Showing posts with label Wiro Sableng. Show all posts
Showing posts with label Wiro Sableng. Show all posts

Friday, May 8, 2026

HERRY TOPAN INTERCINE & PRODUCTION, MEMBIDIK YANG BETAH DI DEPAN TV


 HERRY TOPAN INTERCINE & PRODUCTION, MEMBIDIK YANG BETAH DI DEPAN TV, (berita lawas). Setelah lama menghilang, tiba-tiba Herry Topan muncul dengan membawa ledakan dasyat untuk broadcast swasta RCTI. Menggaet mitra kerja pelawak kondang, Kasino melempar sinetron 'sensasional' Si Manis Jembatan Ancol, sinetron inilah yang memberi keyakinan para pengasuh program lokal stasiun televisi, bahwa sinetron anak negeri juga bisa digemari masyarakat, yang waktu itu TV swasta kita tengah di jejali sinetron dan film produk Amerika. 

Sejak sukses dengan sinetron yang dibintangi dan sekaligus mempopulerkan bintang-bintangnya, Diah Permatasari dan Ozy Syahputra, nama Herry Topan ikut populer. RCTI pun menjadi ketagihan dengan produk-produk yang dihasilkan Herry Topan Intercine & Production (HTI). Padahal ketika produk pertama HTI sebelumnya, yang berbentuk Variety Show dengan mata acara Bugar Bersama Dr. Sadoso dan Sinetron Sebening Air Matanya, RCTI setengah hati dalam menayangkannya. 

Lazimnya perusahaan patungan yang meraih sukses, ujung-ujungnya pasti bertikai dan bubar. Begitupun dengan Herry Topan dan Kasino. Keduanya jalan sendiri-sendiri dan Herry Topan kemudian mengibarkan bendera Herry Topan Inercine. 

"Begitu sukses denan Si Manis, RCTI makin memberi kesempatan kami untuk berkarya berikutnya. Syukurlah produk kami berikutnya yang berjudul Si Buta Dari Gua Hantu dan Wiro Sableng mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat, "  papar Herry Topan ketika diwawancara oleh wartawan MF di mobil terbarunya, Blazer warna biru metalik menuju ke lokasi suting sinetron Wiro Sableng di Purwakarta, Jawa Barat. 

Walau tidak sesukses Si Manis Jembatan Ancol, Si Buta Dari Gua Hantu karya besar Ganes TH mendapat tempat dihati masyarakat pecinta action klasik. Sebenarnya, menurut sumber MF, Si Buta secara bisnis rugi dan membuat RCTI kebakaran jenggot, karena mulanya RCTI berkeyakinan kalau Si Buta akan meraup iklan banyak dan meraih rating tinggi. Tapi ternyata pemasang iklan pada enggan pamer iklan produk-produknya disitu. 

Jeblok di Si Buta, tidak membuat RCTI jera. Kali ini cerita karya besar Bastian Tito, Wiro Sableng yang bukunya hingga kini masih laris, lagi-lagi jadi andalan RCTI untuk tayangan Minggu Siang. Kali ini RCTI cukup berhasil. Wiro berhasil meraup iklan dan penonton serta melambungkan nama aktor pendatang , Ken Ken sebagai pemeran Wiro Sableng. 

Entah siapa yang harus disalahkan. Tapi yang jelas suksesnya Wiro Sableng memancing kekisruhan untuk kedua kalinya di tubuh Herry Topan Intercine. Kali ini tidak lagi sesama rekan bisnisnya tapi dengan ken Ken sebagai pemeran Wiro Sableng. Pertikaian diantara produser dan pemain utama ini tidak menghalangi kerja Herry Topan bersama kru. Lagi-lagi Herry berprinsip the show must go on. Apapun yang terjadi produksi harus jalan terus. Karenanya, walaupun prtikaian antara dirinya dan Ken Ken terus berlangsung tapi produksi sinetron Wiro Sableng harus jalan terus. Maka, jalan keluarnya mengganti Ken Ken dengan pemain baru. Jadi tak heran bila Wiro Sableng ganti wajah baru mulai episode 53. 

