Showing posts with label devi Ivone. Show all posts
Showing posts with label devi Ivone. Show all posts

Friday, February 27, 2026

DEVI IVONE ganti nama Devi Sabah


DEVI IVONE ganti Nama Devi Sabah. Devi Sabah, film-film yang dibintanginya sebagian besar bertema action. Pertama kali bergelut dalam dunia film tahun 1987 padahal sebelumnya ia tak pernah terbersit niat menerjuninya. 

Di lahirkan dan di besarkan di pulau Nunukan dekat perbatasan Malaysia. Setelah lepas SMA ia sering berkeluyuran di Sabah dan Sarawak. Ia tak pernah bermimpi jadi bintang film. Ketika hijrah ke Jakarta itulah awal berkenalan dengan dunia film. Lewat seorang teman ia pun diperkenalkan pada seorang sutradara. "Sutradara itu memberikan semangat buat saya kepercayaan saya pun tumbuh," katanya. 

Tatkala dilihat kemahiran dalam film-film action, maka tawaran buatnya makin berdatangan. Devi tetap bermain di film-film bertema  action dan horor. Semua tawaran diterimanya hingga ia tak pernah tidur pulas. Setiap pulang suting pagi hari. Devi nyaris tak tidur, pasalnya disiang hari ia sudah harus hadir di lokasi untuk film yang lain. Disamping itu iapun disibukkan dengan olahraga serta jadwal kegiatan lainnya. Karenanya mau tak mau ia harus memakan makanan yang tinggi gizinya, agar tetap sehat dan kuat. 

Karena kurang dikenal dengan nama Devi Ivone, maka sejak main di film "Syech Siti Kobar Membangkang" yang disutradarai Ratno Timoer itu ia mengubah nama dengan Devi Sabah. "Saya ganti nama karena saya suka aja. Nggak ada alasan lain kok, " ungkapnya dengan logat melayu. 

Selama ini dalam film-filmnya suara Devi selalu diisi orang lain. Karena itu kini, ia ngotot belajar bahasa Indonesia. Dan itu akan ia buktikan di film "Tertangkap Basah, lewat arahan SA Karim. Keinginannya sih dapat masuk nominasi sebagai artis terbaik. "Kalau tidak dimulai dari sekarang kapan lagi. Maklum deh lingkungan saya dekat dengan Malaysia dari keluarga saya pun banyak yang telah jadi warga negara Malaysia. Yah kini saya mesti bisa berbahasa Indonesia, ucapnya mantap. 

di sadur dari MF No. 085/53/tahunVI, 30 September - 13 Oktober 1989

Wednesday, March 6, 2019

WIRO SABLENG : SENGATAN SATRIA BERACUN

Sengatan Satria Beracun

JUDUL FILM        : SENGATAN SATRIA BERACUN (WIRO SABLENG)
SUTRADARA       : LILIEK SUDJIO
PRODUSER          : TIEN ALI
PRODUKSI           : CANCER MAS FILM
TAHUN PROD    : 1988
JENIS                     : FILM LAGA
PEMAIN               : TONY HIDAYAT, PIET PAGAU, DEVI IVON, JOHAN SAIMIMA, TANKA GROUP, HERBI, ARTHUR TOBING, TANTI NURISTA, JAITUN, ROBERT SANTOSO

SINOPSIS :

Dewa Tuak (Piet Pagau) mengusir Pengging (Robert Santoso) muridnya karena Pengging berkhianat dan tidak mengikuti aturan gurunya akan tetapi berbuat sewenang-wenang dengan membunuh lawannya ketika taruhan sabung ayam. Sebelum pergi Pengging mengincar Buku Kitab Inti Ilmu Silat milik Dewa Tuak yang disimpan di pinggangnya. Di perjalanan Pengging berpapasan dengan Anggini (Devi Ivon) murid Dewa Tuak lainnya. Namun Anggini tidak menghiraukannnya.

Anggini heran karena berpapasan dengan Pengging di jalan dan mengira kalau Pengging telah selesai menuntut ilmu dengan Dewa Tuak. Namun setelah Dewa Tuak menjelaskan bahwa Pengging telah di usir dari perguruan, Anggini barulah tahu keadaan yang sebenarnya. Sebagai calon pewaris yang dipercaya dewa tuak, Anggini menjajal ilmunya, namun dikalahkan oleh Wiro Sableng (Tony Hidayat) yagn saat itu sedang mampir ke perguruannya. 

Suatu hari Pengging datang ke perguruan setelah sebelumnya melumpuhkan gurunya agar tertidur pulas. Masuk melalui atap, akhirnya Pengging berhasil mencuri kitab inti ilmu silat milik Dewa Tuak. Namun perbuatan Pengging diketahui oleh murid-murid lainnya hingga mereka mengepung Pengging. Pengging yang mempunyai ilmu lebih tinggi dengan gampang meloloskan diri. Dewa Tuak akhirnya mengetahui bahwa pengging telah berkhianat padanya. Akhirnya Iapun menyuruh Anggini muridnya untuk merebut kembali buku inti ilmu silat miliknya yang sebenarnya mau di wariskan pada Anggini. Namun anggini dengan mudah di kalahkan karena memang ia belum sepadan untuk mencari kita tersebut. Anggini dan kawan-kawannya akhirnya ditawan oleh Pengging. Pengging akhirnya menjadi Adipati dengan dibantu oleh perampok-perampok yang bersekutu padanya.
Akhirnya Dewa Tuak menyadari kekeliruannya dengan menyuruh Anggini yang masih hijau ilmu silatnya untuk mencari Bukunya yang hilang. Akhirnya Dewa Tuak pun turun tangan sendiri. Ditengah perjalanan ia kembali bertemu Wiro Sableng.  Wiro akhirnya bersedia membantu Dewa Tuak untuk mencari Anggini dan Pengging.
****
Tujuan Pengging menawan Anggini adalah untuk dijadikan istrinya. Namun Anggini menolak ajakan tersebut karena Pengging adalah seorang pengkhianat. Kecewa dengan sikap Anggini akhirnya Pengging bermaksud untuk menggantung Anggini dengan menyuruh nenek Jamilah.
Sementara itu dalam perjalanan , Wiro Sableng bertemu dengan seorang pemuda Mahesa Kelud(Johan Saimima) yang dirampas kuda dan senjata mustikanya oleh Kebo Pengiring alias Pengging. Akhirnya keduanya pun bersepakat untuk mencari Kebo Pengiring.  Dalam perjalanan, akhirnya Wiro Sableng menemukan nenek Jamilah dan mengetahui dimana keberadaan Anggini berada. 

Buku Inti Ilmu Silat yang Pengging curi ternyata dititipkan pada Setan Hitam yang juga merupakan guru Pengging. Ketika akan mengambil bukunya kembali, Pengging kaget karena ternyata yang ia panggil dan keluar adalah Dewa Tuak yang sebelumnya telah berhasil membunuh Setan Hitam. Akhirnya Pengging pun mati. Anggini pun berkumpul kembali dengan gurunya. Sementara Wiro Sableng pun berpamitan pada Dewa Tuak setelah tugasnya berhasil dilaksanakan. Namun janji Dewa Tuak untuk menjodohkan dengan Anggini akhirnya ditolak Wiro, dan Anggini akhirnya menjadi istri Mahesa Kelud.
***
Wiro Sableng diangkat dari Novel karya Bastian Tito, sesuai dengan novelnya, film ini juga menyebutkan bermacam-macam nama yang aneh, akan tetapi penulis hanya menuliskan yang inti-inti saja.