Showing posts with label film Inodnesia. Show all posts
Showing posts with label film Inodnesia. Show all posts

Wednesday, March 4, 2026

SUTING FILM KRISTAL-KRISTAL CINTA

 


SUTING FILM KRISTAL-KRISTAL CINTA. Kristal-kristal Cinta film garapan Wim Umboh. Sesuai dengan judul ceritanya, sudah barang tentu berkisar tentang cinta. Kebanyakan film garapan Wim selalu bertutur masalah cinta. Ingat saja film macam Pengantin Remaja (1971), Pengantin Pantai Biru (84), Serpihan Mutiara Retak (85), Secawan Anggur Kebimbangan (86) atau Adikku Kekasihku (89) dan masih banyak lagi. 

Dalam film "Kristal-Kristal Cinta", Wim mencoba mempertemukan bintang film yang sedang naik daun Onky Alexander dan pendaang baru Anna Valiana Aprilini. 

Sutingnya lebih dari 3 bulan diantaranya di Yogya. Selebihnya di Jakarta. Pada 5 Januari 1990 seharusnya kontrak bintang dan karyawannya sudah selesai, tapi Wim belum menyelesaikan suting. "Sekali ini Oom Wim memang agak kedodoran . Seharusnya kami sudah rampung sekitar Awal Desember 1989 lalu, " kata salah seorang kru. Kenapa? Ya, banyaklah hambatannya. Pemain utama wanita kami sakit tiga minggu, Belum lagi keterlambatan suting karena ulah pemain, katanya lebih lanjut. "Lebih-lebih pendatang baru yang satu itu, Rupanya dia belum bisa menyesuaikan diri kerja di film", kata seorang kru lain. 

Wim Umboh sendiri memaklumi penemuan barunya itu. Sebagai orang baru dia mungkin belum memahami betul cara kerja orang film. Belum menjiwai pekerjaan ini, kata Wim Umboh. Selama suting emosi Wim nampak selalu meledak-ledak. Tak jarang seorang pemain di bentaknya. "Dia sih memang begitu, " kata salah seorang kru seolah membela. 

Onky Alexander menilai mungkin lawan mainnya itu belum total di film. "Bisa main film, jadi enggapun ya tidak apa-apa," paparnya. 

Onky dalam film ini justru di kenal sangat disiplin. Hampir semua kru mengacungkan jempol buatnya. "Wah dalam film ini Onky betul-betul menyenangkan. Kami tidak pernah dibuat susah, " kata Inge penata busana. 

Hari-hari terakhir suting Kristal Kristal Cinta di lakukan di sebuah rumah mewah di kawasan Cinere Jakarta Selatan. Rumah milik Tommy ini diangkat dengan sebuah kolam renang mini, tanaman hias dan bunga-bungaan Kamarnya besar-besar lengkap dengan segala macam perabotan mutakhir. Belakangan ini rumah tersebut semakin sering digunakan oleh orang film. Nyaris tidak putus-putusnya. Selesai satu film disusul film lainnya. 

Pada Januari 1990, misalnya disaat Wim Umboh break suting sehari, langsung di serobot oleh Tiga Sinar Mutiara Film yang sedang menggarap Catat Namaku Rintan yang kemudian berganti judul Cinta Punya Mau. 

Cerita dari film ini adalah : Bomantara (Onky Alexander) teman kuliah Karina (Anna Valiana). Selesai kuliah mereka melanjutkan hidup berumah tangga. Boma kemudian dipercaya menduduki jabatan penting dalam perusahaan milik orang tua Karina. Jadilah keluarga muda ini hidup berkecukupan, tenteram dan bahagia, tapi kebahagiaan berakhir di tengah jalan. Karina ketahuan mengidap penyakit kanker darah. Jiwanya tak tertolong. 

Saat-saat terakhir sebelum di panggil menghadap Tuhan YME, Karina sempat merelakan Boma menikah lagi dengan perempuan lain. Tiara namanya. Pada saat kritis dan sangan mengharukan seperti itu barulah terungkap bahwa Tiara sebenarnya adik kembar Karina yang sengaja di pisah sejak bayi. Pasalnya karena hari lahir Karina dan Tiara persis sama dengan hari lahir ibunya. Tiara dititipkan pada Sopir ayah (WD Mochtar). 