Judul yang sedang dikerjakan oleh HTI yakni Wiro Sableng dan Misteri Penunggu Makam. Rencananya akan ditayangkan di Indosiar.  Apa sih resep HTI sehingga broadcast tetap percaya dengan produksinya? "Gampang saja, dalam melihat pasar, saya mencoba membidik orang yang punya kesempatan nonton TV. Lalu pertanyaannya  Siapa sih punya banyak waktu untuk menonton TV? Menurut hemat saya wania dan anak-anak. Kalau sudah begitu, kita tinggal mencari produksi apa yang paling disukai wanita dan anak-anak, " papar Herry Topan. 

Kata Herry lagi, tontonan yang disukai wanita dan anak-anak adalah cerita action dan misteri. Dicontohkannya, kenapa Si Buta bisa meraih sukses, karena jam tayangnya siang, dimana anak-anak ada di rumah dan ibu-ibu selesai masak. Begitupun dengan Si Manis Jembatan Ancol dan Misteri Delima dan cerita misteri lain.

Pada dasarnya cewek itu takut melihat film atau sinetron horor, tapi anehnya mereka paling suka kalau nonton sinetron horor. Kerenanya, dalam berproduksi saya mencoba memilik market anak-anak dan wanita, " ujarnya. 

Agar produksinya tidak keteter dan terkejar jam tayang, seperti yagn banyak dialami ph-ph larin , maka Herry topan mencoba melengkapi peralatan pendukungnya seperti Kamera 5 buah, editing 2 set, 5 diesel, dink dolly, lighting lengkap untuk 5 produksi, komputer grafis dan animasi. 

Untuk biaya produksi Herry tidak bisa memastikannya. Tapi katanya antara 50-60juta. Tapi untuk sinetron action seperti Wiro Sableng dan Si Buta bisa lebih dari itu. Tergantung situasinya lah, katanya. ~MF284/250/XIII/3-16 Mei 1997

Friday, December 5, 2025

TONY HIDAYAT, WIRO SABLENG BIKIN GENDENG

 


TONY HIDAYAT, WIRO SABLENG BIKIN GENDENG. Ingat film Wahyu Sihombing "Istana Kecantikan?". Ingat Nurul "Siska" Arifin yang nyeleweng dengan pembantunya sendiri? Sang pembantu itu adalah Tony Hidayat, cowok tampan kelahiaran 24 Desember 1964. Dalam film itu, Tony kebagian peran sebagai pemuda b i s e k s. Bayangkan, dia harus melayani nafsu s e k s kedua majikannya. Tahan Ton? Dan cowok blasteran Sumatera-Jawa ini hanya tersenyum. 

Tony, sejak SMP merasa minder. Cemburuan. Soalnya sejak kecil Tony dididik secara prihatin. Syukurlah seorang gurunya menganjurkan dirinya untuk menekuni seni akting. Alhamdulillah usaha itu menampakkan hasilnya, ujar Tony yang merupakan mahasiswa IKJ. "Bergelut dengan  seni peran memang secara perlahan mampu mengembalikan rasa percara diri".

Di film sendiri, adalah Wahyu Sihombing yang mula-mula menawarnya untuk ikut main dalam film "Gadis Hitam Putih" tahun 1985. Langkah pertama itu kemudian diikuti oleh permintaan Dasri Yacob untuk ikut bermain dalam film "Suka Sama Suka". Kemudian PT Inem Film mempercayainya untuk menjadi pemeran film "Wiro Sabling" yang di sutradarai Lilik Sudjio. 

"Tapi film Wiro Sableng ini nyaris membuat aku gendeng (gila) dan kropos. Disipling sutingnya terlalu keras. Berat badan saya sampai turun 5 kg. Ini karena aku sendiri terlalu berambisi dalam mengejar karirku", keluhnya. "Wiro Sableng juga menyita waktuku untuk bercinta-cintaan. Apa yang saya sintai sepertinya enggak mungkin tercapai. Padahal di depan kamera aku adalah pendekar gagah yang tak terkalahkan. Tapi diluar film, aku limbung dan sempoyongan," kata adik sepupu Ida Royani ini. 

Dalam keterlibatannya di film, Tony mengaku beberapa kali tergelincir. "Tapi syukurlah, aku ini menyadari kesalahan itu. Aku mendapat petunjuk dari Tuhan,"katanya. "Ini karena film "Wiro Sableng" juga. Sebagai pendekar yang tak terkalahkan, aku kemudian berpikir Wiro Sableng pasti punya ilmu putih yang berasal dari Tuhan. Aku terpengaruh. Meskipun cerita film ini fiktif, "" tambahnya. 

