Showing posts with label biografi mieke Wijaya. Show all posts
Showing posts with label biografi mieke Wijaya. Show all posts

Friday, April 17, 2026

MIEKE WIJAYA


 MIEKE WIJAYA, Seorang aktor atau aktris harus senantiasa peka terhadap manusia dan lingkungannya, sebab dengan banyak mengamati kehidupan sehari-hari berbagai macam karakter dapat dihidupkan kembali bila ia dituntut berperan seperti tokoh yang pernah dilihatnya, begitu kata Mieke Wijaya pada suatu kesempatan. Mieke Wijaya istri dari aktor Dicky Zulkarnaen ini memperoleh Piala CITRA sebagai Pemeran Wanita Terbaik dalam Festival Film Inodnesia 1981 di Surabaya untuk filmnya "Kembang Semusim" dimana ia bermain sebagai ibu yang dihayatinya dengan baik. "Bagi saya itu, adalah prestasi tertinggi yang saya peroleh selama hampir dua puluh tujuh tahun lamanya berkecimpung di dunia film, " ucap Mieke Wijaya. 

Sebelum Mieke Wijaya mengenal dunia film, ia dulu lebih banyak dikenal sebagai seorang penyanyi di Radio Republik Indonesia Stasiun Palembang, yang waktu itu  bergabung dengan group band "Empat Sekawan" tahun 50an. Setelah menyelesaikan pendidikan SMAnya Mieke yang bernama asli Mieke Maris itu hijrah ke Jakarta dan melanjutkan pendidikannya di Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI) 1956-1957. 

Mieke yang di lahirkan di Kota Kembang Bandung 17 Maret 1940 waktu masuk ke Akademi Teater masih sangat muda "Usia saya waktu itu baru enam belas tahun,", ucapnya. Maka tak mengherankan tentu ia terbilang 'kembang' yang sedang mekar-mekarnya dikelilingi kumbang-kumbang yang berebut mengisap madu. 

Dia masih ingat dengan jelas kapan ia pertama kali mendapat kesempatan main film yakni tanggal 30 Oktober 1955 dalam film "Gagal" dimana dalam film itu Mieke mendapat kesempatan main sebagai peran Pembantu. Sejak itulah namanya mulai banyak disebut-sebut orang film, sebagai aktris yang memiliki prospek masa depan yang cerah. Berturut-turut kemudian ia ditawari oleh beberapa produser untuk ikut mendukung film yang akan dibuatnya diantaranya film "Tiga Dara" yang dibuat tahun 1956 kemudian dalam film "Piso Surit" (1960), "Toha Pahlawan Bandung Selatan", (1962), film "Liburan Seniman" (1965), "Malam Jahanam" (1969), "Badai Pasti Berlalu" (1977), "Akibat Godaan" (1978) , "Cengkraman Garuda" (1978) dan banyak lagi lainya. Antara tahun 1977/1978 saja ia telah main dalam 55 film. 

"Saya lebih senang jika disodori peran tidak itu ke itu saja yang bisa membuat kita jemu", katanya. Dan seorang aktris lanjut bagi Mieke harus bisa dan mampu mewujudkan segala macam karakter yang dituntut oleh cerita dan jangan lupa membaca skenario berulang-ulang, dengan cara itu sering timbul ide-ide baru, baik dalam penggunaan dialog maupun nuansa akting. 

Hingga tahun 1983 banyak sudah penghargaan yang ia terima di berbagai event Festival Film, Sebagai The Best Actress 1963 pilihan para Wartawan di Jawa Timur untuk permainannya yagn cantik dalam film "Toha Pahlawan Bandung Selatan",. Disamping itu mendapat penghargaan sebagai Pemain utama pada Pekan Apresiasi Film (1967) dalam film "Gadis Kerudung Putih". Disamping itu MIeke pernah pula meraih sebuah Penghargaan lain dalam pemilihan Best Actor & Actress PWI-Jaya (1971) untuk permainannya dalam film "Malam Jahanam". Penghargaan sebagai Pemain Harapan Wanita kembali direbutnya pada pemilihan Best Actor & Actress PWI-Jaya (1972) untuk perannya dalam film "Akhir Cinta Diatas Bukit". Pada Festival Film Indonesia tahun 1975 yang dilangsungkan di Medan, Mieke pemperoleh penghargaan sebagai Pemeran Pendukung Terbaik dalam film "Ranjang Pengantin" yang dibuat tahun 1974.