Apa yang ingin disampaikan lewat film ini oleh Oom Wim? "Hidup ini kan penuh persaudaraan, Kita kita ini pada dasarnya kan saudara. Perlu saling kasih mengasihi, itu saja, " jelas Wim Umboh

~MF 093/61 Th VI, 20 Jan - 2 Feb 1990

Tuesday, December 16, 2025

MAMAT YATIM, BIAR CEBOL SUDAH BERCUCU


 MAMAT YATIM, BIAR CEBOL SUDAH BERCUCU. Ada yang tahu aktor kecil ini? Baru berumur 3 bulan ayahnya meninggal. Dan ketika dia berusia 2 bulan, ibunya meninggal. Lalu sejak itu dia berpetualang dalam kehidupannya. Lebih dari itu, dia lahir sudah memiliki cacat. Kakinya letter O lalu diapun diberi nama Muhammad Yatim alias Mamat Yatim. 

Walau tingginya tidak sampai 1 meter, namun Mamat Yatim tidak pernah putus asa. 

Sekali waktu, Ratno Timoer mengenalnya di suatu tempat. Melihat Mamat, hati Ratno Timoer tergetar. Dan dia pun di beri kesempatan berperan dalam film Misteri Candi Borobudur (Misteri Borobudur) dan Pendekar Bambu Kuning, tahun 70an. Dan sejak saat itulah Mamat terlibat dalam film nasional secara penuh. Ratno, memberi nama Mamat yatim. Dan sampai sekarang (tahun 1990) telah membintangi lebih dari 40 judul film nasional. 

Aktor cebol ini lahir pada tanggal 16, bulannya lupa, tahunnya 1930. Artinya usianya sudah menginjak 60 tahun pada tahun 1990. Walau usia telah diambang senja, namun fisiknya kelihatan seperti anak berusia 5 tahun. Wajahnya pun belum menggambarkan usianya telah demikian matang. Hanya saja penglihatan dan pendengarannya sudah berkurang, layaknya kebanyakan orang tua. Namun begitu kalau sedang berakting, gerakannya masih gesit, begitu pula jurus-jurus yagn dimainkannya. Bahkan dia bisa loncat dari ketinggian 3 sampai 5 meter. Dan itu dilakukan dengan baik. 

Walau tubuhnya cebol, Mamat rajin bekerja. Sering dia sebagai pembantu umum dalam sebuah produksi film. Mamat senang guyon. Dan tak jarang kru artis ngakak dibuatnya. "Andaikata ada yang membawa saya, saya bisa menjadi pelawak. Kalau yang namanya Jojon bisa putus saya buat," katanya sambil ngakak. 

Mamat memiliki 6 anak dan bercucu 5 orang. Rumah tangganya selalu bahagia dan rukun. Sekarang ini anaknya yang perempuan selalu mendampingi Mamat pergi suting. "Barangkali mereka kuatir karena saya sudah tua," katanya. 

Sebagai aktor, Mamat selalu mendapat honor sesuai dengan perannya. Pertama sekali main film dia dapat honor sebesar lima ratus ribu rupiah. "Saya ucapkan terima kasih kepada mas Ratno, kalau tidak ada dia mungkin saya tidak jadi artis," lanjutsta. Kan tidak baik untuk  menolak pemberian orang  apa lagi orang itu ikhlas?" lanjutnya. 

Namun demikian bila naik bis kota, Mamat Yatim tetap bayar. "Sebagai bintang film malu kalau tidak bayar ongkos. Apalagi saya sudah di kenal," katanya guyon.


~MF 094/62/Tahun VI, 3 - 16 Feb 1990

Friday, November 28, 2025

ERIK "GOBANG" SOEMADINATA

 


ERIK "GOBANG" SOEMADINATA. Kesuksesan film serial SI Gobang di pasaran ternyata tak mengubah keseharian Erik Soemadinata, pemeran si Gobang pendekar berbudi luhur. Lelaki pemalu kelahiran 7 Januari 1965 ini masih tetap Erik yang kemana-mana naik bis dan suka nongkrong di toko buku dan majalah untuk melampiaskan kegilaannya membaca. 

Anak pertama dari lima bersaudara putra pak Soemadinata, wartawan harian Pikiran Rakyat ini sejak kecil memang hobi membaca, terutama komik cerita silat yang sedikit banyak merasuk dalam kehidupannya. Makanya waktu dites untuk memerankan Gobang, ia tak menemui banyak kesulitan. Apalagi ditunjang dengan penguasaan tiga cabang olahraga yang di gelutinya dengan tekun, Silat Tinju dan Bina Raga. 

