Monday, September 28, 2026

ERVAN YUDHA, DAPAT PERAN MALAH SUSAH

 


ERVAN YUDHA, DAPAT PERAN MALAH SUSAH (berita lawas). Katanya ia tidak merasa 'tolol' meninggalkan bangku kuliah untuk film. Padahal tak selamanya dunia ini menjanjikan harapan baik. Ada apa dengan anak muda ini hingga nekad berlaku seperti itu?

"Cukup lama saya ingin bergelut di film. Keinginan yang membuat saya berani bertaruh,"katanya. 

Diselidiki, ternyata di UNRI (Universitas Riau) ia tidak menemukan bentuk pengembangan bakat. Akibatnya Ervan Yudha mandek di Fak. Ilmu Pemerintahan sampai semester II. "Ketika kuliah berlangsung, pikiran senang melayang-layang jadi artis. Semangat ke Jakarta pun menggebu-gebu,"kata pemuda kelahiran Pekanbaru 13 Maret 1969 ini. 

Setelah tekad diambil, apapun persoalannya harus ditempuh dan pemuda yang memiliki tinggi 176 cm ini terdampar di ibukota. "Jalan hidup yang saya pilih dunia peragawan. Dari situ saya mencari loncatan ke film. Bukan gampang mendapatkan koneksi di film, "ujarnya. Nasibnya mujur, anak ke2 pasangan Yul Akib dan Wirda tergaet dalam film Peluk Daku dan Lepaskan. 

"Lewat film ini peran saya tidak berarti. Saya tetap bertekad maju, malahan keluarga dan teman-teman mencemooh tapi saya tidak perdulikan, katanya. 

Dengan pengetahuan minim di bidang akting, Ervan terseok-seok mendekatkan diri  pada orang film. Tak jarang muncul ke perusahaan film untuk melamar. Tak jarang pula oang-orang menolaknya mentah-mentah. 

Tjut Djalil, sutradara gaek itu yang memberikan kesempatan lewat film Misteri Janda Kembang, sebagai pemeran pembantu utama. Tokoh Arman, dalam lakon kedua ini, menjanjikan harapan, asalkan berani beradegan cinta. "Saya buang rasa sungkan. Biarlak komentar orang bermacam-macam. yang penting saya kerja, "katanya. Hati kecilnya katanya menolak untuk beradegan ranjang dengan Sally Marcellina. 

"Ketika mendapat peran pembantu utama, saya malah susah, nyaris putus dengan pacar" katanya dengan gelak yang lepas. Takut di cap artis tanpa akting, maka dengan penuh semangat, hari-hari berikutnya melatih diri dalam akting. "Caranya saya latihan ekspresi depan kaca. kadang-kadang muka dibuat macam-macam.

Niatnya menolak awaran adegan ranjang, tiba-tiba Sisworo Gautama, sutradara spesial horor menawarkan peran seperti Tjut Djalil. Ervan puyeng sendiri. Mau menolak kesempaa lain belum juga datang. "karena ada ksempatan lagi, saya persetankan niat tadi. maka berlakonlahsaya dalam film Ajian Ratu Laut Kidul". Rupanya pengorbanan untuk filmnya yang ke 3 itu cukup besar. Sudah adegan ranjang, kepala pun harus dibotaki. 

"Pokoknya, kalau untuk film sekarang saya rela diapakan, yang penting dapat menunjang karier, "tekadnya. Rupanya melihat kondisi Ervan yang sudah berantakan di film, sang pacar malah jadi kabur. "Masak saya serius di film dibilang berantakan? Di film kan harus ada pengorbanan. Kalau tak mau memberi pengertian buat apa punya pacar?". ~MF No. 150/117/TH VIII, 28 Mar - 10 Apr 1992


No comments:

Post a Comment