Mengaku banyak belajar dari dunia film, Tony pun siap menerima resiko. "Dalam hal suting, saya tidak mau digantikan stand-in. Meskipun itu berbahaya," tuturnya. "Pak Lilik Sudjio bukan saja menyutradarai aku di depan camera, tapi alam kehidupan sehari-hari," kata cowok yang mulai sadar menabung ini. "Wiro sableng memangbenar-benar telah membuat saya teler. Karenanya saya mau istirahat dulu main film biar stamina tubuh saya fit kembali," katanya kemudian.


~MF 069/37/TahunV / 18 Feb - 3 Maret 1989

Monday, October 13, 2025

ABHIE CANCER, PEMERAN WIRO SABLENG PENGGANTI KEN KEN


ABHIE CANCER, PEMERAN WIRO SABLENG PENGGANTI KEN KEN

Serial Wiro Sableng part II yang di bintangi Abhie Cancer menggantikan Ken Sukendro alias Ken-ken. Abhie mengaku telah berupaya keras untuk menyatukan roh Wiro Sableng ke dalam dirinya agar bisa merubah imej masyarakat tentang sosok Wiro yang semula melekat pada Ken Ken berganti pada Abhie. 

Pria kelahiran Jakarta, 7 Juli 1972 menggantikan posisi Ken Ken bukan persoalan mudah, karena masyarakat sudah sempat mengenal Ken Ken sebagai Wiro Sableng. Untuk itu, Abhie mengaku berupaya maksimal bermain lebih baik dengan menuruti semua anjural Ackyl Anwari selaku sutradara dan Suyitno sebagai penata kelahi. "Jika ada yang bilang akting saya kurang cepat menyatu dengan karakter Wiro, saya terima saja. Itu sebagai cambuk bagi saya untuk bermain lebih maksimal lagi," kata Abhie. 

Sebelum menjadi tokoh Wiro Abhie sudah banyak bermain di sinetron laga lainnya, seperti Kaca Benggala sebagai sahabat Mondosiyo dan Jalan Makin Membara menggantikan peran Ari Sihasale. Dia juga ikut main sinetron Jampang tayangan ANTeve. "Saya memang ingin khusus jenis eksyen saja, karena saya merasa disitulah kemampuan saya, " ujar pemegan DAN II Tae Kwon Do yang sempat mengikuti beberapa kali turnamen . Bahkan dia pernah meraih medali emas di Pra PON XIII . Namun menurutnya sekarang sudah tidak aktif lagi mengikuti kejuaraan, karena kesibukan suting, " jadi atlet itu tidak gampang, harus banyak latihan keras. Saya sudah menjadi orang film yang juga menuntut banyak waktu di lokasi. Tapi saya masih latihan bahkan saya ingin punya Dojo sendiri, tutur pengagum bintang laga Van Damme ini. 

Dengan postur tinggi 180 cm dan berat 74 kg, Abhie sudah mantap menetapkan dunia sinetron sebagai karir utamanya. Padahal sebelum itu, dia ingin masuk AKABRI. "Cita-cita saya untuk jadi Perwira ABRI hanya bertahan ketika masih SMA. Tamat SMA saya justru kuliah. Tapi kuliah pun tersendat sendat karena sibuk suting, " kata anak ke tiga dari empat bersaudara pasangan Rudy Malian dan Tridamilani (Jawa - Palembang).

Sejak membintangi serial Wiro Sableng Abhie mengaku banyak mendapat tawaran dari beberapa rumah produksi. Padahal sebelumnya Abhie mengaku selalu kesulitan untuk mendapatkan peran utama. "Tapi sekarang asal ada ajakanmain sinetron, selalu ditawarkan peran utama. Sayang untuk sementara saya nggak bisa karena sedang konsen di serial Wiro Sableng, " cerita penyukan nasi goreng kambing ini. 

