Showing posts with label nani wijaya. Show all posts
Showing posts with label nani wijaya. Show all posts

Sunday, May 24, 2026

CAHYA KAMILA, PUTRI NANI WIJAYA

 


CAHYA KAMILA, PUTRI NANI WIJAYA (berita lawas). Menjelang pembuatan film "Jawara Jawara" diselenggarakan selamatan. Diantara bintang yang datang selain Dewi Yull dan Eeng Saptahadi, terl "ihat juga aktris kawakan Nani Wijaya. Tentu saja para wartawan mengira Nani akan ikut  main, mungkin sebagai ibu Ayu Azhari. 

"Eh, saya tidak ikut main lho," tertawa Nani. "Saya cuma mengantar Cahya. Dia yang bakal ikut main".

Remaja yang ditunjuknya, Cahya Kamila berkulit hitam manis, tersenyum tersipu-sipu. Ternyata mengikuti jejak ibunya, anak ketiga dari pasangan Misbach Yusa Biran - Nani Wijaya ini mulai ikutan main film juga. 

"Kalau main film bioskop memang ini baru untuk pertama kalinya,"sebut Cahya yang dilahirkan di Jakarta pada 8 Agustus 1972. "Namun saya sudah pernah ikutan mendukung beberapa sinetron produksi TVRI."

Disebutkan beberapa judul diantaranya, Lahirlah Sang Bintang dan Anggraini. 

"Padahal dua kakaknya sama sekali tak tertarik pada seni peran, tapi yang ketiga ini memang ikut jadi anggota Teater Permata, " tambah sang ibu. 

Bahkan dalam rangka merayakan Super Semar dalam awal Maret 1990 yang lalu, Cahya berhasil meraih juara Baca Puisi. 

Lalu siapa yang sekarang memilihnya jadi pemain "Jawara Jawara?".

"Sutradaranya sendiri, Mas Firman Triyadi yang datang kerumah dan memilih saya untuk ikutan berperan sebagai seorang gadis desa bernama Fatma".

Semula sang ayah, Misbach Yusa Biran yang udah lama tidak menyutradarai film karena kesibukannya menjadi kepala Sinematek, rada tertegun juga ketika putrinya ini minta izin untuk main film. Tapi akhirnya diberi izin juga dengan syarat tak boleh melalaikan sekolahnya. Maklum, Cahya baru duduk di kelas 2 SMA. 

"Wah sekarang ada dua bintang film dirumah kita, bukan cuma jadi monopoli ibunya saja, " demikian kira-kira seloroh Misbach. ~Sumber MF No. 104/72 tahun VI, 23 Juni - 6 Juli 1990


*Pada Akhirnya Cahya Kamila cukup dikenal di dunia sinetron diikuti oleh adiknya, Sukma Ayu sebelum akhirnya Sukma meninggal dunia. 

Wednesday, March 18, 2026

NANI WIJAYA, PERAN "BERAT" JADI WANITA KERATON DI SELAMAT TINGGAL JEANETTE


NANI WIJAYA, PERAN "BERAT" JADI WANITA KERATON DI SELAMAT TINGGAL JEANETTE (Berita Lawas). Butuh waktu sebulan lebih untuk menghayati perannya, Nani Wijaya masih harus membaca buku, mengamati kehidupan Keraton, melihat pertunjukkan kesenian dan nonton pertunjukkan wayang orang Sriwedari untuk bisa menyatu dengan tokoh yang dimainkan, Kanjeng Gusti Gusdini Suryo dalam film "Selamat Tinggal Jeanette".

"Inilah film terberat buat saya selama main film. Saya ditantang untuk bisa benar-benar menjadi wanita Kraton," ujar peraih Citra FFI 1978 lewat film Yang Muda Yang Bercinta. 

"Hambatan moral dan psikologis jelas ada. Tapi syukurlah sutingnya kebetulan di Kraton. Lokasi itu jelas sangat menolong saya, " tambah istri tokoh Sinematek Indonesia, H. Misbach Yusa Biran ini. 

