Showing posts with label artis jadul.. Show all posts
Showing posts with label artis jadul.. Show all posts

Saturday, June 27, 2026

LUCY DAHLIA, MENANGIS DIJULUKI PEREK


 LUCY DAHLIA, MENANGIS DIJULUKI PEREK (berita lawas).  Lucy Dahlia namanya, Lela Monica Kakaknya. Pemain film plus sinetron keduanya dirangkul. Dan Lucy putri bungsu dari Lies dan Suhendar ayah ibunya. Dara berbintang Taurus ini, kian naik daun setelah melakonkan Nyi Iteung dalam serial sinetron Si Kabayan dan Orang Beken produksi TPI. 

Lucy alias Uci yang memulai debut di film Ricky Nakalnya Anak Muda, pernah menyesali diri terjun ke dunia glamour ini. Gara-gara memainkan "Rini" perek dalam Bunga-Bunga Kusam di pekan sinetron TVRI sehingga dimanapun Lucy berada, sering mendapat kecaman dan lirikan sinis, plus telepon gelap yang isinya mengajak berbuat tidak senonoh. "Dikiranya saya diluar film punya watak dan kelakuan sebagai perek. Seolah-olah saya cewek gampangan, " cerita Lucy Ketus. 

Sampai pernah ia menangis terguguk-guguk, ketika pada suatu kesempatan berjalan ditemani Lela Monica di Alun-alun Bandung. Beberapa remaja yang ada disitu, tak hentinya meneriaki Lucy. "Daag perek, main yuk, godain kita dong! Semalam , berapa tarifmu?" walau bergurau tapi tentu menyakitkan kalbu Lucy. 

Setengah berlari, Lucy alias Rini, alias Nyi Iteung langsung saja masuk taksi dan disana ia menangis meraung-raung. betapa ibanya hati Lela Monica. Sebagai kakak dengan bijaksana. Lela memberi pengertian, bahwa itulah risiko artis. 

Kini, jangan harap Lucy berani keluyuran sembarangan, apalagi ketempat-tempat keramaian untuk menghindari sakit hati. Ikhwal sakit hati ada kaitan dengan 4 kali putus cinta. "Setiap ketemu pacar, bentrok melulu. Kemanapun pergi dicurigai. Ngobrol dengan pemain pria yang keren atau penggemar dicemburui, jengkel juga kan?" sergah Lucy. 

Kuliah di STBA Bandung, Jurusan Bahasa Inggris, terpaksa Lucy cutikan saat semester tiga. Karena repot mengatur waktu, dengan kesibukan sebagai pemain film dan sinetron. 

"Nggak apa-apa. Nanti suatu saat kuliah akan saya tekuni lagi.~MF No. 156/123/TH.VIII/27 Jun-10 Jul 1992


Thursday, October 30, 2025

DORMAN BORISMAN


DORMAN BORISMAN setiap penampilannya di film sering membuat penonton menjadi gerr.... padahal sepintas lalu wajahnya tampak seram. Dengan brewoknya yang lebat dan sepasang mata yang aduhai.. ternyata mampu memainkan peran kocak yang sutradara berikan. Dan ia cukup berhasil mengundang tawa orang yang melihatnya. 

"Saya tidak tahu  kenapa peran-peran kocak yagn sering saya mainkan, sedangkan saya lebih cocok dengan peran serius", komentar Dorman tengang film-filmya. Film-filmya pun banyak, namun dari sekian film yang dibintangi , tiga film yang menurut Dorman berkenan dihatinya yaitu "Kugapai Cintamu", "Binalnya Anak Muda" dan Perempuan dalam Pasungan". Peran ketiga film tersebut sesuai dengannya. Suasana kerja yang merangsang untuk mencipta dan tema cerita mengenai masalah sosial adalah yang disukainya. 

"Tetapi kita harus sadar, bagaimanapun selektifnya menerima peran, bukan berarti kita harus menolak setiap tawaran yang datang. Kalau kita selalu menanti film yang sesuai keinginan, bisa-bisa asap dapur tidak mengebul", ujar pria asal Purwokerto itu merendah. 

Menjadi pemain film memang tidak semudah yang kita bayangkan. Banyak liku-likunya. Tetapi kesulitan yang di hadapi Dorman tentu berbeda dengan kesulitan yang dihadapi pemain film yang lain. Menurut Dorman jika menghadapi peran yang sama dalam setiap filmnya, ia harus pandai akal-akalan. 

"Orang akan bosan jika melihat peran yang itu-itu juga dalam filmnya. Karena itu seorang pemain film harus pandai menciptakan karakter yang berbeda-beda dari tokoh yang sama. Peran Batak dalam film Warung Kopi Prambors berbeda dengan peran Batak dalam film "Pintar Pintar Bodoh". Begitu juga peran-peran dari tokoh tamatan SD akan lain dengan tokoh tamatan SMA maupun seorang Sarjana misalnya", kata Dorman. 

Bagaimana dengan Peran Pono dalam film "Srigala"? "Sebetulnya tokoh Jawa Pono sudah saya ciptakan demikian rupa, tetapi sewaktu dubbing supaya di jadikan Batak saja dengan alasan karena pemasaran," ujar Dorman. "Disitu diperlukan dedikasi seorang pemain sejauh mana untuk menerima peran itu. Tetapi bukan berarti tindakan sutradara yang melampaui batas kewajaran juga kita terima, " demikian Dorman menambahkan. 

Sebelum terjun ke film, Dorman Borisman sudah aktif di teater Gelanggang Remaja Jakarta Timur sejak tahun 1971 dan kemudian menjadi sutradara pada teater tersebut. Tahun 1975 ia menjadi anggota dari Grup "Teater Kecil" pimpinan Arifin C Noer. Selama berkecimpung di teater, Dorman sudah dua kali meraih The Best Actor dan tiga kali menjadi Sutradara terbaik. 

Dorman mulai di kenal lewat film Binalnya anak Muda, merasa bahwa berkat film tersebut ia dapat terus main film-film lain seperti Gadis Bionic Pasukan berani Mati, Nyi Blorong dan lain-lain. 


~RF19-25 Mei 1982~

Dorman pun akhirnya di kenal sebagai pasangan Bokir dalam film-film Suzanna.