Abhie di kontrak Herry Topan Intercine sebanyak 26 episode. Saat berita ini di turunkan sudah selesai 16 episode. Sisanya menurut Ackyl Anwari akan di selesaikan akhir Agustus 1997. Aapakah akan si perpanjang atau tidak. Tapi kalau tidak, saya akan main di sinetron laga lainnya. Saat ini sudah ada beberapa sinetron rumah produksi yang ingin merekrut saya, " aku Abhie. 

Dalam menokohkan sosok Wiro, Abhie sebelumnya banyak berkomunikasi dengan Suyitno (Penata kelahi aliran silat ketoprak) dan sutradara Ackyl Anwari, mengingat jarak waktu yang diberikan sangat singkat, dimana ketika Abhie di gaet untuk menggantikan Ken Ken, hanya di beri waktu beberapa hari untuk memahami skenario yang di buat Bastian Tito "Karena memang harus langsung suting. Saya juga sempat kaget, " cerita Abhie yang juga pernah belajar silat selama dua tahun. " Saya bilang sama mas Yitno, bahwa gerakan tangan saya lebih cenderung ke gerakan silat, sedangkan tendangan kaki saya lebih cenderung ke gerakan Tae Kwon Do. Antara saya dan mas Yitno sudah saling memahami. Salah satu lokasi suting Wiro Sableng adalah di daerah Jati Luruh Purwakarta Jawa Barat. 

Menurut Abhie, kemahiran dalam ilmu Tae Kwon Do terhadap peran di Wiro Sableng cukup membantu meski jurus-jurus yang di tata oleh Mas Yitno terasa agak aneh. Tapi yang jelas banyak menggunakan jurus-jurus silat. Kalau di teliti, banyak perbedaan gerakan-gerakan Wiro dahulu dengan yang diperankan Abhie. Kalau dulu tampak murni gerakan silat, sedangkan sekarang di warnai dengan tendangan-tendangan panjang jurus Tae Kwon Do. 

Hal kecil yang dialami Abhie saat suting adalah kecelakaan-kecelakaan kecil seperti jatuh dari tali sling ketika meluncur dan tali slingnya putus, atau ketika adegan fight terkena pukulan keras. Tapi hal ini sudah biasa karena sebelumnya sering ikut turnamen Tae Kwon Do. 

Abhie memiliki kenangan berkesan ketika bertemu bule memanggil-manggil nama Wiro ketika ia jalan-jalan. Dia ngajak kenalan. Saat itu saya sempat bengong, karena nggak nyangka ada orang bule yang suka nonton Wiro Sableng.


~ sumber : MF 

Thursday, July 25, 2024

ASAL USUL WIRO SABLENG MURID SINTO GENDENG


Nama aslinya WIRO SAKSANA seorang pemuda remaja belia yang baru memasuki usia 17 tahun. Tubuhnya tegap dan bertampang gagah dengan kulitnya kuning bersih. Rambutnya gondrong dan agak acak-acakan sehingga tampangnya yang keren itu seperti kekanak-kanakan. 

Ayahnya menjadi kepala Kampung di Jatiwalu bernama Raden RANAWELENG dan ibunya bernama SUCI.  Sewaktu masih bayi, ayahnya di bunuh oleh laki-laki berkumis tebal bernama SURANYALI alias MAHESA BIRAWA yang pernah di tolak cintanya oleh SUCI sehingga memendam dendam kesumat untuk memiliki tubuh Suci yang sempat di perkosa sebelum bunuh diri. 

Seorang pendekar wanita yang berilmu tinggi menyelamatkan bayi Wiro dan membawanya ke Gunung Gede dan sejak itu menjadi muridnya. 

17 tahun berlalu, pendekar wanita itu kini telah menjadi Nenek-nenek dengan pakaian serba hitam dan sang bayi tumbuh menjadi pemuda yang gagak dan tampan. Berlainan dengan kulit dan pakaiannya yang serba hitam itu maka rambut dan alis mata sang nenek berwarna sangat putih dan jarang diatas batok kepalanya. Namun lucunya pada kepala yang berambut jarang ini, nenek-nenek itu memakai 5 Batang tusuk konde yang ditancapkan ke kulit kepalanya. 

Dialah yang bernama SINTO WENI alias eyang SINTO GENDENG, Guru Wiro Saksana, seorang perempuan sakti yang telah mengundurkan diri sejak 20 tahun lalu dari dunia persilatan. Selama itu pula dia telah menyapu dan membasmi habis semua manusia jahat. 