Dewi Fortuna memang segera merangkul terhadapnya yang sempat menggeluti berbagai macam pekerjaan mulai dari Security, demonstrator alat-alat olahraga, supervisor sampai jadi pelayan di sebuah restoran internasional. Sutradara Atok Suharto dan Liliek Sudjio memasangnya sebagai pemain andalan untuk film seri Si Gobang dan Misteri dari Gunung Merapi.

Sukses yang diraihnya terhadap pemuda yang sempat bercita-cita jadi seorang psikoog ini tak lepas dari kerja kerasnya dan semakin mantap kalau film adalah nafas hidupnya. "Apapun yang terjadi saya akan menggeluti film". Walau t idak sebagai pemain, mungkin sebagai kru film;" kata Erik yang mungkin tertarik sebagai kru film " tekad Erik yang hanya mendapat hono Rp. 25.000 untuk tampil sekian detik dalam film "Istana Kecantikan dan Kelabang Seribu".

Walau belum bergeser dari film-film laga, Erik tetap untuk berprinsip tidak akan menerima tawaran main film yang ada adegan panas. 


#eriksoemadinata

Thursday, October 30, 2025

MENGENANG SOEKARNO M NOOR, RANGKAIAN ACARA FESTIVAL FILM INDONESIA 1992


 Festival film Indonesia tahun 1992 menampilkan acara Pekan Film Restrospeksi di TIM Sinepleks 21, Cikini Raya Jakarta. Acara yagn di buka pada tanggal 22 November pukul 19.00 dengan pemutaran film terbaik FFI 1991 "Cinta Dalam Sepotong Roti".

Acara berlangsung hingga 27 November 1992. Film-film yang di putar adalah film-film terbaik FFI tahun-tahun sebelumnya. Kembang Kertas (85), Ibunda (86), Nagabonar (87), Tjoet Nja' Dhien (88), Pacar Ketinggalan Kereta (89), dan Taksi (90).  Dimeriahkan pula oleh film-film dari negara tetangga Malaysia, : Bintang Malam, Harry Boy dan Shakila. Sementara aktor  Indonesia yang handal Sukarno M  Noor di putar 5 film. 

Soekarno M Noor kelahiran Jakarta 13 September 1931 ini  memang pantas di peringati. Berkat dedikasinya yang penuh mulai 1953 dia tinggalkan kerjanya di Kantor Pos Pasar Baru (Jakarta), lalu terjun sepenuhnya ke dunia seni sandiwara/film. "Sampai detik terakhir dia mampu memberi arti bagi dunia film, " Kata Harmoko ketika melepas Sukarno yang tutup usia pada 27 Juli 1986. 

Menteri Penerangan itu adalah salah seorang sahabatnya semasa "Seniman Senen" tahun 50an. Tapi Soekarno tidak hanya belajar di Senen, melainkan juga memperdalam ilmu aktingnya di Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI). Pengajarnya antara lain Usmar Ismail (1921 - 1971) dan Asrul Sani. 

Jebolan ATNI lain termasuk Wahab Abdi, Mansyur Syah, Usbanda dan lain-lain yang di "kumpu"kan Asrul dalam "Pagar Kawat Berduri" (61), sebagai pembuka acara Restrospeksi Sukarno M Noor. Selanjutnya "Senyum Di Pagi Bulan Desember" 74 (Wim Umboh), Suci Sang Primadona" 77 (Arifin C Noer), "Titian Serambut Di Belah Tujuh" 82 (Chaerul Umam), dan "Lima Sahabat" 81 (CM Nas). 

Soekarno pernah beberapa kali main bersama anaknya, Rano Karno, diantaranya dalam Suci Sang Primadona dan dalam film Opera Jakarta (85, Sjumandjaya). Selain Rano, ikut pula Tino (Abang Rano) terjun kedunia film, sedangkan Suti (Adik Rano) termasuk anggota inti Lenong Rumpi. 

Dalam Bidang organisasi, Soekarno pernah duduk sebagai anggota Dewan Film Nasional (1972-1974), Dewan Kesenian Jakarta (1977-1979), serta Ketua I Organisasi artis PARFI masa bakti 1972-1974. Kemudian ketua umum PARFI dua  periode berturut 1978-1980 dan 1981-1983.

