NANI WIJAYA, PERAN "BERAT" JADI WANITA KERATON DI SELAMAT TINGGAL JEANETTE (Berita Lawas). Butuh waktu sebulan lebih untuk menghayati perannya, Nani Wijaya masih harus membaca buku, mengamati kehidupan Keraton, melihat pertunjukkan kesenian dan nonton pertunjukkan wayang orang Sriwedari untuk bisa menyatu dengan tokoh yang dimainkan, Kanjeng Gusti Gusdini Suryo dalam film "Selamat Tinggal Jeanette".
"Inilah film terberat buat saya selama main film. Saya ditantang untuk bisa benar-benar menjadi wanita Kraton," ujar peraih Citra FFI 1978 lewat film Yang Muda Yang Bercinta.
"Hambatan moral dan psikologis jelas ada. Tapi syukurlah sutingnya kebetulan di Kraton. Lokasi itu jelas sangat menolong saya, " tambah istri tokoh Sinematek Indonesia, H. Misbach Yusa Biran ini.
"Saya memang berusaha sebisa mungkin untuk menyatu dengan Kraton. Menjadi wanita Kraton. Dan itu sangat berat," tuturnya Bayangkan Saja saya harus memerankan tokoh yang introvert. Tokoh yang pengetahuannya tentang dunia luar sangat terbatas. Sampai akhirnya saya harus menyerah karena saya tidak bisa mengatasi kenyataan yang terjadi, " katanya lagi.
Dengan perannya yang seperti itu, Nani mengaku memang tidak terlalu optimis bakal tampil sebagai aktris peraih piala citra. Ia pun mengatakan tidak pesimis. "Mudah-mudahan saya deh yang meraih Citra tahun ini," katanya. Tapi tanpa citrapun saya sudah cukup senang karena orang-orang merasa puas denga permainan saya di film ini, " kilahnya.
"Tapi kalau saya yang tampil sebagai peraih Citra, saya akan senang sekali. Soalnya saya merasa sudah bermain sebaik mungkin. Sayangnya saya tidak menyimak permainan rekan-rekan saya yang lain sih, ujarnya lagi. "Yang jelas banyak tantangan yagn aya hadapi dalam film ini. Termasuk beberapa isyarat yagn diberikan kerabat kraton agar tidak melakukan ini dan itu, cerita ibu lima anak ini. ~sumber MF 062/30/Tahun V, 12-25 November 1988