Karena sikapnya dan tingkah lakunya yang lucu serta aneh-aneh bahkan seringkali seperti orang yang kurang ingatan maka lambat laun dunia persilatan menjulikinya dengan nama SINTO GENDENG atau SINTO GILA. 

Bagaimana sikap tingkah laku sang guru, demikian pula sikap murid, selalu tertawa dan menjerit cengar cengir. Walaupun keduanya sedang berlatih ilmu silat, namun setiap jurus serta serangan yang mereka lancarkan adalah benar-benar serangan yang berbahaya dan mematikan. 

Oleh karena itu WIRO SAKSANA dijuluki gurunya "WIRO SABLENG" alias PENDEKAR KAPAK MAUT NAGA GENI 212.

Sinto Gendeng mewariskan sebuah senjata sakti berupa KAMPAK bermata dua berhulu satu kepala Naga bernama "KAPAK NAGA GENI 212" kepada Wiro Sableng. Dan sebelumnya tubuhnya diisi dengan ilmu tenaga dalam anti racun dengan melesatkan 36 jarum putih beracun yang keluar dari mulut kepala naga kearah dada kanannya dan telapak kanannya dan menancap dengan teratur membentuk susunan angka 212. 

Angka 212 memiliki makna bahwa dalam diri manusia terdapat unsur ingat DUNIAWI dan unsur ingat TUHAN. 

di kutip dari buku Informasi RCTI tahun 1997 (Sewindu RCTI)


Wednesday, March 6, 2019

WIRO SABLENG : SENGATAN SATRIA BERACUN

Sengatan Satria Beracun

JUDUL FILM        : SENGATAN SATRIA BERACUN (WIRO SABLENG)
SUTRADARA       : LILIEK SUDJIO
PRODUSER          : TIEN ALI
PRODUKSI           : CANCER MAS FILM
TAHUN PROD    : 1988
JENIS                     : FILM LAGA
PEMAIN               : TONY HIDAYAT, PIET PAGAU, DEVI IVON, JOHAN SAIMIMA, TANKA GROUP, HERBI, ARTHUR TOBING, TANTI NURISTA, JAITUN, ROBERT SANTOSO

SINOPSIS :

Dewa Tuak (Piet Pagau) mengusir Pengging (Robert Santoso) muridnya karena Pengging berkhianat dan tidak mengikuti aturan gurunya akan tetapi berbuat sewenang-wenang dengan membunuh lawannya ketika taruhan sabung ayam. Sebelum pergi Pengging mengincar Buku Kitab Inti Ilmu Silat milik Dewa Tuak yang disimpan di pinggangnya. Di perjalanan Pengging berpapasan dengan Anggini (Devi Ivon) murid Dewa Tuak lainnya. Namun Anggini tidak menghiraukannnya.

Anggini heran karena berpapasan dengan Pengging di jalan dan mengira kalau Pengging telah selesai menuntut ilmu dengan Dewa Tuak. Namun setelah Dewa Tuak menjelaskan bahwa Pengging telah di usir dari perguruan, Anggini barulah tahu keadaan yang sebenarnya. Sebagai calon pewaris yang dipercaya dewa tuak, Anggini menjajal ilmunya, namun dikalahkan oleh Wiro Sableng (Tony Hidayat) yagn saat itu sedang mampir ke perguruannya. 