Prestasi Sukarno M Noor 1931 - 1986

1955 Gambarng Semarang (Pertama)

1960 Aktor Terbaik Festival Film Indonesia : Anakku Sajang

1967 Aktor Terbaik Festival Film Indonesia : Di balik Tjahaja Gemerlapan dan Menjusuri Djejak Berdarah

1969 Penghargaan Seni dari Pemerintah, Depdikbud

1971 Best Actor ke 5 PWI (Si Gondrong)

1972 Best Actor ke 2 PWI (Lingkaran Setan)

1973 Best Actor PWI (Jembatan Merah)

1974 Best Actor PWI (Raja Jin Penjaga Pintu Kereta)

1979 Citra FFI (Kemelut Hidup)

1985 Penghargaan/hadiah Surjosoemanto dari Dewan Film Nasional

1986 Nominasi Aktor Pembantu FFI (Opera Jakarta)

Thursday, July 25, 2024

ASAL USUL WIRO SABLENG MURID SINTO GENDENG


Nama aslinya WIRO SAKSANA seorang pemuda remaja belia yang baru memasuki usia 17 tahun. Tubuhnya tegap dan bertampang gagah dengan kulitnya kuning bersih. Rambutnya gondrong dan agak acak-acakan sehingga tampangnya yang keren itu seperti kekanak-kanakan. 

Ayahnya menjadi kepala Kampung di Jatiwalu bernama Raden RANAWELENG dan ibunya bernama SUCI.  Sewaktu masih bayi, ayahnya di bunuh oleh laki-laki berkumis tebal bernama SURANYALI alias MAHESA BIRAWA yang pernah di tolak cintanya oleh SUCI sehingga memendam dendam kesumat untuk memiliki tubuh Suci yang sempat di perkosa sebelum bunuh diri. 

Seorang pendekar wanita yang berilmu tinggi menyelamatkan bayi Wiro dan membawanya ke Gunung Gede dan sejak itu menjadi muridnya. 

17 tahun berlalu, pendekar wanita itu kini telah menjadi Nenek-nenek dengan pakaian serba hitam dan sang bayi tumbuh menjadi pemuda yang gagak dan tampan. Berlainan dengan kulit dan pakaiannya yang serba hitam itu maka rambut dan alis mata sang nenek berwarna sangat putih dan jarang diatas batok kepalanya. Namun lucunya pada kepala yang berambut jarang ini, nenek-nenek itu memakai 5 Batang tusuk konde yang ditancapkan ke kulit kepalanya. 

Dialah yang bernama SINTO WENI alias eyang SINTO GENDENG, Guru Wiro Saksana, seorang perempuan sakti yang telah mengundurkan diri sejak 20 tahun lalu dari dunia persilatan. Selama itu pula dia telah menyapu dan membasmi habis semua manusia jahat. 

Karena sikapnya dan tingkah lakunya yang lucu serta aneh-aneh bahkan seringkali seperti orang yang kurang ingatan maka lambat laun dunia persilatan menjulikinya dengan nama SINTO GENDENG atau SINTO GILA. 

Bagaimana sikap tingkah laku sang guru, demikian pula sikap murid, selalu tertawa dan menjerit cengar cengir. Walaupun keduanya sedang berlatih ilmu silat, namun setiap jurus serta serangan yang mereka lancarkan adalah benar-benar serangan yang berbahaya dan mematikan. 

Oleh karena itu WIRO SAKSANA dijuluki gurunya "WIRO SABLENG" alias PENDEKAR KAPAK MAUT NAGA GENI 212.

Sinto Gendeng mewariskan sebuah senjata sakti berupa KAMPAK bermata dua berhulu satu kepala Naga bernama "KAPAK NAGA GENI 212" kepada Wiro Sableng. Dan sebelumnya tubuhnya diisi dengan ilmu tenaga dalam anti racun dengan melesatkan 36 jarum putih beracun yang keluar dari mulut kepala naga kearah dada kanannya dan telapak kanannya dan menancap dengan teratur membentuk susunan angka 212. 

Angka 212 memiliki makna bahwa dalam diri manusia terdapat unsur ingat DUNIAWI dan unsur ingat TUHAN. 

di kutip dari buku Informasi RCTI tahun 1997 (Sewindu RCTI)