YULLIETA KULLIT, (berita lawas). Menyebut nama Yulieata Kullit tentu akan menyeret ingatan kita pada seorang penyanyi bersuara renyah Ermy Kullit. Ternyata mereka memang masih ada ikatan persaudaraan. Bahkan Yulieta sempat mengikuti jejak tantenya itu, menelorkan sebuah album lagu, kendati hasilnya biasa-biasa saja.
Gadis tinggi semampai ini letih eksis di dunia akting. Film Bagi-bagi Dong, Babad Tanah leluhur, Badai Laut Selatan, serta baru baru saja ia merampungkan film Si Manis jembatan Ancol versi layar lebar, ia mainkan dengan sikap tidak terlalu ngotot.
Soal busana? Mahasiswi semester tiga pada sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta ini mengaku amat menyukai busana yang berkesan santai, "sebagai mahasiswi tentu saja saya tidak banyak memiliki pakaian yang terlalu wah. Pergi ke pesta juga saya jarang, " ucapnya sambil menyodorkan sepotong busana berwarna merah jambu dengan potongan three piece. "Ini saya pakai waktu saya jadi MC di acara valentine Februari lalu, " tambahnya.
Ada gaun bergaya menggantung, kemeja denim denan sudut bawah meruncing, leging warna hitam serta blus pendek bertangan buntung dengan kerutan di bagian dadanya.
Busana denan corak garis yang dimiliki Yuli berkesan seperti bahan lurik yang terbuat dari benang asli. Padahal blus gantung yang melebar ke bawah ini terbuat dari likra. Baju yang dibelinya di Bali ini menurut Yuli sangat nyaman dipakai. "Terutama untuk suasana santai, " katanya.
Kemeja denim berkanjcing metal yang dipadu denan celana bergaris biasa dipergunakan Yuli untuk berkunjung kerumah teman atau pergi kuliah. Ujung kemeja yangdirancang meruncing serta sengaja diikat sedemikian rupa, tentu saja memberikan kesan sensual bagi pemakainya.
Selain sack dress, leging serta busana casual lainnya. Yuli sempat mengeluarkan busana Three peace yang terdiri dari blus, rok panjang serta blazer yang dirancang khusus oleh Thomas Sigar. Kesan luwes serta resmi muncul jika Yuli mengenakan baju seperti itu.
Yulieta Kullit ternyata sangat menyukai warna-warna hitam dan putih. Itulah sebabnya banyak dari koleksi busananya berwarna gelap dan putih polos. Untuk beli pakaian, biasanya Yuli menomorsatukan modelnya dulu. "Kalau modelnya cocok biar harganya mahal terpaksa saya usahakan. Tapi kalau harganya ratusan ribu sedangkan modelnya tidak sesuai dengan selera saya, buat apa dibeli, ? papar Yuli sambil terus beraksi di depan kamera. sumber MF 202/168/TH X, 26 Maret - 8 April 1994