Suatu hari Pengging datang ke perguruan setelah sebelumnya melumpuhkan gurunya agar tertidur pulas. Masuk melalui atap, akhirnya Pengging berhasil mencuri kitab inti ilmu silat milik Dewa Tuak. Namun perbuatan Pengging diketahui oleh murid-murid lainnya hingga mereka mengepung Pengging. Pengging yang mempunyai ilmu lebih tinggi dengan gampang meloloskan diri. Dewa Tuak akhirnya mengetahui bahwa pengging telah berkhianat padanya. Akhirnya Iapun menyuruh Anggini muridnya untuk merebut kembali buku inti ilmu silat miliknya yang sebenarnya mau di wariskan pada Anggini. Namun anggini dengan mudah di kalahkan karena memang ia belum sepadan untuk mencari kita tersebut. Anggini dan kawan-kawannya akhirnya ditawan oleh Pengging. Pengging akhirnya menjadi Adipati dengan dibantu oleh perampok-perampok yang bersekutu padanya.
Akhirnya Dewa Tuak menyadari kekeliruannya dengan menyuruh Anggini yang masih hijau ilmu silatnya untuk mencari Bukunya yang hilang. Akhirnya Dewa Tuak pun turun tangan sendiri. Ditengah perjalanan ia kembali bertemu Wiro Sableng.  Wiro akhirnya bersedia membantu Dewa Tuak untuk mencari Anggini dan Pengging.
****
Tujuan Pengging menawan Anggini adalah untuk dijadikan istrinya. Namun Anggini menolak ajakan tersebut karena Pengging adalah seorang pengkhianat. Kecewa dengan sikap Anggini akhirnya Pengging bermaksud untuk menggantung Anggini dengan menyuruh nenek Jamilah.
Sementara itu dalam perjalanan , Wiro Sableng bertemu dengan seorang pemuda Mahesa Kelud(Johan Saimima) yang dirampas kuda dan senjata mustikanya oleh Kebo Pengiring alias Pengging. Akhirnya keduanya pun bersepakat untuk mencari Kebo Pengiring.  Dalam perjalanan, akhirnya Wiro Sableng menemukan nenek Jamilah dan mengetahui dimana keberadaan Anggini berada. 

Buku Inti Ilmu Silat yang Pengging curi ternyata dititipkan pada Setan Hitam yang juga merupakan guru Pengging. Ketika akan mengambil bukunya kembali, Pengging kaget karena ternyata yang ia panggil dan keluar adalah Dewa Tuak yang sebelumnya telah berhasil membunuh Setan Hitam. Akhirnya Pengging pun mati. Anggini pun berkumpul kembali dengan gurunya. Sementara Wiro Sableng pun berpamitan pada Dewa Tuak setelah tugasnya berhasil dilaksanakan. Namun janji Dewa Tuak untuk menjodohkan dengan Anggini akhirnya ditolak Wiro, dan Anggini akhirnya menjadi istri Mahesa Kelud.
***
Wiro Sableng diangkat dari Novel karya Bastian Tito, sesuai dengan novelnya, film ini juga menyebutkan bermacam-macam nama yang aneh, akan tetapi penulis hanya menuliskan yang inti-inti saja.

Wednesday, January 30, 2019

WIRO SABLENG : Satria Kapak Tutur Sepuh

Satria Kapak tutur Sepuh

Judul Film            : SATRIA KAPAK TUTUR SEPUH (WIRO SABLENG)
Sutradara            : Bachroem Halilintar
Produser             : Leonita Sutopo
Produksi              : Inem Film
Tahun Produksi : 1996
Penulis                 : Bastian Tito
Pemain                 : Atin Martino, Kadaryono BZ, Arthur Tobing, Sulaiman AS, Chairil JM, Yan Bastian, Tanaka, Asmara M, Mocha Achyar, Zaitun Sulaiman, Jama Jentak, El Koesno, Eva Citra Rosalina

Sinopsis : 

Film Satria Kapak Tutur Sepuh adalah salah satu film serial Wiro Sableng yang terkenal seperti novelnya.  Pelukis Aneh sedang melukis seorang perempuan telanjang yang sangat menarik perhatian bagi siapapun yang melihatnya termasuk Bupati Pamekasan. Akan tetapi ketika Bupati Pamekasan ingin membelinya, akhirnya tidak di berikan karena tidak untuk dijual akan tetapi dipersiapkan untuk calon muridnya.  Selain Bupati Pamekasan, Dua Iblis Selatan juga tertarik untuk membeli lukisan tersebut, akan tetapi lagi-lagi tidak dikabulkan. Keduanya terlibat duel, dan dua iblis selatan pun kalah. Sementara Wiro Sableng (Atin Martino) yang dari tadi memperhatikan gerak gerik sang pelukis dan orang-orang yang menginginkannya dari balik batu akhirnya keluar setelah keberadaanya diketahui oleh Pelukis aneh.