Tuesday, August 13, 2024

MIEKE WIJAYA


 MIEKE WIJAYA, bintang film Indonesia yang pernah mencuat namanya lewat film Tiga Dara dan Serial Losmen di TVRI, terbilang bintang old-track yang tidak disangsikan lagi dedikasinya. Mieke Wijaya memiliki nama asli Miecke Marie De Rijder lahir di Bandung, 17 Maret 1940.Selama karirnya sudah banyak film yang pernah di bintangi, maupun juga sinetron dan iklan yang pernah dibintangi. 

Kerap berperan antagonis dalam film-film yang dibintanginya, Mieke Wijaya seolah menjadi sosok yang galak dan menyebalkan, namun berbanding terbalik ketika berperan sebagai Bu Broto dalam Losmen Bu Broto yang baik dan bijaksana yang tayang di TVRI, selain Itu Mieke Wijaya juga bermain dalam serial Rumah Masa Depan. Aktingnya sudah tidak diragukan lagi, beberapa penghargaan juga pernah di raihnya. Selain di film, peran di serial televisi juga selalu mencuri perhatian seperti dalam sinetron Mertua Anak Menantu yang tayang di Indosiar sekitar tahun 97an menjadi seorang mertua atau di serial Aku Ingin Pulang SCTV bersama Cece Kirani. Dunia akting menjadi dunia yang mengalir di darah Mieke Wijaya.

Sebelum terjun ke dunia film, Mieke Wijaya terjun ke dunia film, adalah penyanyi di RRI Palembang lewat band Empat Sekawan. Istri dari aktor Dicky Zulkarnaen ini juga telah membuktikan aktingnya dengan meraih Piala Citra pada  Festival Film Indonesia tahun 1967 sebagai Pemeran Utama wanita Terbaik, kemudian Pada festival Film Indonesia tahun 1975 sebagai pemeran Pembantu wanita terbaik dalam film Ranjang Pengantin dan tahun 1981 dalam film Kembang Semusim sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik. 

Penghargaan lain dari PWI Jaya pada tahun 1972 dan 1973 sebagai runner up ke III Aktris Terbaik masing-masing dalam film Malam Jahanam dan Akhir Cinta diatas Bukit. Juga pada tahun 1975 sebagai Runner up ke IV dalam film Ranjang Pengantin.  

Ibu dari Nia Zulkarnaen ini tutup usia pada 3 Mei 2022

di kutip dari Wikipedia, film-film yang pernah di bintangi oleh Mieke Wijaya sebagai berikut : 

1955Tjorak Dunia

Gagal
1956Pilihlah Aku
Tiga Dara
Dekat di Mata Djauh di Hati
1957Dewi
Delapan Pendjuru Angin
Sengketa
1959Bing Slamet Tukang Betja
Iseng
Sekedjap Mata
1960Gadis di Seberang Djalan
Piso Surit
1961Detik-Detik Berbahaja
Aksi Kalimantan
Masih Ada Hari Esok
Mira
Toha, Pahlawan Bandung Selatan
1964Anak-Anak Revolusi
Ekspedisi Terakhir
Impian Bukit Harapan
1965Langkah-Langkah di Persimpangan
Liburan Seniman
1966Gita Taruna
1967Disela-sela Kelapa Sawit
Gadis Kerudung Putih
1969Big Village
1970Ananda
1971Beranak dalam Kubur
Dunia Belum Kiamat
Malam Jahanam
Spy and Journalist
1972Akhir Cinta di Atas Bukit
Lingkaran Setan
Romusha
Desa di Kaki Bukit
Dosa Siapa
Flamboyant
1973Dimana Kau Ibu...
Bumi Makin Panas
Ita, Si Anak Pungut
Tokoh
1974Bing Slamet Koboi Cengeng
Demi Cinta
Kehormatan
Sayangilah Daku
Boni & Nancy
Ranjang Pengantin
Kawin Lari
1976Perkawinan dalam Semusim
1977Badai Pasti Berlalu
Selimut Cinta
Diana
Ali Topan Anak Jalanan
Napsu Serakah
Manager Hotel
1978Akibat Godaan
Jaringan Antar Benua
Senja di Pulo Putih
1980Kembang Semusim
Hallo Sayang
1981Srigala
Ketika Cinta Harus Memilih
Nila di Gaun Putih
Remang-Remang Jakarta
dr. Karmila
Betapa Damai Hati Kami
1982Hukum Karma
1984Pengabdian
Kontraktor
1985Semua karena Ginah
Sembilan Wali (Wali Songo)
Gadis Hitam Putih
Gerhana
1986Beri Aku Waktu
1987Pernikahan Dini
Penginapan Bu Broto
Luka di Atas Luka
1991Saat Kukatakan Cinta
Zig Zag (Anak Jalanan)