"Saya memang berusaha sebisa mungkin untuk menyatu dengan Kraton. Menjadi wanita Kraton. Dan itu sangat berat," tuturnya Bayangkan Saja saya harus memerankan tokoh yang introvert. Tokoh yang pengetahuannya tentang dunia luar sangat terbatas. Sampai akhirnya saya harus menyerah karena saya tidak bisa mengatasi kenyataan yang terjadi, " katanya lagi. 

Dengan perannya yang seperti itu, Nani mengaku memang tidak terlalu optimis bakal tampil sebagai aktris peraih piala citra. Ia pun mengatakan tidak pesimis. "Mudah-mudahan saya deh yang meraih Citra tahun ini," katanya. Tapi tanpa citrapun saya sudah cukup senang karena orang-orang merasa puas denga permainan saya di film ini, " kilahnya. 

"Tapi kalau saya yang tampil sebagai peraih Citra, saya akan senang sekali. Soalnya saya merasa sudah bermain sebaik mungkin. Sayangnya saya tidak menyimak permainan rekan-rekan saya yang lain sih, ujarnya lagi. "Yang jelas banyak tantangan yagn aya hadapi dalam film ini. Termasuk beberapa isyarat yagn diberikan kerabat kraton agar tidak melakukan ini dan itu, cerita ibu lima anak ini. ~sumber MF 062/30/Tahun V, 12-25 November 1988

Monday, March 24, 2025

FARADILLA SANDY, ANAK TIRI YANG MENJADI IBU TIRI


Faradilla Sandy yang melejit lewat film "Ratapan Anak Tiri" sempat lama menghilang dari dunia film, dan kembali lagi setelah menjanda dan bermain film yang tetap diarahkan oleh ayahnya sendiri, Sandy Suardi Hassan yang sekaligus penulis cerita dan skenarionya dalam film Ratapan Anak Tiri 3. 

Kali ini peran Dilla, panggilan dari Faradilla bukan lagi sebagai anak tiri melainkan berbalik jadi ibu tiri. Bagaikan karma saja, cuma tentunya ia bukanlah tipe ibu tiri jahat tapi justru sebaliknya. Tapi kedua anak tirinya diperankan oleh Adam Sandy dan Lia sulit menerima sebagai pengganti Ibu kandung mereka. Sandy Suwardi Hassan bekerjasama dengan kamerawan Benhard Oloan serta penata musik Areng Widodo. Dibintangi antara lain Tyas Wahono, Firdha Razak, Bagus Santoso dan Nani Wijaya. 

Susi remaja berpacaran dengan Sumarli yang taruna penerbangan sipil. Sayang, Ibu Sumarli antipati pada Susi yang di ketahui yatim piatu. Bahkan Sumarli di jodohkan dengan adik sepupunya sendiri, Sri. Sutu musibah membuat susi gagal menghadiri upacara wisuda Sumarli. Kesempatan ini digunakan Ibu Sumarli untuk mempertunangkan puteranya dengan Sri. 

Beberapa tahun kemudian Sumarli-Sri telah mempunyai putera puteri. begitu pula halnya dengan Susi yang di nikahi Oskar mempunyai seorang puteri. Malang tak bisa di tolak, Sri meninggal saat hendak melahirkan anak ketiga. Berbarengan Oskar pun tewas dalam kecelakaan. 

Susi yang menjanda dan bekerja sebagai guru bertemu lagi dengan Sumarli yang menduda, pada saat pemakaman. Karma berjalan, Susi kawin dengan Sumarli dan menjadi Ibu tiri dari dua anak Sri. Tapi Ibu Sumarli yang selalu ikut campur serta kenakalan kedua anak tirinya membuat Susi tak pernah mengenyam kebahagiaan. Di tambah lagi dengan mertua yang selalu turut campur dan menghasut kedua anak tirinya. Hingga suatu kejadian yang akhirnya merenggut nyawa mertuanya akibat ulah anak-anak tirinya, dan menyadarkan mereka.