ARTI NENEK BAGI DESY RATNASARI (berita lawas). Bagi Desy Ratnasari, di manapun berada, maka tak pelak neneknya selalu berada disisinya. Bukan karena ia terlalu ingin di manjakan dan tak mampu mengatasi kesulitan tanpa sang Nenek.
Kehadiran neneknya bagi artis ini sudah tidak dapat dipisahkan dari kehidupannya. Baik sebagai remaja maupun selaku artis film. Apalagi mengingat Desy sudah sejak kecil memang di momong oleh sang nenek yang karena ibunya, Ny. Nurjanah selalu sibuk sebagai karyawati PLN Sukabumi, dan ayahnya pegawai Departemen Pertambangan. Menyebabkan Desy yang putri sulung dari empat bersaudara merasa lebih dekat kepada neneknya.
Sampai kini, disaat 8 buah film sudah dibuah film sudah dibintangi dan populer sebagai artis bersosok anggun, Desy yang gagal masuk ke Fakultas Kedokteran UI, lebih memilih tinggal dengan sang nenek. Meskipun rumah orangtuanya berada persis didepan tempat Desy tinggal.
"Sudah sejak kecil komunikasi saya selalu lancar bila dilangsungkan dengan nenek daripada dengan ayah dan ibu, "tuturnya saat ditemui di tempat kediamannya di Gg Pelita Sukabumi.
"Kayaknya ada sesuatu yang hilang bila nenek tak ada di sisi saya, terlebih kalau dia sakit, dimanapun berada saya selalu gelisah, "katanya. Malah kata Desy, Ia membatalkan tawaran show atau menyanyi, bila melihat neneknya sedang dalam keadaan sakit dan perlu dirawat secara telaten. "Pokoknya nenek diatas segalanya, dibanding kepentingan keartisan saya. Yang mungkin tidak akan selamanya saya tetap bisa populer, dibanding besarnya kasih sayang nenek yang telah saya terima, "ujar Desy lirih.
Desy yang kini sedang melakoni sinetron Pelangi Dihatiku produksi RCTI kembali merasa resah mengingat kursus komputer maupun Bahasa Inggris seringkali ditinggalkannya. Mengingat aktifitasnya di dunia artis menyebabkan ia harus selalu berada di Jakarta. Dan kota Sukabumi yang jaraknya bisa ditempuh dengan 2,5 jam dari ibukota, tetap saja membuat Desy maupun sang nenek sering kepayahan bila harus tiap hari pulang ke SUkabumi. Jadi rencananya akan hijrah ke jakarta Dess? "Maunya sih begitu. Tapi ya pikir-pikir dulu deh, meski sekarang saya menempati sebuah kontrakan rumah di daerah Lenteng Agung, "ujar Desy dengan senyum dan dekik di pipinya.
~MF No. 174/141/TH.IX, 6 - 19 Maret 1993

No comments:
Post a Comment