MISTERI DI MALAM PENGANTIN, SUTING 18 HARI, REKOR TERCEPAT FILM HOROR (Berita Lawas). Lewat tangan Manisnya, Atok Suharto telah membuktikan sinetron RCTI Si Manis Jembatan Ancol menjadi tayangan baru dalam tema horor. Beigtu mengudara, pemirsa TV langsung tak beranjak. Sinetron karya sutradara jebolan Fak. Sinematoraphy IKJ ini telah menemukan resepnya. Namun, tidak begitu dengan film. Meski Atok Suharto telah beberapa kali menggarap film tema horor, Atok belum menemukan resep yang mujarab.
"Secara penuh sih belum, tapi saya mencoba tetap mencari bentuk baru dalam tema horor," kata sutradara yang telah menggarap berbagai tema film ini.
Lewat film garapan terbarunya, Misteri di Malam Pengantin produksi PT. Soraya Intercine Film, Atok Suharto mencari alternatif baru dalam tema horor.
Begitu kontrak dua film, Atok langsung membikin gebrakan baru, memproduksi film horor dengan 18 hari suting. Angka yang menakjubkan. Dalam sejarah membikin tema horor, Atok memecahkan rekor tercepat menggarap film horor. Arizal saja yang dikenal sebagai sutradara komedi supercepat bila menggarap film Warkop DKI paling cepat membutuhkan waktu sebulan.
Ketika Atok menggarap Si Manis Jembatan Ancol ia membikinnya seperti menggarap sebuah film. Hanya saja alatnya yang beda, katanya. Barangkali dari sinetron itu ia menemukan kiat baru. "Bisa juga, tapi yang jelas dengan kru saya sudah kerjasama yang cukup lama. Jadi keinginan saya tidak sulit diterjemahkan semua kru. Sebab semua kru meruakan kelompok saya."
Soal peralatan Soraya Film tak diragukan, mereka memiliki seabrek perangkat yang cukup canggih di negeri ini. Dengan kamera Afifflex III terbaru, plus lampu-lampu gress, soal mutu gambar boleh dijamin.
Sedianya film Misteri Di malam Pengantin akan digarap oleh Sisworo Gautama Putra , karena keburu di panggil Sang Pencipta, tongkat diserahkan kepada Atok. Skenario Misteri Di Malam Pengantin merupakan peninggalan terakhir dari Sisworo Gautama Putra, ketika menulis dengan nama samaran S. Gatra.
Dana yang cukup tidak membuat Atok langsung cepat puas ketika mengambil gambar. Ia ingin menunjukkan keberadaannya sebagai sutradara horor. Contohnya ketika memunculkan adegan suspence, tidak hadir dengan sekonyong-konyon. Melainkan di bina dari awal. Ia tidak menghadirkan secara tiba-tiba. "Dari Scene-scene sebelumnya saya sudah bina rasa takut penonton, " katanya.
Dalam film ini, Atok leih banyak bermain dengan Glas Shot. Bukan menghindari trik. Trik tetap ada hanya sebatas apa yang ada di skenario. "Saya tidak takaburmembikin film horor ini begitu cepat. Cerita maupun lokasi suting sangat mendukung sekali cepatnya suting 70% lokasi suting mengamil set di Puncak, Jawa Barat.
Handalan lain yang memiliki nilai jual adalah kehadiran Kiki Fatmala sebagai bintang utama. Sebab selama ini ia hanya berlakon sebatas tema drama an komedi. Bentuk tubuhnya nan sensual dengan kostum transparan lewat siraman tata lampu yang apik menjadikan gambar manis di pandang.
"Saya kaget mendapat tawaran main film tema horor, belum pernah sih.?. Untung MasAtok banyak memberikan pengarahan kepada saya. Sebab, main lakon horor muka harus bisa berekspresi dingin namun punya dendam. Karakternya adalah dendam yang diperkosa, " kata artis yang sibuk suting sinetron Ada Ada Saja ini.
Max J Pakasi, selaku kameraman tidak mau tinggal diam. Usaha untuk membikin adegan artistik merupakan tantangan yang tidak diabaikan begitu saja dalam mensut film Misteri Di Malam Pengantin ini.
Untuk pengadegan Love Scene, Max menghadirkan shot lain dari biasa dalam tema horor. Sebab tak jarang sineas negeri ini mengabaikan begitu saja pengadegan love scene sehingga terkesan vulgar.
Para bintang yang bercokol dalam film ini diantaranya Kiki Fatmala (Kinanti), Ibra Azhari (Boy), Christine Terry (Fluorent), Ervan Yudha (Dolof), Andi Jurpi (Jaky), Vira Suzanna (Cici), Linda Flexiana (Yuke) dan Yohana (Omi).
Di bagian Kru , Atok Suharto (Sutradara), Max J Pakasi (Kamerawan), Affandi SN (Penata Artistik), Muryadi (Editor), Chossy Pratama (Penata Musik), Agusti Tanjung (Asisten Sutradara) dan CJ Beslah (Pimpinan Produksi).
Sinopsis :
Segerombol anak-anak muda kaya dalam keadaan mabuk memper kosa gadis SMP bernama Kinanti, di sebuah Vila. Saat di per kosa Kinanti berusaha menyelamatkan diri. Tapi secara sadis Kinanti di gilir sampai akhirnya mati dalam kecelakaan.
Begitu mengetahui Kinanti mati, Boy, Joky dan Garmin kemudian menguburkannya. Lima tahun kemudian, tatkala gerombolan anak muda itu telah berada di bangku kuliah, Kinanti datang untuk membalas dendam.
Dendam Pertama kepada Boy, Kinanti datang tatkala Boy sedang menikmati bulan madunya dengan Flourent. Cara membunuh Boy, Kinati berwujud seperti Flourent. Tanpa diketahui Boy, ia berkencan dengan Kinanti. Pada saat bulan madu itulah Boy mati mendadak. Hal ini membuat gempar gerombolannya.
Satu persatu Kinanti datang menteror gerombolan yang pernah memperkosanya. Semua panik dan ketakutan. Namun ada yang tak percaya. Setelah membuktikan Kinanti akan membalas dendam semuanya jadi panik. Dalam kondisi dihantui ketakutan, semuanya mencari jalan selamat. Tapi rupanya Kinanti tetap saja buas menjangkau manusia yang pernah memperkosanya, kemanapun mereka pergi. ~sumber MF177/144/THIX, 17- 30 April 1993