Akhirnya Pelukis anehpun menceritakan tentang lukisannnya dan untuk siapa ia berikan. Ia akan memberikan pada bocah bernama Wira Perkasa calon muridnya. Setelah Wiro Sableng meninggalkan Pelukis aneh, tak lama kemudian ia kembali lagi dan mendapati Pelukis aneh sudah tidak bernyawa dan lukisannya juga hilang. Disamping jasad pelukis aneh telah bersimpuh calon muridnya Wira perkasa yang dibawa oleh dua orang yang berbaju kuning. Akhirnya wiro berjanji untuk mencari Lukisan telanjang dan berjanji akan mengembalikannya pada Wira Perkasa. 

Lukisan telanjang akhirnya menjadi rebutan bagi dunia persilatan. Didalam pengembaraan mencari Lukisan telanjang, Wiro Sableng berjumpa dengan tiga iblis wanita yang ikut memperebutkan Lukisan telanjang hingga akhirnya bentrok. Wiro Sableng yang saat itu dibantu oleh Dewa Tuak (Arthur Tobing) akhirnya berhasil mengatasi tiga iblis wanita. Dewa Tuak mengeluarkan pukulan Salju Kematian hingga perempuan-perempuan tersebut menemui ajalnya. Wiro sableng akhirnya meneruskan perjalanan mencari Lukisan Wanita Telanjang setelah berpisah dengan Dewa Tuak yang tiba-tiba menghilang. Dewa Tuak menuntun Wiro Sableng ke arah utara.

Sementara itu pencuri Lukisan telanjang sepasang lelaki berbaju kuning  simata picak dan kumis ublung , akhirnya harus bingung sendiri karena tidak mengetahui rahasia yang terkandung didalamnya. Untuk mencari tahu rahasia di dalam lukisan tersebut, akhirnya menyimpulkan bahwa mereka harus mencari calon murid pelukis aneh yang telah tewas tersebut.  Lukisan wanita telanjang terus menjadi rebutan dikalangan dunia persilatan dan terus memakan korban.  Sementara lukisan yang berada ditangan simata picak dan kumis ublung tiba-tiba lenyap. 

Wiro Sableng yang disuruh ke utara oleh Dewa Tuak akhirnya bertemu dengan Permani (Eva Chitra Rosalina ) didalam Perjalanan. Permani sebenarnya sedang di lilit masalah cinta segitiga.  Permani dijodohkan oleh ayahnya dengan anak buah Perguruan Merapi, sedangkan Permani sesungguhnyatelah mempunyai calon suami yang dicintainya bernama Panuluh. Ketika Permani berniat bunuh diri, Wiro Sableng menolongnya untuk tidak bertindak bodoh. Wiro Sableng akhirnya melarikan Permani dari Perguruan Garuda sakti karena ia disekap ayahnya. Permani berhasil menemukan calon suaminya yang ternyata telah tewas didalam tempat penyekapannya dan dibunuh oleh calon suami pilihan ayahnya..  Permani pun shok dibuatnya. Ketika memakamkan suaminya, tiba-tiba ayahnya  pimpinan dari Perguruan Garuda Sakti datang bersama dengan pimpinan Perguruan Merapi. 

Ayahnya menanyakan makam siapakah yang ada di hadapan Permani. Akhirnya Wiro Sableng menjelaskan tentang makam Panuluh yang sesungguhnya telah dibunuh calon menantu pilihannya. Akhirnya terjadilah pertarungan antara Perguruan Garuda Sakti dengan Perguruan Merapi, karena kekejamannya. Ditengah pertarungan kedua Perguruan ini, ternyata muncul pertarungan lain yang sedang memperebutkan lukisan telanjang yang selama ini dicari. 

Akhirnya Wiro Sableng berhasil merebut kembali Lukisan Wanita Telanjang, sedangkan pimpinan perguruan Merapi dan Garuda Sakti akhirnya pun tewas secara bersama-sama. Sedangkan Permani diambil murid oleh Jaka Tuak.  Akhirnya terkuaklah sudah bahwa di balik lukisan wanita telanjang tersebut terdapat ilmu silat.

*****
Serial Film Wiro Sableng sudah sering kali dibuat, dan Atin Martino adalah salah satu pemerannya. Selain sukses di novel, Wiro Sableng juga dibuat versi Sinetronnya yang ditayangkan di RCTI beberapa tahun silam. Pendekar kapak sakti 212 Wiro Sableng si murid Sinto Gendeng tersebut memang tetap menarik untuk di tonton.