis yang cenderung berbuat negatif, karena mereka selalu berpatokan pada peran-peran yang di bawakan. Malah saya musti siap dengan gosip yang akan menghantam sewaktu-waktu", jelas Didi.

Penampilan Didi sebagai bintang bolehlah, namun ia juga sadar, masih mentah dalam penguasaan, seni peran. Sayang, tawaran Arifin C Noer batal, Didi oleh sutradara senior itu dianggap tidak disiplin. Suruh datang ke kantor PT. Inova Bintang yang memproduksi 'Bibir Me. Didi beralasn nyasar. "Bagaimanapun jadi pemain, berbohong saja kamu tidak mampu?" tukas seorang staff dri kantor yang sudah memproduksi film Zig Zag. 


~MF 140/107/Th. VIII/ 9 - 22 November 1991

Wednesday, December 17, 2025

DIAH PERMATASARI SI PUTRI SOLO DI AWAL KARIR

 


DIAH PERMATASARI SI PUTRI SOLO DI AWAL KARIR. Kota Solo terkenal dengan putri-putrinya yang punya wajah cantik-ayu. Kalau di zaman film hitam putih, superstar Titien Sumarni pernah bermain film laris "Putri Solo", maka dalam perfilman pun muncul gadis-gadis asal Solo. Antara lain yang menanjak namanya Murti Saridewi, Okky Irwina Savitri dan pendatang baru Diah Permatasari. 

Perempuan berbintang Aquarius yang lahir di tanggal 25 Januari adalah merupakan anak ke3 dari empat bersaudara dimana prianya cuma satu si bungsu dari pasangan Djon Sangidoe dan Insiah Ratna, semuanya asli wong Solo.

Kendati ayahnya berbisni batik dan barang antik, ternyata Diah tak berminat pada Anthropologie. Selulus SMA, ia tancap tekad melanjutkan ke LPKJ jurusan Seni Rupa. 

Terjunnya ke film, dimulai secara tak sengaja. Saat suting "Selamat Tinggal Jeanette", di lokasi keraton Solo, ia danbeberapa kawan datang menonton, "Tahun 19887 itu saya masih duduk di bangku SMA, " kenang Diah. Kehadirannya menarik perhatian sutradara Bobby Sandy yang kebetulan membutuhkan seorang pemeran tambahan berwajah khas Jawa. Maka, beruntung bagi Diah yang ditawari peran tersebut dan dapat pengalaman baru, main film. 

"Saya muncul sebagai Erna, putri Solo yang hendak di jodohkan dengan Mathias Muchus oleh ibunya (diperankan oleh Nani Widjaya). Saya tak diberi dialog, cuma sekedar mejeng untuk dilihat Muchus, " ungkapnya. 

Baru saat Nurhadie Irawan mencari pemain untuk film garapannya, "Tutur Tinular, Pedang Naga Puspa", ia mendapat kesempatan yang lebih berarti. "Saya memerankan pendekar Sakawuni. Dalam episode pertama itu memang masih pemeran pembantu, tapi kalau nanti dilanjutkan episode ke dua, bakal meningkat jadi peran utama juga!" (kenyataannya gak diajak lagi ya hehe)

Pembuatan kelanjutan Tutur Tinular masih belum diketahui, tahu-tahu Diah diajak main "PERWIRA KSATRIA" arahan Norman Benny. "Jadi Ayu Ajeng Rini, putri bangsawan, pacar pilot muda Prasojo (dimainkan oleh Donny Damara). Wah, senagn sekali main film drama, lebih enak dibanding film silat dimana saya harus digantung pakai kawat sling untuk adengan terbang. Ya maklumlah sebenarnya kan saya tak bisa silat".

Prestasi lain dara yang hobi di foto ini, menggondol gelar Putri Ayu Indonesia 1987-1988yang di selenggarakan oleh Dewi Motik, Covergirl Mode 87, Wajah Femina 1989 "Paling sering jadi model dan sampul majalah Femina, "akunya. 

~MF 120/88 Tahun VI, 2 - 15 Feb 1991